SATU-SATUNYA SITUS RESMI AYAH EDY

SATU-SATUNYA SITUS RESMI AYAH EDY
Bagaimana caranya..? Gabung di FB: komunitas ayah edy, download talkshow di www.ayahedy.tk

Thursday, July 7, 2016

APAKAH SESUNGGUHNYA YANG MEMBUAT MANUSIA BAHAGIA...?


Dikisahkan ada sepasang suami istri setiap hari kemana-mana selalu dengan mobil mewah. Mereka adalah pasangan yang begitu sibuk dengan berbagai aktivitas. Maklum sang suami adalah seorang pengusaha sukses dan istri adalah wanita karir. Dan anak merekapun disekolahkan di tempat yang terbaik dengan segala fasilitas yang serba mewah. Tentunya si anak juga disediakan sopir yang mengantarnya kemana saja ia pergi.

Mereka adalah orang terkenal di sekitar tempat tinggal mereka dan hampir semua orang mengenalnya termasuk mengenal semua kendaraan yang mereka pakai. Mereka memang tidak tinggal dilingkungan khusus orang kaya. Para tetangga masih banyak hidup sederhana. Tidak masalah mereka tetap dapat hidup rukun berdampingan. Dan masing-masing mempunyai kehidupan sendiri.

Seperti biasanya keluarga ini berangkat pagi dan baru pulang menjelang malam dan itu berlangsung entah sudah berapa lama.

Tiba-tiba suatu ketika saat mereka baru pulang kerja melihat tetangganya yang sedang asyik bersenda-gurau dengan keluarganya.

”Pak, lihat betapa bahagianya mereka kata si istri orang kaya tersebut. Jam segini mereka sudah ada dirumah, bercengkrama dengan keluarga sedangkan kita masih sibuk dengan segudang pekerjaan” Ucap sang istri ketika melintasi sebuah keluarga sederhana yang sedang berbincang-bincang diteras rumah.

”Iya...ya...ma. kapan yach Ma kita bisa seperti mereka yang setiap saat bisa menikmati waktu santai dengan keluarga”

Dan suaminya pun mengiyakan sambil menarik nafas dalam-dalam. Begitu terasa ada beban yang begitu berat menghimpit dada mereka berdua.

”Kadang-kadang mama rasanya ingin meninggalkan semua ini pa..dan hidup bahagia seperti mereka” ucap sang istri dengan suara berat.

Sementara disisi lain, dari teras rumah keluarga yang dianggap berbahagia tadi juga merasakan hal yang sama, Begitu sang istri melihat mobil tetangganya melitas di depan rumahnya tiba2 dia berkata.

”Pak, kapan yach kita bisa seperti mereka? Kemana-mana selalu naik mobil mewah. Ibu yakin hidup mereka pasti sangat bahagia” Ucap istri Sang peimilik rumah sederhana sambil menunjuk mobil yang baru melintasi depan rumahnya.

”Bapak bisa merasakan hal yang sama bu, kapan yah kita menjadi orang kaya seperti mereka, bapak selalu ingin berkerja keras hingga larut malam dan mendapat penghasilan lebih besar tapi sayangnya tidak ada yang harus dikerjakan” Pandangannya menerawang jauh kedalam.

Dilain waktu anak orang kaya itu tidak kalah gelisahnya ketika menyaksikan anak-anak sebayanya diantar jemput sama orang tua mereka kesekolah sambil berboncengan motor dengan bahagianya, tidak seperti dirinya yang selalu diantar jemput sama sopir.

Dalam batin anak itu berkata ”Alangkah bahagianya jadi seperti mereka, kemana-mana selalu diantar orang tua mereka, sedangkan kedua orang tuaku tidak pernah melakukannya. Mereka terlalu sibuk dengan bisnis mereka. Aku iri dengan mereka”

Anak itu mengeluh dan menitikkan air mata di dalam mobilnya.

Sementara sambil berlalu anak yg sedang di bonceng orang tuanya di motor tadi berpikir dalam hatinya,

”Aku ingin seperti anak yang ada di mobil bagus itu. Kemana-mana ada yang antar kalau hujan tidak kehujanan dan kalau panas tidak kepanasan."

Begitu pula anak-anak yg sedang berjalan kaki dan di antar orang tuanya, mereka dalam hati juga berpikir

"ah seandainya aku bisa jadi seperti anak orang kaya itu, selalu diantar mobil kemana-mana dan tidak perlu capek berjalan kaki berkilo-kilo meter dan berbecek-becek ria seperti ini”

Ayah Bunda yang tercinta.......,

Cerita diatas menggambarkan bahwa manusia pada umumnya selalu melihat orang lain lebih baik dan bahagia daripada darinya.

Dan kita juga sering mendengar bahwa ”Manusia memang tidak pernah ada puasnya”

Omongan ini benar bagi orang-orang yang memang dikendalikan oleh pikiran yg tidak bersyukur, karena kalau kita mau mengikuti pikiran kita maka tidak akan merasa cukup.

Sebelum kaya ingin menjadi kaya setelah kaya ingin menjadi lebih kaya lagi. Dan saat merasa dirinya benar-benar kewalahan mempertahankan segala efek yang ditimbulkan oleh kekayaannya dirinya merasa lelah, merasa tidak ada waktu lagi untuk berkumpul dengan keluarga.

Contoh lainnya misalnya sebelum menjadi orang terkenal ingin menjadi orang yang terkenal begitu terkenal, dirinya mengeluh lagi, merasakan ruang geraknya menjadi terbatas dan tidak memiliki privacy lagi.

Karena kemanapun mereka pergi selalu ada orang yg memandangi, meminta tanda tangan atau ingin berfoto dengannya.

Saat menjadi pengangguran seseorang hidup begitu stress, ketika mendapatkan pekerjaan, mengeluh lagi karena kerjaannya tidak cocok, gajinya terlalu kecil, jam kerjanya dan kantornya terlalu jauh, merasakan tidak ada waktu bersantai dan seterusnya.

Pengangguran ingin menjadi karyawan, karyawan ingin menjadi bos sedangkan bos selalu stress merasakan beban yang dipikul terlalu berat dan merasakan dirinya selalu bekerja keras sementara dia memandang anak buahnya enak-enakan saja kerja, dan akhirnya ia marah pada semua orang.

Apasih yg kira..kira bisa mengatasi kondisi semacam ini...?

Salah satunya adalah Memiliki Rasa Syukur terhadap apa yang sudah kita miliki dan tidak membanding-bandingkan hidup kita dengan hidup orang lain, setiap manusia pasti mempunyai masalah dan beban masing-masing yang tidak diketahui oleh orang lain.

Orang hanya bisa melihat sisi luarnya saja dalam hati siapa yang tahu.?

Kita melihat orang lain hidupnya lebih enak sementara orang lain melihat hidup kita enak.

Kita ingin menjadi seperti mereka demikian juga sebaliknya, ketahuilah kita tidak bisa menjadi orang lain.

Jadi nikmatilah apa yg ada, apa yg kita miliki, karena yg kita miliki adalah apa yg terbaik bagi kita menurut Tuhan.

Namun manusia bersyukur bukan berarti orang yg mudah menyerah kepada keadaan.

Manusia yang bersyukur adalah manusia yang selalu lapang dada menerima hasil dari usahanya yang optimal. Sedangkan manusia yang menerima nasibnya tanpa ada usaha adalah manusia yang putus asa.

Apapun dan berapapun yang didapatkan dari hasil usahanya bagi manusia yang bersyukur selalu berkecukupan.

Karena Manusia yang selalu bersyukur tahu berapapun yang di dapatkan dalam dunia ini jika mengikuti hawa nafsu tidak akan pernah ada cukupnya.

Kalau sudah seperti itu kenapa kita harus memaksakan diri untuk mengejar sesuatu yang memang tidak pernah cukup ?

Mari kita ingat selalu sebuah pepatah kuno yang mengatakan bahwa

“Kekayaan bisa mendatangkan kesenangan tapi tidak kebahagian".

Itulah mengapa kita banyak melihat orang kaya yang hidupnya tidak bahagia, bolak-balik konsul pada psikolog atau keluar masuk rumah sakit karena terkena penyakit yang disebabkan oleh stress.

"Kebahagiaan hanya datang dari Rasa Bersyukur dan Berkecukupan atas apa yg kita miliki."

Itu pulalah mengapa kita banyak melihat hidupnya sangat bersahaja tapi bisa tertawa dengan lepas dan tidur dengan nyeyak.  Hidup sehat tanpa perlu berbagai jaminan asuransi kesehatan bagi diri dan keluarganya.

Mari kita sambut dengan ceria hidup ini dan ucapkanlah syukur dan terimakasih pada Tuhan setiap hari atas semua yg telah kita miliki dan kita bisa lakukan....

Sahabatku yang dirahmati Allah SWT,

Tersenyumlah selalu maka hidup ini akan menjadi jauh lebih indah dan penuh arti.

JADI SIAPAKAH SESUNGGUHNYA ORANG YANG LEBIH BAHAGIA MENURUT KISAH TERSEBUT DI ATAS ?

Ditulis ulang oleh
-ayah edy-
Pendiri Gerakan Membangun Indonesia yang kuat dari keluarga
www.ayahkita.blogspot.com
www.ayahedy.tk

ANAK IBU BUKAN AUTIS TAPI SALAH POLA ASUH DAN MENGALAMI DISFUNGSI SOSIAL.



PENGALAMAN TAK TERLUPAKAN DI AWAL-AWAL AKU MENDIRIKAN SEKOLAHKU

Para orang tua dan guru yang berbahagia... Pada suatu hari datanglah seorang ibu ke sekolah kami;  dia mengeluhkan anaknya yang sudah berusia 3 tahun lebih namun kemampuan dan tingkah lakunya tidak seperti anak-anak lain seusianya; Sebutlah  Chintya nama anak ini.

Ibunya kemudian mulai membuka cerita tentang anaknya dengan raut wajah yang sedemikan bersedih;  air mata sudah siap mengalir dari sela-sela sudut matanya.

Diusia yang sudah 3 tahun lebih anaknya kok belum juga mau bicara atau tepatnya belum bisa bicara;  juga tidak berminat untuk melakukan apa-apa.  Jika dirumah katanya;  anaknya selalu pergi menuju kamar mandi dan berdiam diri disana;  terkadang bermain dengan botol-botol sabun atau shampo yang ada disana.  Chintya tidak mau bersosialisasi dan selalu sembunyi bila ada orang.  Dia menjadi anak yang sangat tertutup dan mengisolasi diri.

Sang ibu sedihnya bukan kepalang melihat fenomena ini;  sudah berbagai usaha dicobanya tapi tidak pernah berhasil katanya;  bahkan saat inipun sang anak sedang menjalani terapi disalah satu Rumah Sakit yang cukup ternama; karena diduga menderita Autis.  Namun setelah menjalani teriapi  tak sedikutpun mengalami peningkatan.

Saya begitu tertegun mendengar panuturan sang ibu yang begitu panjang lebar tentang anaknya;  dan yang jauh lebih membuat saya tertegun adalah si anak sendiri;  Anaknya begitu cantik dan imut;  dari wajahnya terpancar sinar cerah yang menampaknya kecerdasan.  Meskipun saya bukan pakar Autis tapi saya tidak melihat adanya tanda-tanda autis pada anak ini.

Apa gerangan yang terjadi pada Chintya dan apa pula gerangan yang dialaminya hingga ia seperti ini..?

Singkat cerita akhirnya anak ini berhasil menjadi salah satu murid di sekolah kami.

Para orang tua dan guru yang berbahagia....Tiga bulan sudah Chintya bersama kami,  dan ternyata banyak mengalami kemajuan dan peningkatan yang luar bisa.  Chintya sang penyindiri di kamar mandi kini sudah mulai mau keluar dan bersosialisasi, meskipun masih sangat terbatas,  ia mulai menunjukkan minatnya pada beberapa benda disekitarnnya;  dan Chintya suatu hari pernah membuat beberapa guru menitikan air mata ya.... air mata bahagia.  Betapa terharunya guru-guru saat mendengar untuk pertama kalinya Chintya kecil mau berbicara meskipun hanya sepatah kata,  dan ini terus bertambah dari waktu ke waktu dengan sepatah kata lainnya.

Tidak hanya para ibu guru;  ibunyapun tak kalah bahagia dan tak kuasa menahan tangis melihat anak yang sangat dicintainya mulai mau bicara.

Hingga saat ini menjelang satu tahun sudah bersama kami; Chintya kecil telah tumbuh bersama anak lain dan seperti anak lainnya;  Chintya yang dulu sangat pemalu dan pasif saat ini sudah lebih berani mendekat kepada siapapun dan mulai menunjukan rasa ingin tahunya yang besar.

Para orang tua dan guru yang berbahagia.....Lalu mengapa hal ini semua bisa terjadi...?  Mengapa Chintya bisa seperti ini...?  dan mengapa akhirnya dia bisa berubah...? Adakah diantara anak anda yang mengalami fenomena semacam ini...?

Hasil penelitian kami menunjukkan bahwa Chintya telah mengalami pola asuh yang tidak tepat dari lingkungan terdekatnya,  ya orang tuanya.

Orang tua Chintya telah menerapkan pola asuh yang extra ketat  atau kami menyebutnya “Close Bar”.  (silahkan baca buku 37 Kebiasaan orang tua yang menghasilakan prilaku buruk anak, di tulis oleh ayah edy)

Orang tuanya teramat sayang dan khawatir sehingga Chintya selalu dilarang untuk melakukan ini dan itu;  Chintya selalu dibantu untuk melakukan berbagai hal; tidak ada kebebasan bagi dirinya untuk bereksplorasi;  sampai akhirnya ia memutuskan untuk “mogok” tidak mau malakukan apapun; dan al hasil seluruh panca indranya tidak terlatih serta tidak berfungsi secara normal.

Ketidak tahuan orang tua mengenai tipologi anaknya dan tipologinya sendiri telah menjadi penyebab utama pola asuh yang keliru dan akibatnya sangat fatal.   Hingga saat ini kami terus mengajak orang tua Chintya untuk merubah pola asuhnya secara perlahan-lahan.  Dan ternyata kerja keras kami bersama orang tuanya telah membuahkan hasil yang luar biasa.

Para orang tua dan guru yang berbahagia;  seringkali kita tidak sadar bahwa apa yang terjadi pada anak kita sesungguhnya adalah bersumber dari kita sendiri;  namun sayangnya sering kali justru anak kitalah yang jadi sasaran segala kesalahan yang kita buat.   Kasus ini telah membuktikan sekaligus mengajak kita untuk menyadari segala kekeliruan yang kita buat pada anak kita.

Masa depan anak kita sepenuhnya berada ditangan kita;  Mari..kita besarkan putra-putri kita dengan cara yang benar sesuai fitrah penciptaan mereka dan amanat Tuhannya.

 by Ayah Edy

Dipetik dari buku Ayah Edy Punya Cerita, diterbitkan oleh Noura Book, tersedia disemua toko buku.

MEMBANTU ANAK OTAK KANAN BELAJAR



Bersabarlah untuk terus mau membaca artikel ini hingga akhir, sebagai latihan bersabar dalam mendidik anak-anak kita......

APAKAH ANAK KITA DIANGGAP SERING MEMBUAT MASALAH DISEKOLAHNYA ?

APAKAH ANAK KITA SULIT SEKALI MENGIKUTI PELAJARAN SEKOLAHNYA?

APAKAH ANAK KITA TIDAK SUKA MENULIS DAN LEBIH SUKA MENGAMBAR DI BUKU PELAJARANNYA ?

Jangan-jangan anak kita termasuk anak-anak yang dominan otak kanannya.

Coba cek ciri-ciri dibawah ini, seberapa cocok dengan anak kita..?

Ciri-ciri umum:

1. Terlambat bicara dibandingkan anak seusianya

2. Sulit Membaca terutama membaca bersuara

3. Sulit mengeja suku kata

4. Sulit mengerjakan soal-soal matematika logika/rumus-rumus terkadang lebih mudah soal cerita

5. Sering memandang ke atas dan terlihat seperti melamun

6. Kurang suka mencatat (karena proses mencatat menghambat proses visualisasi)

7. Sering membaca terbalik-balik

8. Sering membaca melompat dan beberapa kata tertinggal atau terlompati

9. Bisa membaca dari belakang atau dengan urutan terbalik

10. Jika berbicara tidak runtut dan sistematis

11. Sulit mengungkapkan keinginannya dalam bentuk kata/kalimat

12. Sering bicara tidak nyambung dengan pertanyaan

13. Cepat hafal tempat/lokasi dan rute perjalanan

14. Kadang suka berkhayal dan menceritakan fantasinya

15. Konsentrasi rendah pada pekerjaan yang kurang disukainya

16. Konsentrasi tinggi dan lama pada hal-hal yang menarik minatnya.

17.  Menulis terbalik dengan efek cermin (bisa terbaca dengan menggunakan cermin)

===========================================
BEBERAPA DIANTARA TOKOH-TOKOH OTAK KANAN
1. Leonardo Da Vinci
2. Thomas Alva Edison
3. Albert Einstein
4. Jenderal George Patton (ahli Stategi tempur )
5. Keanu Reeve (Aktor Laga The Matrix)
6. Amir Khan (Aktor & Sutradara film taare zameen par)
7.  Pablo Picaso  Pelukis terkenal dari Italia
8.  Vincent Van Gogh Pelukis terkenal dari Belanda
9.  Walt Disney
10. Affandi & Basuki Abdullah Maestro lukis Indonesia.
11.  Dimas, anak ke-2 kami.
Dan banyak lagi yang lainnya......

===================
Cara Bekerja otak kanan:

1. Kreatif --> ingin mengetahui hal-hal baru dan menemukan cara-cara baru yang tidak konvensional, melihat alternatif solusi dari berbagai permasalahan.

2. Spasial Tiga Dimensi, mampu melihat dan membayangkan  sesuatu secara tiga dimensi; bisa melihat dari kanan ke kiri, atas ke bawah dan sebaliknya. serta membolak balik huruf, angka dan gambar.

3. Memori Fotografi, mampu merekam informasi dalam bentuk gambar-gambar baik dalam bentuk diam atau seperti film yang bergerak.  Memiliki papan layar di otaknya.

4. Art -->  melihat sebuah pekerjaan sebagai proses seni yang mengandalkan rasa dan estetika yang sering kali tidak bisa dibatasi oleh waktu dan bekerja berdasarkan inspirasi dan mood.

5. Deduktif --> terlebih dahulu harus melihat gambaran besarnya atau hasil akhirnya baru bergerak menyusun langkah demi langkah dan tahapan prosesnya.

6. Random -->  Menyusun dan mengolah informasi secara acak, sehingga penyampaian informasinyapun cenderung tidak sistematis.

7. Visual --> Bekerja dalam bentuk gambar; sering kali sulit menuangkan ide gambarnya tersebut kedalam kalimat atau kata-kata yang dipahami.

8. Global --> Lebih menyukai gambaran umum dan kurang menyukai hal-hal detail.

9. Konklusif --> Menarik kesimpulan umum dari kepingan-kepingan informasi.

10. Eksekusi 2 langkah --> Merekam informasi baru memaknainya.

11. Inspirational --> bekerja berdasarkan datangnya inspirasi bersifat dadakan dan tidak terencana.

=======================================
Perbandingan Cara Kerja Otak Kiri vs Otak Kanan:
a. Simbol  vs  Gambar
b. Runtut/Sekuen  vs  Acak/Random
c. Logika  vs  Kreatif/Seni
d. Detail ke Global  vs  Global ke detail.
e. Setahap demi setahap vs Langsung
f. Proses then memori  vs  memori then proses
g. Duplikasi vs imaginasi
h. Teratur vs acak dan melompat-lompat
i. Analisis mengurai vs Analisis Kesimpulan
j. Tenggat Waktu vs Bebas Waktu
k. Rencana vs Inspirasi
l. Objek Hitam Putih vs Objek yang berwarna warni

===========================================
2. Perbedaan Kombinasi Kontinum Otak dan Indera dominan
a. Otak Kiri Visual --> Cenderung Diam, Tegas, Berpikir Runtut, Logika bagus

b. Otak Kiri Auditori --> Cenderung Bicara, Suka berdebat, Logika bagus, cepat menghafal

c. Otak Kiri Kinestetik --> Cenderung diam, Lincah bergerak, Berpikir runtut, logika bagus

d. Otak Kanan Visual --> Suka menghayal, kuat mengingat, cenderung diam, sulit mengeja, suka menggambar, kurang suka mencatat.

e. Otak Kanan Auditori --> Suka bicara, Bicara acak, Bicara khayalan, suka berhandai-handai..., sulit mengeja tapi suka bicara,

f. Otak Kanan Kinestetik --> Cenderung diam, terus bergerak, bergerak tak beraturan, sering melakukan hal-hal yang penuh resiko, pandai membuat sesuatu karya tangannya

------------------------------------------------------------------------
Ditulis oleh Ayah Edy tahun 2004 berdasarkan literatur dan referensi sbb:
===========================================

1. Priscilla Vail, Smart Kids with the school problem.1980

2. John Philo Dixon, The Spatial Child, 1983, Peletakan dasar-dasar gaya belajar.

3. David Elkind The hurried child; growing up to fast too soon, 1989

4. Alvin Toffler; The Future  Shock, New York, 1991

5. Thomas G West, In the mind’s eye, Visual Thinker, Gifted Child with Learning Difficulties, 1991

6. Howard Gardner, The Frame of Minds, 1993, Dasar-dasar Multiple Intelligence

7. Ronald Kotulak, Inside of The Brain ; Revolutionary Discoveries of How the mind works. 1994

8. Temple Grandin, Thinking in a pictures, 1996

9. Thomas Amstrong, The Myth of the ADD Child, 1997

10. Ronald D Davis, The Gift of Dyslexia, Why some of the smartest people can’t read, and how can they learn. 1997

11. Barbara Meister Vitale, Unicorns are Real, The Right Brain Approach Learning, 1997

12. Jeffrey Freed & Laurie Parsons, Right Brain Children in left Brain World. 2006

===========================
MARI KITA TEMUKAN POTENSI EMAS DALAM DIRI ANAK-ANAK KITA MELALUI PROGRAM OBSREVASI ANAK yanga akan kami selenggarakan di Liburan Desember mendatang di Singaraja, Bulelelng, Bali.

info lengkap: https://www.facebook.com/141694892568287/photos/a.144983902239386.35784.141694892568287/996768320394269/?type=3&theater

========================================

Membantu Anak Otak Kanan belajar:

1. Gunakan tempat yang tenang
2. Temukan minatnya dan mulai mengajari apapun melalui hal yang menarik minatnya. Jika ia suka mobil bicaralah mulai dari mobil dsbnya.
3. Jika ia ingin belajar sambil bergerak-gerak maka ijinkanlah ia malakukan itu
4. Jelasakan untuk apa kita harus mempelajari sesuatu agar dia bisa melihat gambaran besar dan tujuan akhirnya.
5. Gunakan alat peraga dan contoh-contoh ilustrasi untuk mengambarkan apa yang sedang anda jelaskan misalnya konsep tambah, kurang dan bagi.
6. Latihlah kecepatan untuk Visualisasi dan kemampuan merekam gambar .

a. Latihan tahap dasar visualisasi;  misalnya membayangkan sebuah aktivitas yang dilakukan seperti; berangkat ke sekolah, mengerjakan sesuatu dirumah dsb, persis seperti proses hipnoteraphy. Bayangkan kamu sekarang malangkah menuju lemari es, bayangkan sekarang kamu buka, tolong ambilkan mama jeruk dan susu, kemudian tuangkan susunya kedalam gelas, bawa gelas berisi susu dan jeruk itu ke kamar mama.  Jika anak anda sudah bisa mengulangi prosesnya secara runtut artinya dia sudah mulai terlatih kemampuan visualisasinya.

b. Latihan tahap lanjutan visualisasi mengingat gambar;  Minta dia melihat gambar dan anda sebutkan namanya; minta ia memejamkan mata; tanya apakah gambar itu sudah muncul di bayangan pikirannya.

c. Latihan Lanjutan Visualisasi mengingat Angka dan urutannya,  Latihan ini dimulai dengan mengingat angka 1 s/d 10 satu demi satu, perlihatkan gambar angka 1 s/d 10 satu persatu, kemudian setelah ia berhasil mengingatnya minta anak anda untuk mengurutkan dari depan kebelakang, setelah itu minta ia mengurutkannya dari 10 ke 1,  jika berhasil maka dia sudah mulai terlatih untuk menggunakan kemampuan unggulnya.

d. Latihan Lanjutan Visualisasi mengingat Huruf dan urutannya,  Latihan ini dimulai dengan pengenalan huruf satu demi satu; dengan metode mata terpejam,  apabila ini sudah terekam maka mintalah anak anda untuk mengurutkan 10 huruf pertama dari depan dan dari belakang. Terus berlanjut.

7. Latihan membaca Dasar
Latihan Membanca dimulai dari latihan mengeja; mengeja adalah kemampuan dasar dalam membangun kepercayaan diri anak otak kanan.
a. Latihan Mengeja
i. Menggunakan suku kata berwarna warni. misalnya:  pe sa wat contoh lainnya misalnya :  KU TI LANG dan sebagainya, pada saat latihan mengeja warna maka tulislah huruf itu dengan ukuran yang lebih besar, kemudian perlihatkan pada anak anda lalu mintalah anak anda untuk memejamkan mata atau mengingat tiap suku kata beserta warnanya.  Kita harus bersabar untuk melatih ingatan fotografis anak kita. untuk awal-awalnya anak kita perlu waktu kira-kira 20 detik untuk mengingat tiap suku kata.  Namun makin lama makin cepat karena terbiasa.

Setelah anak mengingatnya maka mintalah ia untuk mengejanya secara lisan boleh sambil tetap menatap ke atas, karena menatap ke anda akan mengganggu proses pengambilan gambarnya. Terus dukung dan pujilah setiap usaha kerasnya.

Kalo sudah berhasil maka mintalah anak anda untuk mengeja terbalik misalnya Lang Ti Ku untuk Kutilang.  Anda akan terkejut bahwa anak anda bisa mengeja terbalik sama cepatnya dengan mengeja normal.

Tambah tingkat kesulitan dengan mencari kata yang lebih panjang seperti ka ri ka tu ris atau gunakan beberapa kata sekaligus pe sa wat te le pon geng gam

Variasikan kegiatan dengan menghitung huruf misalnya ada berapa huruf “a” pada kata Pesawat Telepon Genggam. dan ada berapa huruf  “e” nya.

Catatan penting;  Katakan pada anak anda jangan berusaha mengeja; sebelum ia berhasil membayangkan kata-kata tersebut di dalam pikirannya.

Setelah betul-betul lancar barulah perlahan-lahan anda meminta anak anda mengeja dari buku dengan metode visualisasi dipercepat atau langsung.

ii. Permainan Mengeja – Mencari kata di kamus atau peta
Pilihlah satu kata untuk anak kita lalu minta ia untuk mengejanya maju mundur mis;  Se la Tan menjadi Tan La Se selanjutnya mintalah ia untuk memilihkan kata buat kita dan kita mengejanya juga maju mundur, bila berhasil maka masing-masing pihak mendapat poin 1 dsb.

Bisa juga katanya di ambil dari kota yang ada di peta,  jadi selain belajar kata anak juga belajar ilmu bumi.

iii. Permainan Mengeja – Tebak Kata
Ambilah sebuah kata dari kamus atau peta, kemudian mintalah anak anda untuk menebak;  misalnya  Inggris;  jika ia menebak;  apakah ada huruf “i” didalam kata tersebut; maka kita jawab ya ada satu di awal kata dan satu diurutan ke lima.  Apakah ada huruf “g” nya. ya ada dua buah di tengah.  “Nah anak kita cuma boleh bertanya 2 kali setelah itu dia harus menebak kata apa itu.

iv. Variasi lain Mengeja  untuk anak yang cenderung Kinestetik
1. Penggunakan huruf dengan objek timbul; biarkan dia meraba dan mengeja apa yang dirabanya.
2. Tuliskan huruf di punggungnya suruhlah ia untuk menebak hurufnya.
3. Buatlah huruf-huruf dangan bantuan ranting, atau biji-bijian atau sejenisnya.

4. Mintalah anak anda mengetik di komputer lalu eja dengan benar jika berhasil maka kemudian print hasil ketikannya dan mintalah ia untuk menempelnya di dinding ruang tidurnya.

by Ayah Edy Wiyono​
Pusat Solusi Parenting Indonesia
Praktisi Multiple Intelligence & Holistic Learning
www.ayahkita.blogspot.com

Mengapa disekolah, kami lebih mendidik anak untuk menjadi lebih Bijaksana dan bukannya menjadi lebih cerdas ?



Dan semboyan sekolah kami adalah Above all is a wisdom ?

Mari kita simak alasannya:

SI CERDAS DAN SI BIJAK

Suatu hari disebuah desa dekat Hutan ada seorang anak muda yang cerdas, yang sering mengamati burung2 di hutan tersebut.

Saking cerdasnya hanya dengan kicauannya saja, anak tersebut selalu tepat menyebutkan jenis apa burung tersebut, dan bahkan tidak hanya itu dari kepakan sayap saja, dari kejauhan ia bisa menduga burung apa gerangan yang ada di atas pohon di hutan tsb.

Karena cerdasnya ia oleh penduduk desa di panggil sebagai "si Cerdas".

Namun demikian di desa itu juga terkenal ada seorang pertapa yang terkenal sangat bijak; dan karena pemikirannya yang bijak di panggilan pertapa tersebut "si Bijak."

Suatu ketika si anak ini ingin bahwa penduduk desa lebih menghormati dirinya dari pada si Bijak pertapa tadi, maka akhirnya ia mengajak penduduk desa untuk ramai2 mendatangi si bijak bersama anak tersebut untuk menguji pemikiran siapa yang lebih baik di antara mereka.

Pagi2 sekali si Cerdas sudah pergi ke hutan untuk menangkap seekor burung kecil, lalu burung di pegang dan di bawa ketempat tinggal sang pertapa.

Rupanya disana sudah banyak sekali penduduk dusun tersebut berkumpul untuk menunggu datangnya Si Cerdas untuk menunjukkan kebolehannya di depan Si Bijak, sang pertapa.

Wah senang sekali hati si anak cerdas ini;
"Sekaranglah saatnya penduduk kampung bisa melihat siapa diantara kita yang lebih hebat dan lebih patut di hormati di kampung ini". Pikirnya dalam batin.

Terlihat disana Sang pertapa sedang duduk santai memejamkan mata, sambil duduk bersila di atas pertapaanya dengan posisi teratai.

Tiba2 dari kejauhan di depan sang pertapa anak ini berteriak;
"Hai pertapa aku ingin mengujimu apakah memang benar jika kamu itu tahu segalanya? "

Mendengar teriakan yang sangat keras itu Sang Pertapa perlahan membuka matanya yang terpejam, dan tersenyum lembut sambil berkata; "Ada apa anakku ?"

Lalu sekali lagi anak itu berteriak: "Aku ingin membuktikan apakah memang benar kamu adalah orang yang bisa mengetahui segalanya ?"

Lalu Sang pertapa kembali tersenyum lembut.....tanpa berujar apapun.

"Kalau memang kamu tahu segalanya; ini di tanganku aku sedang memegang seekor burung kecil"
(tangan anak itu di sembunyikan di belakang pinggangnya hingga tak terlihat oleh Sang Pertapa).

"Coba kamu tebak apakah burung yang ada di genggaman tanganku ini dalam keadaan hidup atau mati ?"

Lalu pertapa itu kembali tersenyum lembut.....

"Ayo cepat tebak !", teriak si anak muda dengan tidak sabar.

"Ayo tebak, jangan hanya tersenyum2 saja, ayo segera buktikan jika memang tebakanmu kali ini benar, agar penduduk desa ini bisa segera mengetahui kamu atau aku yang lebih hebat."
Teriak si anak dengan lantangnya.

Sambil tersenyum lembut; Sang pertapa menjawab;
"Tentu saja burung yang ada di tanganmu itu dalam keadaan mati Nak"

"Ha...ha....ha...., anak itu tertawa dengan puas, lihatlah ternyata kali ini kamu salah!, dan betapa bodohnya kamu, tidak bisa menjawab pertanyaanku yang sangat mudah ini." Teriak anak si anak cerdas, sambil melepas burung kecil itu untuk terbang bebas ke angkasa.

Dan penduduk desa itupun segera saja bersorak2 mengelu-elukan si Anak cerdas ini.

"Dasar orang tua bodoh, menjawab masalah seperti ini saja kamu tidak bisa dan jalas2 salah." Teriak anak tersebut sambil melihat kepada penduduk desa yang menyaksikan unjuk kebolehan tersebut.

Sambil tersenyum Pertapa Bijak itu berkata;

"Anakku sayang; tidak apa nak, kali ini aku menjadi terlihat bodoh didepan semua orang yang hadir disini"

"Aku memilih terlihat bodoh untuk membuat burung itu tetap hidup di genggaman tanganmu, aku memilih menjadi terlihat bodoh agar burung tersebut bisa segera engkau lepaskan dan terbang kembli ke sarangnya di atas pohon sana agar bisa segera memberi makan anak-anaknya."

"Bukankah sejak pagi engkau telah menangkap burung itu, dan sejak pagi pula anak-anak burung itu menunggu orang tuanya kembali untuk memberinya makan?"

"Aku memilih terlihat bodoh karena aku sadar bahwa nasib burung kecil itu dan anaknya sangat tergantung dari jawabanku kepadamu."

Dan sejenak penduduk desa tertegun mendengar jawaban sang pertapa bijak tersebut, dan setelah memahami arti ucapan dari sang pertapa; maka serentak penduduk desa tersebut berbaris dan memberi hormat yang tulus pada sang pertapa bijak tersebut.

Begitu pula si anak cerdas tadi, perlahan2 iapun menyadari betapa hebatnya pemikiran si kakek tua ini.

Dan terlihat iapun membungkukkan badannya untuk memberi hormatnya pada Sang pertapa bijak tadi.

Nah... bagi anda sendiri pelajaran apakah yang bisa kita dapatkan dari kisah ini...?

ayah edy
Pimpinan sekolah Maha Karya Gangga
Singaraja, Buleleng, Bali
web: www.ayahkita.com

Mengapa ibu adalah Madrasah pertama & utama bagi anak ?



Teori terdahulu menyebutkan karakteristik dan sifat2 bawaan seorang anak diwariskan dari ibu dan bapaknya dalam proporsi 50 : 50. Artinya, ayah dan ibu memberikan sumbangan yang sebanding dan setara dalam diri seorang anak.

Akan tetapi, penelitian biologi molekuler terbaru menemukan bahwa seorang ibu mewariskan 75% unsur genetikanya kepada anak, sedangkan bapak hanya 25%. Oleh karena itu, sifat baik, kecerdasan, dan kesolehan seorang anak sangat ditentukan oleh sifat baik, kecerdasan dan kesolehan ibunya.

Apa yang disabdakan Rasulullah Muhammad SAW, ternyata memiliki kesesuaian dengan fakta ini.

Bahwa ibu adalah Madrasah pertama bg anak, Madrasah dalam arti yg lebih luas lagi, yg berperan besar dlm proses tumbuh kembang anaknya mulai sejak dalam kandungan hingga dilahirkan dan kelak menjadi remaja.

Mari kita lihat lebih jauh. Di dalam sel-sel manusia terdapat sebuah organel yang memiliki fungsi sangat strategis, namanya mitokondria.

Organel berbentuk bulat lonjong ini berongga, selaputnya terdiri atas dua lapis membran. Membran dalam bertonjolan ke dalam rongga (matriks) dan mengandung banyak enzim pernapasan.

Tugas utama mitokondria adalah memproduksi bahan kimia tubuh bernama ATP (adenosin triphosphat). Energi yang dihasilkan dari reaksi ATP inilah yang kemudian menjadi sumber energi bagi manusia.

Mitokondria bersifat semiotonom krn 40% kebutuhan protein dan enzim dihasilkan sendiri oleh gennya.

Mitokondria adalah salah satu bagian sel yang memiliki DNA sendiri, selebihnya dihasilkan gen di inti sel.

Sekali lagi, dan ini sangat menarik, mitokondria hanya diwariskan oleh ibu, tidak oleh bapak. Mengapa? Krn mitokondria berasal dr sel telur bukan dari sel sperma. Itulah sebabnya, investasi seorang ibu dalam diri anak mencapai 75%.

Kita dapat berkata, inilah “organel cinta” seorang ibu yang menghubungkan kita dengan Allah dan kesemestaan.

Tanpa kehadiran mitokondria, hidup menjadi hampa, tidak ada energi yang mampu menggelorakan semangat.

Tanpa mitokondria, kita tdk dpt melihat, mendengar, hingga akhirnya tdk bs membaca, mencerna dan merasa.

Oleh karena itu, kita jangan heran jika kontak batin antara ibu dan anaknya sangat kuat dan intens. Jarak sejauh apapun tidak bisa menghalangi sensitivitas hati seorang ibu.

Hal ini memperlihatkan adanya energi cinta yang menembus dimensi. Teori superstring yang kita ambil dr ilmu fisika bs sedikit memperjelas hal ini. Para ilmuwan di MIT, yang tergabung dalam kelompok 18, menemukan sebuah supersimetri, yaitu sebuah persamaan matematika yang menciptakan ruang di alam semesta tt terdiri atas 57 bentuk dalam 248 dimensi. Konsep supersimetri menyebutkan, andai dunia ini dibagi2 menjadi bentuk apapun, sebenarnya hanya ada satu titik yang melingkupinya.

Artinya, ilmu pengetahuan menemukan bahwa jarak itu tdk bs membatasi jiwa dan ruh yang bersemayam dalam satu titik yang sama.

Jika kita menggunakan konsep ini, dimana pun berada, hati seorang ibu selalu berada di titik yang sama.

Itulah sebabnya, apa yang dirasakan anak dan apa yang dirasakan ibu, bioelektriknya berada pada titik yang sama.

Mitokondrianya berada dalam posisi yang sama sehingga titik pertemuannya pun sama. Dengan kata lain, perasaan seorang ibu kepada anaknya bagaikan perasaan dia terhadap dirinya sendiri.

(The Secret of Mother).

Share from a friend
for Ayah Edy communities

MENGAPA SETIAP GURU DAN ORANG TUA PERLU MEMBACA BUKU INI..?


Berdasarkan catatan sejarah, dahulu zaman Presiden Soekarno, kebanyakan orang Malaysia menuntut ilmu di perguruan-perguruan tinggi di Indonesia. Dahulu, kebanyakan petani-petani Vietnam belajar ilmu pertanian di Institut Pertanian di Indonesia.

Namun, saat ini segalanya serba terbalik, mereka tidak lagi mau belajar di Indonesia karena perguruan-perguruan tinggi yang ada di negara mereka jauh lebih maju daripada yang ada di negara kita.

Dan yang juga membuat prihatin adalah pertanian di negara-negara yang dulu belajar dari Indonesia, sekarang sudah jauh lebih maju dari negara kita. Dan setiap produk pertanian, perikanan, dan peternakan terbaik selalu diberi embel-embel kata Siam atau Bangkok. Sebut saja Labu Siam, Sepat Siam, Jambu Bangkok, Ayam Bangkok, dan berbagai Bangkok-Bangkok lainnya.

Ada apa dengan negara kita? 

Ada apa dengan dunia pendidikan kita? 

Mengapa kita bisa tertinggal jauh dari negara-negara yang dulunya justru belajar dari kita? 

Tidakkah kita menyadari ini semua? Tidakkah kita peduli?

Seorang pengamat pendidikan mengatakan bahwa awal kehancuran dari suatu bangsa ditandai oleh kehancuran generasi mudanya. Dan awal kehancuran dari generasi muda dimulai dari pendidikan di sekolah dan di rumahnya, yang pada akhirnya membentuk pola pikir, cara pandang, dan budaya suatu generasi.

Hal ini pernah terjadi di Eropa. Dahulu kala, Inggris dan Spanyol adalah bangsa yang memiliki kemampuan seimbang dalam berbagai bidang. Namun, setelah beberapa generasi, Inggris jauh mengungguli Spanyol dalam berbagai bidang. Hal ini disebabkan, salah satunya, budaya yang berkembang pada masyarakatnya sangat jauh berbeda.

Di Spanyol, budaya yang berkembang adalah budaya melankolis, telenovela yang sehari-hari mencekoki anak-anak dan generasi mudanya dengan kisah-kisah percintaan, perselingkuhan, saling menjatuhkan, pertengkaran, tipu muslihat, dan sebagainya.

Sementara di Inggris, kisah-kisah yang dibangun adalah budaya kepahlawanan dan petualangan sehingga jiwa para generasi mudanya menjadi jauh lebih sehat dan selalu menyukai tantangan hidup.

Kembali lagi kepada seorang pengamat pendidikan dari Amerika yang mengingatkan tentang terjadinya pergeseran budaya pada anak kita atau pada generasi muda.

Hal ini janganlah dianggap enteng karena tanda-tanda ini bisa menjadi petunjuk awal kehancuran suatu bangsa. Paling tidak terdapat sepuluh tanda gejala kemunduran dan kehancuran suatu bangsa yang disampaikan oleh Thomas Lickona. 

Apa saja tanda-tanda tersebut?
1. Meningkatnya perilaku kekerasan di kalangan remaja dan masyarakat.
2. Penggunaan bahasa yang kasar, kotor, dan ejekan.
3. Pengaruh teman dan lingkungan melebihi pengaruh keluarga.
4. Meningkatnya penyalahgunaan obat terlarang dan perilaku seks bebas.
5. Lenyapnya nilai moral dan kebenaran dalam kehidupan masyarakat.
6. Menurunnya rasa kebangsaan dan cinta tanah air.
7. Rendahnya rasa hormat anak kepada orangtua dan para guru.
8. Meningkatnya tayangan-tayangan media massa yang merusak mental anak.
9. Kecurangan (korupsi dan manipulasi) terjadi di mana-mana.
10. Meningkatnya kecurigaan dan kebencian di antara sesama warga negara.

Mari kita renungkan sepuluh tanda kehancuran suatu bangsa di atas, apakah tanda-tanda itu sebagian muncul di Indonesia? 

Atau mungkin malah semuanya? 

Bagaimana menurut Anda?

Jika ternyata jawaban kita adalah “ya” lalu apa yang dapat kita lakukan?

Thomas Lickona juga menyampaikan bahwa dari sistem pendidikanlah semua persoalan bermuara. Oleh karena itu, marilah kita benahi sistem dan cara mendidik anak-anak kita di rumah dan di sekolah.

Jika membenahi sistem pendidikan tampaknya sulit bagi kita, paling tidak mari kita mulai dari rumah sendiri, dari hal-hal kecil yang kita bisa dan mari mulai saat ini juga.

Bersama-sama mari kita bangun Indonesia yang Kuat dari Keluarga!
Let’s make Indonesian Strong from Home!

Kalau bukan kita, siapa lagi? Kalau bukan sekarang, kapan lagi?
Selamat membaca dan mendapatkan inspirasi!

Salam hangat, Ayah Edy
Penulis dan Penggagas Program Indonesian Strong from Home
www.ayahkita.blogspot.com


Mana yang lebih baik uang Rp 100.000 atau Rp 1.000 an ?



Uang kertas Rp1,000 dan Rp 100,000 dibuat dari kertas yg sama dan diedarkan oleh Bank Indonesia (BI).

Ketika dicetak, mereka bersama, tetapi berpisah di bank dan beredar di masyarakat.

Bagaimanapun, 4 bulan kemudian mereka bertemu secara tidak sengaja di dalam dompet seorang pemuda.

Maka mereka pun ngobrol:
Uang Rp 100,000 bertanya kepada Rp 1,000 ; "Kenapa badan kamu begitu lusuh, kotor dan berbau amis?"

Rp 1,000 menjawab; "Karena begitu aku keluar dari bank, terus ke tangan orang bawah dari kalangan buruh, penjaja, penjual ikan dan di tangan pengemis.

" Lalu Rp 1,000 bertanya balik kepada Rp 100,000; "Kenapa kau begitu baru, rapi dan masih bersih?"

Rp 100,000 menjawab; "Karena begitu aku keluar dari bank, terus disambut perempuan cantik, dan beredarnya pun di restoran mahal, di kompleks pasar raya mall bergengsi dan juga hotel berbintang serta keberadaanku selalu dijaga dan jarang keluar dari dompet."

Lalu Rp 1,000 bertanya lagi;

"Pernahkah engkau berada di tempat ibadah?

" Rp 100,000 menjawab;
"Belum pernah"

Rp 1,000 pun berkata lagi;
"Ketahuilah walaupun aku hanya Rp 1,000 tetapi aku selalu berada di seluruh tempat ibadah, dan di tangan anak-anak yatim piatu dan fakir miskin bahkan aku bersyukur kepada Tuhan semesta alam.

Aku tidak dipandang sebagai sebuah nilai, tetapi adalah sebuah manfaat bagi lebih banyak orang.

Lantas menangislah Rp 100,000 karena merasa besar, hebat, tinggi, lebih baik dan lebih rapi tetapi tidak begitu bermanfaat selama ini.

Apa hikmah yang bisa kita petik dari obrolan mereka ?

di tulis ulang oleh Ayah Edy untuk komunitas,
a sharing from group WA

www.ayahkita.com

Sepotong kisah dari Ibnu Arabi dalam Futuhat al-Makkiyah



Di satu pagi, seorang santri menemui gurunya dalam keadaan pucat pasi. “Wahai Tuan Guru, semalam aku mengkhatamkan Alquran dalam sholat malamku.”

Sang Guru tersenyum. “Bagus Nak. Nanti tolong hadirkan bayangan diriku di hadapanmu saat kau baca Alquran itu. Rasakanlah seolah-olah aku sedang menyimak apa yang engkau baca.”

Esok harinya, sang murid datang dan melapor pada gurunya. “Tuan Guru,” katanya, “Semalam aku hanya sanggup menyelesaikan separuh dari Alquran itu.”

“Engkau sungguh telah berbuat baik,” ujar sang guru sembari menepuk pundaknya. “Nanti malam lakukan lagi dan kali ini hadirkan wajah para sahabat Nabi yang telah mendengar Alquran itu langsung dari Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam. Bayangkanlah baik-baik bahwa mereka sedang mendengarkan dan memeriksa bacaanmu.”

Pagi-pagi buta, sang murid kembali menghadap dan mengadu. “Duh Guru,” keluhnya, “Semalam bahkan hanya sepertiga Alquran yang dapat aku lafalkan.”

“Alhamdulillah, engkau telah berbuat baik,” kata sang guru mengelus kepala si santri. “Nanti malam bacalah Alquran dengan lebih baik lagi, sebab yang akan hadir di hadapanmu untuk menyimak adalah Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam sendiri. Orang yang kepadanya Alquran diturunkan.''

Seusai shalat Shubuh, sang guru bertanya, “Bagaimana shalatmu semalam?” “Aku hanya mampu membaca satu juz, Guru,” kata si santri sambil mendesah, “Itu pun dengan susah payah.”

“Masya Allah,” kata sang guru sambil memeluk sang santri dengan bangga. “Teruskan kebaikan itu, Nak. Dan nanti malam tolong hadirkan Allah di hadapanmu. Sungguh, selama ini pun sebenarnya Allah-lah yang mendengarkan bacaanmu. Allah yang telah menurunkan Alquran. Dia selalu hadir di dekatmu. Jikapun engkau tidak melihat-Nya, Dia pasti melihatmu. Ingat baik-baik. Hadirkan Allah, karena Dia mendengar dan menjawab apa yang engkau baca.”

Keesokan harinya, ternyata santri itu jatuh sakit. Sang Guru pun datang menjenguknya. “Ada apa denganmu?” tanya Sang Guru.

Sang santri berlinang air mata. “Demi Allah, wahai Tuan Guru,” ujarnya, “Semalam aku tak mampu menyelesaikan bacaanku. Walaupun, Cuma al-Fatihah aku tak sanggup menamatkannya. Ketika sampai pada ayat, “Iyyaka na’budu wa iyyaka nasta’iin” lidahku kelu. Aku merasa aku sedang berdusta. Di mulut aku ucapkan “Kepada-Mu ya Allah, aku menyembah” tapi jauh di dalam hatiku aku tahu, aku sering memperhatikan yang selain Dia. Ayat itu tak mau keluar dari lisanku. Aku menangis dan tetap saja tak mampu menyelesaikannya.”

“Nak...,” kata sang guru sambil berlinang air mata, “Mulai hari ini engkaulah guruku. Dan sungguh aku ini muridmu. Ajarkan padaku apa yang telah kau peroleh. Sebab meski aku membimbingmu di jalan itu, aku sendiri belum pernah sampai pada puncak pemahaman yang kau dapat di hari ini.

#Copast dr grup WA

JANGAN HANYA SEKEDAR BISA MEMBACA TANPA PAHAM MAKNANYA

KISAH ABU NAWAS MENGAJARI SEEKOR KELEDAI MEMBACA

Abu Nawas adalah orang yang sangat di sayangi oleh Baginda Sultan, karena kecerdikan dan kebijaksanaannya.

Namun demikian hal ini tidak membuat semua orang yang ada di Istana suka akan hal ini.

Terutama seorang menteri yang sangat membenci Abu Nawas dan terus berusaha menjatuhkan namanya dengan berbagai macam cara agar sanga raja tidak terlalu sayang padanya.

Satu hari sang menteri mendapat akal bagaimana membuat Abunawas tampak bodoh didepan Raja.

Ia datangi rumah Abu Nawas dan ia katakan bahwa Sultan ingin mengetahui kehebatan Abu Nawas dalam mengajari Keledai Membaca..., yang sesungguhnya ini hanyalah akal-akalan saja agar dirinya bisa menjatuhkan reputasi Abu Nawas di depan Raja.

Sang menteri ini yakin bahwa tugas ini adalah tugas yang sangat mustahil untuk bisa dipenuhi oleh Abu Nawas, oleh karen itu ia katakan sang raja memberimu waktu 1 minggu untuk kau tunjukkan hasilnya di Istana dan disaksikan oleh orang banyak.

Wah bukan main kagetnya Abu Nawas mendapatkan tugas yang tidak masuk akal ini. Ia yakin ini sesungguhnya hanyalah akal-akalan sang meteri saja untuk bisa menjatuhkan namanya di hadapan sang Raja.

Namun bukan Abu Nawas namanya kalau ia sampai kehabisan akal.

Tibalah waktu yang ditentukan; dan Abu Nawas datang menghadap Sang Meteri dengan membawa keledainya, dan di ruang tersebut ternyata sudah duduk Sang Raja di singgasananya bersama para pejabat istana dan masyarakat yang ingin menyaksikannya.

Sang menteri langsung membuka acara dan berkata;  "Baginda yang mulia, hari ini katanya Abu Nawas ingin menunjukkan kepada kita semua bahwa Keledai yang dimilikinya bisa membaca."

"Nah sekarang silahkan buktikan hai Abu" kata sang menteri.

Lalu segera diserahkan sebuah buku/kitab tebal kepada Abu Nawas untuk di baca oleh keledainya.

Oleh Abu Nawas keledainyapun di tarik ke atas meja mendekati kitab tersebut, dan mulai menjulurkan lidahnya, membuka halaman pertama, lalu setelah itu masih menggunakan lidahnya sang keledai membuka halaman berikutnya satu demi satu halaman hingga akhir....

Dan hadirinpun bertepuk tangan riuh menyaksikan keledai tersebut membaca.

Tampak wajah sang Meteri Pucat Pasi, namun ia tak kehabisan akal... dan berkata... , "Saya melihat keledai itu hanya membalik-balikan halaman saja tapi saya yakin ia tidak paham makna apa yang dibacanya." tukas sang Menteri.

"Oh iya benar tuan" jawab Abu Nawas penuh keyakinan.

"Begitulah memang cara keledai membaca, ia hanya membalik-balikkan halaman namun tidak paham apa makna dan isinya"

"Jadi jika kalian membaca buku atau membaca apapun...., namun tidak berhasil menangkap isi dan maknanya maka kalian sama saja dengan Keledai ini."  ujar Abu Nawas sambil tersenyum.



Dan ucapan ini benar-benar membuat sang Menteri semakin pucat pasi wajahnya.

Dan kembali hadirinpun bertepuk tangan membenarkan apa yang di katakan oleh Abu Nawas.

Sang Rajapun penasaran dan bertanya;  "Bagaimana kamu bisa mengajarinya membalik-balikan halaman itu ya Abu Nawas."

"Oh itu mudah saja Yang Mulia,  saya letakkan biji gandum di setiap halaman dan saya latih ia untuk makan gandum yang ada di buku dengan membalikan setiap halaman dengan lidahnya."

Dan Rajapun bertepuk tangan dan berkata, Engkau memang tidak hanya cerdik ya Abu Nawas, namun juga bijaksana dan cerdas.

Sahabatku apa kira-kira makna yang kita bisa petik dari kisah ini ?

Di tulis oleh Ayah Edy
untuk direnungkan oleh kita bersama.

PENGALAMAN BUKA PUASA DI RESTO CEPAT SAJI

Kasir Resto: "Makan di sini, bu?"
Pengunjung: "Nggak, mbak..."
Kasir Resto: "Take away, bu?"
Pengunjung: "Nggak, mbak..."
Kasir Resto : "Terus...????"

Pengunjung: (sambil nunjuk) : "Saya mau makan di meja itu tuh mba."

Mengucapkan selamat berbuka puasa ya sahabatku semua, berbukalah dengan penuh kebahagian bersama keluarga di akhir pekan ya ayah bunda...


PENIPUAN DI BALIK PERMINTAAN AMIN DAN LIKE DI FACEBOOK

PERNAH KITA DIMINTA UNTUK MEMBERIKAN AMIN ATAU LIKE DI FACE BOOK?
Share dari sahabat kita Bapak Panji Pasalima


Sadarkah anda,bahwa anda sedang di peralat atau manfa'at kan oleh seseorang yang tidak bertanggung jawab demi keuntungan pribadi???
Kita semua pasti pernah melihat postingan sperti di bawa ini..
- Gambar orang cacat,
- Gambar orang sakit.
- Gambar orang meninggal.
- Gambar orang kecelaka'an
- Gambar orang kesusahan, dsb.
Tahukah anda,bahwa smua itu adalah sebuah bisnis kotor?
CONTOH STATUSNYA SEPERTI INI:
* Klik like *
Jika anda setuju dengan status ini..
* Klik like *
Dan jawab salam ku jika anda benar benar muslim,
* Klik like *
Jika ingin do'a anda terkabul naik haji,
* Klik like *
Lalu ketik angka 8, dan lihat apa yang terjadi pada gambar ini.
* Klik like *
Dan Aamiin kan nenek ini supaya nenek ini dipermudahkan Rezkinya..
* Klik like *
Jika anda ingin ibu anda masuk Syuga..
* INTINYA *
Si penipu selalu menggunakan status orang orang terkenal,dan menggunakan Foto Profil Artis atau Ustadz/Ustadzah contonya:
- Pipik Dian Irawati
- Ayu Ting Ting
- Rini Risnawati
- Julia Peres
- Raffi Ahmad
- Husnul Khatimah
- Oki Stiana Dewi
- Citra Kirana
- Deni Syahputra
- Ayu Kadek Devi
- Tyas Mirasih
- Ustadzah Oki
- Natasha Eilona
Agar segera dapat respon cepat dari fans artis tersebut, padahal semua itu adalah akun palsu.Dan perlu anda ketahui bahwa komentar anda tidak penting, yang penting adalah LIKE anda, nanti semua komentar anda akan dihapus kecuali "LIKE"
karena 100.000 LIKE bisa dijual USD.150. (Rp.2 juta) ada yang menghargai sampai USD.200. per 100 ribu LIKE tergantung seberapa cepat like itu bisa diperoleh.
Nantinya setelah dibeli pihak tertentu, isi status diubah..yang sebelumnya adalah gambar/tulisan/­simbol keagamaan atau foto sedih, akan segera diganti dengan produk iklan.
maka seolah iklan itu sudah mendapat ratusan ribu LIKE..Sebuah status yang mendapat lebih dari 500.000 LIKE..bisa dijual mahal untuk kepentingan yang lebih besar lagi..misalnya kepentingan survey, dan politik (kampanye)dan segala macam manipulasi bukti seolah hasil dari polling....
( NB )
Ma'af kami hanya skedar memberi tau bagi orang² yang belum faham, dan bagi anda yang sudah faham,tolong beri tau teman teman yang lain...

MENGAPA MANUSIA SERING BERBEDA PENDAPAT DAN BERTENGKAR..?



Suatu hari saya datang kerumah sang guru bijak dan bertanya;

"Wahai guru, kenapa ya setiap saya tulis status di fb, betapapun baiknya status itu menurut saya, namun tetap saja ada yang berkomentar negatif dan bahkan sinis dan menghujat..?"

"Kenapa ya sepertinya negeri ini terus diliputi oleh orang-orang yang sering mempertengkarkan masalah yang sama?"

"Mengapa kita dirumah juga masih sering beda pendapat dan bertengkar dengan pasangan atau anak kita?"

"Tidak bisakah mereka dan kita bersepakat untuk saling memahami dan berhenti bertengkar?"

Begini kira-kira penjelasan dari sang guru bijak;

Ada 3 perbedaan antara orang bodoh, pintar dan bijak

Dalam melihat satu persoalan,  orang bodoh biasanya hanya bisa melihat sesuatu dari tempat dirinya berada, dia belum bisa dan tidak mau untuk melihat sesuatu dari tempat orang lain berada.  Sehingga ia merasa dirinyalah yang paling benar dan orang lain semuanya salah .

Orang pintar biasanya hampir mirip dengan orang bodoh, hanya karena kepintarannya ia perlahan-lahan mau mencoba mengevaluasi diri dan masalahnya dengan mencoba melihat sesuatu masalah dari tempat orang lain berada.  Sehingga akhirnya ia menemukan dan memahami masalah sesungguhnya dari berbagai sudut pandang.

Orang bijak adalah orang yang sejak awal sudah memiliki kemampuan untuk melihat masalah baik dari tempat dirinya berada maupun dari tempat orang lain berada dan bahkan ia mampu melihat dari tempat setiap orang berada.

Karena sesungguhnya kesimpulan seseorang itu tergantung pada dimana letak pikirannya berada.

Nah sebagai latihan saja untuk selalu di ingat...

Coba lihat gambar ini:

Angka berapakah yang benar yang ada di gambar tersebut ?

Jika hari ini kita bisa melihat keduanya, mengapa kita tidak membiasakan diri melakukan hal yang sama ketika menghadapi masalah dan perbedaan dengan orang lain.....???

Mari kita renungkan bersama.....

Ditulis oleh ayah edy dari inspirasi gambar dan tulisan dr. Mustika Wayan

Yuk baca artikel parenting ayah edy di www.ayahkita.com

Ini adalah HP yang suka dibawa anak SD Jepang.



Hanya dapat menghubungi 4 nomer telepon saja, misalnya nomer HP ortu, saudara, atau keluarga.

HP ini ada GPS yg berfungsi dapat memonitor dimana anak ini sekarang.


Di HP ini ada tali yang kalau ditarik, akan bunyi alaram yang keras tanda bahaya dan bersamaan dengan itu HP ini mengirimkan sinyal ke perusahaan security agar ada yang datang cepat melihat kondisi anak ini.


SAHABAT SETIAKU YANG BERNAMA TRI HADI RAMADHAN



Aku punya seorang sahabat karib,  ya... seorang sahabat lama yang selalu datang di penghujung Ramadhan yang membuat hati saya selalu merasa bahagia.

Nama sahabatku ini adalah Tri Hadi Ramadhan.  atau panggilan akrabnya THR

Saya :  Terimakasih ya kamu sudah datang disetiap akhir ramadhan.

THR  :  Kalau aku tidak datang pasti kamu akan marah dan mungkin ngambek kali ya?

Saya :  Ah enggak juga sih, tapi memang kehadiranmu membuat aku senang sekali.

THR :  Tapi maaf aku cuma bisa mampir sebentar saja di tempatmu, karena sebentar lagi aku harus segera mampir ke berbagai toko dan pusat perbelanjaan.

Dan tak lama kemudian THR pun segera beranjak dan lenyap dari rumahku....

Beberapa waktu kemudian menjelang hari raya datang salah seorang tetangga yang bernama Adi Tri Mukti atau kami biasa memanggilnya ATM,  ia datang  untuk meminta maaf, karena saldo saya tidak mencukupi lagi untuk melakukan berbagai transaksi lainnya....

Salam dari THR dan ATM untuk ayah bunda semua....
Happy Ramadhan ya...

by ayah edy
www.ayahkita.com

HATI-HATI PENCURIAN TAS DI MOBIL DENGAN MODUS BAN KEMPES ATAU OLI BOCOR


Komplotan mulai menguntit mobil terutama yang sendirian membawa mobil, bisa terjadi di jalan-jalan sepi atau di SPBU.

Berikut ini komplotan tersebut melakukan aksinya di SPBU

Copy paste link ini untuk melihat videonya:
https://twitter.com/INDONESIAinLOVE/status/749713085993066496

Perlukah seorang anak diberikan gadget yang canggih2?



Karena sy sering kali melihat anak-anak kecil bahkan balita yang sudah menggunakan gadget yang canggih-canggih ?


Liburan, habis gajian, dan anak kita habis ujian biasanya orang tua berlomba untuk membelikan hadiah bagi anaknya

Tapi sudahkah kita menyadari hadiah yang kita belikan apakah akan lebih banyak membawa manfaat atau mudharat bagi anak kita ?
Mari kita baca artikel berikut ini

Bolehkah anak ABG memiliki ponsel pribadi?



Airin pusing. Belakangan ini Andi, putranya yang duduk di kelas 1 SMP merongrong terus.

“Bunda, beliin Andi Hp dooong.. Kapan nih, Andi boleh bawa Hp?”
“Duuh, memang buat apa sih, Ndi? Kan ada telepon rumah. Kalau mau menelepon teman, ya pakai telepon rumah saja.”

“Yaaa buat macam-macam. Kalau Andi sedang main di luar atau di sekolah, lalu perlu perlu nelepon Bunda, gimana?”
“Ah, alasan aja.”

“Bunda bohong ih. Dulu Bunda bilang, kalau Andi sudah SMP boleh bawa Hp...”

“Hmmm..”

Andi benar. Dahulu, waktu Andi masih SD, Airin berjanji akan membelikannya ponsel ketika Andi sudah SMP. Namun sekarang Airin ragu-ragu. Apakah bijaksana bila ia memberikan ponsel Andi? Airin tahu, banyak teman Andi yang sudah menenteng ponsel atau tablet ke mana-mana. Ia khawatir, ponsel pribadi akan membuat Andi lebih mudah tergelincir hal-hal yang tidak baik.

Apalagi, smartphone sekarang canggih-canggih. Fungsi ponsel bukan lagi untuk menelepon atau mengirim pesan, tapi juga mengirim gambar dan foto, browsing internet, nonton video, main game, merekam audio dan video, eksis di sosmed dan banyak lagi.

Bagaimana kalau teman-temannya malah mengirimi Andi foto atau video yang tidak-tidak? Bagaimana kalau Andi kecanduan smartphone dan tak peduli sekitarnya? Bagaimana kalau Andi dipalak atau dicopet karena membawa smartphone mahal? Haduuuh...

Ayah Edy, apakah anak remaja ABG sudah boleh membawa ponsel sendiri?

Jawaban Ayah Edy:

Ayah Bunda yang baik
Di Indonesia, aturan main gadget kurang disosialisasikan. Jenis gadget sangat beragam dan spesifikasinya berlainan. Ada gadget dengan spesifikasi untuk para eksekutif, pengusaha, orang pemasaran, desainer... Seharusnya, kita memilih gadget yang sesuai dengan kebutuhan masing-masing. Kalau kita cuma perlu untuk menelepon dan mengirim SMS, ya belilah ponsel dengan fungsi sederhana.

Namun kita merasa bangga bila memiliki benda canggih. Padahal mungkin kita tidak butuh. Kini banyak anak SD dan SMP yang sudah dibelikan smartphone canggih yang bisa ini itu. Anak-anak itu lalu membawa smartphone-nya ke sekolah, lalu terjadilah peer pressure (tekanan dari teman sebaya). Anak-anak lain yang tidak memiliki smartphone jadi merengek pada orangtuanya untuk membelikan mereka juga. Guru-guru lengah terhadap fenomena ini, sehingga tidak mengantisipasi.

Jadi problemanya adalah gadget tidak tepat sasaran. Sama seperti obat, ada dosis untuk bayi, anak-anak dan dewasa. Jika kita tak paham, kita bisa memberi dosis orang dewasa pada bayi. Akibatnya, obat yang seharusnya menyembuhkan malah berubah  menjadi racun.

Memberikan gadget pada anak boleh-boleh saja, tapi berikanlah sesuai dosis. Jangan overdosis. Jika anak SMP hanya memerlukan ponsel untuk berkomunikasi, jadi cukup belikan mereka ponsel sederhana untuk menelepon dan mengirim pesan. Tidak perlu membelikan smartphone canggih seharga 10 juta rupiah. Kalau mereka sesekali perlu mengirim foto atau gambar pada teman, toh mereka bisa mengaktifkan komputer dan mengirim via email. Jadi  manfaat ponsel tidak kita hilangkan, tapi jangan sampai overdosis.

Ini juga saya terapkan pada diri saya sendiri. Sampai sekarang, saya masih setia menggunakan ponsel dengan fungsi sederhana. Yang penting, saya bisa berkomunikasi dengan orang-orang: menelepon dan mengirim SMS. Kadang-kadang ada yang bertanya, ‘masa Ayah Edy tidak punya BB?’. Namun saya merasa ponsel  yang saya pakai sekarang sudah sangat cukup.

Bagaimanapun, bila seseorang mendapat fasilitas tapi sebenarnya tak ada kebutuhan, dia akan mengada-adakan kebutuhan. Akibatnya, smartphone yang spesifikasinya untuk para desainer agar memudahkan mereka mengirim foto desainnya, jadi berubah fungsi untuk mengirim  yang tidak seharusnya. Inilah yang harus dihindari, khususnya pada anak-anak remaja kita.

================================================

Artikel ini dipetik dari kasus dalam buku Ayah Edy Menjawab Problematika Orang Tua ABG dan Remaja.

Kasus-kasus lanjutaan yang juga di ulas di buku ini:

Rambu-rambu apa yang harus diberikan pada remaja seputar sosmed?

Bagaimana mengajarkan penggunaan internet yang bertanggung jawab pada anak remaja?

Bagaimana bila kita memergoki anak menonton video porno di gadgetnya?

Bagaimana bila anak memblok orangtuanya di sosmed?

dan masih banyak lagi yang lainnya.

Segera dapatkan bukunya di Gramedia, Gunung Agung, Toga Mas, Paper Clip dsb. Rp. 59.000,-

Dapat juga dipesa secara on line melalui link ini:

https://www.facebook.com/Pusat-pemesanan-buku-AYAH-EDY-1538959983042274/

Pembelian on line melalui link tsb diatas dapat Bonus langsung CD Parenting Ayah Edy Gratis.

PERHATIKAN GAMBAR INI BAIK-BAIK


Seorang guru bijak pernah berkata bahwa sesungguhnya apapun yang kita temui dimanapun juga, asalkan kita memiliki kepekaan, akan selalu ada pesan pembelajaran yang bisa kita dapatkan.

Tapi jika kita tidak memiliki kepekaan, maka meski setiap hari kita melihatnya maka kita tidak akan merasakan apapun. 

-ayah edy-




MENGAPA SAYA SEBAGAI ORANG TUA SUDAH MENCONTOHKAN HAL KEBAIKAN TAPI ANAK SAYA TETAP TIDAK MAU MENGIKUTINYA?



Suatu ketika kami memposting Parenting Ala Nabi Muhammad SAW

Yang intinya adalah contoh dan teladan.  Jika kita ingin anak kita berubah menjadi baik maka berikanlah contoh dan teladan langsung dari kita kepadanya.  Ubahlah perilaku kita terlebih dahulu menjadi lebih baik  maka InsyaAllah perilaku anak kita akan ikut berubah menjadi lebih baik.

Karena anak-anak itu peniru yang ulung dari contoh perilaku keseharian orang tuanya.

Lalu ada komentar menarik sebagai berikut dari sahabat relawan Indonesian Strong from Home berikut ini :

Pak Febi Eka Febriansyah:
sdh memberi contoh pun, bln tentu ditiru.
misal, ortu ny rajin tpi anak malas2an.

qra2 dmn ksalahnny y, ayah??
Unlike · Reply · 1 · 9 hrs

Ayah Edy Wiyono
Menurut pengamatan dan pengalaman kami, anak itu mencontoh dari siapa saja, apa saja dan dimana saja. Jika yang terjadi seperti ini berarti ada contoh lainnya selain kita orang tuanya; beberapa diantaranya

1. Pasangan kita
2. Acara2 di televisi
2. Perilaku teman2nya di sekolah.
3. Saudara-saudara sepupu
4. LIngkungan pergaulan Rumah

Untuk itulah kami melakukak tindakan preventif sbb:

1. Biasanya jika ada perilaku buruk anak saya bersama pasangan akan berdiskusi, apakah salah satu dari kita ada yang menjadi sumber atau contohnya?

2. Meniadakan acara tv dirumah (sudah lebih dari 5 tahun)

3. Menghomeschoolingkan anak kami atau menyekolahkan di sekolah yang benar2 peduli akhlak setiap anak

4. Memberi pengertian akan perilaku saudara sepupu yang kurang baik setelah mereka bermain bersama

5. Melakukan metode imunisasi dan sterilisasi terhadap pergaulan anak2 dilingkungan rumah.

Terimakasih banyak pak Pak Febi Eka Febriansyah pertanyaan bapak dulu pernah juga dialami oleh kedua anak kami.
Like · Reply · 2 mins · Edited

sebarkanlah jika artikel ini dirasa bermanfaat dan perlu diketahui oleh pasangan kita. tksh.


NEGARA DENGAN PERINGKAT KE DUA PEMBUANG SAMPAH ?



Saya ingat ketika jalan-jalan pagi di sebuah taman di pinggir pantai di Singapura, persis ada Botol Minuman Mineral merek Indonesia Axxx terapung2 di tepi pantai, saya coba cari toko di sekitarnya apakah ada yang menjual minuman ini ? ternyata tak satupun toko di sekitar TKP ada menjual minuman merek ini.

Itulah mengapa kami sering mangatakan bahwa sekolah dasar di Indonesia itu tak usah belajar yang rumit2 dulu deh, cukuplah asal anak2 kita tahu bahwa sampah itu ada tempatnya dan bukan asal di buang sembarangan. Persis seperti sekolah2 SD dan SMP di Jepang.

Lebih baik melatih anak2 SD atau SMP untuk bisa dan mau buang sampah pada tempatnya dan mengantri sudah lebih dari cukup sebagai dasar kehidupan bagi anak kelak saat dewasa.

Lebih bagus lagi jika kita bisa mengajarkan anak menegur orang tuanya yang buang sampah sembarangan dan suka menyerobot antrian.

ini yang terjadi pada anak2 didik kami di sekolah yang sering menegur kebiasaan buruk orang tuanya.

Tksh. gambar postingnya ya Pak Eddy Iskandar

Like · Reply · 1 · Yesterday at 6:18am

Dan ini contoh dari pemikiran yang dimiliki oleh seorang pemilik villa yang sudah punya anak dan mungkin juga cucu tapi belum sadar juga jika sungai itu bukanlah tempat untuk membuang sampah.

https://www.facebook.com/141694892568287/photos/a.144983902239386.35784.141694892568287/1059883177416116/?type=3&theater

STOP BUANG SAMPAH KE SUNGAI, KE LAUT KE JALAN DAN KESEMBARANG TEMPAT.

SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI 1 SYAWAL 1437 H



Sahabatku,

Sebelum berucap salam izinkanlah aku untuk bertutur sebuah kisah di hari nan fitri ini.

Suatu ketika, ada seorang guru yang meminta murid-muridnya untuk membawa satu kantung plastik bening ke sekolah. Lalu, ia meminta setiap anak untuk memasukkan beberapa kentang di dalamnya.

Setiap anak, diminta untuk memasukkan sebuah kentang, untuk setiap orang dan kejadian yang TIDAK MAU mereka maafkan.

Mereka diminta untuk menuliskan nama orang itu, dan mencantumkan tanggal di dalamnya pada kentang tersebut.

Ada beberapa anak yang memiliki kantung yang ringan, namun banyak juga yang memiliki plastik kelebihan beban.

Mereka diminta untuk membawa kantung yang berisi kentang-kentang itu siang dan malam.

Kemana saja, harus mereka bawa, selama satu minggu penuh. Kantung itu, harus ada di sisi mereka kala tidur, di letakkan di meja saat belajar, dan dijinjing saat berjalan ke sekolah.

Lama-kelamaan kondisi kentang itu makin tak menentu. Banyak dari kentang itu yang membusuk dan mengeluarkan bau yang tak sedap.

Hampir semua anak mengeluh dengan pekerjaan ini.

Akhirnya, waktu satu minggu itu selesai. Dan semua anak, agaknya banyak yang memilih untuk membuangnya daripada menyimpannya terus menerus.

Sahabatku,

Sesungguhnya Teman yang sering merepotkan, pekerjaan yang kita keluhkan, orang tua yang sering memarahi kita, sahabat yang menghianati kita, keluarga yang sering kali membuat masalah pada kita, sering kali sulit untuk kita maafkan dan lupakan.

Suka-duka saat membawa-bawa kantung yang berat, akan menjelaskan pada anak-anak ini, bahwa, membawa beban kebencian itu, sesungguhnya sangat tidak menyenangkan untuk terus kita bawa dan kita tenteng setiap hari dalam hidup kita.

Memaafkan, sebenarnya, adalah pekerjaan yang lebih mudah, daripada membawa semua beban itu kemana sajakita melangkah.

Ini adalah sebuah perumpamaan yang baik tentang harga yang harus kita bayar untuk sebuah kepahitan yang kita simpan, dan dendam yang kita genggam terus menerus.

Rasanya getir, berat, dan meruapkan aroma yang tak sedap, bisa jadi, itulah nilai yang akan kita dapatkan saat memendam amarah dan kebencian pada orang lain atau bahkan pada diri sendiri.

Sering kita berpikir, memaafkan adalah hadiah bagi orang yang kita
beri maaf?

Namun, kita harus kembali belajar, bahwa, pemberian itu, adalah juga hadiah buat diri kita sendiri. Hadiah, untuk sebuah kebebasan tidak menjinjing kentang-kentang busuk bersama kita setiap hari

Kebebasan dari rasa tertekan, rasa dendam, rasa amarah, dan kebencian hati.

Maukah kita membuang kentang-kentang busuk yang telah lama membebani hati kita ini?

Jika mau, hari ini adalah saat yang tepat untuk melakukannya.

Dan sebagai manusia yang tak luput dari khilaf dan dosa,

Kami secara pribadi dan atas nama segenap keluarga besar Ayah Edy Parenting dan Sekolah Maha Karya Gangga memohon maaf yang sebesar-besarnya apa bila selama kita berinteraksi melalui facebook ini telah melakukan kesalahan baik yang di sengaja ataupun tidak.

Dan sekaligus kami juga  mengucapkan selamat Idul Fitri 1 Syawal 1437 H

Semoga hari ini kita semua benar-benar meraih kemenangan, menjadi fitrah dan suci kembali bak seorang bayi yang baru di lahirkan kedunia.

Hatur salam santun dan hormat kami untuk para sahabatku di seluruh Indonesia.

Keluarga Besar Ayah Edy Parenting
www.ayahkita.com
Sekolah Maha Karya Gangga
Pendiri Gerakan Indonesian Strong from Home.

Apa yang mesti aku lakukan, anakku gampang banget bawa pengaruh buruk pergaulan ke rumah?

Ayah anak saya itu kadang yg bikin sy n suami puyeng tiap kali habis main sama teman di lingkungan rumah pasti ada perangai anak sy yg berubah tapi kalau sy larang terus dia di dlm rumah terlihat bosan tapi kalau sy izinkan main sama temannya di sekitar rumah nanti pasti ada aja oleh2 yg dia bawa entah kata2 yg gk sopan atau perilaku yg sembrono gimana solusinya ayah?

Jawab Ayah Edy

yang kami lakukan di rumah adalah menerapkan metode Sterilisasi dan Imunisasi (dibahas di buku kami yang berwarna hijau)

Ketika anak2 kami bergaul dengan teman2nya kemudian tiba-tiba perilakuknya berubah menjadi buruk maka kami lakukan sterilisasi, caranya mencegah mereka main bersama dulu, kemudian membahas satu persatu tentang perilaku buruk anak kami yang dibawa dari temannya. Kami bahas satu demi satu sampai anak kami paham apa itu perilaku buruk dan perilaku baik. Kami juga ajak anak kami untuk sadar memilih teman yang baik jika ia tidak mampu merubah perilaku temannya yang buruk.

Lalu setelah perilaku itu tidak muncul lagi pada anak kami, kami persilahkan ia main lagi bersama temannya. Nah kemudian kita lihat lagi apakah anak kita sudah imun dan tidak terpengaruh lagi, jika ia tidak lagi terpengaruh, itu pertanda dia sudah Imun.

Sering kali anak kami mengajak teman2nya ke rumah dan berusaha mempengaruhi teman2nya yang berperilaku buruk untuk bisa menjadi baik. Bahkan kedua anak kami sampai belajar buku Parenting tulisan ayahnya agar bisa membantu teman2nya yang berperilaku buruk, yang ternyata bersumber dari pola asuh orang tuanya yang salah dan suka membela adik meskipun ia yang bersalah pada kakaknya, dan meminta kakak selalu mengalah pada adik meskipun kakaknya yang benar.

Namun Alhamdullilah terhadap beberapa temannya yang sudah tidak mampu di ubah lagi oleh anak kami, maka ia memilih untuk tidak lagi berteman dan bermain dengannya lagi.

ini buku yang sedang di baca oleh anak kami.




PENDIDIKAN VS SAMPAH

Ketika sistem pendidikan kita hanya berbasis hapalan tanpa pemahaman....
Ketika kita orang tua dan sekolahnya lebih suka memaksa anak belajar membaca sejak Balita tanpa paham apa maksudnya...

Maka kita akan hanya melahirkan generasi yang...

Ketika mareka masih kecil akan berperilaku seperti ini...


Dan....
Ketika dewasa mereka akan seperti ini jadinya...



Itulah mengapa kami mendirikan sekolah tk yang tidak memaksa anak harus sudah bisa membaca sebagai syarat untuk bisa masuk SD.

Tapi mereka kami latih untuk mengerti dan paham cara membuang sampah meskipun mereka belum bisa  membaca  informasi seperti pada gambar ini.


Latihan Pungut sampah yang berserakan di jalan

Latihan Memilah Jenis sampah 

Hasil sampah yang di pungut di letakkan di tempat semestinya