Indonesia pada hakikatnya merupakan kumpulan dari keluarga yg tersebar dilebih dari 12.000 pulau yg ada di Nusantara. Apabila keluarga2 ini kuat, maka Indonesia akan menjadi Bangsa & Negara yg Kuat dgn sendirinya tanpa perlu konsep yg berbelit-belit & biaya yg membebani negara. Pastikan keluarga & sanak famili kita di seluruh tanah air telah bergabung dlm GERAKAN MEMBANGUN INDONESIA YANG KUAT DARI KELUARGA. Kalau bukan kita, siapa lagi ? Kalau bukan sekarang, kapan lagi ?
SATU-SATUNYA SITUS RESMI AYAH EDY
Bagaimana caranya..? Gabung di FB: komunitas ayah edy, download talkshow di www.ayahedy.tk
Sunday, June 5, 2016
SIBUKANLAH DIRIMU UNTUK MENEMUKAN DAN MENGASAH KELEBIHAN ANAKMU DAN BUKAN KEKURANGANNYA
Posting dari Dr Mustika Wayan ini mungkin bisa memberikan gambaran pada jawaban saya pada salah satu orang tua yang bertanya tentang bagaimana mengatasi kekurangan anaknya.
Jawaban kami adalah Tuhan itu maha adil, tidak ada orang yang diberikan kelebihan semua juga sebaliknya tidak ada orang yang diberikan kekurangan semua.
Pasti ada kelebihan yang dimiliki setiap orang dan setiap anak kita, jadi mulai sekarang jangan berusaha mengatasi kekurangannya tapi temukanlah kelebihannya, dukung dan latihlah kelebihannya. Maka kelak ia akan berprofesi pada kelebihannya tersebut.
Sering kali Tuhan memberikan kekurangan pada seseorang untuk menyisipkan kelebihan padanya. Dan jika ia berhasil menemukan kelebihan yang telah disisipkan Tuhan pada dirinya dan iapun kelak akan bisa mengguncang dunia.
Ingatlah selalu jika apa yang tampak dan banyak di ketahui orang itu adalah kekurangan demi kekurangan anak kita maka sisanya yang tidak tampak adalah kelebihannya.
Jadi saya ulangi fokuslah untuk menemukan kelebihan anak kita yang tidak tampak karena selama ini kita lebih fokus pada kekurangannya.
Tetap samangat ya ayah bunda
Salam Indonesian Strong from Home !
-ayah edy-
AYAH PLEASE HELP TOLONG DI JAWAB YA,
BAGAIMANA JIKA ANAK SAYA TIDAK BISA MENGIKUTI PELAJARAN DI SEKOLAHNYA..????
Pertanyaan ini muncul saat kami memposting status ini
klik: https://www.facebook.com/permalink.php?story_fbid=1055351714535929&id=141694892568287
TANYA:
Ida Rosida
Ayah sm mau tanya,klo kita tdk mempersiapkan anak tuk dpt calistung sejak usia tk,apakah nanti di skolah yg wajib dia tidak ketinggalan...?setahu saia ketika masuk skolah sd,sudah tidak ada pelajarn ά̲̣̥,b,c dst.begitu yg dialami anak sy,apalagi anak sy msk madrasah swasta.
pengalaman anak sy yg pertama,dia kurang lancar calitung waktu masuk MI,lalu gurunya ijin kpd sy tuk menambah waktu belajar membaca,menulis dan berhitung di skolah,walhasil anak sy yg bru masuk skolah hrsnya dia pulang jam 1 jadi tambah lama,
sy tanya knapa harus langsung bisa calistung dgn lancar,kan baru sminggu msk skolah?jawab gurunya itu sdh tuntutan krn kalau tdk anak sy bisa tertinggal jauh.tuk anak yg k 2 sbelum mask MI sy sudah push dgn calistung..
anak sy yg ke 3 bru 8 bln,tp sy sdh mengajarkan huruf hijaia,alphabet, angka,dan surah2 pendek..bagaimana pendapat ayah mengenai sikap sya?
Like · Reply · Message · 1 · 5 hrs
Komen 1 :
Anugerah Zainul
Vsi Masih mainstream bu... cara konvensional pada umumnya,, coba baca lebih bnyak lagi postingan ayah edy, ato dari buku2nya, akan d temukan efek kalistung divorsir d usia dini...
Unlike · Reply · Message · 1 · 5 hrs
Komen 2
Ayah Edy Parenting
Salah besar jika kita berpikir bahwa anak harus bisa mengikuti sekolah. Justru yang benar adalah sekolah harus bisa mengikuti setiap anak, karena setiap anak diciptakan unik tidak ada yang sama dan tidak bisa di samakan, apa lagi di pukul rata semuanya harus bisa mengikuti apa yang ditetapkan sekolah dan kalo tidak maka ia di anggap gagal.
Sekolah atau lembaga pendidikan itu fungsinya bukan bukan untuk menggagalkan seorang anak, Pendidikan itu adalah untuk mendidik setiap anak agar menjadi berhasil sesuai peran mereka masing-masing yang selaras dengan minat & bakat mereka juga kelebihan dan kekurangan mereka masing-masing. Dan bukan untuk menyamaratakan atau menseragamkan anak.
Itulah mengapa Tuhan menciptakan pohon berbagai ragam dan berbagai rasa dengan manfaatnya masing-masing. Mengapa Tuhan tidak menciptakan pohon itu semisal pisang semua atau durian semua? Karena Tuhan mengharapkan adanya perbedaan dan perbedaan ini akan memberikan manfaat yang berbeda-beda yang dibutuhkan dalam kehidupan ini. Begitu juga dengan anak-anak kita.
Di sekolah kami Maha Karya Gangga kami menetapkan individual curriculum atau personal talent curriculum setiap anak akan mendapatkan proses pembelajaran sesuai minat dan bakatnya masing-masing, sesuai peran yang kelak akan mereka geluti di kehidupan nyata.
Kami menetapkan kebijakan bahwa Sekolah harus bisa mengikuti kelebihan dan kekurangan masing-masing anak dan bukan anak yang harus bisa mengikuti sekolahnya.
Inilah sesungguhnya fungsi di bentuknya sebuah lembaga pendidikan yang bernama SEKOLAH.
by ayah edy
INDAHNYA BELAJAR PARENTING
INDAHNYA IKUT PARENTING SEMINAR BANYAK PELAJARAN BARU BAGI KITA SEMUA
Alhamdulillah setelah hatam membaca ke 5 buku Ayah Edy, finally hari ini saya berkesempatan untuk hadir dalam seminar Ayah Edy di hotel Ammarossa Bekasi.
Tetapi jujur ayah dari kelima buku yg sudah saya baca belum banyak yang dapat saya aplikasikan dirumah mungkin baru sekitar 3% karena sulitnya menjaga konsistensi serta kesibukan saya sebagai karyawan seringkali terbawa emosi karena lelahnya bekerja.
Semoga dgn adanya acara2 seperti ini membuat kita terus konsisten dan semakin lebih banyak ilmu untuk menjadi orang tua yang mampu menciptakan generasi indonesian stong from home..
Bunda Nisa Octo
Peserta Parenting Seminar di Bekasi
Komentar Ayah Edy:
Bunda Nisa yang di Rahmati Allah dan bunda-bunda lain para pahlawan keluarga yang di cintai Allah SWT.
Masih ingat ya kemarin di Seminar kita sedikit membahas kenapa Asmaul Husna (99 nama2 Allah) itu di tulis melingkar di mulai dari As Salam dan berujung pada As Sobar ? (mohon di koreksi ya kalau kami salah agar tidak malah menjadi perdebatan)
Menurut yang pernah saya dengar dari seorang Ustad/guru agama karena siapapun yang ingin berhasil mendapatkan Keselamatan dan Kemenangan harus sampai pada titik kesabaran tertinggi untuk terus mau belajar mencoba, gagal coba lagi, gagal lagi coba lagi bersabar hingga mencapai As Salam. Itulah sebuah perjuangan tawaff dalam meraih kesuksesan hidup dunia dan akhirat.
Man jadda wa Jada... siapa yang bersungguh-sungguh akan berhasil.
Betapa indahnya perjalanan sebuah proses keberhasilan parenting ya bun...
Percaya gak bun, saya dengan istri menjalani proses kesabaran mendidik anak kami perlu waktu lebih dari 7 tahun hingga 12 tahun untuk bisa mendapatkan hasil yang luar biasa dari perilaku anak-anak kami juga anak didik kami di sekolah.
Percaya gak bun, saya secara pribadi menjalani proses kesabaran ini sudah masuk tahun ke 14 untuk membangun kesadaran parenting orang tua Indonesia melalui Gerakan Indonesian Strong from Home.
Dan masih terus bersabar menghadapi komentar-komentar miring dari para orang tua yang belum sadar parenting di face book ini yang selalu ada dan seolah tidak pernah ada akhirnya.
Tapi itulah indahnya berproses.... dari As Sobar menuju As Salam...
dan percayalah bahwa Allah itu bersama orang-orang yang bersabar.
Mohon maaf sekali lagi kalau ada yang salah kami mohon maaf yang sebesar-besarnya baik lahir maupun bathin.
Selamat menyambut bulan Ramadhan yang pernuh berkah
Salam hangat untuk keluarga di rumah ya bunda Nisa
-ayah edy-.
Alhamdulillah setelah hatam membaca ke 5 buku Ayah Edy, finally hari ini saya berkesempatan untuk hadir dalam seminar Ayah Edy di hotel Ammarossa Bekasi.
Tetapi jujur ayah dari kelima buku yg sudah saya baca belum banyak yang dapat saya aplikasikan dirumah mungkin baru sekitar 3% karena sulitnya menjaga konsistensi serta kesibukan saya sebagai karyawan seringkali terbawa emosi karena lelahnya bekerja.
Semoga dgn adanya acara2 seperti ini membuat kita terus konsisten dan semakin lebih banyak ilmu untuk menjadi orang tua yang mampu menciptakan generasi indonesian stong from home..
Bunda Nisa Octo
Peserta Parenting Seminar di Bekasi
Komentar Ayah Edy:
Bunda Nisa yang di Rahmati Allah dan bunda-bunda lain para pahlawan keluarga yang di cintai Allah SWT.
Masih ingat ya kemarin di Seminar kita sedikit membahas kenapa Asmaul Husna (99 nama2 Allah) itu di tulis melingkar di mulai dari As Salam dan berujung pada As Sobar ? (mohon di koreksi ya kalau kami salah agar tidak malah menjadi perdebatan)
Menurut yang pernah saya dengar dari seorang Ustad/guru agama karena siapapun yang ingin berhasil mendapatkan Keselamatan dan Kemenangan harus sampai pada titik kesabaran tertinggi untuk terus mau belajar mencoba, gagal coba lagi, gagal lagi coba lagi bersabar hingga mencapai As Salam. Itulah sebuah perjuangan tawaff dalam meraih kesuksesan hidup dunia dan akhirat.
Man jadda wa Jada... siapa yang bersungguh-sungguh akan berhasil.
Betapa indahnya perjalanan sebuah proses keberhasilan parenting ya bun...
Percaya gak bun, saya dengan istri menjalani proses kesabaran mendidik anak kami perlu waktu lebih dari 7 tahun hingga 12 tahun untuk bisa mendapatkan hasil yang luar biasa dari perilaku anak-anak kami juga anak didik kami di sekolah.
Percaya gak bun, saya secara pribadi menjalani proses kesabaran ini sudah masuk tahun ke 14 untuk membangun kesadaran parenting orang tua Indonesia melalui Gerakan Indonesian Strong from Home.
Dan masih terus bersabar menghadapi komentar-komentar miring dari para orang tua yang belum sadar parenting di face book ini yang selalu ada dan seolah tidak pernah ada akhirnya.
Tapi itulah indahnya berproses.... dari As Sobar menuju As Salam...
dan percayalah bahwa Allah itu bersama orang-orang yang bersabar.
Mohon maaf sekali lagi kalau ada yang salah kami mohon maaf yang sebesar-besarnya baik lahir maupun bathin.
Selamat menyambut bulan Ramadhan yang pernuh berkah
Salam hangat untuk keluarga di rumah ya bunda Nisa
-ayah edy-.
Ayah Please Help me....
SHARING PENGALAMAN DARI SEORANG BUNDA YANG BARU MAU MEMULAI HOME SCHOOLING DAN MASIH RAGU-RAGU APAKAH PILIHANNYA INI SUDAH TEPAT APA BELUM YA ?
Si Aras (Bunda Owais)
Alhamdulillah sy sdh baca posting-posting Ayah di fb ini, tapi saya juga punya pertanyaan dan butuh masukan. Minta tolong direspon ya, Ayah,, krn hal ini mendesak dan cukup membuat sy galau . Agak panjang, tapi in sya Alloh sbentar kok bacanya
Kebetulan saya slh 1 panitia yg menghadiri seminar parenting siang kemarin di hotel Amarosa Bekasi, namun sayang sekali sy blm mendapat kesempatan bertanya di sesi tanya jawab.
Begini ayah, sy butuh masukan usia berapa sebaiknya anak mulai masuk SD? dengan kondisi kematangan spt apa baiknya?
Anak bungsu saya, Owais juni nanti berusia 6 th, dan segera akan lulus dari TK B. Dan Owais juga sdh diterima dan tercatat sebagai calon siswa pd salah 1 SD swasta. Namun dia belum lancar baca tulis, dan sy pun tdk pernah memaxakan anak sy utk cepat bisa baca tulis. Sy hanya ingin anak2 sy bahagia, bahagia d rmh n d skolah, dan menjadikan belajar menjadi moment yg menyenangkan sbgai hak mereka, bkn kewajiban n mmbebani.
Sbnarnya sjak bbrapa bln terakhir sy mmpelajari ttg homeschooling, dan smakin lama sy smakin tertarik. Tp terus terang ini adalah hal baru buat sy yg sbelumnya tdk pernah terpikirkan.
Dalam kebimbangan apakah menjalani HS/masuk skolah formal? Dan apakah memasukkan SD skarang atau mnundanya hingga thn dpn, maka rencana jangka pendek sy adalah:
Menunda masuk SD, dan menjalani HS hingga thn dpn. Karena dengan demikian, sy melihat bnyk keuntungan yg Owais daptkan, misal:
1. jika akhirnya memutuskan masuk SD tahun depan, di usia Owais menjelang 7 th, dia akan lbh matang, sehingga dlm mengikuti pelajaran di sekolah dia akan lbh siap dan tidak terbebani.
2. Dengan menunda masuk SD, saya akan menjalani HS sambil melihat apakah hal ini cocok utk Owais, saya dan keluarga atau tidak. Dengan mnjalani HS (dg rencana smentara utk 1 th k depan), bnyk ksempatan berharga yg bisa Owais dptkan di usia awalnya yg mungkin tidak Ia dapatkan di sekolah.
Namun, ada pendapat lain (sperti dr suami sy) bahwa menunda masuk SD hanya akan membuang waktunya, toh seiring waktu di sekolah nanti lama- lama akan bisa juga baca tulis. Selain itu ada pendapat lain juga mengatakan, belum tentu HS cocok utk Owais, melihat Owais adalah anak yg sangat sosial, dia senang bertemu teman2nya setiap hari, memimpin permainan dan biasanya dia benar2 mengingat dan menyayangi teman2 lamanya.
Utk itu saya mengharapkan masukan dari Ayah untuk mengurangi kebimbangan saya . Terimakasih banyak Ayah
Like · Reply · Message · 23 hrs
JAWABAN AYAH EDY
AYAH EDY Parenting Wah luar biasa saya setuju dengan rencana bunda. Berdasarkan pengalaman ternyata kita banyak dapati orang-orang yang lulus sekolah duluan belum tentu sukses duluan hidupnya. Jadi duluan lulus bukan jaminan hidup sukses, sukses itu salah satu komponen pendukung utamanya adalah akhlak yang baik dan bisa di percaya orang, dan unsur kedua adalah ketika seorang anak berhasil kita temukan potensi emasnya dan kita dukung lalu kita kursuskan atau sekolahkan ia untuk mewujudkan potensi emasnya tersebut, apakah ia sebagai seorang desainer, cheff, dokter, pembalap, pemain bola atau apapun.
Home Schooling itu adalah sebuah pilihan, sebelum memilih baiknya memang seperti bunda mencoba dulu satu tahun bergabung dangan komunitas orang tua homeschooling yang baik dan positif (karena ada juga yang anaknya di homeschoolingkan karena bermasalah di sekolah)
Maksud homeschooling bukanlah demikian, kita menghomeschoolingkan anak karena sekolahnya yang bermsalah semisal pergaulannya, sistem sekolahnya atau para gurunya dan bukan karena anak kita yang bermasalah kemudian di homeschoolingkan. .
Bunda bisa bergabung di www.rumahinspirasi.com nanti bisa berkenalan dengan Mas Aar orang salah satu dari orang tua homeschooling yang bagus untuk dijadikan rujukan.
Ada pengalaman menarik saat anak saya berhomeschooling>
Dido anak pertama sudah memasuki level 6 usia sekolah dasar, dan jika kita ingin dapat ijazah ia perlu ikut ujian Paket A penyetaraan.. Lalu kami membimbingnya belajar ikut ujian penyetaraan dibantu oleh sebuah lembaga bimbingan belajar yang kami seleksi dan di sukai oleh anak kami karena gurunya baik, sabar dan ramah.
Lalu Dido bertanya; ayah nanti kalau Dido tidak lulus ujian bagaimana. Oh tenang saja nak gak papa, kamu bisa mengulang lagi ujian tahun depan, selalu ada kesempatan mengulang hingga kamu lulus. Tidak ada keharusan kamu ikut ujian langsung lulus. Karena hidup juga begitu, tidak ada orang sukses tanpa pernah mengalami kegagalan, tak ada kesuksesan tanpa perjuangan.
Nanti jika Mas Dido tidak lulus kita akan pelajari sebab-sebab mengapa Mas Dido tidak lulus ya, agar tahun depan saat mengulang tidak lagi melakukan kesalahan yang sama.
Lain lagi anak kami yang kedua, ketika kami ajak untuk melakukan persiapan test ujian kelas 6 tahun depan ia menolak dan tidak mau ikut ujian.
Lalu kami katakan tidak apa Nak, ayah akan tunggu sampai Dimas siap dan mau mengikuti ujian. Tidak ada paksaan dalam hidup ini, setiap pilihan selalu ada resikonya.
Lalu saya jelaskan tentang resiko apa yang mungkin di alami Dimas jika ia tidak mau ikut ujian, semisal tidak punya ijazah, nanti jika tidak punya ijazah Dimas tidak bisa melanjutkan sekolah di perguruan tinggi yang Dimas sukai, kan Dimas suka sekali Marketing alias berjualan.
Eh ajaib ternyata ketika seorang anak diajak berdiskusi dan bukannya di paksa Dimas malah bilang gini, ya sudah nanti Dimas mau coba deh ikutan kelas persiapan ujian....
Wah indahnya berbagai macam pengalaman dalam mendidik anak.
Semoga ulasan kami bisa membantu ya bunda.
Sampai jumpa di Seminar Parenting berikutnya.
Salam hangat untuk keluarga di rumah wabil khusus untuk kakak Owais.
Selamat menyambut Ramadhan ya bunda, mohon maaf lahir dan bathin jika ada khilaf dan salah dari kami.
-ayah edy-
Si Aras (Bunda Owais)
Alhamdulillah sy sdh baca posting-posting Ayah di fb ini, tapi saya juga punya pertanyaan dan butuh masukan. Minta tolong direspon ya, Ayah,, krn hal ini mendesak dan cukup membuat sy galau . Agak panjang, tapi in sya Alloh sbentar kok bacanya
Kebetulan saya slh 1 panitia yg menghadiri seminar parenting siang kemarin di hotel Amarosa Bekasi, namun sayang sekali sy blm mendapat kesempatan bertanya di sesi tanya jawab.
Begini ayah, sy butuh masukan usia berapa sebaiknya anak mulai masuk SD? dengan kondisi kematangan spt apa baiknya?
Anak bungsu saya, Owais juni nanti berusia 6 th, dan segera akan lulus dari TK B. Dan Owais juga sdh diterima dan tercatat sebagai calon siswa pd salah 1 SD swasta. Namun dia belum lancar baca tulis, dan sy pun tdk pernah memaxakan anak sy utk cepat bisa baca tulis. Sy hanya ingin anak2 sy bahagia, bahagia d rmh n d skolah, dan menjadikan belajar menjadi moment yg menyenangkan sbgai hak mereka, bkn kewajiban n mmbebani.
Sbnarnya sjak bbrapa bln terakhir sy mmpelajari ttg homeschooling, dan smakin lama sy smakin tertarik. Tp terus terang ini adalah hal baru buat sy yg sbelumnya tdk pernah terpikirkan.
Dalam kebimbangan apakah menjalani HS/masuk skolah formal? Dan apakah memasukkan SD skarang atau mnundanya hingga thn dpn, maka rencana jangka pendek sy adalah:
Menunda masuk SD, dan menjalani HS hingga thn dpn. Karena dengan demikian, sy melihat bnyk keuntungan yg Owais daptkan, misal:
1. jika akhirnya memutuskan masuk SD tahun depan, di usia Owais menjelang 7 th, dia akan lbh matang, sehingga dlm mengikuti pelajaran di sekolah dia akan lbh siap dan tidak terbebani.
2. Dengan menunda masuk SD, saya akan menjalani HS sambil melihat apakah hal ini cocok utk Owais, saya dan keluarga atau tidak. Dengan mnjalani HS (dg rencana smentara utk 1 th k depan), bnyk ksempatan berharga yg bisa Owais dptkan di usia awalnya yg mungkin tidak Ia dapatkan di sekolah.
Namun, ada pendapat lain (sperti dr suami sy) bahwa menunda masuk SD hanya akan membuang waktunya, toh seiring waktu di sekolah nanti lama- lama akan bisa juga baca tulis. Selain itu ada pendapat lain juga mengatakan, belum tentu HS cocok utk Owais, melihat Owais adalah anak yg sangat sosial, dia senang bertemu teman2nya setiap hari, memimpin permainan dan biasanya dia benar2 mengingat dan menyayangi teman2 lamanya.
Utk itu saya mengharapkan masukan dari Ayah untuk mengurangi kebimbangan saya . Terimakasih banyak Ayah
Like · Reply · Message · 23 hrs
JAWABAN AYAH EDY
AYAH EDY Parenting Wah luar biasa saya setuju dengan rencana bunda. Berdasarkan pengalaman ternyata kita banyak dapati orang-orang yang lulus sekolah duluan belum tentu sukses duluan hidupnya. Jadi duluan lulus bukan jaminan hidup sukses, sukses itu salah satu komponen pendukung utamanya adalah akhlak yang baik dan bisa di percaya orang, dan unsur kedua adalah ketika seorang anak berhasil kita temukan potensi emasnya dan kita dukung lalu kita kursuskan atau sekolahkan ia untuk mewujudkan potensi emasnya tersebut, apakah ia sebagai seorang desainer, cheff, dokter, pembalap, pemain bola atau apapun.
Home Schooling itu adalah sebuah pilihan, sebelum memilih baiknya memang seperti bunda mencoba dulu satu tahun bergabung dangan komunitas orang tua homeschooling yang baik dan positif (karena ada juga yang anaknya di homeschoolingkan karena bermasalah di sekolah)
Maksud homeschooling bukanlah demikian, kita menghomeschoolingkan anak karena sekolahnya yang bermsalah semisal pergaulannya, sistem sekolahnya atau para gurunya dan bukan karena anak kita yang bermasalah kemudian di homeschoolingkan. .
Bunda bisa bergabung di www.rumahinspirasi.com nanti bisa berkenalan dengan Mas Aar orang salah satu dari orang tua homeschooling yang bagus untuk dijadikan rujukan.
Ada pengalaman menarik saat anak saya berhomeschooling>
Dido anak pertama sudah memasuki level 6 usia sekolah dasar, dan jika kita ingin dapat ijazah ia perlu ikut ujian Paket A penyetaraan.. Lalu kami membimbingnya belajar ikut ujian penyetaraan dibantu oleh sebuah lembaga bimbingan belajar yang kami seleksi dan di sukai oleh anak kami karena gurunya baik, sabar dan ramah.
Lalu Dido bertanya; ayah nanti kalau Dido tidak lulus ujian bagaimana. Oh tenang saja nak gak papa, kamu bisa mengulang lagi ujian tahun depan, selalu ada kesempatan mengulang hingga kamu lulus. Tidak ada keharusan kamu ikut ujian langsung lulus. Karena hidup juga begitu, tidak ada orang sukses tanpa pernah mengalami kegagalan, tak ada kesuksesan tanpa perjuangan.
Nanti jika Mas Dido tidak lulus kita akan pelajari sebab-sebab mengapa Mas Dido tidak lulus ya, agar tahun depan saat mengulang tidak lagi melakukan kesalahan yang sama.
Lain lagi anak kami yang kedua, ketika kami ajak untuk melakukan persiapan test ujian kelas 6 tahun depan ia menolak dan tidak mau ikut ujian.
Lalu kami katakan tidak apa Nak, ayah akan tunggu sampai Dimas siap dan mau mengikuti ujian. Tidak ada paksaan dalam hidup ini, setiap pilihan selalu ada resikonya.
Lalu saya jelaskan tentang resiko apa yang mungkin di alami Dimas jika ia tidak mau ikut ujian, semisal tidak punya ijazah, nanti jika tidak punya ijazah Dimas tidak bisa melanjutkan sekolah di perguruan tinggi yang Dimas sukai, kan Dimas suka sekali Marketing alias berjualan.
Eh ajaib ternyata ketika seorang anak diajak berdiskusi dan bukannya di paksa Dimas malah bilang gini, ya sudah nanti Dimas mau coba deh ikutan kelas persiapan ujian....
Wah indahnya berbagai macam pengalaman dalam mendidik anak.
Semoga ulasan kami bisa membantu ya bunda.
Sampai jumpa di Seminar Parenting berikutnya.
Salam hangat untuk keluarga di rumah wabil khusus untuk kakak Owais.
Selamat menyambut Ramadhan ya bunda, mohon maaf lahir dan bathin jika ada khilaf dan salah dari kami.
-ayah edy-
SEGUDANG MASALAH PERILAKU ANAK ZAMAN SEKARANG
Bagimana kita bisa mengatasinya secara tuntas ?
Bagi ayah bunda yang belum sempat menyaksikan live ayah edy di tv berikut ini rekamannya:
Link Rekaman I News Tv
https://www.youtube.com/watch?v=nfWTpbQ79Jc
Link Rekaman TV One
https://www.youtube.com/watch?v=UjgULtlUCS8&feature=youtu.be
Rekaman ini di persembahkan oleh Mba Eria Arum, Relawan Indonesian Strong from Home dari Yogyakarta.
Bagi ayah bunda yang belum sempat menyaksikan live ayah edy di tv berikut ini rekamannya:
Link Rekaman I News Tv
https://www.youtube.com/watch?v=nfWTpbQ79Jc
Link Rekaman TV One
https://www.youtube.com/watch?v=UjgULtlUCS8&feature=youtu.be
Rekaman ini di persembahkan oleh Mba Eria Arum, Relawan Indonesian Strong from Home dari Yogyakarta.
KIAT DAN CARA MENDETEKSI ADANYA JIN YANG MENEMPEL DI BADAN KAMU

KHUSUS BAGI YANG BELUM TAHU CARANYA
Saat ini sedang ramai diperbincangkan di sosial media soal warung makanan yang menggunakan penglaris Jin. Dan diberikan tips bagaimana caranya membedakan warung makan yang menggunakan penglaris Jin dan yang tidak.
Tapi sayangnya kita sendiri lupa untuk berpikir apakah sesungguhnya tanpa sadar kita juga ditempeli oleh Jin tertentu?
Dan sampai saat ini belum ada artikel yang membahas soal itu.
Nah mungkin sebaiknya kita juga perlu mengetahui bagaimana caranya agar kita tahu apakah kita ketempelan Jin atau tidak, dan Jin jenis apa yang telah menempel pada tubuh kita selama ini?
Berikut tipsnya:
1. Sebaiknya dilakukan di malam hari, kecuali jika tidak punya cukup nyali boleh di siang hari dan di dalam kamar yang aga temaran.
Jika kamu sudah berada didalam kamar, berdirilah menghadap ke arah barat, dongak ke atas beberapa saat.
2. Pejam mata rapat2, baca doa sebisa kamu, dan niat dalam hati utk mengetahui jin apa yg ada di badan kamu. Tarik nafas perlahan-lahan, lalu lepaskan perlahan-lahan. sambil terus mengucapkan doa.
3. Tundukkan kepala dan dengan perlahan buka kedua2 mata.
4. Lihatlah pada bagian pinggang ke bawah dibagian kiri atau kanan pinggang bawah.
.
.
.
.
.
.
.
5. Seandainya memang ada jin pada tubuh kamu, kamu bisa mengetahuinya sewaktu kamu membuka mata dengan cara membaca merk jin tersebut....apakah Lee, Lea, Levi's, Lois, Edwin, Lee Cooper, GA Blue, Wrangler dan sebagainya.
6. Teruskan membaca Istighfar sebanyak2nya. Jangan marah..
krn jika kamu marah2... itu tandanya kamu sudah bener-bener di tempelin Jin.
Kopas dari ratu jin coyak share dari statusnya Bang Haji.
RENUNGAN DI BULAN RAMADHAN

RENUNGAN MENJELANG RAMADHAN TIBA
"...jangan khawatir setan, aku yang akan mengambil alih semua tugas-tugasmu selama bulan Ramadhan..."
"lihat saja nanti di sepanjang bulan Ramadhan, aku akan buat mereka lebih suka duduk khusuk di depanku dari pada beribadah"
SEKOLAH KAMI MEMANG UNIK, ATAU MALAH BANYAK YANG BILANG NYELENEH
DI SEKOLAH KAMI TIDAK ADA TEST UNTUK CALON SISWA, YANG ADA TEST UNTUK ORANG TUANYA CALON SISWA.
Berani menyekolahkan anak ayah bunda di sekolah kami ?
Di Sekolah kami sebelum proses penerimaan siswa-siswi baru ada Placement Test untuk kedua orang tuanya.
Test ini untuk mengetahui tingkat kesadaran orang tua terhadap parenting mulai dari orang tua Level A sampai E
Test ini meliputi wawancara, kami akan mengamati pilihan-pilihan kata saat wawancara, cara berpikir dalam memandang masalah dan anak, serta tingkat keharmonisan dan kekompakan antara suami dan istri dalam memandang kasus-kasus anaknya di rumah.
Test selanjutnya adalah tes mengelola berbagai jenis anak-anak di kelas, kami memiliki berbagai macam anak dengan tipologi yang berbeda-beda. Dan kami akan pilihkan tipologi anak yang kira-kira mirik dengan anaknya dan kami ingin melihat bagaimana orang tua berinteraksi selama lebih kurang 1 jam bersama anak tersebut.
Orang tua yang kami terima adalah mulai dari tipe D sampai tipe A
Tipe D adalah orang tua dengan kesadaran parenting terendah, tapi masih memiliki kemauan keras untuk belajar dan berubah. Dan kami bersedia menerima orang tua tipe D dengan syarat mau bekersama dengan kami dan mau secara bertahap di bimbing untuk bisa naik menjadi orang tua berkualitas C hingga A.
Karena dari hasil pengamatan kami ternyata jika orang tua berada pada kualitas A bisa di pastikan anaknya akan juga memiliki kualitas A dalam etika perilaku dan kecerdasan.
Orang tua dengan tipe E adalah orang tua dengan kesadaran parenting terendah, tapi tetap bersikukuh dialah yang benar dan anaknyalah yang salah. Orang tua ini memiliki pemikiran bahwa dirinyalah yang paling benar dan yang lain salah. Biasanya menurut pengalaman kami orang tua-orang tua semacam ini tidak mau berubah, meskipun dulu sempat kami coba terima, namun pada akhirnya orang tua dengan tipe inilah yang kami minta mundur dari sekolah kami untuk mencari sekolah lain yang lebih baik dari sekolah kami.
Tentu saja untuk kami berani melakukan placement test bagi para calon orang tua, kami lebih dulu melakukan pemilihan guru-guru dengan sangat ketat dan mengembleng para calon guru kami dengan sangat ketat hingga bisa menjadi guru teladan yang di contoh para orang tua juga siswanya. Kami tidak main-main dalam merekrut guru, dari wawancara 50 calon guru biasanya kami hanya paling banyak meloloskan 3-4 kandidat guru, untuk kami latih dan gembleng menjadi calon guru. Dan dari 4 orang yang lolos itu biasanya hanya 1-2 yang bertahan untuk proses selanjutnya hingga siap menjadi guru.
Hanya dalam 6 bulan saja kami sudah mengeluarkan 3 orang guru yang kami anggap tidak layak untuk menjadi guru teladan yang dicontoh para orang tua dan siswanya.
Mengap ini kami lakukan ? karena bagi kami sekolah itu bukanlah hanya sekedan mendidik dan mengajar, tapi tempat mencetak generasi bangsa masa depan. Dan hancur atau bangkitnya suatu bangsa tergantung dari generasi bangsa macam apa yang di hasilkan oleh sekolah dan rumah-rumah di Indonesia.
Namun Alhamdulilah berita baiknya adalah Keputusan dan Kebijakan sekolah kami ini di dukung penuh oleh Seluruh Orang Tua siswa, juga Pimpinan Yayasan dan Para Donatur sekolah.
Dan bahkan Donatur sekolah kamilah yang paling antusias memberikan teladan untuk bisa menjadi orang tua yang lebih baik hingga dalam waktu 6 bulan saja telah mencapai orang tua yang mendekati level kesadaran A.
Sehingga tahun ini berhasil menerima penghargaan dari sekolah sebagai Orang Tua Siswa Terbaik.
Dan tentu saja ini tidak mudah, karena di sertai perjuangan yang luar biasa yang kami saksikan sendiri betapa beratnya. Namun hasilnyapun sepadan anak-anaknya mengalami perubahan yang amat sangat luar biasa dari sejak pertama kali bergabung hingga saat ini.
Dan yang menarik, di face book ini juga memiliki kemiripan seperti yang terjadi disekolah kami saat penerimaan calon siswa dan proses placement test kesadaran orang tua.
Kami perhatikan dari komentar-komentar yang ada sangat bervariasi sekali. Karena kami sudah terbiasa melakukan placement test maka kami bisa melihat di face book ini dari komentar-komentar yang masuk terhadap status kami bisa di kategorikan menjadi berbagai level kesadaran parenting orang tua.
Mulai dari orang tua level A, B, C, D hingga E.
Coba baca ulang beberapa ciri orang tua level E yang kami tulis diatas. Dan kita akan tersenyum-senyum ketika membaca ada komentar yang masuk dengan kriteria E.
Tapi alhamdullilah sebagian besar komentar yang masuk lebih banyak mulai dari level D sampai ke Level kesadaran B menuju A.
Dan rata-rata komentar para orang tua yang masuk level C, B dan menuju A adalah orang tua yang sudah lama bergabung di Face Book ini, dan pernah mengikuti seminar-seminar kami atau membaca buku-buku kami.
Jadi mari sahabat orang tua, ajak keluarga atau sahabat kita untuk bergabung bersama kita disini dan membaca buku-buku parenting atau kalau bisa ikut seminar-seminar parenting yang ada dimana saja.
Salam Indonesian Strong from Home !
-ayah edy-
www.ayahkita.com
Foto:
1. Parent Awards apresiasi tertinggi sekolah untuk orang tua terbaik diberikan secara bergilir pada orang tua yang naik level kesadaran.
2. Suasana Parent Awards yang mengharukan, melibatkan orang tua anak hingga kakek dan neneknya yang bersama-sama ikut berubah naik level kesadaran parenting.
3. Saya memeluk orang tua yang luar biasa ini.
Berani menyekolahkan anak ayah bunda di sekolah kami ?
Di Sekolah kami sebelum proses penerimaan siswa-siswi baru ada Placement Test untuk kedua orang tuanya.
Test ini untuk mengetahui tingkat kesadaran orang tua terhadap parenting mulai dari orang tua Level A sampai E
Test ini meliputi wawancara, kami akan mengamati pilihan-pilihan kata saat wawancara, cara berpikir dalam memandang masalah dan anak, serta tingkat keharmonisan dan kekompakan antara suami dan istri dalam memandang kasus-kasus anaknya di rumah.
Test selanjutnya adalah tes mengelola berbagai jenis anak-anak di kelas, kami memiliki berbagai macam anak dengan tipologi yang berbeda-beda. Dan kami akan pilihkan tipologi anak yang kira-kira mirik dengan anaknya dan kami ingin melihat bagaimana orang tua berinteraksi selama lebih kurang 1 jam bersama anak tersebut.
Orang tua yang kami terima adalah mulai dari tipe D sampai tipe A
Tipe D adalah orang tua dengan kesadaran parenting terendah, tapi masih memiliki kemauan keras untuk belajar dan berubah. Dan kami bersedia menerima orang tua tipe D dengan syarat mau bekersama dengan kami dan mau secara bertahap di bimbing untuk bisa naik menjadi orang tua berkualitas C hingga A.
Karena dari hasil pengamatan kami ternyata jika orang tua berada pada kualitas A bisa di pastikan anaknya akan juga memiliki kualitas A dalam etika perilaku dan kecerdasan.
Orang tua dengan tipe E adalah orang tua dengan kesadaran parenting terendah, tapi tetap bersikukuh dialah yang benar dan anaknyalah yang salah. Orang tua ini memiliki pemikiran bahwa dirinyalah yang paling benar dan yang lain salah. Biasanya menurut pengalaman kami orang tua-orang tua semacam ini tidak mau berubah, meskipun dulu sempat kami coba terima, namun pada akhirnya orang tua dengan tipe inilah yang kami minta mundur dari sekolah kami untuk mencari sekolah lain yang lebih baik dari sekolah kami.
Tentu saja untuk kami berani melakukan placement test bagi para calon orang tua, kami lebih dulu melakukan pemilihan guru-guru dengan sangat ketat dan mengembleng para calon guru kami dengan sangat ketat hingga bisa menjadi guru teladan yang di contoh para orang tua juga siswanya. Kami tidak main-main dalam merekrut guru, dari wawancara 50 calon guru biasanya kami hanya paling banyak meloloskan 3-4 kandidat guru, untuk kami latih dan gembleng menjadi calon guru. Dan dari 4 orang yang lolos itu biasanya hanya 1-2 yang bertahan untuk proses selanjutnya hingga siap menjadi guru.
Hanya dalam 6 bulan saja kami sudah mengeluarkan 3 orang guru yang kami anggap tidak layak untuk menjadi guru teladan yang dicontoh para orang tua dan siswanya.
Mengap ini kami lakukan ? karena bagi kami sekolah itu bukanlah hanya sekedan mendidik dan mengajar, tapi tempat mencetak generasi bangsa masa depan. Dan hancur atau bangkitnya suatu bangsa tergantung dari generasi bangsa macam apa yang di hasilkan oleh sekolah dan rumah-rumah di Indonesia.
Namun Alhamdulilah berita baiknya adalah Keputusan dan Kebijakan sekolah kami ini di dukung penuh oleh Seluruh Orang Tua siswa, juga Pimpinan Yayasan dan Para Donatur sekolah.
Dan bahkan Donatur sekolah kamilah yang paling antusias memberikan teladan untuk bisa menjadi orang tua yang lebih baik hingga dalam waktu 6 bulan saja telah mencapai orang tua yang mendekati level kesadaran A.
Sehingga tahun ini berhasil menerima penghargaan dari sekolah sebagai Orang Tua Siswa Terbaik.
Dan tentu saja ini tidak mudah, karena di sertai perjuangan yang luar biasa yang kami saksikan sendiri betapa beratnya. Namun hasilnyapun sepadan anak-anaknya mengalami perubahan yang amat sangat luar biasa dari sejak pertama kali bergabung hingga saat ini.
Dan yang menarik, di face book ini juga memiliki kemiripan seperti yang terjadi disekolah kami saat penerimaan calon siswa dan proses placement test kesadaran orang tua.
Kami perhatikan dari komentar-komentar yang ada sangat bervariasi sekali. Karena kami sudah terbiasa melakukan placement test maka kami bisa melihat di face book ini dari komentar-komentar yang masuk terhadap status kami bisa di kategorikan menjadi berbagai level kesadaran parenting orang tua.
Mulai dari orang tua level A, B, C, D hingga E.
Coba baca ulang beberapa ciri orang tua level E yang kami tulis diatas. Dan kita akan tersenyum-senyum ketika membaca ada komentar yang masuk dengan kriteria E.
Tapi alhamdullilah sebagian besar komentar yang masuk lebih banyak mulai dari level D sampai ke Level kesadaran B menuju A.
Dan rata-rata komentar para orang tua yang masuk level C, B dan menuju A adalah orang tua yang sudah lama bergabung di Face Book ini, dan pernah mengikuti seminar-seminar kami atau membaca buku-buku kami.
Jadi mari sahabat orang tua, ajak keluarga atau sahabat kita untuk bergabung bersama kita disini dan membaca buku-buku parenting atau kalau bisa ikut seminar-seminar parenting yang ada dimana saja.
Salam Indonesian Strong from Home !
-ayah edy-
www.ayahkita.com
Foto:
1. Parent Awards apresiasi tertinggi sekolah untuk orang tua terbaik diberikan secara bergilir pada orang tua yang naik level kesadaran.
2. Suasana Parent Awards yang mengharukan, melibatkan orang tua anak hingga kakek dan neneknya yang bersama-sama ikut berubah naik level kesadaran parenting.
3. Saya memeluk orang tua yang luar biasa ini.
SIAPA SURUH DATANG JAKARTA
Awalnya aku hanya bisa berbaring di tempat tidur setiap harinya. Pandanganku kosong menghitung langit-langit rumah. Tiada asa yang tersisa, hanya pasrah pada nasib yang aku terima. Sambil sekali-kali mulutnya berucap, lebih baik cepat dipanggil yang kuasa daripada hidup tiada guna. Yah...itu memang yang aku inginkan, apalah artinya aku ini, apalah artinya hidupku kalau hanya di tempat tidur saja.
Lari....?" jangankan lari jalanpun tak bisa....!"
Jalan...?" jangankan jalan turun dari tempat tidur saja aku tak kuasa..!
Apalagi turun..., duduk dari pembaringan pun aku tak sanggup..., hanya lambaian tangan yang masih sanggup aku lakukan serta menoleh ke kanan dan ke kiri. Kecelakaan tahun 2003 yang terjadi di kota kelahiranku KENDAL (Jateng ) sewaktu aku duduk di bangku sekolah SMP kelas III, meluluh lantakan masa depankku, segudang harapan dan impian sirna sudah, gelar yang aku sandang telah berganti dahulu orang memanggilku dengan sebutan pelajar tapi sekarang mereka memanggilku dengan suatu gelar yang harus sanggup kuterima yaitu tuna daksa.
Jalan...?" jangankan jalan turun dari tempat tidur saja aku tak kuasa..!
Apalagi turun..., duduk dari pembaringan pun aku tak sanggup..., hanya lambaian tangan yang masih sanggup aku lakukan serta menoleh ke kanan dan ke kiri. Kecelakaan tahun 2003 yang terjadi di kota kelahiranku KENDAL (Jateng ) sewaktu aku duduk di bangku sekolah SMP kelas III, meluluh lantakan masa depankku, segudang harapan dan impian sirna sudah, gelar yang aku sandang telah berganti dahulu orang memanggilku dengan sebutan pelajar tapi sekarang mereka memanggilku dengan suatu gelar yang harus sanggup kuterima yaitu tuna daksa.
Apa itu Tuna Daksa...???
TUNA DAKSA” adalah suatu keadaan yang menghambat kegiatan individu sebagai akibat kerusakan atau gangguan pada tulang, otot, atau sendi sehingga mengurangi kapasitas normal individu untuk mengikuti pendidikan dan untuk berdiri sendiri. Kondisi ini dapat disebabkan karena pembawaan sejak lahir, penyakit atau kecelakaan. Soo ,, penderita “TUNA DAKSA” sama sekali tidak bisa menggerakkan bagian tubuhnya yang mengalami gangguan atau kerusakan. Dan itulah gelarku saat ini.
Bersyukur aku kepada Tuhan karena aku telah di lahirkan bersama orangtuaku yang hebat-hebat. Tak bosan-bosannya ibu bapak merawatku, melayaniku, mengobatiku sehingga aku masih di berikan kesempatan untuk bisa melihat dunia walau keterbatasan gerakan. Suatu sore perbincanganku dengan ibu, sesudah ibu membersihkan seluruh tubuhku, "Bu...aku bersyukur banget dengan keadaanku yang sekarang...,!" Kenapa begitu nak...? Jawab ibuku. "Ya dengan kondisi seperti ini Tuhan telah jadikan aku untuk selalu mengingatNya..., kalaupun aku hidup normal boleh jadi aku selalu berbuat dosa kepada Nya...!" Sudahlah nak...ibarat nasi semua telah menjadi bubur...,terimalah dengan rasa syukur..." jawab ibuku yang selalu menguatkan hatiku.
Terinspirasi dengan ucapan ibuku, "Ibarat nasi sudah menjadi bubur..." ,semangkok bubur tetaplah bubur tapi coba kalau bubur itu di olah di tambahkan kuah, kacang kedelai, daun seledri, kerupuk di tambah lagi dengan ayam apakah tidak menjadikan bubur ayam yang spesial yang akan membedakan dengan bubur-bubur yang lainnya. Berawal dari situlah aku mempunyai pemikiran, apa ya..yang bisa aku kerjakan sehingga hari hariku di pembaringan bisa membuahkan hasil, syukur dari hasil itu bisa ku jual sehingga bisa menghasilkan uang yang sedianya bisa aku gunakan untuk biaya pengobatan.
Tahun 2012 mulailah aku belajar menggambar dengan pensil, dari menggambar dengan pensil meningkat menjadi sebuah lukisan dengan menggunakan cat minyak, dan di akhir tahun 2014 adalah seorang pengusaha dari Jakarta yang mau membeli lukisanku, akhirnya lukisanku di beri bandrol 3 juta rupiah. Terjadilah pertemuan pertamaku dengan beliau (Pengusaha Dermawan) dan beliau menawarkan aku untuk hijrah ke Jakarta, katanya biar aku bisa berkarya sekaligus untuk melakukan pengobatan. Dan impian yang selama ini sudah ku kubur dalam-dalam, kini muncul kembali kepermukaan layaknya jamur tumbuh di musim hujan. Dengan berbagai fasilitas dan kemudahan Tuhan punya keinginan yang berbeda, aku tinggal di sebuah komplek perumahan yang terbilang bagus dan mahal menurut ukuranku. Aku hanya di temani ibuku, tapi utusan dua orang dari pengusaha dermawan seolah seperti malaikat yang mengurusi keperluanku setiap harinya. Keperluan dan kebutuhan rumah tangga ada yang urus sendiri serta urusang yang berhubungan dengan pengobatan juga ada yang melayaniku sehingga aku tak repot lagi dalam hal apapun, seluruh biaya dari mulai kontrak rumah dan makan sehari hari semua sudah di tanggung, peralatan untuk lukis sudah di berikan, terus apalagi yang kurang..., hampir tidak ada, saya sekarang tinggal beribadah dan berkarya semaksimal mungkin untuk menggapai impianku.
Ya Tuhan...kesempurnaan hanya milikMu, rasa syukur tak bosan bosannya kami panjatkan. Sekarang sebagian hasil lukisanku sudah mau di sertifikasi semoga nanti bisa di ikut sertakan dalam PAMERAN. Dan sebagai wujud syukur kami kepada Tuhan serta kepedulian kami kepada sesama,
"BAGI TEMAN TEMAN YANG MENGINGINKAN DAN MENGABADIKAN FOTO KELUARGA UNTUK DI LUKIS DENGAN PENSIL"
silahkan kirim fotonya melalui inbox Fb saya Art Rhodi,
"DANA DARI HASIL LUKISAN PENSIL AKAN SAYA SUMBANGKAN KE YATIM PIATU"
Dalam kisah perjalananku ini, saya terinspirasi dengan membaca buku bukunya Ayah Edy Wiyono, dan kepengin sekali ketemu dengan beliau..., semoga Tuhan berkenan mempertemukan saya dengannya. Sampai sampai sewaktu Om Darko Prakoso berkunjung kerumah saya bilang, "Om...saya belum mau masuk Tv sebelum saya ketemu dengan Ayah Edy..!" ,karena kemarin ada sahabat yang sudah mau mendaftarkan saya di acara KICK ANDY.
Terima Kasih
~Art Rhodi~
~Art Rhodi~
MENGAPA BANYAK SEKALI ORANG-ORANG SUKSES YANG TIDAK MELAHIRKAN ANAK-ANAK YANG SUKSES ?
Karena ketika ia sukses berpikir bahwa "Saya tidak ingin anak saya mengalami perjuangan hidup getir yang saya pernah alami dulu".
Ia tidak sadar bahwa sesungguhnya sukses hidup yang diraihnya hari ini adalah hasil dari ia mengalami perjuangan hidup yang getir saat anak-anak dan remaja dulu..
-ayah edy-
SETIAP ORANG PERNAH GAGAL.....
Kita ini semestinya bergerak dari salah menjadi benar.
Kalau tidak pernah salah berarti kita tidak pernah bergerak.
Kalau salah terus dan tidak pernah menjadi benar berarti juga sama saja artiknya kita tidak bergerak.
Itulah mengapa dalam ujian penyetaraan kemarin ketika anak kami bertanya, "bagaimana jika ujian kali ini gak Lulus Ayah ?"
Saya jawab; tidak apa nak kamu boleh tidak lulus, setelah itu nanti kita akan temukan dimana letak kesalahannya mengapa kamu sampai tidak lulus ya....
Agar nanti kalau ikut lagi tahun depan kamu tidak lagi mengulangi kesalahan yang sama dan bisa lebih baik.
Yang jauh lebih penting dari pada ujiannya adalah belajar dari kesalahan agar tidak mengulangi kesalahan yang sama dan menjadi lebih baik dari ujian sebelumnya Nak.
Pandangan orang tua seperti ini mungkin zaman sekarang akan di anggap agak sedikit aneh....
Tapi sy meyakini bahwa dalam kehidupan nyatapun demikian tidak ada orang yang tidak pernah gagal dan sebagian besar orang sukses adalah orang-orang yang berhasil bangkit dari kegagalannya dan tidak mengulangi kesalahan yang sama,
Saya juga meyakini bahwa sesungguhnya ujian yang diberikan oleh Tuhan pada kita adalah untuk membuat kita menjadi lebih baik, lebih tegar, lebih sabar dan lebih kuat agar kita bisa belajar dari kesalahan untuk bisa menjadi lebih baik dan lebih baik lagi.
Saya ingat sebuah pesan dari Orang Bijak dari Timur Tengah yang mengatakan bahwa hari ini harus lebih baik dari kemarin, dan hari esok harus bisa lebih baik dari hari ini.
-ayah edy-
Foto saat mendampingi anak kami mengikuti ujian penyetaraan paket A
SEBUAH MOMENT LANGKA TAK TERLUPAKAN
Jamuan makan siang yg, di kediaman pak Darko Prakoso, salah satu Relawan Indonesian Strong frome Home dr Ciputat Tangsel
....uenak tenan Sayur Asem, Tahu Tempe, teri, Medan, Ikan Asin Jambal Roti dan Sambal Terasi (my favorite food), mohon maaf nggih pak & bu Darko, kalau sampe tambah lagi... dan tambah lagi....
Terimakasih banyak nggih Pak Darko Prakoso
Salam Indonesian Strong from Home !!!
Bahagianya menjadi bagian dari Keluarga Indonesian Strong from Home, bisa punya banyak saudara di hampir seluruh pelosok Indonesia. .
-ayah edy-
SEBUAH RENUNGAN MENYAMBUT BULAN SUCI RAMADHAN
Seorang manusia takkan mampu mengenal Tuhan-nya, sampai ia bisa mengenal dirinya sendiri. Dan ia takkan mampu mengenal dirinya sendiri, sampai ia bisa mengenali hatinya. Sayangnya, kebanyakan manusia tidak mampu mengenal hati dan dirinya.
- IMAM AL-GHAZALI -
PRILAKU KITA SAAT INI ADALAH SEPERTI APA DULU KITA DIDIDIK OLEH ORANG TUA KITA
Children Learn What They Live
Anak-anak belajar dari lingkungannya
Bila seorang anak hidup dengan kritik, ia akan belajar menghukum. Bila seorang anak hidup dengan permusuhan, ia akan belajar kekerasan.
Bila seorang anak hidup dengan ketakutan, ia akan belajar dengan rasa cemas.
Bila seorang anak hidup dengan rasa kasihan, ia akan belajar mengasihani diri sendiri.
Bila seorang anak hidup dengan kecemburuan, ia akan belajar untuk merasa iri.
Bila seorang anak hidup dengan olokan, ia belajar menjadi malu.
Bila seorang anak hidup dengan rasa malu, ia belajar merasa bersalah. Bila seorang anak hidup dengan dorongan, ia belajar percaya diri.
Bila seorang anak hidup dengan toleransi, ia belajar tentang kesabaran.
Bila seorang anak hidup dengan pujian, ia belajar tentang penghargaan.
Bila seorang anak hidup dengan penerimaan, ia belajar untuk mencintai.
Bila seorang anak hidup dengan dukungan, ia belajar untuk menyukai diri sendiri.
Bila seorang anak hidup dengan pengakuan, ia belajar untuk mempunyai tujuan.
Bila seorang anak hidup dengan berbagi, ia belajar tentang kebaikan. Bila seorang anak hidup dengan kejujuran, ia belajar tentang kebenaran.
Bila seorang anak hidup dengan keadilan, ia belajar menjalankan keadilan.
Bila seorang anak hidup dengan kebaikan dan perhatian, ia belajar tentang menghormati.
Bila seorang anak hidup dengan ketentraman, ia belajar tentang iman. Bila seorang anak hidup dengan persahabatan, ia belajar untuk mencintai dunia.
Dorothy Law Nolte, Ph.D. (1972)
Jadi perilaku kita saat ini berasal dari lingkungan masa lalu dimana kita tumbuh dan dibesarkan.
Dipetik dari buku Ayah Edy Menjawab 100 Persoalan Orang Tua sehari-hari yang jawabannya tidak ada di kamus manapun.
Anak-anak belajar dari lingkungannya
Bila seorang anak hidup dengan kritik, ia akan belajar menghukum. Bila seorang anak hidup dengan permusuhan, ia akan belajar kekerasan.
Bila seorang anak hidup dengan ketakutan, ia akan belajar dengan rasa cemas.
Bila seorang anak hidup dengan rasa kasihan, ia akan belajar mengasihani diri sendiri.
Bila seorang anak hidup dengan kecemburuan, ia akan belajar untuk merasa iri.
Bila seorang anak hidup dengan olokan, ia belajar menjadi malu.
Bila seorang anak hidup dengan rasa malu, ia belajar merasa bersalah. Bila seorang anak hidup dengan dorongan, ia belajar percaya diri.
Bila seorang anak hidup dengan toleransi, ia belajar tentang kesabaran.
Bila seorang anak hidup dengan pujian, ia belajar tentang penghargaan.
Bila seorang anak hidup dengan penerimaan, ia belajar untuk mencintai.
Bila seorang anak hidup dengan dukungan, ia belajar untuk menyukai diri sendiri.
Bila seorang anak hidup dengan pengakuan, ia belajar untuk mempunyai tujuan.
Bila seorang anak hidup dengan berbagi, ia belajar tentang kebaikan. Bila seorang anak hidup dengan kejujuran, ia belajar tentang kebenaran.
Bila seorang anak hidup dengan keadilan, ia belajar menjalankan keadilan.
Bila seorang anak hidup dengan kebaikan dan perhatian, ia belajar tentang menghormati.
Bila seorang anak hidup dengan ketentraman, ia belajar tentang iman. Bila seorang anak hidup dengan persahabatan, ia belajar untuk mencintai dunia.
Dorothy Law Nolte, Ph.D. (1972)
Jadi perilaku kita saat ini berasal dari lingkungan masa lalu dimana kita tumbuh dan dibesarkan.
Dipetik dari buku Ayah Edy Menjawab 100 Persoalan Orang Tua sehari-hari yang jawabannya tidak ada di kamus manapun.
MENGAPA HARGA BAHAN PANGAN MELONJAK MENJELANG MAYORITAS ORANG INDONESIA HENDAK BERPUASA?
RENUNGAN MENJELANG RAMADHAN
Mari kita puasa tidak hanya sekedar puasa makan tapi juga puasa hati dari segala perbuatan yang merugikan diri kita dan orang lain.
Mari kita puasa tidak hanya sekedar mengurangi makan tapi juga mengurangi perbuatan yang merugikan diri kita dan orang lain
Mari kita puasa benar-benar puasa sebagaimana arti sesungguhnya bukan hanya sekedar berganti jadwal makan dengan jumlah makanan yang lebih banyak dari saat kita tidak berpuasa.
Mari kita puasa dengan arti kesederhanaan mengurangi kebutuhan pangan agar semua kebutuhan pangan tidak melonjak justru menjelang mayoritas orang Indonesia berpuasa.
Mari kita berpuasa dari pikiran-pikiran yang tidak baik, agar kita bisa benar-benar menikmati indahnya berpuasa dan orang lain bisa melihat perbedaan yang jelas antara orang yang menunaikan ibadah puasa dan tidak.
Selamat menunaikan Ibadah Ramadhan, semoga kita bisa mengubah diri kita menjadi insan yang lebih baik.
Karena hidup kita hari ini harus lebih baik dari kemarin dan hari esok harus lebih baik dari hari ini.
Begitu kata baginda Rasullulah SAW.
Mari kita renungkan dan mari kita coba...
by ayah edy
Berikut Menu Buka Puasa yang Sehat untuk Dikonsumsi
Sayuran Hijau
Setelah waktu berbuka puasa tiba Anda dapat mengonsumsi menu makanan yang berasal dari sayuran hijau. Sayuran hijau mengandung nutrisi penting yang dibutuhkan oleh tubuh seperti vitamin maupun serat. Maka dari itu sayuran hijau mudah untuk dicerna oleh tubuh. Namun hal yang perlu diperhatikan ketika mengonsumsi sayuran hijau adalah cara masak yang tidak membutuhkan waktu lama. Ini dikarenakan ketika sayuran dimasak dalam waktu lama justru membuat kandungan nutrisi menghilang.
Beras Merah
Menu buka puasa yang sehat selanjutnya adalah beras merah. Beras merah dapat dijadikan sebagai menu buka puasa berikutnya. Beras merah dapat Anda jadikan juga sebagai pengganti untuk beras putih. Pasalnya beras merah mengandung kandungan serat serta rendah gula dibandingkan dengan nasi putih. Di samping itu ketika mengonsumsi beras merah akan membuat tubuh merasa kenyang lebih lama serta mampu mengontrol kadar gula agar lebih stabil. Nasi merah baik dikonsumsi saat waktu berbuka maupun saat sahur.
Buah-Buahan
Selain sayuran, buah-buahan juga perlu Anda konsumsi saat buka puasa tiba. Buah kaya akan vitamin yang mampu membuat tubuh menjadi lebih segar. Adapun buah yang dapat Anda konsumsi diantaranya seperti buah jeruk, semangka, lemon, atau buah pisang yang kaya akan karbohidrat. Buah-buahan juga dapat membantu untuk melancarkan sistem pencernaan pada tubuh.
Kacang-Kacangan
Kacang-kacangan kaya akan protein yang juga dibutuhkan oleh tubuh terlebih lagi sangat cocok untuk dijadikan menu dalam buka puasa. Anda dapat mengkombinasikan antara kacang-kacangan dengan sayuran sehat ke dalam menu buka puasa. Sumber makanan seperti kacang-kacangan yang kaya akan protein membantu untuk penyesuaian tubuh sebelum mengonsumsi makanan berat lainnya.
Oat
Bagi Anda yang bosan mengonsumsi nasi putih atau nasi merah, Anda dapat mencoba oat. Oat akan lebih lezat ketika sudah dicampur dengan buah-buahan. Oat juga mengandung serat sehat yang baik untuk sistem pencernaan tubuh. Makanan kaya akan serat ini lebih baik dikonsumsi saat berbuka puasa.
Demikianlah tadi seputar ulasan mengenai menu buka puasa yang sehat untuk dikonsumsi yang dapat Anda jadikan sebagai referensi saat berbuka puasa. BAca juga artikel terkait
SUMBER: http://spirit.web.id/berikut-5-menu-buka-puasa-yang-sehat-untuk-dikonsumsi
Mari kita puasa tidak hanya sekedar puasa makan tapi juga puasa hati dari segala perbuatan yang merugikan diri kita dan orang lain.
Mari kita puasa tidak hanya sekedar mengurangi makan tapi juga mengurangi perbuatan yang merugikan diri kita dan orang lain
Mari kita puasa benar-benar puasa sebagaimana arti sesungguhnya bukan hanya sekedar berganti jadwal makan dengan jumlah makanan yang lebih banyak dari saat kita tidak berpuasa.
Mari kita puasa dengan arti kesederhanaan mengurangi kebutuhan pangan agar semua kebutuhan pangan tidak melonjak justru menjelang mayoritas orang Indonesia berpuasa.
Mari kita berpuasa dari pikiran-pikiran yang tidak baik, agar kita bisa benar-benar menikmati indahnya berpuasa dan orang lain bisa melihat perbedaan yang jelas antara orang yang menunaikan ibadah puasa dan tidak.
Selamat menunaikan Ibadah Ramadhan, semoga kita bisa mengubah diri kita menjadi insan yang lebih baik.
Karena hidup kita hari ini harus lebih baik dari kemarin dan hari esok harus lebih baik dari hari ini.
Begitu kata baginda Rasullulah SAW.
Mari kita renungkan dan mari kita coba...
by ayah edy
Berikut Menu Buka Puasa yang Sehat untuk Dikonsumsi
Sayuran Hijau
Setelah waktu berbuka puasa tiba Anda dapat mengonsumsi menu makanan yang berasal dari sayuran hijau. Sayuran hijau mengandung nutrisi penting yang dibutuhkan oleh tubuh seperti vitamin maupun serat. Maka dari itu sayuran hijau mudah untuk dicerna oleh tubuh. Namun hal yang perlu diperhatikan ketika mengonsumsi sayuran hijau adalah cara masak yang tidak membutuhkan waktu lama. Ini dikarenakan ketika sayuran dimasak dalam waktu lama justru membuat kandungan nutrisi menghilang.
Beras Merah
Menu buka puasa yang sehat selanjutnya adalah beras merah. Beras merah dapat dijadikan sebagai menu buka puasa berikutnya. Beras merah dapat Anda jadikan juga sebagai pengganti untuk beras putih. Pasalnya beras merah mengandung kandungan serat serta rendah gula dibandingkan dengan nasi putih. Di samping itu ketika mengonsumsi beras merah akan membuat tubuh merasa kenyang lebih lama serta mampu mengontrol kadar gula agar lebih stabil. Nasi merah baik dikonsumsi saat waktu berbuka maupun saat sahur.
Buah-Buahan
Selain sayuran, buah-buahan juga perlu Anda konsumsi saat buka puasa tiba. Buah kaya akan vitamin yang mampu membuat tubuh menjadi lebih segar. Adapun buah yang dapat Anda konsumsi diantaranya seperti buah jeruk, semangka, lemon, atau buah pisang yang kaya akan karbohidrat. Buah-buahan juga dapat membantu untuk melancarkan sistem pencernaan pada tubuh.
Kacang-Kacangan
Kacang-kacangan kaya akan protein yang juga dibutuhkan oleh tubuh terlebih lagi sangat cocok untuk dijadikan menu dalam buka puasa. Anda dapat mengkombinasikan antara kacang-kacangan dengan sayuran sehat ke dalam menu buka puasa. Sumber makanan seperti kacang-kacangan yang kaya akan protein membantu untuk penyesuaian tubuh sebelum mengonsumsi makanan berat lainnya.
Oat
Bagi Anda yang bosan mengonsumsi nasi putih atau nasi merah, Anda dapat mencoba oat. Oat akan lebih lezat ketika sudah dicampur dengan buah-buahan. Oat juga mengandung serat sehat yang baik untuk sistem pencernaan tubuh. Makanan kaya akan serat ini lebih baik dikonsumsi saat berbuka puasa.
Demikianlah tadi seputar ulasan mengenai menu buka puasa yang sehat untuk dikonsumsi yang dapat Anda jadikan sebagai referensi saat berbuka puasa. BAca juga artikel terkait
SUMBER: http://spirit.web.id/berikut-5-menu-buka-puasa-yang-sehat-untuk-dikonsumsi
KETIKA HASIL UJIAN ANAK KITA TIDAK MEMUASKAN ?
Kita ini semestinya bergerak dari salah menjadi benar.
Kalau tidak pernah salah berarti kita tidak pernah bergerak.
Kalau salah terus dan tidak pernah menjadi benar berarti juga sama saja artiknya kita tidak bergerak.
Itulah mengapa dalam ujian penyetaraan kemarin ketika anak kami bertanya, "bagaimana jika ujian kali ini gak Lulus Ayah ?"
Saya jawab; tidak apa nak kamu boleh tidak lulus, setelah itu nanti kita akan temukan dimana letak kesalahannya mengapa kamu sampai tidak lulus ya....
Agar nanti kalau ikut lagi tahun depan kamu tidak lagi mengulangi kesalahan yang sama dan bisa lebih baik. Dan alhamdullilah jawaban saya ini justru membuatnya tenang dan tetap bersemangat mengikuti ujian tanpa rasa takut apapun.
Yang jauh lebih penting dari pada ujiannya adalah belajar dari kesalahan agar tidak mengulangi kesalahan yang sama dan menjadi lebih baik dari ujian sebelumnya Nak. Lagi pula ujian di kehidupan nyata itu tidak ada yang memilih melingkari jawaban a, b, c atau d bukan ? jadi ya jalankan saja prosesnya dengan sebaik-baiknya.
Pandangan orang tua seperti ini mungkin zaman sekarang akan di anggap agak sedikit aneh....
Tapi sy meyakini bahwa dalam kehidupan nyatapun demikian tidak ada orang yang tidak pernah gagal dan sebagian besar orang sukses adalah orang-orang yang berhasil bangkit dari kegagalannya dan tidak mengulangi kesalahan yang sama,
Saya juga meyakini bahwa sesungguhnya ujian yang diberikan oleh Tuhan pada kita adalah untuk membuat kita menjadi lebih baik, lebih tegar, lebih sabar dan lebih kuat agar kita bisa belajar dari kesalahan untuk bisa menjadi lebih baik dan lebih baik lagi.
Saya ingat sebuah pesan dari Orang Bijak dari Timur Tengah yang mengatakan bahwa hari ini harus lebih baik dari kemarin, dan hari esok harus bisa lebih baik dari hari ini.
-ayah edy-
PENGALAMANKU MENGIKUTI SEMINAR AYAH EDY DI BEKASI DAN MEMPRAKTEKAN CARA DAN TEKNIK PARENTING YANG BENAR PADA ANAKKU
Verly Ayu
setelah kemarin di bekasi ikut seminar nya Ayah Edy .. beruntung ada stand buku nya..dan saya beli semua dan baru baca "Ayah edy menjawab" subhanallah ..beberapa ada pada anak saya alami..mncoba saya praktekan jawaban2 ayah..MANJURRR yah..xixixi makasih ayah edy
Like · Reply · Message · 7 hrs
AYAH EDY Parenting
Alhamdulilah ya Mom Verly Ayu, indahnya belajar parenting, akhirnya kita menyadari bahwa masalahnya bukanlah di perilaku anak kita tapi di teknik dan cara kita mendidiknya ya Mom, selamat melanjutkan membaca dan prakteknya ya Mom, makin hari makin asyik deh rasanya kita hidup bersama anak-anak kita tercinta. InsaAllah.
Like · Reply · Commented on by Ayah Edy Wiyono · 16 mins
AYAH EDY Parenting
Mohon izin shere testimoninya ya Mom, agar para mom & dad yang lain juga merasakan indahnya belajar parenting. tks sebelumnya.
Like · Reply · Commented on by Ayah Edy Wiyono · 15 mins
Verly Ayu
setelah kemarin di bekasi ikut seminar nya Ayah Edy .. beruntung ada stand buku nya..dan saya beli semua dan baru baca "Ayah edy menjawab" subhanallah ..beberapa ada pada anak saya alami..mncoba saya praktekan jawaban2 ayah..MANJURRR yah..xixixi makasih ayah edy
Like · Reply · Message · 7 hrs
AYAH EDY Parenting
Alhamdulilah ya Mom Verly Ayu, indahnya belajar parenting, akhirnya kita menyadari bahwa masalahnya bukanlah di perilaku anak kita tapi di teknik dan cara kita mendidiknya ya Mom, selamat melanjutkan membaca dan prakteknya ya Mom, makin hari makin asyik deh rasanya kita hidup bersama anak-anak kita tercinta. InsaAllah.
Like · Reply · Commented on by Ayah Edy Wiyono · 16 mins
AYAH EDY Parenting
Mohon izin shere testimoninya ya Mom, agar para mom & dad yang lain juga merasakan indahnya belajar parenting. tks sebelumnya.
Like · Reply · Commented on by Ayah Edy Wiyono · 15 mins
ANAK KITA MENCONTOH PERILAKU KITA
Anak-anak kita adalah peniru yang ulung atas ucapan, tindakan yang dilakukan orang tuanya setiap hari terlepas apakah itu baik atau buruk
Maka Jagalah ucapan dan prilaku kita dari ucapan dan kebiasaan buruk kita lainnya agar anak kita meniru hal yang baik-baik dari kita.
Terlebih lagi ketika kita menjalankan ibadah Ramadhan.
RENUNGAN BAGI PARA ORANG TUA DAN GURU DI MUSIM UJIAN SEKOLAH
Jangan marahi anak kita karena ia tidak bisa menjadi seperti yang anda inginkan, karena bahkan Anda sendiri saja tidak bisa membuat diri Anda sesuai yang Anda inginkan.
Biarlah mereka berbeda dengan anda dan menjadi sesuai yang Tuhannya inginkan. Karena kita sesungguhnya bukanlah penciptanya, hanya sebagai perantara kelahirannya.
-ayah edy-
www.ayahkita.com
APAKAH KITA DAN ANAK KITA SUDAH MAMPU MEMBUANG SAMPAH PADA TEMPATNYA ?
Tidak usahlah anak-anak SD diberikan pelajaran yang rumit-rumit dulu, ajarilah mereka cara mengantri sampai bisa mengantri atau membuang sampai pada tempatnya sampai bisa membuang sampah pada tempatnya, menurut saya itu jauh lebih penting dan bermanfaat bagi hidupnya kelak
Sahabat keluarga Indonesia,
2 pekan yang lalu saya sedang jalan2 ke Prigen dan ingin sewa vila untuk bermalam di komplek Villa Sekuti.
Kami bertemu dengan pemiliknya, setelah mengamati kami sepertinya cocok, namun ada satu pertanyaan yang mengganjal, kami tidak melihat adanya tempat sampah.
Lalu kami tanyakan dimana biasanya bapak membuang sampah ?
Dan si pemilik Villa (bukan penjaga villa ya) mengajak saya kedepan rumahnya, dan bilang di buang di sungai ini saja pak, airnya deras lho... nanti sampahnya juga sebentar hilang terbawa arus ! Jawabnya penuh keyakinan.
Saya dan istri kaget bukan main dengan jawabannya, kami saling berpandangan dan geleng-gelang kepala.
Trus spontan kami bilang, maaf bapak kami tidak jadi menyewa Villanya jika tidak ada tempat sampah dan harus membuang sampahnya ke sungai kecil ini.
Dan kamipun berpamitan, di sepanjang jalan kami sekeluarga tak habis-habisnya berpikir kok bisa punya pemikiran seperti itu ya...
Itulah mengapa saya sering mengatakan bahwa;
Anak-anak sekolah itu tidak usahlah di beri pelajaran yang rumit-rumit dulu, cukuplah apa bila dia bisa tahu dimana tempat membuat sampah yang benar, dan bukan asal sembarang buang.
Semoga kita sebagai orang tua tidak lagi mengajarkan anak-anak kita membuang sampah sembarangan apa lagi di Sungai atau mungkin di jalan raya.
Prigen, Pasuruan, 25 Mei 2016
Sahabat keluarga Indonesia,
2 pekan yang lalu saya sedang jalan2 ke Prigen dan ingin sewa vila untuk bermalam di komplek Villa Sekuti.
Kami bertemu dengan pemiliknya, setelah mengamati kami sepertinya cocok, namun ada satu pertanyaan yang mengganjal, kami tidak melihat adanya tempat sampah.
Lalu kami tanyakan dimana biasanya bapak membuang sampah ?
Dan si pemilik Villa (bukan penjaga villa ya) mengajak saya kedepan rumahnya, dan bilang di buang di sungai ini saja pak, airnya deras lho... nanti sampahnya juga sebentar hilang terbawa arus ! Jawabnya penuh keyakinan.
Saya dan istri kaget bukan main dengan jawabannya, kami saling berpandangan dan geleng-gelang kepala.
Trus spontan kami bilang, maaf bapak kami tidak jadi menyewa Villanya jika tidak ada tempat sampah dan harus membuang sampahnya ke sungai kecil ini.
Dan kamipun berpamitan, di sepanjang jalan kami sekeluarga tak habis-habisnya berpikir kok bisa punya pemikiran seperti itu ya...
Itulah mengapa saya sering mengatakan bahwa;
Anak-anak sekolah itu tidak usahlah di beri pelajaran yang rumit-rumit dulu, cukuplah apa bila dia bisa tahu dimana tempat membuat sampah yang benar, dan bukan asal sembarang buang.
Semoga kita sebagai orang tua tidak lagi mengajarkan anak-anak kita membuang sampah sembarangan apa lagi di Sungai atau mungkin di jalan raya.
Prigen, Pasuruan, 25 Mei 2016
CARA TERBAIK MENASEHATI ANAK ?
Kebanyakan orang tua berpikir memberi nasehat adalah cara yang terbaik untuk bisa mengubah perilaku anak.
Kebanyakan orang tua berpikir dengan mengkritik, maka anak akan bisa berubah menjadi lebih baik.
Tahukah anda cara yang paling baik untuk mengubah perilaku anak?
Yakni dengan memberikan contoh langsung dari orang tuanya.
Karena anak-anak kita itu adalah peniru yang ulung dari perilaku kita orang tuanya.
NEGERI KITA URUTAN NOMER 2 DUNIA ?
Saya ingat ketika jalan-jalan pagi di sebuah taman di pinggir pantai di Singapura, persis ada Botol Minuman Mineral merek Indonesia Axxx terapung2 di tepi pantai, saya coba cari toko di sekitarnya apakah ada yang menjual minuman ini ? ternyata tak satupun toko di sekitar TKP ada menjual minuman merek ini.
Itulah mengapa kami sering mangatakan bahwa sekolah dasar di Indonesia itu tak usah belajar yang rumit2 dulu deh, cukuplah asal anak2 kita tahu bahwa sampah itu ada tempatnya dan bukan asal di buang sembarangan.
Lebih baik melatih anak2 SD untuk bisa dan mau mengantri sudah lebih dari cukup sebagai dasar kehidupan bagi anak kelak saat dewasa. Lebih bagus lagi jika kita bisa mengajarkan anak menegur orang tuanya yang buang sampah sembarangan dan suka menyerobot antrian.
Tksh. gambar postingnya ya Pak Eddy Iskandar
Like · Reply · 1 · Yesterday at 6:18am
Dan ini contoh dari pemikiran yang dimiliki oleh seorang pemilik villa yang sudah punya anak dan mungkin juga cucu https://www.facebook.com/141694892568287/photos/a.144983902239386.35784.141694892568287/1059883177416116/?type=3&theater
STOP BUANG SAMPAH KE SUNGAI, KE LAUT KE JALAN DAN KESEMBARANG TEMPAT.
APA YANG MEMBUAT KITA BANGGA PADA ANAK KITA ?
Kebanggaan saya pada prestasi anak saya bukanlah karena ia bisa menjadi juara kelas atau mencapai 10 besar di kelasnya, tapi apa bila anak saya mau dan bisa melakukan 10 hal besar sbb:
1. Mau mengantri tanpa menyerobot antrian.
2. Mau membuang sampah pada tempatnya
3. Mau bersedekah pada orang yang membutuhkan.
4. Mau menggunakan kata-kata yang sopan
5. Mau memanggil temannya dengan sebutan yang santun
6. Mau berbuat jujur dan tidak berbohong dan mencuri
7. Mau mengakui kesalahannya.
8. Mau berubah menjadi lebih baik dan penuh kasih sayang.
9. Mau menghormati orang tua dan sesama.
10. Mau beribadah, berdoa syukur setiap mau tidur dan mau berbuat baik
Apa 10 hal besar yang menjadi kebanggaan ayah bunda pada ananda tercinta
Yuk kita sharing disini.....
1. Mau mengantri tanpa menyerobot antrian.
2. Mau membuang sampah pada tempatnya
3. Mau bersedekah pada orang yang membutuhkan.
4. Mau menggunakan kata-kata yang sopan
5. Mau memanggil temannya dengan sebutan yang santun
6. Mau berbuat jujur dan tidak berbohong dan mencuri
7. Mau mengakui kesalahannya.
8. Mau berubah menjadi lebih baik dan penuh kasih sayang.
9. Mau menghormati orang tua dan sesama.
10. Mau beribadah, berdoa syukur setiap mau tidur dan mau berbuat baik
Apa 10 hal besar yang menjadi kebanggaan ayah bunda pada ananda tercinta
Yuk kita sharing disini.....
Monday, May 2, 2016
KUALITAS SISTEM PENDIDIKAN SUATU NEGARA BERBANDING LURUS DENGAN KUALITAS BANGSANYA
ESENSI SEBUAH PENDIDIKAN ADALAH JIWANYA DAN BUKAN HANYA RAGANYA.
.....Bangunlah dulu Jiwanya baru bangun raganya.... begitulah menurut bapak WR Supratman. Karena isi/content jauh lebih penting dari pada Casing atau bungkusnya.
INILAH ESENSI SEBUAH PENDIDIKAN
Negara Finlandia diakui oleh dunia memiliki sistem pendidikan yg terbaik diseluruh dunia.
Dari hasil penuturan Syed Abdul Rahman Alsagoff
Foundar Arabic School in SINGAPORE
Sekolah tertua yg didirikan oleh Swasta di Singapura; Sumber; Channel News Asia , 6 Mei 2009
Mengatakan bahwa ternyata di Finlandia itu tidak ada:
1. Akreditasi (Pemeringkatan) Semisal Sekolah terakreditasi A atau B
TIDAK ADA AKREDITASI Sekolah oleh pemerintah semisal sekolah terakreditasi A atau Sekolah Unggulan, yg ada akreditasi oleh Masyarakat; Jadi masyarakat melihat langsung apakah anak mereka yg didik di sekolah tersebut menjadi semakin baik, beretika dan cerdas atau malah sebaliknya. Jadi sekolah tidak dinilai oleh satu pihak saja, yakni Pemerintah, melalui Stnadar tunggal yg bisa saja keliru (dan jika keliru maka seluruh bangsa akan menganggung akibatnya) ; melainkan langsung oleh usernya yakni masyarakat. Jadi sekolah berusaha untuk menjadi yg terbaik dengan memberikan bukti langsung kepada masyarakat yg menilainya. Fungsi pemerintah lebih sebagai konselor atau Konsultan Pembimbing bagi sekolah dan mengembangkan sistem sekolahnya bukan Lembaga Akreditasi. Mencatat sekolah2 yg dianggap berhasil oleh masyarakat dan membantu sekolah2 yg belum dianggap berhasil.
2. Tidak ada kurikulum tunggal yg ditetapkan oleh Pemerintah pusat, Setiap sekolah diberikan kebebasan mengembangkan kurikulum sendiri sesuai dengan potensi unggul daerahnya masing2. Jadi sepertinya jika sekolah itu di terletak di Bali mungkin yg lebih di utamakan adalah kurikulum pengembangan Budaya, Seni Tari, Ukir, Pahat dan sejnisnya. Jika dikalimantan mungkin tentang Batuan berharga, Gambut, Batubara, dan Budidaya Hutan, Jika di Maluku mungkin Perikanan dan budidaya kelautan dan sejenisnya. Wow !!! Pastinya akan banyak para ahli lokal yg pandai memanfaatkan potensi daerahnya.
3. Tidak ada standar kelulusan berdasarkan ujian negara, melain berbasiskan pada proses hasil pembelajaran dari hari ke hari dari masing-masing anak, tanpa dibandingkan melalui sistem Rangking. Jadi tujuan pembelajaran adalah untuk menjadikan anak yg terbaik sesuai bidang yg diminati dan kemampuannya sendiri-sendiri bukan untuk mengejar peringkat dalam satu kelas atau satu sekolah. (karena prinsip pendidikan adalah mencerdaskan semua anak bukan untuk Merangking mereka dari yg terpintar hingga yg terbodoh)
4. Dan yg paling mengesankan adalah tidak ada standar Nasional KECUKUPAN MINIMAL untuk Nilai masing2 pelajaran (karena tiap anak memiliki kecepatan belajar yg berbeda2 dan kemampuan berbeda untuk bidang pelajaran yg berbeda).
Yang ada justru STANDAR NASIONAL ETIKA MORAL ANAK.
Jadi setiap sekolah wajib mendidik setiap murid mereka memenuhi STANDAR ETIKA MORAL NASIONAL sebagai Pondasi Dasar membantuk Bangsa Yang Kuat dan Cerdas.
Jadi meskipun sekolah mereka memiliki kurikulum yg berbeda2 dengan spesialisasi kecakapan Bidang yg berbeda di sesuaikan dengan potensi daerahnya masing2, Namun setiap sekolah harus bisa menjamin bahwa setiap muridnya memiliki ETIKA MORAL YG STANDAR SECARA NASIONAL.
Wah.... sepertinya kok tidak terlalu sulit ya untuk mengikuti dan menjadi Negara Indonesia, untuk bisa menjadi Negara dengan Sistem Pendidikan Terbaik di Dunia. Tentunya jika kita mau !!
Saudara-saudara sebangsa dan setanah air,
Seandainya anak kita bersekolah dengan sistem seperti ini sudah kebayang ya akan menjadi sangat luar biasa !!!.
Bersekolah akan menjadi hal yg menarik, menyenangkan sekaligus menantang dan tidak lagi membosankan dan menekan kejiwaan anak.
Dengan adanya Etika Moral yg di Standardisasi secara Nasional pastinya tidak akan ada lagi TAWURAN MASAL PELAJAR, Genk Nero, Genk Motor, dan sejenisnya di Jalanan. Anak akan menjadi respect pada guru dan orang tua, lebih beretika di sekolah, di jalan dan dirumah.
Dengan adanya sistem yg mengedepankan kecakapan individual dan tidak ada lagi sistem ujian dengan standar soal dan jawaban yg sama pastinya tidak akan ada lagi contek mencontek.
Tiap siswa akan tampil menjadi terbaik pada bidang kecakapan masing-masing yg memang menjadi bakat dan kelebihannya dan bukan dipacu dan ditekan untuk meningkatkan nilai atau bidang yg menjadi kelemahanya dengan cara ikut Bimbll atau Les siang, malam, pagi, sore.
Sekaligus masing2 anak-anak, Guru dan Orang Tuanya gak Stress lagi oleh Momok Nasional yg bernama Ujian Nasional, karena mereka di nilai bukan dari Ujian Akhir melainkan melalui proses perkembangan belajar dan penguasaan dari hari ke hari, sekaligus mereka juga dikembangkan berdasarkan kemampuan dan kecakapan bidang masing-masing, tidak untuk di Rangking, yg bisa berakibat sangat memalukan jika mereka termasuk 10 besar dari bawah.
Berkaca pada Syed Abdul Rahman Alsagoff sang Founder Arabic School di Singapore yg mau dan bisa melakukan perubahan dengan memulainya dari dirisendiri dan sekolahnya sendiri, kitapun mestinya bisa melakukan hal yg sama di Indonesia.
Jika Singapura bisa Indonesia Pasti Bisa !!!
Jika kita mau pasti bisa !!! dan bukan sebaliknya, Jika bisa sich sebenarnya kita mau !!!!
Ya Persis memulai perubahan mulai dari diri sendiri dan sekolah kita sendiri !!!
SELAMAT HARI PENDIDIKAN NASIONAL !
Ayah Edy
Pimpinan Sekolah Maha Karya Gangga
Singaraja, Buleleng, Bali
merangkap orang tua Homeschooling di Jakarta.
Saturday, April 30, 2016
Berapa banyakkah sahabat sejati yang kita punya ?
Begini cara mengetahuinya......
Jika sudah tahu siapa saja mereka...
....maka segera peluklah jika ia berada didekat kita saat ini,
atau segera hubungilah dan katakan betapa bahagia dan berterimakasihnya kita padanya telah mau menjadi sahabat dalam suka dan duka....
-ayah edy-
www.ayahkita.com
Subscribe to:
Posts (Atom)

































