SATU-SATUNYA SITUS RESMI AYAH EDY

SATU-SATUNYA SITUS RESMI AYAH EDY
Bagaimana caranya..? Gabung di FB: komunitas ayah edy, download talkshow di www.ayahedy.tk

Sabtu, 21 November 2015

MENGAPA ANAK KITA SELALU SAJA BERTANYA TENTANG APA SAJA TAK ADA HABISNYA SETIAP HARI ?




Tahukah kita mengapa anak kita selalu saja bertanya dan pertanyaannya gak ada habis-habisnya, padahal kita sudah kehabisan jawaban.

Nah dari pada kita kesal atau marah karena tidak bisa jawaban anak yuk kita baca artikel berikut ini;

Suatu ketika ada seorang murid yang selalu ingin tahu dan selalu ingin bertanya pada gurunya tetang apa saja...

Sebut saja si murid adalah Melisa, ia selalu ingin tahu apa saja dari sang guru untuk mengisi batinnya yang selama ini dirasakan begitu kering dan gersang.  (sesungguhnya Melisa sendiri adalah orang tua murid di sebuah sekolah)

Tiba-tiba Melisa sang murid berkata;

Saya merasa "haus" mendapatkan pencerahan dari guru, jadi saya putuskan untuk bertanya.

"Tidak adakah yang bisa di ajarkan, di sarankan, di beritahukan, atau di bahas tentang apapun kepada saya hari ini ?".

Setiap sampai di depan kelas, anak saya selalu bertanya sama gurunya, "hari ini kita mau apa, miss?".

Sama seperti saya, selalu penasaran dan agak excited , sama juga seperti Toto Chan kecil.

Please share something. to me guru...

Terima Kasih,

Setelah merenung sejenak dalam hening dan mulailah sang guru berbicara pada muridnya,

Dear anakku yang kesadarannya mulai bergeliat ingin kembali bertumbuh,

Jika kamu benar-benar ingin belajar maka lihatlah apa saja yang kita lihat lalu renungkan, apa kira-kira pesan yang sedang diberikan oleh Tuhan melalui apa yang kita lihat tersebut.

Semisal kita melihat pohon di sekitar kita, apa yang kita bisa dapatkan pesan Tuhan melalui pohon tersebut.

Semisal Pohon itu ternyata telah memberikan pesan, "bertumbuh" atau "mati".

Tidak ada pohon yang tidak bertumbuh, jika ia sudah tidak lagi bertumbuh pasti ia mati.

Begitu juga dengan kesadaran kita, pemahaman kita. Jika kita tidak lagi bertumbuh itu artinya ia telah mati, dalam jasad yang seolah-olah hidup.

Itulah mengapa setiap anak kecil selalu bertumbuh secara fisik dan bertanya ? karena bertanya adalah cara manusia bertumbuh secara mental dan kesadaran.

Itulah mengapa setiap anak kecil selalu ingin tahu apa saja, karena ingin tahu adalah cara manusia bertumbuh secara mental dan kesadaran.

Itulah mengapa setiap anak kecil ingin selalu bergerak dan tidak bisa duduk manis seperti orang dewasa (yang sudah mati suri) karena bergerak itu adalah cara manusia bertumbuh secara mental dan kesadaran.

Ah tapi sayangnya tidak banyak orang tua dan guru yang suka jika anaknya/muridnya terlalu sering bertanya.

Ah tapi sayangnya tidak banyak guru yang suka jika anaknya/muridnya selalu ingin tahu apa saja yang ada di dekatnya.

Ah tapi sayangnya tidak banyak orang tua dan guru yang suka jika anaknya/muridnya selalu bergerak dan tidak bisa duduk manis sambil menulis.

Jadilah kemudian anak-anak yang pada awalnya bertumbuh seperti tunas kecil pohon untuk bisa menjadi besar dan berguna ini, kini perlahan berhenti bertumbuh, kerdil dan mati secara mental. Ter-bonsai habis-habisan di rumahnya juga di sekolahnya.

Itulah yang sedang di alami oleh anak-anak di negeri ini, jika dibiarkan terus kelak mereka akan tumbuh menjadi orang dewasa dengan kesadaran dan pikiran yang mati di dalam jasad-jasad yang bergerak dan berjalan.





Dan begitulah, ketika dewasa mereka jadi manusia yang seolah-olah hidup tapi mental, kesadaran, dan hati nuraninya telah mati.

Itulah mengapa negeri ini menjadi seperti ini jadinya.

Itulah mengapa saya memilih untuk menjadi seorang guru, bagi tunas-tunas kecil yang sedang tumbuh secara alami dan pohon besar yang mulai mau bergeliat untuk kembali bertumbuh menjadi manusia yang berkesadaran.

Itulah mengapa kami mendirikan sekolah kami sendiri, dengan sistem yang kami ciptakan sendiri dengan guru-guru yang kami pilih sendiri.

Karena kami ingin membiarkan anak-anak ini bertumbuh dan terus bertumbuh secara alami dan sehat.

Kami ingin membiarkan mereka bertanya dan terus bertanya tentang apa saja tanpa harus takut dibilang bodoh dan mengganggu.

Kami ingin mereka bergerak memenuhi rasa ingin tahunya yang tak kunjung padam tanpa harus di bentak, dimarahi apa lagi di hukum dan dipermalukan di depan kelas.

Aku ingin anak-anakku di rumah juga anak-anakku di sekolahku bertumbuh dan terus bertumbuh kesadarannya, mentalnya dan tidak hanya fisiknya saja.

Aku ingin menciptkan generasi baru manusia dewasa yang terus hidup dan bertumbuh kesadaran mental dan hatinya.

Karena aku ingin bisa menghidupkan kembali pohon-pohon lama yang bernama PARA ORANG TUA DAN GURU, yang dulu pernah sempat berhibernasi/mati suri dan layu karena pernah di asuh, dididik oleh orang tua atau sistem sekolah yang tidak membiarkan mereka bertumbuh secara mental dan kesadaran.

Tapi persoalan terbesarnya adalah aku sendiri masih mati suri dan sedang bergeliat dan belajar untuk bertumbuh kembali, para guru kami juga mengalami hal yang sama, karena kita dulu dididik dengna pola yang sama dan bersekolah di sistem yang sama.

Tapi semoga Tuhan selalu menuntun setiap langkah kita semua untuk bisa kembali bertumbuh secara alamiah mental dan kesadarannya, persis seperti dulu waktu kita masih anak-anak.

Dan tahukah kamu nak, itu baru sebagian kecil dari pesan Tuhan yang diberikan melalui pohon, dan masih banyak lagi pesan-pesan tersembunyi yang masih bisa kita dapatkan dari sebatang pohon.






Nak, sekarang giliran mu, coba kamu perhatikan lagi pohon di sekitar mu, renungkanlah apa pesan yang berhasil kamu temukan dari pohon tersebut selain dari yang ayah sudah jelaskan.

Itulah arti hidup yang sesungguhnya, belajar dan bertumbuh dari apa saja yang kita rasakan, lihat, alami dan temukan di setiap detak jantung kehidupan yang kita jalani.

Jangan sia-siakan waktumu, karena hidup ini begitu berharga.

Teruslah bertanya nak, teruslah belajar dan teruslah bertumbuh hingga kita benar-benar sudah tidak bisa bertumbuh lagi dan tiba saatnya harus kembali kepadaNya.

Sebuah dialog antara guru dan murid dalam memaknai arti kehidupan ini.
By ayah edy
www.ayahkita.com

1 komentar: