SATU-SATUNYA SITUS RESMI AYAH EDY

SATU-SATUNYA SITUS RESMI AYAH EDY
Bagaimana caranya..? Gabung di FB: komunitas ayah edy, download talkshow di www.ayahedy.tk

Sunday, November 8, 2015

KECEMBURUAN KAKAK PADA ADIKNYA ?


DUH GIMANA SOLUSINYA YA?
Please please help me ayah.... URGENT nih !



TANYA:
Hallo ayah Edy namaku Prita, ih seneng banget deh pernah lihat ayah di Metro tv, bagus banget ulasannya, sayangnya cuma sebentar banget dan hanya ada sekali-sekali aja, moga-moga ayah juga punya program tv tetap di Metro tv ya ayah.

Begini lho ayah aku mo tanya aku kan punya 2 orang anak nih, yang satu 2 th lebih dikit dan satunya lagi baru 8 bulan.

Masalahnya kakaknya sering iri kalo aku lagi ngurus adiknya, nah seremnya kadang-kadang kalo aku lengah dikit, adiknya suka di dudukin dan kadang di cubit, di jewer atau apalah pokoknya disakiti gitulah.

Nah gimana ya ayah biar kakaknya bisa sayang sama adiknya..? Please...10x tolong cepetan di jawab ya ayah, urgent nich, aku stress bgt karena kejadiannya hampir setiap hari.

thanks berat dan sukses selalu untuk ayah. di tunggu lagi ya show-shownya di tv.

JAWAB:
Bu Prita yang baik,

Memiliki anak dengan jarak yang berdekatan memang memiliki sisi positif dan negatif, sisi negatifnya adalah tentunya ibu akan mengalokasikan waktu dan tenaga jauh lebih besar karena mereka berdua masih membutuhkan pola asuh dan kebutuhan yang hampir mirip, namun sisi positifnya adalah manakala kita berhasil mendidik mereka berdua dengan tepat maka mereka akan sangat cepat sekali dalam proses pembelajaran, karena satu sama lain akan saling menstimulasi, saling mencontoh dan mencontohkan.

Dengan jarak lahir yang berdekatan maka mereka akan memiliki teman bermain sebaya sehingga nanti saat mereka sudah sama-sama balita, ibu bisa memiliki waktu lebih untuk mengurusi kebutuhan ibu sendiri dan rumah tangga lainnya.

Namun sebaliknya jika pola asuh kita kurang tepat maka mereka akan saling cemburu dan berebut untuk mendapatkan perhatian orang tuanya dan hal ini akan menyita waktu juga emosi ibu dan anak ibu hampir setiap hari.

Untuk itu mari coba renungkan sejenak agar kita bisa membaca apa yang sesungguhnya sedang terjadi pada si kakak dengan prilakunya yang mengganggu adiknya tersebut.

Sebelum kehadiran adiknya, kira-kira 8 bulan yang lalu atau tepatnya pada saat usia si kakak 14 bulan, selama hampir 2 tahun sejak masa kelahirannya, si kakak mendapat perhatian penuh dari ibu, sementara pada usianya yang sesungguhnya masih batita dan masih membutuhkan perhatian itu, si kakak mulai terganggu dengan proses awal-awal kehamilan ibu (masa ngidam) hingga menjelang proses persalinan. Namun semua gangguan itu masih dapat di toleransi oleh si kakak.

Sebenarnya pada saat usia si kakak masih batita rasa ingin diperhatikan dan memiliki orang tuanya secara utuh masih sangat besar sekali oleh karena itu pada saat kelahiran adiknya si kakak merasa kehilangan hampir semua yang ia miliki, baik perhatian, kasih sayang dsb, bahkan tak jarang ia melihat ibu tidak lagi ramah dan sering tersenyum seperti dulu lagi. Dan bahkan yang membuatnya sangat kecewa ibu kini mulai sering memarahi dan berlaku kasar padanya karena ibu menganggap bahwa ia mengganggu sementara si kakak belum memiliki kemampuan verbal untuk mengungkapkan perasaannya.

Logika dasar sang kakak cepat sekali menangkap bahwa akar masalahnya adalah adiknya yang baru di lahirkan. Nah sejak itulah secara alami mulailah timbul keinginan untuk melampiaskan perasaan kesalnya pada orang tuanya namun karena tidak berhasil maka akhirnya ia menimpakan semua kesalahan pada adiknya yang tidak berdaya.

Lalu bagaimana agar hal ini tidak terjadi lagi ? Ya... persis kita harus memenuhi yang menjadi kebutuhan si Kakak yakni perhatian dan rasa kasih sayang.

Caranya bagaimana.?

1. Rumusnya adalah Libatkan si kakak pada saat ibu mengurusi adiknya, pada saat ibu ingin membantu si kecil maka yang jauh lebih ibu perhatikan adalah si kakak.Ajaklah kakak untuk terlibat membantu ibu untuk menyiapkan kebutuhan adiknya mulai dari popok, bedak dsb. Minta si kakak untuk mengambilkannya dengan penuh suara lembuh dan kasih sayang.

2. Puji dan peluklah si kakak jika dia bisa melakukannya dengan benar, katakan kakak anak mama yang hebat dan luar biasa mama sayang sekali sama kakak.

3. Ajak si kakak membantu pekerjaan ringan untuk adiknya seperti menaburkan bedak, mengelus bedak dengan tangannya pelan-pelan, intinya adalah terus libatkan kakaknya dan beri perhatian, pujian, pelukan pada saat si kakak melakukannya dengan benar.

4. Perlihatkan sikap tidak suka kita pada si kakak jika dia mengganggu, lalu ajaklah ia untuk membantu adiknya dengan mencontohkannya dan mengajak kakaknya mempraktekannya dengan bahasa yang lemah lembut.

5. Jangan khawatir jika pada awalnya sang kakak menolak, tidak mau terlibat, jangan dimarahi, tetap gunakan suara lembut karena ia masih memiliki memori yang negatif terhadap ibu sejak kelahiran adiknya, si kakak perlu waktu untuk bisa berubah. Berilah kesempatan untuk berubah.

Ibu Prita yang baik, percayalah jika ibu bersabar dan terus berusaha pasti berhasil, karena kami telah mempraktekan pada anak kami yang kebetulan juga mengalami kasus yang sama, dan hasilnya sungguh membahagiakan sekali.

Selamat mencoba ya bun, Semangat, bunda pasti bisa !!

-ayah edy-
Pimpinan Sekolah Maha Karya Gangga
Pendiri Gerakan Membangun Indonesia yang kuat dari keluarga
Penulis buku-buku parenting

www.ayahkita.com

MARI BELAJAR KEMBALI DARI ANAK-ANAK

RENUNGAN KEHIDUPAN UNTUK KITA SEMUA


Beberapa anak asyik bermain-main di pelataran. Saking tenggelam mereka dalam permainan, panggilan Ayah dan Ibu mereka yang mengingatkan untuk belajar dan mengerjakan tugas rumah dan sekolah, seakan lenyap terhembus angin.

Namun sesaat kemudian terdengar tangis di antara mereka. Tangis kesakitan. Rupanya ada kejadian yang menciptakan luka tubuh dalam permainan itu. Berhamburanlah mereka mendatangi Ayah dan Ibu untuk mengadu dan minta kesembuhan dari rasa sakit.

Melihat semua itu, angin berhembus lembut seperti membacakan makna yang ada.

"Wahai Manusia, begitulah kebanyakan para manusia di kehidupan ini. Ada yang tenggelam dalam permainan duniawi atau tenggelam dalam mimpi-mimpi saat Jiwa mereka tertidur dalam tubuh manusia itu.

Mereka lupa panggilan Tuhan Semesta yang mengingatkan untuk belajar.

Baru setelah permainan peran duniawi itu menghadirkan rasa sakit pada tubuh dan batin mereka, saat itu semua berhamburan mengadu dan memohon perlindungan dan kesembuhan pada Tuhan."

"Jika seandainya kita tidak harus menunggu datangnya sakit untuk menikmati kehidupan sambil mempelajari pengetahuan dan rasa yang ada, kenapa mesti memilih menderita dulu supaya tersadar untuk mulai belajar?"


by Dr Mustika W

APAKAH ANAK KITA DI NYATAKAN HIPERAKTIF ATAU ADHD ?



Ini bukan ciri-ciri anak Hiperaktif atau sejenisnya, melainkan ciri-ciri anak....

Ah lebih baik kita baca dulu deh ciri-ciri selengkapnya.... biar tidak salah diagnosis dan salah kelola. 

klik:  http://ayahkita.blogspot.co.id/2009/06/mungkin-anak-kita-bukan-bodoh-atau.html

Kami bisanya banyak menemukan tipe ciri-ciri anak yang seperti ini saat kami menyelenggarakan program OBSERVASI ANAK.

Info lengkap program Observasi Anak bisa di baca di:
www.ayahkita.blogspot.com


atau klik: https://www.facebook.com/Komunitas-AYAH-EDY-141694892568287/


WAJIB BELAJAR BUKAN WAJIB SEKOLAH !

WAJIB BELAJAR itu adalah kewajiban belajar bagi seorang anak DIMANA SAJA, KAPAN SAJA DAN DENGAN CARA APA SAJA. Bukan hanya terbatas di atas meja dan didalam kelas.

Guru itu bisa siapa saja yang memiliki pengetahuan dan mampu membangkitkan semangat belajar seorang anak, tidak harus berpakaian layaknya seorang guru pengajar di sekolah.

Jika makna wajib belajar ini kita pahami dengan benar niscaya tidak ada satu anakpun yang tidak pintar terlepas itu anak desa atau anak perkotaan besar.

-ayah edy-


Sumber foto dari http://www.nowtes.com/14-foto-anak-anak-di-pedesaan/


ANAK OTAK KANAN DI SEKOLAH DENGAN SISTEM OTAK KIRI

Jika anak kita memiliki Ciri-ciri mirip seperti ini sebaiknya kita menyaksikan film ini "Taare Zameen Par" 

dan membaca link ini: http://ayahkita.blogspot.co.id/2009/06/mungkin-anak-kita-bukan-bodoh-atau.html

Berikut ciri-cirinya:

1. Sulit mengikuti pelajaran disekolah.

2. Terlambat bicara dibandingkan anak seusianya

3. Pada awal-awal sering lebih kuat tangan kiri (kidal) dan sering terbalik memakai sendal/sepatu.

4. Jika berbicara tidak runtut dan sistematis dan sulit dipahami maksudnya./bicara melompat-lompat antar satu topik dengan lainnya.

5. Persaannya sangat sensitif/peka, emosional cenderung moody (mengerjakan sesuatu sesuai mood)

6. Sulit mengungkapkan keinginannya dalam bentuk kata/kalimat atau sulit menyusun kalimat untuk mengungkapkan perasaannya.

7. Cepat hafal tempat/lokasi, tanda-tanda dan rute perjalanan kesatu tempat yang pernah dikunjungi meskipun hanya sekali.

8. Sering bicara tidak nyambung dengan pertanyaan.

9. Kadang suka berkhayal dan bicara sendiri menceritakan fantasinya

10. Kadang bercerita ke satu tempat yang sebenarnya belum pernah di kunjunginya seolah-olah seperti nyata.

11. Konsentrasi rendah pada pekerjaan yang kurang disukainya/diminta oleh gurunya tapi sangat tinggi pada hal-hal yang menarik perhatiannya.

12. Sering membuat cara baru dalam menyelesaikan tugas/soal-soal dan kurang suka cara yang di ajarkan oleh gurunya.

13. Lebih suka permainan rangcang bangun seperti lego dsb.

14. Suka keluar dari kelompok dan melakukan aktivitasnya sendiri.

15. Sebagian ada yang sudah tahu membedakan jenis-jenis benda; seperti merek mobil, jenis pesawat dsb. dalam usia yang relatif sangat dini

16. Sulit diajari mengeja suku kata

17. Waktu kecil sulit membedakan huruf d dengan b

18. Jika menulis huruf sering terbalik antara W dengan M atau E dengan 3

19. Sulit mengerjakan soal-soal matematika logika/rumus-rumus

20. Sebagian lagi sulit mamahami maksud dari soal cerita matematika kecuali diberikan contoh analogi/perumpamaan dengan menggunakan alat bantu benda-benda.

21. Sering memandang ke atas dan terlihat seperti melamun

22. Kurang suka mencatat dan lebih suka memenuhi bukunya dengan gambar disana-sini.

23. Sering membaca melompat dan beberapa kata tertinggal atau terlompati

24. Jika sudah mengenal huruf/angka, ia mampu membaca urutan huruf/angka dari belakang atau dengan urutan terbalik dengan cepat & tepat.

25 Selalu menghindar jika di ajak belajar baca atau menulis, dengan berbagai alasan. Dan lebih suka menggambar atau bermain.


by ayah edy


MENGAPA MENANAMKAN PENDIDIKAN AKHLAK, KEJUJURAN DAN KARAKTER SEJAK USIA DINI ITU LEBH PENTING DARI MENGAJARI ANAK CALISTUNG ?



Suatu hari ada seorang yang bertanya pada seorang ahli tentang mengapa negara kita bisa kekurangan pasokan energi listrik?

Apakah bangsa kita tidak mampu membangun PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA ANGIN misalnya.  Kan negara kita kepulauan jadi mestinya tenaga angin sangat melimpah?

Begini pak, jawab sang Tenaga Ahli;

"Kita ini bangsa yang sangat hebat sekali untuk mengadopsi dan membangun teknologi apapun, karena kemampuan intelejensia anak-anak Indonesia gak kalah sama otak orang asing, jadi sesungguhnya bagi kita mudah saja untuk membangun PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA ANGIN dimana-mana, dan bahkan kalau perlu di halaman rumah kita.

Tapi itu lho masalahnya, yang susah itu adalah menjaga alat tersebut untuk tetap berada pada tempatnya.

Jangankan pembangkit listrik yang terbuat dari besi dan aluminium, itu ujung pagar rumah saya yang tombaknya terbuat dari besi tua saja satu pesatu habis di curi orang. 

Apalagi melihat baling-baling besi di tengah lapangan, bisa-bisa baru dipasang kemarin dalam waktu kurang dari 1 bulan sudah raib di gondol maling."

Mari kita renungkan bersama.

Masihkah kita tidak menyadari pentingnya mendidik akhlak dan etika moral anak kita sejak usia dini ?

by ayah edy

www.ayahkita.comBakungsari

BELL MOBIL JEMPUTAN SEKOLAH VS BELL PENJUAL KUE DAN GULALI KELILING



Seorang pedagang kue dan gulali berkeliling sore ini memasuki gang-gang pemukiman, saat anak-anak masih terlelap dalam tidur siang mereka.

Di luar sana terdengar irama musik khas yang dibawa bersama motor tuanya.

Ia berhenti dan membiarkan musik itu memanggil hasrat anak-anak untuk berduyun mendatanginya.

Dan benar saja, si Gandhi kecil yang sedang tertidur siang tadi, serta merta melonjak bangun dari tidurnya dan berlarian keluar, merajuk pada ibunya agar dibelikan kue dan gulali kesukaannya.

Meski lama mencoba berdalih bahwa si Ibu tidak punya uang untuk membelikan gulali dan kue itu, si kecil tetap merayu dan memaksa ibunya mendekati si penjual. 

Ditakut-takuti dengan risiko sakit gigi atau sakit lain akibat kue manis, tiada guna mencegah si kecil.

Apa yang membuat si kecil tak kuasa menolak panggilan musik dan manisnya kue dan gulali?

Tentu saja karena semua itu kesukaannya dan si penjual mengerti betul bagaimana menarik hasrat Jiwa si kecil.

Namun kondisi terbalik terjadi setiap pagi. Saat bel mobil jemputan sekolah berdentang, Jiwa anak-anak malah lebih sering merasa akan dipanggil memasuki ruang neraka.

Betapa pun si ibu mengiming-imingi manfaat belajar dan sekolah pada anaknya, si kecil  malah merajuk untuk diijinkan bolos dan tinggal di rumah.

Bahkan dengan dana sekolah yang mencukupi untuk membeli segala peralatan sekolah, tak cukup untuk membuat Jiwa si kecil mencintai sekolah dan belajar di dalamnya.

Apa sesungguhnya yang sedang terjadi? Adakah bel sekolah tidak mampu mewakili indahnya belajar di dalam kelas? Karena bel sekolah lebih mirip bel di asrama tentara?

Atau indahnya pengetahuan alam mesta tertutupi oleh sangarnya wajah-wajah pengajar yang sepi oleh pancaran cinta kasih?

Pengetahuan itu manis, tapi menjadi pahit oleh ketiadaan senyum yang menyapa murid-murid saat tiba di ruang sekolah.

Si penjual kue dan gulali, yang tak pernah mengenyam sekolah itu, ternyata lebih mengerti bagaimana memanggil Jiwa anak-anak untuk mendekat pada apa yang ditawarkannya.

Kisah sang penjaja gulali ini sesungguhnya sedang mengetuk rasa penasaran kita semua untuk bisa membangun ruang dan waktu belajar yang menyenangkan bagi Jiwa anak-anak kita di sekolah.

Mari kita renungkan bersama.


by Dr Mustika 

PENGALAMANKU BERSAMA KEDUA ANAKKU SAAT BERADA DI TEMPAT UMUM



Ayah bunda, mama papa, umi abi  tercinta, apa kabarnya hari ini?

Ijinkanlah kami berbagi cerita dan pengalaman kami bersama kedua anak kami.

Kemarin malam kami sedang mengantar kedua anak kami kursus sementara bundanya sedang sibuk dengan pekerjaan di rumah, namun karena seperti hari-hari sebelumnya tepat di jam anak-anak kursus lampu PLN mati lagi,  jadi semua murid dipulangkan, jadi kami alihkan acaranya untuk mengajak makan malam di salah satu pusat perbelanjaan terdekat.

Seperti biasa kami bertiga memesan makanan, dan tak lama kemudian  , datang kedua orang tua bersama 2 puterinya yang satu kira2 berumur 4 tahun dan satunya lagi sepertinya baru 2 tahun.

Tak lama kemudian kedua anak kami mendengar dari meja sebelah anak pertamanya mulai merengek-rengek pada bundanya, entah apa yang dimintanya, kemduan kami dengar bundanya berusaha mengatasi sebisanya dengan suara agak tinggi dan mulai berteriak, sementara sanga ayah tenang2 saja.

Rengekan anaknya tidak lantas menjadi mereda dengan teriakan bundanya, dan bahkan mulai diikuiti oleh rengekan adiknya yang kemudian berusaha ditenangkan oleh ayahnya.

Terlihat sekali bahwa kedua orang tua ini tidak tahu bagaimana caranya menenangkan anak yang sedang "merengek marah atau tantrum" ditempat umum.

Salah satu kalimat yang kami dengar bersama anak-anak kami adalah; "Kamu ini selalu saja begini dan bikin malu mama saja",  "Kalau kamu begini terus kita pulang saja ya".

Kalimat semacam itulah yang kami dengar di ulang-ulang tapi sang Bunda tetap disana dan tidak pernah benar-benar mengajak anaknya pulang.  Dalam buku kami yang berjudul 37 kebiasaan orang tua yang menghasilkan perilaku buruk anak ini disebut NATO  (No Action Talk Only)  dan kebiasaan inilah yang telah membuat si anak tahu bahwa ancaman orang tuanya hanyalah omong kosong yang tidak pernah terbukti.

Sambil menunggu makanan kami datang, ahrinya kami bertiga jagi memperhatikan semua kejadian tersebut.  Dan tiba-tiba saja Dimas anak kami bicara,  Ayah sepertinya kedua orang tuanya belum belajar parenting ya..?  itu lihat anaknya terus saja merengek dan orang tuanya terus bicara keras....

Dan kejadian ini sebenarnya sudah sering kali kami lihat dan dengar, terutama saat kami berada di tempat-tempat umum semisal pusat perbelanjaan umum, di tempat-tempat makan, di tempat main anak, di tempat rekreasi keluarga dll. 

Jadi kesimpulan kami ternyata masih ada banyak orang tua yang belum mengenal PARENTING sehingga masih mengalami kesulitan dalam mendidik anaknya.

Tiba-tiba saya tersadar oleh ucapan Dimas anak saya,  ingin rasanya menawarkan bantuan pada kedua orang tua tersebut, tapi tentu saja hal ini bisa jadi malah akan ditanggapi lain oleh orang yang kita tawarkan bantuan,  dan sayang sekali bahwa CD Parenting kami yang biasa kami bawa-bawa kebetulan sedang habis, jadi kami tidak bisa menitipkan CD ini kepada kedua orang tua tadi untuk di dengarkan.

Nah melalui face book ini sy pikir mudah-mudahan akan menjadi sarana yang tepat untuk berbagi masalah dan solusi Parenting Keluarga, semoga saja jika ada diantara kita yang mengalami hal ini bisa dan mau membaca artikel ini dan membeli buku 37 Kebiasaan Orang Tua yang melahirkan perilaku buruk anak.

Semoga saja melalui sarana ini kita bisa membagi-bagikan artikel ini padar teman, sahabat dan keluarga kita yang masih mengalami kesulitan mengatasi masalah ini.

Terimakasih kami ucapkan pada ayah bunda yang sudah mau berbagi artikel ini pada orang lain atau keluarga dekat.

by ayah edy


Berikut artikel yang bisa membantu para orang tua yang mengalami masalah Anak yang merengek atau tantrum di tempat umum.  klik link berikut ini:  https://www.facebook.com/permalink.php?story_fbid=928666260537809&id=141694892568287

Penting dibaca setiap orang tua...



SEBUAH KOMEN YANG PERLU DI CERMATI DARI SEORANG BUNDA YANG ANAKNYA SUKA MERENGEK DAN MENGAMUK DI TEMPAT UMUM;

(dari posting sebelumnya tentang anak yang suka mengamuk untuk memakasakan keinginannya)

Berikut kira-kira isi komentarnya:

Hmmm.. kalau lagi marah di tempat umum, Anakku sich sampe ngerobek jilbab ma baju bundanya.

Kdg terpaksa diturutin drpd emaknya telanj**g di tempat umum.
Tp kdg jg nurut di kasih tau. Anak2 ya tetep anak2..

Like · Reply · Message · November 3 at 8:42am

Komentar Ayah Edy

Wah jika pola-pola asuh seperti ini yang kita lakukan, menurut pengalaman kami ini sangat berbahaya jika dibiarkan akan terus berlanjut sampai besar jika marah ia akan merusak barang dan menyakiti orang lain.

Apa yang dulu pernah kami lakukan pada saat anak kami merengek kemudian meningkat menjadi marah dan mengamuk kemudian berbuat merusak semisal menarik baju bunda atau bahkan merobek jilbab bundanya, maka segera kami akan katakan padanya konsekuensi tambahan yang lebih berat untuk perilaku merusak tersebut, hingga anak tidak malah mendapat angin dengan melakukan hal2 yang merusak.  Kemudian karena takut dan malu dilihat orang lantas malah kita kabulkan permintaannya.

Jika itu yang kita lakukan, maka Itu sama dengan memberi hadiah pada perilaku buruk anak (Baca buku 37 Kebiasaan Orang Tua yang melahirkan perilaku buruk anak)

Dan anak akan menggunakan cara-cara yang sama untuk kesempatan berikutnya. Tentu saja kita akan semakin kewalahan karena anak akan semakin berani melakukan perusakan yang lebih besar jika kita tidak turuti permintaannya.

Perilaku semacam ini dulu pernah terjadi pada anak kami, tapi karena kami jelas dan tegas menerapkannya sekarang tidak pernah lagi terjadi, karena dia tahu setiap tindakan yang merusak dan mengganggu orang lain akan mendapat konsekuensi atau punishment tambahan yang lebih berat.

Dan dalam buku kami (37 kebiasaan ortu yang menghasilkan perilaku buruk anak)  tidak mengijinkan ada permalukman "ya maklumlah namanya juga anak2". 

Mengapa kami tidak membolehkan melakukan permaluman dengan kata-kata "Ya namanya juga anak-anak ya tetap saja anak-anak"

Karena justru anak2 itu sejatinya sangat cerdas sekali membaca pola asuh orang tuanya dan mencari celah untuk melakukan seperti ini dan memaksa orang tua untuk mengikuti semua keinginannya.

Itulah mengapa ada anak yang bisa di hentikan kebiasaan buruknya oleh orang tuanya tapi ada juga yang tidak. 

Semuanya tergantung apakah kita tegas atau mau terus memberikan PERMALUMAN dan MENGALAH pada prilaku buruk dan perlawanan anak kita atau kita tegas.

Mendidik anak itu perlu KASIH SAYANG dan KASIH TEGAS  sesuai situasi dan kondisi yang dibutuhkan.


Like · Reply · Commented on by Ayah Edy Wiyono · Just now

by ayah edy


APA RENCANA LIBURAN AKHIR TAHUN 2015 KALI INI ? SUDAH PUNYA ?



MENGAPA TIDAK IKUTAN PROGRAM OBSERVASI ANAK  DI DEKAT PANTAI LOVINA BALI SAMBIL LIBURAN AKHIR TAHUN BERSAMA KELUARGA ?

Berikut adalah tulisan Bunda Rini yang pernah mengikuti program Observasi Anak Edisi Liburan Sekolah.

Selama liburan akhir tahun kemarin, keluarga kami tidak merayakannya dengan pergi ke suatu tempat, tapi kami mengisinya dengan program observasi yg diikuti oleh Emir di sekolah star international yg dikelola ayah edy. program ini kami ketahui dari FP ayah edy, kebetulan saya dan suami mengikuti FP dan web beliau. awal mengenal siapa ayah edy ketika masih bekerja di sekolah, kira2 tahun 2007 yg lalu. namun karena saat itu masih single dan belum mempunyai anak, saya hanya mengetahui beliau melalui info dari sesama rekan kerja dan internet. setelah menikah dan mempunyai anak mulailah rutin mem-follow FP dan webnya serta membeli setiap buku yg beliau tulis.

mempunyai anak yg istimewa seperti emir memang membutuhkan kesabaran dan kerjasama yg kuat dengan suami, dari awal tidak bisa bicara, kami terapi sampai di diagnosa autis, semua sudah kami lalui, akhirnya memang insting seorang ibu selalu lebih kuat, alhamdulillah saat ini semua permasalahan emir sudah terjawab, dan melalui program observasi yg kami ikuti hasilnya pun hampir sama dengan apa yg kami bayangkan.

program observasi ini dilaksanakan setiap liburan sekolah, untuk pendaftaran di tahun 2015 ini sudah dibuka, dan hanya menerima 50 siswa saja. alhamdulillah Emir tahun lalu tepatnya di bulan Oktober ketika saya daftarkan masih diterima untuk mengikuti observasi ini, padahal yg mendaftar ada 600 siswa dari seluruh Indonesia dan LN juga loh, ada satu siswa yg kebetulan tinggal di Sdyney, Australia pada observasi bulan Desember 2014 kemarin, luar biasa sekali ya smile emoticon.

Observasi ini berlangsung mulai tanggal 22 Desember 2014 - 2 Januari 2015. selama 9 hari emir bersekolah disana dan masuk dalam kelompok A. selama obsevasi emir terlihat antusias dan sangat gembira, setiap pergi dan pulang ia selalu menceritakan kegiatannya disekolah dengan semangat. selama berlangsungnya observasi papa emir rela mengambil cuti selama 2 minggu demi mengantar dan menjemput emir. thank you so much papa smile emoticon.

di akhir observasi tiba2 ayah edy datang dan memberikan seminar/talk show gratis bagi orang tua yg ikut observasi. sayangnya karena setiap hari kami tidak menunggu emir hanya mendrop dan menjemput jadi kami tidak sempat mengikuti seminarnya hanya di last minute terakhir saja...hik2.

Tanggal 6 Januari kemarin akhirnya kami menemui asisten ayah edy yg memberikan hasil obervasi emir, yg menangani anak2 usia TK dan SD, untuk SMP dan SMA ayah edy yg menanganinya. nah disini ada kejadian unik menurut saya, ketika dibagikan jadwal interview untuk hasil observasi ada beberapa orang tua yg protes karena bukan ayah edy yg menangani dan meng-interview mereka, disinilah kita sebagai orang tua harus lebih bijak dan berhati2 serta lebih teliti untuk menggali sebanyak mungkin informasi apabila kita ingin mengikuti suatu acara atau apapun itu, jangan menyesal dan berbicara yg jelek dibelakang hari ya, harus pro aktif ya smile emoticon.

dari hasil observasi diketahui bahwa emir adalah anak dengan dominan otak kanan, tapi bukan otak kanan yg ekstrim. anak dengan dominan otak kanan adalah anak yg kreatif ygmempunyai ciri:
1. berpikir dengan ber imajinasi
2. sulit membaca terutama bersuara, lebih nyaman dalam hati dan lebih menonjol di lisan.
3. sulit memenuhi target karena perlu ketenangan
4. jika diberi batas waktu panik
5. tidak suka diperintah lebih senang berdialog
6. hanya ingin dengan apa yg ingin dikerjakan
7. sulit mngeja dan menghitung, mengeja melompat
8. berpikir dengan gambar
9. sulit mengikuti pelajaran diskolah karena biasanya pelajaran dirancang untuk anak otak kiri
10. sulit berbicara terartur karena berpikirnya random (acak)
11. lebih aktif organ tubuh kiri
12. peka, sensitif, emosional dan meledak ledak
13. sulit menyusun kata dan mengeja
14. mudah menghahapal tempat
15. jika berbicara sering tidak nyambung dengan pertanyaan
16. sering berbicara sendiri karena berpikir dengan imajinasi
17. kurang senang mencatat lebih senang menggambar
18. membaca sering terlompati beberapa kata
19. mengenal jenis secara detail
20. sulit membedakan b dan d

dll....masih banyak lainnya grin emoticon, ciri anak otak kanan yg paling sering terlihat adalah keterlambatan bicara, semakin lama bicaranya semakin ekstrim otak kanannya.
Jenis Kecerdasan

ada 9 jenis kecerdasan menurut Dr Howard Gardner, diantaranya adalah :
1. Cerdas Verbal/lingusitic/bahasa
2. cerdas spasial / visual
3. cerdas logical/math
4. cerdas music
5. cerdas kinestetis/gerak/body
6. cerdas naturalis/ alam
7. cerdas intrapersonal
8. cerdas cerdas interpersonal
9. cerdas existencial

setiap manusia itu punya 3 - 4 kecerdasan yg kuat / dominan yg merupakan bawaan/ bakat, selebihnya bisa distimulasi. selama ini disekolah2 yg ada hanya 2 kecerdasan saja yg diakui yaitu logic dan bahasa yg lainnya tidak dianggap, sehingga anak2 dengan otak kanan atau kecerdasan selain yg 2 tersebut dianggap bodoh atau tidak pintar dll sebagainya. selain kecerdasan bawaan kita bisa menambahkan kecerdasan lain dengan menstimulasinya namunhanya batas minimum saja apabila dipaksakan akan membuat seseorang tidak happy, itulah yg terjadi saat ini, hampir semua orang bekerja di bidang yg bukan merupakan kecerdasaannya atau yg diminatinya. lain halnya apabila anak distimulasi di kecerdasaan bawaanya akan menjadikannya hebat/ahli di bidangnya dan menjadikannya bahagia dengan pekerjaan / apa yg dilakukannya.

dari 9 kecerdasaan yg ada emir mempunyai 3 kecerdasaan bawaan yaitu :
1. kinestetis
senang bergerak, kegiatan yg melibatkan tenaga / fisik, melompat, berlari, kerajinan tangan, mewarnai, membongkar , menyusun, main kotor2an, dan mudah menguasi olahraga. contohya bisa menjadi atlit
2. Verbal/liguistic/bahasa,
berbicara dengan tata bahasa yg baik, senang mengumpulkan kata2 baru, menikmati mendengarkan bahasa lisan, menyukai permainan kata, membaca buku, tulisan kreatif, hafal nama, alamat, tempat, tanggal dan lain2.
contoh: ahli bahasa/bisa menguasai beberapa bahasa, penulis, penyair.
3. Logismatematis
suka berpikir secara matematis, senang mengukur, berhitung, menyukai alat pertukangan, suka mengajukan pertanyaan mengapa? menjelaskan masalah secara logis, mudah dan cepat memahami sebab akibat suatu persoalan.
contoh: penemu, scientis, dll

Tipe Kepribadian
sanguin dan koleris ;
sanguin : semangat, bergairah, meledak ledak, kreatif, banyak ide, verbal, cepat karab, up to date, lebih suka bicara global , penuh perhatian, kurang disiplin dan asertif.

koleris : tekad kuat, bahas tuntas, orientasi pada hasil dan biaya, cekatan dan sigap, ingin menguasai, ingin selalu segera, risk taker, efektif dan efisien, pekerja keras, merasa selalu benar, penuh trik2, tidak perduli, tidak sabaran, keras kepala.

anak sanguin - koleris cenderung ekpresif, tegas dan banyak ide, maka membutuhkan pendekatan model dialog, kepastian dan konsisten. tidak tahan terhadap bentakan dan hentakan serta terlalu banyak larangan. tipe seperti ini sangat suka orang tua yg cekatan, ia tipe leader yg tidak suka sering2 diperintah dan diatur, tapi sebaliknya suka memerintah dan mengatur, suka diberi pujian.

Gaya Belajar
gaya belajar emir ada 3 macam yg sesuai dengan kepribadian dan kecerdasannya :
1. Auditory : mendengar, berdialog
2. kinestetik : bergerak , menyentuh
3. visual: melihat gambar, bentuk

gaya belajar anak auditory - kinestetik - visual adalah dengan cara melihat fisik yaitu ekplorasi dan ekperimen, dapat mengingat dengan baik jika melakukan gerakan tertentu, komunikasi dengan intonasi yg jelas, tegas dan antusias, akan tertekan dengan kesempurnaan yg berlebihan dan gaya belajar yg monoton.

dari kesimpulan diatas emir tidak cocok belajar disekolah yg konvensional, dan akan merasa tertekan apabila dipaksakan dengan gaya belajar konvensional yg monoton. ia akan lebih berkembang dan bahagia dengan gaya belajar active learning: misal sekolah alam, kurikulum active learning.

Emir termasuk anak dengan IQ yg tinggi apabila melihat kecerdasaanya, apabila di didik dengan benar Emir adalah calon seorang pemimpin yg hebat, penemu, pencipta dan berbagai profesi kreatif lainnya. menurut beliau emir mempunya bakat yg akan menjadi luar biasa apabila kami bisa mengarahkannya dengan benar, insya allah...aamiin.

INGIN IKUTAN ACARA DAN DAPAT INFO LEBIH LENGKAP?

Silahkan menghubungi nomer berikut ini: 0362 -330-1705, 0856-9497-5174 / 0856-1997-244 (Pada Hari dan Jam Kerja)

MENGAPA SETIAP ORANG TUA PERLU BELAJAR PARENTING ?




Beberapa waktu lalu kami sedang makan bersama dengan keluarga di tempat makan umum bersama keluarga2 lainnya.

Seperti biasa jika kita bersama dengan anak2 sering kali suasana menjadi meriah.

Lalu tiba2 saja kami sekeluarga dikagetkan oleh suara seorang anak kecil kira2 berusia 5 tahun yang teriak " Adek ayo sini main sama abang, kalo enggak nanti abang tonjok luh !!". Tiba2 saja tangan adiknya di tarik paksa oleh abangnya.

Suaranya cukup lantang hingga terdengar ke meja kami juga di dengar oleh kedua orang putera kami (yg kebetulan juga kakak beradik selisih 1 thn 3 bulan).

Saya menatap istri saya dan istri saya membalas tersenyum...., salah satu anak saya yg mendengar ucapan itu hanya mengernyitkan dahi dan mengangkat bahu....

Yang menarik adalah meskipun orang tuanya kelihatan cukup perlente dan terpelajar tapi meskipun mendengar langsung kejadian itu ayahnya tetap tenang2 saja tanpa berbuat apapun, demikian juga dengan ibunya sibuk terus menyantap makanan yg ada di meja mereka. Tanpa memperdulikan prilaku kedua anaknya.

Sebenarnya kejadian sejenis dengan ini sangat sering sekali kami jumpai di tempat2 umum pada saat kami pergi bersama keluarga.

Seandainya saja secara kebetulan beliau berkesempatan belajar bersama2 kita semua disini, di program Indonesian Strong from Home mungkin orang tuanya bisa lebih mengerti bagaimana penting dan seriusnya mendidik akhlak anak sejak usia dini.

Yuk kita sama2 terus belajar untuk menjadi orang tua yg lebih baik lagi dalam mendidik putera-puteri tercinta.


by ayah edy

MEMBUAT HIDUP INI JAUH LEBIH INDAH


Mari sebelum atau sesudah beraktivitas sempatkanlah untuk merenung sejenak,

Suatu ketika kita melihat ke angkasa, dengan riang burung-burung itu terbang. Melayang kesana kemari seakan menikmati kebahagiaan nirwana.

"Ooh, andai aku bisa terbang bebas seperti kalian. Bahagia sekali hidupku."
Sejenak kemudian seekor burung hinggap di sebuah dahan pohon terdekat lalu bersiul, seperti menjawab.

"Ooh, tidak Manusia (seolah-olah burung itu menjawab melalui bahasa hati).

Di langit pun ada bahaya. Saat lelah mengepak sayap kau bisa jatuh terjerembab. Saat angin kencang kau bisa tersapu badai. Saat musim hujan kau tak mudah kemana-mana.

Begitu pun hidup berjalan di darat atau menjadi ikan di lautan. Semua ada suka dukanya. Syukuri saja adamu saat ini, karena masa depan tidaklah sepasti saat ini."

Siulannya berhenti menyudahi pesannya, lalu ia kembali terbang bersama teman-temannya pagi ini, meninggalkan perenungan.

"Di setiap tingkat kehidupan sungguh tak bebas dari masalah dan suka duka. Orang miskin hidup dengan masalahnya, orang kaya pun sibuk dengan masalahnya. Orang sehat bingung dengan limpahan kerja, orang sakit gundah dengan limpahan waktu."

"Kita hanya perlu terus berjalan, lalu bangkit bila terjatuh. Karena penghalang kebebasan bukan terletak pada kekuatan yang mengikat kita di luar diri, melainkan oleh kelemahan yang membelenggu kita dari dalam diri."

Ditulis oleh Dr Mustika Wayan

Disunting oleh Ayah Edy untuk komunitas ayah edy

Untuk sahabatku yang sedang merasa hidup ini penuh dengan penderitaan



"Tuhan, apakah hidup ini memang mesti penuh dengan penderitaan?

Lalu apa gunanya Engkau ada sebagai sumber kebahagiaan bagi kami?
Sebab, berdoa padaMu pun tidak melenyapkan derita kami."

"Wahai Manusia, sayup-sayup mengalir kata melalui sang hati...
segala yang Kuciptakan di semesta ini adalah kesatuan dari dualitas.
Setiap hal memiliki dua sisi, positif dan negatif, karena kedua hal itulah yang menyebabkan kehidupan bisa berjalan."

"Begitu pun bahagia dan derita adalah dua hal yang ada dalam satu kesatuan di setiap keadaan."

"Bagi kamu yang memilih melihat sisi membahagiakan dalam keadaan yang sama maka ia akan selalu berjumpa kebahagiaan.Sementara bagi kamu yang memilih melihat sisi derita dalam hidupnya,maka hidupnya serasa selalu dipenuhi penderitaan."

"Aku menciptakan semesta ini apa adanya. Kaulah yang menentukan sendiri apa yang kau pilih di dalamnya apakah itu kebahagiaan atau penderitaan, bersama akibat yang melekat padanya."

"Bahagia itu sesungguhnya bukanlah apa yang kau alami, tapi bagaimana responmu terhadap apa yang kau alami"

"Semisal respon kalian terhadap hujan yang lebat, bagi orang yang berbeda akan merasakan hal yang berbeda untuk hujan yang sama."

"Bagi yang mengalami kekeringan ia akan merasa sangat bahagia dengan datangnya hujan, sementara bagi yang mengalami kebanjiran maka ia akan merasa menderita"

"Padahal Aku menciptakan hujan yang sama dan apa adanya, kamulah yang menentukan apakah hujan itu menjadi berkah atau bencana"




Ditulis oleh Dr. Mustika Wayan
di sunting oleh Ayah Edy untuk komunitas Ayah Edy


https://www.youtube.com/watch?v=MTUNG8ttpWw

PENTING DI BACA SETIAP ORANG TUA DAN PENDIDIK

NORMALKAH JIKA ANAK KITA CEPAT BOSEN DENGAN MAINANNYA ?
Dan suka membongkar atau bahkan "merusaknya" ?



Ayah nama saya Fenti (bukan nama sesungguhnya), aku sudah hampir setahun mengikuti artikel Ayah Edy di sini.

Begini aku punya anak kira-kira usia 3 tahun, aku coba belikan beberapa mainan untuk stimulasi kecerdasan karena katanya anak balita perlu di berikan banyak mainan, hanya masalahnya mengapa sepertinya ia cepat sekali bosan, satu mainan paling lama ia mainkan beberapa jam saja habis gitu sudah mencara benda-benda lain untuk dimainkan, terkadang benda itu kurang aman dan kadang berbahaya. 

Apakah anak saya normal Ayah..?

Bu Fenti yang baik hati,

Memang betul sekali bahwa mainan dapat membantu tumbuh kembangnya kecerdasan anak, terutama mainan yang membuat anak aktif untuk memainkannya dengan melibatkan semua indra dan pergerakan tubuhnya, bukan mainan seperti playstation dan game boy dimana anak cerderung pasif dan hanya menggunakan dua jarinya saja.

Semakin banyak variasi mainan yang diberikan tentunya akan semakin baik bagi perkembangan syaraf-syaraf kecerdasan anak.  Namun perlu di perhatikan tidak semua mainan memiliki bahan yang aman (Non Toxic).  Mainan yang terbuat dari plastik dan logam sering kali masih banyak mengandung toxic oleh karena itu telitilah setiap produk mainan yang ibu beli apakah produk tersebut mencantumkan logo atau lebel Non Toxic.

Memang benar maiana yang mencantumkan logo Non Toxic tadi harganya jauh lebih mahal oleh karena itu kami sering menganjurkan orang tua menggunakan mainan yang terbuat dari kayu baik yang tanpa cat atau dengan cat yang bebas toxic.  Atau bahkan mainan waktu zaman kecil kita dulu yang terbuat dari kulit jeruk Bali jauh lebih aman.

Lalu mengapa anak ibu atau bahkan setiap anak cepat bosan dengan mainan yang dimainkannya?  hal ini terjadi karena menurut penelitian setiap anak sejak lahir dilengkapi dengan program berpikir tingkat tinggi 6 level, setingkat Albert Einstein. Program ini juga disebut sebagai program Berpikir Tingkat Tinggi atau Highly Order Thinking.

Cara bekerja sistem berpikir tingkat tinggi ini seperti anak tangga naik satu demi satu dengan susunan yang dimulai dari To Know (Rasa Ingin Tahu hal-hal baru), To Do (Ingin memegang apa saja yang menarik) To Understand (Memperhatikan dengan seksama segala hal baru), To Test (membuang, membanting, membongkar)  To Analyze (memperhatikan efek aksi reaksi dari membuang, membanting atau membongkar), To Conclude (Menyimpulkan masing-masing sifat dan cara kerja benda), Develop New Theory (Membuat Teori dan Rumus-rumus baru bagi kehidupan)

Untuk membuktikan apakah sistem ini masih bekerja dengan baik dalam diri seorang anak untuk mengembangkan sistem kecerdasannya maka coba ibu perhatikan prilaku anak ibu dengan seksama:

1. Apakah anak ibu selalu ingin mengetahui benda-benda yang ibu pegang ? jika ya maka selamat! karena syaraf nya  sedang mulai bertumbuh.

2. Apakah anak ibu ingin selalu memegang benda yang sedang ibu pegang? jika ya itu artinya sistem kecerdasannya sedang terus bertumbuh ke level 2.

3. Apakah ia memperhatikan dengan penuh antusias benda yang dipegangnya, jika ya berbahagialah syaraf kecerdasannya terus bertumbuh ke level 3.

4. Apakah setelah itu ia membuang, membanting atau membongkar benda yang sedang di pegangnya? Jika ya dan jika ibu mengijinkannya maka berbahagialah kerena syarafnya telah berkembang mencapai level 4

5.  Apakah ia melakukannya berulang-ulang hingga ia puas, jika iya dan jika ibu mengijinkan ia untuk melakukannya maka bersyukurlah karena perkembangan syaraf kecerdasannya sudah mencapai level 5 dari 6 level.

6. Apakah setelah puas ia segera meninggalkannya dan mencari benda baru untuk dijadikan objek baru penelitiannya, jika ya maka bersyukurlah karena ia sudah dekat untuk kelak menciptakan Teori Baru sebagaimana yang dilakukan oleh Albert Einstein dan para ilmuan lainnya.


Jadi secara alami setiap anak akan terus dan terus melakukan eksplorasi semacam ini untuk mengembangkan sistem syaraf kecerdasannya secara alami.  Semakin anak beralih ke benda lain maka semakin cepat syarat-syarafnya belajar hal baru, dan menurut penelitian anak yang sukses dan jenius biasanya memiliki syaraf yang bertumbuh lebat yang disebabkan pada masa kecil hingga remaja ia terus mendapatkan kesempatan untuk melakukan eksplorasi pada hal-hal yang menarik perhatiannya.

Oleh karena itu sangat di anjurkan pada para orang tua untuk tidak menempatkan benda-benda berbahaya yang bisa di jangkau anak-anak selama masa aktif eksplorasi tersebut.

Namun sayangnya tidak banyak dari kita para guru dan orang tua yang mengetahui mekanisme alami tumbuh kembang kecerdasan anak secara alami ini, jadi yang kerap terjadi adalah pemikiran keliru untuk melarang anak kita mengeksplorasi benda-benda disekitarnya atau juga rasa khawatir jika anaknya cepat bosan atau rumahnya terlihat berantakan yang berdampak pada terhambatnya tumbuh kembang syaraf-syaraf kecerdasan anak dimasa emas pertumbuhannya..

Catatan khusus:

Menurut referensi yg pernah kami baca sistem syaraf anak itu bertumbuh berdasarkan proses pengulangan, dan pada pengulangan yang ke 3 atau ke 4 proses pembentukkan satu jaringan syaraf sudah cukup kuat, dan pada saat ini anak kita perlu di ajari cara yang benar. Semisal ia memainkan remote tv kita coba perhatikan sudah berapa kali dalam sepekan ia asyik memainkan remote tv apa bila sudah yang ke 4 kali itu artinya ia perlu diajari cara yang benar menggunakan remote tv. Tidak lagi kita biarkan, karena ini akan tumbuh menjadi prilaku yang mengganggu. Begitu juga dengan membanting, merobek dsb. Semoga bisa lebih menjelaskan batas antara mengijinkan anak kita berekplorasi dengan mengelola perilaku yang merusak dan mengganggu. tks

MATI KETAWA ALA ORANG JAWA

Telusur punya telusur ternyata menurut Mbah Bejo,  Bahasa Inggris yang sering kali kita bangga-banggakan itu berakar dari bahasa Jawa lho....

Berikut hasil telusurnya..., 
(jika tidak paham mohon bantuan penterjemah yang paham bahasa Jawa ya..)


So mari belajar bahasa Daerah kita... jangan-jangan semua bahasa di dunia juga berakar dari bahasa daerah di Indonesia. he..he...


PESAN UNTUK KITA YANG SEDANG MENCARI KEDAMAIAN HIDUP



Seorang Raja mengadakan sayembara dan akan memberi hadiah yang melimpah kepada siapa saja yang bisa melukis tentang kedamaian. 

Ada banyak seniman dan pelukis berusaha keras untuk memenangkan lomba tersebut. Sang Raja berkeliling melihat-lihat hasil karya mereka.  Hanya ada dua buah lukisan yang benar-benar paling disukainya. Tapi, sang Raja harus memilih satu di antara keduanya. 

Lukisan pertama menggambarkan sebuah telaga yang tenang. Permukaan telaga itu bagaikan cermin sempurna yang memantulkan kedamaian gunung-gunung yang menjulang mengitarinya. Di atasnya terpampang langit biru dengan awan putih berarak-arak. Semua yang memandang lukisan ini akan berpendapat, inilah lukisan terbaik yang menggambarkan tentang arti sebuah kedamaian. 

Lukisan kedua menggambarkan pegunungan juga. Namun tampak kasar dan gundul. Di atasnya terlukis langit yang gelap dan merah menandakan turunnya hujan badai. Sedangkan tampak kilat menyambar-nyambar liar.  Di sisi gunung ada air terjun deras yang berbuih-buih. Sama sekali tidak menampakkan ketenangan dan kedamaian.  Sekilas lukisan ini tampak begitu kacaunya.



Tapi, sang Raja melihat sesuatu yang menarik. Di balik air terjun itu tumbuh semak-semak kecil di atas sela-sela batu. Di dalam semak-semak itu seekor induk Pipit meletakkan sarangnya. Jadi, di tengah-tengah riuh-rendahnya air terjun, seekor induk Pipit sedang mengerami telurnya dengan damai.  Benar-benar damai.

Lukisan manakah yang memenangkan lomba?

Sang Raja memilih lukisan nomor dua. Tahukah anda mengapa?

"Karena",  jawab sang Raja,

"kedamaian bukan berarti anda harus berada di tempat yang tanpa keributan, kesulitan atau pekerjaan yang keras dan sibuk. Kedamaian lahir dari dalam, kedamaian bersumber dari  hati yang tenang dan damai, meski anda berada di tengah-tengah keributan luar biasa. Kedamaian hati adalah kedamaian sejati"


(diadaptasi dari Unknown, Coffeeintherain.com)