SATU-SATUNYA SITUS RESMI AYAH EDY

SATU-SATUNYA SITUS RESMI AYAH EDY
Bagaimana caranya..? Gabung di FB: komunitas ayah edy, download talkshow di www.ayahedy.tk

Minggu, 05 Juni 2016

PINTAR VS BIJAKSANA



2 hal penting yang perlu diketahui oleh setiap orang tua dan pimpinan sekolah di Indonesia.

                                            "Above all is a wisdom !"
Adalah sebuah pepatah yang sangat saya sukai dan InsyaAllah akan saya tulis besar-besar di sekolah kami MAHA KARYA GANGGA agar para orang tua sadar bahwa yang jauh lebih penting untuk diajarkan pada anak sejak usia dini adalah Wisdom atau kebijaksanaan dan bukannya Ca Lis Tung (Baca Tulis dan Hitung)

Itulah bedanya cara mendidik orang Barat dan Orang Timur zaman dulu.

Orang Barat zaman dulu lebih suka mendidik anaknya sejak dini untuk bisa baca tulis hitung agar kelak mereka bisa mencapai gelar S3 dan jadi seorang Professor terkenal di kampus bergengsi.

Sementara orang timur mendidik anaknya tentang kebijaksanaan agar ia kelak akan tumbuh menjadi orang yang bijaksana dan menjalani hidup sesuai perannya masing-masing, karena semua hidup dan kehidupan itu bermakna dan semua profesi itu mulia adanya..

Ah tapi sayangnya kita yang dulu sudah seperti ini justru meninggalkan tradisi mendidik leluhur kita sebagai orang timur dan malah ikut-ikutan tradisi orang barat zaman dulu yakni memaksakan anak-anak usia dini kita agar cepat bisa baca tulis dan hitung agar dibilang sebagai orang tua modern.

Namun lucunya di era millenium modern ini justru TERBALIK orang-orang barat malah berusaha tidak mengajarkan lagi pada anak usia dini mereka baca tulis hitung dan lebih suka mengajarkan kebijaksanaan, persis seperti tradisi leluhur orang timur zaman dulu dalam mendidik anaknya.

Nah....,

Itulah mengapa di sekolah Maha Karya Gangga yang saya pimpin di Singaraja, Buleleng, Bali berencana dan menetapkan untuk mengajarkan kebijaksanaan atau Wisdom pada anak didik kami sebagai kurikulum wajib mulai SD hingga SMA ?

Berikut ini sebuah kisah menarik yang menjelaskan perbedaan antara Pinter vs Bijaksana.

Konon ketika Mahatma Gandhi sedang belajar hukum di University College, London, ada seorang professor yang bernama Peter, yang kurang menyukai Gandhi.

Suatu hari ketika Prof. Peter sedang makan siang di kantin kampus, Gandhi datang dan duduk di sampingnya sambil membawa makan siangnya.

Prof. Peter berkata, "Gandhi, apakah anda tidak mengerti bahwa seekor BABI dengan seekor BURUNG itu tidak  duduk berdampingan saat makan?" Prof Peter bicara dengan suara keras agar seisi kantin bisa dengar.

Gandhi bagai orang tua yang menatap anak nakal yang sok pintar lalu menjawab dengan suara yang di perkeras, "Jangan khawatir Prof. Saya akan segera terbang" dan Gandi segera ngeloyor ke meja lainnya. Dan kontan seisi kantinpun memandang ke sang professor sambil senyum-senyum, (sebenarnya mereka ingin tertawa hanya khawatir akan berdampak pada nilai mereka)

Muka Prof. Peter pun jadi memerah penuh kemarahan dan seterusnya dia memutuskan untuk balas dendam.

Hari berikutnya di dalam kelas dia sengaja mengajukan pertanyaan yang penuh jebakan ke Gandhi:

"Gandhi, andai kamu sedang berjalan tiba tiba menemukan paket berisi 1 tas penuh UANG dan 1 tas penuh dengan KEBIJAKSANAAN; Mana yang kamu ambil?"

Tanpa ragu Gandhi menjawab "Ya pasti uang lah Prof."

Prof. Peter, tersenyum sinis dan berkata "Jika itu aku, maka aku akan mengambil KEBIJAKSANAAN."  sambil menunjukkan pada seisi kelas melalui bahasa tubuh betapa bijaksananya sang Professor dan betapa tidak bijaksananya si anak muda yang bernama  Gandhi.

Sejenak suasana menjadi hening, dan Gandhi segera memecah keheningan dan menjawab: "...sesungguhnya seseorang itu akan mengambil apa yang tidak dia miliki."

Dan kembali muka professor dibuat merah pucat, dan semakin ia ingin membalas dendam dan mempermalukan Gandhi di depan kelas melalui kekuasaannya sebagai seorang professor.

Dan ketika itu juga proffessor memberikan ujian mendadak di kelasnya.

Usai ujian professor segera mengecek hasilnya.
Dengan penuh kemarahan dia menulis kata "idiot" besar-besar pada lembar jawaban ujian Gandhi dan memberikan ke Gandhi.

Gandhi mengambil lembar jawaban ujiannya dan duduk sambil berusaha keras tetap tenang.

Beberapa menit kemudian Gandhi berdiri dan menghampiri sang professor seraya berkata dengan sangat sopan, "Prof. Peter, anda hanya menanda tangani lembar jawaban saya tapi belum memberi nilai."



a Share Story from a friend.

===================================================
Di acara parenting seminar kami pagi tadi di Hotel Ammarossa Bekasi ada seorang Bunda, pimpinan sekolah TK dari Cileungsi yang menanyakan bagaimana caranya agar para orang tua dan guru sadar untuk tidak menuntut anaknya bisa baca tulis hitung di usia dini. Dan inilah jawaban lengkap kami untuk Sang ibu guru pimpinan sekolah, semoga beliau ikut membacanya melalui fb ini.
===================================================


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar