SATU-SATUNYA SITUS RESMI AYAH EDY

SATU-SATUNYA SITUS RESMI AYAH EDY
Bagaimana caranya..? Gabung di FB: komunitas ayah edy, download talkshow di www.ayahedy.tk

Jumat, 09 Februari 2018

KRITIK MERUSAK


SIAPA YANG MASIH PERCAYA ADA KRITIK MEMBANGUN...?

Please baca tulisan ini

DAHSYATNYA EFEK KRITIKAN PADA POHON, apa lagi pada anak kita.

Adalah sebuah kebiasaan yang ditemukan di sekitar penduduk kepulauan Solomon, yang terletak di Pasifik Selatan. Yaitu meneriaki/mengkritik pohon.

Untuk apa mereka lakukan?

Kebiasaan ini ternyata mereka lakukan ketika mereka menemukan pohon yang sangat besar dan berakar kuat. Mereka kesulitan untuk menebang pohon tersebut dengan cara biasa.

Oleh karena itu, mereka melakukan cara yang menurut mereka tidak pernah gagal, yaitu dengan meneriaki/Mengkritik pohon tersebut.

Beberapa penduduk yang lebih kuat dan berani akan memanjat ke atas pohon. Kemudian mereka akan berteriak dgn berbagai makian/kritikan sekuat tenaga pada pohon itu.

Mereka lakukan berjam-jam lamanya selama berpuluh-puluh hari.

Apa hasilnya??

Sungguh mengejutkan!

Hari demi hari pohon tersebut mulai menggugurkan daun-daunnya yang kering. Merontokan ranting-ranting yang rapuh. Perlahan, pohon itu layu dan kemudian mati.

Dengan demikian, pohon itu akan mudah untuk ditumbangkan. Sungguh semudah itukah mematikan makhluk hidup yang besar itu?

Jika kita perhatikan, apa yang dilakukan oleh penduduk Solomon itu sangan aneh. Namun, dibalik keanehan itu ada satu hal yang bisa kita pelajari. Sangat berharga!!

Mereka telah membuktikan bahwa teriakan-teriakan dan Kritikan yang dilakukan terhadap suatu makhluk hidup bisa mematikan roh makhluk hidup tersebut. Dia akan mati dalam waktu yang tidak terlalu lama.

Nah, sekarang apa yang bisa kita pelajari dari fenomena tersebut?

Sangat berharga sekali!!

Setiap kali kita meneriaki seseorang dengan kasar, maka setiap itu pula kita sedang mematikan rohnya.

Seringkah kita berteriak pada anak kita karena jengkel, nakal, dan susah diatur? Cepaaat! Lelet banget sih kamu! Kerjanya Cuma tidur! Disuruh begitu aja gak becus!

Seringkah kita berteriak pada orang tua kita karena kesal? 
Kenapa sih nyuruh-nyuruh terus! Cerewet banget sih!

Seringkah seorang guru berteriak pada muridnya? 
Payah banget sih soal kaya gini aja gak bisa! Kamu bodoh! Dasar lelet!

Seringkah kita berteriak pada teman kita? Dasar kurang ajar! Gak tau malu! Gaptek! Tolol! Bego!

Seringkah kita berteriak pada pasangan kita? 
Aku bener-bener nyesel nikah sama kamu! Kamu gak pernah berguna!

Disadari ataupun tidak, itulah realita yang terjadi dalam kehidupan kita.

Kawanku yang baik hatinya…

Jika rasa dan asa ingin segera melontarkan kata yang kasar dari mulut kita karena merasa kesal, terhina, marah, dan terluka… Ingatlah pada apa yang diajarkan oleh penduduk Solomon ini.

Mereka mengajari kita bahwa setiap kali kita berteriak/memaki atau mengkritik, maka setiap itu pula kita mulai mematikan roh orang-orang yang kita cintai.

Mereka akan terluka. Mereka akan layu seperti pohon. Dan perlahan mereka akan merasa kosong dan mati.

Hidup ini adalah pilihan kawan…

Jika kita ingin roh yang ada pada diri orang-orang yang kita sayangi tetap ada, janganlah meneriakinya dengan kasar.

Masih ada kesempatan untuk berbicara dengan baik-baik tentang apa yang kita harapkan.

Tapi jika sebaliknya, apabila kita ingin membunuh roh orang-orang yang kita sayangi, maka berteriaklah dan kritiklah ia sepuas hati mu.

Hidup adalah pilihan bebas… berikut akibat dan resikonya.

Setelah membaca tulisan ini...

Mau pilih terus mengkritik boleh, 
mau pilih berhenti mengkriti sekarang juga boleh....
PENJELASAN TAMBAHAN:


Dalam Fisika Quantum Einstein mengatakan bahwa seluruh benda di alam semesta ini pada dasarnya hidup, dan bergerak, bergetar pada frekwensinya masing-masing.

Makna hidup yang selama ini dipahami orang adalah bertumbuh dan bergerak, sesuatu yang tidak bertumbuh dan bergerak dianggapnya mati.

Makna hidup yang selama ini dipahami orang pada umumnya adalah apa yang bisa dilihat oleh mata, dan apa yang tidak bisa dilihat oleh mata dianggapnya mati dan tidak bergerak,

padahal jika kita belajar Fisika secara mendalam kita akan tahu bahwa inti dari semua benda adalah atom dan atom itu terdiri dari Neotron, Proton dan electron.

Dan jika kita mempelajarinya lebih dalam lagi maka kita akan tahu bahwa Proton dan Electron itu adalah hidup dan selalu bergerak. Tidak pernah diam.

Sayangnya orang hanya melihat kehidupan bukan dari inti kehidupan itu sendiri melainkan menilai kehidupan hanya sebatas kemampuan matanya melihat, diluar apa yang ia bisa lihat dianggapnya mati dan tidak hidup.

-Einstein on Quatum Phisic-

Atom sebagai inti dari semua materi, Manusia, Tumbuhan, Beras, Keju atau apapun itu bergetar pada frekwensinya, dan otak kitapun bergetar dengan frekwensi sesuai isi pikiran kita.

Pikiran manusia yang bergetar akan beresonansi dengan atom yang bergetar pada benda tersebut. Apa bila otak kita berpikir negatif maka ia akan meresonansikan getaran negatif pada atom-atom dari materi tersebut (dalam hal ini beras) dan sebaliknya.

jadi sebenarnya bukan suara, teriakan yang menyebabkan sebuah pohon mati, tapi resonansi pikiran dari orang yang bicara itu yang membuat getaran yang membuat pohon tersebut perlahan mati.

Menurut beberapa percobaan tanpa perlu kita berteriak dan cukup dengan menuliskan pikiran negatif kita diatas botol tsb maka akan menghasilkan pembusukan yang sama, dan ketika di ganti dengan bahasa yang berbeda, tapi tetap dengan pikiran negatif yang sama, maka juga membusuk dengan hasil yang sama.

Dan sebaliknya botol lain yang ditulisi kata-kata dengan pikiran yang positif maka tidak membusuk secepat botol pertama.

Tapi ya biasanya penjelasan sejelas apapun tidak akan bisa mengubah seseorang untuk berhenti mengkritik, bagi mereka yang sudah meyakini bahwa KRITIK ITU BAIK.

Sama juga, sejelas dan sebaik apapun penjelasan kita tidak akan bisa mengubah keyakinan seorang untuk berhenti merokok, bagi mereka yang sudah percaya bahwa rokok itu baik .




CAR FREE DAY !!
IN A MILLION SHEEP COUNTRY !

HARI BEBAS KENDARAAN BERMOTOR 
DI NEGERI SEJUTA DOMBA !



HILANGNYA RASA MALU ORANG INDONESIA

PROBLEM TERBESAR BANGSA KITA SAAT INI ADALAH SUDAH HAMPIR TIDAK PUNYA RASA MALU KETIKA BERBUAT SALAH !

Ayah bunda yang dicintai Tuhan,

Saat ini banyak sekali orang bersalah tidak merasa bersalah dan malah menyalahkan orang lain.

Itu artinya ia sudah tidak lagi memiliki rasa MALU.

Padahal memiliki rasa MALU BERBUAT SALAH, itu diajarkan oleh semua Agama, namun sayangya banyak dari kita yang telah melupakan ajaran yang sangat baik ini.

Mari kita miliki budaya MALU BERBUAT SALAH.
Dan ajarkan wariskan pada anak kita melalui contoh yang kita berikan.

Agar orang mencuri merasa malu jika dirinya tertangkap karena mencuri "uang rakyat" bukan malah berkelit.

Agar orang malu melanggar aturan...



Agar Orang malu ketika ditegur "MENYEROBOT ANTRIAN"




Agar orang malu berebut KEKUASAAN atas nama Rakyat



agar orang tua malu mengajarkan anaknya dibawah umur naik motor di jalanan



Agar Orang malu ketika menyalip dan menerobos lampu merah



Agar Orang malu ketika masuk jalur bus way



Agar orang malu ketika motornya mengambil trotoar pejalan kaki.



Agar orang malu ketika menyerobot kursi untuk Lansia dan ibu Hamil.




Agar para pengendara motor punya rasa malu jika menyerobot dan memotong sembarangan hingga sering hampir membuat dirinya celaka. atau yang seperti ini.



Agar orang malu jika dirinya celaka bukannya kapok dan meminta maaf tapi malah menyalahkan pengendara lainnya.

BUANG SAMPAH seenaknya....




Merokok pada tempat yang dilarang...




Ingat anak-anak kita kelak akan menggantikan kita, terbayang akan seperti apa Indonesia jika mereka memiliki sifat-sifat yang jauh lebih buruk dari yang kita lihat sekarang.

ANAK INDONESIA TIDAK CERDAS ?


BENARKAH OTAK ANAK-ANAK INDONESIA TIDAK SECERDAS BANGSA KULIT PUTIH ?

Sebuah obrolan kecil yang menarik;

Obrolan ini berawal saat kami memposting tentang sistem pendidikan usia dini di Swedia lengkapnya bisa di baca melalui link berikut ini:

http://edukasi.kompas.com/read/2014/01/13/2239029/Yuk.Intip.Cara.Swedia.Didik.Anak-anak

Lalu ada komentar yang cukup menarik untuk di ulas; berikut komentarnya:

D N • 3 mutual friends
Ayah Edy, saya sgt setuju agar kita mengedepankan pendidikan karakter sbg modal kehidupan anak2. Tp menyamaratakan seluruh anak mnrt saya jg kurang tepat.

Tanpa bermaksud rasis, setau saya org2 kaukasian (kulit putih) memang lebih cerdas & mudah memahami ilmu (ditambah dg metode pengajaran yg jg menyenangkan). Mungkin akan lebih tepat jika kita menggunakan pendekatan yg lebih "asia" dg ciri khasnya sendiri, jadi kita tdk terlalu jauh membayangkannya.

Utk kejujuran, saya sgt mendukung sekolah2 yg tdk menerapkan ranking shg anak2 tdk menghalalkan segala cara hanya utk dpt ranking bagus. & anak2 tetap harus diingatkan bhw menjadi manusia yg baik adl yg utama & kejujuran adl mata uang yg berlaku di seluruh dunia.

Salam utk anak2 Ind:)
11 hours ago • Like • 13

---------------------------------------------------------------
Dan inilah tanggapan kami untuk komentar tersebut di atas.

ayah edy parenting:

Mohon maaf bu DN yg baik, sy percaya bahwa Tuhan tidak pilih kasih dalam menciptakan manusia apakah ia kulit putih, kulit kuning, atau kulit coklat. Kepandaian tidak di letakkan Tuhan pada kulitnya tapi pada otaknya.

Dan menurut hasil riset, setiap anak yang dilahirkan apakah ia kulit putih, kuning atau coklat di bekali kira2 200 milyar sel otak yang siap di kembangkan menjadi anak-anak yang jenius di bidangnya masing2.

Jadi modal dasar setiap anak diberikan sama oleh Tuhan pada otak setiap anak yang dilahirkan, sisanya tergantung pada metodologi pengembangan otak masing2 anaklah yang membedakan nasib anak tsb dan nasib sebuah bangsa, dan bukan karena warna kulitnya.

Saya Ingat bagaimana Jepang merestorasi sistem pendidikannya; yang di pelopori oleh Sosaku Kobayashi San, dengan membuat sistem sekolah yang persis di gambarkan dalam artikel di atas. Sama persis dengan Swedia zaman sekarang.

Jika ibu baca buku Toto chan yang di tulis oleh Tetsuko Kuronayagi, alumnus murid dari sekolah tersebut yang sekarang menjadi DUTA KEMANUSIAAN PBB. Di situ di gambarkan, di bawah metode yang tepat yang di kembangkan oleh Sosaku Kobayashi, membuat seluruh murid di sekolah tersebut tidak ada yang menjadi anak gagal, dan bahkan jika ada anak yang ABK pun berhasil mencapai posisi terbaik di kehidupan.

Lalu pemerintah Jepang belajar dan mengadopsi metodologi ini kedalam sistem pendidikannya secara Nasional, dan lihatlah hasilnya seperti apa Jepang saat ini. Padahal Jepang berkulit Kuning dan bukan kulit putih lho..

11 tahun yang lalu kami menerapkan Metode Kobayashi ini di sekolah yang kami dirikan, dan hasilnya sungguh luar biasa, bahkan anak yang mengalami HIDROSEFALUS dengan kemampuan otak hanya 10% (hasil scan otak oleh salah satu professor terkenal di Jakarta) ternyata hanya dalam 2 tahun bersekolah di tempat kami ia dapat kembali normal 100% dan berdasarkan kesaksian orang tuanya di Sindo TV mengatakan anak saya sekarang menjadi sangat cerdas bahkan lebih dari 100% (Kami menyebutnya keajaiban metode pendidikan)

7 Tahun yang lalu kami membuka bimbingan personal terhadap anak2 Indonesia yang sering di anggap bermasalah di sekolah, (anak-anak kulit coklat dan kulit kuning).

Dan hasilnya dengan metode bimbingan yang tepat mereka sekarang sudah menjadi Director of Choreography di Los Angles, Ada lagi Ella sekarang berkarya di London, ada yang sekolah di Seatle untuk belajar tentang pesawat Boing, ada yang sekolah di Harvard, ada yang mendapat beasiswa di Queensland University, ada yang di Versace school, ada Ctk, yang menjadi Seniman Anima Manga di Jepang, dan masih banyak lainnya, saya lupa saking banyaknya.

Sungguh sebuah kekeliruan besar jika kita mengukur kecerdasan dan keberhasilan anak dari jenis kulitnya, menurut pengalaman Saya selama 11 tahun ditambah Sosaku Kobayashi dan Prof. Makoto Sichida (Pendiri Righ Brain School di Jepang) ternyata kecerdasan dan keberhasilan seorang anak itu di tentukan oleh metode yang tepat sistem pendidikan sekolah dalam mengelola otak anak.

Jika ibu tidak percaya silahkan coba lakukan pendekatan terbalik, kirimlah 100 anak kulit putih di didik di Indonesia dengan sistem pendidikan Indonesia, lihat saja hasilnya seperti apa.?

Itulah mengapa orang2 kulit putih yang berdomisili di Indonesia, Mendirikan Jakarta International School karena mereka tidak ingin anak-anak mereka dididik dengan cara dan metologi yang salah.

Sebagai info saat ini saya sedang membimbing anak berinitial VL, atas rekomendasi kami, anak ini di pindahkan dari sekolah dengan sistem Indonesia, ke Sekolah yang metodenya tepat, dan bukan main hasilnya, usianya baru 15 tahun tapi sekrang sedang membuat perusahaan desain bersama kedua orang tuanya di bawah bimbingan kami, dan hasilkaryanya mendapat respon apresiasi dari para Direktur Desain dari Amerika, Itali hingga Rusia.

Sekarang anak ini di pindahkan ke JIS, agar mendapat sistem pendidikan yang tepat, dan baru beberapa bulan di JIS ia mendapat penghargaan Desain terbaik di seluruh sekolah (bersaing dengan anak2 Kulit putih) Wow ! sy kagum dan terharu ketika mendapat kabar ini dari ayahnya.

Dan di akhir sesi bimbingan saya selalu berpesan bahwa pondasi dari semua kesuksesan adalah Karakter atau Ahlak yang mulia. Tanpa Karakter atau Ahlak yang mulia semua kesuksesan hanyalah beralangsung sementara dan tidak ada artinya. Dan ini menjadi point penting yang saya tekankan pada anak dan kedua orang tuanya.

Nah masihkah Ibu meragukan kehebatan otak anak-anak Indonesia. ???

Saya sama sekali tidak meragukan otak anak2 Indonesia !!!

"Anak2 Indonesia memiliki otak yang luar biasa yg tidak kalah dengan otak anak2 kulit putih, hanya saja salah kelola. !!"

Itulah kalimat yang pernah saya ucapkan pada anak bimbingan kami yang sekarang menjadi Director di Los Angles dalam usianya yang baru 19 tahun.

Dan anak ini telah membuktikannya pada saya dan keluarganya juga pada Bangsa Indonesia bahwa anak Indonesia juga bisa sejajar dengan bangsa2 di dunia!!!

Inilah foto anak tersebut ketika berusia kira2 15 tahun, olah mamanya diminta berfoto bersama saya dalam salah satu sesi bimbingan.

2 hours ago • Edited • Like • 7

Penutup:
Semoga setelah ini kita tidak lagi mengganggap bahwa yang kurang sempurna adalah kecerdasan anak-anak kita, melainkan sistem kelolanyalah yang jauh dari sempurna.

Karena Anak-anak kita adalah di ciptakan oleh Tuhan Yang Maha Sempurna dengan segala kesempurnaan yang di berikan pada setiap anak secara berbeda-beda.

Mampukah kita mengelola Ciptaan Tuhan Yang Maha Sempurna ini dengan sebaik-baiknya ?

itulah sesungguhnya masalah yang kita miliki dan sedang kita hadapi di negeri kita saat ini.

Selamat Berakhir Pekan Bersama Keluarga
www.ayahedy.tk

intermezo ayah edy 2

ISENG-ISENG AKHIR PEKAN...
Tes Kreatifitas tanpa Batas...



Yuk tulis TEMPAT TINGGALMU dengan bahasa asing...

Aku tinggal di Panda Ant
Kamu tinggal di mana..?

EFEK KRITIKAN


TOLONG BANTU SHARE YA AYAH BUNDA JIKA ARTIKEL INI DIRASA BERGUNA DAN BERMANFAT.

Adakah kritik yang membangun..?

Saya dulu sering mengkritik orang lain, dengan asumsi menurut saya, saya sendiri sudah merasa benar dan orang yang saya kritik salah.

Mengapa dulu saya sering mengkritik orang lain? 
Karena sy percaya dan banyak orang percaya bahwa kritik itu Membangun.

Itulah mengapa sering kita mendengar orang berkata tidak apa asalkan Kritik Membangun.

Setelah usia semakin bertambah, dan saya mulai tertarik untuk belajar tentang buku2 kebijaksanaan, saya terbelalak bahwa sebagian besar buku2 Wisdom mengatakan bahwa sesungguhnya TIDAK ADA kritik yang MEMBANGUN, semua kritik itu bersifat menghancurkan, merusak dan menekan perasaan orang yang dikritiknya.

Sampai suatu ketika saya membaca buku hasil experimen Masaru Emoto dari Jepang, yang melakukan uji coba nasi/beras yang kemudian diletakkan di dalam toples yang berbeda.

Toples yang pertama setiap hari di berikan kritikan terus dan di tempel kertas bertulisan kata yang mengkritik, kemudian toples yang kedua diberi pujian dan motivasi setiap hari.

Dan hasilnya dalam 2-3 minggu, toples pertama yang diberikan kritikan setiap hari membusuk kehitaman sedangkan toples kedua dengan isi yang sama masih berwarna putih bersih tak membusuk.

Penasaran pada penjelasan di buku ini, akhirnya sy meminta para guru di sekolah kami utuk melakukan experimen ini bersama para murid di sekolah.  Ternyata benar hasilnya lebih kurang serupa. 

Toples yang setiap hari diberikan keritikan oleh murid-murid, lebih cepat rusak, hitam dan membusuk.  Dan di sekolah kami mengajarkan para siswa melalui experimen ini agar tidak mengejek, menhujat atau mengkritik sesama teman, dan melatih mereka untuk bicara baik-baik yang tidak mengkritik.

Dan sejak itulah saya belajar untuk tidak mekritik orang lain, terutama anak dan istri saya.  

Dan percaya atau tidak hasilnya di luar dugaan, Istri saya jadi jauh lebih perhatian dan wajahnya lebih berbinar dan anak-anak saya jauh lebih baik, ganteng,  kooperatif dan sayang pada ayahnya. 

Apa yang saya ubah dari diri saya sehingga anak dan istri saya berubah?

Saya ganti kalimat sy yang mengkritik istri dan anak saya dengan ucapan terimakasih padanya setiap kali mereka berbuat kebaikan.

Saya berterimakasih pada istri dan anak saya dan memujinya dan sering kali sambil memeluknya, saat mereka berhasil berhenti dari kebiasaan yang kurang baik. 

Yuk mari kita renungkan, malah kalau perlu kita coba melakukan experiment yang sama bersama anak-anak dirumah atau murid-murid kita di sekolah.

So..... masihkah kita percaya bahwa KRITIK ITU MEMBANGUN..?

Masihkah kita percaya ada KRITIK YANG MEMBANGUN?

Masihkah kita mau mengkritik orang lain, terutama istri dan anak-anak kita..?

Tentu saja pilihan itu terserah pada diri kita masing-masing karena hidup ini adalah pilihan bebas berikut konsekuensinya masing-masing.  

Tapi coba rasakan dan ingat-ingat lagi apakah dengan sering mengkritik orang lain akan membuat orang yang kita kritik menjadi lebih baik, atau malah sebaliknya balik mengkritik kita...?

Dan coba lihat apa yang ada rasakan di hati kita pada saat kita sedang dikritik oleh orang lain?  Nah perasaan yang sama itulah yang juga akan dirasakan oleh orang lain yang kita kritik. 

Hidup adalah pilihan bebas… berikut akibat dan resikonya.

Setelah membaca tulisan ini...

Mau pilih terus mengkritik boleh, 
mau pilih berhenti mengkriti sekarang juga boleh....

Salam syukur penuh berkah,
ayah edy
www.ayahkita.blogspot.com

Note: 
Kami sudah menguji bersama murid-murid kami disekolah,  hasilnya persis seperti di atas, 

beras yang di kritik oleh anak2 setiap hari lebih cepat busuk dibandingkan dengan beras yang di puji oleh anak-anak setiap hari. 

Unduh gratis talkshow ayah edy di:  ALAMATNYA DI COPY PASTE 

https://onedrive.live.com/?cid=3a914018e2d83d92&id=3A914018E2D83D92%21131

DOA SEORANG SUAMI YANG DIKABULKAN


Bacaan Khusus dan Wajib untuk para Ayah dan Suami   

Seorang suami baru pulang kantor kelihatan mukanya lusuh dan badannya remuk, karena hari ini baru saja menyelesaikan deadline di kantor dan tadi siang baru dimarahi atasan gara-gara melakukan kesalahan dan ketika pulang di jalan macet total hampir 3 jam.

Sementara ketika ia pulang, melihat istrinya sedang asyik bercengkrama dengan anaknya di kamar.

Ah ini tidak adil, pikirnya. 

Betapa enaknya jadi perempuan, tinggal duduk manis di rumah tidak kena marah atasan, tidak kena macet tidak di kejar-kejar Deadline di kantor, ini sungguh tidak adil.... benar-benar keterlaluan dan iapun segera pergi kekamar untuk tidur bersiap bangun pagi biar tidak kena macet ke kantor.

Ketika tengah malam tiba-tiba ia terjaga dan melihat istrinya tidur lelap disebelahnya, sementara ia gelisah tidak bisa tidur karena memikirkan kerjaaan yang belum selesai di kantornya.

Lalu  ia beringsut-ingsut bangun, cuci muka dan berdoa dengan sungguh-sungguh dan  penuh harap, "Ya Tuhan izinkanlah Istriku menjadi diriku dan aku menjadi dirinya agar ia bisa merasakan apa yang aku rasakan dan tahu betapa beratnya jadi seorang suami itu."

"Tolonglah Tuhan 3 hari saja, biar istriku bisa belajar dan tahu rasa betapa beratnya jadi seorang suami itu...." pintanya memelas sambil menitikkan air mata. 

Dan tanpa sadar rupanya malam itu juga doanya dikabulkan, setelah usai berdoa dan ketika ia mulai tertidur pulas tiba-tiba saja Rohnya keluar dari tubuhnya dan menempati tubuh istrinya dan Roh Istrinyapun keluar ganti menempati tubuh suaminya. 

Maka mulai malam itu jadilah ia bertukar peran menjadi seorang Istri sekaligus ibu bagi anak-anaknya. 

Dan waktu kembali berjalan seperti biasa sampai tiba-tiba Ia kaget ketika pagi-pagi sekali pukul 04.00 tanpa sadar ia sudah terbangun, dan mulai pekerjaan pertama di dapur untuk meracik makanan, memasak untuk sarapan suami dan bekal sekolah anak-anaknya.

Selesai menyiapkan makanan, ia mulai bersiap-siap mengambil sapu untuk membersihkan rumahnya, lalu mengambil ember untuk mulai mengepel dari mulai ruang tamu sampai dapur.

Ketika anak dan suami mereka terbangun, ia mulai sibuk menyiapkan semua peralatan yang dibutuhkan suaminya, mulai pakaian, sepatu dan lain-lainnya, ia juga sibuk mempersiapkan perlengkapan bagi anak-anaknya. 

Tak lama setelah menemani mereka sarapan, melepas suaminya berangkat ke kantor, setelah itu ia sibuk untuk mengantar kedua anaknya kesekolah. 

Usai mengantar anak ke sekolah dia mulai kembali ke rumah dan mulai mengumpulkan pakaian-pakain kotor yg sudah menumpuk untuk direndam dan di cuci.

Selesai mencuci dan menjemur pakaian, ia mulai siap-siap menyusun rencana belanja, dan segera pergi ke pasar, mencari barang dan bahan makanan yang hendak di beli untuk di masak di pasar ia sibuk mencari bahan yang bagus dengan harga yang paling murah. 

Setelah sampai di rumah, ia mulai sibuk untuk meracik makanan, memasak untuk makan siang anaknya ketika pulang dari sekolah. Dan ketika ia sudah selesai memasak dan ingin menarik nafas barang sejenak saja tiba-tiba ia tersentak.

Aduh lupa hari ini belum mengurusi dan membayar rekening-rekening tagihan bulanan, segera ia melompat dan pergi untuk membayar berbagai tagihan bulanan. 

Selesai itu rupanya hari sudah siang dan ia tak sempat lagi pulang, langsung meluncur menjemput anaknya pulang dari sekolah.  Sesampainya di rumah ia sibuk menyiapkan makan siang untuk anak-anaknya. 

Dan ketika anaknya makan, ia mulai menyiapkan setumpuk pakaian yang belum sempat di setrika... dan ia habiskan waktu istirahatnya sambil menyetrika pakaian baru setelah itu ia sempat makan siang.

Tak terasa hari sudah menjelang petang..., kembali ia harus berangkat mengantar anaknya pergi ikut les bahasa Inggris.

Sambil menunggu anaknya les, ia sibuk menghitung keuangan bagaimana caranya agar gaji yang minim bisa memenuhi semua kebutuhan keluarga yang setiap hari naik terus. Mulutnya komat-kamit sambil mencoret-coret kertas mencoba mencari berbagai alternatif solusi untuk anggaran bulanan yang pas-pasan. 

Setelah pulang ia kembali sibuk untuk menyiapkan makan malam untuk suami dan anak-anaknya. Kembali ia meracik makanan dan memasak makanan agar suami dan anak-anaknya bisa memakan makanan malam yang hangat. 

Setelah itu ia masih belum bisa beranjak dari dapur karena masih harus mencuci piring-piring kotor yang tadi pagi dan tadi siang belum sempat kepegang untuk dicuci dan dibersihkan. 

Setelah itu ia melihat rumahnya agak "ngeres" atau kotor karena debu, dan ia mengambil sapu untuk membersihkan. Maklum di Jakarta Debu itu luar biasa banyaknya. 

Ketiak suaminya tiba kira-kira pukul 19.00 malam, ia menyambutnya di depan pintu dan menyiapkan segala kebutuhan untuk mandi agar suaminya bisa terlihat lebih segar.

Setelah itu merekapun makan malam bersama di meja, namun seperti biasa selalu terjadi keibutan antara adik dan kakak, jadi si ibu kembali disibukkan untuk melerai mereka. 

Usai makan kembali ia merapikan meja makan dan pergi ke dapur untuk mencuci piring. 

Baru setelah itu bisa rehat, dan ia isi sambil mandi biar segar.

Namun tak lama terdengar teriakan anaknya yang merasa kesulitan mengerjakan PR, segera ia mempercepat mandinya dan bergegas ke kamar membantu anaknya mengerjakan PR, sementara ia melihat suaminya sedang asyik santai di sofa sambil menonton tv seuasasi makan malam. 

Setelah selesai sudah mengajari anaknya membuat PR dan menemani anaknya sampai tertidur, ia mulai merasa ngantuk sekali dan ketika masuk kamar tidur ia segera terkapar karena kelelahan dengan aktivitas hariannya yang tiada pernah ada kata akhir.

Begitulah yang dilakukannya setiap hari dari hari kehari bulan demi bulan menjalani tugas sebagai seorang Istri. 

Dan tibalah kini hari ketiga dari perannya menjadi seorang Istri. 

Ketika ia tertidur ia bermimpi berjumpa dengan Tuhan, dan Tuhan bertanya.  "Bahagaimana sekarang apakah kamu sudah merasa puas dan bahagia bertukar peran dengan Istrimu ?"

Lalu ia segera bersujud dan berkata: 
"Tuhan ampuni aku, betapa buta dan bodohnya aku selama ini tidak mampu melihat kesibukan Istriku, ternyata betapa berat dan repotnya menjadi seorang wanita dan Istri itu ya Tuhan...."

"Betapa bodohnya aku ini, bisa-bisanya iri terhadap tugas dan tanggung jawab istriku, Tuhan tolong please kembalikan lagi roh ku ketubuhku seperti semula agar aku kembali menjadi seorang suami dan ayah.  Pleaseeeee Tuhan aku sudah tidak kuat lagi ..." pintanya mengiba-iba.

Lalu Tuhanpun menjawab:  
"Ha..ha.. Aku senang sekali,  sekarang rupanya engkau sudah belajar sesuatu yang paling berharga dari peran seorang Istri rupanya ya..?"

" Tidak usah khawatir...., Aku nanti aku akan mengembalikan Rohmu ketubuhmu seperti semula.  Tapi masih ada satu pelajaran lagi yang masih perlu kau rasakan.."  

"Cukup ya Tuhan ini sudah hari ke-3, aku sudah tidak kuat lagi kembalikan Rohku pada tubuhku seperti semula malam ini juga!" ia coba menyela.

"Ah sayangnya jika malam ini aku belum bisa"  kata Tuhan. 

"Bersabarlah, Tunggulah sampai 9 bulan lagi ya..., karena saat ini kamu sedang mengandung."

Lalu ia pun tak kuasa dan berteriak.... 

"Tidaaaaaaakkkkkkk  Tuhan... aku tidak akan kuat menjalani semua pekerjaan ini apa lagi dalam keadaan mengandung....."

Dan tiba-tiba ia mengigau teriak-teriak hingga pingsan di kamarnya. 

Hai para Ayah, 

Nanti malam ketika Istrimu terkapar kelelahan di sampingmu tolong jangan dimarahi ya... 

Segera ciumlah keningnya sambil berterimakasih dan bersyukur akan semua peran dan kerja kerasnya selama ini bagi keluarga, yang mungkin tidak kita ketahui karena kita bekerja seharian di kantor dan ia tidak pernah mengeluh karena kekuatan dan ketegaran hatinya.

Terimakasih telah mau melakukannya denga ikhlas.

Ditulis ulang oleh Ayah Edy untuk para ayah di seluruh Indonesia. 

www.ayahkita.com

CAK LONTONG INGIN GANTENG

APA JENIS KECERDASAN CAK LONTONG..?

Cak Lontong oh Cak Lontong....

Cak Lontong adalah tokoh yang sangat di kenal di Indonesia, tidak hanya orang dewasa bahkan anak-anakpun kenal dan tahu siapa cak Lontong.

Ia terkenal karena banyak sekali kata-katanya yang sekilas terlihat iseng, lucu tapi masuk akal....

Nah Menurut ayah bunda apa kira-kira jenis kecerdasan Cak Lontong ini...?

Adakah anak kita yang memiliki kecerdasan seperti cak Lontong..?

Pengalaman saya sekolah dan kuliah selalu saja bertemu dengan teman kelas yang memiliki kecerdasan seperti cak Lontong ini, cirinya kalau ia sudah "nyeletuk" sering membuat satu kelas geeerrr tertawa.

Tapi sayangnya anak-anak yang memiliki kecerdasan ini sering memiliki kelemahan di akademis dan nilai2 ujiannya, hingga sering oleh guru dan sekolah dianggap anak yang kurang cerdas.

Padahal ia adalah anak yang cerdas seperti juga Cak Lontong...
Dan seandainya kecerdasannya ini terus dipupuk dan disalurkan mungkin ia kelak bisa seterkenal Cak Lontong.

ayah edy
guru parenting Indonesia
Pimpinan Sekolah MKG
Bali



BERNARKAH BELAJAR HARUS DISITUASI FORMAL...?

Penelitian menunjukkan bahwa ternyata anak-anak akan jauh lebih sukses dalam belajar jika kondisi ruangannya tidak terlalu formal dan ramah tubuh.  Tidak harus duduk diatas kursi dan meja belajar.  Bahkan dalam catatan sejarah Albert Einstein lebih sering belajar tidak di tempat belajar formal, melainkan sambil berbaring di lantai, sambil bersandar dibawah pohon ditepi danau dan tempat2 yang menyenangkan lainnya.

Ketika seseorang anak duduk di kursi yang keras (seperti kebanyakan sekolah anak kita dan sekolah kita dulu pada umumnya)

Maka kira-kira 75 persen dr berat badannya ditopang oleh tulang yang lebarnya hanya sepuluh sentimeter persegi, dan ini berdampak pada tekanan yang berat terhadap syaraf-syaraf tulang belang, akibat tekanan pada jaringan syaraf tulang belakang tersebut, akan menyebabkan seorang anak cepat merasa  kelelahan, tidak nyaman dan sering mengubah-ubah posisi duduknya. yang semua ini pada akhirnya akan sangat mengganggu konsentrasi seorang anak dalam belajar. 

oleh karena itu maka Perhatikanlah bila ada sebagian putra-putri kita yang lebih menyukai cara belajar informal seperti sambil bersandar di sofa, atau bahkan berbaring di lantai, atau juga sambil mendengarkan musik  janganlah kita melarangnya, bisa jadi justru dengan cara itu, anak kita malah lebih bisa berkonsentrasi. 

ayah edy
Guru Parenting Indonesia
www.ayahkita.blogspot.com

PEMBENCI

Dimata orang yang membenci, apa yang kita lakukan selalu salah. 

Sebenarnya pikiran para pembenci itulah yang salah dan perlu di reparasi.   Sayangnya sering kali mereka tidak menyadarinya. 

Pikiran si pembenci itu mirip seperti badak ini, ia tidak akan bisa melihat kebaikan pada orang lain karena selalu terhalang oleh culanya sendiri.


SUKSES DIUSIA MUDA MUNGKINKAH..?

KALAU BISA SUKSES LEBIH MUDA KENAPA HARUS NUNGGU TUA..?

Para orang tua yang berbahagia

Pada salah satu program parenting yang kami adakan bagi para orang tua; pernah saya membawakan tema “Membantu anak meraih sukses sebelum usia 25 tahun....

Seperti biasa pada awal dari pembukaan parenting, saya selalu menanyakan motif kehadiran para orang tua di Program Parenting ini...

Sungguh diluar dugaan saya bahwa;  banyak orang tua yang mengatakan bahwa mereka sangat tertarik dengan temanya, tapi secara jujur  sebagian besar para orang tua mengatakan tidak yakin apa iya seorang anak bisa meraih sukses sebelum usia 25 tahun.

Semakin saya gali dan gali lagi,  saya jadi semakin mengerti mengapa para orang tua sampai tidak yakin dengan kemungkinan anaknya bisa meraih sukses diusia yang relatif muda ini...

Sungguh menyedihkan sekali Ayah bunda.....rupanya sebagian besar kita para orang tua secara turun temurun telah ditanamkan bahwa sukses itu baru mungkin dicapai apa bila kita sudah mencapai usia paruh baya atau mungkin juga jika sudah mendekati uzur.....?

Apa iya memang demikian.....? Jika memang demikian.....betapa ruginya kita;  sementara kita berada dititik puncak kesuksesan akan tetapi sementara itu pula kondisi fisik kita sudah sangat menurun untuk bisa menikmati sukses yang kita raih dengan susah payah tersebut.

Ayah bunda.....Saya jadi bertambah penasaran; untuk itu saya coba terus menggali dari orang tua mengapa  pandangan sukses diusia senja itu begitu telah mendarah daging di pikiran hampir sebagian besar para orang tua. 

Ayah bunda..... ternyata sukses yang dimaksudkan disini diidentikan dengan hitung-hitungan usia anak ditambah masa sekolah anak dan masa meniti karir anak.

Jadi kurang lebih hitungannya seperti ini 7 tahun + masa sekolah dasar & menengah 12 tahun + masa kuliah 5 tahun + meniti karir dari dasar hingga puncak 10 tahun jadi total jendral usia anak mungkin baru bisa sukses minimal 34 tahun.  Itupun dengan catatan apa bila seluruh proses yang dilaluinya berjalan mulus.

Bahkan faktanya; menurut para orang tua lagi..... kebanyakan sukses baru bisa diraih pada usia 45 tahun ke atas. 

Ayah bunda....saya jadi mengangguk-anggukan kepala...mulai memahami mengapa para orang tua begitu tidak yakin bahwa anak-anaknya bisa meraih sukses mereka diusia kurang dari 25 tahun.

Ayah bunda.....dimanakah sebenarnya letak pemborosan waktunya sehingga anak kita akan baru bisa menjadi orang hebat minimal diusianya yang ke 34....?  Sementara Valentino Rossi sudah menjadi juara dunia balap GP Motor 500 CC  pada usia 20 tahun.

Mari kita simak dimana letak pemborosan waktunya.....

Pada sistem pembelajaran yang berbasiskan Multiple Intelligence; waktu dibagi kedalam 3 bagian; yang pertama Periode Menemukan Bakat dan Keunggulan;  ini harus sudah bisa ditemukan pada masa pendidikan dasar;  Yang Kedua Periode Pemupukan dan pengembangan dapat dimulai secepat mungkin setelah berhasil ditemukan; dan Periode ketiga adalah  profesionalisme atau meraih prestasi.

Jadi hitung-hitungannya adalah 4-7 tahun masa menemukan bakat dan keunggulan + 10 tahun Fase Pemupukan dan pengembangan/penggemblengan + 3 tahun masa meraih prestasi =  Jadi total jendral paling lambat pada usia 20 tahun anak kita sudah bisa meraih sukses, bahkan tingkat dunia sekalipun. 

Ini adalah hitung-hitungan waktu bagi beribu-ribu orang hebat tingkat dunia yang telah berhasil meraih suksesnya dibawah usia 25 tahun.  Termasuk salah satunya adalah Pegolf Tiger Woods.

Ayah bunda....
Sementara pada sistem pendidikan yang konvensional pada umumnya;  Mereka tidak ada dan tidak mengenal 3 Periode tersebut.  Mereka tidak pernah memikirkan untuk bisa berhasil menemukan potensi keunggulan masing-masing anak,  Mereka juga tidak pernah melakukan penggemblengan untuk bisa mencapai taraf kemampuan profesional; Mereka juga tidak mempersiapkan bahwa setelah selesai masa pendidikan seharusnya adalah awal dari pertandingan meraih sukses bukan malah harus belajar lagi selama minimal 10 tahun kedepan; untuk bisa mencapai jenjang seorang professional. 

Jadi jangan heran meskipun diatas kertas anak-anak kita sudah bersekolah selama minimal 17 tahun dan mengantongi berbagai gelar.... dengan menamatkan kuliah secara tepat waktu; tetap saja setelah lulus sama sekali tidak memiliki kemampuan professional yang dapat  diunggulkan;  malahan mereka pada umumnya harus memulai lagi segalanya dari Nol besar dan baru dapat dikatakan berpengalaman atau memiliki jam terbang setelah paling tidak 10 tahun masuk kedunia professonalisme sejak mereka lulus pendidikan dulu.

Ayah bunda......Sungguh sebuah pemubaziran waktu......

Namun demikian jangan khawatir....

Kita  tentu saja tetap  boleh memilih apakah kita akan membantu anak-anak kita untuk meraih suksesnya sebelum usia 25 tahun atau malah sesudah usia 45 tahun.


KEBENCIAN DAN KEBODOHAN

KENAPA BYK ORG YG POSTINGANNYA SELALU BERUSAHA MENCAR-CARI KESALAHAN  ORANG LAIN..?

seorang murid bertanya pada guru nya

Tenanglah Nak.

Bila ada orang yang gemar mencari- cari kesalahan seseorang, itu pertanda ia kesulitan menemukan kesalahan pada orang tersebut, sehingga mesti dicari-carinya."

"Bila ia mencoba mencari-cari kelemahan dan kekurangan seseorang, maka itu pertanda ia mengakui kekuatan dan kelebihan orang itu begitu nyata sehingga sulit dicari-carinya."

"Bila seseorang memang banyak memiliki kekurangan, kelemahan atau keburukan, tanpa perlu dicari-carinya pun akan segera muncul dan kelihatan dengan sendirinya.

Karena isi pikiran orang itu akan mudah muncul sebagai kata-kata dan kata-kata mudah tampak menjadi perilakunya."

Dr Mustika

Silahkan dibagikan sebagai bahan evaluasi diri


ORANG BODOH VS ORANG PINTAR

Kata Pepatah, dan banyak orang bilang bahwa.

ORANG BODOH ITU SERING KALI MALAH MERASA PINTAR

apa benar...?



ORANG-ORANG YANG TIDAK PAHAM

DIA PIKIR DIA BENAR 

Banyak terjadi di sosial media
Orang berkomentar sebelum memahami...,

Ia tidak tahu bahwa Membaca dan Memahami bacaan adalah 2 hal yang berbeda.

Meskipun ada beberapa orang yang merasa jika ia sudah membaca ia paham.

Padahal sesungguhnya ia belum paham, dan komennya jadi seperti orang yang salah paham.

Cirinya ia akan terus berkomentar mempertahankan ketidak pahamannya

Syukurlah jika kita Paham dia salah.

Perhatikan gambar ini baik-baik...

GULMA DI MEDSOS


BELAJAR DARI POHON DAN GULMA

Hati dan Jiwa kita itu seperti pohon, yang selalu bertumbuh keatas mencari cahaya terang sinar matahari... untuk bisa bertumbuh semakin kuat, besar dan memberikan manfaat bagi alam dan mahluk-mahluk yang ada disekitarnya.

Namun dalam proses pertububuhannya hati kita selalu di penuhi pikiran-pikiran mengotori dan menghambat pertumbuhan hati dan jiwa kita dalam bertumbuh besar dan kuat. Ibarat sebuah pohon yang selalu ditumbuhi oleh "Gulma" disekelilingnya.

Jika kita tidak rajin-rajin membersihkan "Gulma" yang ada di sekitar kita yang mengganggu pertumbuhan hati dan jiwa kita maka lama-lama gulma-gulma inilah yang akan lebih kuat menguasai kita...

Dalam dunia media sosial komentar2 negatif ibarat gulma bagi tumbuhan, jadi kita perlu membersih kan dr komen dan share postingan yang negatif agar pikiran dan jiwa kita bisa bertumbuh sehat.

Mari kita terus bertumbuh ke atas untuk mencari sinar cerahnya kehidupan agar kelak bisa bertumbuh kuat dan besar dan memberikan manfaat bagi seluruh alam "Rahmatan Lin Alamin"

Belajar dari para petani, di sawah, dan perkebunan di desa.
Salam syukur penuh berkah,
ayah edy

ANAK KU SUKA BERBOHONG ?


ANAKKU SUKA BERBOHONG..?

TANYA :

Kalau dia meniru temannya bukan dari rumah..Trus bagaimana cara memperbaiki nya ayah..?

JAWAB :

Pengalaman kami di rumah 

pertama yg km lakukan adalah mengajak kerjasama anak untuk mencatat kapanpun org tuanya berbohong catat dan ingatkan. 

Lalu jika ia berhasil menemukan pelanggaran org tuanya maka kami akan dikenakan denda atau hukuman sesuai kesepakatan bersama kami dengan anak 

Dan begitu pula yg kita berlakukan sebaliknya aturan main yg sama pada anak kita. 

Kuncinya adalah rasa keadilan anak berhak menilai org tuanya.

Karena mayoritas org tua buat aturan hanya untuk anak, tapi Ketika org tua nya yg melanggar org tuanya malah berkelit atau bahkan marah pada anak u menutupi kesalahannya . Dan anak akan menirunya.

Jadi jika kita ingin anak kita jujur maka kita harus bisa mencontohkan dan mau di berikan konsekuensi yg sama oleh anak kita.

Itu yg km lakukan di rumah kami.

Awalnya tidak mudah memang 

Karena org tua sering gengsi mengakui kesalahannya didepan anak. 

Namun jk kita mau melakukannya.

Alhamdulilah anak km  dapat terus memonitor org tuanya dan sebaliknya  sampai saat ini.

Ingatlah selalu Nasehat yg baik pada anak adalah dengan memberikan contoh dan teladan



INTERMEZO AYAH EDY 1



BANGGA BERBAHASA DAERAH

Saya lebih suka berbahasa Jawa dari pada berbahasa Inggris bukan karena org Jawa dan sombong.

tapi karena bahasa jawa itu lebih simple dan irit,  cocok kalau pas lagi sariawan dan susah ngomong kek gini .

Inggris : wait for a minute
Indo     : tunggu sebentar
Jawa   : sik

Inggris : like to follow someone
Indo      : suka mengikuti seseorang
Jawa    : ngintilan

Inggris : I don't want it
Indo      : aku tidak mau itu
Jawa    : moh

Inggris : Flying so fast
Indo     : Terbang sangat cepat
Jawa   : weerΕ•r

Inggris : What happen?
Indo     : Apa yang terjadi?
Jawa   :  nyapo ?

Inggris : I dont have money
Indo     : Aku tidak punya uang
Jawa   : Kere

Inggris : I don't care
Indo     : aku tidak peduli
Jawa   : Prett ......

Inggris:  I don't believe
Indo:       tak percaya
Jowo:     mbel

Inggris:  this is for you
Indo:       ini untukmu
Jowo:     nyoh

Inggris:   I don't know
Indo:       saya tidak tahu
Jowo:     mbuh

😜😜😜

KONFIRMASI PESAN PADA ANAK

Sy selalu berusaha mengkonfirmasi pesan saya pada anak saya  apakah pesan yg saya sampaikan dipahami sama dengan yang saya maksudkan.

Konfirmasi itu sangat diperlukan untuk mencegah salah paham anak dan orang tua atau guru dan murid-muridnya

Ada yang pernah mengalaminya..?


ILMU PADI MAKIN BERISI MAKIN MERUNDUK


Guru saya dulu sekali pernah menasehati saya

 Begini Katanya

Kalau ada Orang yang sering merasa paling benar itu ibarat padi yang masih hijau meski dibungkus warna kuning tetap saja dalamnya masih hijau, belum berisi dan tegak berdiri.

Nanti jk ia sdh makan asam garam dan mau belajar dari kehidupan ini,  barulah mulai menguning dan perlahan2 mulai merunduk

Saya pernah menjadi padi yg hijau pada zamannya  kira-kira memang seperti itu adanya.


Kamis, 18 Januari 2018

MEMAHAMI PESAN


PESAN AYAH PADA ANAKNYA

Sebelum sang ayah menghembuskan nafas terakhir, dia
memberi pesan kepada kedua anaknya :

“Anakku, dua pesan penting yang ingin ayah sampaikan
kepadamu untuk keberhasilan hidupmu”

“Pertama : jangan pernah menagih piutang kepada
siapapun”

“Kedua : jangan pernah tubuhmu terkena terik
matahari secara langsung”

…..5 tahun berlalu sang ibu menengok anak sulungnya
dengan kondisi bisnisnya yang sangat memprihatinkan,
ibu pun bertanya “Wahai anak sulungku kenapa kondisi
bisnismu demikian?”.

Si sulung menjawab : “Saya mengikuti pesan ayah bu…
Saya dilarang menagih piutang kepada siapapun
sehingga banyak piutang yang tidak dibayar dan lama²
habislah modal saya..

Pesan yang kedua ayah melarang saya terkena sinar
matahari secara langsung dan saya hanya punya
sepeda motor, itulah sebabnya pergi dan pulang
kantor saya selalu naik taxi”.

Kemudian sang ibu pergi ke tempat si bungsu yang
keadaannya berbeda jauh. Si bungsu sukses
menjalankan bisnisnya.

Sang ibu pun bertanya “Wahai anak bungsuku, hidupmu
sedemikian beruntung, apa rahasianya…?”

Si bungsu menjawab : “Ini karena saya mengikuti
pesan ayah bu.. Pesan yang pertama saya dilarang
menagih piutang kepada siapapun. Oleh karena itu
saya tidak pernah memberikan hutang kepada siapapun
sehingga modal saya tetap utuh”.

“Pesan kedua saya dilarang terkena sinar matahari
secara langsung, maka dengan motor yang saya punya
saya selalu berangkat sebelum matahari terbit dan
pulang setelah matahari terbenam, sehingga para
pelanggan tahu toko saya buka lebih pagi dan tutup
lebih sore”.

Perhatikan..
Si Sulung dan Si Bungsu menerima pesan yang SAMA,
namun masing² memiliki penafsiran dan sudut pandang
atau MINDSET berbeda. Mereka MELAKUKAN cara yang
berbeda sehingga mendapatkan HASIL yang berbeda
pula.

Hati² lah dengan Mindset kita..
Mindset positif memberi hasil menakjubkan, sebaliknya
mindset negatif memberikan hasil menghancurkan.

The choice is yours..!

Share dgn ikhlas.. Indahnya saling membahagiakan..

Ditulis oleh sahabat fb kita: WS Wilham Spaer

Sama juga dengan kita semua disini, jika kita memaknai pesan secara keliru maka yang kita dapat bukannya ilmu dan manfaat melainkan hanya perdebatan tiada ujung dan permusuhan.

Mari kita belajar memaknai pesan dengan menggunakan hati, pikiran positif dan kecerdasan akal sehat. Agar fb ini bisa memberikan pelajaran dan manfaat dan bukan sebaliknya.

Perhatikan baik-baik film ini silahkan klik link di bawah ini:
http://www.youtube.com/watch?v=FTnc67wd5b0

Rabu, 17 Januari 2018

KISAH KOMANG


KEKUATAN DAN KEAJAIBAN CINTA SEORANG IBU 
(kisah nyata dari desa Nyuh Kuning, Ubud, Bali)

Suatu ketika saya memberikan Materi di acara Parenting dari Desa ke Desa (Program Sosial dari Banjar ke Banjar di berbagai kabupaten di Bali.

Kali ini mengambil tema MENEMUKAN POTENSI EMAS ANAK SEJAK DINI, DENGAN MEMBACA TANDA-TANDA YANG DIBERIKAN TUHAN DALAM DIRINYA.

Rupanya pemaparan saya banyak menggugah orang tua yang hadir, sebagian orang tua bahkan ada yang menangis.

Diantara orang tua yang menangis, ada seorang ibu yang bertanya;  bagaimana dengan anaknya yang katanya didiagnosis mengalami down syndrome, apakah juga bisa memiliki harapan yang sama dengan anak-anak lainnya?

Saya sempat tertegun sejenak, menanggapi pertanyaan ini; karena dari beberapa referensi yang pernah saya baca, anak yang mengalami Down Syndrome kemungkinan besar tidak bisa disembuhkan.

Namun setelah termenung sejenak saya teringat tentang system Terapi Kasih sayang yang diterapkan di sekolah kami.   Yakni Terapi yang mengadopsi hasil temuan Prof. Kazuo Murakami tentang System Gen Dorman dan Terapi Reconnected Healing yang dilakukan oleh Dr. Erick Pearl.

Dr. Murakami mendapat penghargaan Japan Research Awards atas penemuannya bahwa kita bisa memperbaiki sistem genetika anak yang kurang sempurna melalui pikiran, ucapan dan tindakan kita. 

Sedangkan Dr Pearl mengajarkan pada kita bahwa kita bisa menjadikan diri kita sebagai perantara dari Kuasa Tuhan untuk menyembuhkan orang lain.

Saya menggabungkan teknik kedua terapi ini menjadi TERAPI KASIH SAYANG.

Saya jelaskan ini pada ibu penanya apa yang saya pelajari dan saya praktekkan tentang kedua sistem terapi ini.

Singkat cerita si Ibu dan anaknya saya undang untuk naik ke panggung, lalu saya ajarkan caranya melakukan proses terapi pada anaknya. 

Setahap demi setahap si ibu mencoba mempraktekkannya.



Dan saya meminta beliau untuk melakukannya setiap anaknya tidur malam dan sebelum bangun pagi. 

Kami sudah banyak melakukan terapi ini pada setiap anak yang mengalami masalah dengan keluarganya, namun belum pernah melakukannya pada anak yang mengalami fenomena Down Syndrome.



Meskipun agak ragu apakah ini akan berhasil, namun saya tetap meyakinkan diri dan si orang tua anak tersebut untuk melakukannya dengan totalitas sepenuh hati setiap hari.

Dua tahun berlalu sudah, saya sudah hampir lupa kejadian tersebut. 

Dan ketika saya ke Bali minggu lalu, saat makan malam tiba-tiba Pak Made menunjukkan sebuah foto di Hpnya.



“Ayah masih ingat ini siapa...?” katanya.
Lalu saya perhatikan wajah seorang anak di HP tersebut.
 
“Tidak tahu siapa ini pak...?”  tanya saya pada pak Made.
“Ini foto Komang!” jawabnya lirih

“Komang yang mana ya pak? tanya saya lagi”  Maklu di Bali banyak sekali nama Komang.

“Komang yang dulu, ayah pernah terapi, saat acara Parenting dari Banjar-ke Banjar di Kramas”.

“Ah masa iya pak Made, kok wajahnya berbeda jauh dan berubah banyak, tidak lagi seperti anak yang mengalami Down Sysdrome ya...”  kata saya tak percaya.



“Iya ini benar, ini foto Komang, ini yang kirim fotonya ke WA saya itu ibunya langsung lho..” ucap pak Made meyakinkan dengan logat Balinya yang kental.

Lama saya pandangi fotonya, saya masih antara percaya dan tak percaya.

Lalu saya bertanya penasaran;  “Apa yang dilakukan ibunya kok wajah Komang bisa berubah seperti ini...?”

“Itu dah, kata ibunya semua yang ayah ucapkan dan sarankan semua dilakukan sepenuh hati, setiap hari sudah hapal di luar kepala”



Kebetulan disebelah saya duduk seorang ibu yang orang tuanya Tinggal di Amerika dan memiliki Rumah Rawat untuk orang-orang yang mengalami Down Syndrome; 

Beliau ketika melihat fotonya berkata “Oh My God !”,  kok bisa ya....  di Amerika saja Down Syndrome terbawa dari kecil hingga dewasa dan sepertinya belum bisa disembuhkan atau setidaknya mengalami perubahan yang sebesar ini”

Sahabat ayah bunda yang dimuliakan Tuhan,

Segera saja saya mengusulkan untuk membuat video wawancara pada ibunya, agar kita semua bisa mengetahui apa yang telah dilakukan oleh Ibunya Komang pada anaknya setiap hari, agar bisa menjadi pengetahuan juga pelajaran bagi kita semua.

Dan ketika saya pulang dari Bali, Pak Made dan Tim sedang mempersiapkan proses video dokumentasi untuk mewawancarai orang tua Dik Komang.

Terimakasih untuk Pak Made, Bu Aryati, Dr. Wayan Mustika, Pak Surya dan Teman-teman yang telah setia menjadi Relawan dan Pendukung Program Parenting dari Banjar ke Banjar, dari desa ke desa, di berbagai Kabupaten yang ada di Bali.

Matursukma, terimakasih... Terimakasih Tuhan untuk semua pelajaran yang Engkau berikan pada kita semua.  Yang tidak mungkin bagi kita, mungkin saja bagi Tuhan.

Betapa luar biasanya kekuatan kasih sayang seorang ibu pada anaknya.

By Ayah Edy
Guru Parenting Indonesia
www.ayahkita.blogspot.com

Masa kanak-kanak itu berakhir sudah.....


Sekarang kedua anakku sudah berubah suara.....

Tidak lagi terdengar suara anak-anak di rumahku

ketika mereka tertawa terdengar suara tertawa seperti orang dewasa....

Sering aku tak sadar dan kaget, suara siapa itu gerangan, ya kaget mendengar ada suara orang dewasa dirumahku....

Dia sudah sebesar tubuhku, bahkan tingginya mulai melampauiku.....

Bersyukur aku termasuk orang tua yang tidak menyesali ini, karena aku selalu memberikan waktu terbaikku untuk mereka setiap hari....

Akupun membiarkan mereka bermain puas sampai masa kanak-kanak mereka usai...., 7 tahun masa SDnya diisi penuh dengan bermain, bermain dan bermain sampai puas. 

Bermainlah sepuasmu seperti alamiahnya fitrah seorang anak, karena masa ini akan segera berlalu...,  Ayah ingin kamu puas bermain saat ini....

karena ketika kelak kamu menjadi ayah dan pemimpin keluarga janganlah pernah kamu bermain-main lagi dengan hidupmu dan hidup keluargamu.

Dan saya merasa mereka kini lebih menjadi sahabatku ketimbang anakku....

Kini mereka sudah puas bermain.....
dan mulai suka bertanya dengan hal-hal yang lebih serius...

Dan alhamdullilah mereka mulai siap untuk diajak serius membicarakan perencanaan hidup bagi mereka....

Betapa bersyukurnya aku dulu telah belajar parenting, hingga setidaknya tahu apa yang mesti aku lakukan pada anakku sebagai seorang ayah.

Sehingga aku siap dan bahagia (campur sedih dengan cepatnya waktu berlalu) menyambut fase-fase perubahan anaku mulai Batita, Balita, Anak-anak hingga sekarang memasuki usia pra remaja.

Aku yakin waktu pun akan berlalu begitu cepat berlalu membawa mereka ke fase remaja,  saya sering berbisik pada istri saya, kita harus siap-siap dari sekarang sebelum mereka kelak harus meninggalkan rumah untuk menempuh pendidikan di kota lain atau bahkan di negeri lain.

Siap-siap untuk mengisi kehidupan berdua, jauh dari anak-anak kita.
Dulu kita berdua, lalu berempat dan kembali kita akan berdua lagi. 

Terima kasih Tuhan Engkau telah menunjukkan dan menuntun aku untuk menjadi seorang ayah yang bisa lebih baik dari hari ke hari untuk kedua anakku dan keluargaku.

Sungguh masa bahagia kanak-kanak itu berlalu begitu cepat dan sangat singkat sekali....

Jangan biarkan masa emas ini berlalu tanpa kenangan manis bagi anak-anak kita dan keluarga kita.

Karena pada akhirnya semua hanya tinggal kenangan....
Dan sebaik-baiknya warisan pada anak kita adalah kenangan yang tak terlupakan bersama orang tuanya.

Salam Indonesian Strong from Home !
ayah edy
Guru Parenting Indonesia.


Senin, 15 Januari 2018

SEPERTI APA PENDIDIKAN TERBAIK DUNIA..?


OBROLAN AYAH DENGAN CHANTALL SEPUTAR NEGARA DENGAN SISTEM PENDIDIKAN TERBAIK DI DUNIA

DIMANA LETAK PERBEDAANNYA ?????

Satu ketika setelah kami selesai siaran di Sindo TV, sempat berbincang2 dengan Chantall Della Concetta, presenter acara tsb melanjutkan obrolan kita.

Saya bercerita tentang sistem pendidikan di FINLANDIA pada Chantall, yang diakui menerapkan sistem Pendidikan (Sekolah) terbaik di dunia.

Tiba2 saja Chantall menimpali, katanya dulu ia semasa masih di Metro TV pernah dikirim meliput di Finlandia,

"Wah ayah...katanya..., penduduknya luar biasa.... santun ramah, dan yg menakjubkan katanya jika kita parkir mobil dimana saja tidak perlu di kunci, dan jika ada benda2 berharga bisa ditinggal di mobil tanpa perlu khawatir ada yg mencurinya...." Begitu katanya....

Jadi ternyata SISTEM PENDIDIKAN itu yg menentukan potret sebuah bangsa, jadi jika potret bangsanya Amburadul, pasti sistem Pendidikan dan para penyelenggaranya juga amburadul

Begitulah kira-kira kesimpulan dari obrolan kami malam itu di Studio Sindo TV.

Lalu seperti apa sich SISTEM PENDIDIKAN TERBAIK DI DUNIA ITU ???

Berikut penuturan dari Syed Abdul Rahman Alsagoff
Foundar Arabic School in Singapore
Sekolah tertua yg didirikan oleh Swasta di Singapura; Sumber; Channel News Asia , 6 Mei 2009

Mengatakan bahwa ternyata di Finlandia itu tidak ada:

1. Akreditasi (Pemeringkatan) sekolah oleh pemerintah, yg ada akreditasi oleh Masyarakat; Jadi masyarakat melihat langsung apakah anak mereka yg didik di sekolah tersebut menjadi semakin baik, beretika dan cerdas atau malah sebaliknya.

Jadi sekolah tidak dinilai oleh satu pihak saja, yakni Pemerintah, melalui Stnadar tunggal yg bisa saja keliru (dan jika keliru maka seluruh bangsa akan menganggung akibatnya) ; melainkan langsung oleh usernya yakni masyarakat.

Jadi sekolah berusaha untuk menjadi yg terbaik dengan memberikan bukti langsung kepada masyarakat yg menilainya.

Fungsi pemerintah lebih sebagai konselor atau Konsultan Pembimbing bagi sekolah dan mengembangkan sistem sekolahnya bukan Lembaga Akreditasi.

Mencatat sekolah2 yg dianggap berhasil oleh masyarakat dan membantu sekolah2 yg belum dianggap berhasil.

2. Tidak ada kurikulum tunggal yg ditetapkan oleh Pemerintah pusat,

Setiap sekolah diberikan kebebasan mengembangkan kurikulum sendiri sesuai dengan potensi unggul daerahnya masing2.

Jadi sepertinya jika sekolah itu di terletak di Bali mungkin yg lebih di utamakan adalah kurikulum pengembangan Budaya, Seni Tari, Ukir, Pahat dan sejnisnya.

Jika dikalimantan mungkin tentang Batuan berharga, Gambut, Batubara, dan Budidaya Hutan, Jika di Maluku mungkin Perikanan dan budidaya kelautan dan sejenisnya.

Wow !!! Pastinya akan banyak para ahli lokal yg pandai memanfaatkan potensi daerahnya.

3. Tidak ada standar ujian negara, melain berbasiskan pada proses hasil pembelajaran dari hari ke hari dari masing-masing anak, tanpa dibandingkan melalui sistem Rangking.

Jadi tujuan pembelajaran adalah untuk menjadikan anak yg terbaik sesuai bidang yg diminati dan kemampuannya sendiri-sendiri bukan untuk mengejar peringkat dalam satu kelas atau satu sekolah.

(karena prinsip pendidikan adalah mencerdaskan semua anak bukan untuk Merangking mereka dari yg terpintar hingga yg terbodoh)

4. Dan yg paling mengesankan adalah tidak ada standar Nasional KECUKUPAN MINIMAL untuk Nilai masing2 pelajaran (karena tiap anak memiliki kecepatan belajar yg berbeda2 dan kemampuan berbeda untuk bidang pelajaran yg berbeda).

Yang ada justru STANDAR NASIONAL ETIKA MORAL ANAK.

Jadi setiap sekolah wajib mendidik setiap murid mereka memenuhi STANDAR ETIKA MORAL NASIONAL sebagai Pondasi Dasar membantuk Bangsa Yang Kuat dan Cerdas.

Jadi meskipun sekolah mereka memiliki kurikulum yg berbeda2 dengan spesialisasi kecakapan Bidang yg berbeda di sesuaikan dengan potensi daerahnya masing2 Namun setiap sekolah harus bisa menjamin bahwa setiap muridnya memiliki ETIKA MORAL YG STANDAR SECARA NASIONAL.

Wah.... sepertinya kok tidak terlalu sulit ya untuk mengikuti dan menjadi Negara dengan Sistem Pendidikan Terbaik di Dunia.

Tentunya jika kita mau !!

Saudara-saudara sebangsa dan setanah air,

Seandainya anak kita bersekolah dengan sistem seperti ini sudah kebayang ya akan menjadi sangat luar biasa !!!.

Bersekolah akan menjadi hal yg menarik, menyenangkan sekaligus menantang dan tidak lagi membosankan dan menekan kejiwaan anak.

Dengan adanya Etika Moral yg di Standardisasi secara Nasional pastinya tidak akan ada lagi TAWURAN MASAL PELAJAR, Genk Nero, Genk Motor, dan sejenisnya di Jalanan. Anak akan menjadi respect pada guru dan orang tua, lebih beretika di sekolah, di jalan dan dirumah.

Dengan adanya sistem yg mengedepankan kecakapan individual dan tidak ada lagi sistem ujian dengan standar soal dan jawaban yg sama pastinya tidak akan ada lagi contek mencontek.

Tiap siswa akan tampil menjadi terbaik pada bidang kecakapan masing-masing yg memang menjadi bakat dan kelebihannya dan bukan dipacu dan ditekan untuk meningkatkan nilai atau bidang yg menjadi kelemahanya dengan cara ikut Bimbel atau Les siang, malam, pagi, sore.

Sekaligus masing2 anak-anak, Guru dan Orang Tuanya gak Stress lagi oleh Momok Nasional yg bernama Ujian Nasional, karena mereka di nilai bukan dari Ujian Akhir melainkan melalui proses perkembangan belajar dan penguasaan dari hari ke hari.

 Sekaligus mereka juga dikembangkan berdasarkan kemampuan dan kecakapan bidang masing-masing, tidak untuk di Rangking, yg bisa berakibat sangat memalukan jika mereka termasuk 10 besar dari bawah.

Berkaca pada Syed Abdul Rahman Alsagoff sang Founder Arabic School di Singapore yg mau dan bisa melakukan perubahan dengan memulainya dari dirisendiri dan sekolahnya sendiri, kitapun mestinya bisa melakukan hal yg sama di Indonesia.

Jika Singapura bisa Indonesia Pasti Bisa !!!

Jika kita mau pasti bisa !!!
dan bukan sebaliknya,
Jika bisa sich sebenarnya kita mau !!!!

Ya Persis memulai perubahan mulai dari diri sendiri dan sekolah kita sendiri !!!

by ayah edy
www.ayahkita.blogspot.com