SATU-SATUNYA SITUS RESMI AYAH EDY

SATU-SATUNYA SITUS RESMI AYAH EDY
Bagaimana caranya..? Gabung di FB: komunitas ayah edy, download talkshow di www.ayahedy.tk

Minggu, 15 Januari 2017

KENTANG KEBENCIAN



KETIKA KITA TAK MAU MEMAAFKAN KESALAHANNYA.....

Suatu ketika, ada seorang guru yang meminta murid-muridnya untuk
membawa satu kantung plastik bening ke sekolah. Lalu, ia meminta setiap anak untuk memasukkan beberapa kentang di dalamnya.
Setiap anak, diminta untuk memasukkan sebuah kentang, untuk setiap orang yang TIDAK MAU mereka maafkan.

Mereka diminta untuk menuliskan nama orang itu, dan mencantumkan
tanggal di dalamnya. Ada beberapa anak yang memiliki kantung yang ringan, walau banyak juga yang memiliki plastik kelebihan beban.

Mereka diminta untuk membawa kantung bening itu siang dan malam.
Kemana saja, harus mereka bawa, selama satu minggu penuh. Kantung itu, harus ada di sisi mereka kala tidur, di letakkan di meja saat belajar, dan dijinjing saat berjalan.

Lama-kelamaan kondisi kentang itu makin tak menentu. Banyak dari
kentang itu yang membusuk dan mengeluarkan bau yang tak sedap.

Hampir semua anak mengeluh dengan pekerjaan ini. Akhirnya, waktu satu minggu itu selesai. Dan semua anak, agaknya banyak yang memilih untuk membuangnya daripada menyimpannya terus menerus.

Teman, pekerjaan ini, setidaknya, memberikan hikmah spiritual yang
besar sekali buat anak-anak. Suka-duka saat membawa-bawa kantung yang berat, akan menjelaskan pada mereka, bahwa, membawa beban itu, sesungguhnya sangat tidak menyenangkan. Memaafkan, sebenarnya, adalah pekerjaan yang lebih mudah, daripada membawa semua beban itu kemana saja kita melangkah.

Ini adalah sebuah perumpamaan yang baik tentang harga yang harus
kita bayar untuk sebuah kepahitan yang kita simpan, dan dendam yang kita genggam terus menerus. Getir, berat, dan meruapkan aroma yang tak sedap, bisa jadi, itulah nilai yang akan kita dapatkan saat memendam amarah dan kebencian.

Sering kita berpikir, memaafkan adalah hadiah bagi orang yang kita
beri maaf. Namun, kita harus kembali belajar, bahwa, pemberian itu,
adalah juga hadiah buat diri kita sendiri. Hadiah, untuk sebuah kebebasan tidak menjinjing kentang-kentang busuk bersama kita setiap hari

Kebebasan dari rasa tertekan, rasa dendam, rasa amarah, dan kedegilan hati.

Maukah kita membuang kentang-kentang busuk yang telah lama membebani hati kita ?

Keputusan sepenuhnya saya serahkan pada anda...

www.ayahkita.com
Sekolah Maha Karya Gangga
Pendiri Gerakan Indonesian Strong from Home.
www.ayahkita.blogspot.com

Sabtu, 14 Januari 2017

37 KEBIASAAN ORANG TUA YANG MENGHASILKAN PERILAKU BURUK PADA ANAKNYA


SEBELUM MARAH SAMA ANAK SEBAIKNYA BERKACA DIRI DULU...

Apakah kita pernah melakukan kesalahan-kesalahan mendidik berikut ini.....

1. Raja yang Tak Pernah Salah

Sewaktu anak kita masih kecil dan belajar jalan tidak jarang tanpa sengaja mereka menabrak kursi atau meja. Lalu mereka menangis. Umumnya, yang dilakukan oleh orang tua supaya tangisan anak berhenti adalah dengan memukul kursi atau meja yang tanpa sengaja mereka tabrak. Sambil mengatakan, “Siapa yang nakal ya? Ini sudah Papa/Mama pukul kursi/mejanya…sudah cup….cup…diem ya..Akhirnya si anak pun terdiam.

Ketika proses pemukulan terhadap benda benda yang mereka tabrak terjadi, sebenarnya kita telah mengajarkan kepada anak kita bahwa ia tidak pernah bersalah.

Yang salah orang atau benda lain. Pemikiran ini akan terus terbawa hingga ia dewasa. Akibatnya, setiap ia mengalami suatu peristiwa dan terjadi suatu kekeliruan, maka yang keliru atau salah adalah orang lain, dan dirinya selalu benar. Akibat lebih lanjut, yang pantas untuk diberi peringatan sanksi, atau hukuman adalah orang lain yang tidak melakukan suatu kekeliruan atau kesalahan.

Kita sebagai orang tua baru menyadari hal tersebut ketika si anak sudah mulai melawan pada kita. Perilaku melawan ini terbangun sejak kecil karena tanpa sadar kita telah mengajarkan untuk tidak pernah merasa bersalah.

Lalu, apa yang sebaiknya kita lakukan ketika si anak yang baru berjalan menabrak sesuatu sehingga membuatnya menangis? Yang sebaiknya kita lakukan adalah ajarilah ia untuk bertanggung jawab atas apa yang terjadi; katakanlah padanya (sambil mengusap bagian yang menurutnya terasa sakit): ” Sayang, kamu terbentur ya. Sakit ya? Lain kali hati-hati ya, jalannya pelan-pelan saja dulu supaya tidak membentur lagi.”

2. Berbohong Kecil

Awalnya anak-anak kita adalah anak yang selalu mendengarkan kata-kata orang tuanya, Mengapa? KArena mereka percaya sepenuhnya pada orang tuanya. Namun, ketika anak beranjak besar, ia sudah tidak menuruti perkataan atau permintaan kita? Apa yang terjadi? Apakah anak kita sudah tidak percaya lagi dengan perkataan atau ucapan-ucapan kita lagi?

Tanpa sadar kita sebagai orang tua setiap hari sering membohongi anak untuk menghindari keinginannya. Salah satu contoh pada saat kita terburu-buru pergi ke kantor di pagi hari, anak kita meminta ikut atau mengajak berkeliling perumahan. Apa yang kita lakukan? Apakah kita menjelaskannya dengan kalimat yang jujur? Atau kita lebih memilih berbohong dengan mengalihkan perhatian si kecil ke tempat lain, setelah itu kita buru-buru pergi? Atau yang ekstrem kita mengatakan, “Papa/Mama hanya sebentar kok, hanya ke depan saja ya, sebentaaar saja ya, Sayang.” Tapi ternyata, kita pulang malam. Contah lain yang sering kita lakukan ketika kita sedang menyuapi makan anak kita, “Kalo maemnya susah, nanti Papa?Mama tidak ajak jalan-jalan loh.” Padahal secara logika antara jalan-jalan dan cara/pola makan anak, tidak ada hubungannya sama sekali.

Dari beberapa contah di atas, jika kita berbohong ringan atau sering kita istilahkan “bohong kecil”, dampaknya ternyata besar. Anak tidak percaya lagi dengan kita sebagai orang tua. Anak tidak dapat membedakan pernyataan kita yang bisa dipercaya atau tidak. akibat lebih lanjut, anak menganggap semua yang diucapkan oleh orang tuanya itu selalu bohong, anak mulai tidak menuruti segala perkataan kita.

Apa yang sebaiknya kita lakukan?

Berkatalah dengan jujur kepada anak. Ungkapkan dengan penuh kasih dan pengertian:

“Sayang, Papa/Mama mau pergi ke kantor. Kamu tidak bisa ikut. Tapi kalo Papa/Mama ke kebun binatang, kamu bisa ikut.”

Kita tak perlu merasa khawatir dan menjadi terburu-buru dengan keadaan ini. Pastinya membutuhkan waktu lebih untuk memberi pengertian kepada anak karena biasanya mereka menangis. Anak menangis karena ia belum memahami keadaan mengapa orang tuanya harus selalu pergi di pagi hari. Kita harus bersabar dan lakukan pengertian kepada mereka secara terus menerus. Perlahan anak akan memahami keadaan mengapa orang tuanya selalu pergi di pagi hari dan bila pergi bekerja, anak tidak bisa ikut. Sebaliknya bila pergi ke tempat selain kantor, anak pasti diajak orang tuanya. Pastikan kita selalu jujur dalam mengatakan sesuatu. Anak akan mampu memahami dan menuruti apa yang kita katakan.

3. Banyak Mengancam

“Adik, jangan naik ke atas meja! nanti jatuh dan nggak ada yang mau menolong!”

“Jangan ganggu adik,nanti MAma/Papa marah!”

Dari sisi anak pernyataan yang sifatnya melarang atau perintah dan dilakukan dengan cara berteriak tanpa kita beranjak dari tempat duduk atau tanpa kita menghentikan suatu aktivitas, pernyataan itu sudah termasuk ancaman. Terlebih ada kalimat tambahan “….nanti Mama/Papa marah!”

Seorang anak adalah makhluk yang sangat pandai dalam mempelajari pola orang tuanya; dia tidak hanya bisa mengetahui pola orang tuanya mendidik, tapi dapat membelokkan pola atau malah mengendalikan pola orang tuanya. Hal ini terjadi bila kita sering menggunakan ancaman dengan kata-kata,namun setelah itu tidak ada tindak lanjut atau mungkin kita sudah lupa dengan ancaman-ancaman yang pernah kita ucapkan

Apa yang sebaiknya kita lakukan? .

Kita tidak perlu berteriak-teriak seperti itu. Dekati si anak, hadapkan seluruh tubuh dan perhatian kita padanya. tatap matanya dengan lembut, namum perlihatkan ekspresi kita tidak senang dengan tindakan yang mereka lakukan. Sikap itu juga dipertegas dengan kata-kata, “Sayang, Papa/Mama mohon supaya kamu boleh meminjamkan mainan ini pada adikmu. Papa/Mama akan makin sayang sama kamu.” Tidak perlu dengan ancaman atau teriaka-teriakan. Atau kita bisa juga menyatakan suatu pernyataan yang menjelaskan suatu konsekuensi, misal “Sayang, bila kamu tidak meminjamkan mainan in ke adikmu,Papa/Mama akan menyimpan mainan ini dan kalian berdua tidak bisa bermain. MAinan akan Papa/Mama keluarkan, bila kamu mau pinjamkan mainan itu ke adikmu. Tepati pernyataan kita dengan tindakan.

4. Bicara Tidak Tepat Sasaran

Pernahkah kita menghardik anak dengan kalimat seperti, “Papa/Mama tidak suka bila kamu begini/begitu!” atau “Papa/Mama tidak mau kamu berbuat seperti itu lagi!” Namun kita lupa menjelaskan secara rinci dan dengan baik, hal2 atau tindakan apa saja yang kita inginkan. Anak tidak pernah tahu apa yang diinginkan atai dibutuhkan oleh orang tuanya dalam hal berperilaku. Akibatnya anak terus mencoba sesuatu yang baru. Dari sekian banyak percobaan yang dilakukannya, ternyata selalu dikatakan salah oleh orang tuanya. Hal ini mengakibatkan mereka berbalik untuk dengan sengaja melakukan hal2 yang tidak disukai orang tuanya. Tujuannya untuk mrmbuat orang tuanya kesal sebagia bentuk kekesalan yang juga ia alami (tindakannya selalu salah di hadapan orang tua).

Apa yang sebaiknya kita lakukan?

Sampaikanlah hal2 atau tindakan2 yang kita inginkan atau butuhkan pada saat kita menegur mereka terhadap perilaku atau hal yang tidak kita sukai.Komnikasikan secara intensif hal atau perilaku yang kita inginkan atau butuhkan. Dan pada waktunya, ketika mereka sudah megalami dan melakukan segala hal atau perilaku yang kita inginkan atau butuhkan , ucapkanlah terimakasih dengan tulus dan penuh kasih sayang atas segala usahanya untuk berubah.

5. Menekankan pada Hal-hal yang salah

Kebiasaan ini hampir sama dengan kebiasaan di atas. Banyak orang tua yang sering mengeluhkan tentang anak2nya tidak akur, suka bertengkar. Pada saat anak kita bertengkar, perhatian kita tertuju pada mereka, kita mencoba melerai atau bahkan memarahi. Tapi apakah kita sebagai orang tua memperhatikan mereka pada saat mereka bermain dengan akur? Kita seringkali menganggapnya tidak perlu menyapa mereka karena mereka sedang akur. Pemikiran tersebut keliru, karena hak itu akan memicu mereka untuk bertengkar agar bisa menarik perhatian orang tuanya,

Apa yang sebaiknya kita lakukan?

Berilah pujian setiap kali mereka bermain sengan asyik dan rukun, setiap kali mereka berbagi di antara mereka dengan kalimat sederhana dan mudah dipahami, misal: ”Nah, gitu donk kalau main. Yang rukun.” Peluklah mereka sebagai ungkapan senang dan sayang.

6. Merendahkan Diri Sendiri

Apa yang anda lakukan kalau melihat anak anda bermain Playstation lebih dari belajar? Mungkin yang sering kita ucapkan pada mereka, “Woy… mati in tuh PS nya, ntar dimarahin loh sama papa kalo pulang kerja!” Atau kita ungkapkan dengan pernyataan lain, namun tetap dengan figur yang mungkin ditakuti oleh anak pada saat itu. Contoh pernyataan ancaman diatas adalah ketika yang ditakuti adalah figur Papa.

Perhatikanlah kalimat ancaman tersebut. Kita tidak sadar bahwa kita telah mengajarkan pada anak bahwa yang mampu untuk menghentikan mereka maen ps adalah bapaknya, artinya figure yang hanya ditakuti adalah sang bapak. Maka jangan heran kalau jika anak tidak mengindahkan perkataan kita karena kita tidak mampu menghentikan mereka maen ps.

Apa yang sebaiknya kita lakukan?

Siapkanlah aturan main sebelum kita bicara; setelah siap, dekati anak, tatap matanya, dan katakan dengan nada serius bahwa kita ingin ia berhenti main sekarang atau berikan pilihan, misal “Sayang, Papa/Mama ingin kamu mandi. Kamu mau mandi sekarang atau lima menit lagi?” bila jawabannya “lima menit lagi Pa/Ma”. Kita jawab kembali, “Baik, kita sepakat setelah lima menit kamu mandi ya. Tapi jika tidak berhenti setelah lima menit, dengan terpaksa papa/mama akan simpan PS nya di lemari sampai lusa”. Nah, persis setelah lima menit, dekati si anak, tatap matanya dan katakan sudah lima menit, tanpa tawar menawar atau kompromi lagi. Jika sang anak tidak nurut, segera laksanakan konsekuensinya.

7. Papa dan Mama Tidak Kompak

Mendidik abak bukan hanya tanggung jawab para ibu atau bapak saja, tapi keduanya. Orang tua harus memiliki kata sepakat dalam mendidik anak2nya. Anak dapat dengan mudah menangkap rasa yang menyenangkan dan tidak menyenangkan bagi dirinya. Misal, seorang Ibu melarang anaknya menonton TV dan memintanya untuk mengerjakan PR, namun pada saat yang bersamaan, si bapak membela si anak dengan dalih tidak mengapa nonton TV terus agar anak tidak stress. Jika hal ini terjadi, anak akan menilai ibunya jahat dan bapaknya baik, akibatnya setiap kali ibunya memberi perintah, ia akan mulai melawan dengan berlindung di balik pembelaan bapaknya. Demikian juga pada kasus sebaliknya. Oleh karena itu, orang tua harus kompak dalam mendidik anak. Di hadapan anak, jangan sampai berbeda pendapat untuk hal2 yang berhubungan langsung dengan persoalan mendidik anak. Pada saat salah satu dari kita sedang mendidik anak, maka pasangan kita harus mendukungnya. Contoh, ketika si Ibu mendidik anaknya untuk berlaku baik terhadap si Kakak, dan si Ayah mengatakan ,”Kakak juga sih yang mulai duluan buat gara2…”. Idealnya, si Ayah mendukung pernyataan, “Betul kata Mama, Dik. Kakak juga perlu kamu sayang dan hormati….”

8. Campur Tangan Kakek, Nenek, Tante, atau Pihak Lain

Pada saat kita sebagai orang tua sudah berusaha untuk kompak dan sepaham satu sama lain dalam mendidik anak-anak kita, tiba-tiba ada pihak ke-3 yang muncul dan cenderung membela si anak. Pihak ke-3 yang dimaksud seperti kakek, nenek, om, tante, atau pihak lain di luar keluarga inti.

Seperti pada kebiasaan ke-7 (Papa dan Mama tidak Kompak), dampak ke anak tetap negatif bila dalam satu rumah terdapat pihak di luar keluarga inti yang ikut mendidik pada saat keluarga inti mendidik; Anak akan cenderung berlindung di balik orang yang membelanya. Anak juga cenderung melawan orang tuanya.

Apa yang sebaiknya kita lakukan?

Pastikan dan yakinkan kepada siapa pun yang tinggal di rumah kita untuk memiliki kesepakatan dalam mendidik dan tidak ikut campur pada saat proses pendidikan sedang dilakukan oleh kita sebagai orang tua si anak. Berikan pengertian sedemikian rupa dengan bahasa yang bisa diterima dengan baik oleh para pihak ke-3.

9. Menakuti Anak

Kebiasaan ini lazim dilakukan oleh para orang tua pada saat anak menangis dan berusaha untuk menenangkannya. Kita juga terbiasa mengancam anak untuk mengalihkan perhatiannya, “Awas ada Pak Satpam, ga boleh beli mainan itu!” Hasilnya memang anak sering kali berhenti merengek atau menangis, namun secara tidak sadar kita telah menanamkan rasa takut atau benci pada institusi atau pihak yang kita sebutkan.

Sebaiknya, berkatalah jujur dan berikan pengertian pada anak seperti kita memberi pengertian kepada orang dewasa karena sesungguhnya anak2 juga mampu berpikir dewasa. Jika anak tetap memaksa, katakanlah dengan penuh pengertian dan tataplah matanya, “Kamu boleh menangis, tapi Papa/Mama tetap tidak akan membelikan permen.” Biarkan anak kita yang memaksa tadi menangis hingga diam dengan sendirinya.

10. Ucapan dan Tindakan Tidak Sesuai

Berlaku konsisten mutlak diperlukan dalam mendidk anak. Konsisten merupakan keseuaian antara yang dinyatakan dan tidakan. Anak memiliki ingatan yang tajam terhadap suatu janji, dan ia sanga menghormati orang-orang yang menepati janji baik untuk beri hadiah atau janji untuk memberi sanksi. So, jangan pernah mengumbar janji ada anak dengan tujuan untuk merayunya, agar ia mengikuti permintaan kita seperti segera mandi, selalu belajar, tidak menonton televisi. Pikirlah terlebih dahulu sebelum berjanji apakah kita benar-benar bisa memenuhi janji tersebut. Jika ada janji yang tidak bisa terpenuhi segeralah minta maaf, berikan alasan yang jujur dan minta dia untuk menentukan apa yang kita bisa lakukan bersama anak untuk mengganti janji itu.

11. Hadiah untuk Perilaku Buruk Anak

Acapkali kita tidak konsisten dengan pernyataan yang pernah kita nyatakan. Bila hal ini terjadi, tanpa kita sadari kita telah mengajari anak untuk melawan kita. Contoh klasik dan sering terjadi adalah pada saat kita bersama anak di tempat umum, anak merengek meminta sesuatu dan rengekennya menjadi teriakan dan ada gerak perlawanan. Anak terus mencari akal agar keinginnanya dikabulkan, bahkan seringkali membuat kita sebagai orang tua malu. Pada saat inilah kita seringkali luluh karena tidak sabar lagi dengan rengekan anak kita. Akhirnya kita mengiyakan keinginan si Anak. “Ya sudah;kamu ambil satu permennya. Satu saja ya!”

Pernyataan tersebut adalah sebagai hadiah bagi perilaku buruk si Anak. Anak akan mempelajarinya dna menerapkannya pada kesempatan lain bahkan mungkin dengan cara yang lebih heboh lagi.

Menghadapi kondisi seperti ini, tetaplah konsisten; tidak perlu malu atau takut dikatakan sebagai orang tua yang kikir atau tega. Orang beefikir demikian belum membaca buku tentang ini dan mengalami masalah yang sama dengan kita. Ingatlah selalu bahwa kita sedang mendidik anak, Sekali kite konsisten anak tak akan pernah mencobanya lagi. Tetaplah KONSISTEN dan pantang menyerah! Apapun alasannya, jangang pernah memberi hadiah pada perilaku buruk si anak.

12. Merasa Bersalah Karena Tidak Bisa Memberikan yang Terbaik

Kehidupan metropolitan telah memaksa sebagian besar orang tua banyak menghabiskan waktu di kantor dan di jalan raya daripada bersama anak. Terbatasnya waktu inilah yang menyebabkan banyak orang tua merasa bersalah atas situasi ini. Akibat dari perasaan bersalah ini, kita, para orang tua menyetujui perilaku buruk anaknya dengan ungkapan yang sering dilontarkan, “Biarlah dia seperti ini mungkin akrena saya juga yang jarang bertemu dengannya…”

Semakin kita merasa bersalah terhadap keadaan, semakin banyak kita menyemai perilaku buruk anak kita. Semakin kita memaklumi perilaku buruk yang diperbuat anak, akan semakin sering ia melakukannya. Sebagian besar perilaku anak bermasalah yang pernah saya (penulis) hadapi banyak bersumber dari cara berpikir orang tuanya yang seperti ini.

Apa yang sebaiknya kita lakukan? .

Apa pun yang bisa kita berikan secara benar pada anak kita adalah hal yang terbaik. Kita tidak bisa membandingkan kondisi sosial ekonomi dan waktu kita dengan orang lain. Tiap keluarga memiliki masalah yang unik, tidak sama. Ada orang yang punya kelebihan pada sapek finansial tapi miskin waktu bertemu dengan anak, dan sebaliknya. Jangan pernah memaklumi hal yang tidak baik. Lakukanlah pendekatan kualitas jika kita hanya punya sedikit waktu; gunakan waktu yang minim itu untuk bisa berbagi rasa sepenuhnya antara sisa2 tenaga kita, memang tidak mudah. Tapi lakukanlah demi mereka dan keluarga kita, anak akan terbiasa.

Baca lanjutannya dalam buku 37 Kebiasaan orang tua yang menghasilkan perilaku buruk pada anak....

Bisa di baca gratis saat kita ke Toko Buku Gramedia atau Gunung Agung....

Bisa dibeli on line via tokopedia.com
by ayah edy

Nasihat ayah pada anaknya....



*sebelum kita tua* ...
Luangkan waktu bersama pasangan anda krn salah seorang dari pada kita kelak akan pergi lebih dahulu yg masih hidup hanya mampu menyimpan kenangan yg indah.

*Bila kita tua* ...
Akan tiba masanya mau berjalan ke pintu saja susah, sementara masih berkemampuan, maka jalan2 lah kebeberapa banyak tempat bersama keluarga untuk mengingatkan kita tentang kebesaran Allah, utk mengagumi keindahan ciptaan NYA.

*Bila kita tua* ...
Jangan susahkan  diri memikirkan anak2 secara berlebihan.

Mereka akan mampu berusaha sendiri.

Cuma pastikan hutang anda Lunas sebelum meninggal dunia supaya mereka tidak menanggung beban yang anda tinggalkan.

*sebelum kita tua* ...
*Luangkan waktu  bersama rekan2 lama karena peluang untuk bersama itu akan berkurang dari waktu ke waktu*

*Bila kita tua* ...
Terimalah penyakit apa adanya.  Karena Semua sama,  kaya atau miskin akan melalui proses yang sama, yaitu: lahir bayi, kanak2, dewasa, tua, sakit & mati.

*Anakku* ...
"Cari kawan  dan pasangan hidup yg seperti cermin, kita gembira dia gembira, kita sedih dia ikut sedih.

Jangan cari kawan atau pasangan hidup yg seperti uang logam, di depan lain di belakang lain".

Selamat Menikmati Hidup dgn penuh rasa Syukur

Nasihat ayah pada anaknya

TEMPO GOSONG....






-tempe gosong-

Ijinkan saya bertutur sebuah kisah kenangan saya yang begitu indah bersama ayah....

Setiap hari, ibu selalu menyediakan kami  sarapan dan makan malam.

Seperti malam ini juga,  sebagai sajian makan malam, ibu menghidangkan masakan sayur asam dan tempe, beserta sambal dan ikan asin di depan meja makan. Hanya kali ini tempe yang ibu sajikan setengah gosong.

Sambil kami menunggu memulai makan kami berdoa terlebih dahulu, usai berdoa saya menunggu apa reaksi ayah atas sajian tempe gosong ibu.

Ternyata yang dilakukan ayah adalah menyantap makanan yang disajikan sambil tersenyum pada ibu, dan dengan antusias menanyakan kegiatan saya di sekolah.  Tanpa membahas sedikitpun tentang tempe yang gosong tersebut.

Saya tidak ingat apa yang dikatakan ayah malam itu, tetapi saya melihatnya  menikmati lauk tempe yang gosong itu, beserta sambal dan sayur asam.

Saya memperhatikan ayah sambil santai mencuil bagian yang gosong dari tempe tersebut dan diletakkan di bawah piring makannya.

Ketika saya beranjak dari meja makan malam itu, saya mendengar ibu meminta maaf pada ayah karena tempe yang gosong itu.

Satu hal yang tidak pernah saya lupakan adalah apa yang ayah katakan, “Sayang, jangan khawatir, aku suka juga kok tempe yang gosong”.

Sebelum tidur, saya pergi untuk memberikan ucapan selamat tidur pada ayah. Saya bertanya apakah ayah benar-benar menyukai tempe gosong seperti yang tadi di ucapkannya di depan ibu...?

Ayah memeluk saya erat dengan kedua lengannya dan berkata,

"Nak, kamu tahu kenapa tempe itu sampai gosong...?"  "Karena hari ini rupanya ibumu sudah bekerja keras sepanjang hari ini dan dia benar-benar sangat kelelahan hingga tak punya tenaga lagi untuk memperhatikan tempenya saat digoreng"

"Saat menggoreng, ibumu pasti sempat ketiduran sekejap, karena lelahnya, beruntunglah jika hanya tempenya yang gosong dan bukan ibumu yang gosong".

"Jadi dengan memakan tempe gosong tadi maka kita tidak akan menyakiti siapa pun terutama hati ibumu yang sudah seharian bekerja keras untuk kita semua...".

Tahukah kamu nak, Apakah hal yang paling menyakiti hati seseorang ibu dan istri....?

"KATA KATA KASAR.!!!  Dan tak pernah punya rasa berterima kasih !"
itulah yang paling menyakitkan tidak hanya hati seorang istri atau ibumu tapi juga semua orang. "

(berhentilah sejenak untuk merenungkannya......)

Lalu ayah melanjutkan,

"kamu tahu, hidup itu penuh dengan hal-hal dan orang-orang yang tidak sempurna"

"Aku, Ayahmu juga bukanlah orang yang sempurna dalam segala hal dan masih sangat banyak kekurangan."

"Karena ayah sadar akan ketidak sempurnaan ayah, maka yang ayah lakukan adalah menerima ketidaksempurnaan orang lain, dalam hal ini ketidaksempurnaan ibumu."

"Percayalah nak, apa bila setiap orang mau menyadari bahwa dirinya adalah manusia yang tidak sempurna dan penuh kekurangan lalu mau menerima ketidak sempurnaan orang lain, maka hidup ini akan lebih indah, damai dan akan jauh dari keributan dan pertengkaran.

"Inilah sesungguhnya kunci terpenting untuk mewujudkan hubungan yang sehat dan harmonis dalam keluarga juga dalam bermasyarakat."

"Ingatlah selalu hal ini ya nak, ketika kelak kamu menjalani hidupmu."

(berhentilah sejenak untuk merenungkannya.....)

"Sadarilah nak, Hidup itu terlalu singkat  dan menyakitkan untuk diisi dengan kebencian, kemarahan dan penyesalan."

"Jadi Isilah hidup kita yang singkat ini dengan saling menerima kekurangan kita dan kekurangan orang lain....."

"Isilah hidup kita yang singkat ini dengan saling mencintai dan menyayangi..."

Ingatlah pada pepatah,

"Jika kamu tidak memiliki apa yang kamu sukai, maka sukailah apa yang kamu miliki saat ini".

Belajar menerima apa adanya dan berpikir positif...

Jalani hidup ini dengan keinsafan nurani.

Jangan hanya mau menang sΞ΅ndiri.

Jangan suka sakiti sesama.

Belajarlah, tiada hari tanpa kasih sayang.

Belajarlah, selalu berlapang dada dan mengalah.

Belajarlah, lepaskan beban  hidup dengan ceria.

Tak ada yang tak bisa diikhlaskan...

Tak ada sakit hati yang tak bisa dimaafkan...

Tak ada dendam yang tak bisa terhapus...

Sadarilah bahwa setiap detik hidup ini adalah berkah-Nya.

Tapi sudahkah kita bersyukur? 

Hapuslah amarah dan dendam untuk hidup yang lebih baik

Semoga dengan ini semua kita bisa hidup lebih bahagia...

==========================

Sahabatku,

Kisah ini saya share karena begitu menyentuh hati saya.....

Secara pribadi kisah ini membuat saya secara pribadi bertanya....

Sudahkah saya menjadi bertambah DEWASA dalam menyikapi setiap persoalan hidup dan masalah yang ada...?

karena BERTAMBAH DEWASA TIDAK SALALU IDENTIK DENGAN BERTAMBAHNYA USIA

Mari belajar menjadi lebih dewasa dalam berfikir sebelum bertindak.

Semoga Esok pagi kita bangun dengan sebuah pemikiran dan pribadi yang baru.... yang jauh lebih baik.

Bagikanlah tulisan ini pada siapa saja, semoga ada lebih banyak pintu hati yang bisa terbuka dan tercerahkan....

salam syukur penuh berkah,
Ayah Edy Wiyono
www.ayahkita.com

PENTINGNYA MAKNA CINTA DAN KASIH SAYANG


Suatu ketika, ada seorang wanita yang kembali pulang ke rumah dari perjalanannya keluar rumah, dan ia melihat ada 3 orang pria bijak berjanggut putih, yang duduk di halaman depan.

Wanita itu tidak mengenal mereka semua.

Wanita itu berkata dengan senyumnya yang khas: “Aku tidak mengenal Anda, tapi aku yakin Anda semua pasti orang baik-baik yang sedang lapar. Mari masuk ke dalam, aku pasti punya sesuatu untuk mengganjal perut”.

Pria berjanggut itu lalu balik bertanya, “Apakah suamimu sudah pulang?”

Wanita itu menjawab, “Belum, dia sedang keluar”.

“Oh kalau begitu, kami tak ingin masuk. Kami akan menunggu sampai suamimu kembali”, kata pria itu.

Di waktu senja, saat keluarga itu berkumpul, sang isteri menceritakan semua kejadian tadi. Sang suami, awalnya bingung dengan kejadian ini, lalu ia berkata pada istrinya, “Sampaikan pada mereka, aku telah kembali, dan mereka semua boleh masuk untuk menikmati makan malam ini”.

Wanita itu kemudian keluar dan mengundang mereka untuk masuk ke dalam.

“Maaf, kami semua tak bisa masuk bersama-sama” , kata pria itu hampir bersamaan.

“Lho, kenapa? tanya wanita itu karena merasa heran.

Salah seseorang pria itu berkata, “Nama dia Kekayaan,” katanya sambil menunjuk seorang pria berjanggut disebelahnya, “sedangkan yang ini bernama Kesuksesan, sambil memegang bahu pria berjanggut lainnya.

Sedangkan aku sendiri bernama Kasih-Sayang.
Sekarang, coba tanya kepada suamimu, siapa diantara kami yang boleh masuk kerumahmu.”

Wanita itu kembali masuk kedalam, dan memberitahu pesan pria di luar. Suaminya pun merasa heran. “Ohho…menyenangka n sekali. Baiklah, kalau begitu, coba kamu ajak si Kekayaan masuk ke dalam. Aku ingin rumah ini penuh dengan Kekayaan.”

Istrinya tak setuju dengan pilihan itu. Ia bertanya, “sayangku, kenapa kita tak mengundang si Kesuksesan saja? Sebab sepertinya kita perlu dia untuk membantu keberhasilan panen ladang pertanian kita.”

Ternyata, anak mereka mendengarkan percakapan itu. Ia pun ikut mengusulkan siapa yang akan masuk ke dalam rumah. “Bukankah lebih baik jika kita mengajak si Kasih-sayang yang masuk ke dalam? Rumah kita ini akan nyaman dan penuh dengan kehangatan Kasih-sayang. ”

Suami-istri itu setuju dengan pilihan buah hati mereka. “Baiklah, ajak masuk si Kasih-sayang ini ke dalam. Dan malam ini, Si Kasih-sayang menjadi teman santap malam kita.”

Wanita itu kembali ke luar, dan bertanya kepada 3 pria itu. “Siapa diantara Anda yang bernama Kasih-sayang? Ayo, silahkan masuk, Anda menjadi tamu kita malam ini.”

Si Kasih-sayang berdiri, dan berjalan menuju beranda rumah. Ohho.. ternyata, kedua pria berjanggut lainnya pun ikut serta. Karena merasa ganjil, wanita itu bertanya kepada si Kekayaan dan si Kesuksesan.

“Aku hanya mengundang si Kasih-sayang yang masuk ke dalam, tapi kenapa kamu ikut juga?”

Kedua pria yang ditanya itu menjawab bersamaan. “Kalau Anda mengundang si Kekayaan, atau si Kesuksesan, maka yang lainnya akan tinggal di luar. Namun, karena Anda mengundang si Kasih-sayang, maka, kemana pun Kasih sayang pergi, kami akan ikut selalu bersamanya.

Dimana ada Kasih-sayang, maka kekayaan dan Kesuksesan juga akan ikut serta. Sebab, ketahuilah, sebenarnya kami berdua ini buta.
Dan hanya si Kasih-sayang yang bisa melihat. Hanya dia yang bisa menunjukkan kita pada jalan kebaikan, kepada jalan yang lurus. Maka, kami butuh bimbingannya saat berjalan. Saat kami menjalani hidup ini.”

Mulai hari ini juga tebarlah kasih sayang dimanapun kita berada agar kita selalu diikuti oleh KESUKSESAN DAN KEKAYAAN dalam hidup kita.

Selamat beraktivitas penuh dengan kasih sayang.....

-salam syukur penuh berkah-
ayah edy

SOAL-SOAL UAS dari dulu hingga sekarang...



LOGIKA KRITIS ANAK-ANAK SD ZAMAN SEKARANG VS PERTANYAAN JADUL UAS SESUAI BUKU JAWABAN SOAL..

Buat para ayah bunda, mama papa, umi abi, dan semua orang tua yg lagi stress,  habis ngajarin anak-anaknya mengahadapi Ujian Zaman sekarang yang bernama UAS

Mungkin hal ini bisa sedikit memberikan penghiburan khususnya bagi para mami, bunda dan umi diseluruh tanah air tercinta.

Ini adalah jawaban soal-soal IPA  UAS berikut jawaban logis anak-anak zaman sekarang yang kritis

Tapi sayangnya jawaban harus sama persis dengan buku jawaban, dan tidak boleh dinilai dari cara kritis logika anak-anak SD menjawab.

1) Soal:
Bagaimana proses makhluk yang berkembang biak dengan membelah diri?

Jawab:
Melalui Operasi cesar.❌

2)Soal:
Tebu dan sagu adalah contoh tumbuhan yang menyimpan cadangan makanan. Sedangkan manusia menyimpan pada....?

Jawab:
Kulkas/lemari Es.❌

3)Soal:
Sebutkan ciri mahluk hidup yang kekurangan yodium?

Jawab:
Eceng gondok.❌

4) Soal:
Bagaimana caranya mencegah anjing supaya tidak kencing di jok Depan mobil kita ?

 Jawab:
 Pindahkan ke jok belakang! ❌

5) Soal:
Apakah fungsi hati?

Jawab:
Untuk menemukan rasa cinta dan kasih sayang.❌

6) Soal:
Apakah yang dimaksud dengan mamalia?

Jawab:
Mamalia adalah ibu dari anak yang bernama "Lia".❌

7) Soal:
Mengapa hewan menyusui disebut mamalia?

Jawab:
Karena papalia gak bisa menyusui.❌

8) Soal:
Inovasi terakhir tentang pengereman mobil telah ditemukan, di mana?

Jawab:
Angkot....

Cukup diketok atapnya pasti langsung ngerem dan berhenti ❌

Contoh soal lain

9) Soal :
Nabi Sulaiman AS adalah cucu dari..?

Jawab:
Cucu dari kakeknya.❌

Nah sekarang semua sudah boleh tersenyum, tidak usah pikirkan hasil nilai UAS karena tidak ada hubungannya juga dengan Nasib dan SUKSES seseorang....

salam sehat selalu ya ayah bunda.....πŸ˜„πŸ™

Kiriman dari Mami-mami yang baru saja jadi guru bimbel UAS dadakan, di grup WA

RENUNGAN JUM'AT 9 DESEMBER 2016



Sahabatku.....

Saat ini kita sudah melihat dan merasakan langsung pada kehidupan ini hasil dari pola asuh dan pola didik kita dulu saat masih kecil.....

Sebuah pola didik penuh kekerasan yang diwariskan dari generasi ke generasi....

Pola Asuh dan Pola didik apakah yang sedang kita lakukan saat ini pada anak kita....?

Masihkah kita akan mewariskan pola yang sama atau bahkan lebih buruk lagi...?

Jika ingin mewariskan pola asuh dan pola didik yang lebih baik, mari kita belajar parenting atau paling tidak mari kita renungkan tulisan ini...

Sadarilah wahai para orang tua dan guru.....

Jika anak dibesarkan dengan celaan,
Ia belajar memaki

Jika anak dibesarkan dengan permusuhan
Ia belajar berkelahi

Jika anak dibesarkan dengan cemoohan,
Ia belajar rendah diri

Jika anak dibesarkan dengan penghinaan,
Ia belajar menyesali diri

Tapi jika........

anak dibesarkan dengan toleransi,
Ia belajar menahan diri

Jika anak dibesarkan dengan dorongan,
Ia belajar percaya diri

Jika anak dibesarkan dengan pujian
Ia belajar menghargai

Jika anak dibesarkan dengan sebaik-baiknya perlakuan
Ia belajar keadilan

Jika anak dibesarkan dengan rasa aman
Ia belajar menaruh kepercayaan

Jika anak dibesarkan dengan dukungan
Ia belajar menyenangi dirinya

Jika anak dibesarkan dengan kasih sayang dan persahabatan.
Ia belajar menemukan cinta dalam kehidupan.

Mari kita jadikan Jum'at ini sebagai hari untuk refleksi dan koreksi diri.

Salam  syukur penuh berkah,
-ayah edy-

dari tulisan Dorothy Law Nolte

Cuma bantu teman saja... barang kali ada yang minat..?

JUAL CEPAT
Info dr kedutaan

Numpang nawarin aja yaa....cm bantu tmn,barangkali ada yg minat...

Barangkali lagi pada butuh mobil untuk liburan, mungkin ada yang berminat ini infonya

Orang di staff kedutaan Jepang lg mau jual cepet *mobil pajero* sport tahun 2015 asli IMPORT , Build Up, Full Modif. Dilepas cuma Rp 150jt aja.

Spec: Audio Bosse V8 lengkap + subwoofer, velg Ring 19, Ban Pirelli Doughnut, Bodi mulus, warna putih snow white,  jok + setir Reichenmach Dual tone genuine leather.

-Setir udah ,dipindah dari kiri ke kanan sudah disesuaikan dengan peraturan Indonesia hanya rem dan gasnya saja yg masih ada di kiri & masih asli belum dimodif, sesuai bawaan mobil.

Peminat serius lsg aja ke kedubes hari ini jg ya, siapa cpt dia dapat..!!!

IBNU RUSHD



Jika ingin menguasai orang bodoh, bungkuslah hal-hal yang bathil dengan Agama.
-ibnu Rusyd-
Cendikiawan Muslim

Dalam sisi lain beliau jg berkata, bahwa orang yg pandai adalah orang yg byk menghabiskan waktunya untuk bertafaqur, merenung mecari hikmah & makna dr suatu kejadian untuk dijadikan pelajaran berharga bg hidupnya, sementara orang yg bodoh tdk pernah mau melakukan hal yg biasa orang2 pandai lakukan. Karena sesungguhnya tdk datang suatu kejadian pada seseorang, kecuali untuk memberinya hikmah & pelajaran hidup.

 Ibnu Rusyd. ...  
Ibnu Rusyd (Ibnu Rushdi, Ibnu Rusyid, 1126 - Marrakesh, Maroko, 10 Desember 1198) dalam bahasa Arab Ψ§Ψ¨Ω† Ψ±Ψ΄Ψ― dan dalam bahasa Latin Averroes, adalah seorang filsuf dari Spanyol (Andalusia).

sumber: wikipedia 

SELAMAT HARI IBU


                               BANGGA JADI IBU YANG MENJADI TELADAN BAGI ANAK

:: IBUMU SARJANA APA? ::

Ibuku punya gelarnya MSi:
Master Segala ilmu.

Tak terbayang bukan, menjadi ibu yang baik itu harus banyak belajar dan terus belajar. Long life education istilah kerennya.

1. Ibu harus belajar Akuntansi, agar bisa mengurus pendapatan keluarga dan mengelolanya untuk kebutuhan rumah tangga, tabungan, serta menata pemasukan & pengeluaran yang seimbang.

2. Ibu harus belajar ilmu Tata Boga, chef, atau perhotelan, belajar mengatur masakan keluarga dengan kreatif, supaya tidak bosan.

3. Ibu harus belajar ilmu Keguruan. Ia harus menguasai ilmu yang diajarkan di sekolah dasar, agar bisa mengajari anaknya bila kesulitan dengan PR-nya.

4. Ibu harus belajar Agama, karena ibu-lah yang pertama kali mengenalkan anak pada Allah, membangun akhlak yang luhur serta iman yang kokoh.

5. Ibu harus belajar Ilmu Gizi, agar bisa menyiapkan makanan bergizi bagi keluarga, setiap hari.

6. Ibu harus belajar Farmasi, agar dapat memberi pertolongan awal pada keluarga yang edang sakit dan menyediakan obat-obatan ketika keadaan darurat.

7. Ibu harus belajar Keperawatan, karena beliaulah yang merawat anak/suami ketika sakit. Yang menyeka tubuhnya ketika tidak diperbolehkan mandi, mengganti kompres. Ibu adalah perawat yang handal.

8. Ibu harus belajar ilmu Kesehatan, agar bisa menjaga asupan makanan, kebersihan melindungi anggota keluarga dari gigitan nyamuk, dll.

9. Ibu harus belajar Psikologi, agar bisa berkomunikasi dengan baik saat menghadapi anak-anak di setiap jenjang usia, juga sebagai teman curhat suami yang terbaik, ketika suami sedang mengalami masalah.

Seandainya ibu harus kuliah dulu, butuh berapa lama? Bisa jadi lebih dari 9 jurusan di atas tadi.

Begitu luar biasanya seorang ibu, dengan multi talentanya, kesabarannya merawat, mendidik & menemani anak-anak dan suami tercinta. Sudahkah kita memberikan yang terbaik untuk ibu kita?

“Seorang ibu bisa merawat 10 anak, namun 10 anak belum tentu bisa merawat 1 ibunya”. Yuk, mari kita sayangi ibu kita dengan segala apapun yang kita punya.

Selamat Hari Ibu

silahkan di share jika bermanfaat.
www.ayahkita.com

FAKTA MENCENGANGKAN DI BALIK UANG RUPIAH YANG BARU



Beberapa waktu  yang lalu Bank Indonesia resmi mengeluarkan uang rupiah dengan gambar desain yang baru, bahkan hal ini menjadi viral di media sosial....

Tapi tahukah Anda tentang fakta uang rupiah...???

Ada dua fakta tentang uang rupiah :

Pertama fakta tentang uang kertas rupiah,
Uang kertas rupiah itu dibuat/dicetak dengan menggunakan seratus persen bahan- bahan alami tanpa sama sekali menggunakan bahan pengawet, jadi kalian tidak usah kaget kalau setiap abis gajian, uangnya selalu abis ga pernah awet, karena uang rupiah memang dibuat tanpa bahan pengawet...

Fakta yang kedua yaitu fakta uang logam rupiah,
Uang logam rupiah itu dibuat tidak seratus persen dengan bahan logam murni, tetapi lima puluh persen logam dan lima puluh persennya lagi campuran bahan - bahan herbal...

Makanya uang logam rupiah bisa buat obat masuk angin (kerokan)

Selamat berlibur bersama keluarga tercinta !

salam syukur penuh berkah,
ayah edy

Pelurusan kembali hari ibu di Indonesia.



Sahabat semua ada hal yang perlu kita ketahui mengenai fakta hari ibu 22 Des  yang baru saja berlalu....

Berikut ada koreksi dari murid-murid TK kami,

Ternyata tgl 22 bukan hari ibu,  tapi hari ayah

Niiiihhh buktinya:

.........
11 aku sayang ibu
22 aku sayang ayah
.......

Masih ingat lagu tersebut diatas.....?

RENUNGAN AKHIR TAHUN



Banyak diantara kita yang merasa diri sebagai "SUMBER SELAMAT"

Namun ternyata kelakuannya lebih mencerminkan "SUMBER PETAKA" bagi orang lain.

Mari sering-sering gunakan waktu kita untuk merenung agar bisa menjadi manusia yang sadar diri.... dan benar-benar bisa menjadi sumber keselamatan bagi diri kita dan orang lain.

-ayah edy-

Sharing Session di Sekolah Maha Karya Gangga Bali


KISAH LIBURAN TAHUN BARU YANG PENUH MAKNA

Pantai Kuta Bali

Pada suatu malam, kira-kira 3 hari menjelang pergantian tahun terdengar percakapan hangat di sebuah rumah ....

Anak : pak....nanti kita sekeluarga tahun baruan di mana?

Bapak: di BALI nak !!  jawab bapaknya mantap.

ANAK : HAH.... bapak serius nih ??

Bapak: ya seriuslah nak....masa bpk bercanda

Anak : tapi pak tahun lalu kita tahun baruan di Bali, tahun sebelumnya dan sebelumnya juga kita selalu merayakan di Bali, masa sekarang di Bali lagi sih...??!

Bapak : kamu seharusnya bersyukur nak.... betapa banyak orang ingin merayakan malam tahun baruan di Bali .tapi tidak kesampaian....

bahkan banyak orang yang asing ingin nginap marayakan tahun baruan di Bali gak kebagian kamar Hotel... atau harus menyewa dengan harga mahal sekali.

Anak : tapi pak....

Bapak : sudahlah.... mana Ibumu, tolong kasih tau Ibumu juga Adikmu.... ya

Demikianlah perbincangan hangat di rumah Pak Made

warga pantai Kuta, Bali.....

Sahabatku,

Kenikmatan sering kali ada di sekeliling kita namun tanpa adanya rasa syukur... kita tidak akan pernah bisa merasakan kenikmatan yang sudah kita miliki tersebut.....

Nah apa lagi kira-kira pesan moral yang kita bisa dapat dari kisah ini...?

Salam bahagia bersama keluarga tercinta

ayah edy
www.ayahkita.com

MENATA KEMBALI SUDUT PANDANG YANG SALAH

Perhatikan gambar ini baik-baik apakah merasa Indah dan Damai ?

Indah & Bahagia itu tergantung bagaimana kita menata sudut pandang kita

Sahabatku,

Akhir-akhir ini banyak sekali orang yang merasa diri tidak bahagia dan tidak mampu melihat keindahan dalam kehidupannya sehari-hari.

Ini disebabkan karena pikirannya tidak mampu menata sudut pandang, karena sebenarnya perasaan hati kita itu sangat tergantung pada sudut pandang kita dalam melihat persoalan dan masalah.

Perhatikan gambar yang pertama berikut ini.........

lalu perhatikan gambar yang kedua.....

Ketika kita meletakkan sudut kamera (sudut pandang) pada posisi yang pas maka yang kita lihat dan rasakan juga akan terasa jauh berbeda bukan...?

Mari kita tata kembali sudut pandang kita agar hari-hari kita jadi jauh lebih indah.

Ternyata untuk menjadi bahagia itu tidak susah dan sangatlah sederhana ya....

salam syukur penuh berkah,
ayah edy

Dan ketika anda salah meletakkan sudut pandang anda...

LARANGAN MEROKOK DI TEMPAT MAKAN UMUM ? ANDA SETUJU ?


Setujukah anda jika larangan merokok diberlakukan di tempat2 umum seperti kendaraan umum dan tempat makan umum...?

ADA YANG BARU DAN MENARIK DI KEDAI MIE AYAM SIDO MAMPIR BOGOR

Kemarin kebetulan singgah di kedai Mie Ayam dekat rumah mertua di daerah Bondongan, dekat Perum Bogor Nirwana.

Ada yang baru saya lihat di pintu masuk ada terpampang besar tulisan DILARANG MEROKOK DAN AREA MAKAN BEBAS ASAP ROKOK, UDARA BERSIH DAN SEGAR. 

Papan pengumuman resmi dari pelat logam ukuran kira2 50x50 cm Yang mencantumkan PERDA DILARANG MEROKOK dengan denda Rp. 100.000 untuk pelaku dan Rp. 1.000.000 untuk pemilik kedai jika membiarkan ada orang yang merokok.

Jadi meskipun tidak ber AC tempat ini dianggap sebagai tempat publik yang harus BEBAS ROKOK  (wah pikir-pikir sudah mirip seperti di Singapura nih, Bravo kota Bogor gak kalah sama Singapura )

Terimakasih banyak untuk pak Walikota Bogor Bima Arya untuk kebijakannya yang menurut saya bagus sekali bagi kesehatan keluarga dan anak-anak Indonesia khususnya keluarga dan anak-anak Bogor.

Disetiap meja juga di pasang tulisan Dilarang merokok dan daerah bebas dari asap rokok.

Eh... namanya juga Indonesia, tiba-tiba di sebelah meja tempat kami duduk, ada anak muda mulai bakar ROKOK setelah selesai makan mie,   dan sebagai warga yang baik, saya coba datang dan mengingatkan dengan sopan....

"Maaf mas di depan pintu ada larangan Merokok di tempat ini, itu besar sekali... coba tolong lihat "

"dan di tiap meja juga ada tanda dilarang merokok"  

"Maaf ya mari kita saling menghormati, jadi jika mas mau merokok silahkan di luar sana."

Dan Alhamdullilah kali ini yang diingatkan juga langsung sadar dan meminta maaf,  lalu pergi keluar untuk merokok.....

Saya ingat sebuah tulisan.... tapi lupa siapa yang menuliskannya, begini isinya:

"Jika orang waras yang selalu harus mengalah dan diam saja, maka orang tidak waraslah yang akan mengatur dan menguasai hidup kita....."

Tulisan ini sebenarnya agak terasa pedas sih, tapi kalau dipikir-pikir ada benarnya dan memang benar adanya.

Sekali lagi terimakasih dan Bravo untuk Pak Wali Arya Bima, semoga PERATURAN INI JUGA DITERAPKAN DI SETIAP KEDAI MAKAN YANG ADA DI BOGOR serta di ikuti oleh Pemda Bekasi, Depok, Tangerang dan lainya. 

Dan semoga kota Bogor bisa menjadi lebih baik.

Salam hormat,
ayah Edy
www.ayahkita.com

Padanan facebook dan hati kita....


Mark ZB menciptakan facebook untuk membangun pertemanan, tapi sayangnya banyak orang yang menggunakannya untuk membangun permusuhan.

Tuhan menciptakan hati untuk saling mencintai dan mengasihi, tapi sayangnnya banyak orang yang menggunakannya untuk saling membenci.

Tidakkah kita malu pada sang pencipta keduanya....?

Jika kita masih menggunakannya tidak sesuai tujuan dan harapan penciptanya...?

Salam syukur penuh berkah,
ayah edy

Renungkanlah....


MUSLIM ITU BEGINI DAN BUKAN BEGITU....


INILAH SOSOK SEORANG MUSLIM YANG DICONTOHKAN AL QUR'AN

Salah satu manusia yang bukan nabi, bukan pula Rasul, tapi kisah hidupnya diabadikan dalam Qur'an adalah Lukman Al Hakim. Kenapa, tak lain, karena sikapnya yang arif dan bijaksana serta hidupnya yang penuh hikmah, pelajaran dan TELADAN.

Jadi jika kita ingin melihat perilaku dan perangai manusia yang benar-benar Islami seperti yang diabadikan dalam kitab suci maka seperti inilah sosoknya.

Suatu hari ia pernah menasehati anaknya tentang hakikat hidup.

"Anakku, jika makanan telah memenuhi perutmu, maka akan matilah pikiran dan kebijaksanaanmu. Semua anggota badanmu akan malas untuk melakukan ibadah, dan hilang pulalah ketulusan dan kebersihan hati. Padahal hanya dengan hati bersih manusia bisa menikmati lezatnya berdzikir."

"Anakku, kalau sejak kecil engkau rajin belajar dan menuntut ilmu. Dewasa kelak engkau akan memetik buahnya dan menikmatinya."

"Anakku, ikutlah engkau pada orang-orang yang sedangmenggotong jenazah, jangan kau ikut orang-orang yang hendak pergi ke pesta pernikahan. Karena jenazah akan mengingatkan engkau pada kehidupan yang akan datang. Sedangkan pesta pernikahan akan membangkitkan nafsu duniamu."

"Anakku, aku sudah pernah memikul batu-batu besar, aku juga sudah mengangkat besi-besi berat. Tapi tidak pernah kurasakan sesuatu yang lebih berat daripada tangan yang buruk perangainya."

"Anakku, aku sudah merasakan semua benda yang pahit. Tapi tidak pernah kurasakan yang lebih pahit darikemiskinan dan kehinaan."

"Anakku, aku sudah mengalami penderitaan dan bermacam kesusahan. Tetapi aku belum pernah merasakan penderitaan yang lebih susah daripada menanggung hutang."

"Anakku, sepanjang hidupku aku berpegang pada delapan wasiat para nabi. Kalimat itu adalah:

1. Jika kau beribadah pada Allah, jagalah pikiranmu baik-baik.

2. Jika kau berada di rumah orang lain, maka jagalah pandanganmu.

3. Jika kau berada di tengah-tengah majelis, jagalah lidahmu.

4. Jika kau hadir dalam jamuan makan, jagalah perangaimu.

5. Ingatlah Allah selalu.

6. Ingatlah maut yang akan menjemputmu

7. Lupakan budi baik yang kau kerjakan pada orang lain.

8. Lupakan semua kesalahan orang lain terhadapmu.

SUMBER: FB Ilham Al-Asyi

Tas Cinta dari Muridku....



Ketika km sdh hrs kembali lagi ke Jakarta dari sekolah kami di Bali, tiba-tiba 2 orang gadis kecil usia 3 & 5 tahun memberikan bingkisan u kami.

Selalu ada kebahagiaan setiap hari menjadi seorang guru...

Terimakasih byk anakku Angel & Michelle

-ayah-

ETOS KERJA KEBANYAKAN ORANG INDONESIA



Suatu ketika saya cuci mobil di tempat cucian mobil

Biayanya lumayan mahal Rp. 35.000.
Setelah selesai saya masih kasih tips untuk yang cuci Rp. 5.000,-

Hanya diluar dugaan saya ia sepertinya tidak puas dengan nilai tips tsb dan bilang dengan keras pada teman disebelahnya, Cuma dikasih Lima Ribu Perak. dan tentu saja saya dengar.

Saya geleng2 kepala......, padahal memberi tips itu adalah atas kerelaan dan kemurahan hati kita dan tidak ada kewajiban apapun.   Apa lagi saya sendiri sebenarnya tidak puas dengan hasil kerjanya yang asal-asalan hanya sekeder terlihat agak bersih saja.  Sudah bagus saya masih mau kasih tips, pikir saya dalam hati.

Inilah yang disebut Etos kerja asal-asalan;  kerja asal ingin uang besar !
Inilah etos kerja yang tidak akan pernah bisa menghatar seseorang mencapai sukses kerja atau hidup dimanapun.....

Sayangnya etos kerja semacam inilah yang banyak dimiliki oleh orang Indonesia.

Saya jadi ingat sebuah kisah, tentang seseorang anak yang memiliki etos kerja luar biasa... etos kerja orang sukses, persis seperti etos kerja yang kebanyakan dimiliki oleh bangsa Jepang.

Mari kita simak kisahnya jika anda yang kebetulan membaca artikal ini ingin menjadi orang sukses atau ingin anaknya menjadi orang sukses.....

Belajar menjadi yang terbaik....

Karena semua kebaikan akan datang pada siapa saja yg bisa menjadi yang terbaik

Seorang bocah laki-laki masuk ke sebuah toko. Ia mengambil peti minuman dan mendorongnya ke dekat pesawat telepon koin. Lalu, ia naik ke atasnya shg ia bisa menekan tombol angka di telepon dgn leluasa. Ditekannya tujuh digit angka. Si pemilik toko mengamati terus tingkah bocah ini dan menguping percakapan teleponnya.

Bocah: "Ibu, bisakah saya mendapat pekerjaan memotong rumput di halaman Ibu?"

Ibu (di ujung telepon): "Saya sudah punya orang utk mengerjakannya".

Bocah: "Ibu bisa bayar saya setengah upah dari orang itu".

Ibu: "Saya sudah sangat puas dgn hasil kerja orang itu".

Bocah (dgn sedikit memaksa): "Saya juga akan menyapu pinggiran trotoar Ibu dan saya jamin di hari Minggu halaman rumah Ibu akan jadi yg tercantik di antara rumah-rumah yg berada di kompleks perumahan ibu".

Ibu: "Tidak, terima kasih".

Dgn senyuman di wajahnya, bocah itu menaruh kembali gagang telepon. Si pemilik toko, yg sedari tadi mendengarkan, menghampiri bocah itu.

Pemilik Toko: "Nak, aku suka sikapmu, semangat positifmu, dan aku ingin menawarkanmu pekerjaan".

Bocah: "Tidak. Makasih".

Pemilik Toko: "Tapi tadi kedengarannya kamu sangat menginginkan pekerjaan".

Bocah: "Oh, itu, Pak. Saya cuma mau mengecek apa kerjaan saya sudah bagus. Sayalah yg bekerja utk Ibu tadi!"

Hikmah yg bisa kita petik, sebaiknyalah kita mengevaluasi tentang apa yg kita kerjakan di tahun 2016 utk memastikan kualitas kerja kita yg lebih baik di tahun 2017

WAKTU spt sungai, kita tidak bisa menyentuh air yg sama utk kedua kalinya, karena air yg telah mengalir akan terus berlalu dan tidak akan pernah KEMBALI.



www.ayahkita.blogspot.com

TOLONG BACA BAIK-BAIK YA.....


Karena cowok gendut itu biasanya manis, humoris dan romantis

apalagi sudah naik pangkat jadi suami, so pasti dia semakin romantis , ais ais, :D

ini buktinya........
-----------------

Bpk : "bu,, jangan terlalu lama duduk di kursi itu,
pindah sini dekat bpk aja…"
Ibu : "loh, kenapa pak?"
Bpk : "takut dikerubungi semut,, soalnya ibu manis banget sih
sih…" (ciyeee) ☺

Bpk : "Bu,, orang tua ibu dulu pengrajin bantal ya?"
Ibu : "Hah…?! Bukan, kan bpk tahu pensiunan PNS,
kenapa pak…? "
Bpk : "Kok kalo deket ibu rasanya selalu ingin tidur deh…"
(suit.. Suiiit...) πŸ˜ƒ

Bpk : "Ibu itu seperti sendok…"
Ibu : "Kenapa…?"
Bpk : "Karena ibu terus mengaduk-aduk perasaan bpk.."
(yiihaaaa) πŸ˜ƒ

Bpk : "Maaf ya bu, belakangan ini tangan bpk agak
kasar…"
Ibu : "Ahh,, gpp kookk,, emangnya kenapa?"
Bpk : "Soalnya tiap hari bpk jadi kuli…"
Ibu : "Yang bener pak, dimana…?"
Bpk : "Di hati kamu say, bpk sedang buatin istana cinta
buat kita berdua…"
(olalaaa....)πŸ˜ƒ

Bpk : "Kenapa kita cuma bisa ngeliat pelangi setengah doang…?"
Ibu : "Ga tau, emang kenapa pak..?"
Bpk : "Soalnya setengahnya lagi ada di mata ibu…!"
(prikitiuuw..) πŸ˜ƒ

Bpk : "Boleh pinjem flashdisknya bu…?"
Ibu : "Boleh, mau buat apa pak…?"
Bpk : "Buat transfer hatiku ke hatimu..."
(wkwkwk) πŸ˜ƒ

GUNAKAN HATI DAN PIKIRAN YANG PALING JERNIH UNTUK BISA MENEMUKAN MAKNANYA


John Lennon, si anak yg dinyatakan bermasalah di sekolah itu ternyata mampu menulis sebuah syair lagu yg menyentuh hati.

=========
"Imagine"
=========

Imagine there's no heaven
It's easy if you try
No hell below us
Above us only sky
Imagine all the people
Living for today... Aha-ah...

Imagine there's no countries
It isn't hard to do
Nothing to kill or die for
And no religion, too
Imagine all the people
Living life in peace... You...

You may say I'm a dreamer
But I'm not the only one
I hope someday you'll join us
And the world will be as one

Imagine no possessions
I wonder if you can
No need for greed or hunger
A brotherhood of man
Imagine all the people
Sharing all the world... You...

You may say I'm a dreamer
But I'm not the only one
I hope someday you'll join us
And the world will live as one

Renungkanlah maknanya dengan hati dan pikiran kita yang paling jernih.