SATU-SATUNYA SITUS RESMI AYAH EDY

SATU-SATUNYA SITUS RESMI AYAH EDY
Bagaimana caranya..? Gabung di FB: komunitas ayah edy, download talkshow di www.ayahedy.tk

Sabtu, 21 Februari 2015

PELAJARAN BERHARGA DARI SANG GURU KECIL BERNAMA GANGGA



SELAMA 4 HARI, AYAH EDY TERJUN LANGSUNG MENJADI GURU SEKALIGUS MURID DARI SEORANG "GURU KECIL" BERNAMA GANGGA

Sebuah tulisan dari pengalaman 4 hari bersama GURU KECILKU.
(Sebuah renungan terbaik untuk para orang tua dan guru di Indonesia)

Pertama kali aku berjumpa dengan guru kecilku ini, ketika aku sedang memberikan parenting di Kuta, Bali. Kedua orang tuanya bercerita bahwa katanya ia dinyatakan sebagai anak bermasalah, mulai dari delay speech, Asperger, dll.

Selama satu jam lebih melalui cerita orang tuanya, aku mendengarkan guru kecilku sedang dihakimi oleh sebuah sistem yang tidak memahami bahwa setiap anak itu unik dan bahkan sangat unik dan tidak bisa di bandingkan antara satu anak dengan anak lainnya.

Aku bisa membayangkan betapa pedih hati orang tuanya mendapati kenyataan ini, berhadapan dengan sebuah sistem yang menghakimi seorang anak tanpa bisa berbuat apa-apa dan memberikan solusi.

Berapa banyak lagi anak-anak Indonesia yang harus mengalami pengalaman pahit seperti ini?

Hati kecilkupun rasanya ikut menangis mendengar semua penuturan orang tuanya, betapa mudahnya kita membuat label-label bagi seorang anak, padahal setiap anak diciptakan oleh Yang Maha Sempurna dengan segala keunikan yang dimiliki masing-masing. Saya yakin Yang Maha Sempurna jika menciptakan sesuatu pasti hasilnya juga akan Sempurna.

Saya selalu berpikir apakah bukan kita yang naif dengan segala ego kita, menganggap kita sudah cukup sempurna dan pantas untuk membuat penilaian pada seorang anak yang telah di ciptakan oleh Yang Maha Sempurna ini.

Sebenarnya ini bukanlah kali pertama aku bertemu dengan anak dan orang tua yang katanya anaknya dinyatakan " spectrum autis", ADD, ADHD, Delay Speech, Disleksia dan berbagai masalah lainnya. Hal ini sudah terjadi sejak lebih dari 8 tahun yang lalu. Dan ternyata ciri-ciri mereka selalu mirip dan banyak kesamaan satu sama lainnya. Meskipun tentu saja setiap anak itu unik dan tidak ada yang sama persis. Serupa tapi tak sama.

Selama lebih dari 8 tahun kami menemukan aduan yang seperti ini, ternyata selalu saja kami temukan bahwa anak-anak ini bukanlah Delay Speech, Diskonsentrasi/Konsentrasi rentang pendek, Learning Disability, Aspherger, apalagi Autis. Mereka sesungguhnya adalah anak-anak normal seperti anak lainnya dengan otak kanan yang lebih dominan dan berkombinasi dengan kekuatan belajar visual-kinestetik.

Namun demikian ada beberapa orang yang menentang ku secara keras, dan mengatakan aku hanya ingin menyenangkan hati orang tuanya saja dan telah berbohong pada publik.

Tapi nyatanya selama lebih dari 8 tahun pengalamanku, anak-anak yang kami ajak bersekolah di tempat kami ini tumbuh baik dan sempurna seperti anak-anak lainnya, melalui proses dan momentum-momentum pencapaiannya masing-masing. Dan jelas bahwa kami tidak sedang menyenangkan hati orang tuanya apa lagi berbohong pada publik.

Banyak orang tuanya sendiri telah membuktikannya secara langsung dan melihat proses perubahan setahap demi satahap bahwa mereka adalah anak normal seperti anak lainnya, hanya saja lebih dominan otak kanannya.

Banyak di antara anak-anak yang datang kepada kami ini yang sudah sempat menjalani terapi Autis atau Mendapat obat2 penenang tapi tidak banyak mengalami kemajuan melainkan hanya semakin membuat stress anak maupun orang tuanya.

Menurut kami, dari kejadian demi kejadian yg kami alami ini rupanya Tuhan ingin menunjukkan bahwa kita semua harus lebih banyak belajar dan bukannya lebih banyak “me-lebeli anak”, karena selama lebih dari 8 tahun kami belajar mengelola mereka ternyata anak-anak yang di lebeli semacam ini cenderung berkembang menjadi anak yang "Jenius" di satu bidang tertentu secara spesifik, tanpa perlu menggunakan Terapi Autis atau obat-obatan penenang, melainkan hanya menggunakan terapi “kasih sayang”. (Bagaimana terapi ini dilakukan kita semua bisa melihat dalam gambar terlampir)

Meskipun demikian selalu ada saja orang yang tidak percaya dan malah menuduh kami hanya sekedar menghibur dan menyenangkan hati orang tuanya, tapi lucunya orang-orang yang menuduh ini malah sama sekali tidak melakukan apa-apa atau bahkan sama sekali tidak memiliki pengalaman langsung terjun menangani anak-anak yang dibilang bermasalah 'Autis" padahal sama sekali bukan Autis melainkan hanya Right Brain Dominant Child with Visual Learning Style.

Ada beberapa anak yang dulunya di cap seperti ini dan sekarang sudah menjadi anak yang "Menakjubkan" dengan segala kehebatannya. Mudah2an jika kebetulan saja ada orang tuanya yang sedang membaca tulisan ini, kiranya mau untuk memberikan testimoni disini, agar ada lebih banyak lagi anak-anak Indonesia yang terselamatkan dari bencana ini.

Namun demikian kami tidak menyangkal bahwa ada 2-3 rata-rata dari 10 anak yang datang kepada kami memang benar-benar Autis (autis sesuai definisi yang kami pahami dari buku yang di tulis oleh Karyn Seroussi. )

Tapi 7-8 dari mereka rata-rata adalah anak dengan Right Brain Dominant, dan hanya memerlukan sebuah Program Observasi dan Terapi KASIH SAYANG. Sementara untuk anak-anak yang benar2 Autis kami memang tidak bisa terlalu banyak membantu.

Dan kembali lagi untuk membuktikan semua penjelasan ini, kamipun bersepakat untuk membuat sebuah program observasi di tempat mereka berdomisili. Dan kali ini sy sendiri memutuskan untuk terjun langsung melakukannya dan membuktikannya melalui teknik-teknik yang kami sebut terapi KASIH SAYANG.

Agar ada bukti-bukti otentik dan bisa kita pelajari bersama, maka sayapun meminta agar program ini didokumentasikan secara penuh mulai dari awal hingga akhir.

Selama 4 hari kami melakukan ini, dan hasilnya sungguh luar biasa, melalui observasi justru sayalah yang telah belajar banyak tentang :

1. Arti Ke-otentikan seorang anak (hidup tanpa kepura-puraan untuk menyenangkan orang lain)

2. Arti ke unikan seorang anak (Memiliki ketertarikan tinggi terhadap Air dan Hukum-hukum Fisika)

3. Arti Kesabaran dan Ketelitian (dalam proses pengamatan dan uji coba hukum fisika)

4. Cara seorang anak belajar dengan keunikannya masing-masing (Experimental Free Style Learning)

5. Bagaimana seorang anak membangun Kepercayaan “Trust Building” pada orang lain yang ada disekitarnya.

6. Cara seorang anak menunjukkan potensi dasarnya yang terpendam melalui setiap gerakan tubuh dan pilihan-pilihan permainannya.

7. Membaca arti dalam setiap prilaku dan gerakan seorang anak berhubungan dengan kemampuan di bidang Sains Analisis.

8. Membaca Traumatic Effect terhadap kekeliruan kita dalam melakukan penanganan anak-anak yang Righ Brain Dominan.

9. Arti dan cara membangun Engagement serta Emotional Bonding melalui cara Visual Kinestetik, Melankolis.

10. Dan kemampuan-kemapuan lain yang berada diluar nalar orang-orang awam kebanyakan.

Sungguh Ada jauh lebih banyak lagi yang kami pelajari dari yang mampu kami tuliskan disini dari seorang guru kecil kami yang bernama Gangga.

Dan selama 4 hari kami benar-benar bersyukur pada Tuhan telah diberikan waktu dan kesempatan untuk lebih banyak menimba ilmu dan pelajaran dari sang guru kecil kami yang sungguh unik dan luar biasa ini.

Kami bergitu terharu ketika suatu ketika di pagi hari kami ingin berpamitan pulang kembali ke Jakarta, tiba-tiba saja Sang Guru kecil kami menitikkan Air Matanya menangis tanpa mengeluarkan suara...., dan kami semua-pun akhirnya tak kuasa untuk menahan haru. Dalam batin saya berujar “InsyaAllah ya Nak Ayah akan kembali lagi ke tempat ini untuk sesuatu yang lebih Besar, untuk mewujudkan sebuah mimpi besar kita bersama.”

Dan sebagai tindak lanjut kamipun bersepakat untuk melakukan sebuah LANGKAH TRANSFORMASI dengan membuat sebuah Sekolah yang bisa memetakan dan memekarkan seluruh potensi anak, agar generasi-generasi genius Indonesia bisa benar-benar tumbuh menjadi orang-orang luar biasa dan berkualitas dunia. Amiiiinnn.

Dan alhamdulliah pada tanggal 21 Januari 2015, kami bersama-sama telah melakukan peletakan batu pertama SEKOLAH MAHA KARYA GANGGA yang InsyaAllah akan mulai beroperasi bulan Juli 2015 (soft launch) dan akan beroperasi secara penuh bulan September 2015.

Kami mohon dukungan, doa dan restunya dari siapa saja yang telah membaca artikel ini sampai pada paragraf ini.

Let’s Make Indonesian Strong from Home !
Mari kita bangun Indonesia yang kuat dari Keluarga !
Kalau bukan kita mau berharap pada siapa lagi ?
Kalau bukan sekarang mau kapan lagi ?

Salam Syukur penuh berkah,
Ayah edy
Singaraja, Buleleng, Bali
21 Januari 2015

*Latarbelakang foto Ayah Edy bersama mas Gangga dalam program observasi menemukan potensi unggul anak, menerapkan terapi KASIH SAYANG terekam dalam gambar*

Silahkan unduh talkshow parenting ayah edy 100% Gratis:

Tinggal Klik:
1. www.ayahedy.tk
2. https://onedrive.live.com/?cid=3a914018e2d83d92&id=3A914018E2D83D92%21131
3. via fb: https://www.facebook.com/groups/548259441862337/files/

Membeli buku ayah edy secara on line bisa tinggal klik:
1. https://www.facebook.com/pages/Pusat-pemesanan-buku-AYAH-EDY/1538959983042274

HATI-HATI !!! TIDAK SEMUA BUKU BACAAN ANAK ITU BAIK BAGI ANAK







Sahabat keluarga Indonesia,

Apa pendapat ayah bunda dan para guru sekalian tentang berita ini.

Apa bila hal ini di anggap kurang baik dan kemungkinan bisa membahayakan mental dan moral anak jika di salah tafsirkan, maka akan sangat baik jika ada ayah dan bunda yang di beri amanah Tuhan dalam bidang hukum untuk membawa ini ke ranah edukasi dan hukum AGAR KASUS SERUPA TIDAK TERJADI BERULANG-ULANG,

Yang jauh lebih penting adalah agar orang tua tahu bahwa tidak semua bacaan buku anak itu baik dan mendidik.

Selain itu juga kita semua para penulis sebaiknya lebih berhati-hati lagi dalam membuat tulisan dan buku yang memungkinkan terjadi efek salah tafsir dari anak-anak yang membacanya.

Ingatlah suatu ketika nanti kita harus mempertanggungjawabkannya di hadapan Tuhan atas apa yang kita tulis dalam buku-buku kita.

Mari kita terus bergandengan tangan dan terus berbagi kebaikan dan perhatian terhadap hal-hal yang dapat merusak mental anak kita dan anak-anak bangsa.

Salam Indonesian Strong from Home
-ayah edy-


======================================================
YUUK IKUTAN JADI AGENT OF CHANGE (RELAWAN PERUBAHAN)

Dulu waktu kami masih bersiaran di Radio, Smart fm melalui Talkshow Indonesian Strong from Home, ada pertanyaan dari ibu Hayatun di Medan yg menanyakan bagaimana caranya untuk bisa menjadi Agent of Change (Agen Perubahan) atau Relawan Program Indonesian Strong from Home di daerahnya.

Mari kita semua Ikut jadi RELAWAN agar kita bisa membantu orang tua yang ingin belajar dan ingin bisa lebih tepat mendidik anak-anaknya dirumah juga untuk membantu para guru di sekolah dalam mendidik murid2nya.

Syarat utama untuk menjadi relawan tsb adalah Ikhlas ingin berbagi kebaikan bagi sesama; tanpa ada syarat2 lainnya; caranya bisa bermacam2. sebagai contoh:

1. Pak Taufik di Bukit Tinggi dan relawan lainnya yang tergabung dihttp://ayahkita.blogspot.com/…/cara-mendapatkan-cd-kompilas…Rekaman2 Talkshow Indonesian Strong from Home dan membagikan pada keluarga, kerabat dan siapa saja yg membutuhkan CDnya secara Cuma2.

2. Bu Mei di Medan dengan berbagi sharing dan menjawab pertanyaan2 di fb yg belum sempat terjawab oleh kami.

3. Bu Lucy di Tangerang dan teman2 lain di Bandung membentuk komunitas kecil di daerahnya masing2.

4.Cak Too dari Surabaya Miss Lenny dari Cirebon yang membantu kita semua untuk bisa mendapatkan CD Parenting Gratis dari Ayah Edy baik untuk Relawan Berikutnya atau untuk pemesanan kebutuhan pribadi, resepsi pernikahan dsb.

5. Teman2 SMA di Serang Banten mengajak dan mempromosikan untuk mendengarkan program ISFH kepada teman2 sekolahnya dan teman2 pengajian.

6. Mba Eria Arum dari Yogyakarta, Pak M. Siddiq di Cengkareng, merekam talkshow di TV dan memuatnya di You Tube

7. Banyak orang tua yg mengajak via Twitter untuk bergabung di FB Komunitas ayah edy dan membahas masalah keluarga dan anak dari pada hanya sekedar chatting tanpa tema.

8. Ada Pensil Tempur di Tangerang, yg menyebarkan pesan2 Indonesian Strong from Home melalui Karikatur dan Kaos dengan Gambar Karikatur.

9. Mas Averoes Newman; di Jember Jawa Timur dan Pak Mustafid RA dari Kedoya. Mengumpulkan rekaman2 Talkshow Indonesian Strong from Home dan memuatnya via Internet untuk bisa di dengarkan dan di Download secara gratis oleh siapa saja dan darimana saja.

10. Ada pak M. Yusuf Effendy yg membuat asosiasi alamat web Indonesian Strong from Home hingga lebih mudah di cari; yang

11. Ada juga para orang tua yang mengkopi CD rekaman talkshow dalam jumlah banyak untuk di bagikan kepada para guru disekolah anaknya dan sekolah2 lain.

12. Ada yg membeli buku dan meminjamkan kepada teman2 dan kerabat yg membutuhkan buku tersebut untuk bisa mendidik anaknya lebih baik. seperti Mama Nina di Malaysia.

13. Ada juga yg membeli buku hingga 50 exemplar lebih sebagai hadiah bagi para guru dan teman2.

14. Ada juga yang menjadikan buku2 Parengting Indonesian Strong from Home sebagai Kado Perkawinan.

15. Ada sekolah di Depok dan Makassar yg mewajibkan para gurunya untuk mengikuti dan mendengarkan talkshow kami setiap Selasa malam dan melakukan review dan sharing forum di pagi harinya.

16. Ada juga orang tua yg membeli CD kami kemudian mengadakan kumpul warga dan memutar dan mendengarkan CD tersebut.

17. Ada Korporasi seperti PT Asian Agri, Pusri, Chevron Conoco, RAPP, Citra Borneo Indah dll yg menyelenggarakan program Kepedulian Sosial dengan mengadakan Parenting Gratis bagi Karyawan dan Program pelatihan 1000 guru.

18. Ada juga Korporasi seperti Eka Citta Dian Persada, Prudential yg mengisi program Gathering keluarga dengan Parenting yg membahas kasus2 yg dihadapi karyawannya yg mayoritas keluarga muda.

19. Ada juga Korporasi seperti AXA Insurance/ PT DANAREKSA dll yg memberikan bonus Parenting bagi Para Klien mereka sebagai program Apresiasi dan Edukasi Keluarga.

20. Ada juga yg menjadikan topik Parenting kami sebagai salah satu program pendidikan keluarga di Mushola tempat mereka tinggal oleh salah satu perumahan tertentu.

21. Ada pak Tompas yg menjadikan program Pendidikan Keluarga ini menjadi Acara Rutin di televisi Sindo setiap Rabu Malam.

22. Ada banyak anggota komunitas yg menyebarkan Artikel2 kami yg berguna bagi sahabat dan kerabatnya.

23. Ada sekolah2 yg memberikan program Parenting bagi para orang tua murid di hari Inagurasi atau penerimaan siswa baru.

24. Ada Telios TV yg meliput siaran talkshow kami di Smart fm dan memuat nya di Internet untuk bisa dilihat oleh siapapun dan dari manapun secara gratis.

25. Ada para penerbit yg mendukung program kami dengan MENERBITKAN tulisan2 kami dalam bentuk buku yg lebih enak dibaca.

26. Ada banyak Sponsor2 yg mendukung setiap Publik Seminar kami yg di selenggarakan di daerah2 di seluruh Indonesia.

27. Ada EO Pameran dan Edukasi yg menyediakan Publik Seminar secara gratis bagi masyarakat; seperti Semarang Expo, Jakarta Edu Fair dll.
28. Ada juga yg membantuk Komunitas Ayah Edy untuk unit wilayahnya masing2 Bandung, Depok Tangerang, Serang dll.

Ada banyak lagi partisipasi langsung keluarga Indonesia yg tak bisa kami sebutkan satu persatu karena banyaknya, kami ucapkan terimakasih yg sebesar2nya, semoga Tuhan membalas dengan pahala kebaikan yg tak terhingga dan pernah putus disepanjang kehidupan.

29. Ada institusi2 Pemerintah seperti BPK yang ikut mengibarkan berdera INDONESIAN STRONG FROM HOME di Institusi lembaganya.

30. Dan banyak Ide-ide kreatif lainnya yang bisa dilakukan sesuai kemampuan dan keahlian yang kita miliki. Sekecil apapun kontribusi ayah dan bunda untuk program ini akan sangat berarti bagi masa depan anak-anak bangsa.

Jadi Siapapun juga bisa menjadi Agent of Change dengan cara2 kreatif masing2 sesuai denga peran masing2 di masyarakat atau di perusahaan. Caranya bisa berbeda-beda namun dengan tujuan yg sama; Membangun Indonesia yg kuat dari Keluarga !!

Demikian yg bisa kami sampaikan, Indonesian Strong adalah program kita bersama, dan program ini akan lebih cepat terwujud jika mendapat dukungan langsung dari setiap keluarga Indonesia yg telah merasakan manfaatnya.

Bayangkan jika semakin banyak orang tua dan keluarga yg mampu mendidik anak2nya secara tepat cerdas berkahlak mulia..

Let’s Make Indonesian Strong from Home !!!

Mari kita bangun Indonesia yg kuat dari Keluarga, melalui anak-anak kita tercinta dirumah.

Kalau bukan kita mau berharap pada siapa lagi ?
Kalau bukan sekarang mau kapan lagi ?

CARA Mendapatkan CD ayah Edy GRATIS via para relawan Indonesian Strong from Home silahkan KLIK:


http://ayahkita.blogspot.com/2013/08/cara-mendapatkan-cd-kompilasi-parenting.html

WAJARKAH JIKA ADIK KAKAK SELALU BERTENGKAR ?



Please help ya Ayah Edy.... Urgent..urgent...urgent..!!!

Ayah Edy aku Soraya (Bukan nama sesungguhnya) , please tolong dong minta tipsnya bagaimana sich mendidik anak yg bener.... ?

anakku satu umur 3 tahun dan kakaknya umur 5 tahun dua-duanya laki2, waduh... tiap hari ribut terus...gak pernah tenang gak pernah damai, kalo di bilangin gak mau dengerin, paling2 sebentar mereka tenang dan akur, gak lama begitu lagi.

Aku tuh dulu sudah berhenti kerja maksudnya biar bisa handle anakku secara penuh, eh... nyatanya gak bisa juga dan gak gampang ya ternyata...., jauh lebih gampang mengatur kerjaan di kantor.

Mohon bantuannya dong apa saja sich kunci2 penting untuk bisa mendidik anak agar anakku bisa lebih teratur dan baik dirumah. Aku belakangan jadi sering ribut sama papanya gara2 masalah anak2 ini.

Please help ya Ayah.... Urgent..urgent...urgent..!!!

Jawaban ayah:
Saya memahami perasaan bu Soraya memang benar mengurus pekerjaan kantor jauh lebih mudah dari pada mengurus prilaku anak, itu persis seperti komentar istri saya dirumah. Tapi jika kita mau belajar dan tahu caranya pasti bisa dan jauh lebih mudah.
Kunci utama mendidik anak adalah MEMBUAT ATURAN2 MAIN YG JELAS terhadap setiap kasus atau pelanggaran yg dilakukannya. Buatkan Satu aturan main untuk satu kasus misalnya menggoda kakak atau adik, bicara tidak sopan, meminjam barang tanpa izin, dst. Bisa jadi dalam sehari kita membuat 2 atau 3 aturan main. Itulah mengapa KUHP menjadi sangat tebal sekali karena tiap satu kasus di buat satu aturan main berikut konsekuensinya.

Aturan main yg baik adalah yg sederhana, jelas dan mudah di pahami anak, serta disepakati kedua belak pihak, dilengkapi dengan Rewards and Punishment/konsekuensi dari pelanggaran yg dilakukan oleh anak (buat tertulis jika perlu). Konsekuensi harus mengikat juga bagi si pembuatnya (orang tua), misalnya jika anak di batasi nonton tv hanya 2 jam sehari maka orang tua pun hanya boleh 2 jam per hari, jika kita mewajibkan mereka belajar, maka kita juga wajib menamani mereka belajar (itu bagian dari teladan orang tua).

Hukuman yg baik adalah yg mengurangi kesenangan anak spt bermain bola, sepeda, menonton film kesayangan dll (jika perlu buatlah daftarnya, dan di urutkan berdasarkan tingkat kesengannya), Hukuman bukan yg menyakiti fisik atau perasaan anak seperti memukul atau membentaknya atau tidak mengajaknya bicara selama beberapa jam.
Hukuman yg baik adalah hukuman yg dilaksanakan dengan tegas tanpa kompromi (jika ada kompromi maka akan menjadi banyak pelanggaran seperti yg terjadi pada LALU LINTAS KITA). Akan sangat baik jika terlihat anak akan melanggar kita ingatkan akan kesepakatan yg telah kita buat dan katakan; “Ingat kesepaktan kita..? “Mama Cuma ingin bantu kamu supaya tidak terkena hukuman lho...

TEGAS merupakan Kunci keberhasilan pelaksanaan dari aturan2 yg kita sudah sepakati. Kita perlu Tegas dan konsisten terhadap upaya anak mengalihkan perhatian seperti dengan MENAWAR-NAWAR HUKUMAN YG SUDAH DISEPAKATI, MENGAJUKAN SYARAT2 TERTENTU BARU MAU MELAKSANAKAN, MENANGIS KERAS, MARAH DAN MEMBANTING2 AGAR KITA TIDAK JADI MENGHUKUM, atau apapun.

Jangan ikut terpancing, tetap tenang. Katakan pada anak “Silahkan kamu Marah dan salurkan marahmu dengan baik, duduk diam dikursi hingga marahmu reda. Jika kamu melakukan perusakan maka kamu akan terkena aturan tentang merusak barang2 saat marah (aturannya lebih dulu dibuat). Silahkan pilih duduk dengan baik sampai marahmu reda atau mendapat hukuman tambahan karena merusak.”

TEGAS dan ADIL jangan pernah selalu membela Adiknya saja dan menyalahkan kakaknya (yg lebih besar harus mengalah), Tegas berbeda dengan marah, dimana letak perbedaannya, TEGAS adalah KONDISI EMOTIANAL STABIL dan Menggunakan Akal Sehat, Sedangkan Marah adalah kondisi melaksanakan aturan dalam kondisi EMOSIONAL TIDAK STABIL dan sering kali bukan untuk mendidik melainkan hanya untuk melampiaskan emosi kita saja.

Tegas adalah tindakan konsisten melaksanakan aturan, Marah lebih sering pada upaya untuk menyerang dan menyakiti hati si anak..

Konsisten adalah sesuai antara ucapan dengan tindakan bukan NATO (No Action Talk Only) alias banyak mengancam tapi tidak pernah dilaksanakan karena lupa, tidak tega atau apapun. Misalnya Awas ya... nanti mama bilangin Papa lho...kamu tidak mau patuh menjalankan kesepakatan. Jadi Laksanakan aturan tanpa ragu atau tanpa dispensasi bagi penegakan aturan main, tanpa menunggu papa pulang atau siapapun, karena keraguan dan dispensasi orang tua adalah sumber awal perlawanan anak.

Mengapa kita sering tidak tega melaksanakan aturan yg kita buat sendiri, karena seringkali orang tua menetapkan aturan KETIKA SEDANG MARAH, hingga aturannya sering berlebihan dan tidak masuk akal untuk dilaksanakan oleh anak, dan SETELAH SADAR KEMBALI akhirnya tidak tega dan diberi dispensasi atau tidak jadi dilaksanakan.

Jadi jangan MARAH jika sedang membuat aturan pada anak atau JANGAN BUAT ATURAN jika sedang marah. Silahkan pilih mana yg paling cocok dengan kondisi ibu.
Kunci terakhir adalah KOMPAK. Satu suara antara Ayah dan Bunda dalam membuat dan melaksanakan aturan main berikut konsekuensi saat terjadi pelanggaran2. Jika antara PASANGAN masih belum KOMPAK DAN SATU SUARA maka semua penjelasan di atas akan menjadi SIA-SIA BELAKA. Dan anak-anak lah yg akan mengatur orang tuanya dengan aturan main yg dibuatnya sendiri.
Jangan lupa setiap ada aturan baru untuk memberitahu pasangan agar kekompakan tetap terjaga.

Untuk melengkapi semua teknik dan caranya lebih detail ibu bisa membaca buku kami yg berjudul Mengapa Anak Saya suka melawan dan sulit di atur yg di terbitkan GRASINDO dan buku yg berjudul Ayah Edy Menjawab 100 persoalan Orang tua yg jawabannya tdk ada di kamus manapun yg diterbitkan oleh Qanita- Mizan.

Selamat mencoba, jika kita mau pasti bisa, dan bukannya jika saya bisa pasti mau..
Di tulis oleh Ayah Edy
www.ayahkita.com

==================================
Untuk belajar mendidik anak silahkan download file audio parenting ayah edy gratis di salah satu link berikut ini;
Membeli buku ayah edy secara on line bisa tinggal klik:
1. https://www.facebook.com/NBTravelnTour
2. klik like
3. tulis pesanan buku di inbox


DIDO ANAKKU PENYAYANG BINATANG ??



Saya tidak tahu apa definisi persisnya PENYAYANG BINATANG, tapi anakku yang satu ini sangat sayang sekali dengan binatang, sampai-sampai menu makanannyapun di upayakan yang tidak mengandung unsur dari binatang.

Semut dan binatang kecil tidak boleh terinjak dan bahkan diberinya makan, cacing yang tersesat ke dalam rumah di kembalikan ke habitatnya di tanah, bahkan pernah sy ingin menepuk nyamuk di larangnya, katanya ini nyamuk Jantan tidak menggigit manusia tapi minum sari buah jadi tidak bersalah dan jangan di bunuh, biarkan ia hidup seperti kita. Begitu kira-kira kata Dido dan Dimas anak saya di kamarnya.

Suatu ketika ia melihat sebuah buku tentang kisah seorang penyayang binatang, dan iapun rela merogoh kocek uang yang di tabungnya untuk membeli buku seharga Rp.80.000,- patungan berdua adiknya. Uang yang mereka kumpulkan berdua dari kerja membantu orang tuanya.

Waktu anak saya bercerita tentang kisah di buku tersebut, dimana Jane semasa kecil sering menangis bila ada serangga yang mati. Anak sayapun ikut "mbrebesmili".
Lalu saya berpesan pada anak saya, Bagus sekali nak jika kamu menjadi penyayang binatang, tapi jangan sampai lupa bahwa kamu juga harus jadi penyayang Manusia.

Karena ayah juga sering bertemu orang yang mengaku penyayang binatang tapi kasar terhadap sesama manusia. Dan mengaku dirinya adalah penyayang binatang.
Ingatlah nak, jangan sampai engkau menyayangi binatang tapi lupa untuk menyayangi manusia.

Dan selain itu sadarilah apa arti CINTA PADA BINATANG, Karena ayah banyak bertemu orang yang mengaku sayang binatang tapi saking cintanya yang terjadi malah "mengekang binatang dalam Kerangkeng/kandang besi atau bambu".

Terimakasih anakku enggkau telah mengajari ayah tentang arti Sayang, tidak hanya pada sesama manusia tetapi juga pada semua mahluk hidup di bumi ini.

Salam syukur penuh berkah,
ayah edy




PELAJARAN BERHARGA DARI DIMAS ANAKKU TERCINTA




Sahabatku para ayah bunda, bacalah kisah ini sampai akhir, please.....

Untuk mengajari anakku tentang seks edukasi dan organ reproduksi aku berusaha mencari berbagai buku tentang anatomi tubuh, dan setelah putar-putar mencari di toko buku maka Inilah buku paling murah (mahal murah sesungguhnya relatif berbanding manfaatnya) yang pernah saya temukan di toko buku Gramedia.

Buku tentang anatomi tubuh manusia bergambar yang saya gunakan untuk memperkenalkan pada anak-anak saya tentang alat dan fungsi organ reproduksi pada manusia.

Juga saya gunakan untuk melatih anaksaya bereaksi benar melalui otak kiri Sains Biologi Kedokteran, dalam bereaksi terhadap gambar organ-organ seksual manusia. (karena kedua anak kami homeschooling)

Dan alhamdulliah sejauh pengamatan kami anak-anak kami berekasi sangat positif sekali ketika melihat gambar-gambar porno di Internet.

Bahkan Pekan lalu kami mendapat undangan menghadiri PENTAS TARI BALET, di Gedung Kesenian Jakarta, Awalnya anak-anak kami ajak, karena penarinya juga anak--anak.

Tapi ternyata acara di selingi tentang kisah orang dewasa yang berpacaran dengan orang dewasa laki-laki perempuan yang menari belet berdua.

Tiba2 saja Dimas anak kami yang ke-2 langsung melorot dari kursinya dan tidur di lantai karpet bawah di baris kursi yang mirip dengan Cinema 21.

Karena kami belum sempat berbincang kamipun hanya memberikan seulas senyum sambil mengatakan nanti setelah selesai acara kita diskusi ya.

Dan ketika saat pulang, di mobil kami bertanya, mengapa Dimas berlaku seperti itu dan tiduran di lantai kotor.

Dia berkata, "Dimas tidak suka acaranya tidak sopan banyak kata-kata yang tidak sopan menggunakan "Elu dan Gua", banyak om tante berpakaian tidak sopan dan berpelukan, Dimas tidak mau lihat itu semua dan lebih baik tidur di lantai karpet saja."

"Ayah Jahat mengapa Dimas di ajak nonton acara seperti ini ! " teriaknya keras.

Serasa di tampar muka saya oleh Dimas, saya sungguh tidak menyangka alasan Berbaring di lantai karpet selama pertunjukan berlangsung adalah seperti ini.

Lalu saya berkata, "Ayah sungguh2 minta maaf ya Nak, ayah tidak tahu bahwa acaranya seperti ini, karena ayah di undang untuk menghadiri pentas tari balet untuk anak-anak dan bukan orang dewasa, dan ini baru pertama kalinya ayah di undang, jadi ayah tidak tahu acaranya akan seperti ini."

"Lain kali jika terjadi hal yang seperti ini lagi ayah janji kita akan langsung keluar ruangan dan pulang."

Dan setelah sampai di rumah saya ulangi lagi permintaan maaf saya sambil memeluk Dimas anakku erat-erat sambil berbisik "Sekali lagi maafkan kesalahan ayah ya Nak" dan iapun mengangguhkan kepalanya tanpa berkata apapun.

Satu lagi pelajaran berharga dari guru kecilku yang bernama Dimas.

Sekali lagi maafkanlah ayahmu ya Nak dan ampuni aku ya Allah...., InsyaAllah kejadian ini tidak akan pernah terulang lagi.

-ayah edy-


MENGAPA GURU DI AUSTRALIA LEBIH MENGUTAMAKAN BELAJAR MENGANTRI DARI PADA NILAI MATEMATIKA ??

ORANG JEPANG ANTRI SEMBAKO PASCA TSUNAMI DENGAN TERTIB

Setelah lama sekali kami menulis artikel ini, dan mungkin telah di share ke ribuan orang oleh banyak orang tanpa di beri identitas lagi, dan kembali ke kami lagi plus sudah di beri ilustrasi gambar.

Alhamdullilah sharing pengalaman kami ini bisa menjadi rujukuan dan di baca oleh banyak orang tua dan guru, semoga dengan kami sharing ulang artikel ini bisa kembali di share, di baca dan membuka mata hati dan kesadaran setiap orang tua dan pimpinan penyelenggara pendidikan yang ada di tanah air tercinta.

Berikut inti dari artikel yang dulu sekali pernah kami sharing diwww.ayahkita.blogspot.com berdasarkan pengalaman kami bertemu dengan seorang guru dari Australia. salah satunya yang terbaru kami sharing ada di

Budaya Etika antri vs Pintar matematika

Seorang guru di Australia pernah berkata:
“Kami tidak terlalu khawatir jika anak2 sekolah dasar kami tidak pandai Matematika” kami jauh lebih khawatir jika mereka tidak pandai mengantri.”

“Sewaktu ditanya mengapa dan kok bisa begitu ?” Kerena yang terjadi di negara kita justru sebaliknya.

Inilah jawabannya:

Karena kita hanya perlu melatih anak selama 3 bulan saja secara intensif untuk bisa Matematika, sementara kita perlu melatih anak hingga 12 Tahun atau lebih untuk bisa mengantri dan selalu ingat pelajaran berharga di balik proses mengantri.

Karena tidak semua anak kelak akan berprofesi menggunakan ilmu matematika kecuali TAMBAH, KALI, KURANG DAN BAGI. Sebagian mereka anak menjadi Penari, Atlet Olimpiade, Penyanyi, Musisi, Pelukis dsb.

Karena biasanya hanya sebagian kecil saja dari murid-murid dalam satu kelas yang kelak akan memilih profesi di bidang yang berhubungan dengan Matematika. Sementara SEMUA MURID DALAM SATU KELAS ini pasti akan membutuhkan Etika Moral dan Pelajaran Berharga dari mengantri di sepanjang hidup mereka kelak.

”Memang ada pelajaran berharga apa dibalik MENGANTRI ?”

”Oh iya banyak sekali pelajaran berharganya;”

•Anak belajar manajemen waktu jika ingin mengantri paling depan datang lebih awal dan persiapan lebih awal. 

•Anak belajar bersabar menunggu gilirannya tiba terutama jika ia di antrian paling belakang. 

•Anak belajar menghormati hak orang lain, yang datang lebih awal dapat giliran lebih awal dan tidak saling serobot merasa diri penting.. 

•Anak belajar berdisiplin dan tidak menyerobot hak orang lain. 

•Anak belajar kreatif untuk memikirkan kegiatan apa yang bisa dilakukan untuk mengatasi kebosanan saat mengantri. (di Jepang biasanya orang akan membaca buku saat mengantri) 

•Anak bisa belajar bersosialisasi menyapa dan mengobrol dengan orang lain di antrian. 

•Anak belajar tabah dan sabar menjalani proses dalam mencapai tujuannya.

Komunitas AYAH EDY
www.ayahkita.com

Latar belakang foto
1. orang Jepang mengantri dengan rapi untuk mendapat bantuan pasca tsunami
2. orang2 yang dulu waktu masih kecil dan bersekolah tidak di tanamkan budaya mengantri


Unduh talkshow ayah edy gratis di www.ayahedy.tk

ORANG YG SEMASA KECIL TIDAK PERNAH BELAJAR ANTRI

PESAN AYAH PADA ANAK-ANAKKU TERCINTA DI TANGGAL 14 FEBRUARI



Anak-anakku ketahuilah bahwa Rasa sayang sesungguhnya itu bukanlah di tunjukkan dengan berhubungan seksual, Rasa sayang sesungguhnya itu adalah sebuah rasa untuk menjaga apa yang kita sayangi dengan sebaik-baiknya tanpa berusaha untuk merusaknya, ibarat kita sayang pada binatang peliharaan kita, atau bunga kesayangan kita pasti kita sudah merasa bahagia dengan memandanginya tanpa perlu memetik bunganya.

Tuhan telah mencontohkan dengan jelas kepada kita, bahwa rasa sayang Tuhan di tunjukkan dengan memberi planet yang terbaik untuk kita tinggali dengan berbagai pesona keindahannya, sebuah planet yang terbaik diantara planet-planet yang ada di tatasurya kita.

Rasa sayang dan cinta itu tidak identik dengan seks, begitu banyak orang didunia ini memberikan cinta dan kasih sayangnya tanpa perlu melakukan hubungan seks.

Seks itu sesungguhnya diciptakan Tuhan untuk para pasangan yang sudah menikah guna bisa melanjutkan kelangsungan hidup manusia di bumi yang Tuhan ciptakan.

Anakku, ketahuilah bahwa Seks itu adalah sebuah bentuk pertanggungjawaban manusia kepada Tuhan dan bukan unjuk kasih sayang dan cinta manusia pada pacarnya, itulah mengapa Tuhan meminta kita untuk menikah terlebih dahulu sebelum melakukan hubungan seks karena Tuhan ingin kita melakukannya dengan penuh tanggung jawab, dan itu pula mengapa Tuhan menciptakan berbagai macam penyakit kelamin yang mematikan jika kita melakukannya diluar tanggungjawab dan tidak sesuai aturan yang ditetapkan Tuhan.

Seks yang dimintakan oleh seorang pasangan yang belum menikah, sesungguhnya bukanlah bentuk “unjuk KASIH SAYANG YANG SEJATI” melainkan hanya sebuah upaya pemuasan nafsu yang MENGATASNAMAKAN rasa sayang dan cinta.

Anakku janganlah terjebak dengan permainan kata-kata ini, mengapa ? karena hanya orang yang tidak bertanggung jawablah yang akan mengatakan wahwa Seks itu adalah unjuk rasa cinta dan sayang pada pasangan pacaran mereka yang belum menikah.

Izinkan Ayah berpesan kepadamu anakku, jika ada pasanganmu yang mengajak behubungan seks sebelum nikah, maka ajaklah dia untuk berkenalan telebih dahulu dengan kedua orang tua mu, maukah ia melakukannya ? jika mau cobalah minta dia baik2 untuk menceritakan tentang rencana hubungan pacaran mereka sampai ke jenjang pernikahan, apakah dia punya?, jika tidak kemungkinan besar ia hanya iseng-iseng saja padamu Nak.

Dan ingatlah selalu jika dia ragu atau tidak mau melakukannya dengan berbagai alasan, itulah bukti bahwa sesungguhnya ajakan itu adalah atasnama Nafsu belaka dan bukan atas nama cinta dan kasih sayang pada dirimu.

Ingatlah Nak, jika kamu melakukan hubungan seks sebelum menikah maka kamu telah menghianati orang tuamu yang telah menjagamu sedemikian rupa sejak bayi hingga kamu sebesar ini, kamu juga telah menghianati Tuhanmu yang telah membuat parasmu sedemikian indah dan yang jauh lebih penting untuk kamu pertimbangkan adalah akankah kamu mampu meraih mimpi-mimpi besar mu jika sampai hal terburuk terjadi padamu semisal kamu hamil di luar nikah dan pasangan kamu lari bersembunyi entah kemana dan tidak mau menikahi mu.

Jika pasangan mu adalah cinta sejati mu maka ajaklah ia untuk menunjukkan rasa sayangnya semisal dengan cara datang berdua bersama kamu mengunjungi rumah yatim piatu untuk berbagi cinta pada anak-anak yang tidak bisa mengecap cinta dan kasih sayang dari orang tuanya.

Jika ia adalah pasangan sejati mu maka pasti ia akan menyambut dengan gembira ide ini. Jika ia menolak dengan berbagai alasan dan malah mengajakmu ke tempat2 terentu untuk bisa bermesra-mesraan maka pertimbangkanlah dengan akal sehat mu apakah ini pasangan yang kamu idamkan?

Mungkin saat ini ada diantara kamu yang menertawakan pesan ini, atau berkata “ah basi” ah ‘jadul” atau ah...ah lainnya, tapi ingatlah selalu, jika kamu mengabaikan pesan ini dan jika kelak sesuatu yang buruk terjadi padamu, maka datanglah pada ayahmu nak.

Ingatlah datanglah pada ayahmu nak bila suatu saat kamu menangis dan hancur karena telah mengabaikan pesan ayahmu ini.

Meskipun ayahmu bisa menerima dirimu apa adanya, tapi sadarilah bahwa kita tidak akan mampu mengubah apa yang sudah terjadi padamu Nak.

Jagalah dirimu baik-baik nak, ingatlah pesan ayah ini selalu bahwa CINTA YANG SESUNGGUHNYA ADALAH BERUSAHA MENJAGA DAN MELINDUNGI DAN BUKAN MALAH MERUSAKNYA.
Ayah percaya bahwa kamu tidak akan menghianati Tuhan, menghianati orang tua yang telah menyayangimu tanpa syarat sejak kamu dilahirkan dan ayah yakin kamu tidak akan menghianati cita-cita besar hidupmu sendiri.

Jangan takut kehilangan orang yang kamu cintai jika ia hanya mengajakmu untuk melampiaskan nafsunya. Karena Tuhan sesungguhnya telah menyiapkan pengganti terbaik bagi hidupmu orang yang sungguh tepat bagimu.

Percayalah pada ayah, mengabaikan pesan ini akan bisa berakibat kamu mengalami hal yang paling menyakitkan dalam hidupmu.

Jadi tanamakanlah pesan ini baik-baik dalam batin bawah sadarmu agar ia bisa beraksi tepat saat kamu membutuhkannya.

Anakku jadilah anak yang paham bentul membedakan Cinta dengan Nafsu.
Dan jangan mau dirimu menjadi korban iklan dan promo-promo dari orang-orang yang hanya ingin meningkatkan keuntungan semata melalui omzet penjualan mereka dengan menjadikan dirimu sebagai korbannya.

Selamat beraktivitas anakku, dan hadapilah segala godaan yang datang padamu dengan akal sehat dan tegar.
Ayah percaya sekali padamu, Pasti kamu Bisa !!!

dari
Ayah yang senantiasa mencintai dan menyayangimu
=====

Note:
Ayah Bunda terkasih, bagi kita yang memiliki anak-anak usia yang mulai menginjak remaja dirumah dan tengah terbawa oleh arus Tren para remaja saat ini, mengapa kita tidak berinisiatif mengambil tindakan kreatif melakukan unjuk cinta dan kasih sayang kepada anak kita terlebih dahulu sebelum orang lain yang melakukannya?

Karena bisa jadi anak-anak kita terseret arus tren semacam ini karena selama ini ia tidak pernah merasakan ungkapan sayang dan cinta dari orang tuanya, hingga pada akhirnya anak kita mencari bentuk ungkapan cinta dan kasih sayang dari orang lain diluar keluarganya.

Jika menurut anda pesan ini bagus untuk di baca oleh anak kita, maka pesan ini bisa DI CETAK ATAU DI PRINT di atas kertas yang indah dengan huruf yang cantik dan enak dibaca dan anda serahkan pada anak-anak kita dengan sebuah bingkisan indah bagi anak kita sebagai tanda bahwa kita orang tuanya adalah orang yang paling menyayangi dan mencintainya lebih dari siapapun.

Mengapa tidak kita coba?

Dari pada hanya berkomentar dan mengutuki trend remaja saat ini.
Mengapa kita tidak membuat terobosan agar anak kita punya opsi lain dalam mengungkapkan rasa kasih sayangnya.

Salam syukur penuh berkah,
-ayah edy-
www.ayahkita.com

*** Jika pesan ini dirasa bermanfaat, segera sharelah pesan ini pada para orang tua dan guru yang memiliki anak atau murid menginjak usia remaja.


HADIAH TERBAIK BAGI ANAK REMAJA KITA


AGAR ANAK KITA LEBIH MEMIKIRKAN CITA-CITA DAN MIMPI BESAR HIDUPNYA KETIMBANG HANYA MEMIKIRKAN CINTA-CINTAAN DAN PACARAN

Saya telah banyak membimbing anak-anak remaja yang pada akhirnya waktunya lebih disibukkan untuk mengejar mimpi dan cita-citanya dari pada hanya di habiskan untuk berpacaran.

Menakjubkan bukan ?

Jadi saya mulai bisa mengambil kesimpulan bahwa anak-anak yang sibuk memikirkan pacaran adalah anak-anak yang belum menemukan mimpi besar hidupnya hingga ia banyak memiliki waktu luang yang entah harus di isi dengan kegiatan apa, dan itulah awal mula anak-anak kita menyibukkan dirinya dengan berpacaran dan bukan untuk kegiatan penting dalam mewujudkan mimpi besar dalam hidupnya.

Percaya atau tidak ?

saya baru menemukan buku tentang biografi Agnes Monica, dan tentunya kita semua kenal siapa Agnes Monica, dan lihatlah perjalanan hidupnya, ia isi dengan kegiatan2 aktif dan positif untuk mewujudkan mimpi-mimpi besar dalam hidupnya.

Hadiahkanlah juga buku Agnes Monica ini pada putera dan puteri kita di tanggal 14 Februari ini, dan lihatlah nanti perubahannya.

Ayo Ayah Bunda yang memiliki putera puteri menginjak remaja, BERBUATLAH SESUATU JANGAN HANYA DIAM untuk mencegah putera-puteri kita tercinta terseret arus trend remaja yang menjerumuskan masa depan mereka.

Buku-buku Ayah Edy dan Agenes Monica tersedia di Gramedia dan toko buku lainnya.

Jika kesulitan mencari buku-buku ayah edy, kita bisa memesannya melalui: https://www.facebook.com/NBTravelnTour


BAGAIMANA JIKA KITA BERBEDA PANDANGAN DENGAN PASANGAN DALAM MENDIDIK ANAK ?



Ayah please Help aku dan suami masih belum sepaham dalam mendidik anak2ku ?

Tanya:
Halo Ayah Edy, Perkenalkan saya Laura (Bukan nama sesungguhnya)
Saya sebagai ibu baru sangat butuh masukan dari ayah Edy mengenai anak saya, Daffa (6 Bln). Akhir^ ini saya sering kali berbeda pendapat dengan suami saya masalah penanganan anak.

Saya cenderung lebih tenang dalam penanganan anak dibanding suami saya.
Saya cuma mau Daffa menjadi anak yang tdk manja & kuat menghadapi situasi apapun walaupun tidak ada saya atau ayahnya disamping dia.

Menurut saya aturan yang suami sy terapkan ke Daffa terlalu mengekang gerak anak saya, seperti tidak boleh keluar halaman rumah (karna banyak debu & asap knalpot alasannya), Sangat khawatir kalau Daffa ditengah orang banyak dsb.

Menurut saya wajar memang sebagai orang tua khawatir dengan anaknya, cuma kalau terlalu men-sterilkan anak juga kan dampaknya kurang baik untuk anak saya, apalagi Daffa anak lelaki, biarkan dia bebas yang penting tetap terpantau oleh orang tuanya.
Saya cuma khawatir nantinya anak saya menjadi pribadi yang tidak mandiri dan penakut didepan orang banyak. Misalnya pada saat masuk sekolah nanti.

Mohon tanggapan Ayah Edy, apakah selama ini cara saya yang terlalu tenang itu salah ? Bagaimana manjadi orang tua yang ideal bagi anak ? dan bagaimana cara saya mengahadapi sikap suami saya tsb ?

Terima kasih atas perhatiannya,
Best Regards,
Laura (bukan nama sesungguhnya)

Jawab:
Bu Laura yang baik,

Sebenarnya perbedaan pendapat dalam mendidik anak antara Suami dan Istri adalah sebuah proses yang alamiah dalam upaya memberikan yang terbaik bagi buah hati tercinta. Mengapa hal ini bisa terjadi, karena memang setiap menusia memiliki pikiran atau keyakinan pribadi yang berbeda, yang kerap kali dianggapnya sebagai kebernaran baginya.

Sebagian besar keyakinan ini pada umumnya dibentuk dari orang tua dan lingkungan dimana mereka dulu dibesarkan. Nah masalahnya adalah jika pola mendidik yang diterapkan pada anak hanyalah didasarkan pada warisan dari orang tua kita masing-masing, sudah pasti ketidaksepakatan akan terus terjadi. Hal ini tentu saja akan membawa akibat kurang baik bagi perkembangan mental dan prilaku anak kita kelak.

Agar hal ini tidak menjadi konflik yang berkepanjangan, sepertinya perlu dibangun sebuah jembatan yang fondasinya bersumber dari ilmu pengetahuan ilmiah, agar bisa memberikan solusi positif bagi kedua belah pihak.

Dalam kasus ini saya melihat ada perbedaan keinginan yang mendasar antara Ibu dan Suami, yang keduanya memiliki tujuan yang sama-sama baik, Karena Tujuan orang tua biasanya selalu untuk kebaikan anak, namun masalahnya adalah cara yang dipilih apakah sudah tepat..?

Saya melihat dalam hal ini, disatu sisi Suami ingin Daffa terlindungi, disisi lain ibu ingin Daffa bisa mandiri. Jadi tugas ibu dan suami adalah mencari jalan keluar bagaiamana agar Daffa bisa Mandiri dalam kondisi yang tetap terlindungi. Inilah sebenarnya yang menjadi kata kuncinya.

Untuk itu mari kita bedah dua hal berikut:
1. Faktor-faktor apa saja sih yang membuat seorang anak tidak mandiri secara mental dan fisik..?

Menurut pengalaman kami seorang anak akan cenderung tumbuh menjadi anak yang tidak mandiri apa bila:
• Terlalu banyak diberi kemudahan dalam memperoleh sesuatu, terlalu banyak di bantu, tidak pernah diberikan kesempatan untuk mencoba, tidak boleh berbuat salah, telalu banyak dilarang, terlalu banyak di bela apa bila bersalah, kurang di puji, selalu dipersalahkan, selalu di atur dan tidak memiliki kesempatan untuk memilih sesuai keinginanya.
• Seorang anak akan tidak mandiri secara fisik, jika terlalu dilindungi atau berada di lingkungan yang terlalu steril. Hal ini sesuai dengan prinsip kekebalan tubuh anak, apa bila anak tidak pernah mengalami sakit-sakit ringan maka sistem kekebalan tubuhnya tidak terlatih untuk berkembang.

2. Penetapan batas-batas toleransi melindungi mental dan fisik seorang anak.
Tentu saja segala sesuatu memiliki batas-batas toleransi agar bisa menjadi baik bagi anak kita. Misalnya saja untuk tingkat polusi udara ada batas-batas yang bisa di toleransi dan ada yang sudah di anggap bahaya, demikian juga dengan proses mendidik anak. Oleh karena itu buatlah batas-batas toleransi yang boleh dan tidak bagi anak. Intinya adalah bahwa apa bila suatu kondisi sudah membahayakan jiwa anak, maka perlu dilakukan tindakan-tindakan perlindungan dan pencegahan namun jika masih bisa di upayakan, maka persiapkan diri kita dalam kondisi siaga untuk menolong. Misalnya; pada saat anak berlatih untuk bisa naik dan turun tangga sendiri, maka persiapkan diri kita pada posisi jika seandainya anak kita jatuh maka di tempat itulah kita bersiaga untuk siap membantunya. Dan bukannya melarang ia untuk belajar naik dan turun tangga tsb.
Sekarang mari kita ambil contoh bagaimana kita bisa menjembatani dua keinginan yang berbeda; Misalnya Ibu ingin Daffa di beri sedikit keleluasaan untuk bisa keluar rumah dan beradaptasi dengan lingkungan luar yang berdebu dan polusif. Sementara Suami ibu khawatir jika dia keluar rumah akan bergaul dengan anak lain yang prilakunya kurang terpuji serta takut terkena polusi asap dan debu.
Langkah yang tepat untuk menjembatani kondisi ini adalah dengan membuat sejumlah alternatif sebagai solusi kedua keinginan tersebut di atas; berikut adalah contoh-contoh alternatif solusi yang bisa kita ambil dan sepakati bersama;

1. Jika kita takut anak kita bergaul dengan anak yang berprilaku kurang baik, maka kita bisa memonitor setiap perubahan prilaku anak kita untuk bisa diluruskan kembali; Sebagai catatan; seorang anak perlu mengetahui sesuatu yang buruk agar ia bisa belajar tentang yang baik dan membedakan keduanya.

2. Aternatif ke dua, mengundang teman-temannya untuk bermain di rumah, jadi kita bisa memonitor proses yang sedang mereka lakukan bersama sekaligus bisa terbebas dari polusi asap dan debu.

3. Alternatif ke 3 mencari tempat bermain bersama yang tidak berdebu dan berasap; misalnya dengan bermain ke Taman sekitar rumah, atau mengajak anak bermain di “Play Ground” yang saat ini banyak terdapat di Mal-Mal.

4. Coba ibu pikirkan bersama suami alternatif apa lagi yang mungkin bisa menjembatani kedua keinginan tersebut..

Apa bila ibu dan suami mengubah pendekatan dalam mendidik anak menjadi sebuah pola menemukan dua keinginan yang berbeda lalu berfokus untuk menemukan alternatif-alternatif solusi yang disepakati bersama, maka perlahan-lahan konflik yang ibu hadapi dengan suami akan berubah menjadi sebuah kerjasama indah dalam mendidik Daffa secara baik.

Silahkan ibu dan suami mencobanya; Rumusnya adalah; Jika saya mau, pasti saya Bisa melakukannya ! dan bukannya jika Saya bisa pasti saya mau melakukannya.!

Salam hangat,
ayah edy

Unduh talkshow ayah edy di www.ayahedy.tk

SIAPAPUN BISA MEMBAHAGIAKAN ANAKNYA TANPA PERLU KELUAR BIAYA DAN PERGI KE TEMPAT WISATA MANAPUN.


So natural so inspiring... Happy Friday !!!

Foto share from Pak Hikmat Alam


APAKAH SUKSES ITU ADALAH JUARA KELAS ATAU RANGKING TERATAS ?



Sahabatku, apa kabarnya hari ini ? Apakah kita sudah berhasil meraih kesuksesan hidup kita saat ini ?

Sahabatku, Seringkali kita menilai arti sukses dari apa yang kita lihat di permukaannya saja, nilai yang bagus di raport, rangking di kelas, banyaknya harta yang kita miliki, Jabatan yang tinggi, karir yang bagus dan sebagainya.

Sehingga kita semua sering menekan anak kita, atau bahkan diri kita atau pasangan kita sendiri untuk meraih apa yang ada di permukaan.

Sukses sesungguhnya adalah yang ada di dalam batin, yang tidak terlihat namun dapat di rasakan, yakni sebuah perasaan yang bernama bahagia, kebagiaan dan membahagiakan, baik untuk diri sendiri ataupun untuk orang lain

Sudahkah kita merasa bahagia hari ini ? Keluaga kita merasa bahagia hari ini? anak-anak kita merasa bahagia hari ini ? dan orang lain merasa bahagia karena keberadaan kita ?

Jika itu terjadi berarti kita telah berhasil menciptakan kesuksesan yang sesungguhnya dalam hidup ini.

Itulah yang sering kali di katakan sebagai insan yang memberikan kebaikan bagi seluruh alam dan isinya.

Mari kita renungkan bersama.

Baca dan lihat video ini:
Anda mestinya bersyukur memiliki semua yang saya tidak miliki tapi meskipun demikian sy merasa "Kaya" secara batin. Nick Vujicic silahkan klik video berikut ini: https://www.youtube.com/watch?v=MTUNG8ttpWw

Selamat beraktivitas, I love monday and everyday of my life !

Salam syukur penuh berkah,
-ayah edy-




BUKU AYAH TERSEDIA DI DENPASAR LENGKAP !

KABAR GEMBIRA UNTUK DENPASAR, BALI DAN SEKITARNYA.

Apa kabar para orang tua yg berbahagia di manapun Anda berada,,,
kini buku2 karya Ayah Edy sdh tersedia pada kami,,

apabila bapak/ibu berniat ingin memilikinya bisa menghubungi Ibu Aryati ( memene Arrie) di Facebook klik:


atau boleh telpon atau SMS ke 0812-385-7155 pada jam kerja atau siang hari.

Terimakasih



NO TV NO CRY NO FIGHT AT HOME

Ayah Bunda, APA YANG ANAK KITA SEDANG LAKUKAN SAAT INI ???

Apakah kita termasuk orang tua ingin anaknya bisa duduk tenang di depan tv agar tidak menggangu orang tuanya atau tidak keluyuran di luar, terlepas apapun tayangan yang ditontonnya. ?

Waspadalah banyak sekali tayangan tv yang membahayakan mental anak-anak usia sekolah dan remaja. http://www.aprinesia.com/dampak-negatif-tv-pada-anak/

Klik Efek Kekerasan TV pada kekerasan anak



Tanggal 14 Februari yang membawa manfaat



UCAP SYUKUR KAMI PADA TUHAN YME DAN TERIMAKASIH UNTUK SD ISLAM TUGASKU PULOMAS JAKARTA.

Alhamdullilah, pada tanggal 14 Februari 2015, kami berhasil menyelenggarakan Seminar Parenting yang tertemakan "Mana yang jauh lebih penting Membangun Karakter atau Intelektual, pada anak usia dini dan Remaja?"

Kami ucapkan puji dan syukur pada Tuhan Yang Maha Esa atas terselenggaranya Seminar Parenting di SD ISLAM TUGASKU Pulomas Jakarta, yang dihadiri oleh peserta para guru dan orang tua siswa.

Kami ucapkan terimakasih yang tak terhingga pada para orang tua siswa yang telah berkenan hadir, juga para peserta dari luar sekolah SD Islam Tugasku, Bunda Ida Syafrida Harahap yang hadir jauh-jauh dari Bogor ke Jakarta bersama keluarga.

Kami mohon maaf jika waktu seminar bertambah panjang dari waktu yang di tetapkan pukul 12.00 hingga menjadi pukul 13.20. sepertinya jika kita belajar parenting waktu 3 jam lebih pun berlalu tanpa terasa.

Tak lupa kami ucapkan terimakasih kepada para pimpinan sekolah SD Islam Tugasku, Bunda Novi, Bunda Sri dan bunda-bunda lainnya pendukung acara ini yang kami tidak bisa sebutkan satu persatu.

Semoga acara ini bisa memberikan sebesar-besarnya bagi kita semua para orang tua dan guru, agar kita secara bersama-sama bisa MEMBANGUN INDONESIA YANG KUAT DARI KELUARGA DAN SEKOLAH.

Kalau bukan kita siapa lagi dan kalau bukan sekarang kapan lagi.

Sampai jumpa di even berikutnya, di kota Malang Jawa Timur tanggal 28 Februari 2015.

Hatur salam syukur penuh berkah,
ayah edy



ROAD SHOW SEMINAR AYAH 2015



KABAR GEMBIRA UNTUK PARA SAHABAT KELUARGA INDONESIA YANG TINGGAL DI:
1. Jakarta
2. Bandung
3. Semarang
4. Solo
5. Denpasar
6. Timika

InsyaAllah, kota-kota tersebut di atas sudah masuk dalam rencana kunjungan seminar Parenting di tahun 2015.

Info selengkapnya mengenai tanggal dan waktu akan di sampaikan melalui https://www.facebook.com/pages/Komunitas-AYAH-EDY/141694892568287

Kota-kota lainnya akan kami kabarkan menyusul.

Terimakasih.




KEBAHAGIAAN BAGI ANAK ITU SEDERHANA DAN TIDAK RUWET


DENGAN HANYA BERMODALKAN Rp. 10.000 SAJA MEREKA BAHAGIA SEHARIAN BERSAMA TEMAN-TEMANNYA dan Kapal tok-toknya.

Pemikiran anak-anak itu tidak seruwet kita para orang dewasa, kebahagian anak-anak itu sangatlah mudah dan sederhana.

Tidak perlu kita keluar kocek sampai jutaan rupiah untuk membuat anak kita happy all day long atau bahagia seharian penuh bersama teman-teman seusianya.

Itulah yang kami lakukan bersama anak-anak kami, mencari ide-ide kreatif, murah dan yang ada di sekitar kita mencari permainan zaman dulu yang pernah dimainkan ayahnya waktu kecil, numun mungkin saat ini sudah banyak di lupakan anak dan para orang tuanya.

Sambil mengambil gambar ini saya sambil merenungkan betapa bahagianya saya dulu saat seusia mereka bermain Kapal Toktok ini bersama teman-teman, mungkin begitu juga yang dirasakan anak saya dan teman-temanya saat ini.

Dan sampai mereka malam tertidurpun sambil tersenyum membawa kebahagian meraka sampai ke dalam mimpi.

Jadi ingatlah selalu anak-anak itu begitu sederhana, mudah, simpel dan tidak ruwet untuk bisa mendapatkan kebahagiaan dan ingatlah juga bahwa mainan terbaik bagi anak bukanlah yang mahal-mahal dan canggih, melainkan bermainlah bersama dengannya.

- ayah edy -




ANAK YANG BERBEDA ITU BISA JADI MALAH MENYIMPAN POTENSI DAN BUKANNYA HARUS SELALU DI TERAPI.



Jangan khawatir ayah bunda jika anak kita berbeda dengan anak-anak lain pada umumnya, berbeda itu artinya unik dan manusia memang di ciptakan unik tidak ada yang sama persis meski kembar sekalipun.

Berbeda itu adalah berkah, berbeda itu menyimpan potensi tersembunyi dan bukannya harus di terapi.

So... bagi ayah bunda yang memiliki anak berbeda dan sedang merasa gundah atau galau karena berbagai omongan negatif orang-orang di sekitar kita, mungkin ada baiknya membaca kisah ini di: http://ayahkita.blogspot.com/2013/08/akhirnya-joe-pun-bertemu-dengan-ayah-edy.html


DAPATKAN HADIAH LANGSUNG CD PARENTING TALKSHOW AYAH EDY SEHARGA RP. 600.000, secara gratis untuk setiap pembelian buku melalui PUSAT PEMESANAN BUKU AYAH EDY


Tulis buku yang di pesan melalui in box fb tersebut.

APAKAH ANAK KITA MENGALAMI GEJALAN ON AND OFF?



Para orang tua dan guru yang berbahagia.... Tahukah kita apa yang dimaksud dengan gejala On & Off itu...?

Ya apa bila ada diantara anak kita yang jika dirumah cenderung aktif tapi jika disekolah berubah menjadi pasif, atau sebaliknya itulah salah satu yang dimaksud dengan gejala on & off, atau yang dalam istilah awam sering di katakan sebagai anak yang "jago kandang".
Contoh lainnya misalnya apa bila salah satu orang tua sedang pergi, si anak menjadi aktif dan kreatif namun tiba-tiba setelah salah satu dari orang tuanya pulang kerumah mereka segera berubah menjadi pasif dan tidak kreatif lagi. Ini juga termasuk gejala on & off.

Jadi gejala on & off terjadi apa bila disatu lingkungan atau kondisi anak kita aktif namun dilingkungan atau kondisi lainnya tiba-tiba dia berubah menjadi pasif atau acuh tak acuh.

Sesungguhnya prilaku anak yang sehat adalah on & on artinya dimanapun dia berada dia selalu dalam kondisi sama, mirip seperti hand phone yang kita miliki jika hp yang kita gunakan tiba-tiba mati tanpa sebab padahal batreenya masih penuh biasanya ada sesuatu yang tidak beres dengan signal disekitarnya.

Begitu pula dengan anak kita jika tiba-tiba saja prilakunya berubah tidak seperti biasanya tentu saja pasti ada yang tidak beres dengan orang-orang disekitarnya dalam memperlakukan dirinya sehingga ia meresponnya dengan meng offkan dirinya sendiri.

Hal ini banyak saya temui pada keluarga-keluarga yang orang tuanya memiliki prilaku berbeda secara ekstrim misalnya Ayahnya keras tapi Ibunya Lembut, Ibunya Perfectionist sementara Ayahnya cenderung Fleksible. Bisa juga Keluarganya oke di rumah, tapi guru-guru disekolahnya sering memarahi, menghukum atau mengucapkan kata-kata yang merendahkan harga diri si anak.

Para orang tua dan guru yang berbahagia......

Prilaku Off si anak ini sesungguhnya akan sangat berpengaruh terhadap perkembangan dirinya khususnya yang berhubungan dengan aspek kecerdasan dan prilaku.

Anak yang cenderung Off maka akan terganggu proses perkembangan potensi berpikir kreatif dan berpikir logisnya; jika hal ini tidak segera kita atasi maka kelak anak yang dibesarkan dalam kondisi semacam ini akan menjadi generasi yang pasif, masa bodoh dan tidak kritis terhadap permasalahan karena softwere kecerdasan yang seharusnya berkembang saat ia sedang dalam kondisi on telah menjadi tumpul karena ia sering berada dalam kondisinya off.

Sementara Prilaku anak yang sering cenderung off ini kelak akan menyebabkan ia akan menjadi orang yang minder, tidak punya percaya diri, temperamental dan prilaku2 buruk lainnya.
Gejala on & off inilah yang dideteksi menjadi sumber pokok munculnya prilaku bermasalah bagi anak-anak dirumah ataupun disekolah.

Wahai para orang tua dan guru yang saya cintai dimanapun anda berada,

Mari bersama-sama kita perbaiki sikap kita dalam mendidik dan mengajar anak-anak kita, mari kita perbaiki juga pola asuh kita dirumah agar anak kita selalu dalam posisi On & On agar kelak mereka bisa menjadi generasi kritis, kreatif, dan peduli pada nasib bangsanya...!


ayah edy
Solusinya belajar parenting melalui:
1. Down load gratis rekaman talkshow parenting ayah edy di www.ayahedy.tk
2. Baca buku Ayah Edy menjawab; di Gramedia atau bisa beli on line di: https://www.facebook.com/pages/Pusat-pemesanan-buku-AYAH-EDY/1538959983042274


HUKUM TABUR TUAI


(apa yang kita tabur dulu itulah yang kita tuai sekarang)

Saat ini kita berada di sebuah zaman yang sulit sekali untuk mencari orang baik, mulai dari Assistent Rumah Tangga hingga Assistent Direktur, dan Pejabat Negara.

Mengapa ?

Karena dulu kita lebih menuntut anak-anak kita di rumah dan di sekolah untuk menjadi anak yang pintar dan bukan menjadi anak yang baik dan berakhlak.

Kita lebih sibuk memberikan bimbingan belajar bagi anak kita demi untuk menjadi lebih pintar tapi lupa memberikan bimbingan akhlak, prilaku dan etika moral demi untuk menjadi anak yang baik dan berkarakter.
Seperti hukum tabur tuai, itu yang kita tabur, maka itupulalah yang akan kita tuai dalam kehidupan ini.

Itulah yang pada akhirnya menyadarkan saya untuk tidak lagi menuntut agar anak saya menjadi pintar dan sangat cerdas (berdasarkan kriteria sekolahnya) KARENA menurut seorang professor dari Harvard University, Howard Gardner, setiap anak itu terlahir sudah pintar dan cerdas pada bidangnya masing-masing, tinggal di fasilitasi dan di kembangkan.

Tapi karakter itu justru perlu di bentuk terus mulai sejak TK hingga mereka SMA.

Terlebih lagi jika kita kembali pada ajaran seluruh agama di dunia, tak satupun agama yang banyak meminta manusia jadi orang pintar, coba lihatlah kembali agama kita masing-masing, maka kita akan sadar bahwa semua agama menuntut kita menjadi orang yang baik dan berakhlak mulia.

Jadi jika kita masih memperdebatkan kepintaran seorang anak, maka kita pasti lupa pada ajaran agama kita sendiri dan belum membaca tulisan2 professor Howard Gardner yang melakukan penelitian tentang anak selama 20 tahun dan menghasilkan kesimpulan bahwa setiap anak itu terlahir cerdas.



Apa yang kita tabur itulah yang akan kita tua....,

Saat ini kita sedang menuai apa yang di taburkan oleh orang tua kita dalam mendidik kita dulu.

Akankah kita menabur kembali kesalahan yang sama untuk anak-anak kita saat ini?

Padahal Tuhan sudah jelas2 mempertontonkan pada kita setiap hari dan setiap saat sebuah zaman yang sama-sama kita rasakan betapa sulitnya mencari orang-orang yang baik dan berkahlak ketimbang orang-orang yang pintar.

Mari kita renungkan bersama, mari kita bangun zaman Indonesia baru yang lebih banyak anak-anak berkahlak dan beretika moral melalu anak-anak kita tercinta di rumah dan disekolah kita sendiri.


Salam syukur penuh berkah,
ayah edy


INILAH BELAJAR SESUNGGUHNYA DAN SESUNGGUHNYA BELAJAR



Kali ini ayah sedang berkunjung ke peternakan Sapi yang ada di Boyolali dan asyik bercengkerama dengan anak sapi yang baru berusia 4 bulan.

Membimbing seorang anak yang bercita-cita untuk jadi Peternak Sapi, ah sayang sekali anak2 sy tidak ikut, kalau saja ikut pasti mereka suka sekali melihat anak-anak sapi ini.


ayah edy