SATU-SATUNYA SITUS RESMI AYAH EDY

SATU-SATUNYA SITUS RESMI AYAH EDY
Bagaimana caranya..? Gabung di FB: komunitas ayah edy, download talkshow di www.ayahedy.tk

Kamis, 26 Juli 2018

FOTO NOSTALGIA AYAH EDY SAAT JADI STUDENT


NOSTALGIA

Kebetulan kok buka2 foto zaman dulu waktu masih "bujang" eh ternyata dari dulu sukanya sudah sama anak-anak...,



Selalu suka gendong anak-anak orang. 
Bahkan sampai ada yang menitipkan anaknya untuk di asuh.., 

Wualah... padahal belum punya lisensi sebagai pengasuh anak.



Gak sadar ternyata kelak kemudian bakal jadi Ayah Edy

Sampai sekarang masih juga seneng gendong anak cuma sudah gak sekuat dulu lagi...


PERJUANGAN GIGIH BUNDA NURUL UNTUK BISA IKUT ACARA WORKSHOP AYAH EDY


PERJUANGAN GIGIH SEORANG IBU BAGI ANAKNYA

Jer Basuki mowo beo !
Sukses itu perlu perjuangan !

Perjuangan Seorang ibu untuk bisa tetap hadir mengikuti Workshop Ayah Edy ditengah Erupsi Gunung Agung

Perjuangan seorang Bunda yg ingin belajar menjadi ibu yg lebih baik untk anaknya, dan juga kerinduan hatinya untuk mengetahui potensi unggul apa yg ada dlm diri anaknya, sehingga sang anak mempunyai kebahagiaan dlm menemukan profesi impiannya, hal ini menjadikan ibunda Nurul dari Malang Jawa Timur dengan penuh semangat untuk bisa datang pada workshop pemetaan ini.

Ada beberapa ketidak mungkinan yg dialami, mulai dari terbenturnya biaya karena beliau pun harus membayar biaya pendaftaran sekolah yg bersamaan waktunya, namun ini tak menyurutkan beliau untuk menyicil biayanya hingga hari H.

Hampir putus asa karena sepertinya budget tidak mencukupi, namun beliau tetap berdoa & berharap yg akhirnya last minute dana entah dari mana datangnya (tidak disangka-sangka beliau cerita, akhirnya bisa membayar untuk keduanya.

Satu rintangan telah lewat, tiba-tiba 1 hari sebelum acara, bunda Nurul hampir cancel untuk datang karena hari workshop pemetaan bertepatan dengan hari daftar sekolah.

Namun lagi2 keyakinannya untuk tetap datang ke acara pemetaan membuat anaknya akhirnya bisa daftar sekolah lebih awal.

Satu lagi kendala yang dihadapi, pesawat beliau di Cancel, namun suami beliau tetap semangat mencarikan tiket Bus di Terminal Bis Malang dan waktu itu kebetulan ada bis umum yang masih tinggal tersisa 2 tempat duduk. Wah pas banget, akhirnya Aal dan bunda Nurul bisa berangkat berdua menuju Denpasar.

Dengan menumpang bis umum dari Malang, bunda Nurul dan Aal berangkat Jumat , 29 Juni jam 2 siang setelah daftar sekolah langsung menuju Denpasar Bali.

Tiba di Santika Hotel tempat acara Sabtu, 30 Juni skitar jam 10 pagi dalam keadaan masih NGANTUK BERAT dan LELAH YANG AMAT SANGAT KARENA NAIK BIS SEMALAMAN.

Luar biasa, perjuangan yg tidak sia2. Aal berhasil dipetakan oleh Ayah Edy👏👏👏

Aal adalah seorang anak yang cenderung pendiam, namun ramah, suka berbisnis dan memiliki potensi emas dalam bidang FASHION baju dan jaket pria..., dia bahkan mampu menjual barang-barang yang pernah dipakainya pada teman2nya. jadi dia berbakat untuk menjadikan dirinya sebagai Trend Setter Fashion di lingkungan pergaulannya.

InsyaAllah nanti akan mengambil jurusan Fashion dan terus melatih naluri bisnisnya dengan belajar dari para perancang Jaket di Sukaregang, Garut, Jawa Barat. InsyaAllah kelak akan menjadi Exportir Pakaian dan Jaket ke Jepang, Korea, dan Manca Negara, seperti para Pengusaha Seniornya di Garut.

Keep in touch ya bunda Nurul dan anakku Aal InsyaAllah kita akan terus memantau dan membimbing setiap tahapan perkembangan cita-citamu Nak....

Betapa bahagianya bunda Nurul bisa ikut acara ini, beliau sampai berkali-kali menangis terharu, dan kami semua dalam ruangan pun ikut terharu.

Salam syukur penuh berkah,
Ayah Edy
Guru Parenting Indonesia
Program Pemetaan Potensi Emas
Hotel Santika Seminyak, Bali.
Agapes Yayasan

PERJUANGAN BISA IKUT PARENTING AYAH EDY


KISAH PERJUANGAN KELUARGA BUNDA DIAN YANG LUAR BIASA UNTUK BISA IKUT ACARA WORKSHOP PEMETAAN POTENSI ANAK BERSAMA AYAH EDY DI BALI.

Berikut Kisah Keluarga bunda Dian yg hampir tidak jadi mengikuti pemetaan tgl 30 Juni kemarin, karena pesawat yg dicancel akibat gunung agung yg mengalami erupsi sehingga bandara Ngurah Rai harus ditutup.

Harus menempuh perjalanan keliling dari Jakarta-Surabaya berencana NEKAD mau mengambil jalur darat, namun last minute akhirnya mendapat tiket jam 8 malam yg direct menuju Denpasar. Alhamdullilah.... Sungguh sebuah pertolongan Allah katanya.

Sehingga rencana awal yg hanya mengikutkan 1 anak saja di pemetaan yang baru lalu, namun hal yg tdk diduga beliau bisa mengikutsertakan juga 3 anaknya yg lain.

Karena ternyata banyak penumpang yang cancel tidak jadi terbang sehingga seluruh anggota keluarga beliau dapat tempat duduk dan semuanya bisa ikut acara sesuai rencana.

Sungguh sebuah hadiah Indah dari Tuhan atas perjuangan beliau dan keluarga yang pantang menyerah hingga titik akhir.


Kami sungguh terharu dan bersyukur, masih ada banyak orang tua yang begitu gigih berjuang demi masa sepan putera-puteri tercinta.

Terimakasih banyak ya Bunda Dian dan keluarga, semoga Allah SWT memberikan balasan kebaikan atas perjuangan Bunda dan keluarga dalam menuntut Ilmu demi kebaikan masa depan keluarga.

Kami sendiripun mengalami cancel penerbangan yang harusnya pukul 13.00 WIB dari Jakarta.

Namun di detik terakhir kami mendapat pemberitahuan bahwa penerbangan kami dibuka kembali namun  di delay sampai jam 18.00 WIB,



Pesawat sebenarnya sangat on time, namun karena di Ngurah Ray air Port penuh belum ada parkir yang kosong Kemudian setelah diatas pesawat delay lagi sampai 1 jam,

Ketika mendekati bandara di Bali, pesawat kami diputar2 di udara Ngurah Ray karena masih juga belum ada Parkir,

lalu setelah mendarat masih juga tidak kebahagian parkir dan terpaksa menunggu sekitar 30-45 menit di pinggir Landasan,  karena padatnya Bandara Ngurah Ray kami baru bisa keluar bandara pukul 24.00 WITA.


Namun demikian kami bersyukur dan bahagia seluruh perserta tetap semangat dan berhasil dipetakan potensi Emasnya satu persatu. 

Salam syukur penuh berkah,
ayah edy
Guru Parenting Indonesia
www.ayahkita

DENMARK MEMILIKI PENDUDUK PALING BAHAGIA DI DUNIA


GENERASI BAHAGIA DAN GENERASI PENUH KEKERASAN

GENERASI YANG MANAKAH ANAK KITA..?

Ada 2 generasi

Yang pertama dibesarkan dengan pola asuh penuh stress dan kekerasan (bully)

Yang kedua dibesarkan dengan pola asuh penuh cinta kasih dan kebahagiaan.

Yang pertama melahirkan generasi stress penuh tekanan, yang siswa sekolahnya menembak gurunya atau gurunya menembak siswanya.

Yang kedua melahirkan sebuah Negara bernama Denmark, yang berdasarkan survey setiap tahun selama lebih dari 40 tahun berturut-turut menjadi negara dengan penduduk paling BAHAGIA sedunia.

Tidak hanya Paling Bahagia, tapi juga paling makmur di dunia.

Dan tentu saja menjadi paling damai di dunia juga.

*************
Sahabatku,

Ternyata pola asuh yang telah dibangun oleh orang tua mereka dulu itu terus diturunkan dari Generasi ke Generasi.

Generasi yang dibangun dengan pola asuh PENUH KEKERASAN, akan mewariskan pola-pola penuh kekerasan ini pada anak mereka, anak mereka pada anaknya lagi, dan seterusnya.

Begitu juga sebaliknya, Generasi yang dibangun dengan polah asuh penuh cinta dan kasih sayang akan mewariskan hal yang sama.

Nah pertanyaannya bagaimana kita bisa memutus mata rantai kekerasan ini....?

Rahasia ini di ungkap dalam buku yang berjudul "Rahasia Cara Orang Denmark mendidik dan membesarkan anak-anaknya" yang telah terbukti selama 40 tahun melahirkan generasi bangsa yang hidup paling Bahagia di dunia.

Dan sungguh bersyukur bahwa buku tersebut kini telah diterjemahkan dalam bahasa Indonesia, dan sudah bisa didapat di Toko buku Gramedia, Tokopedia dan toko buku on line lainnya.

Siapa yang mau belajar mengubah pola asuh dan memutus matarantai kekerasan ini, maka sesungguhnya dia adalah PAHLAWAN KELUARGA DAN BANGSA.

Semoga kita masih banyak memiliki orang tua yang mau menjadi PAHLAWAN KELUARGA pemutus mata rantai kekerasan pola asuh kita di rumah dan di sekolah.

Salam Indonesian Strong from Home !
ayah edy
guru parenting Indonesia
www.ayahkita.com


BERITA HEBOH TENTANG REINKARNASI TOKOH DUNIA

Menarik....dan Unik.

Saat ini konon dunia Barat sedang ramai dihebohkan dengan issue "re inkarnasi" dua Tokoh terkenal Dunia.

Boleh percaya boleh tidak,,,

Namun jika diamati dengan seksama memang keduanya banyak sekali kemiripannya.

Kiri atas Enzo Ferrari Pendiri dan Pencipta Mobil Ferrari
Kanan atas Mesut Ozil Pemain sepak bola dunia.
.
.

#HOAXngakak

AKU HANYALAH SEORANG SHERPA


AKAN TERBIT BUKU CATATAN PERJALANAN SEORANG ANAK YANG BENCI BELAJAR DAN MOGOK SEKOLAH.....

Hingga menjadi anak yang rajin dan "NGEBUT" belajar demi untuk mewujudkan cita-citanya Ingin menjadi Peternak dan Ahli Teknologi Pakan Ternak Dunia.

Berikut adalah cuplikan pengantar dari saya untuk buku tersebut ;

=============================

SAYA HANYALAH SEORANG SHERPA SEPERTI JUGA TENZING NORGAY

Tenzing Norgay adalah seorang Sherpa, SHERPA adalah sebutan untuk para pemandu para pendaki Gunung yang ingin menaklukan puncak gunung Everest di Nepal

Menaklukan puncak Everest adalah impian terbesar dari para pendaki gunung Hebat dunia.

Nama Tenzing Norgay mulai dikenal masyarakat International sejak ia memandu seorang berkebangsaan Selandia Baru yang bernama Edmund Hillary, yang kemudia meraih prestasi sebagai pendaki dunia pertama yang menaklukan Puncak Everest.

Tenzing Norgay

Telah banyak pendaki yang mencoba menaklukan puncak Everest sebelum Edmund Hillary, namun sebagian besar tidak berhasil selamat sampai ke puncak gunung tertinggi di dunia tersebut.

Dan untuk prestasinya tersebut Edmund Hillary diberi gelar bangsawan dan namanya menjadi Sir Edmund Hillary.
Sir Edmun Hillary
Semua mata dunia tertuju padanya, semua wartawan mewawancarainya, semua kamera menggambil gambarnya, dialah orang yang tercatat untuk pertama kali berhasil menaklukkan puncak everest, gunung tertinggi di dunia, dia menjadi kebanggaan bangsa dan negaranya.

Namun ketika itu ada satu wartawan yang berpikir bahwa sukses itu tidak akan pernah bisa diraih sendirian, dan dia ingin tahu siapa sesungguhnya orang penting dibalik suksesnya pendakian Sir Edmund Hillary.

Berhasillah didapat sebuah nama Tenzing Norgay, seorang Pemandu/Sherpa berkebangsaan Nepal, yang telah memandu Hillary sampai ke puncak Everest.

Seorang yang sangat polos dan lugu, namun memiliki tarikan wajah yang kuat, namun tetap ramah dan wajahnya selalu dihiasi senyum

SIAPA SESUNGGUHNYA ORANG DIBALIK SUKSES SANG PENDAKI PUNCAK EVEREST..?

Ada satu hal yang mengelayuti pikiran si wartawan, bukankah orang yang memandu seseorang itu selalu berjalan didepannya..? dan bukankah ketika mendekati puncak Tenzing bisa lebih dulu mencapainya ketimbang orang yang dipandunya..?

Tapi mengapa justru ia membiarkan Hillary yang menapakkan kakinya pertama di puncak Everest..?

Padahal jika ia mau ia bisa menjadi orang yang sangat terkenal dan tercatat dalam sejarah sebagai orang pertama dunia yang menaklukkan puncak Everest dan pasti ia akan menjadi orang yang sangat terkenal dan akan dicatat dalam sejarah dunia (guinness book of record).

Penasaran sang wartawan bertanya langsung pada sang Sherpa luar biasa ini.

“Tuan Tenzing, saya kira anda adalah seorang pemandu yang luar biasa, yang selalu berjalan didepan untuk memandu tim anda."

"Sebenarnya kalau anda mau anda bisa lebih dulu sampai di puncak Everest daripada Hillary yang anda pandu, tapi mengapa anda tidak lakukan itu...?”

Dan inilah jawaban dari sang Sherpa;

“Saya ini hanyalah seorang Sherpa (pemandu), Cita-cita terbesar saya adalah untuk memandu orang-orang agar bisa mencapai MIMPI TERBESAR MEREKA. “

“Mimpi terbesar Hillary adalah menjadi orang pertama dunia yang berhasil menaklukkan puncak Everest, sementara mimpi terbesar saya adalah membuat Hillary mampu mewujudkan cita-citanya itu. Jadi saya akan merasa bahagia apa bila Hillary bisa mewujudkan mimpinya tersebut.”

“Saya tidak ingin dikenal dan juga tidak ingin menjadi orang terkenal, bagi saya ketika saya berhasil memandu seseorang untuk mencapai puncak Everest sudah cukup membuat saya amat bahagia, itulah KEBAGHIAAN TERBESAR bagi hidup saya. “

Dan konon menurut cerita ketika hampir tiba di puncak Everest, Tezing mempersilahkan Hillary untuk mendahuluinya dan menapakkan kakinya di Puncak Gunung tertinggi di dunia tersebut.


Dan sejarah mencatat Edmund Hillary sebagai orang pertama yang berhasil menaklukan puncak gunung tertinggi di dunia, Mount Everest.

TIDAK ADA ORANG YANG SUKSES SENDIRIAN

Dalam bincang-bincangnya dengan wartawan Tenzing juga mengatakan bahwa dia bukanlah satu-satunya orang yang membuat Hillary sukses mencapai mimpi terbesarnya.

Ada banyak orang yang terlibat didalamnya, ia bukanlah satu-satunya Sherpa yang mendukung pendakian ini, ada banyak Sherpa lainnya dengan berbagai tugas yang berbeda.

Selain dirinya ada Sherpa-sherpa lain yang bertugas membawa peralatan, perlengkapan, makanan, dan kebutuhan lainnya, mereka berangkat bersama mulai titik awal sampai titik pemberhentian mereka masing-masing hanya Tenzing dan Hillary lah yang terus lanjut berdua sampai ke puncak.

Sherpa-sherpa lain ini juga memiliki peranan yang sangat penting, tanpa dukungan penuh dari mereka maka tidak mungkin cita-cita Sir Edmund Hillary bisa dicapai dengan baik dan selamat sampai di puncak dan kembali ke bawah..

Begitu juga dengan proses perjuangan Yefta untuk bisa menemukan tujuan hidup dan mimpi terbesarnya, banyak sekali orang-orang penting yang telibat didalamnya, mulai dari Mama Nita ibundanya, Papa Dwi Wasman ayahnya, Miss Mei pembimbingnya, Pak Lilik Kakeknya dan nenek serta semua pihak lainnya.

Mereka semua adalah orang-orang hebat yang telah ikut andil dalam memandu Yefta mencapai cita-cita dan mimpi terbesarnya untuk menjadi seorang Peternak dan Ahli Teknologi Pakan Ternak Tingkat Dunia.

KITA SESUNGGUHNYA HANYALAH PARA SHERPA/PEMANDU

Saya kira saya juga seperti Tenzing Norgay, hanyalah seorang Sherpa, seorang sherpa yang akan memandu anak-anak Indonesia yang ingin meraih mimpi terbesar mereka.

Kebahagian terbesar saya adalah ketika berhasil membuat anak-anak Indonesia yang sebelumnya dinyatakan bermasalah baik oleh orang tua atau sekolahnya, lalu kemudian menjadi anak-anak yang luar biasa dan berhasil meraih mimpi besar mereka dan menjadi kebanggan keluarga dan bangsanya.

Biarlah saya tidak dikenal, cukuplah bagi saya bisa melihat anak-anak Indonesia menjadi bintang-bintang yang bertebaran di angkasa dunia. Dan sesungguhnya itulah kebahagian tertinggi dalam hidup saya.

Begitu juga dengan para orang tua, saya kira kita perlu menyadari bahwa kita sesungguhnya hanyalah para Sherpa yang diberi amanah oleh Tuhan untuk membimbing anak-anak kita menjadi apa yang diinginkan Tuhannya melalu cita-cita terbesar mereka dan bukan menjadikan mereka sesuai apa yang kita inginkan.

Jadi mari kita pahami dan ingat selalu peran kita sebagai PEMANDU.



SUKSES SEORANG ANAK ADALAH KERJASAMA TIM
Saya sadar peran saya sebagai Sherpa tidak ada apa-apanya bagi sukses seorang anak, karena sesungguhnya yang bisa membuat seorang anak sukses itu melibatkan banyak pihak dan faktor pendukung;

Yang pertama adalah Niat kuat dan Kerja keras dari si anak itu sendiri

Yang kedua adalah dukungan penuh dari kedua orang tuanya, ya KEDUA ORANG TUANYA, ini yang jauh lebih menentukan.

Ditambah dengan dukungan Nenek, Kakek dan keluarga besarnya dan lainnya.

Saya sendiri baru tahu betapa beratnya perjuangan seorang Yefta dan Keluarga Bu Yuanita untuk bisa membuat Yefta menjadi seperti sekarang ini setelah saya membaca draft buku yang dikirimkan mama Yefta pada saya beberapa waktu yang lalu.

Ketika saya membaca Draft Naskah tersebut, jujur saya berkali-kali menitikkan air mata, terharu...

Betapa hebatnya perjuangan seorang Ibu untuk bisa membuat anak tercintanya menjadi orang yang sukses...,

Itulah mengapa pepatah mengatakan bahwa KASIH IBU ITU SEPANJANG MASA DAN TANPA BATAS.

Perjuangan inilah yang harus diketahui oleh para orang tua dan semua orang yang ingin anaknya sukses. Agar bisa dijadikan pelajaran sekaligus inspirasi bagi kita semua.

Beruntunglah Yefta memiliki ibu seperti mama Nita dan ayah seperti Papa Dwi Wasman.

Karena tidak banyak saya temui orang tua yang mau merubah diri dan pola pengasuhan demi anaknya.

Saya juga terharu ketika disatu acara Parenting Yefta menceritakan tentang betapa Mama Nita sekarang sangat jauh berbeda dengan Mama Nita yang dulu, dan pada kesempatan itu pula Yefta mengucapkan terimakasih yang tak terhingga pada mamanya dan memeluk mamanya di depan para hadirin peserta program Parenting di Singaraja, Bali.

Terima kasih mama Nita untuk semua perjuanganmu terus berusaha menjadi Mama yang terbaik bagi putera tercinta...
Terimakasih papa Dwi Wasman yang telah menjadi “Shoulder to cry on” puteramu tercinta.

Terimakasih kak Yefta untuk kegigihamu menjalani hidup yang penuh perjuangan hingga sampai pada titik yang membahagiakan ini.

Terimakasih juga pada Pak Lilik yang telah mendorong dan mendukung anak dan cucumu berjuang meraih masa depannya yang cerah dan membahagiakan.



MENGAPA BUKU INI DITULIS

Kita banyak sekali melihat dan mendengar tokoh-tokoh sukses dan terkenal seperti Rudi Hartono sang juara Legendaris Bulutangkis Dunia, Agnes Monica artis terkenal yang namanya tidak pernah redup, Ir. Wiyoto Wiyono sang pemegang paten Konstruksi Jalan Layang Sosrobahu, Bpk Chaerul Tanjung yang pemilik usaha Grup TransTV, Trans Mart & Studio dan banyak lagi tokoh sukses Indonesia lainnya.

Namun sangat sedikit sekali yang tahu kisah dibalik sukses para tokoh Indonesia ini. Tidak banyak buku yang ditulis mengenai kisah perjuangan orang-orang Sukses Indonesia, sehingga anak-anak Indonesia tidak punya referensi yang bisa memberikan inpirasi pada mereka bagaimana kisah perjalan jatuh bangunnya orang-orang sukses Indonesia.

Anak-anak Indonesia lebih banyak dicekoki oleh cerita-cerita Sinetron yang meracuni mental, dengan segala proses sukses yang diraih secara instant tanpa perjuangan.

Untuk itu saya selalu berpesan pada setiap orang tua yang anaknya saya bimbing, agar mau menuliskan kisah perjalanan sukses anaknya mulai dari awal berjumpa saya hingga kelak mereka meraih suksesnya.

Agar bangsa ini bisa belajar langsung dari contoh kisah nyata para orang tua dengan segala perjuangannya untuk membuat anaknya yang sebelumnya dianggap bermasalah menjadi anak yang sukses meraih cita-cita dan mimpi besarnya.

Mungkin tanpa adanya buku ini kita tidak akan pernah tahu betapa besar perjuangan Yefta untuk bisa keluar dari masalahnya, Betapa besar perjuangan mama Nita untuk bisa mengubah diri demi untuk anaknya, tidak tahu betapa besar peran Papa Dwi Wasman untuk membantu putera tercintanya mencari jalan keluar.

Kita juga tidak pernah tahu ada Miss Mei seorang malaikat yang diutus Tuhan pada kelurga bu Nita, yang berjuang keras untuk membimbing Yefta dari mogok belajar menjadi anak yang kelak rajin belajar.

Kita juga tidak pernah tahu ada Kakek dan Nenek Yefta yang dengan semangat 45 jauh-jauh menempuh jarak ribuan Mile mendampingi cucu tercintanya untuk menemukan Kampus Terbaik agar bisa menjadi seorang Peternak dan Ahli Teknologi Pakan Ternak Tingkat Dunia.

Inilah mimpi saya sejak awal menjadi seorang Sherpa yang bernama Ayah Edy.



Semoga ini juga bisa menjadi mimpi bagi seluruh orang tua Indonesia, menjadi Sherpa terbaik bagi anak-anaknya.

Mohon doanya selalu, Semoga Tuhan memberi saya kesehatan, kekuatan dan umur panjang untuk bisa terus menjadi Sherpa bagi anak-anak Indonesia sampai akhir hayat saya.

Puji Syukur Tuhan dan Terimakasih mama Nita yang telah berkenan menuliskan buku ini untuk Yefta, untuk keluarga, dan untuk Indonesia.

Semoga buku ini bisa Menjadi Pelajaran bagi para orang tua Indonesia bahwa sesungguhnya kita semua bisa menjadikan setiap anak kita berhasil meraih cita-cita dan mimpi besarnya asalkan kita mau belajar dan terus berusaha.

Jika kita mau pasti bisa dan bukannya jika kita bisa pasti mau..!

Ayah Edy
Sang Sherpa anak-anak Indonesia
www.ayahkita.com

PENTINGNYA MENGAJARKAN LOGIKA PADA ANAK


Kebayakan anak-anak Indonesia sejak kecil sudah didoktrin dan dicekoki berbagai hal yang tidak masuk akal, hingga ketika besar mereka percaya pada hal-hal yang tidak masuk akal, dan jadilah generasi yang gampang percaya dan gampang dibohongi.

APA PESAN TUHAN YANG KITA TANGKAP ?


PEMAHAMAN ANAK VS ORANG DEWASA


Pahamilah anak kita, karena mereka belum pernah jd org tua tapi orang tua pernah jadi anak.

GORONTALO SEMINAR PARENTING

Sahabatku di Gorontalo Makassar Manado dan sekitarnya apa kabarnya?

Tahukah kita bahwa Acara ini diselenggarakan oleh 2 org tua muda yg pernah mengukitinya mengikuti acara ini di Bali.

Foto Papa Roni dan Mama Ina saat mengikuti Workshop di Seminyak Hotel, Bali

Lalu setalah acara beliau berdua Bertekad agar seluruh KELUARGA BESARNYA bisa hadir dan belajar di acara ini,  juga para orang tua di Gorontalo harus tahu ini...

Beliau berdua langsung yang rela bersusah payah menyelenggarakan acara ini untuk Gorontalo

Syg sekali jika kita dan keluarga kita yg tinggal di Gorontalo tdk ikut..


PASANGAN YANG KURANG HARMONIS


CIRI-CIRI PASANGAN YANG KURANG HARMONIS. 


Mungkin kita perlu membaca buku ini..
..

Minggu, 15 Juli 2018

BERKUMPULLAH DENGAN ORANG BAIK


UNTUK DIRENUNGKAN BAGI YANG SERING MERASA HIDUP INI PENUH DENGAN KESIALAN....

Seorang guru pernah ditanya oleh anak muda,

"Wahai guru bijak, mengapa aku kok sering banget ya ketemu dengan orang-orang yang brengsek dan tidak baik. "

Dengan lembut sang guru berkata,

"Anakku, di dunia ini berlaku hukum tarik menarik, orang baik akan kemungkinan besar bertemu dengan orang baik lagi. dan sebaliknya"

"Jadi jika kau masih sering bertemu dengan orang-orang brengsek dan tidak baik, jadi kemungkinan dirimu-lah yang belum baik, sehingga orang yang tertarik dan selalu bertemu denganmu adalah orang yang seperti itu. "

"Lalu apa buktinya jika memang benar ada hukum itu hai guru ?" tanya si anak muda pada sang Guru bijak. 

"Oh gampang sekali, cobalah tes dengan tetanggamu atau siapa saja, seyumlah ketika kamu berpapasan maka jika senyum mu memang tulus maka iapun segera akan membalasnya."

"....atau saat kamu naik motor cobalah kamu lambaikan tanganmu sambil bilang "Hai !" pada orang yang tak dikenal saat berpapasan maka niscaya dia akan membalas lambaian kamu dan bilang "Hai" juga meskipun dia tidak kenal siapa kamu. Atau cobalah bunyikan klakson maka iapun akan membalas dengan membunyikan klakson padamu.. "

"Jadi masalah hidup kita itu bukan ada pada diri orang lain, melainkan ada pada diri kita sendiri. "

"Kita akan menuai apa yang kita taburkan. itu kata pepatah lama."

"Jika ingin hidupmu berubah dan selalu bertemu orang baik, maka jadilah orang baik." 

"Kalau kita masih juga bertemu dengan orang yang tidak baik, tidak perlu marah, tapi segera sadarilah bahwa itu mungkin petunjuk bahwa kita masih belum baik atau belum melakukan kebaikan dengan ikhlas tanpa pamrih. "

"Cobalah kamu praktekan mulai hari ini juga, minimal selama 1 pekan kedepan dan lihatlah perubahannya. 

by Ayah Edy 
www.ayahkita.com

Senin, 11 Juni 2018

SIAPA YG MASIH SUKA UCAPKAN KATA CINTA PADA SUAMI?



Sekelompok wanita sedang menghadiri sebuah seminar tentang "Menjalin Hubungan Rumah Tangga Yang Baik".

Para wanita ditanya, "Siapa di antara Anda semua yg sungguh-2 mencintai suami Anda?"

Semua wanita mengangkat tangan mereka.

Kemudian mereka ditanya,
"Kapan terakhir kali Anda mengatakan kpd suami bahwa Anda mencintainya?"

Beberapa wanita menjawab "Hari ini", "Kemarin", tapi ada juga beberapa wanita tidak ingat.

Kemudian para wanita diminta  utk mengambil ponsel mereka dan mengirim sms kpd suami masing-2 dgn tulisan,

"Aku mencintaimu, Sayang".

Setelah itu para wanita diperintahkan utk saling bertukar ponsel dan membacakan jawaban sms yg diterima.

Berikut adalah beberapa jawaban sms dari suami mereka:

1. "Kayak ABG aja Ma..., jemuran jangan lupa diangkatin tuh dah mendung"

2. "Ada apa lagi sih Ma...? Nyerempet mobil org lagi ya...?"

3. "Mama salah kirim SMS ya...?"

4. "Gak ada cinta-cintaan Ma, kalau Mama buat masalah lagi di mall..., kali ini Papa gak akan maafin"

5. "...tumben tau papa mo dapet THR ya..?!?"

6. "Udah deh Ma... gak usah basa-basi, mau minta di jemput dimana.. ?"

7. "Mama lagi ngigau kali ya....??"

8. "Coba deh terus terang aja Ma, sebenarnya Mama mau kirim sms ini ke siapa...???"

9. "Iya nanti pulsanya segera papa isi ulang...!"

Dari semua jawaban, yg terbaik adalah:

10. "Maaf, INI SIAPA YA Sis...?"
😀😩😄⁠⁠⁠⁠

#kopasblastahunlalu
Indria Salim.

GENERASI BAHAGIA DAN GENERASI PENUH KEKERASAN



Ada 2 generasi

Yang pertama dibesarkan dengan pola asuh penuh stress dan kekerasan (bully)

Yang kedua dibesarkan dengan pola asuh penuh cinta kasih dan kebahagia

Generasi yang pertama telah melahirkan generasi stress penuh tekanan, yang siswa sekolahnya menembak gurunya atau gurunya menembak siswanya.

Generasi yang kedua melahirkan sebuah Negara bernama Denmark, yang berdasarkan survey setiap tahun selama lebih dari 40 tahun berturut-turut menjadi negara dengan penduduk paling BAHAGIA sedunia.

Tidak hanya Paling Bahagia, tapi juga paling Makmur dengan pendapatan per kapita paling tinggi di dunia.

Dan tentu saja menjadi paling damai di dunia juga.

*************
Sahabatku,

Ternyata pola asuh yang telah dibangun oleh orang tua mereka dulu itu terus diturunkan dari Generasi ke Generasi.

Generasi yang dibangun dengan pola asuh PENUH KEKERASAN, akan mewariskan pola-pola penuh kekerasan ini pada anak mereka, anak mereka pada anaknya lagi, dan seterusnya.

Begitu juga sebaliknya, Generasi yang dibangun dengan polah asuh penuh cinta dan kasih sayang akan mewariskan hal yang sama.

Nah pertanyaannya bagaimana kita bisa memutus mata rantai kekerasan ini....?


Rahasia ini di ungkap dalam buku yang berjudul "Rahasia Cara Orang Denmark mendidik dan membesarkan anak-anaknya"  yang telah terbukti selama 40 tahun melahirkan generasi bangsa yang hidup paling Bahagia di dunia.



Dan sungguh bersyukur bahwa buku tersebut kini telah diterjemahkan dalam bahasa Indonesia, dan sudah bisa didapat di Toko buku Gramedia, Tokopedia dan toko buku on line lainnya.

Siapa yang mau belajar mengubah pola asuh dan memutus matarantai kekerasan ini, maka sesungguhnya dia adalah PAHLAWAN KELUARGA DAN BANGSA.

Semoga kita masih banyak memiliki orang tua yang mau menjadi PAHLAWAN KELUARGA pemutus mata rantai kekerasan pola asuh kita di rumah dan di sekolah.

Salam Indonesian Strong from Home !
ayah edy
guru parenting Indonesia
www.ayahkita.com

Kamis, 31 Mei 2018

TOM PETER - BANGSA YANG HEBAT


JADILAH ANAK BANGSA YANG IKUT MEMPERBAIKI NEGERI INI...

Tom Peters.... adalah seorang Konsultant Bisnis terkemuka dunia dan sangat dihormati karena pemikiran-pemikirannya yang luar biasa briliant.

Suatu ketika ia pernah melakukan penelitian, begini katanya....Saya selalu sangat tertarik untuk mengetahui mengapa beberapa perusahaan bisa menjadi yang terbaik dan unggul dalam persaingan bisnis yang begitu keras, semantara beberapa lainnya malah terpuruk dan bangkrut.

Ada satu temuan menarik; ternyata dalam setiap perusahaan yang unggul; saya selalu menemukan ciri-ciri yang sama bahwa para pegawainya yang biasa-biasa saja, dengan jabatan dan gaji yang biasa-biasa pula tapi justru melakukan hal-hal yang luar biasa untuk memberikan yang terbaik bagi perusahaan dan pelanggannya.

Dan selanjutnya saya juga mendapati hal yang sama pada negara-negara yang unggul dalam persaingan seperti Jepang misalnya; pada saat saya disana saya banyak mendapati penduduk Jepang yang biasa-biasa saja yang merupakan rakyat kecil biasa; tapi justru melakukan hal-hal yang luar biasa bagi bangsa dan negaranya.

Wahai para orang tua dan guru.... yang selama ini anda merasa sebagai orang yang biasa-biasa saja, dari keluarga yang biasa-biasa saja pula; marilah kita bersama-sama untuk melakukan hal-hal yang luar biasa bagi bangsa dan negara kita..... juga bagi anak-anak kita....

Karena ternyata Negara yang Hebat itu dibangun oleh penduduknya yang biasa-biasa saja....tapi mau melakukan hal-hal yang luar biasa bagi bangsanya. Bukan oleh orang yang merasa dirinya luar biasa tapi justru sebenarnya hanya bisa melakukan hal-hal yang biasa-biasa saja.

Wahai para orang tua dan guru diseluruh pelosok tanah air tercinta, yang merasa orang biasa-biasa saja....

Mulai hari ini...., Mari kita mulai melakukan hal-hal yang luar biasa dengan mendidik anak-anak kita secara tepat, agar bangsa kita menjadi Bangsa yang Luar Biasa !

Mari kita mulai segalanya dari KELUARGA !
Let's make Indonesian Strong from Home..!

KITA PASTI BISA !
Salam Hangat,
ayah edy

Rabu, 16 Mei 2018

HIDUP INI PILIHAN

AKAN SELALU ADA ORANG YANG MEMBENCIMU

Ketika kita memilih jadi orang BAIK, maka ORANG-ORANG JAHAT akan MEMBENCIMU.

Ketika kita memilih jadi orang JAHAT, maka giliran ORANG-ORANG BAIKLAH yang akan MEMBENCIMU.

Jadi tentukanlah pilihanmu, pastikanlah peranmu, agar kamu tahu orang-orang seperti apa yang membencimu.

Tapi yakinlah jika kamu jadi orang baik, maka hidupmu akan lebih tenang, meskipun ada 1000 orang jahat yang membencimu.

Karena kebaikan akan selalu membawa kedamaian dihatimu.

Mari kita simak sebuah pengalaman pribadi yang terjadi pada saya tentang pilihan peran di kehidupan ini;

teruslah membaca jika ingin mendapat manfaatnya bagi hidup kita.....

*****
Suatu hari kami berkesempatan berbincang2 dengan Sang Guru Compassion, di acara talkshow penutup kami di Radio Smart fm.

Sambil menunggu waktu kami duduk bersebelahan agar saya bisa belajar dari Sang Guru mumpung beliau ada disini.

Kebetulan kami berdua saat itu menghadap televisi yang sedang menyiarkan berita demi berita nasional.

Lalu saya mulai terpancing untuk mengomentari tayangan demi tayangan yang disajikan yang isinya tentang hujat menghujat dan perbuatan keji yang tidak pantas dilakukan oleh makhluk Tuhan yang bernama manusia.

Mulailah sy terpancing emosi dan mengeluarkan komentar-komentar pedas, lalu saya mencoba menengok pada wajah teduh sang Guru dan menanyakan apa komentar beliau menanggapi isu ini.

Beliau hanya tersenyum..., dengan wajah damainya beliau hanya berkata,

“ Ya, ini semua sudah sempurna sebagaimana adanya.”

*****
Tak lama setelah itu muncul berita berikutnya yang tak kalah hebohnya, kembali saya terpancing lagi untuk memberikan komentar pedas dan agak keras.

Ketika saya menengok padanya, beliau kembali tersenyum dengan wajah tenangnya berkata pelan;

“ Tidak apa, tidak ada yang salah, semua ini sudah sempurna seperti apa adanya.”

Berkali-kali mendapat jawaban yang sama dan tidak memuaskan hati saya, karena beliau tidak ikut berkomentar sebagai mana pada umumnya orang segera ikutan berkomentar pedas seperti saya, maka saya yang awam ini jadi penasaran, apa sih maksudnya ?
Apanya yang sempurna..?
Wong yang seperti ini kok malah dibilang sempurna ?
Gimana sih..?

*****
Bertanyalah saya pada Sang Guru, apa maksud dari kata2 beliau tadi;

Lalu dengan wajah teduh dan damainya beliau mulai membuka kata demi kata;

"Ya kesempurnaan itu terjadi apa bisa ada "dualitas", ada keduanya; ada jahat ada baik, ada suka ada benci, ada siang dan ada malam, ada hitam dan ada putih, ada api dan ada air, ada sehat dan ada sakit, ada kuat ada lemah, ada lapar ada juga kenyang, ada kita di sini dan ada mereka di sana"

“Mana yang lebih baik Api atau Air ?”
beliau tiba2 bertanya pada saya.

Lalu saya berkata; “Tentu saja menurut saya air lebih baik dari pada api, air menyejukkan mendinginkan.”

"Nah disitulah apa bila kita belum memahami dualitas”.

”Ambil contoh Air, air itu dibutuhkan ketika api ada, "Menyejukan" itu dibutuhkan ketika ada panas.

Nah apakah orang2 di kutub utara lebih menyukai air yang dingin atau api yang hangat?.”

”Begitu pula malam datang meneduhkan dan mendinginkan bumi dan siang datang untuk menghidupkan bumi dengan panasnya matahari.

Kebaikan itu baru kelihatan dan dibutuhkan jika ada kejahatan. Seperti polisi juga dibutuhkan jika ada penjahat., KPK eksis karena ada para koruptor dst.”

“Itulah artinya semuanya sudah sempurna berada di perannya masing2, tinggal kita sebagai manusia yang diberi kuasa oleh Tuhan untuk memilih peran, maka silahkan tentukan kita mau mengambil peran apa?; apakah peran Api atau air, peran jahat atau baik.?”

Coba kamu tanya pada dirimu sendiri, peran apakah yang membuatmu bahagia..? Apakah peran Antagonis "Kejahatan" atau Peran Kebaikan..?

"Justru jika tidak ada salah satunya maka peran lawannya menjadi tidak lagi dibutuhkan dan berguna.”

*****
Lalu saya bertanya lagi “ lalu bagaimana jika peran kejahatan ternyata jauh lebih banyak dari peran kebaikan, orang jahat jadi lebih banyak dari orang baik, seperti yang baru saja kita saksikan melalu layar tv tersebut...?”

“Ya tentu saja jika itu terjadi kita harus segera menambah jumlah dan kualitas orang2 yang memainkan peran kebaikan.”

“Nah begitulah juga peran anda dan kita disini, kita ada karena ada mereka disana yang merupakan kebalikan dari peran kita bukan? “

“Semakin banyak peran yang bukan kita maka semakin dibutuhkanlah keberadaan kita”

“Itulah mengapa kita tidak perlu lagi menghujat malainkan bersyukur, karena merekalah maka peran kita menjadi begitu berarti di tengah orang banyak.”

"Jadi barhentilah menghujat, tapi belajarlah melampaui dualitas tadi."

******
Sadarilah sebenarnya jauh lebih mudah mengambil peran sebagai kita yang ada disini ketimbang mereka yang sedang memainkan peran itu disana lho.. (menunjuk ke televisi)

Maksudnya seperti apa ? tanya saya lagi

”Oh Iya dengan memainkan peran kita ini kan, kita cenderung menjadi orang yang lebih banyak menuai pujian, meskipun akan selalu ada sekali2 cemoohan (kembali lagi itulah dualitas);

Tapi coba bayangkan jika kitalah yang sedang menjalankan peran mereka disana ?" Apa yang akan mereka terima dari masyarakat, pujian, hujatan atau kutukan...?

******
”Jadi bagaimana agar saya bisa menuju kesana, menjadi lebih memahami dualitas kehidupan ini ? dan saya bisa tetap memilih peran yang menurut saya baik..?
Tanya saya pada sang Guru.

”Jika kita ingin melampaui dualitas, baik dan buruk dan tidak ingin lagi sering menghujat orang lain, maka belajarlah merasakan lapar sebelum merasakan kenyang, belajarlah di hujat sebelum di puji, cintailah siang jangan membenci malam, pahamilah dan terimalah peran mereka masing2 sebagaimana kita menerima peran kita sendiri.”

”Karena sesungguhnya mereka adalah guru-guru kehidupan bagi kita yang sedang mengajarkan kita untuk bisa merasakan apa arti dihujat, apa arti bersabar, dan APA ARTI KEBAIKAN..."

"Ya memahami kehidupan ini secara utuh bukan hanya separonya saja.”

Yang ke-2

”Ingat sering2 lah melatih diri dan belajar dan merasakan menjadi orang yang di hujat dan di cemooh agar kamu bisa tidak ikut-ikutan menghujat."

" Persis sebagaimana para nabi dan guru besar dunia dari timur dulu"

" Bacalah kisah sejarahnya bagaimana para guru ini dulu di hujat tanpa balas menghujat, dihina tanpa balik menghina, diludahi tanpa balik meludahi, dibilang gila tanpa harus membalas memaki, di tampar pipi kirinya malah juga diberikan pipi kanannya"

"Hingga pada akhirnya para guru besar ini mamahami apa hakikat hidup yang sesungguhnya. ”

*******
"Lalu bagaimana caranya ?" tanya saya pada sang guru.

” Caranya bisa bermacam-macam, tapi yang paling mudah cobalah melontarkan sesuatu yang memungkinkan orang lain untuk menghujatmu, menghakimi mu, tapi sadarilah bahwa ini bukanlah dirimu yang sesungguhnya, melainkan hanya bersandiwara untuk melatih diri melepaskan dari penghakiman karena dualitas kehidupan ini.” Jawab sang guru dengan lembut.

"Wah berat juga ya pikir saya dalam batin, apa yang saya bisa berpura-pura seperti ini...?"

******
”Setelah itu apa yang dilakukan ? bagaimana kita bisa kuat menghadapi cemoohan, hinaan, hujatan dan hal-hal yang tidak biasa kita terima ?” tanya saya lagi pada Guru.

Sejenak beliau mulai terdiam, dan berkata

"Jika kamu nanti dihujat coba lakukan seperti ini", katanya sambil mencontohkannya pada saya.

******
"Coba atur nafas... rileks... rileks...dan semakin rileks, lalu bayangkan kamu sedang di hakimi...."

Lalu....
....terima....terima....terima... karena dengan menerima ia akan berproses

....rasakan...rasakan...rasakan.. karena dengan merasakan kamu akan mengerti berada di posisi ini

.... lepaskan..lepaskan...lepaskan..” karena dengan melepaskan semua perasaan yang menyakitkan akan pergi "

”Lakukan ini berulang-ulang hingga kamu terbiasa..“
Dan semua perasaan negatif itu lepas dan sirna satu demi satu." begitu kata beliau.

******
"Wah... sepertinya sulit betul ya, untuk bisa menjadi teduh, damai dan bijaksana seperti guru ?" , kata saya.

”Pada awalnya mungkin terasa sulit tapi jika sudah di latih dan di latih lagi maka lama kelamaan akan menjadi lebih mudah karena terbiasa."

"Jadi latihlah dirimu dan sering2lah merasakan atau berada di posisi lawan dari peranmu yg sekarang ini, agar kita benar2 terlatih untuk tidak lagi mudah terpancing dan TERUSIK oleh isu apapun dan ikut2an menghakimi orang lain."

"Melainkan dan MEMPERKUAT PERANMU SENDIRI untuk menjadi apa, siapa dan melakukan apa di bumi ini..?"

"FOKUSLAH selalu untuk selalu bertanya pada DIRIMU SENDIRI INGIN MENGAMBIL PERAN APA dalam setiap kejadian yang ada..?"

"Apakah kita ingin menjadi orang BAIK ATAU ORANG JAHAT..?

"Apakah ingin menjadi ORANG-ORANG YANG MERUSAK DAN MENGHANCURKAN ATAU orang-orang yang memperbaiki hidup dan kehidupan ini...?"

"Itu adalah pilihan pribadi kita sendiri berikut konsekuensinya masing-masing".

"Ingatlah selalu bahwa setiap pilihan akan menghasilkan konsekuensinya masing-masing."

"Hidup ini hanya ada hukum aksi reaksi, sebab akibat atau tabur tuai.."

"Pikirkalah SECARA SADAR konsekuensi apa yang akan kamu akan terima SEBELUM kamu melakukan sebuah tindakan"

”Jadi jika kamu bisa melakukan itu secara spontan, maka damailah di hati dan damailah di bumi.”
Beliau menyudahi penuturannya.



********
Ya Tuhan...!

Mendengarkan penuturan ini rasanya diri saya masih terasa jauh sekali dari samudera keteduhan batin dan jiwa.

Rupanya saya masih harus mendaki jauh sekali menuju ke puncak kebijaksanaan tertinggi sebagaimana yang dituturkan Sang Guru Compassion.

Semoga Tuhan membimbing setiap langkah ku untuk mendaki satu demi satu anak tangga pelajaran menuju tataran Guru Compassion (Guru yang penuh cinta kasih)

PS****

Jika kamu kebetulan membaca sampai habis artikel ini,
Maukah kamu berperan untuk menshare kisah ini untuk Indonesia yang lebih rukun, tentram dan damai...?

Salam syukur penuh berkah.
by Ayah Edy
www.ayahkita.blogspot.co.id


Senin, 14 Mei 2018

ACARA SEKOLAH HIGH SCOPE



TALK SHOW ASYIK BARENG AYAH EDY dan Youtuber.. Yudist Ardhana.

Kira-kira satu tahun yang lalu saya pernah menawari workshop tentang PACARAN SEHAT

Respon orang tua malah khawatir dan ketakutan...
Anak kok diajari Pacaran.....?

Nah itu dia masalahnya kalau bukan kita yang mengajari cara pacaran yang sehat, lantas siapa yang akan mengajarinya...?

SINETRON..?
atau Teman-temannya...?
Malah semakin gak jelaskan.... apa yang diajarinya?

========================================

* Akhirnya hanya sedikit anak yang ikut dari para orang tua yang pikiranya sudah terbuka dan percaya penuh pada apa yang saya lakukan.

Jadilah saya memberikan bimbingan pada anak2 ABG yang kebetulan bersekolah di HIGH SCOPE BALI

* Setelah acara itu para orang tua melihat langsung hasilnya, ada anak mereka yang malah memutuskan pacarnya, karena sudah tahu konsep yang benar dan pacarnya itu GAK BENER !


*
Banyak yang berganti fokus, waktunya tidak lagi diisi dengan PACARAN tapi diisi dengan memetakan potensi emas dirinya dan menyusun langkah-langkah pencapainya.

*
Ada yang belum punya pacar tidak lagi minder jika di ejek, tapi malah menantang berargumen apa itu pacaran dan konsep pacaran yang benar.

*
Ada yang sudah punya pacar dan keduanya fokus bukan untuk PACARAN yang asal pergi sana-sini dan pegang2 tangan, tapi lebih fokus bekerjasama memetakan potensi emasnya dan berdua bekerjasama untuk menyusun langkah pencapaiannya.

DAN YANG TERAKHIR adalah.....

Cinta....nama seorang remaja puteri alumnus sekolah High Scope Bali.

Ingin berbagi sukses, pada teman-temannya dengan MENYELENGGARAKAN WORKSHOP di Sekolah High Scope Bali tentang bagaimana kita bisa punya KONSEP MEMILIH PASANGAN YANG TEPAT, menemukan SOULMATE sejati kita

Agar seperti Cinta saat ini, waktunya fokus untuk menciptakan EVEN-EVEN workshop, seminar, motivational building bagi para remaja...

Tidak hanya memberi manfaat besar tapi juga manfaat financial...

Siapa mau anak ABG dan remajanya seperti Cinta?

Yuk gabung diacara ini ni.... lihat brosur2 terlampir ya.....








HOAX DAN EDUKASI PARENTING


AYAH EDY FOKUS SAJA PADA PARENTING

KOMEN:
Dear ayah edy...mohon untuk fokus saja dengan dunia anak dan psikologis anak...harapan saya ayah edy ga nyrempet2 ke perpolitikan...saya sangat senang dengan postingan2 ayah tentang dunia anak...saran saya jika ingin menunjukan aspirasi politik, menggunakan akun lain, bukan akun ini...
Mohon maaf jika kurang berkenan..

Salam hormat..

Terimakasih

JAWAB:

Bagaimana cara orang Indonesia berpolitik sekarang ini disebabkan dulu waktu kecil tidak dididik berpolitik yang bermartabat oleh orang tua atau sekolahnya

Pak Harto dulu sering bilang seperti yg bapak katakan jangan berpolitik. Bakan siapa yang berani berpolitik dilenyapkan (dulu ada mahasiswa yang diculik dan hilang tidak pernah kembali)

Jadi sekarang kita menuai hasilnya. Orang semua ikut2an berpolitik tanpa paham apa itu politik dan akhlak dalam berpolitik.

Parenting itu adalah cara mendidik anak agar kelak ketika dewasa mereka bisa memiliki karakter sesuai yang kita inginkan. Dan berkarakter atau berahlak itu meliputi semua bidang termasuk berpolitik.

Saya tidak ingin generasi mendatang mewarisi cara2 berpolitik yang kita lihat sekarang. Karena waktu kecil mereka tidak pernah diajari politik sehat dan bermartabat.

Jadi bagaimana caranya, ya ajari anak kita akhlak yang baik termasuk dalam berpolitik. Jangan pernah menyebar fitnah dan kebencian. Tunjukkan prestasi diri.

Mulai dari mana, mulai dari diri sendiri dan kita selaku orang tua.

Sadarilah bahwa dunia parenting itu luas sekali, mengajarkan anak untuk menjadi manusia berakhlak disemua bidang termasuk dalam berpolitik bukan hanya sekedar mengajari anak menangis supaya berhenti menangis.

Mari jangan lagi seperti Pak Harto dulu, orang boleh melakukan apa saja kecuali berpolitik. Apa tujuannya, agar beliau tidak di utak-atik dan bisa berkuasa selamanya di negeri kita.

Mari kita ajarkan cara berpolitik yang berkahlak dan bermartabat, dan bukan menebar fitnah SARA dan kebencian.

Salam hormat kembali pak

Terimakasih

Sabtu, 12 Mei 2018

AGAR ANAK GEMAR MAKAN YG SEHAT


TIPS PARENTING AYAH EDY SETIAP HARI

Bagaimana membiasakan anak makan dengan teratur, normal, dan mau menyantap jenis makanan yang bervariasi?

Setiap jam makan, Ningrum pasti merasa cemas. Sebab Aya, putrinya agak susah makan. Sekalinya mau makan, lamaaaaa sekali, soalnya selalu diemut dalam mulutnya. Bisa selesai dalam waktu 1,5 jam! Selain itu Aya hanya mau lauk itu-itu saja. Ningrum khawatir anaknya itu tidak mendapatkan gizi yang layak.

Beberapa kali Ningrum lepas kendali, ia pukul dengan pelan pipi anaknya ketika kebiasaan mengemutnya kambuh. Pukulannya sih, nggak sakit, tapi karena kurang sabar, Ningrum kadang berkata dengan nada keras dan membuat Aya menangis. Kalau sudah begitu, Aya tak mau melanjutkan makannya.
“Yang sabar, dong sama anak,” giliran Ningrum kena marah oleh ibunya.

“Eyaaangg...” jerit Aya sambil menghambur dalam pelukan Eyang putrinya. Ningrum hanya bisa manatap pasrah mereka berdua.

Duh, bagaimana ya membuat Aya senang makan dan mau menyantap makanan yang berbeda?

Jawaban Ayah Edy:

Ayah dan Bunda yang selalu semangat, ada beberapa faktor yang perlu kita ketahui jika anak tidak mau atau susah makan.
Pertama, faktor fisik.

Amati apakah anak mengalami gangguan mulut atau pencernaan. Di usia ini, anak biasanya belum bisa mengungkapkan dengan baik apakah giginya sakit, bolong, sakit tenggorokan, atau mengalami sariawan. Selain itu mungkin sistem percernaannya terganggu, misalnya ia merasa perutnya kembung, mual, atau sakit.

Anak yang makannya diemut juga dapat disebabkan oleh sifat naluriah anak yang pencernaannya masih lemah (terjadi di usia 1-3 tahun).

Sebetulnya, kalau kita lihat dari faktor kesehatan, semakin lumat makanan yang ditelan, semakin baik bagi pencernaan. Makanan yang lembut tentu makin siap dicerna sehingga meringankan beban lambung anak.

Ayah dan Bunda tidak perlu merasa cemas jika anak makannya lambat selama ia masih mengunyahnya. Sayangnya, cepat atau lambatnya anak makan, seringkali dibandingkan oleh cara orang dewasa makan.

Padahal kalau diperhatikan, kebanyakan orang dewasa memiliki pola makan yang kurang sehat, lho. Mereka seringkali makan terburu-buru, apalagi kalau mau berangkat kerja; makanan baru dikunyah sebentar sudah ditelan, lalu didorong oleh air. Minumnya pun teh, bahkan soda. Profesor, Dr Soetaryo, seorang guru besar Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada mengatakan, minum teh setelah makan dapat menghambat penyerapan zat besi dalam tubuh hingga 80 persen.

Padahal zat besi amat berguna bagi tubuh manusia, karena membantu pertumbuhan sel. Kekurangan zat besi, terutama pada anak dapat menyebabkan anak cemas, depresi, dan gangguan perhatian.

Maka, Ayah dan Bunda jangan membarengi anak-anak minum teh sambil makan ya. Kalau anak ingin minum teh, berikan jarak dua jam setelah makan.

Selain itu, cara makan yang sehat ialah, harus dikunyah hingga lembut sebelum ditelan. Proses pengunyahan merupakan percampuran makanan dengan air liur yang mengandung enzim untuk memecah ikatan kimia dalam makanan menjadi sederhana. Sehingga makanan lebih mudah ditelan dan dicerna dalam lambung.

Proses pengunyahan yang sempurna membuat kita bisa menikmati makanan dengan baik, bahkan peka terhadap berbagai rasa yang ada dalam makanan tersebut, dan mampu mencegah obesitas. Sebab, tubuh akan memberikan sinyal ke otak, bahwa makanan yang masuk sudah cukup. Ini menghindarkan kita dari makan berlebihan.

Kedua, faktor kebiasan. Kalau makannya disambi dengan menonton TV atau bermain, bisa jadi anak malah asyik dengan aktivitas sampingannya, ketimbang makan. Kalau sudah begini, makanan bisa diemut dan lupa menelannya.

Yang ada anak menjadi enek dan mengeluarkan makanannya. Ayah dan Bunda sebaiknya membiasakan anak makan dengan fokus, tidak disambi aktivitas lainnya, seperti nonton TV atau main game.

Ketiga, sesuai tipologi. Kalau tipe anak visual dan melankolis, ciri-cirinya dapat diketahui dari badannya kecil, pendiam, sensitif, atau mudah menangis. Umumnya mereka makan sambil mengemut.

Sebaliknya, untuk anak yang tipenya auditori, tidak demikian. Malah mungkin kita kesulitan menahannya untuk tidak makan. Jadi Ayah dan Bunda perlu mengenali dulu tipe dan karakter anak, supaya mudah mencari metode pendekatannya.

Keempat, bosan dengan menunya. Kadang orangtua lupa, kalau anak secara mental sama dengan orang dewasa. Mereka sama-sama memiliki rasa bosan terhadap makanan yang itu-itu terus.

Coba Ayah-Bunda perhatikan, apakah menunya seringkali sama atau diulang-ulang?

Kalau tidak nasi telur atau nasi dengan nugget, sehingga anak bosan. Hanya saja anak tidak tahu bagaimana menyebut perasaan yang ia rasakan itu. Kalau menunya itu-itu saja, jangankan anak, orang dewasa pun juga bosan, kan? Jadi buatlah variasi, persis seperti yang dilakukan perusahaan katering.

Ini akan membantu anak merasakan menu yang berbeda-beda setiap harinya. Jangan lupa biasakan buah hati mengkonsumsi sayur dan buah, agar cukup serat dan memudahkan proses pembuangan. Kalau dibiasakan sejak kecil, tidak sulit meminta mereka makan sayur dan buah.

Namun kalau susah, Bunda sebaiknya kreatif, dengan menyelipkan sayuran di menu keseharian. Misalnya Bunda membuat nugget sendiri, campurkan wortel atau bayam di dalamnya, atau membuat kue risol, bisa diselipkan sayuran di dalamnya. Jadi kebutuhan serat anak Ayah dan Bunda terpenuhi.

Kelima, cara memberi makan; apakah sambil bermain atau serius. Ayah-Bunda, yang ada di pikiran anak-anak adalah bermain. Makan pun, harus ada unsur bermainnya. Tapi sayangnya, orang dewasa—baik itu orangtua atau pengasuhnya— seringkali memberi makan dengan cara yang serius. Misalnya seperti ini. “Makan! Ayo A’.. buka mulutnya… A’...”

 Nah, ini tentunya bertolak belakang dengan cara kerja dan pertumbuhan saraf-saraf otak anak yang lebih suka bermain. Padahal, ada banyak cara yang bisa dilakukan terkait memberi makan dengan cara bermain. Misalnya, dengan mengibaratkan mulut anak sebagai terowongan dan sendok adalah kereta apinya. “Waah kereta apinya mau masuk terongan.. Aaaa’ .. tut.. tuuutt…”

Dengan cara demikian anak akan bersemangat untuk menghabiskan makanannya.

Keenam, bosan tempat dan suasananya.  Itulah mengapa ada anak yang kalau diajak jalan-jalan ke pantai makannya lebih cepat dibandingkan di rumah. Atau orangtua atau pengasuh kerap membawa anak makan di taman kompleks perumahan, saat waktu makan.

Agar di sana anak dapat berkumpul dengan teman sebayanya, bermain bersama mereka dan mau menghabiskan makanannya. Kalau melihat ada anak lain yang makannya lahap, si anak bisa jadi tergerak melakukan hal yang sama.

Sama seperti orang dewasa, anak pun suka mengalami kebosanan dengan tempat dan suasana. Kita saja kalau bosan makan di rumah, akan mencari suasana dan makanan lain kan? Misalnya ke restoran, atau piknik.

Sepintar-pintarnya seseorang memasak, tak menghalanginya untuk mencicipi masakan karya orang lain. Sebab ini bukan sekadar kebutuhan perut, tetapi juga kebutuhan mental.

Ketujuh, faktor susu atau suplemen makanan. Sangat dimaklumi kalau Ayah dan Bunda ingin selalu memberikan yang terbaik untuk buah hati tercinta. Kendati makanan di rumah sudah cukup, tapi tetap membiarkannya minum banyak susu atau memberikan suplemen sejenis susu.

Namun ini justru membuat anak menjadi lekas kenyang dan susah makan dengan wajar. Jika ingin memberikan suplemen, berikanlah minyak ikan. Saya mencobanya secara rutin terhadap anak-anak di rumah. Efeknya bagus, mereka menjadi suka makan.

Nah, sekarang marilah kembali ke masalah anak yang makannya suka diemut. Biasanya ini terjadi pada anak di rentang usia 1 hingga 3 tahun.

Lantas bagaimana kalau usianya di atas 3 tahun tapi masih mengemut makanannya?

Yang perlu dilakukan orangtua adalah mencari sebab fisiknya. Lalu, lihat kebiasaan makannya. Apakah makannya sambil menonton TV? Jika ya, ubah kebiasaannya tadi dengan makan tanpa melakukan aktivitas lain sehingga ia fokus.

Intinya, Ayah-Bunda, kalaupun anak susah makan, syukuri saja. Dengan bersyukur kita lebih rileks, anak lebih enjoy dan Ayah-Bunda pun bisa berpikir lebih jernih dalam mencari penyebab dan solusinya.

Sebab saya menemukan banyak orangtua yang stres melihat anaknya yang terus makan sepanjang hari, hingga tubuhnya mengalami obesitas. 

Jadi yang terpenting adalah menjaga agar asupan gizi yang dibutuhkan tetap terpenuhi

Selamat mencoba, semoga berhasil.

Salam Indonesian Strong from Home !
Ayah Edy
Guru Parenting Indonesia
www.ayahkita.blogspot.co.id

MAKANAN INSTAN


TIPS PARENTING AYAH EDY SETIAP HARI

Bagaimana mencegah anak ketagihan makanan instan?
Lana uring-uringan melihat Fari, putranya ketagihan mie instan. Awalnya sih, ia memberikan mie instan ke Fari, karena terburu-buru, akibat bangun kesiangan.

“Daripada anak saya nggak makan, terpaksa saya kasih mie instan.” Ucap Lana sendu.

Yang tak disangkanya, sejak itu Fari ketagihan makan mie instan. Hampir tiap hari minta dibuatkan mie instan. Padahal makanan itu tidak baik jika dikonsumsi terus-menerus, kan? Lana khawatir sekali dengan kesehatan Fari

 “Apalagi kalau melihat kandungan mie instan yang banyak MSG dan bahan pengawetnya. Bahkan dari informasi yang saya tahu, mie itu dilapisi semacam lilin.”

Semakin hari Fari tak mau makan kalau tidak dibuatkan mie. Lana semakin cemas dibuatnya. Apa yang harus dilakukannya untuk memperbaiki pola makan anaknya?

Jawaban Ayah Edy:

Ayah-Bunda, saat dilahirkan lidah anak kita tidak memiliki pengalaman rasa atau flat.

Orangtuanyalah yang melatihnya sehingga ia tahu rasa gurih, manis, asin, enak, dan tidak enak. Itu sebabnya, untuk anak balita dianjurkan makan yang rasanya flat.

Dengan memperkenalkan makanan yang tidak mengandung rasa terlalu kuat, anak juga tidak akan menolak makanan tertentu.

Masalahnya, sekali anak sudah merasakan makanan instan yang mengandung penguat rasa dan zat adiktif MSG, ia akan terus menagih. Ini yang berbahaya, karena lidah anak yang awalnya flat, tiba-tiba mendapatkan makanan yang sangat gurih. Bagaimana tidak ketagihan?

Kalau dalam ilmu psikologi, jika anak dikelilingi rasa joyful, ia tidak memikirkan apakah makanan yang dimakan mengandung vitamin dan bergizi. Yang penting ia merasa enak. Jadi kalau anak dibiasakan makan mie instan, nugget, atau makanan ringan yang banyak mengandung MSG, dipastikan anak akan menagihnya terus. Oleh karena itu, sebaiknya orangtua tidak malas untuk berkreasi sehingga anak tidak diberikan makanan instan atau makanan kaleng.

Bagaimana kalau sudah telanjur?

Bunda bisa memodifikasi, misalnya dengan membuat mie dicampur udang atau macaroni. Mienya pun jangan mie instan. Lalu setelah direbus, ditiriskan sehingga lilin yang terkandung dalam mie bisa ikut terbuang.

Dengan sering membuat modifikasi masakan, lama-lama anak akan mengalami deviasi rasa dan tidak sering-sering meminta mie instan lagi. Jika anak terlanjur menyukai rasa gurih, maka substitusikan rasa gurih MSG dengan keju, atau mencampurnya dengan susu. Lebih bergizi dan enak.

Anak kami saat ini sudah berhenti sama sekali makan mie instant dan makanan instant lainnya yang banyak mengandung MSG.

Selamat mencoba, semoga berhasil.

Kuncinya sabar, tegas dan konsisten tidak perlu malu dilihat orang lain atau tetangga (yang sebenarnya punya masalah yg sama tapi tidak tahu cara mengatasinya)

Salam Indonesian Strong from Home !
Ayah Edy
Guru Parenting Indonesia
www.ayahkita.blogspot.co.id

ANAK INGIN IKUT KE KANTOR


TIPS PARENTING AYAH EDY SETIAP HARI

Bagaimana cara mengatasi anak yang menangis ketika ditinggal orangtuanya bekerja?

Kembali ritual yang sama terulang pagi itu. Lana merengek dan menangis kencang dalam gendongan pengasuhnya.

“Mamaaaa.....” teriaknya nyaring dan meronta dengan gesit. Hampir saja pelukan pengasuhnya melonggar akibat aksi Lana yang lasak dan tak mau mengalah.

Wajahnya sudah bersimbah air mata dan sungguh, sebagai ibu, Vina tak tega melihatnya.

Kembali ia harus mencari strategi membujuk Lana agar mau ditinggal bekerja. Cara yang ia lakukan sebelumnya sudah tidak manjur lagi. Biasanya, ibu muda ini meminta pengasuh Lana untuk mengajaknya pergi ke taman depan kompleks, sehingga Vina bisa berangkat kerja secara diam-diam.

Namun teknik itu sudah dihafal Lana.

Beberapa hari belakangan, anak itu menolak diajak ke taman, karena ia tahu itu taktik ibunya untuk pergi bekerja tanpa sepengetahuannya.

Kini tinggallah Vina kelimpungan. Kepalanya sampai berdenyut nyeri dan emosinya menaik ke ubun-ubun. ia takut terlambat dan ditegur atasannya.

Bagaimana ini?
Padahal usia Lana sudah tiga tahun, tapi masih saja menangis jika ditinggal bekerja. Lelah juga Vina harus kucing-kucingan dengan Lana setiap pagi. Ritual yang amat menguras energinya.

“Apa yang harus saya lakukan agar Lana mengerti bahwa saya pergi untuk bekerja, bukan mengabaikannya?” Tanya Vina setengah putus asa.

Jawaban Ayah Edy

Ayah-Bunda yang berbahagia, memang sedih rasanya kalau buah hati di rumah kurang mengizinkan kita pergi mencari nafkah.

Tetapi, bukan berarti kita harus selalu bermain kucing-kucingan atau berbohong supaya mereka tidak menangis. Itu bukanlah tindakan yang ideal, karena malah mengajarkan mereka berbohong dalam bertindak.

Meskipun terasa berat dan tidak tega, Ayah-Bunda tetap perlu memberi pemahaman kepada anak, bahwa ada hari-hari Anda harus bekerja dan tidak bisa mengajak mereka.

Bunda bisa mengatakan, “Kakak yang baik, Bunda mau berangkat kerja dulu ya, sayang. Kalau Bunda kerja, Kakak nggak bisa ikut.Tapi kalau nanti Bunda dan Ayah mau jalan-jalan, Kakak boleh ikut.”

Sadarilah anak-anak itu tidak paham arti orang tua bekerja dan untuk apa orang tuanya bekerja, tapi coba perlahan-lahan jelaskan dan beri pengertian hingga ia paham apa itu bekerja dan jalan-jalan bersama.

Mungkin anak Anda akan menangis atau marah setelah mendengar penjelasan tersebut. Tidak mengapa, tetaplah tenang dan janganlah panik.

Sebab, kepanikan bisa membuat Anda bertindak gegabah. Tangisan atau kemarahan itu adalah sebuah proses yang harus dijalani.

Biasanya para orangtua tidak tega melihat anaknya menangis kencang atau malu pada tetangga saat anak terlihat mengamuk. Itu sebuah kekhawatiran yang wajar, namun berusahalah konsisten. Katakan pada anak,”Kakak boleh marah dan boleh menangis, tapi Bunda tetap harus berangkat kerja, kalau tidak nanti Bunda dan Ayah terlambat. 

Maaf, ya, Nak. Daaaaag Kakak....” lalu berilah kecupan pada dahi atau pipinya, sebagai tanda Anda tetap menyayanginya walaupun harus meninggalkannya di rumah.

Tetapi ingatlah, di waktu yang telah disepakati, Ayah dan Bunda harus memenuhi janji mengajak anak-anak jalan-jalan.

“Hayooo Kakak...ini kan hari Minggu. Ayah dan Bunda libur, maka kita akan pergi jalan-jalan... yuuukk,”

“Horeee...” lonjak anak Anda kegirangan karena merasa diperhatikan dan disayang.

“Mari kita siap-siap sayang, bawa jaketnya yaaa karena kita akan ke Puncak dan di sana dingin.”

Dengan mengajarinya seperti ini, perlahan-lahan tapi pasti, anak akan memahami kapan Ayah-Bundanya bekerja dan kapan hari libur. Mereka juga akan mengerti bahwa ada waktunya mereka bisa ikut orangtuanya pergi, dan kapan tidak.

Untuk mencapai tahap ini tentu diperlukan proses berlatih dan kesabaran.

Ayah dan Bunda yang budiman, hindarilah menggunakan taktik berbohong jika ingin berangkat kerja. “Dek, ballpoint Ayah ketinggalan di dalam.

Boleh minta tolong diambilkan, nggak?”
Saat anaknya masuk rumah, sang Ayah langsung cepat-cepat berangkat.

Atau, “Mama cuma pergi sebentar kok. ..” Padahal pergi bekerja tidak bisa satu-dua jam kan ya, Bunda?

Berbohong seperti ini tentu tidak akan menyelesaikan masalah. Selain anak tidak belajar kapan ia boleh atau tidak ikut ke tempat tertentu, ini akan membuat orangtua lelah karena harus mencari kebohongan lain.

Lebih berbahaya lagi karena itu berarti Ayah dan Bunda telah mengajarkan anak untuk berbohong.

Maka, janganlah kaget kalau Ayah dan Bunda suatu ketika mendapati anak berbohong untuk mencapai keinginannya. Usah keburu marah padanya.

Instropeksilah ke dalam, karena perilaku anak sebagian besar adalah meniru perilaku orangtuanya.

Jadi kalau anak kedapatan berbohong, tanyakan pada diri Ayah dan Bunda terlebih dahulu, apakah telah mengajarkan kebohongan kepada mereka dalam tindakan keseharian?

Selamat mencoba, semoga berhasil.

Kuncinya sabar, tegas dan konsisten tidak perlu malu dilihat orang lain atau tetangga (yang sebenarnya punya masalah yg sama tapi tidak tahu cara mengatasinya)

Salam Indonesian Strong from Home !
Ayah Edy
Guru Parenting Indonesia
www.ayahkita.blogspot.co.id

PEMETAAN POTENSI EMAS ANAK



PEMETAAN POTENSI EMAS ANAK KITA
Seberapa besar manfaatnya ?
Sudahkah kita tahu caranya?
Sudahkah kita melakukanya?

Tanpa Pemetaan dan perencanaan yang jelas potensi dan profesi masa depan anak, kemungkinan besar sekolah yang dipilihnya hanyalah akan menjadi Expenses atau buang-buang biaya.
-ayah edy-

Silahkan dibaca hingga akhir paragraf......

Ayah Bunda terkasih,

Mengapa kerumitan ini bisa terjadi?
Jawaban satu-satunya adalah karena kita luput atau abai mengenali dan memetakan potensi terunggul anak-anak kita.

Perilaku anak sehari-hari sesungguhnya adalah petunjuk awal tentang potensinya. Tapi orang tua terkadang lebih sibuk mengkursuskan anak ini itu atau bertanya ‘ada PR atau nggak’, ‘ujian sudah siap atau belum?’. Ketimbang belajar membaca petunjuk potensi unggul anak yang diberikan oleh Tuhannya.

Padahal setiap anak terlahir sesuai fitrahnya. Masing-masing anak membawa potensi unggul bawaan lahir yang bila dikembangkan akan menjadi penghidupan sekaligus kehidupan yang ia jalani kelak dengan BAHAGIA DAN BERKELIMPAHAN.

Berapa banyak anak-anak yang hanya sibuk sekolah dan mengejar nilai, tanpa tahu apa minat dan cita-citanya serta tak tahu harus kuliah di bidang apa? Lalu ketika ia bingung, orang tua hanya menasehati agar ia mengambil bidang favorit sehingga kelak mudah mencari pekerjaan bergaji tinggi?

Akhirnya, tanpa mengetahui sedikit pun tentang potensi terunggul anak, kita cemplungkan anak ke dalam bidang entah apa yang kita pikir terbaik baginya. Syukur-syukur kalau si anak ternyata memang cocok dengan bidang itu. Tapi bagaimana bila tidak? Yang terjadi adalah seperti kasus di atas.

Lalu bagaimana sebaiknya?
Mudah saja. Seharusnya, proses ini dibalik. Kita cari tahu dulu minat si anak, apa potensi terunggulnya dan cita-citanya yang paling spesifik. Setelah itu, barulah bisa dicarikan sekolah atau jurusan apa yang paling tepat sesuai potensi dan cita-citanya itu.

Pertanyaannya sekarang, bagaimana kita mengetahui potensi terunggul anak? Mungkin selama di sekolah, hampir semua nilai anak kita tinggi. Bahasa Inggris bagus, matematika bagus, IPA bagus, IPS bagus... Jadi yang mana potensi unggulnya? Atau sebaliknya, mungkin selama ini ia hanya anak ‘rata-rata’. Anak yang setiap tahun selalu naik kelas, nilai-nilainya tak pernah merah, tapi juga tak ada yang benar-benar menonjol.

Bingung?

Tenang saja. Ada cara yang terbukti efektif untuk mengetahui potensi buah hati kita, yaitu dengan ‘Pemetaan Potensi Unggul Anak’. (Personal Talent Mapping -- registered.

Tanpa pemetaan potensi, sedikitnya ada tiga akibat yang bisa terjadi. Antara lain, seperti digambarkan oleh kasus tadi, adalah: Sekolah menjadi expenses alias biaya. Biaya yang dimaksud salah satunya tentu bisa berarti uang. Bayangkan berapa puluh juta –atau bahkan ratusan juta—yang telah keluar untuk menyekolahkan seorang anak bertahun-tahun, mengkursuskan ini itu, belum lagi ongkos transport sehari-hari.

Lalu bagaimana kalau kasus Intan terjadi pada anak Anda? Umumnya, orang tua hanya punya satu anggaran pendidikan untuk satu anak. Ketika terjadi hal di luar dugaan seperti ini, sanggupkah Anda menganggarkan biaya pendidikan tambahan lagi untuk mengulang sekolah anak?

Syukur-syukur kalau Anda menjawab ‘sanggup’. Syukur-syukur kalau anak Anda cuma satu sehingga Anda tak perlu memikirkan biaya pendidikan adik-adiknya.

Tapi bagaimana kalau Anda tak sanggup? Apakah itu berarti Anda akan memaksa anak untuk menyelesaikan kuliahnya –walaupun itu berarti menyiksanya lebih lama lagi? Lalu setelah kelulusan yang ‘dipaksakan’, anak Anda akan kebingungan mencari pekerjaan (karena ia tak menyukai bidang studinya), lalu akhirnya terdampar dalam jenis pekerjaan lain yang jauh berbeda dari bidangnya selama ini?

Berapa banyak lulusan Teknik Arsitektur yang bekerja di media?
Berapa banyak lulusan Biologi yang bekerja di bank atau industri telekomunikasi?
Berapa banyak lulusan Pertanian/Peternakan yang bekerja sebagai Public Relation?

Atau bisa jadi, ia memilih pekerjaan sesuai bidang studinya. Tentu mungkin saja. Tapi bagaimana pun, bila bidang itu bukanlah potensi unggulnya dan ia tak menyukainya, ia hanya akan menjadi pekerja yang pas-pasan.

Intinya, bila seseorang bersekolah atau mengambil kursus sesuai potensi, biaya yang dikeluarkan akan menjadi INVESTASI, tapi bila tidak, maka akan menjadi EXPENSES.

Selain materi, expenses juga berarti waktu. Bila ditimbang-timbang, kerugian karena hilangnya waktu bertahun-tahun mungkin bahkan lebih berat daripada kehilangan uang.

Ada ungkapan, ‘It’s never too late to follow your passion’. Tak pernah terlambat untuk mengikuti passion Anda. Kita selalu bisa memulai di usia berapa pun.

Tapi bayangkan apa jadinya bila potensi terunggul dipupuk sejak kecil?
Lihat perjalanan Agnes Monica. Saya sangat mengagumi Agnes dan orang tuanya. Orang tua Agnes telah menemukan potensi unggul putrinya pada usia balita, lalu mulai mengembangkan potensi itu sejak Agnes berusia tiga tahun.

Orang tua Agnes melakukan pembimbingan yang sesuai dengan teori Multiple Intelligences bahkan sebelum mereka mengetahui apa itu Multiple Intelligences. Jadi mereka membimbing Agnes secara intuitif.
Agnes Monica pun melewati tahapan demi tahapan sehingga akhirnya menjadi penyanyi dan penari yang namanya kini semakin bergaung di luar negeri. Agnes menjadi Diva yang matang di usia yang terbilang masih sangat muda. Ia bukan tipe anak yang besar karena dikarbit oleh talent show di TV atau MENDADAK NGETOP.

Agnes Monica tentu hanya salah satu contoh. Masih banyak bintang top yang disiapkan orang tuanya sejak usia dini. Tiger Woods –pegolf kelas dunia-- mulai dipersiapkan orang tuanya sejak berusia lima tahun. Michael Schumacher mulai mulai di persiapkan orang tuanya untuk balapan sejak usia dini.

Faktor usia menjadi jauh lebih krusial dalam bidang-bidang profesi tertentu. Dua contohnya adalah penari dan atlet. Orang-orang yang bekerja di dua bidang itu berkejar-kejaran oleh waktu.

Lihat saja bintang-bintang dunia. Sebut nama siapa saja –dari Diego Maradona sampai Muhammad Ali—Anda akan menemukan kalau mereka semua telah berlatih sejak usia sangat dini. Berkat persiapan matang, mereka lalu bersinar di usia 20-an sampai awal 30-an. Lalu sekitar pertengahan atau akhir usia 30-an, ketika stamina mulai menurun, mereka siap pensiun. Bintang bulutangkis Indonesia, Susi Susanti bahkan menggantung raket pada usia sangat muda, 26 tahun.
Prinsipnya, bila Anda ingin anak sukses di usia lebih dini, Anda harus mempersiapkan mereka sedini mungkin.

Biaya dan waktu adalah dua expenses yang bisa terukur.Tapi jangan lupakan expenses lain seperti tenaga dan energi, stress, emosi dll yang telah dikeluarkan anak kita selama sekolah di bidang yang tidak tepat, bertahun-tahun lamanya. Karena itu, Pemetaan Potensi Unggul Anak sangat penting dilakukan sebelum anak memutuskan jurusan atau sekolah apa yang diambilnya.

Sumber: Buku Memetakan Potensi Unggul Anak
by Ayah Edy Wiyono​

Untuk ikut program pemetaaan Keluarga di Bali Bulan Juni mendatang, silahkan menghubungi nomer yang ada di brosur kolom komen