SATU-SATUNYA SITUS RESMI AYAH EDY

SATU-SATUNYA SITUS RESMI AYAH EDY
Bagaimana caranya..? Gabung di FB: komunitas ayah edy, download talkshow di www.ayahedy.tk

Kamis, 17 Juli 2014

MASA ORIENTASI SISWA SEKOLAH (MOSS) BUDAYA PENJAJAHAN UNTUK BANGSA TERJAJAH



BUDAYA PARA PENJAJAH YANG TIDAK PERNAH DI TERAPKAN UNTUK ANAK-ANAK BANGSA MEREKA SENDIRI

BUDAYA MENGHUKUM DAN MENGHAKIMI PARA PENDIDIK DI INDONESIA

BUDAYA KEBODOHAN YANG MASIH TERUS DILESTARIKAN HINGGA HARI INI

-Mulai sejak SD hingga Perguruan Tinggi-
-Mulai dari guru dan dosen hingga para Senior ke Junior-

Ditulis oleh: Prof. Rhenald Kasali (Guru Besar FE UI)

LIMA belas tahun lalu saya pernah mengajukan protes pada guru sebuah sekolah tempat anak saya belajar di Amerika Serikat. Masalahnya, karangan berbahasa Inggris yang ditulis anak saya seadanya itu telah diberi nilai E (excellence) yang artinya sempurna, hebat, bagus sekali. Padahal dia baru saja tiba di Amerika dan baru mulai belajar bahasa.

…Karangan yang dia tulis sehari sebelumnya itu pernah ditunjukkan kepada saya dan saya mencemaskan kemampuan verbalnya yang terbatas. Menurut saya tulisan itu buruk, logikanya sangat sederhana. Saya memintanya memperbaiki kembali, sampai dia menyerah.

Rupanya karangan itulah yang diserahkan anak saya kepada gurunya dan bukan diberi nilai buruk, malah dipuji. Ada apa? Apa tidak salah memberi nilai? Bukankah pendidikan memerlukan kesungguhan? Kalau begini saja sudah diberinilai tinggi, saya khawatir anak saya cepat puas diri.

Sewaktu saya protes, ibu guru yang menerima saya hanya bertanya singkat. “Maaf Bapak dari mana?”

“Dari Indonesia,” jawab saya.

Dia pun tersenyum.

BUDAYA MENGHUKUM

Pertemuan itu merupakan sebuah titik balik yang penting bagi hidup saya. Itulah saat yang mengubah cara saya dalam mendidik dan membangun masyarakat.

“Saya mengerti,” jawab ibu guru yang wajahnya mulai berkerut, namun tetap simpatik itu. “Beberapa kali saya bertemu ayah-ibu dari Indonesia yang anak anaknya dididik di sini,” lanjutnya. “Di negeri Anda, guru sangat sulit memberi nilai. Filosofi kami mendidik di sini bukan untuk menghukum, melainkan untuk merangsang orang agar maju. Encouragement! ” Dia pun melanjutkan argumentasinya.

“Saya sudah 20 tahun mengajar. Setiap anak berbeda-beda. Namun untuk anak sebesar itu, baru tiba dari negara yang bahasa ibunya bukan bahasa Inggris, saya dapat menjamin, ini adalah karya yang hebat,” ujarnya menunjuk karangan berbahasa Inggris yang dibuat anak saya.

Dari diskusi itu saya mendapat pelajaran berharga. Kita tidak dapat mengukur prestasi orang lain menurut ukuran kita.

Saya teringat betapa mudahnya saya menyelesaikan study saya yang bergelimang nilai “A”, dari program master hingga doktor.

Sementara di Indonesia, saya harus menyelesaikan studi jungkir balik ditengarai ancaman drop out dan para penguji yang siap menerkam. Saat ujian program doktor saya pun dapat melewatinya dengan mudah.

Pertanyaan mereka memang sangat serius dan membuat saya harus benar-benar siap. Namun suasana ujian dibuat sangat bersahabat. Seorang penguji bertanya dan penguji yang lain tidak ikut menekan, melainkan ikut membantu memberikan jalan begitu mereka tahu jawabannya. Mereka menunjukkan grafik-grafik yang saya buat dan menerangkan seterang-terangnya sehingga kami makin mengerti.

Ujian penuh puja-puji, menanyakan ihwal masa depan dan mendiskusikan kekurangan penuh keterbukaan.

Pada saat kembali ke Tanah Air, banyak hal sebaliknya sering saya saksikan. Para pengajar bukan saling menolong, malah ikut “menelan” mahasiswanya yang duduk di bangku ujian.

***

Etika seseorang penguji atau promotor membela atau meluruskan pertanyaan, penguji marah-marah, tersinggung, dan menyebarkan berita tidak sedap seakan-akan kebaikan itu ada udang di balik batunya. Saya sempat mengalami frustrasi yang luar biasa menyaksikan bagaimana para dosen menguji, yang maaf, menurut hemat saya sangat tidak manusiawi.

Mereka bukan melakukan encouragement, melainkan discouragement. Hasilnya pun bisa diduga, kelulusan rendah dan yang diluluskan pun kualitasnya tidak hebat-hebat betul. Orang yang tertekan ternyata belakangan saya temukan juga menguji dengan cara menekan. Ada semacam balas dendam dan kecurigaan.

Saya ingat betul bagaimana guru-guru di Amerika memajukan anak didiknya. Saya berpikir pantaslah anak-anak di sana mampu menjadi penulis karya-karya ilmiah yang hebat, bahkan penerima Hadiah Nobel. Bukan karena mereka punya guru yang pintar secara akademis, melainkan karakternya sangat kuat: karakter yang membangun, bukan merusak.

Kembali ke pengalaman anak saya di atas, ibu guru mengingatkan saya. “Janganlah kita mengukur kualitas anak-anak kita dengan kemampuan kita yang sudah jauh di depan,” ujarnya dengan penuh kesungguhan.

Saya juga teringat dengan rapor anak-anak di Amerika yang ditulis dalam bentuk verbal.

Anak-anak Indonesia yang baru tiba umumnya mengalami kesulitan, namun rapornya tidak diberi nilai merah, melainkan diberi kalimat yang mendorongnya untuk bekerja lebih keras, seperti berikut. “Sarah telah memulainya dengan berat, dia mencobanya dengan sungguh-sungguh. Namun Sarah telah menunjukkan kemajuan yang berarti.”

Malam itu saya mendatangi anak saya yang tengah tertidur dan mengecup keningnya. Saya ingin memeluknya di tengah-tengah rasa salah telah memberi penilaian yang tidak objektif.

Dia pernah protes saat menerima nilai E yang berarti excellent (sempurna), tetapi saya mengatakan “gurunya salah”. Kini saya melihatnya dengan kacamata yang berbeda.

MELAHIRKAN KEHEBATAN

Bisakah kita mencetak orang-orang hebat dengan cara menciptakan hambatan dan rasa takut? Bukan tidak mustahil kita adalah generasi yang dibentuk oleh sejuta ancaman: gesper, rotan pemukul, tangan bercincin batu akik, kapur, dan penghapus yang dilontarkan dengan keras oleh guru, sundutan rokok, dan seterusnya.

Kita dibesarkan dengan seribu satu kata-kata ancaman: Awas…; Kalau,…; Nanti,…; dan tentu saja tulisan berwarna merah menyala di atas kertas ujian dan rapor di sekolah.

Sekolah yang membuat kita tidak nyaman mungkin telah membuat kita menjadi lebih disiplin. Namun di lain pihak dia juga bisa mematikan inisiatif dan mengendurkan semangat. Temuan-temuan baru dalam ilmu otak ternyata menunjukkan otak manusia tidak statis, melainkan dapat mengerucut (mengecil) atau sebaliknya, dapat tumbuh.

Semua itu sangat tergantung dari ancaman atau dukungan (dorongan) yang didapat dari orang-orang di sekitarnya. Dengan demikian kecerdasan manusia dapat tumbuh, sebaliknya dapat menurun. Seperti yang sering saya katakan, ada orang pintar dan ada orang yang kurang pintar atau bodoh.

Tetapi juga ada orang yang tambah pintar dan ada orang yang tambah bodoh.

Mari kita renungkan dan mulailah mendorong kemajuan, bukan menaburkan ancaman atau ketakutan. Bantulah orang lain untuk maju, bukan dengan menghina atau memberi ancaman yang menakut-nakuti.

Copas dari Copasan

Rabu, 02 Juli 2014

GEJALA SEKS MATANG DINI PADA ANAK ZAMAN SEKARANG




Hallo ayah edy, aku Hesty (bukan nama sesungguhnya). please tolong dong..???. aku lagi agak2 resah nich... masak anakku masih baru usia kira4 tahun kok udah cerita2 seneng ama teman cowoknya di Kinder Gartennya, wah... aku suprise juga.. sekaligus bingung kok bisa ya... trus sebagai ortu bagaimana yach... aku harus menyikapinya...? Please tolong di jawab asap ya...please...

Bu Hesty yg baik,

Kira-kira putri kecil ibu lebih mirip siapa ya...? ayahnya atau bundanya waktu masih kecil dulu..?.(maaf sekedar bergurau).

Memang betul sekali belakangan ini sy sering mendapat keluhan dari orang tua mengenai anak-anak usia dini mereka yang sudah menunjukkan tanda-tanda ketertarikan pada lawan jenis juga bertanya seputar organ dan aktivitas seksual. Cukup mengejutkan memang jika dibandingkan dengan zaman kita kecil dulu yg mungkin baru mulai tertarik pada lawan jenis saat usia SMP atau malah SMA.

Dari seorang ahli nutrisi sy mendapatkan masukan bahwa hal ini mungkin dipicu oleh jenis2 makanan yg banyak dikosumsi oleh anak kita dewasa ini yg sebagian besar telah dicampur dengan sejenis hormon pertumbuhan baik disuntikan pada binatang konsumsi ataupun di campur bersama zat-zak kimia lainnya.

Terlepas dari benar tidaknya hal tersebut tapi sy yakin bahwa hormon pertumbuhan yg disuntikan pada hewan kosumsi seperti ayah boiler dan sapi ada kaitannya dengan pertumbuhan hormon2 estrogen dan testosteron yg menyebabkan terjadinya seks matang dini pada anak-anak kita.

Faktor kedua adalah banyaknya jenis rangsangan seksual yg mempercepatnya matangnya hormon seksual pada anak2 terutama melalui program televisi yg menyajikan tayangan yg sangat kental sekali dengan bumbu adegan pornografi. Jika ibu cermati tayangan sinetron anak-anak zaman sekarang hampir semuanya di bumbui kisah percintaan dan suka-sukaan meskipun pemerannya masih anak2 usia belia dan bahkan mungkin ada yg tergolong masih balita.

Sementara jika dibandingkan dengan saat kita kecil dulu akses dan tontonan yg berbau percintaan semacam ini sangatlah terbatas (kita dulu hanya punya satu stasion TV yg di awasi ketat). Menurut hemat saya faktor inilah yg menjadi pemicu terbesar prilaku sex matang dini anak.

Selain tontonan ternyata komik2 bergambar anak sejenis manga dan hentai ada juga yg dibumbui adegan seks yg vulgar, Bahkan film2 seperti Avatar dan sejenisnya kerap juga disisipi adegan pornografi.

Yang lebih mengerikan lagi ternyata Game-game anak seperti GTA (Grand Theft Auto) baik di Play Station, Gadget2 anak atau di Game On Line Internet juga berisi adegan kekerasan dengan adegan senggama yg vulgar. Game GTA ini telah menjadikan anak kita untuk berperan sebagai pencuri mobil dan melawan polisi atau hukum. Dan jika berhasil mengalahkan Hukum, maka anak kita akan mendapat hadiah memilih wanita xxx untuk di ajak bercinta hingga bersenggama.

Bayangkan jika kita sebagai orang tua tidak mengetahui ini semua ??? Sementara Game2 on line semacam ini banyak bertebaran dimana2 tertutama di dekat2 tempat anak kita bersekolah. (sumber Buku Membangun Indonesia yg kuat dari keluarga, penerbit Tangga Pustaka)

Hal ini juga ternyata di benarkan berdasarkan teori neuro sains (Teori Sains Otak) yg mengatakan bahwa sistem syaraf otak anak kita akan merespon hal-hal apa yg paling sering di terima oleh sistem indra penerimanya, dan hal tersebut akan mempercepat proses pertumbuhan hormon2 terkait. Sehingga pada akhirnya ini akan memicu munculnya fenomena seks matang dini. Mungkin ini mirip dengan perumpamaan buah yg di petik dan di peram atau di Karbit agar lebih cepat matang atau matang dipercepat sebelum waktu alamiahnya.

Masalahnya jika hal ini sudah terlanjur terjadi apa yg perlu kita lakukan?

Langkah pertama tentu saja sy menganjurkan para orang tua sedapat mungkin tidak memarahi anaknya, karena marah hanya akan menyebabkan anak tidak mau bercerita pada kita orang tuanya dan mungkin ia memilih cerita pada orang lain atau temannya, ini akan menjadi jauh lebih tidak terkendali dan bisa lebih berbahaya.

Langkah kedua adalah tenang dalam menanggapinya, bahkan berikan rasa antusias dan ketertarikan kita untuk mendengar lebih dalam ceritanya dan asal-usulnya.

Langkah ketiga adalah hanya bertanya dan terus menggali tanpa marah, mencela, menuduh atau menyanggah.

Langkah2 komunikatif tersebut di atas, kami sebut Probing (menggali) telah di tuangkan secara detail dalam buku kami yg berjudul "Mendidik anak zaman sekarang itu ternyata mudah lho... Asalkan tau caranya" diterbitkan oleh Tangga Pustaka. cara2 ini telah berhasil di praktekan oleh para orang tua yg pernah mengikuti Parenting ini.

Semakin ramah kita pada anak maka semakin mudah kita menggali informasi dari anak, semakin lengkap informasi maka semakin mudah kita melakukan tindakan penyelamatan.

Ingat anak akan jauh lebih mudah diarahkan jika kita lebih ramah dan bersahabat ketimbang kita marahi dan hukum.

Langkah berikutnya adalah Pencegahan, kami menganjurkan para orang tua untuk memilihkan makanan yg lebih alami tanpa hormon pertumbuhan. Dan yg jauh lebih penting adalah menghindari anak dari melihat tontonan atau tayangan yg memicu pertumbuhan hormon2 seksual anak sebelum waktunya. Baik melalui TV, Bacaan komik porno juga Game2 yg berisikan kekerasan dan pornografi.

Sebenarnya seks sendiri adalah sesuatu yg netral, Ia akan menjadi cenderung negatif manakala hadir tidak pada tempatnya dan belum waktunya,

Sesungguhnya jika kita mau, Seks itu bisa kita arahkan responsenya menjadi Sains biologi yg menjadi fungsi kerja bagian otak kiri anak, misalnya dengan memberi penjelasan ke arah sistem reproduksi yg terdapat pada hewan dan tumbuhan. Sementara Seks akan mengarah pada pornografi jika yg ditampilkan adalah bentuk2 visual imaginasi dan erotisme (yg menjadi bagian dari fungsi kerja otak kanan anak).

Masalahnya adalah pada masa anak2 biasanya mereka cenderung bereaksi dominan dengan otak kanan (visual)nya, jadi jika mereka melihat adegan seks tanpa bimbingan dari orang dewasa yg tepat (ortu dan guru) maka mereka langsung merespon hal tsb sebagai erotisme.

Untuk anak-anak usia dini akan jauh lebih baik jika pembicaraan seputar seks dan hubungan lawan jenis di arahkan pada Sains Biologi dan kedokteran ketimbang pada visualisasi imaginasi, hanya sayangnya tayangan televisi kita malah melakukan sebaliknya..

Ketika anak sudah terlanjur melihat dan bertanya seputar ketertarikan lawan jenis dan aktivitas seksual sebaiknya tidak perlu panik dan ditutup-tutupi, sedapat mungkin kita mengarahkan penjelasan kita pada sisi sains dari organ seks dan hubungan seks misalnya dengan menjelaskan proses reproduksi, kemudian sedapat mungkin mengajak anak untuk mengeksplorasi aktivitas reproduksi misalnya pada serangga, pada beberapa jenis ikan, berbagai macam tumbuhan dan sebagainya agar setiap ia melihat aktivitas seksual ia terbiasa untuk melihatnya sebagai sebuah aktivitas sains biologi yg alami.

Selain itu kita juga bisa menambahkan penjelasan tentang efek2 penyakit yg ditimbulkan akibat aktivitas sexual yg tidak sehat berikut contoh2 gambar yg kita ambilkan dari buku2 sains kedokteran. Jika ini yg lebih sering kita lakukan dan perlihatkan pada anak maka otak kiri anaklah yg akan jauh lebih dominan bekerja manakala datang pengaruh dari luar yang berbau pornografi dan seksual.

Cara inilah yg juga kami terapkan di sekolah kami dan pada orang tua yg menyekolahkan anaknya disana, karena proses ini perlu kekompakan antara orang tua dan pihak guru disekolahnya untuk membentengi anak kita dari fenomena bahaya sex matang dini yg saat ini marak terjadi dimana-mana.

Senin, 30 Juni 2014

CURRICULUM VITAE, SANG JENIUS DUNIA LEONARDO DA VINCI



TERNYATA DA VINCI BUKANLAH ANAK YANG BELAJAR CALISTUNG DI USIA DINI DAN TIDAK PERNAH PUNYA IJAZAH DAN GELAR

Kali ini kita akan berbicara tentang seorang jenius luar biasa sepanjang zaman..... Leonardo Da Vinci

Para orang tua dan guru yang saya cintai...

Tony Buzan mengatakan, bahwa jika anda bertanya siapakah manusia paling jenius sepanjang jaman, maka Leonardo Da Vinci lah orangnya;

betapa tidak; Da Vinci menjadi Maestro di berbagai bidang, mulai dari seni lukis, kedokteran, Anatomi, Botani, Geologi, Fisika, Filsafat, Ahli Strategi Militer, Arsitek, Penunggang Kuda yang handal, Ilmuan yang bertubuh Altelis tidak seperti kebanyakan ilmuwan, Da Vinci juga ahli dalam merancang benteng-benteng pertahanan, sekaligus juga perancang senjata, bahkan Helikopter yang ada sekarang ini rancangan prototipenya dibuat oleh Da Vinci, dan yang jauh lebih menakjubkan Leonardo Da Vinci juga sekaligus ahli dalam memasak dan ahli membuat kue-kue untuk pesta, berikut dekorasi ruangannya..

Para guru dan orang tua yang berbahagia, Sungguh Manusia yang Luar Biasa !

Dan yang begitu menakjubkan bagi saya adalah saat membaca Curriculum Vitae yang pernah dibuat Leonardo Da Vinci pada tahun 1482, kepada Ludovico Sforza penguasa kota Milan; yang berhasil di abadikan dalam buku biography yang ditulis oleh Georgy Vasari.

Mari kita perhatikan cuplikan dari Curiculum Vitae-nya,

========================================

Yang Mulia, kini setelah cukup melihat dan mempertimbangkan bukti-bukti yang ditunjukkan oleh mereka semua yang menganggap dirinya pakar dan penemu peralatan perang dan mendapati alat tersebut ternyata tidak ada yang luar biasa dari yang biasa digunakan, maka saya memberanikan diri tanpa prasangka pada siapapun untuk menulis surat kepada yang Mulia dalam upaya untuk menyampaikan temuan-temuan saya, mendemonstrasikan dan menyerahkan pada yang Mulia diwaktu yang tepat,

Saya memiliki rancangan jembatan yang sangat ringan dan kuat serta cocok dan sangat mudah untuk dibawa-bawa dan digunakan dalam pertempuran.Jika suatu tempat dikepung, saya tahu bagaimana memotong air dari salurannya, dan membangun tangga-tangga dan alat lain yang tak terbilang jumlahnya dalam waktu singkat.Andaikan karena tinggi tembok dan kuatnya suatu benteng hingga mustahil untuk dihancurkan dengan pengeboman, saya tahu cara menghancurkannya bahkan andaikanta benteng tersebut dibuat dari batu cadas sekalipun.

Saya juga memiliki rancangan untuk membuat kanon yang dapat melontarkan peluru yang banyaknya seperti hujan.Seandainya pertempuran terjadi di laut maka saya telah memiliki rancangan kapal yang dapat menahan tembakan meriam bahkan yang paling berat sekalipun.Untuk menembus benteng lawan, saya dapat membuat lorong dalam tanah yang bisa menembus sungai sekalipun, dan dibuat tanpa bersuara.

Dan kelak pada waktu damai, saya akan dapat menjadi arsitek kota yang merancang dan membangun karya-karya indah baik untuk keperluan publik ataupun pribadi.Sayapun mampu pula untuk membuat patung dari marmer, perunggu, tanah liat serta melukis, dimana karya saya boleh diadu oleh siapapun yang ahli dibidangnya.Selain itu juga saya akan membuatkan bagi anda sebuah patung kuda yang terbuat dari perunggu sebagai lambang kemulian dan penghormatan abadi.

Yang Mulia apa bila saat ini ada sesuatu yang anda tugaskan pada orang lain dan ia tidak sanggup melakukannya, maka perkenankanlah saya melakukannya untuk anda, untuk menyelesaikannya di tempat manapun yang anda kehendaki.

Yang Mulia Kepada andalah saya mengabdi dengan segala kerendahan hati.

Leonardo Da Vinci
========================================

Para orang tua dan guru yang saya cintai,

Menurut anda, selama lebih dari 500 tahun terakhir hingga saat ini, adakah kurikulum vitae yang berhasil menandingi kurikulum vitae yang pernah dibuat oleh Leonardo Da Vinci ini.

Tapi tahukah anda bahwa orang yang sehebat ini ternyata adalah bukan produk dari Sekolah manapun; Meskipun ia Jenius hampir disemua bidang, namun tak satupun gelar menempel di pundaknya,

Menurut catatan sejarah Leonardo dilahirkan dari Ayah Bangsawan dan ibu dari bukan Bangsawan. Dengan kondisi yang seperti ini, pada zamannya Leonardo tidak boleh bersekolah. Oleh karenanya Da Vinci kecil tidak pernah di paksa oleh kakeknya untuk bisa Membaca, Menulis dan Berhitung di usia dini.

Kakek-nyalah yang dengan sabar dan penuh cinta kasih mendidik dan membesarkan Da Vinci, mengirimnya untuk belajar langsung kepada seniman-seniman hebat pada zamannya.

Sepanjang hidupnya Leonardo belum pernah mengetahui dan mengenyam dunia persekolahan, namun ternyata kakeknya telah berhasil mencetak Leonardo kecil menjadi seorang Jenius Dunia dihampir semua bidang, jauh melampaui lulusan “Summa Cumlaude” dari sekolah terbaik manapun di dunia ini.

Sungguh luar biasa...! hingga saat ini belum kita temukan sebuah sekolahpun yang berhasil mencetak manusia sekaliber Leonardo Da Vinci.

Tapi rasanya tidaklah mengherankan...., karena sekolah-sekolah yang ada pada umumnya justru lebih gemar memberikan lebel gagal pada anak didiknya ketimbang mecetak mereka menjadi maestro dunia.. begitulah yang dikatakan oleh Thomas Amstrong sang penulis buku Sekolah Para Juara.

Para guru dan orang tua yang saya cintai...!

Mari kita belajar dari SEJARAH... dan marilah kita berkaca pada SEJARAH, agar kita bisa membuat sejarah baru yang gemilang bagi masa depan pendidikan anak-anak kita...

-ayah edy-
Founder Indonesian Strong from Home
www.ayahkita.com
www.ayahedy.tk



MENGAPA POTRET NEGERI KITA JADINYA SEPERTI INI ?


Di jalan raya banyak motor dan mobil saling menyalip satu sama lain.
Mengapa..?
Karena dulu sejak kecil di rumah dan di sekolah mereka dididik untuk menjadi lebih cepat dan bukan menjadi lebih sabar, mereka dididik untuk menjadi yang terdepan dan bukan yang tersopan.

Di jalanan pengendara motor lebih suka menambah kecepatannya saat ada orang yang ingin menyeberang jalan dan bukan malah mengurangi kecepatannya.
Mengapa..?
Karena dulu sejak kecil di rumah dan di sekolah anak kita setiap hari diburu dengan waktu, di bentak untuk bergerak lebih cepat dan gesit dan bukan di latih untuk mengatur waktu dengan sebaik-baiknya dan dibuat lebih sabar dan peduli.

Di hampir setiap instansi pemerintah dan swasta banyak para pekerja yang suka korupsi.
Mengapa..?
Karena dulu sejak kecil di rumah dan di sekolah anak-anak di didik untuk berpenghasilan tinggi dan hidup dengan kemewahan mulai dari pakaian hingga perlengkapan dan bukan di ajari untuk hidup lebih sederhana, ikhlas dan bangga akan kesederhanaan.

Di hampir setiap instansi sipil sampai petugas penegak hukum banyak terjadi kolusi, manipulasi proyek dan anggaran uang rakyat
Mengapa..?
Karena dulu sejak kecil di rumah dan di sekolah mereka dididik untuk menjadi lebih pintar dan bukan menjadi lebih jujur dan bangga pada kejujuran.

Di hampir setiap tempat kita mendapati orang yang mudah sekali marah dan merasa diri paling benar sendiri.
Mengapa..?
Kerena dulu sejak kecil dirumah dan disekolah mereka sering di marahi oleh orang tua dan guru mereka dan bukannya diberi pengertian dan kasih sayang.

Di hampir setiap sudut kota kita temukan orang yang tidak lagi peduli pada lingkungan atau orang lain.
Mengapa..?
Karena dulu sejak kecil di rumah dan disekolah mereka dididik untuk saling berlomba untuk menjadi juara dan bukan saling tolong-menolong untuk membantu yang lemah.

Di hampir setiap kesempatan termasuk di face book ini juga selalu saja ada orang yang mengkritik tanpa mau melakukan koreksi diri sebelumnya.
Mengapa..?
karena dulu sejak kecil di rumah dan disekolah anak-anak biasa di kritik dan bukan di dengarkan segala keluhan dan masalahnya.

Di hampir setiap kesempatan kita sering melihat ada orang "ngotot" dan merasa paling benar sendiri.
Mengapa..?
karena dulu sejak kecil di rumah dan sekolah mereka sering melihat orang tua atau gurunya "ngotot" dan merasa paling benar sendiri.

Di hampir setiap lampu merah dan rumah ibadah kita banyak menemukan pengemis
Mengapa..?
Karena dulu sejak kecil di rumah dan disekolah mereka selalu diberitahu tentang kelemahan2 dan kekurangan2 mereka dan bukannya di ajari untuk mengenali kelebihan2 dan kekuatan2 mereka.

Jadi sesungguhnya potret dunia dan kehidupan yang terjadi saat ini adalah hasil dari ciptaan kita sendiri di rumah bersama-sama dengan dunia pendidikan di sekolah.

Jika kita ingin mengubah potret ini menjadi lebih baik, maka mulailah mengubah cara mendidik anak-anak kita dirumah dan disekolah tempat khusus yang dirancang bagi anak untuk belajar menjadi manusia yang berakal sehat dan berbudi luhur.

Di olah kembali dari tulisan George Carlin seorang Comedian pemerhati kehidupan.

***Jika artikel ini dirasakan bermanfaat silahkan di sharing kepada siapa saja sebanyak-banyaknya.

Mari kita belajar terus dan terus belajar untuk menjadi orang tua dan guru yang lebih baik agar potret negeri kita bisa berubah menjadi lebih baik mulai dari kita, keluarga kita dan sekolah kita sendiri.

Download gratis talkshow2 parenting ayah edy di www.ayahedy.tk
Kunjungi web ayah Edy di www.ayahkita.com
Bergabung bersama relawan kami fb. Cak Too Ayahe Chelse-KaNaya

Salam syukur penuh berkah,
ayah edy

"Ayah Edy, I am Coming Home !" sapa Nia dari ujung sana...





"Ayah I am Coming Home !!", "Aku ingin ketemuan sama ayah, banyak cerita baru yang menarik yang ingin aku share pada ayah"

Itulah ucapan Nia saat pertama kali menjejakkan kakinya di Indonesia, yg menghubungi kami kira2 3 hari yang lalu.

SIAPAKAH NIA ?

Kira2 lima tahun yg lalu seorang ibu datang ketempat kami di Bogor bersama anaknya, Nia namanya, yg waktu itu masih diduduk di Bangku kelas 3 SMP untuk berkonsultasi, dengan masalah utama adalah hampir semua mata pelajaran harus REMEDIAL untuk bisa memenuhi syarat minimal kelulusan.

Yang menjadi kegundahan hati orang tuanya adalah karena prestasi dan nilai rata2 anaknya disekolah yg katanya pas-pasan, dan sering sekali ikut tes Remedial.

Beliau berkata, meskipun biaya sekolah sekarang sangat mahal, kami sebagai orang tua sebenarnya tidak keberatan asalkan anaknya menunjukkan prestasi yang baik di sekolah.

Lalu selama 2 jam kami mengajak ibunya untuk lebih berfokus pada keunggulan yg dimiliki puterinya ketimbang terus mempermasalahkan kekurangan demi kekurangannya.

Setelah meyakinkan sedemikian rupa akhirnya hari itu juga berhasil kita berhasil menemukan POTENSI EMASNYA yaitu MENARI.

Dari haril pemetahan singkat kami bersama Nia, tidak di ragukan lagi bahwa ia memiliki potensi dan sekaligus mimpi besar untuk menjadi seorang PENARI DUNIA.

Dan tentu saja untuk itu ia harus berusaha dan sy wajibkan untuk berlatih keras dan mencari sekolah tari yg terbaik yg ada di dunia. Waktu itu kami berdua memutuskan aliran tarinya adalah Hiphop Modern yg di padu dengan Balinese Dance.

Singkat cerita persiapan dimulai.... hanya orang tuanya kembali tidak yakin.. karena pengaruh saudara2nya. Beliau curhat...

Piye iki ayah (krn beliau orang Surabaya) aku bingung dan ragu, karena keluargaku itukan sangat akademis sekali rata2 S3, mereka malah memarahi aku katanya apa2an ini kok anak malah disuruh sekolah nari.... Mau jadi apa nanti anakmu dengan narinya itu..

Trus yg kedua adalah Nia kan baru kelas 3 SMP lah kalo sekolah nari di luar negeri kan berarti tidak bisa lagi melanjutkan sekolahnya ke SMA. Kata keluarga saya; kamu ini gimana sich...Bikin malu keluarga besar kita saja. Wong jaman sekarang kok punya anak cuma lulusan SMP.

1 Jam lebih kami berusaha memberikan penjelasan yg meyakinkan, hingga akhirnya sang ibu kembali berani lagi melanjutkan renca bersama anaknya.

Jadilah akhirnya ia mengikuti Audisi Sekolah Tari di New York...., namun sayangnya bekal ilmu tari dari Indonesia belumlah cukup, hingga ia belum berhasil dan kalo tidak salah hanya bisa menempati urutan 3 terakhir dari belakang.

Kembali anak ini pulang ke Indo menemui saya bersama ibunya dan berkata: "Ayah gak usah sekolah di tempat yg terbaik ya.... , di tempat lain saja ya..yg pentingkan sekolah Nari juga. karena tesnya terlalu sulit dan ketat. Aku kayaknya gak sanggup deh..."

Lalu saya katakan; "Nia begini ya...kalau kamu masih mau di bimbing sama ayah." "Now Way !!! kamu tetap harus tembus Sekolah Tari yg terbaik". Kata saya tanpa kompromi.

"But Why ayah...?? Kenapa harus di sekolah terbaik "

"Karena ayah ingin kamu jadi orang nomer satu dan yg terbaik untuk mimpi kamu !!"

"Kenapa harus yg terbaik? Nia masih terus mencecar saya, penasaran.?"

"Nia..., sekarang ayah mau tanya, kamu tahu gak siapa Orang nomer satu di Amerika !!" Dengan cepat dia menjawab; "Obama !! " "Sekarang kamu tahu gak siapa wakilnya...?" tanya saya lagi. Dia kebingungan dan tanya sama maminya.... dan keduanya jadi kebingungan menebak2 dan tidak ketebak.

"Itulah Nia, pentingnya jadi orang nomer satu dan terbaik di bidangnya, kalau jadi orang nomer dua, masih menjabat saja orang-orang tidak ada yg tahu namanya."

Tanpa banyak tanya lagi Nia langsung berkata, Oke ayah aku akan Tembus Sekolah itu dengan cara apapun yg bisa akulakukan.

Jadilah akhirnya anak ini langsung bekerja keras menembus sekolah tersebut yakni dengan mengikuti PROGRAM PELATIHAN AUDISI TARI langsung di New York selama 3 bulan.

Wah ibunya datang lagi kepusingan..., "Piya iki ayah, bagaimana mungkin anak perempuan baru 3 SMP sendirian 3 bulan ada di negeri orang....??"

Mulai muncul berbagai ketakuan.... "nanti bagaimana kalau terjadi.....ini dan itu...."

Hingga akhirnya orang tua dan anak ini buat Agreement di saksikan oleh saya bahwa semua KETAKUTAN orang tuanya itu akan di jaga tidak akan terjadi.

Singkat cerita.... Nia akhirnya Tembus !!!! ia kembali ke Indonesia bertemu saya dengan air mata bangga bercampur haru.... "Ayah aku bisa !!" Katanya. "Yes !" jawab saya ! " kamu pasti bisa Ni Ayah yakin kamu pasti bisa !!! "

"Kenapa ayah begitu yakin aku bisa ?" dia balik bertanya. "Ya karena kamu Anak Indonesia Nia !!!!"

Nia terbelalak kaget dengan jawaban saya. "Memangnya kenapa kalo anak Indonesia ?" dia bertanya penasaran.

"Ya menurut pengalaman Ayah Anak2 Indonesia itu Jarang ada yg gagal jika bersekolah di luar negeri, bahkan sering menjadi papan atas di sekolahnya."

Singkat cerita perjuangan pun dimulai.....

Satu tahun berlalu.... terdengar kabar... Nia masuk 10 besar penari di sekolahnya.

4 tahun berlalu...

Tiba2 di suatu pagi Handphone saya berdering..... di ujung sana terdengar suara seorang perempuan muda dengan nada lembut berkata.

"Ayah ini aku Nia..Aku baru aja sampai di Indonesia, aku ingin ajak ayah makan malam, please bisa ya..., Aku punya banyak sekali cerita untuk ayah, can't wait to see you ayah !"

Segera saja saya menyanggupinya....

Setelah telp di tutup tak sadar mata saya basah karena haru, bahagia dan bangga bercampur aduk di dalamnya. Karena belum lama saya baru saja melihat kisah seorang guru yg di ajak makan malam oleh salah seorang muridnya yg sudah berhasil. Yang berjudul "Its time for dinner".

dialamat sbb: http://www.youtube.com/watch?v=l48FyAmQNOc

Tibalah saat makan malam itu, Nia datang dengan wajah ceria, dengan penampilan seorang seniman. Sambil menemani saya berbuka puasa, Nia bercerita dengan berapi-api tanpa putus saya mendengarkan dia bercerita jadi terbawa semangat pula,

Nia bercerita betapa segala rencana yg dulu pernah dibuatnya bersama saya lima tahun yg lalu satu persatu mulai terwujud jadi kenyataan.... "Manakjubkan ya ayah!!" katanya...mengenang.

Nia juga bercerita jika kini dia tidak hanya menjadi seorang penari yg membawakan tema Hiphop yg dipadu dengan Baliness, melainkan sudah menjadi seorang Director Choreography di usianya yg baru 19 tahun. Dan sedang merintis sebuah Production House di sana.

Saking asiknya mendengarkan ceritanya, tak sadar 2,5 jam waktu berlalu tanpa terasa. Ayahnya sampai iri dan berkata.... "Nia itu kok bisa ya cerita begitu terbukanya sama ayah padahal kalo sama kita dia gak banyak cerita apa-apa lho.."

Ya Tuhan... anak SMP yg dulu nilainya pas-pasan itu kini telah menjadi seorang Director Choreography di Los Angles, California di usianya yg masih amat sangat belia.

Ya Tuhan meskipun aku bukan ayah kandungnya, aku merasa begitu luar biasa bahagianya, bangga sekaligus bersyukur....

Satu anak Indonesia telah berhasil mewujudkan mimpi terbesarnya, yg kelak akan mengharumkan nama keluarga dan bangsanya.

Ya Tuhan aku semakin yakin lagi terhadap kemampuan anak-anak Indonesia !

Ya Tuhan Doa ku.... Semoga kelak akan ada lebih banyak lagi anak2 Indonesia yg berhasil meraih mimpi2nya untuk menjadi anak-anak kelas dunia yg membanggakan keluarga dan bangsanya...!

Tentunya semua ini bisa terjadi karena dukungan penuh dari kedua orang tuanya yg luar biasa !

Let's Make Indonesian Strong from our Home !!!

Bagaimana ayah dan orang tua Nia berhasil menjadikan Nia sebagai seorang Direktur Muda, telah di tulis lengkap dalam buku yang berjudul MEMETAKAN POTENSI UNGGUL ANAK SEJAK DINI.

Bukunya bisa di pesan via fb ini silahkan bergabung dulu di sini:https://www.facebook.com/NBTravelnTour

Berhadiah 1 CD Talkshow Kompilasi Parenting ayah edy senilai
Rp. 600.000





APAKAH SALAH JIKA ANAKKU SEPERTI INI ? TRUS AKU HARUS BAGAIMANA ?


Ayah Edi yg baik, aku punya anak usia 4 tahun, duh... gak pernah bisa diam, gerak terus setiap saat, kata orang2 Anak Hiperaktif, dah gitu anaknya cepat marah dan suka teriak2 jika sudah marah. Aku kadang sabar... tapi lama2 kepancing juga deh jadi marah akhirnya ya gitu..., gimana ya... ngatasi anak yg seperti ini..? please help me dong ayah..?
Nita - Surabaya

Bu Nita yg baik, mengapa harus diatasi? Justru Anda harus bangga karena anak-anak seperti ini mempunyai stamina kuat, termasuk fisik dan kemampuan berpikirnya. Kalau kita atasi, berarti kita melumpuhkan kemampuannya yang luar biasa itu.

Jadi yang tepat, bukan diatasi melainkan disalurkan. Kalau ke pusat perbelanjaan, ajaklah anak ke arena bermain yang memungkinkannya untuk bergerak. Begitu juga saat liburan tiba. Ajaklah ke taman, pantai, dan permainan outdoor, pasti ia akan senang sekali.

Dan ketika mencarikan sekolah untuknya, pilihlah sekolah alam karena lebih cocok dengan tipologinya. Kelak pun ia lebih tepat berkarir di luar ruang, mengingat dirinya tidak bisa duduk diam.
Ibu juga bisa menyalurkan energi berlebihnya dengan mendaftarkan anak ikut ekstra kurikuler yang memiliki banyak kegiatan luar ruang, misalnya bela diri, renang, basket, dan sebagainya. Atau, belikan mainan yang membuatnya aktif seperti sepeda dan bola.

Mengenai sifatnya yg pemarah, langkah pertama yang kita bisa lakukan adalah mengetahui apa yang menyebabkan anak marah. Penyebab kemarahan anak ada bermacam-macam, di antaranya: ada hal yang tak sesuai harapannya, orangtua yang ingkar janji, cemburu karena saudaranya lebih diperhatikan oleh orangtua, dipaksa melakukan sesuatu, dan meminta perhatian mungkin tanpa sadar kita terlalu sibuk di depan layar laptop, atau tak mau mengalihkan pandangan dari BB.

Jika sudah jelas penyebab kemarahannya, akan lebih mudah menyikapinya. Kalau ia marah karena ada sesuatu yang tidak sesuai dengan harapannya, mintalah secara baik-baik agar anak melaporkan atau memberitahukan pada orangtua atau orang dewasa lain yang ada di rumah.

Anda bisa mengatakan, “Nak.... kalau nanti kereta apinya rusak, bilang sama mama, ya. Kalau kamu banting keretanya malah tambah rusak....”

Katakanlah pada orang dewasa di rumah yang membantu mengawasi anak, apakah itu pengasuh, kakek-nenek, atau kakak-adik kita, yang nantinya menjadi tempat anak mengadu permasalahannya, untuk memberikan respon positif dan cepat. Mintalah kepada mereka untuk tidak mengeluarkan komentar negatif, seperti yang bernada merendahkan atau meremehkan, misalnya,”Masa begini saja nggak bisa,” atau “Kamu payah, ah. Begitu saja nangis!”

Tetapi tanggapilah dengan kata-kata seperti, “Bagus, kamu sudah mencobanya, sekarang kesulitannya di mana? Coba sini Kakek lihat?”
Atau,”Coba ceritakan sama Mbak, kayak apa masalahnya? Nanti Mbak coba bantu.”

Berikanlah kesempatan pada anak untuk bercerita sampai selesai, jangan dipotong, menyalahkan, apalagi menyudutkannya. Anak bukanlah seorang terdakwa yang tengah disidang di pengadilan. ia merupakan sosok yang masih perlu belajar dan dibimbing, jadi wajar saja kalau masih melakukan kesalahan, atau sulit melakukan sesuatu.

Selain itu, jangan menunda memberi respon, karena menunggu satu menit saja, bagi seorang anak ibarat menunggu selama satu jam. Lama bukan?

Anak memang bisa marah apabila ada suatu kejadian yang tidak sesuai dengan harapannya. Jangankan anak-anak, orangtua pun bisa marah jika harapannya tidak tercapai, bukan?

Namun Bu Nita jangan lupa. Sifat setiap anak berbeda. Ada anak yang mengekspresikan kemarahannya dengan gamblang, sehingga orang di sekitarnya tahu ia sedang marah, tetapi ada juga yang tidak bisa mengungkapkan kemarahannya itu, sehingga membuat bingung orangtua.

Kalau ini yang terjadi, bu Nita bisa ‘membaca’ kemarahan itu dari bahasa tubuh dan gerak-geriknya. Misalnya tidak mau keluar kamar, mogok makan, selalu cemberut, atau menangis terus-terusan tanpa diketahui sebabnya. Di sinilah ibu dituntut untuk peka dan mencari tahu secara perlahan apa penyebab tingkah aneh si anak.

Mintalah ia bercerita, apa yang dirisaukannya, atau apa yang membuatnya marah. Kalau ia belum mau bercerita, jangan dipaksa. Tunggu anak tenang dan mau mengungkapkan kekesalannya. Kalau ia malah menangis, tunggulah hingga tangisannya usai, biarkan emosinya lepas dahulu, sehingga nantinya ia nyaman bercerita. Dampingi terus anak dengan penuh kasih sayang dan tidak memaksakan kehendak.

Ada juga penyebab anak marah, karena ia belum dapat berbicara dan berbahasa secara baik, sehingga merasa kesulitan mengungkapkan apa yang dimaksudkannya. Orangtua pun tidak memahami keinginan si anak. Kalau ini yang terjadi, mintalah anak sebisa mungkin mengadukan kesulitannya. Kalau pun sulit bicara, mintalah ia mencontohkan, atau membimbing tangan ibu melalui gerakan. Bagaimana pun ikatan emosional yang kuat akan memudahkan ibu memahami keinginan anak, meskipun ia memakai bahasa isyarat sekalipun.

Kunci berikutnya yang penting adalah bersabar. Anak-anak kita sedang belajar mengembangkan sistem emosinya, Jika ibu terbawa emosi juga, maka anak pun belajar memelihara amarahnya, bukan mengendalikannya.

Bagaimana, Bu Nita, mudahkan ? coba dulu dech nanti lama-lama akan terbiasa.


SEPUCUK SURAT DARI BUNDA IDA SYAFRIDA HARAHAP


SEPUCUK SURAT DARI BUNDA IDA HARAHAP
Sekolah yang menemukan Potensi Emas dalam diri setiap anak

Dear Ayah Edy...
Semoga Ayah sekeluarga senantiasa mendapat kekuatan & kebaikan dalam berbagi manfaat...

Ayah... Kiran sudah menerima report semesternya di kelas PGB SI Bogor. Puji syukur Ayah, saat konsultasi pun sudah kami lalui dg baik. Karena dari hasil sharing dg Miss, tidak ada hal yg jauh berbeda antara Kiran saat di rumah dg di sekolah.

Perbedaannya bukanlah hal yg mendasar. Karena saya masih menunggui Kiran sekolah, saya cukup tahu jika Kiran masih belum banyak berinisiatif melakukan komunikasi verbal.

Padahal saat di rumah, banyak hal yg sudah dia nyatakan dalam bahasa verbal. Tanpa perlu kami arahkan.

Namun, ternyata dari sini Miss menangkap kelebihan Kiran. Saat ditanya apakah Kiran senang? Kiran belum mau menjawab. Namun, saat asyik menulis, Kiran justru menuliskan jawabannya...

Ya... Kiran memang senang sekali menulis angka atau kata-kata yg dia tahu. Namun, saya baru tahu kalau itu bisa jadi alat komunikasi yg efektif.

Terlepas dari kelebihannya itu, kami memang sudah tidak fokus pada kelemahan verbal Kiran Ayah...

Karena saya ingat kata-kata Ayah... "manusia pada dasarnya makhluk yg bisa berbicara..."
"Berbicara adalah statement,... komunikasi adalah bertanya..."

Dan saat ini komunikasi bisa dilakukan dengan banyak cara & media

Ya... cukup sudah kami menuntut Kiran bicara lancar & jelas. Menyusun kalimat dg baik & benar. Karena kami tahu trik paling ampuh agar Kiran mampu berkomunikasi. Yaitu, dengan bermain...berkreasi... berimajinasi...

Itulah kini yg kami upayakan Ayah... agar Kiran bahagia dalam dunianya... memfasilitasi dia bebas bermain... berkreasi... & berimajinasi. Dengan begitu, kami berharap dia akan merasa bahagia. Tanpa kami sadari... sudah banyak perkembangan verbal Kiran. Setidaknya, Kiran sudah punya inisiatif dalam berkomunikasi... bertanya... mencari tahu... menemukan hal baru...

"Ayah juga main..."
"Ijin Zita..."
"Terimakasih Bunda..."
"Ke rumah nenek..."
"Boleh minta kertas?"
"Itu apa?"

Itulah kalimat singkat yg seringkali teruntai...

Dengan gaya bahasanya... yang bisa saja sedikit terdengar 'aneh' bagi yg lain... tapi sungguh indah bagi kami...

Setiap kata dari mulutnya adalah petunjuk bagi kami... agar senantiasa bersyukur... senantiasa belajar dari proses yg kami jalani... senantiasa mendengar setiap pesan Tuhan...

Ya Ayah... sekarang kami sangat yakin... Kiran sempurna... karena diciptakan oleh Sang Maha Sempurna... tak kurang satu pun... tapi justru tersimpan banyak nilai...

Dan PR kami sebagai orangtua tuk memberikan "kompas kehidupan" bagi anak-anak kami... (saya suka istilah Ayah Edy ini...)

Terimakasih... terimakasih... terimakasih Ayah Edy... dan Miss di SI... semoga Tuhan senantiasa memberi kekuatan agar bisa terus melebarkan sayap kehidupan anak-anak kita...

Peluk sayang dari Kiran untuk Ayah Edy & Ananda tercinta...

BALASAN SINGKAT DARI AYAH EDY:

Terharu kami membacanya Bunda, betapa indahnya kisah ini bagi kita, dan jika bunda mengizinkan kami mengsharenya via fb, mungkin kisah ini bisa menginspirasi dan mencerahkan lebih banyak orang tua Indonesia.

Berkejasamalah terus dengan Miss2 yang luar biasa di Sekolah Star-International Cibubur, maka InsyaAllah, perlahan tapi pasti anak kita akan terus memunculkan kehebatan demi kehebatan yang tersimpan dalam dirinya. Dan InsyaAllah bunda akan semakin bersyukur dengan segala anugrah yang diberikan Tuhan padanya.

Tugas kita bukanlah menuntut apa lagi menghakimi anak, Tugas kita adalah membaca Tanda-tanda kebesaran Tuhan yang ada dalam setiap gerak dan tingkah lakunya, memfasilitasi dan mendukungnya. Dan memberikan kompas kehidupan agar ia bisa menuju arah fitrah kehidupan yang benar. Sebagaimana yg tertulis dalam Surat Al Fatihah.

Peluk sayang juga untuk Kakak Kiran dan berbahagialah kamu nak punya bunda yang luar biasa dan berkenan untuk belajar menjadi orang tua yang lebih baik dari waktu ke waktu.

Salam syukur penuh berkah,
ayah





OBROLAN PARA ORANG TUA PASCA BAGI RAPORT SEKOLAH



Hari ini kami baru saja kumpul2 keluarga besar di rumah Eyang anak-anak kami, dan seperti biasa obrolan utama kali ini berkisar seputar hasil ujian dan rangking di sekolah.

Pembicaraan menjadi sangat meriah untuk menceritakan cucu2 yang dapat rangking dan terutama yang dapat Rangking 1. Juga tentang Hadiah dan rencana liburan.

Lalu saya tanya istri saya, nggak ikutan nimbrung ? dia balik tersenyum "untuk apa" katanya. "Saya ndak lagi perlu untuk mempermasalahkan itu kok, toh secara barometer kecerdasan yg pernah disampaikan ayah yakni, Tingkat kreatifitas, Inisiatif dan attitude anak kita tidak kalah dan bahkan mungkin jauh lebih unggul meskipun tanpa di skoring, lihat saja eyangnya yg dulu begitu membanggakan cucunya yang rangking tapi sekarang malah memuji kehebatan anak kita meskipun tidak sekolah formal, dan memilih jalan home schooling."

"Rupanya Eyang sudah mulai sadar dan terbuka karena merasakan langsung perbedaan nyata antara prilaku anak kita dan cucu-cucu lainnya, antara penilaian angka di raport dengan realitas di kehidupan nyata."

Hari ini Dido (anak pertama kami) datang tidak memberikan nilai rapornya melainkan membawa hasil karyanya untuk di hadiahkan langsung pada Eyangnya sebagai raport dalam bentuk hasil karya portofolio. Dan segera saja dengan bangga langsung di pajang di dinding oleh Eyangnya.

Alhamdullilah ya Alloh, pikiran kami berdua sudah sepaham, sejalan dan selaras dalam membimbing anak-anak kami untuk bisa mendapat pendidikan terbaik.

Padahal konon menurut sejarah dulu saat masih bersekolah Istri saya itu selalu juara dan rangking 1 di setiap tingkatan sekolahnya.

Wah sebuah reformasi cara berpikir yang sungguh sangat menarik dan mengesankan dari seorang Istri yang selalu mendukung setiap langkah yang aku pilih untuk memberikan kompas kehidupan bagi keluarga dan anak-anakku.

Betapa bersyukurnya kami dianugrahi keluarga yang kompak dan saling mendukung berjalan seiring dan selaras.

Note: Jika seandainya anda punya pertanyaan seputar Home Schooling silakan klik kedua situs dibawah ini
1. www.ayahkita.blogspot.com
2. www.rumahinspirasi.com

Latarbelakang foto: Dido Melukis Sketsa dan Hasil Lukisannya

Klik: www.ayahedy.tk untuk download Talkshow Parenting Ayah Edy secara Gratis.


Selasa, 06 Mei 2014

PERTANYAAN2 YANG PALING SERING DITANYAKAN PARA ORANG TUA TENTANG HOME SCHOOLING/HOME EDUCATION.


Sahabat-sahabatku yang baik hati apa kabarnya ?

Kami melihat banyak pertanyaan yang sama, yang berulang-ulang kali di tanyakan tentang home schooling, nah izinkan sy menjelaskan berdasarkan keterbatasan pengalaman kami:

1. Home schooling itu kan mahal ayah dan hanya untuk orang-orang kaya ?
Home schooling itu seperti kita makan, kita bisa masak yang enak dengan biaya yang sangat murah tapi juga bisa dengan biaya yang di seseuaikan dengan kantong kita masing-masing. Kuncinya adalah bukan pada bahan apa yang dioleh melainkan pada kemampuan mengolah bahan2 tersebut. Sepeti kebanyakan ibu kita dulu di kampung, meskipun bahannya di peroleh hanya dari kebun sekitar yang murah2 saja, tapi rasanya wow luar biasa !! itulah home schooling. Jadi kuncinya belajarlah mengolah apa yang ada di sekitar kita sebagai bahan pembelajaran bagi anak kita itulah yang dulu dilakukan oleh ibunda Nancy Alliot untuk anaknya Thomas Edison .

2. Homeschooling itukan untuk anak bermasalah ?
Sejarah home schooling di Inggris dan Eropa dulu bukan karena anak-anaknya bermasalah tapi karena sistem sekolahnya yang lebih banyak membuat anak jadi bermasalah. Jadi dulu pertama kali ada home schooling di Inggris dan Eropa itu adalah untuk menyelamatkan anak masing-masing dari sistem pendidikan yang di anggap bermasalah kala itu oleh para orang tua yang peduli anak dan pendidikan. Jadi di Indonesiapun awalnya seperti itu, itulah mengapa orang yang pertama-tama memulai HS adalah Kak Seto, dan terus di ikuti oleh para intelektual pendidikan lainnya seperti bu Ratna Megawangi Istri Menag BUMN, Bunda Elly Risman dan bunda-bunda lainya yang peduli anak dan akhirnya di ikuti oleh siapa saja yang peduli anak.

3. Tapi mengapa saya banyak melihat dan mendengar bahwa jika anaknya bermasalah di Home Schoolingkan ?
Mungkin kita belum banyak kenal orang tua home schooling di Indonesia, sebagaian besar bukanlah orang tua yang anaknya bermasalah melainkan orang tua yang menyadari dan tidak ingin anaknya yang dulu baik kemudian menjadi bermasalah karena "peers pressure" atau tekanan pergaulan teman2 nya disekolah, semisal memaksa orang tua membelikan motor karena ia di ejek oleh teman2nya tidak punya motor, tidak punya BB, tidak punya Ipad dsb.

4. Apakah dengan Home Schooling anak pasti akan jadi orang sukses ?
Home Schooling guru utamanya adalah orang tuanya, jika orang tuanya mau terus belajar dan mau berubah menjadi lebih baik dari hari kehari dan memberikan teladan pendidikan yang baik untuk anaknya agar menjadi sukses maka InsyaAllah anaknya akan jadi orang sukses.  Itulah yang telah di tunjukkan sejarah pada kita tentang orang-orang sukses zaman dahulu yang gurunya adalah orang tuanya sendiri semisal Nabi Muhammad SAW, Nabi Ismail dan nabi2 lainnya. Thomas Alva Edison Jenius Dunia, Da Vinci, Buya Hamka, KH Hasyim Ashari, KH Wachid Hasyim dsb. Tapi jika orang tuanya tidak mau menjadi pembelajar dan tidak mau menjadi orang tua yang baik sebagai contoh bagi anaknya maka home schooling akan sangat merugikan anaknya karena orang tua adalah sumber utama teladan anak dalam proses home schooling.

5. Siapa yang mengajar ?
Karena namanya home schooling tentu saja yang utama sebagai pengajar adalah kedua orang tuanya, jika orang tuanya bekerja, bisa jadi salah satu orang tuanya, bila orang tuanya dua2nya bekarja, maka di inisiatifkan oleh Kak Seto untuk bisa datang ke komunitas home schooling dengan tempat yang di tentukan dan belajar bersama pengajar yang ada disana. Tentu saja jika kita sendiri tidak menjadi pengajarnya maka ada biaya tambahan, wajar bukan ?

6. Tapi sayakan orang bodoh mana mungkin bisa mendidik anak ?
Orang tua Thomas Edison juga bukan orang pintar dan ahli pendidikan, zaman itu belum juga ada internet tapi mampu melahirkan seorang ilmuan dunia. Padahal menurut cerita orang tuanya Single parent pula. Apa yang dilakukannya adalah meminta anaknya bertanya tentang apa saja yang ingin di ketahuinya dan ibunya berusaha mengajak Thomas Edison mencari buku2 yang bisa menjelaskannya, orang2 yang bisa mengajarinya dst. Dan akhirnya Thomaspun belajar sendiri tentang apa yang ingin di pelajarinya. Hingga akhirnya suatu ketika tidak ada lagi orang yang mampu menjawab pertanyaan Thomas tentang dunia ilmu pengetahuan yang sedang di gelutinya. Lalu apa kata ibunya: Thomas jika tak satupun orang bisa menjawab pertanyaanmu itu artinya Tuhan meminta kamulah yang menemukan jawabannya bagi orang lain. Karena kalimat itulah akhirnya Thomas Edison menjadi Ilmuan dengan 1000 temuan lebih yang dipatenkan atas namanya. Ingat kata kuncinya adalah belajar dimana saja, melalui apa saja dan pada siapa saja. Anak itu sudah pintar sejak lahir sepanjang dia masih punya rasa ingin tahu dan sering bertanya maka kita siap memfasilitasi dengan media belajar apa saja, siapa saja dan dimana saja yang kita bisa dapatkan.

7. Dimana letak HOME SCHOOLING ayah Edy ?
Home Schooling itu adalah belajar di rumah, di lingkungan rumah, di alam dan dimana saja, jadi jika ditanya dimana letaknya, ya yang pertama di Rumah Ayah Edy, kedua di lingkungan rumah ayah edy, ketiga dimana saja di alam semesta ini, ketika ayah edy pergi bersama anak-anaknya maka disitulah kelas dan tempat belajarnya dengan ayah edy sebagai tutor/mentor pendamping anak2nya belajar tentang kehidupan dan ilmu pengetahuan nyata.

8. Di tempat kami tinggal tidak ada home schooling ?
Pasti ada, karena Home schooling itu terletak dirumah yang kita tinggali tersebut. silahkan cari via google tentan info home schooling terdekat dengan tempat/lokasi kita tinggal atau segera bergabung di fb. Rumah Inspirasi untuk mendapatkan info lebih jelas lagi tentang HS di Indonesia. Jadi ingat bahwa HOME SCHOOLING BUKANLAH SEBUAH GEDUNG YANG DI BERI TULISAN BESAR2 HOME SCHOOLING (seperti sekolah). Homeschooling itu adanya dirumah kita sendiri.

9. Kurikulumnya bagaimana ?
Ada jenis home schooling yang mengadopsi kurikulum sekolah hanya di pelajari dirumah, tapi kurikulum home schooling kami Cuma 2 macam yang pertama adalah membangun prilaku moral anak yang baik dengan menjadikan orang tua sebagai contoh langsung yang ditiru anak, dan yang kedua adalah menemukan minat dan bakat anak kemudian mencarikan kursus dan sekolah yang bisa mengembangkan minat dan bakat tersebut. Sisanya bekerja sama dengan lembaga bimbingan belajar untuk mempersiapkan anak ikut ujian penyetaraan agar bisa mendapat ijazah untuk melanjutkan ke perguruan tinggi.

10. Ijazahnya bagaimana? apa bisa dapat izajah. ?
Ijazah resmi dari Departemen Pendidikan sama seperti izajah anak bersekolah formal, dan bisa digunakan untuk melanjutkan perguruan tinggi, dengan cara mengikuti ujian penyetaraan pada institusi yang di tunjuk (lebih lengkap silahkan bergabung di fb. Rumah Inspirasi)

11. Pergaulannya bagaimana ? nanti bisa2 jadi orang yg tidak pandai bergaul ?
Kemampuan bergaul anak itu bukan di tentukan oleh apakah ia Home Schooling atau sekolah formal, melainkan dari bawaan lahir anak. Ada anak yang bawaan lahirnya memang pandai bergaul dan ada yang lebih suka diam menyendiri di rumah atau di kamar. Cobalah perhatikan pasangan kita atau salah satu keluarga kita, yang kebetulan kurang pandai/kurang suka bergaul, apakah ia dulu sekolahnya Home Shooling?

Anak yang bawaan lahirnya pandai bergaul memang oleh Tuhan di persiapkan untuk profesi yang berhubungan dengan manusia dan sebaliknya anak yang tidak pandai bergaul biasanya memiliki kelebihan di bidang sain atau seni dan disiapkan oleh Tuhan untuk berprofesi di dalam ruangan tertentu untuk menghasilkan karya seni dan temuan-temuan sains.

12. Bagaimana kita ingin mendaftar Home Schooling dan umur berapa bisa dimulainya ?
(selengkapnya bisa ibu baca pada buku Apa itu home schooling, yang bisa di beli via fb. Rumah Inspirasi). Mulai dari balita hingga SMA, bahkan sekarang di Eropa sudah ada Homeschooling University.

13. Adakah anak yang home schooling yang hidupnya berhasil ?
Yang paling utama adalah Nabi Besar Muhammad SAW yang home schooling melalui Kakeknya kemudian dilanjutkan oleh Pamannya sebagai Tutor pendamping. Hanya saja zaman itu belum dikenal istilah home schooling. Yang lainnya, Leonardo Da Vinci jenius di segala bidang, Thomas Edison Jenius di bidak Elektrika Mekanika, KH Hasyim Ashari, KH Wachid Hasyim, Buya Hamka (tertulis di buku Home Schooling Kak Seto). Dan ada salah satu professor termuda di sekolah paling bergensi MIT di AS juga Home Schooling. Klik: http://en.wikipedia.org/wiki/Erik_Demaine, Nia Alvita anak bimbingan ayah edy yang di usia 19 tahun telah menjadi Director of Choreography di Los Angles.

14. Jika saya tertarik kemana saya harus belajar ?
Nah ini saya suka, orang tua yang siap untuk menjadi pembelajar. Sekarang sangat mudah sekali, silahkan cari komunitas2 home schooling di seluruh dunia via google, atau jika ingin yang gampang silahkan bergabung di fb. Rumah Inspirasi.

15. Apakah Universitas di Luar Negeri mengenal juga yang namanya HOME SCHOOLING ?
Pertanyaan yang bagus sekali, bahkan jika ibu/bapak mau anak kita bisa bergabung secara on line dengan Home Schooling yang di selenggarakan oleh Harvard University, Sekolah jarak jauh, overseas learning by home schooling. Itu info yang saya dapat dari klien2 anak bimbingan saya yang ingin lebih mudah untuk bisa masuk ke Universitas Harvard di AS. Ada satu lagi anak bimbingan kami yang ingin bersekolah Psikology Forensik di Denver, juga mengambil Home Schooling di Primagama. (Home Schooling plus Bimbel)

16. Kalo Univ lokal bagaimana ?
Salah satu putera dari ibu Herawati, Karima Edukasi adalah anak home schooling yang di terima di Universitas Padjajaran, dan sekarang kuliah disana. Dan sy yakin masih banyak anak-anak lainnya.

17. Apakah ada juga yang dapat beasiswa International ?
Oh tentu saja ada karena HS itu di akui secara Internasional jadi jika anak kita bisa lulus ujian saringan penerima beasiswa dari universitas lokal dan International akan bisa mendapatkan beasiswa. Salah satu contoh yang tercatat tergabung di fb kita adalah anaknya Pak Suprajaka yang sempat mendapat beasiswa di salah satu perguruan tinggi di Australia.

18. Apa nanti gak kesepian karena Home Scholing sering dirumah ?
Jangan bayangkan bahwa anak yang Home Schooling itu setiap harinya dirumah, justru mereka sering pergi2 berkunjung ketempat2 pembelajaran sesuai dengan bidang minat ketertarikan masing2 seperti ke Museum, Pusat2 seni, Pusat2 teknologi, pameran2 dsb. Jadi HOME SCHOOLING ITU TIDAK SAMA DENGAN HOME ALONE.

19. Kenapa kok kebanyakan Artist ?
Mungkin karena artist itu di kenal masyarakat jadi langsung mendapat sorotan media, tapi jika di sensus jumlah artis justru kalah jauh dengan para orang tua yang bukan artis yang menghomeschoolingkan anaknya. Bahkan sekarang Salatiga pernah menjadi pusat pertemuan komunitas HS seluruh Indonesia.

20. Katanya yang Home Schooling itu untuk anal-anak yang bermasalah prilakunya di sekolah?
Ada satu klien dari Bandung sebut saja Andi, prilakunya sangat bermasalah di sekolahnya, sudah minuman keras, meroko dsb. Kemudian konsultasi pada kami dan kami membantu anaknya untuk keluar dari stress sekolah, dengan melakukan MEMETAKAN POTENSI UNGGULNYA, dan Alhamdullilah ketemu. Lalu ibunya berhenti bekerja dan membantu anaknya untuk fokus pada potensi unggulnya dan memperbaik prilaku anaknya dirumah, 2 tahun kemudian datang lagi konsultasi ke-2 bersama kami dan orang tuanya menangis karena anaknya kini sudah berubah total prilakunya, menjadi lebih baik, meninggalkan semua kebiasaan lamanya saat bersekolah dulu dan kini menguasai beberapa alat musik dan ingin menjadi komposer. Sekarang ia sedang fokus untuk bisa bersekolah bareng Mas Adi Ms or Mas Dwiki Dharmawan. What a wonderful story.

21. Kenapa ayah menghome schoolingkan anaknya ? padahal katanya ayah juga memiliki sekolah dan bahkan di beberapa tempat.?

Sekolah yang baik akan sama baiknya dengan Home Schooling bahkan kalo boleh saya mengatakan bahwa Home Schooling itu sebenarnya terjadi karena orang tua tidak lagi percaya pada sistem pendidikan yang ada (sebagaimana yang terjadi di Inggris dan negara Eropa pada tahun 1990an), Jadi jika di tempat kita tinggal belum ada sekolahnya baik yang ramah anak dan mengedepankan akhlak etika perilaku moral, maka Home Schooling bisa di jadikan jalan keluar. 

Nah Sekolah yang baik mungkin sering kali tidak terjangkau oleh kita karena jaraknya yang terlalu jauh dari tempat kita tinggal atau biayanya yang gak pas dengan income kita. Jadi saya ingin memberikan contoh bahwa kita boleh memilih MENYEKOLAHKAN ANAK DI TEMPAT YANG BAIK SEPERTI SEKOLAH PERCONTOHAN KAMI atau jika tidak bisa ya jangan mengeluh terus, Home Schoolingkan saja seperti yang kami contohkan langsung dengan anak-anak kami.

Jadi tidak tepat jika orang bilang saya anti sekolah, lha wong saya sendiri mengelola banyak sekolah Medan, Pku, Cibubur, Bogor, Serpong dan insyaAllah di Bali, jadi yang benar itu adalah saya anti sekolah yang ”tidak ramah anak dan otak anak” yang tidak menjadikan etika moral sebagai tujuan utamanya. Persis seperti juga sahabat kami Pak Lendo yang menggagas Sekolah Alam, Mba Arfi dengan sekolah Semut-semutnya dan Pak Munif Chotib sahabat kami yang menggagas sekolah Lazuardi di Mojokerto dan Pondok Labu.

22. Apa pandangan agama tentang Home Schooling?
Jika ingin jawaban singkat; lihatlah para Nabi, semuanya dididik langsung oleh orang tuanya, atau kakeknya atau pamannya. Dan hasilnya Para Nabi melahirkan nabi-nabi berikutnya.

Jika ingin jawaban lebih panjang begini, Ada perintah Tuhan pada setiap orang tua, “Selamatkanlah diri dan keluargamu dari Api Neraka” (maksudnya api neraka dalam kasus ini adalah sistem pendidikan yang merusak anak dan tidak perduli pada ahlak dan moral anak). 

Jadi sesungguhnya yang diberi amamanah mendidik itu adalah setiap kepala keluarga dan bukan lembaga lainnya. Anak itu amanah Tuhan pada setiap orang tua jadi yang akan dimintai pertanggung jawaban adalah setiap orang tua dan bukan guru atau sekolahnya.

Tujuan utama didirikan sekolah pada awalnya adalah untuk MENGAWAL orang tua yang mungkin kurang mampu mendidik anak untuk bisa bersama2 dengan para guru mendidik anak untuk bisa menghasilkan generasi yang baik, berakhlak, bermoral dan cerdas. Sekolah semestinya adalah Agent of Change yang memaksa orang tua yang kurang baik mendidik anak untuk menjadi baik; kalau tidak pada siapa lagi anak-anak yang memiliki orang tua tidak baik bisa meminta pertolongan.

Idealnya adalah sekolah dan rumah bekersama tapi zaman sekarang kita dihadapkan pada masalah simalakama, terkadang guru sekolahnya yang tidak baik, tapi juga sering kali pola asuh orang tuanya yang tidak baik.

Oleh karena itu kami menggagas dan mendirikan sekolah yang mewajibkan ortu bekerjasama dengan guru untuk menyelesaikan masalah prilaku buruk anak sampai tuntas selama 3-6 bulan sebelum memulai pembelajaran. Orang tua kami minta menandatangani kesepakantan kerjasama dan jika melanggar kami minta untuk mengundurkan diri dari sekolah kami. Tapi kami juga berkomitment untuk menjadikan guru kami baik dan sebagai teladan terlebih dahulu sebelum memaksa orang tua belajar menjadi orang tua yang lebih baik bagi anaknya.

Nah tapikan tidak semua sekolah mau dan bisa melakukan ini, jadi akhirnya pilihan kedua kami menggagas Home schooling dan memberikan contoh dengan menghomeschoolingkan anak-anak kami.

Semoga penjelasan ini bisa membantu kita semua dan memberikan jalan keluar bagi permasalah pendidikan yang ada di negeri kita.

Selamat beraktifitas,
Dan Salam syukur penuh berkah.
-ayah edy-
www.ayahkita.com
Recomended for home schooling fb: rumah inspirasi
fb. Home schooling cinta anak
www.ayahkita.com

Foto Nia Alvita bersama Ayah Edy di Radio Smart fm, dalam usia 19 tahun telah menjadi Director of Choreography di Los Angles AS. (dulu semasa sekolah formal sering Re-medial karena tidak memenuhi KKM)




Sabtu, 19 April 2014

TERSEDIA DI GRAMEDIA DAN SEMUA TOKO BUKU, DAN TOKO BUKU ON LINE

Bisa di beli on line via face book Karima Edukasi
Join and inbox di:
 https://www.facebook.com/karima.edukasi?fref=ts

BERHADIAH LANGSUNG 1 CD KOMPILASI TALKSHOW PARENTING AYAH EDY GRATIS !

BUKU YANG MEMBANTU ANAK-ANAK INDONESIA MENEMUKAN DAN MEWUJUDKAN PROFESI IMPIANNYA SEJAK DINI

10 dari 9 orang tua Indonesia mengalami sendiri apa yang di tuturkan dalam buku ini.

Begitu banyak para pembaca yang telah memberikan testimoninya,
Baru baca 2 halaman paling awal saja sudah "Mak Jleb".


Berhentilah berfikir tentang masa lalu, mulailah berpikir tentang hari ini dan masa depan.

Bacalah buku ini berulang-ulang hingga meresap di dalam kalbu dan fikiran. Agar kita berani dan segera mengambil keputusan penting bagi masa depan anak-anak kita yang lebih baik.

Selamat membaca dan merancang masa depan anak secara lebih jelas dan pasti.

Salam syukur penuh berkah atas dukungan para ayah bunda dan guru-guru di Indonesia pada buku ini, hingga hanya dalam waktu 1 bulan saja buku ini harus sudah di cetak ulang.

InsyaAllah Penerbit Noura sedang berencana untuk melakukan bedah buku on linenya.


Terimakasih,
AE Mgmt

Sabtu, 29 Maret 2014

OH TUHAN PLEASE HELP


OH TUHAN MENGAPA KERUSAKAN MORAL PARA PELAJAR KITA KOK MAKIN PARAH SAJA DARI HARI KE HARI ???? APA SOLUSI UNTUK ANAKKU AGAR TIDAK SEPERTI MEREKA ??

Suatu hari ada seorang ibu yang sedang stres datang mengunjungi orang bijak untuk menemukan selusi bagi masalahnya;

Ketika tiba di depan oran biijak, si ibu langsung saja menumpahkan uneg2nya selama ini; karena sering mendengar talkshow ayah edy yang isinya selalu saja meminta orang tua lebih MENGEDEPANKAN AHKLAK KETIMBANG NILAI ANAK2NYA DI SEKOLAH.

Berikut petikan dialognya;

"Wahai orang bijak, Ayah edy selalu ngomong Lebih pentingkan ahlak dalam pendidikan anak2 dirumah dan di sekolah; enak saja dia ngomong begitu; tapi kan sekolah dan pendidikan anak kita sistemnya gak gitu; anak2 di tes untuk dapet nilai, kalo nilainya jatoh kan nanti gak naik kelas, gak lulus. Mau anak kita akhlaknya bagus kayak apa kalo nilainya jatuh ya tetep aja GAK NAIK KELAS ATAU GAK LULUS."

"Trus bagaimana dong...? "
"Mana mungkin kita bisa fokus mendidik akhlak anak jika sistem pendidikannya seperti ini ?"
"Tolong kasih solusi dong ? anda-kan katanya orang bijak di kampung ini ?"


Lalu orang bijak tersebut menjawab:
"Sabar ya bu... tenangkan pikiran, biar hati kita bisa lebih jernih berpikir dan berlogika."
"Coba renungkan baik-baik."

"Sebenarnya itulah mengapa Sistem pendidikan di Indonesia tidak pernah berubah; karena setiap orang tua lebih takut anaknya gak naik kelas, gak lulus dari pada takut anaknya tidak berakhlak dan bermoral."
"Karena semua orang tua lebih takut anaknya gak naik kelas maka berlomba2lah mereka semua menekan anak untuk bisa naik kelas; les, bimbel dll. jadi akhrinya banyak anak yang naik kelas dan hanya sedikit yang tinggal kelas."

"Karena lebih banyak yang naik kelas maka yang tidak naik kelaslah yang di anggap salah, meskipun ahlaknya luar biasa mulia" Jadi sekolah dan pemerintah tenang2 saja, gak ada masalah kok dengan sistem yang ada, memang merekalah yang bodoh dan pantas tidak naik kelas"
"Coba bayangkan seandainya semua orang tua lebih mementingkan perkembangan ahklak anak dan bukan nilai atau rangking anak."

"Dan semua orang tua "cuek" membiarkan anaknya tidak naik kelas, maka jika di kelas ada 90% anak tidak naik kelas yang pusing bukan orang tua melainkan sekolahnya dan Departemen Pendidikan."
"Mirip dengan Home Schooling, coba jika semua orang tua tidak mau menyekolahkan anaknya dan menghomeschoolingkannya; maka yang pusing DEPARTEMEN PENDIDIKAN"

" Coba tolong di renungkan ya bu, Jika orang tua berani berbondong2 membuat anaknya menjadi bermoral dan berakhlak meskipun dengan resiko nilai jatuh dan banyak sekali yang tidak naik kelas maka ini akan membuat sadar pemerintah bahwa ada yang salah dengan sistem PENDIDIKAN DI NEGARA INI. Dan mau gak mau mereka akan berubah."

"Jadi sebenarnya kunci pendidikan berubah adalah ada pada orang tua semua, bukan pada pemerintah. Dari zaman dulu di Eropa sampai Jepang, ya sistem itu baru bisa berubah jika ada tekanan dari masyarakatnya yang menolak sistem tersebut. Kalo tidak ada penolakan ya di anggap sistemnya sudah baik2 saja."

"Ada solusi lain yang lebih baik gak ? Buat kita-kita yang bukan golongan orang berada nech hai orang bijak ?" kata si ibu tadi.

Jawab Sang Bijak:

Oh itu kan di talkshow2nya ayah edy kan juga selalu menawarkan solusi;
1. Carilah sekolah yang tidak mementingkan nilai; sekarang sudah banyak kok sekolah yang tidak mementingkan nilai dan semua anak naik kelas, seperti sekolah2 alam dan sekolah lainnya. yang tidak lagi mementingkan nilai semata karena kecerdasan itu sesungguhnya bawaan lahir tapi Akhlak itu harus di bentuk sejak kecil coba deh klik ini:https://www.facebook.com/photo.php?fbid=554701541267618&set=a.144983902239386.35784.141694892568287&type=1&theater

2. Jika harganya mahal ya silahkan anaknya di Home Schoolingkan di rumah; tanpa biaya atau bisa di sesuaikan seperti yang dilakukan Rumah Inspirasi, Bunda Arlina Affendi, dan Ayah Edy sendiri dan bu Ratih lakukan via Homeschooling cinta anak dll. Coba deh klik link ini: https://www.facebook.com/RumahInspirasi
atau yang ini: https://www.facebook.com/homeeducationmamanina?fref=ts

Taynya si ibu "Tapi saya gak tahu caranya ?"

Jawab Sang Bijak:
"Semua orang yang menghomeschoolingkan anaknya juga dulunya sama tidak tahu caranya; tapi karena mereka terus mau belajar, membaca dan mencari info dari internet dll maka akhirnya mereka bisa. Semua bayi dulunya juga ndak bisa berjalan tapi karena mereka terus berusaha maka semua bayi akhirnya bisa berjalan."
"Kuncinya adalah mau gak kita berusaha ?!, kao ibu mau pasti bisa dan bukan kalo saya bisa sih pasti mau !"

Tanya si ibu lagi: "Tapi saya tidak berpendidikan mana mungkin ?"

Jawab sang Bijak:
"Ibunya tua Thomas Edison itu Single Parent juga tidak berpendidikan, tapi karena terus belajar dan mau berusaha maka dengan Home Schooling Thomas Edison malah menjadi jenius, penemu, ilmuan, dan pengusaha Raksasa General Electric."

Tanya si ibu: "Tapi katanya biaya home schooling itu mahal ?"

Jawab sang Bijak:
"Ah itukan hanya katanya; faktanya lha wong kita sendiri yang menjadi gurunya dan alam semesta yang menjadi alat pembelajarannya dan kelasnya ya pasti lebih murah; dan bisa disesuaikan dengan kantong masing2 bahkan para orang tua yang tinggal di bantaran Rel Pasar Minggu saja bisa kok bikin Home Schooling bagi anaknya. Padahal mereka hanya tinggal di gubuk2 sepanjang rel dgn penghasilan yang sangat minim."

"Tapi Home Schooling itu kan capek dan repot ?" tanya si ibu.

Jawab Sang Bijak:
"Yah jika kita menyekolahkan anak di tempat yang bagus pasti Mahal dan gak repot. Tapi kalo kita merasa diri dan keuangan ndak mampu ya harus mau capek dan repot."
"Kalo mau pendidikan bagus dan murah yang gak bikin kita repot orang tua, itu baru adanya nun jauh di Finlandia. So silahkan saja coba kesana."
Jadi dari pada terus mengelak dan mengeluarkan sejuta alasan, lebih baik kita berhenti berkata tapi....tapi... dan tapi.... "
"Coba ganti dengan kata; "bagaimana caranya ya...saya bisa... maka akan banyak jalan dibukakan Tuhan untuk kita."

"Ayo segera pilih !
"Pilih solusi manakah yang paling cocok buat ibu dan mulailah berusaha dan bukan mengeluh terus. Tuhan pasti akan membuka jalannya."

Jadi jika Potret Indonesia ini mau berubah; segeralah mulai dari diri kita sendiri, keluarga kita sendiri.
Mau ??????

Jika kita mau pasti bisa dan bukannya jika kita bisa sih pasti mau.

Senin, 24 Maret 2014

PENTING UNTUK ANAK DAN ORANG TUA

"Minat dan bakat seorang anak adalah Persembahan Tuhan pada orang tuanya, Dukungan orang tua untuk mewujudkannya adalah Persembahan Orang Tua pada Tuhan."

-ayah edy-

Buku ini bisa didapat di: Toko buku Gramedia, Gunung Agung, Mizan Book Store.

Bisa di beli on line melalui: fb. Karima Edukasi (berhadiah Cd talkshow parenting Ayah Edy.

Dan bisa juga di beli via toko buku on line lainnya; cukup dengan mencari di google; buku ayah edy


PROGRAM REALITY SHOW PARENTING DI TV NASIONAL



ITS PARENTING TIME !!!

Keluarga Indonesia

Yuk, REKAM KESULITAN ANDA DALAM MENGASUH ANAK DAN KIRIMKAN HASIL REKAMANNYA UNTUK DI JADIKAN BAHASAN DALAM PARENTING REALITY SHOW BERSAMA AYAH EDY 


segera kirim via email ke: lightsonpro@yahoo.com
Passwordnya: Parenting time 999

atau dapat juga di kirim dalam cd via pos ke:

Lights on Production
Gandaria Tengah II No.30
Kebayoran Baru
Jakarta Selatan
Kode : Parenting Time

Kabar gembira untuk seluruh Keluarga Indonesia.

Management kami sedang berencana untuk membuat acara Reality Show Parenting, yang mengambil kasus sehari-hari dari keluarga Indonesia yang rencananya akan di tayangkan melalui salah satu station televisi nasional.

Kami membuka kesempatan untuk keluarga Indonesia yang tinggal di Jakarta dan sekitarnya untuk masalahnya bisa di bahas di reality show tersebut. (uji coba awal hanya untuk keluarga Indonesia yang tinggal di Jakarta dan sekitarnya dulu)

Syaratnya adalah harus mem-videokan kejadian dari masalah yang di alami sendiri secara live melalui camera atau gadget lainnya yang hasil gambarnya jelas terlihat. Dalam durasi 5 menitan atau lebih.

Hasil dari video inilah yang nantinya akan di jadikan bahan pembahasan kami bersama di acara tersebut.

Panitia dalam hal ini "Production House" dari televisi yang bersangkutan akan memilih hasil video yang paling bagus dan alami sesuai kejadian yang sesungguhnya terjadi dirumah, BERIKUT CARA DAN KEBIASAAN KITA, SEBAGAI AWAM dalam menghadapi hal ini. Agar kita bisa menganalisa dimana letak kekeliruannya dalam proses penangan masalah tersebut.

Jadi mulai sekarang bersiap-siaplah bersama pasangan untuk bekerjasama mengambil gambar kejadian-kejadian bersama anak-anak kita dirumah atau di tempat umum.

TEMA DARI VIDEO YANG AKAN KITA PILIH KALI INI ADALAH:

1. Saat anak saya Tantrum ”Mengamuk” dirumah atau di tempat umum memaksa untuk mendapatkan sesuatu seperti mainan, atau apapun yang dinginkannya.
2. Saat kakak dan adik bertengkar berebut mainan/makanan.
3. Saat terjadi kecemburuan/rebutan kasih sayang kakak pada adik balitanya.

Silahkan pilih kejadian apa yang paling menarik untuk di kirimkan kepada kami;

Kejadian yang paling menarik yang terpilih akan di bahas bersama di reality show TV Nasional, dan akan kami undang sebagai bintang tamu.

Sekali lagi, Mulai sekarang mulailah bersiap-siap bersama pasangan untuk bekerjasama mengambil gambar saat kejadian masalah.

Selanjutnya kami akan informasikan alamat Production House untuk pengiriman hasil video tersebut. (Home Parenting Video).

Semoga melalui acara ini kita akan bisa memberikan pencerahan parenting lebih banyak lagi kepada keluarga Indonesia dimanapun berada.

Selamat merekam, kejadian2 anak dirumah dan ditempat2 umum lainnya..

Lights on Production
Gandaria Tengah II No.30
Kebayoran Baru
Jakarta Selatan
Kode : Parenting Time



APA SEMUA ORANG TUA GA MIKIR GITU LHO ?



Suatu malam seorang budayawan JAWA yang terkenal arif dan bijaksana diajak berdialog oleh anaknya yang sedang stres karena hendak menghadapi ujian ahir semester (UAS).

"Pak, aku mau tanya," kata si Anak."Bapak tahu nggak, siapa sih orang yang paling soleh dan mulia di dunia ?"

"Wah, InsaAllah bapak tahu, Nak. Memang kenapa kamu bertanya soal itu ?"

Si anak tak menjawab, malah bertanya lagi, "Apa dulu orang itu juara kelas di sekolahnya, Pak..?"

"Hmmm, sepertinya tidak. Zaman itu bahkan belum ada sekolah, apalagi sistem peringkat. Tapi beliau memang berakhlak luar biasa, jujur dan bisa dipercaya. Karena itulah beliau diberi gelara Al-Amin (Yang Terpercaya) dan menjadi orang yang paling mulia sepanjang zaman. Memangnya kenapa ?"

"Ah, nggak apa-apa. Aku cuma ingin tahu saja," kilah si anak lalu kepalanya menunduk, membolak balik buku pelajaran sambil membuat coretan disana sini.

Tapi tak lama kemudian ia kembali bertanya, "Bapak tahu nggak siapa sih orang yang paling kaya di dunia ?"

Dengan bangganya Bapaknya menjawab, "Oh iya, tentu bapakmu tahu. Bapakmu kan sangat mengikuti perkembangan jaman dan informasi."

Apa dulu orang itu juga juara kelas Pak ?"

Sambil mengerinyitkan dahi, si bapak menjawab, "Sepertinya sih ndak juga yaa. Memang ada apa sih ?"

"Nggak kok Pak cuma ingin tahu saja," jawab anaknya kalem sambil membolak balikan buku pelajaran.

Tapi pertanyaan si anak rupanya masih panjang. Berturut turut kembali ia bertanya, "Apakah Bapak tahu siapa orang yang paling cepat di arena balap mobil formula dunia ?" Apa orang ini dulu mendapat peringkat di sekolah ?"

"Apa Bapak tahu siapa bintang sepak bola terbaik Eropa tahun ini Pak ? Apakah dia dulu juara kelas ?

"Apakah Bapak tahu siapa orang-orang yang dulu juara kelas kemudian kini menjadi orang hebat atau Selebritas di bidang nya seperti Rudi Hartono, Rudi Hadisuwarno, David Beckham, Michael Schumacher, Michael J. Fox, Michael Jackson, Michael Dell, Tiger Woods, Colonel Sanders, Ray. Kroc, Conrad Hilton, Henry Ford, Thomas Edison, Soichiro Honda, Oprah Winfrey, Robert Kyosaki, Anthony Robbins, Ronald Reagan dan orang orang terkenal lainnya ?"

Sang bapak terkaget kaget di berondong pertanyaan anaknya, "Wah..,Wah.., wah kok buanyak banget ?"

Setelah diam sejenak untuk berpikir, sang budayawan menjawab, "Menurut Biografi mereka yang pernah Bapak baca, tokoh tokoh yang kamu sebutkan itu dulunya anak biasa-biasa saja. Sepertinya tidak ada yang selalu menjadi juara kelas. Sebenarnya ada apa sih?, Kenapa kamu bertanya-tanya seperti ini ?"

"Ah nggak ,aku heran saja Pak. Kenapa sih semua orang tua memaksa anaknya untuk selalu jadi juara di sekolah ? Lah wong Bapak sendiri tahu kalau orang orang hebat dulunya itu tidak mendapat peringkat di sekolahnya. Jadi apa hubungannya antara peringkat dan sukses di kehidupan, ya Pak ?" Sepertinya aneh apa semua orang itu nggak mikir, gitu lho ?"

Si anak kembali menggaruk garuk kepala dengan wajah stres karena harus menghapalkan sekian ratus halaman dan berlatih soal-soal untuk UAS besok.

Sang budayawan ini tertegun mendengar ucapan anaknya. Baru kali ini ada orang yang berhasil membuatnya kehabisan kata-kata. Matanya baru terbuka akan apa yang selama ini tak disadari olehnya dan sebagian besar orang tua di Indonesia tentang dunia pendidikan yang memang tidak masuk akal ini.

Dikutip dari buku "MEMBANGUN INDONESIA YANG KUAT DARI KELUARGA" karya Ayah Edy.

(dan saya ketik sambil minum kopi)


RENUNGAN TERBAIK UNTUK PARA ORANG TUA


BERNAHKAH HIDUP KITA SUDAH MENGALAMI KEMAJUAN ??

Saat ini kita semua berada diabad milenium.
Yah Kita semua.......

Kita semua adalah orang2 modern dg berbagai kemajuan yg luar biasa berhasil kita capai..

Kita sering merasa telah berhasil menciptakan peradaban yg jauh lebih baik. Tapi apa memang demikian...??

Cobalah sejenak kita renungkan, apakah benar kita berhasil atau malah gagal menciptakan peradaban yg lebih baik dari generesi penerus terdahulu kita...

Perhatikan .......
Kita telah berhasil membangun gedung2 yg lebih tinggi tapi belum berhasil membangun kesabaran yg .....................

Kita berhasil membangun jalan yg bebas hambatan yg begitu hebat. Tapi memiliki sudut pandang yg semakin sempit.

Kita berhasil mencari uang lebih byk tapi memiliki waktu yg lebih sedikit.

Kita memiliki rumah yg lebih besar tapi keluarga yg jauh lebih kecil..

Kita memiliki rumah yg lebih banyak tapi lebih sedikit kita tinggali.

Kita memiliki lebih banyak gelar tapi logika yg makin sempit.

Kita memiliki lebih banyak pengetahuan tapi nurani yg semakin sedikit.

Lebih banyak ahli tapi jauh lebih banyak masalah.

Lebih banyak obat2an tapi kesehatan kita jauh lebih rentan.

Kita minum dan merokok terlalu banyak,meluangkan waktu dg terlalu ceroboh, tertawa semakin sedikit,menyetir terlalu cepat, marah terlalu besar, tidur terlalu malam, dan bangun terlalu lelah.

Membaca terlalu sedikit, menonton TV terlalu banyak dan berdoa semakin jarang.

Kita telah melipat gandakan barang miliki kita, tapi mengurangi harga diri kita.

Kita terlalu banyak bicara tapi terlalu jarang mendengarkan.

Kita belajar bagaimana mencari uang yg banyak tapi bukan mencari kehidupan bahagia dan penuh arti.

Kita telah mencapai bulan tapi justru memiliki masalah dg menyeberangi jalan dan menemui tetangga baru kita disebelah rumah kita sendiri.

Kita telah mengalahkan luar angkasa tapi gagal mengalahkan nafsu diri kita sendiri.

Kita telah melakukan hal2 besar tapi bukan hal2 yg mulia.

Kita telah berhasil membersihkan udara tapi telah gagal membersihkan jiwa.

Kita menulis lebih banyak tapi membaca lebih sedikit.
Kita berencana lebih banyak tapi mencapai jauh lebih sedikit.

Kita belajar untuk bisa selalu bergerak lebih cepat bukannya menjadi lebih sabar.

Kita begitu banyak menciptakan alat komunikasi namun berkomunikasi dengan keluarga semakin sedikit.

Sesungguhnya kita sedang berada dijaman semua makanan cepat disajikan namun lebih lambat dicerna.

Banyak dilahirkan orang2 besar tapi dg karakter yg sangat kerdil.

Pendapatan yg semakin tinggi tapi hubungan yg semakin renggang.

Inilah zaman dimana banyak negosiasi perdamaian dibuat tapi jauh lebih banyak peperangan.

Ini adalah jaman perjalanan dibuat singkat, popok sekali pakai dibuang, moralitas yg sudah terbuang, hubungan hanya satu malam, berat badan berlebihan.

Dan pil2 yg bisa melakukan segalanya mulai dari menceriakan, menenangkan, sampai membunuh dan mematikan.

Ini adalah jaman dimana banyak barang tersedia dipasar tapi orang tidak mampu untuk membelinya.

Ini adalah jaman dimana kemajuan teknologi dapat menyampaikan pesan ini kepada anda tapi sekaligus jaman dimana anda dapat memilih. Apakah anda hanya mendengarkan renungan ini atau ataukah hanya berkata,... ah, ini tidak penting, tak ada waktu untuk merenung.

Ingatlah...... Luangkanlah lebih banyak waktu untuk orang2 yg kita kasihi sekarang juga karena mereka tidak selalu ada sisi kita selamanya.

Ingatlah.. Ucapkanlah kata yg baik dan kalimat cinta untuk orang yang selama ini memandang anda dengan penuh ketakutan.

Ingatlah..
Berikanlah pelukan terhangat untuk orang2 terbaik disisi anda, karena itu adalah satu2nya harta yg dpt anda berikan tanpa memerlukan biaya sepeserpun.

Berikanlah waktu untuk mencintai,berikanlah waktu untuk berbicara, berikanlah waktu untuk berbagi fikiran yg berharga dibenak anda.

Seorang anak sama sekali tidak meminta banyak harta dari orang tuanya, tapi banyak waktu yg diberikan untuk bersama.

Seorang anak tak membutuhkan orang tua yg memliki kedekatan dg seorang pejabat, pengusaha dan orang terhormat, melainkan hanya kedekatan anda bersamanya.

Ingatlah selalu, hidup tak diukur dg jumlah nafas kita, tapi bagaimana kita menghabiskan nafas kita.

Mari kita renungkan, apakah kita berada dalam proses kemajuan ataukah kemunduran..Dari peradaban jalan yg kita sedang jalani saat ini...?
George Carlin