Bagaimana caranya..? Gabung di FB: komunitas ayah edy, Simak selalu Live Talkshow Ayah di Jaringan Radio Smart FM, SINDO TV dan TV Lokal Daerah

Sabtu, 29 Maret 2014

OH TUHAN PLEASE HELP


OH TUHAN MENGAPA KERUSAKAN MORAL PARA PELAJAR KITA KOK MAKIN PARAH SAJA DARI HARI KE HARI ???? APA SOLUSI UNTUK ANAKKU AGAR TIDAK SEPERTI MEREKA ??

Suatu hari ada seorang ibu yang sedang stres datang mengunjungi orang bijak untuk menemukan selusi bagi masalahnya;

Ketika tiba di depan oran biijak, si ibu langsung saja menumpahkan uneg2nya selama ini; karena sering mendengar talkshow ayah edy yang isinya selalu saja meminta orang tua lebih MENGEDEPANKAN AHKLAK KETIMBANG NILAI ANAK2NYA DI SEKOLAH.

Berikut petikan dialognya;

"Wahai orang bijak, Ayah edy selalu ngomong Lebih pentingkan ahlak dalam pendidikan anak2 dirumah dan di sekolah; enak saja dia ngomong begitu; tapi kan sekolah dan pendidikan anak kita sistemnya gak gitu; anak2 di tes untuk dapet nilai, kalo nilainya jatoh kan nanti gak naik kelas, gak lulus. Mau anak kita akhlaknya bagus kayak apa kalo nilainya jatuh ya tetep aja GAK NAIK KELAS ATAU GAK LULUS."

"Trus bagaimana dong...? "
"Mana mungkin kita bisa fokus mendidik akhlak anak jika sistem pendidikannya seperti ini ?"
"Tolong kasih solusi dong ? anda-kan katanya orang bijak di kampung ini ?"


Lalu orang bijak tersebut menjawab:
"Sabar ya bu... tenangkan pikiran, biar hati kita bisa lebih jernih berpikir dan berlogika."
"Coba renungkan baik-baik."

"Sebenarnya itulah mengapa Sistem pendidikan di Indonesia tidak pernah berubah; karena setiap orang tua lebih takut anaknya gak naik kelas, gak lulus dari pada takut anaknya tidak berakhlak dan bermoral."
"Karena semua orang tua lebih takut anaknya gak naik kelas maka berlomba2lah mereka semua menekan anak untuk bisa naik kelas; les, bimbel dll. jadi akhrinya banyak anak yang naik kelas dan hanya sedikit yang tinggal kelas."

"Karena lebih banyak yang naik kelas maka yang tidak naik kelaslah yang di anggap salah, meskipun ahlaknya luar biasa mulia" Jadi sekolah dan pemerintah tenang2 saja, gak ada masalah kok dengan sistem yang ada, memang merekalah yang bodoh dan pantas tidak naik kelas"
"Coba bayangkan seandainya semua orang tua lebih mementingkan perkembangan ahklak anak dan bukan nilai atau rangking anak."

"Dan semua orang tua "cuek" membiarkan anaknya tidak naik kelas, maka jika di kelas ada 90% anak tidak naik kelas yang pusing bukan orang tua melainkan sekolahnya dan Departemen Pendidikan."
"Mirip dengan Home Schooling, coba jika semua orang tua tidak mau menyekolahkan anaknya dan menghomeschoolingkannya; maka yang pusing DEPARTEMEN PENDIDIKAN"

" Coba tolong di renungkan ya bu, Jika orang tua berani berbondong2 membuat anaknya menjadi bermoral dan berakhlak meskipun dengan resiko nilai jatuh dan banyak sekali yang tidak naik kelas maka ini akan membuat sadar pemerintah bahwa ada yang salah dengan sistem PENDIDIKAN DI NEGARA INI. Dan mau gak mau mereka akan berubah."

"Jadi sebenarnya kunci pendidikan berubah adalah ada pada orang tua semua, bukan pada pemerintah. Dari zaman dulu di Eropa sampai Jepang, ya sistem itu baru bisa berubah jika ada tekanan dari masyarakatnya yang menolak sistem tersebut. Kalo tidak ada penolakan ya di anggap sistemnya sudah baik2 saja."

"Ada solusi lain yang lebih baik gak ? Buat kita-kita yang bukan golongan orang berada nech hai orang bijak ?" kata si ibu tadi.

Jawab Sang Bijak:

Oh itu kan di talkshow2nya ayah edy kan juga selalu menawarkan solusi;
1. Carilah sekolah yang tidak mementingkan nilai; sekarang sudah banyak kok sekolah yang tidak mementingkan nilai dan semua anak naik kelas, seperti sekolah2 alam dan sekolah lainnya. yang tidak lagi mementingkan nilai semata karena kecerdasan itu sesungguhnya bawaan lahir tapi Akhlak itu harus di bentuk sejak kecil coba deh klik ini:https://www.facebook.com/photo.php?fbid=554701541267618&set=a.144983902239386.35784.141694892568287&type=1&theater

2. Jika harganya mahal ya silahkan anaknya di Home Schoolingkan di rumah; tanpa biaya atau bisa di sesuaikan seperti yang dilakukan Rumah Inspirasi, Bunda Arlina Affendi, dan Ayah Edy sendiri dan bu Ratih lakukan via Homeschooling cinta anak dll. Coba deh klik link ini: https://www.facebook.com/RumahInspirasi
atau yang ini: https://www.facebook.com/homeeducationmamanina?fref=ts

Taynya si ibu "Tapi saya gak tahu caranya ?"

Jawab Sang Bijak:
"Semua orang yang menghomeschoolingkan anaknya juga dulunya sama tidak tahu caranya; tapi karena mereka terus mau belajar, membaca dan mencari info dari internet dll maka akhirnya mereka bisa. Semua bayi dulunya juga ndak bisa berjalan tapi karena mereka terus berusaha maka semua bayi akhirnya bisa berjalan."
"Kuncinya adalah mau gak kita berusaha ?!, kao ibu mau pasti bisa dan bukan kalo saya bisa sih pasti mau !"

Tanya si ibu lagi: "Tapi saya tidak berpendidikan mana mungkin ?"

Jawab sang Bijak:
"Ibunya tua Thomas Edison itu Single Parent juga tidak berpendidikan, tapi karena terus belajar dan mau berusaha maka dengan Home Schooling Thomas Edison malah menjadi jenius, penemu, ilmuan, dan pengusaha Raksasa General Electric."

Tanya si ibu: "Tapi katanya biaya home schooling itu mahal ?"

Jawab sang Bijak:
"Ah itukan hanya katanya; faktanya lha wong kita sendiri yang menjadi gurunya dan alam semesta yang menjadi alat pembelajarannya dan kelasnya ya pasti lebih murah; dan bisa disesuaikan dengan kantong masing2 bahkan para orang tua yang tinggal di bantaran Rel Pasar Minggu saja bisa kok bikin Home Schooling bagi anaknya. Padahal mereka hanya tinggal di gubuk2 sepanjang rel dgn penghasilan yang sangat minim."

"Tapi Home Schooling itu kan capek dan repot ?" tanya si ibu.

Jawab Sang Bijak:
"Yah jika kita menyekolahkan anak di tempat yang bagus pasti Mahal dan gak repot. Tapi kalo kita merasa diri dan keuangan ndak mampu ya harus mau capek dan repot."
"Kalo mau pendidikan bagus dan murah yang gak bikin kita repot orang tua, itu baru adanya nun jauh di Finlandia. So silahkan saja coba kesana."
Jadi dari pada terus mengelak dan mengeluarkan sejuta alasan, lebih baik kita berhenti berkata tapi....tapi... dan tapi.... "
"Coba ganti dengan kata; "bagaimana caranya ya...saya bisa... maka akan banyak jalan dibukakan Tuhan untuk kita."

"Ayo segera pilih !
"Pilih solusi manakah yang paling cocok buat ibu dan mulailah berusaha dan bukan mengeluh terus. Tuhan pasti akan membuka jalannya."

Jadi jika Potret Indonesia ini mau berubah; segeralah mulai dari diri kita sendiri, keluarga kita sendiri.
Mau ??????

Jika kita mau pasti bisa dan bukannya jika kita bisa sih pasti mau.

Senin, 24 Maret 2014

PENTING UNTUK ANAK DAN ORANG TUA

"Minat dan bakat seorang anak adalah Persembahan Tuhan pada orang tuanya, Dukungan orang tua untuk mewujudkannya adalah Persembahan Orang Tua pada Tuhan."

-ayah edy-

Buku ini bisa didapat di: Toko buku Gramedia, Gunung Agung, Mizan Book Store.

Bisa di beli on line melalui: fb. Karima Edukasi (berhadiah Cd talkshow parenting Ayah Edy.

Dan bisa juga di beli via toko buku on line lainnya; cukup dengan mencari di google; buku ayah edy


PROGRAM REALITY SHOW PARENTING DI TV NASIONAL



ITS PARENTING TIME !!!

Keluarga Indonesia

Yuk, REKAM KESULITAN ANDA DALAM MENGASUH ANAK DAN KIRIMKAN HASIL REKAMANNYA UNTUK DI JADIKAN BAHASAN DALAM PARENTING REALITY SHOW BERSAMA AYAH EDY 


segera kirim via email ke: lightsonpro@yahoo.com
Passwordnya: Parenting time 999

atau dapat juga di kirim dalam cd via pos ke:

Lights on Production
Gandaria Tengah II No.30
Kebayoran Baru
Jakarta Selatan
Kode : Parenting Time

Kabar gembira untuk seluruh Keluarga Indonesia.

Management kami sedang berencana untuk membuat acara Reality Show Parenting, yang mengambil kasus sehari-hari dari keluarga Indonesia yang rencananya akan di tayangkan melalui salah satu station televisi nasional.

Kami membuka kesempatan untuk keluarga Indonesia yang tinggal di Jakarta dan sekitarnya untuk masalahnya bisa di bahas di reality show tersebut. (uji coba awal hanya untuk keluarga Indonesia yang tinggal di Jakarta dan sekitarnya dulu)

Syaratnya adalah harus mem-videokan kejadian dari masalah yang di alami sendiri secara live melalui camera atau gadget lainnya yang hasil gambarnya jelas terlihat. Dalam durasi 5 menitan atau lebih.

Hasil dari video inilah yang nantinya akan di jadikan bahan pembahasan kami bersama di acara tersebut.

Panitia dalam hal ini "Production House" dari televisi yang bersangkutan akan memilih hasil video yang paling bagus dan alami sesuai kejadian yang sesungguhnya terjadi dirumah, BERIKUT CARA DAN KEBIASAAN KITA, SEBAGAI AWAM dalam menghadapi hal ini. Agar kita bisa menganalisa dimana letak kekeliruannya dalam proses penangan masalah tersebut.

Jadi mulai sekarang bersiap-siaplah bersama pasangan untuk bekerjasama mengambil gambar kejadian-kejadian bersama anak-anak kita dirumah atau di tempat umum.

TEMA DARI VIDEO YANG AKAN KITA PILIH KALI INI ADALAH:

1. Saat anak saya Tantrum ”Mengamuk” dirumah atau di tempat umum memaksa untuk mendapatkan sesuatu seperti mainan, atau apapun yang dinginkannya.
2. Saat kakak dan adik bertengkar berebut mainan/makanan.
3. Saat terjadi kecemburuan/rebutan kasih sayang kakak pada adik balitanya.

Silahkan pilih kejadian apa yang paling menarik untuk di kirimkan kepada kami;

Kejadian yang paling menarik yang terpilih akan di bahas bersama di reality show TV Nasional, dan akan kami undang sebagai bintang tamu.

Sekali lagi, Mulai sekarang mulailah bersiap-siap bersama pasangan untuk bekerjasama mengambil gambar saat kejadian masalah.

Selanjutnya kami akan informasikan alamat Production House untuk pengiriman hasil video tersebut. (Home Parenting Video).

Semoga melalui acara ini kita akan bisa memberikan pencerahan parenting lebih banyak lagi kepada keluarga Indonesia dimanapun berada.

Selamat merekam, kejadian2 anak dirumah dan ditempat2 umum lainnya..

Lights on Production
Gandaria Tengah II No.30
Kebayoran Baru
Jakarta Selatan
Kode : Parenting Time



APA SEMUA ORANG TUA GA MIKIR GITU LHO ?



Suatu malam seorang budayawan JAWA yang terkenal arif dan bijaksana diajak berdialog oleh anaknya yang sedang stres karena hendak menghadapi ujian ahir semester (UAS).

"Pak, aku mau tanya," kata si Anak."Bapak tahu nggak, siapa sih orang yang paling soleh dan mulia di dunia ?"

"Wah, InsaAllah bapak tahu, Nak. Memang kenapa kamu bertanya soal itu ?"

Si anak tak menjawab, malah bertanya lagi, "Apa dulu orang itu juara kelas di sekolahnya, Pak..?"

"Hmmm, sepertinya tidak. Zaman itu bahkan belum ada sekolah, apalagi sistem peringkat. Tapi beliau memang berakhlak luar biasa, jujur dan bisa dipercaya. Karena itulah beliau diberi gelara Al-Amin (Yang Terpercaya) dan menjadi orang yang paling mulia sepanjang zaman. Memangnya kenapa ?"

"Ah, nggak apa-apa. Aku cuma ingin tahu saja," kilah si anak lalu kepalanya menunduk, membolak balik buku pelajaran sambil membuat coretan disana sini.

Tapi tak lama kemudian ia kembali bertanya, "Bapak tahu nggak siapa sih orang yang paling kaya di dunia ?"

Dengan bangganya Bapaknya menjawab, "Oh iya, tentu bapakmu tahu. Bapakmu kan sangat mengikuti perkembangan jaman dan informasi."

Apa dulu orang itu juga juara kelas Pak ?"

Sambil mengerinyitkan dahi, si bapak menjawab, "Sepertinya sih ndak juga yaa. Memang ada apa sih ?"

"Nggak kok Pak cuma ingin tahu saja," jawab anaknya kalem sambil membolak balikan buku pelajaran.

Tapi pertanyaan si anak rupanya masih panjang. Berturut turut kembali ia bertanya, "Apakah Bapak tahu siapa orang yang paling cepat di arena balap mobil formula dunia ?" Apa orang ini dulu mendapat peringkat di sekolah ?"

"Apa Bapak tahu siapa bintang sepak bola terbaik Eropa tahun ini Pak ? Apakah dia dulu juara kelas ?

"Apakah Bapak tahu siapa orang-orang yang dulu juara kelas kemudian kini menjadi orang hebat atau Selebritas di bidang nya seperti Rudi Hartono, Rudi Hadisuwarno, David Beckham, Michael Schumacher, Michael J. Fox, Michael Jackson, Michael Dell, Tiger Woods, Colonel Sanders, Ray. Kroc, Conrad Hilton, Henry Ford, Thomas Edison, Soichiro Honda, Oprah Winfrey, Robert Kyosaki, Anthony Robbins, Ronald Reagan dan orang orang terkenal lainnya ?"

Sang bapak terkaget kaget di berondong pertanyaan anaknya, "Wah..,Wah.., wah kok buanyak banget ?"

Setelah diam sejenak untuk berpikir, sang budayawan menjawab, "Menurut Biografi mereka yang pernah Bapak baca, tokoh tokoh yang kamu sebutkan itu dulunya anak biasa-biasa saja. Sepertinya tidak ada yang selalu menjadi juara kelas. Sebenarnya ada apa sih?, Kenapa kamu bertanya-tanya seperti ini ?"

"Ah nggak ,aku heran saja Pak. Kenapa sih semua orang tua memaksa anaknya untuk selalu jadi juara di sekolah ? Lah wong Bapak sendiri tahu kalau orang orang hebat dulunya itu tidak mendapat peringkat di sekolahnya. Jadi apa hubungannya antara peringkat dan sukses di kehidupan, ya Pak ?" Sepertinya aneh apa semua orang itu nggak mikir, gitu lho ?"

Si anak kembali menggaruk garuk kepala dengan wajah stres karena harus menghapalkan sekian ratus halaman dan berlatih soal-soal untuk UAS besok.

Sang budayawan ini tertegun mendengar ucapan anaknya. Baru kali ini ada orang yang berhasil membuatnya kehabisan kata-kata. Matanya baru terbuka akan apa yang selama ini tak disadari olehnya dan sebagian besar orang tua di Indonesia tentang dunia pendidikan yang memang tidak masuk akal ini.

Dikutip dari buku "MEMBANGUN INDONESIA YANG KUAT DARI KELUARGA" karya Ayah Edy.

(dan saya ketik sambil minum kopi)


RENUNGAN TERBAIK UNTUK PARA ORANG TUA


BERNAHKAH HIDUP KITA SUDAH MENGALAMI KEMAJUAN ??

Saat ini kita semua berada diabad milenium.
Yah Kita semua.......

Kita semua adalah orang2 modern dg berbagai kemajuan yg luar biasa berhasil kita capai..

Kita sering merasa telah berhasil menciptakan peradaban yg jauh lebih baik. Tapi apa memang demikian...??

Cobalah sejenak kita renungkan, apakah benar kita berhasil atau malah gagal menciptakan peradaban yg lebih baik dari generesi penerus terdahulu kita...

Perhatikan .......
Kita telah berhasil membangun gedung2 yg lebih tinggi tapi belum berhasil membangun kesabaran yg .....................

Kita berhasil membangun jalan yg bebas hambatan yg begitu hebat. Tapi memiliki sudut pandang yg semakin sempit.

Kita berhasil mencari uang lebih byk tapi memiliki waktu yg lebih sedikit.

Kita memiliki rumah yg lebih besar tapi keluarga yg jauh lebih kecil..

Kita memiliki rumah yg lebih banyak tapi lebih sedikit kita tinggali.

Kita memiliki lebih banyak gelar tapi logika yg makin sempit.

Kita memiliki lebih banyak pengetahuan tapi nurani yg semakin sedikit.

Lebih banyak ahli tapi jauh lebih banyak masalah.

Lebih banyak obat2an tapi kesehatan kita jauh lebih rentan.

Kita minum dan merokok terlalu banyak,meluangkan waktu dg terlalu ceroboh, tertawa semakin sedikit,menyetir terlalu cepat, marah terlalu besar, tidur terlalu malam, dan bangun terlalu lelah.

Membaca terlalu sedikit, menonton TV terlalu banyak dan berdoa semakin jarang.

Kita telah melipat gandakan barang miliki kita, tapi mengurangi harga diri kita.

Kita terlalu banyak bicara tapi terlalu jarang mendengarkan.

Kita belajar bagaimana mencari uang yg banyak tapi bukan mencari kehidupan bahagia dan penuh arti.

Kita telah mencapai bulan tapi justru memiliki masalah dg menyeberangi jalan dan menemui tetangga baru kita disebelah rumah kita sendiri.

Kita telah mengalahkan luar angkasa tapi gagal mengalahkan nafsu diri kita sendiri.

Kita telah melakukan hal2 besar tapi bukan hal2 yg mulia.

Kita telah berhasil membersihkan udara tapi telah gagal membersihkan jiwa.

Kita menulis lebih banyak tapi membaca lebih sedikit.
Kita berencana lebih banyak tapi mencapai jauh lebih sedikit.

Kita belajar untuk bisa selalu bergerak lebih cepat bukannya menjadi lebih sabar.

Kita begitu banyak menciptakan alat komunikasi namun berkomunikasi dengan keluarga semakin sedikit.

Sesungguhnya kita sedang berada dijaman semua makanan cepat disajikan namun lebih lambat dicerna.

Banyak dilahirkan orang2 besar tapi dg karakter yg sangat kerdil.

Pendapatan yg semakin tinggi tapi hubungan yg semakin renggang.

Inilah zaman dimana banyak negosiasi perdamaian dibuat tapi jauh lebih banyak peperangan.

Ini adalah jaman perjalanan dibuat singkat, popok sekali pakai dibuang, moralitas yg sudah terbuang, hubungan hanya satu malam, berat badan berlebihan.

Dan pil2 yg bisa melakukan segalanya mulai dari menceriakan, menenangkan, sampai membunuh dan mematikan.

Ini adalah jaman dimana banyak barang tersedia dipasar tapi orang tidak mampu untuk membelinya.

Ini adalah jaman dimana kemajuan teknologi dapat menyampaikan pesan ini kepada anda tapi sekaligus jaman dimana anda dapat memilih. Apakah anda hanya mendengarkan renungan ini atau ataukah hanya berkata,... ah, ini tidak penting, tak ada waktu untuk merenung.

Ingatlah...... Luangkanlah lebih banyak waktu untuk orang2 yg kita kasihi sekarang juga karena mereka tidak selalu ada sisi kita selamanya.

Ingatlah.. Ucapkanlah kata yg baik dan kalimat cinta untuk orang yang selama ini memandang anda dengan penuh ketakutan.

Ingatlah..
Berikanlah pelukan terhangat untuk orang2 terbaik disisi anda, karena itu adalah satu2nya harta yg dpt anda berikan tanpa memerlukan biaya sepeserpun.

Berikanlah waktu untuk mencintai,berikanlah waktu untuk berbicara, berikanlah waktu untuk berbagi fikiran yg berharga dibenak anda.

Seorang anak sama sekali tidak meminta banyak harta dari orang tuanya, tapi banyak waktu yg diberikan untuk bersama.

Seorang anak tak membutuhkan orang tua yg memliki kedekatan dg seorang pejabat, pengusaha dan orang terhormat, melainkan hanya kedekatan anda bersamanya.

Ingatlah selalu, hidup tak diukur dg jumlah nafas kita, tapi bagaimana kita menghabiskan nafas kita.

Mari kita renungkan, apakah kita berada dalam proses kemajuan ataukah kemunduran..Dari peradaban jalan yg kita sedang jalani saat ini...?
George Carlin




Senin, 24 Februari 2014

BUKU TERBARU AYAH EDY BISA DI PESAN ON LINE


Buku ini adalah kumpulan pengalaman ayah edy dalam membimbing anak-anak sekolah yang kebingungan dan mogok sekolah hingga mencapai sukses yang luar biasa.

Rahasianya di buka di buku ini....

Jadi segera dapatkan dan jadilah orang tua pertama yang mengetahui Rahasia Ayah Edy dalam memetakan potensi unggul anak-anak Indonesia.

Pembelian on line dapat dilakukan melalui Mizan.com dengan alamat lengkap sbb:

http://www.mizan.com/buku_full/rahasia-ayah-edy-memetakan-potensi-unggul-anak-pre-order.html

Segera temukan potensi unggul anak kita dirumah, dengan bimbingan langsung dari buku yang di Tulis oleh Ayah Edy ini.

Andapun akan bisa seperti ayah edy melakukannya sendiri dirumah atau untuk para guru bisa melakukannya di sekolah.

Salam sukses untuk anak-anak Indonesia !!


Minggu, 01 Desember 2013

PROGRAM OBSERVASI ANAK BERLOKASI DI BSD SERPONG


                  ANAK NAKAL ATAU BANYAK AKAL  ?
                    ANAK HIPERAKTIF ATAU KRATIF ?

Para orang tua yang berbahagia,

Sehubungan dengan jadwal konsultasi Pribadi dengan Ayah yang cukup padat, maka kami ingin memberikan solusi yang jauh lebih efektif dan komprehensif bagi para orang tua yang ingin mengetahui permasalahan anaknya juga bagi para orang tua yang ingin mengetahui cara yang benar mendidik anak sesuai dengan tipologi masing-masing, kami membuka PROGRAM OBSERVASI ANAK, bagi putra-puteri kita yang berusia TK dan SD, di Bumi Serpong Damai Tangerang.

Selama lebih dari 10 tahun ayah bersama dengan para asistennya terjun langsung dalam pendidikan anak usia dini, ayah berhasil mengembangkan sebuah sistem observasi yang berbasiskan pada Multiple Intelligence & Holistic Learning yang mampu menggali potensi-potensi anak yang terpendam yang sering kali oleh para kebanyakan guru dan orang tua di terjemahkan sebagai "masalah".

Hasilnya sungguh luar biasa, ternyata banyak sekali anak-anak yang dinyatakan sebagai anak bermasalah seperti Disable Learning, Dyslexia, ADD, ADHD, Delay Speech, Autis ringan dan sebagainya, sebenarnya adalah anak normal bahkan berpotensi menjadi jenius-jenius Indonesia yang luar biasa.

Bahkan yang paling mengharukan adalah ada seorang anak yang mengalami Hidrosefalus dan secara medis telah dinyatakan kemampuan otaknya hanya tinggal 20% saja, namun setelah anak dan orang tuanya mendapatkan terapi kasih sayang yang berbasiskan pada temuan Masaru Emoto juga Prof. Kazuo Murakami, Penerima Hadiah Japan Research Award untuk Bidang Genetika, kemampuannya bisa kembali normal 100%. Bahkan Ayahnya sambil tersenyum bahagia dan penuh syukur mengatakan bahwa kemampuan anaknya sekarang malah melebihi 100%.

Berdasarkan pengalaman  menyelenggarakan program pendidikan berbasiskan observasi, ayah menemukan bahwa banyak anak-anak yang normal dan menyimpan kemampuan unggul yang luar biasa justru malah sering dinyatakan bermasalah.

Hal ini dimungkinkan terjadi karena selama ini sistem telah memformat cara berpikir orang tua, guru dan konselor dengan model pendekatan hitam putih yang hanya mengakui hanya ada satu kriteria kenormalan anak, jika anak tidak memenuhi kriteria tersebut maka dinyatakan berkelainan dan harus di terapi.

Padahal ayah menemukan paling tidak ada 16 jenis tipe kenormalan anak dan semua tipe tersebut adalah normal dan masing-masing kenormalan tersebut di ciptakan Tuhan untuk maksud dan tujuan berbeda serta untuk profesi yang juga berbeda-beda saat mereka dewasa kelak. Nah dari 16 tipe tadi mereka biasanya memiliki ke khas-an masing-masing, akan berbeda satu anak dengan anak lainnya meskipun ia saudara kandung atau kembar sekalipun.

Sungguh memprihatinkan jika kita melihat banyak sekali anak normal yang dinyatakan bermasalah atau berkelainan yang sesungguhnya disebabkan karena kita yang tidak tahu dan tidak dapat melihat sisi emas dari anak-anak tersebut. Inilah mengapa ayah melihat kita semua orang tua dan para guru harus lebih banyak belajar tentang anak-anak kita.

Dalam program observasi ini kami MEWAJIBKAN orang tua untuk ikut serta aktif belajar dan melihat langsung prosesnya, bahkan memungkinkan untuk direkam sehingga orang tua bisa secara detail mempelajari kembali dirumah agar dapat menemukan potensi yang terpendam dalam diri anaknya dan tidak melakukan lagi kesalahan yang fatal dalam mendidik dan mengelola mereka.

Diakhir priode sesi Observasi orang tua akan mendapat Konsultasi Pribadi tentang anaknya dan Laporan Observasi yang lengkap yang bisa membantu orang tua dan guru untuk menerapkan pola asuh dan pola didik yang tepat bagi si anak.

Atas usulan dan permintaan dari berbagai pihak baik akhirnya program observasi ini akan di buka setiap libur sekolah dengan kapasitas yang sangat terbatas.

Mengingat banyaknya peminat program ini dan terbatasnya tempat kami, maka kami juga sedang mempertimbangkan untuk membuka kerjasama program di daerah-daerah.

Program untuk anak seusia TK dan SD

Segera daftarkan putra-putri anda segera, pendaftaran akan segera di tutup jika kapasitas telah terpenuhi.

Hubungi sekarang juga:  Ayah Edy Management di nomer  0856 949 751 74 atau bisa juga ke 021-2633-7754 (Jika telp anda tdk di angkat atau sibuk, silahkan SMS tinggalkan nama/identitas, biar kami yg akan hubungi anda kembali)

Let's Make Indonesian Strong from Home
MARI KITA BANGUN INDONESIAN YANG KUAT DARI KELUARGA, MELALUI ANAK-ANAK KITA TERCINTA!

Salam Sukses dan Bahagia,
AE Management

Jumat, 29 November 2013

MENGAPA DUNIA MENGAKUI FINLANDIA MEMILIKI SISTEM PENDIDIKAN TERBAIK DI DUNIA ?



Sistem pendidikan Finlandia adalah yang terbaik di dunia. Rekor prestasi belajar siswa yang terbaik di negara-negara OECD dan di dunia dalam membaca, matematika, dan sains dicapai para siswa Finlandia dalam tes PISA. Amerika Serikat dan Eropa, seluruh dunia gempar.

BERIKUT APA YG DILAKUKAN PEMERINTAH FINLANDIA BAGI WARGA NEGARANYA

1. Untuk tiap bayi yang lahir kepada keluarganya diberi maternity package yang berisi 3 buku bacaan untuk ibu, ayah, dan bayi itu sendiri.

Alasannya, PAUD adalah tahap belajar pertama dan paling kritis dalam belajar sepanjang hayat. Sebesar 90% pertumbuhan otak terjadi pada usia balita dan 85% brain paths berkembang sebelum anak masuk SD (7 tahun).

2. Kegemaran membaca aktif didorong. Finlandia menerbitkan lebih banyak buku anak-anak daripada negeri mana pun di dunia. Guru diberi kebebasan melaksanakan kurikulum pemerintah, bebas memilih metode dan buku teks.

3. Stasiun TV menyiarkan program berbahasa asing dengan teks terjemahan dalam bahasa Finish sehingga anak-anak bahkan membaca waktu nonton TV.

4. Pendidikan di sekolah berlangsung rileks dan masuk kelas siswa harus melepas sepatu, hanya berkaus kaki. Belajar aktif diterapkan guru yang semuanya tamatan S2 dan dipilih dari the best ten lulusan universitas.

5. Orang Finlandia merasa lebih terhormat jadi guru daripada jadi dokter atau insinyur.

6. Frekuensi tes benar-benar dikurangi. Ujian nasional hanyalah Matriculation Examination untuk masuk PT.

7. Sekolah swasta mendapatkan dana sama besar dengan dana untuk sekolah negeri. Sebesar 25%

8. Kenaikan pendapatan nasional Finlandia disumbangkan oleh meningkatnya mutu pendidikan.

9. Dari negeri agraris yang tak terkenal kini Finlandia maju di bidang teknologi. Produk HP Nokia misalnya merajai pasar HP dunia. Itulah keajaiban pendidikan Finlandia.

Bagaimana Indonesia? Ada yang berpendapat, keunggulan mutu pendidikan Finlandia itu tidak mengherankan karena negeri ini amat kecil dengan jumlah penduduk sekitar 5 juta jiwa, penduduknya homogen, dan negaranya sudah eksis sekian ratus tahun. Sebaliknya, penduduk Indonesia lebih dari 220 juta jiwa, amat majemuk terdiri dari beragam suku, agama, budaya, dan latar belakang sosial. Indonesia baru merdeka 66 tahun. Pendapat senada dikemukakan oleh tokoh-tokoh dan pemerhati pendidikan Amerika Serikat, Inggris, Prancis, Jepang, dan negara-negara lain dibandingkan dengan negaranya.

Yang paling malu AS karena unit cost anggaran pendidikannya jauh melebihi Finlandia tapi siswanya mencapai ranking 17 dan 24 dalam tes PISA, sedangkan siswa Shanghai China ranking 1, Finlandia 2, dan Korea Selatan 3.

Penurut para pengamat, Soal siswa di Shanghai China juara masih diragukan karena belum menggambarkan keadaan mutu seluruh pendidikan China, melainkan hanya menggambarkan sebagian kecil pelajar Shanghai yg berhasil dalam tes, sementara hasil pengamatan secara menyeluruh terhadap negaranya menunjukkan mayoritas China masih berada jauh dari Findlandia.

Akhirnya semua mengakui bahwa sistem pendidikan Finlandia yang terbaik di dunia karena kebijakan-kebijakan pendidikan konsisten selama lebih dari 40 tahun walau partai yang memerintah berganti-ganti.

Secara umum kebijakan-kebijakan pendidikan China dan Korea Selatan (dan Singapura) juga konsisten dan hasilnya terlihat sekarang.

Kebijakan-kebijakan pendidikan Indonesia cenderung tentatif, suka coba-coba, dan sering berganti istilah, tiap ganti pemerintahan dan menteri maka akan ganti kebijakan tanpa arah dan tujuan yg jelas. Lalu bagaimana dengan kebijakan pendidikan Indonesia jika dibandingkan dengan Finlandia?

1. Kita masih asyik memborbardir siswa dengan sekian banyak tes (ulangan harian, ulangan blok, ulangan mid-semester, ulangan umum / kenaikan kelas, dan ujian nasional). Finlandia menganut kebijakan mengurangi tes jadi sesedikit mungkin. Tak ada ujian nasional sampai siswa yang menyelesaikan pendidikan SMA mengikuti matriculation examination untuk masuk PT.

2. Kita masih getol menerapkan KKM (Kriteria Ketuntasan Minimal) sehingga siswa yang gagal tes harus mengikuti tes remidial dan masih ada tinggal kelas. Sebaliknya, Finlandia menganut kebijakan automatic promotion, naik kelas otomatis. Guru siap dan lebih memberi perhatian untuk membantu siswa yang tertinggal sehingga semua naik kelas.

3. Kita masih berpikir bahwa PR amat penting untuk membiasakan siswa disiplin belajar. Bahkan, di sekolah tertentu, tiada hari tanpa PR. Sebaliknya, di Finlandia PR tidak di utamakan, namun jika ada masih bisa ditolerir tapi maksimum hanya menyita waktu tidak lebih dari setengah jam waktu anak belajar di rumah.

4. Kita masih pusing meningkatkan kualifikasi guru SD agar setara dengan S1, di Finlandia semua guru harus tamatan S2. Dan mendapatkan pelatihan peningkatan kualitas teknik mengajar dan pemecahan masalah kesiswaan secara rutin.

5. Kita masih menerima calon guru yang lulus dengan nilai pas-pasan, sedangkan di Finlandia guru hanya di ambil dari 10% lulusan terbaik (the best ten) lulusan universitas yang ada disana.

6. Kita masih sibuk memaksa guru membuat silabus dan RPP mengikuti model dari Pusat dan memaksa guru memakai buku pelajaran BSE (Buku Sekolah Elektronik), di Finlandia para guru bebas memilih bentuk atau model persiapan mengajar dan memilih metode serta buku pelajaran sesuai dengan pertimbangannya.

7. Hanya segelintir guru di tanah air yang membuat proses belajar-mengajar itu menyenangkan (learning is fun) melalui penerapan belajar aktif. Terbanyak guru masih getol mengajar satu arah dengan metode ceramah amat dominan. Sedangkan, di Finlandia terbanyak guru menciptakan suasana belajar yang menyenangkan melalui implementasi belajar aktif dan para siswa belajar dalam kelompok-kelompok kecil. Motivasi intrinsik siswa adalah kata kunci keberhasilan dalam belajar. Anak dibebaskan berpendapat sesuai jalan pikirannya masing2 tanpa harus selalu sama dengan pendapat para gurunya.

8. Di tanah air kita terseret arus mengkotak-kotakkan siswa dalam kelas reguler dan kelas anak akselerasi, kelas anak lamban, kelas berbahasa Indonesia dan kelas bilingual (bahasa Inggris sebagai bahasa pengantar) dan membuat pengkastaan sekolah (sekolah berstandar nasional, sekolah nasional plus, sekolah berstandar internasional, sekolah negeri yang di anak emaskan dan sekolah swasta yang dianaktirikan). Sebaliknya di Finlandia, sama sekali tidak ada pengkotakan siswa dan pengkastaan sekolah. Sekolah swasta mendapatkan besaran dana yang sama dengan sekolah negeri.

9. Di Indonesia bahasa Inggris wajib diajarkan sejak kelas I SMP, di Finlandia bahasa Inggris mulai diajarkan dari kelas III SD. Alasan kebijakan ini adalah memenangkan persaingan ekonomi di Eropa, membuka kesempatan kerja lebih luas bagi lulusan, mengembangkan wawasan menghargai keanekaragaman kultural.

10. Di Indonesia siswa-siswa kita ke sekolah sebanyak 220 hari dalam setahun (termasuk negara yang menerapkan jumlah hari belajar efektif dalam setahun yang tertinggi di dunia). Sebaliknya, siswa-siswa Finlandia ke sekolah hanya sebanyak 190 hari dalam satu tahun. Jumlah hari liburnya 30 hari lebih banyak daripada hari libur di Indonesia. Kita masih menganut pandangan bahwa semakin sering ke sekolah anak makin pintar, mereka malah berpandangan semakin banyak hari libur anak makin pintar.

Ditulis oleh: S Belen Sumber: http://sbelen.wordpress.com/2011/08/08/mengapa-mutu-pendidikan-finlandia-terbaik-di-dunia/


CATATAN TAMBAHAN BAGI YG MASIH INGIN TAHU RAHASIA SUKSES PENDIDIKAN DI FINLANDIA;

1. Setiap anak diwajibkan mempelajari bahasa Inggris serta wajib membaca satu buku setiap minggu.

2. Sistem pendidikannya yang gratis sejak TK hingga tingkat universitas.

3. Wajib belajar diterapkan kepada setiap anak sejak umur 7 tahun hingga 14 tahun.

4. Selama masa pendidikan berlangsung, guru mendampingi proses belajar setiap siswa, khususnya mendampingi para siswa yang agak lamban atau lemah dalam hal belajar. Malah terhadap siswa yang lemah, sekolah menyiapkan guru bantu untuk mendampingi siswa tersebut serta kepada mereka diberikan les privat.

5. Setiap guru wajib membuat evaluasi mengenai perkembangan belajar dari setiap siswa.

6. Ada perhatian yang khusus terhadap siswa-siswa pada tahap sekolah dasar, karena bagi mereka, menyelesaikan atau mengatasi masalah belajar bagi anak umur sekitar 7 tahun adalah jauh lebih mudah daripada siswa yang telah berumur 14 tahun.

7. Orang tua bebas memilih sekolah untuk anaknya, meskipun perbedaan mutu antar-sekolah amat sangat kecil.

8. Semua fasilitas belajar-mengajar dibayar serta disiapkan oleh negara.

9. Negara membayar biaya kurang lebih 200 ribu Euro per siswa untuk dapat menyelesaikan studinya hingga tingkat universitas

10. Baik miskin maupun kaya semua siswa memiliki kesempatan yang sama untuk belajar serta meraih cita-citanya karena semua ditanggung oleh negara

11. Pemerintah tidak segan-segan mengeluarkan dana demi peningkatan mutu pendidikan itu sendiri.

12. Makan-minum di sekolah serta transportasi anak menuju ke sekolah semuanya ditangani oleh pemerintah.

13. Biaya pendidkan datang dari pajak daerah, provinsi, serta dari tingkat nasional.

14. Khusus mengenai para GURU: setiap guru menerima gaji rata-rata 3400 euro per bulan. Guru disiapkan bukan saja untuk menjadi seorang profesor atau pengajar, melainkan disiapkan juga khususnya untuk menjadi seorang ahli pendidikan. Makanya, untuk menjadi guru pada sekolah dasar atau TK saja, guru itu harus memiliki tingkat pendidikan universitas.

Inilah beberapa catatan mengenai RAHASIA atau filosofi KEBERHASILAN PENDIDIKAN DI FINLANDIA.

Siapa yg berkenan bisa menyampaikan pada pihak pengambil kebijakan di seluruh daerah di Indonesia termasuk di DKI Jakarta, barang kali saja Pak Jokowi bisa menjadikan Jakarta sebagai Proyek Percontohan bagi pendidikan di Indonesia.

Kamis, 28 November 2013

CD KOMPILASI TALKSHOW AYAH EDY BISA DENGAR DAN DI UNDUH SECARA ON LINE




Alamat Link untuk Unduh :

Alamat Link untuk dengar:
  

Program ini adalah karya dari Relawan kita:
 pak Mustafiid RA.
http://www.facebook.com/mustafiid
dan
Mas Gustaf


Sabtu, 02 November 2013

DAFTAR 1 RELAWAN DONATUR DAN PENERIMA BUKU AYAH EDY



 



DAFTAR NOMINASI CALON RELAWAN PENERIMA HADIAH BUKU AYAH EDY

DAN PARA CALON DONATUR PROGRAM BERBAGI BUKU UNTUK PARA RELAWAN PERUBAHAN GURU DAN ORANG TUA.
Siti Alkomah Ikom Alhamdulillah..saya sdh mulai berjalan menggerakkan anti pornografi dan pornoaksi kurang lebih 1,5 bulan, saya mngumpulkan masyarakat sekitar rumah,saat ini sdh terkumpul 21 anak dari usia TK,SD dan SMP, dan diadakan pertemuan 4 kali dalam seminggu, adapun aktivitas yg dilakukan adalah menonton Film yg dapat dijadikan motivasi o/ anak2 dlm kehidupan sehari2, tahfizh Quran, Shalat berjamah,dan pembentukan karakter anak..kegiatan ini Free..dan alhamdulillah para orang tua sangat senang dg adanya kegiatan ini,karna mereka tdk mampu untuk merubah anaknya, mudah2an buku dari ayah eddy Dpat dijadikan salah satu sumber pegangan dlm mendidik anak2 generasi muda..Amiiin..
Shanti Nurlia · 5 mutual friends Saya mau, saya akan ambil peran karena saya seorang konselor sekolah di tingkat Madrasah Aliyah Negeri di Tenggarong, Kaltim. Perubahan yg sy lakukan adl menanamkan kesadaran akan diri & lingkungan, dan tanggungjawab pribadi atas perilaku seksual remaja. Agar mereka memiliki cara pandang yg lebih luas dan memahami resiko2 pergaulan bebas.
Yetimar Tamar saya mau ayah eddy..saya seorang ibu rumah tangga dengan 3 orang anak putri usia sekolah.dan 1 anak putra..perubahan yg akan saya lakukan adalah memperkuat sistem dirumah terutama dari ibu dan ayah dengan sistem cinta dan kasih sayang serta membuat anak merasa lebih cinta keluarga..bisa saya mulai dengan ibu2 disekitar lingkungan komplek saya dahulu.setelah berhasilke orang tua dilingkungan sekolah anakanak saya...Saya benar2 khawatir ayah dengan kondisi anak2 dan remaja kita ini
Ari Mania · 2 mutual friends Saya mau ayah...saya mau menerapkan ilmu tersebut di lembaga pemasyarakatan anak di balikpapan...kebetulan saya sebagai tutor pkbm di lapas balikpapan
Ayu Hartini Pramadyani Saya merasa wajib urun tangan- krn nasib bangsa ke depan ditentukan oleh anak-anak kita
Kebetulan saya dokter- saya akan luangkan waktu untuk mengajak sekolah2 mengadakan seminar bahaya pergaulan bebas dari aspek kesehatan, saya punya banyak materi dan gambar penyakit menular seksual dan bahaya HIV/AIDS untuk mengetuk hati anak2 kita, agar tidak mencoba hal2 yang akan merugikan mereka.
Isna Dewi Sy bersedia,kebetulan sy guru TK,sy rasa pendidikan seks dmulai dr kecil,biasany anak2 TK selalu mendengarkan ªª yg d suruh atau d ajarkan oleh guruny dan itu akan tertanam smpi mrka dewasa kelak
Alya Zulfa · Friends with Herawati and 10 others
Insya Allah, saya mau ayah ... karena saya penulis, saya akan mengajak beberapa teman penulis juga untuk mengkampanyekan program ini. Langkah awal saya akan menumbuhkan kampanye motivasi kepada para siswa untuk saya arahkan kepada dunia tulis menulis. menulis itu mudah, bukan masalah bakat. setiap orang dapat menulis, hanya tergantung kepada motivasi dalam dirinya sendiri mau mencoba atau tidak. Saya fikir dengan mengarahkan mereka kepada dunia tulis menulis, mereka akan dapat kita alihkan dari masalah efek pornografi dikalangan siswa di sekolah yang kian merebak. Selain memiliki nilai tambah bagi anak-anak dalam karyanya, yuk kita sama-sama galakkan Indonesia membaca
Pratiwi Arinta Wulanjani saya mau ayah... saya share informasinya... kebetulan saya salah satu anggota komite sekolah di sekolah anak saya, ini akan sangat bermanfaat bagi orangtua dan guru baik di sekolah kami maupun di sekolah lain...
Muhammad Maulana Buat program Seminar Free ke Sekolah sekolah.... saya sudah lakukan sejak 2009 sd skrng,,, kalangan SMA/K Sederajat....
Saya bersedia ayah,,,saya guru BK (Bimbingan dan Konseling) di salah satu SMK Negeri di Kota Tangerang. Sekolah saya berada di pinggiran kota (perkampungan yg tergusur pembangunan perumahan elite+mall2nya). Setiap tahunnya,ada saja siswi kami yg hamil dan awal thn pelajaran baru ini bahkan sudah ada beberapa siswa kelas X (yang baru masuk) kedapatan menyimpan video porno di HP mereka,bahkan ada yg jumlah video pornonya mencapai 200an judul. Tolong kami ayah,saya bingung harus bagaimana. Terimakasih.
oh iya,kami pernah bekerja sama dg salah satu lembaga untuk pemberian seminar kesehatan reproduksi dan saya pun melakukan edukasi ttg bahaya pornografi. Saat saya kroscek,di setiap kelas X yg saya tanyakan lebih dari setengahnya sudah pernah menonton video porno sejak mereka SMP bahkan ada yg sejak kelas 6 SD.
Saya berminat Ayah, saya guru TK di Pamekasan-Madura sekaligus ngisi mentoring remaja SMP dan SMA.
Yeli Asti Assalamu'alaiukum, wr.wb.saya mendaftar Ayah Edy..saya mahasiswi Fakultas Kedokteran yang sedang melakukan penelitian mengenai perilaku pergaulan bebas, seks bebas, kenakalan remaja, dan penyalahgunaan obat2 terlarang di daerah saya. ada beberapa sekolah yang tingkat kenakalan remajanya tinggi. oleh karena itu saya dapat membantu membagikan buku dan cd2 ini dibagikan ke sekolah dan guru2 BK, serta beberapa tkoh masyarkat pemberdayaan remaja di domisi tinggal saya. terima kasih.
saya daftar ayah, kebetulan suami anggota yayasan di suatu lembaga pendidikan, dengan jumlah murid yang mencapai ribuan, kami bisa mulai dari guru2, dan staff yabg lainnya, setelah itu ke orang tua melalui guru BP dan komite persatuan orang tua. Demikian Ayah terima kasih atas perhatiannya.
Evi Ahmad · Friends with Ari Sukmawati
Sy daftar ayah... Sy guru bhs inggris di slh satu SMK swasta + pnti asuhan di kota tangerang selatan
Vembrini 'vmee' Maristha saya siap ayah, sy guru BK di SMP Islam Swasta, basic agama yg luar biasa di sekolah trnyata belum mampu melindungi para siswa dr bahaya pornografi...tiap angkatan pasti ada kasus yg berkaitan dengan pornografi mengingat akses mereka ke media sangat mudah dengan fasilitas yg berlimpah. Dan sebagian besar ortu bekerja. Edukasi tentang kespro jg kerap dilaksanakan, yg faktanya memang banyak yg sudah mengenal video porno semenjak sd...dan mereka yg sudah trindikasi mengenal pornografi lebih sering brmasalah di akademis karena fokus yg kurang, sangat berharap ada program yg bs memutus mata rantai tidak sehat ini karena masa depan bangsa ada di anak dan remaja yg sedang terancam jiwanya oleh bahaya pornografi
Saya bkn guru, tapi saya bsedia mjadi relawan dg lbh byk bcr pada sesama org tua baik di sklh faathir mau pun tetangga sktr u/ lbh dkt dg anak2. 2 buku yg saya terima dari nourabooks kmrn sdh saya pinjamkan pada wali kelas faathir dan tetangga sblh rmh.... menyenangkan skali klo punya lbh byk buku u/ dbagi pada lbh byk org tua lainnya. Terima kasih, smoga lingkungan saya yg mdapat kesempatan ini.
Kurniati Dewi Saya brsedia... Sy guru bhs Inggris SMA..tp d daerah Ayah..tptnya d Pariaman Sumatera Barat. Bs yah?
Saya bersedia ayah... Saya guru PAUD da punya ank SD . Tmn sekelasnya ada yg sering melihat filem porno dihp'y dan dilihatkan pd teman2 dikelasnya... Padahal baru kelas 2 SD... Mohon bimbingan ayah...
Saya bersedia ayah,saya berpengalaman mengajar privat anak2 sd,smp, mat,fisika,kimia,saya tinggal di daerah cibaduyut bandung,punya dua org anak laki2 dan sgt concern mengenai metoda pendidikan anak2 indonesia yg hanya mementingkan nilai drpd ahlak,,mdh2an bisa dilibatkan ya ayah,terlibat dlm perjuangan kita buat anak2 indonesia lbh baik
Lia Faqoth Saya mau ayah, saya guru RA (setingkat TK ) Saya sering menyaksikan anak di2k sya walawpun bsih usia tk tpi bicaranya sudah jorok
insya allaah saya mau ayah, saya seorang ibu rumah tangga ...saya mau jadi bagian perubahan itu...sungguh sangat miris dan memang pertanda akhir zaman jika anak sudah mulai memperlakukan orangtua seperti pembantunya, tidak terlepas dari itu semua bisa jadi hal itu terjadi akibat proses metode pengasuhan yang minim ilmu...maka dari itu saya sangat ingin sekali membantu para ibu-ibu di sini supaya mereka bisa saling sharing, mudah2an dengan adanya buku dari ayah bisa membantu dan kita bisa saling mengisi satu dengan yang lainnya, terimakasih sebelumnya....ayah, semoga membuka pintu kebaikan dan rahmat-Nya,aamiin...
Jika Allah mengijinkan dan memberi saya jalan saya berNiat menjadi Relawan penyelamat Bangsa,bahkan jauh sebelum mengenal program Ayah Edy dan Komunitas Ayah Edy saya sdh sangat prihatin terhadap krisis moral bkn hanya ank2 penerus generasi bangsa,tp prihat juga terhadap pola pikir para orang tua dan guru2 diIndonesia.
Saya bukanlah anak dari hasil didikan yang diarahkan utk mempunyai Etika yg baik,tp saya merasa beruntung..seiring berjalannya waktu Allah mempertemukan saya dgn org2 dan hal2 yg baik utk bekal saya mendidik buah hati kami mnjadi generasi yg kuat dari Dari rumah agar kelak Negara kami diisi oleh ank2 yg kuat Akhlaknya.
Berterimakasih sekali saya kpd Komunitas Ayah Edy,mbak Lenny,mbak Vera,Kak Mei,Ayah Taufik,Mama Nina,Bapak Jaka yg sdh sangat terbuka menerima permintaan pertemanan saya,dan dari sinilah saya semakin belajar..belajar dan belajar demi keselamatan Generasi bangsa walau baru berawal dari ank2 saya sndiri dan lingkungan kecil disekolah ank serta sahabat2 dekat saya.
Dari sini dl angan2 utk mencari jalan guna peduli thd ank2 generasi bangsa hnya seakan bagai dlm mimpi saja(slalu bertanya akn kah saya bisa??)..dan skrg saya smakin yakin bahwa saya insyaAllah akn bisa ikut dlm bagian program ini..
Ayah Edy,saya hanya seorang ibu rumah tangga,bkn dari kalangan yg berada..hanya rakyat jelata biasa..banyak yg tak menganggap,banyak yg tak peduli..tp sejak saya mpunyai kberanian dan tekat utk peduli(krna semangat dari isi CD AyahEdy) saya jd benar2 berani utk berdiri didepan umum dan mensosialisasikan program Ayah Edy.
Membagikan CD parenting tersebut bagi orang tua dan guru2 yang membutuhkan(Hal ini karna saya mendapat bantuan dari Mbak Lenny Ayah,beliau lah yang mengirimkan CD2 tsb dan saya mbagikan nya benar2 hanya bagi mereka yg membutuhkan,krna saya ingin memastikan CD2 tsb sampai ketangan yg tepat dan benar2 ingin mendengarkannya agar tdk mubazir)
Ayah..jika Allah mengijinkan saya akn selalu berusaha menjadi Relawan penyelamat bangsa..karna sangat sedih Ayah,jika membayangkan kelak ank saya masih akn bertemu dgn ank2 hasil didikan lama yg tdk mengedepankan Etika dan moral...sedihhhhh sampe sesedih sedihnya.
Kalau hanya menghayal dan mengharap ada org lain yg bisa membenahi ini,saya tdk tau hrs berharap pd siapa Ayah,maka...saya ingin memulai dari saya sendiri dan mulai dari sekarang..bergerak dan bermanfaat bagi yg lain.agar kita bisa sama2 bertemu diSurga kelak Ayah..Saya yakin insyaAllah bisa dan Yesss saya mau mjd relawan Penyelamat Bangsa!!Ayah Edy dan Mbak Lenny..serta msih byak lagi hati2 yg mulia ini,smoga Allah SWT memanjangkan Umur,menyehatkan jiwa raga dan membukakan pintu2 rejekinya slalu.Amin ya Rabb..
Eniyati Wahyuni · Friends with Art Rodhi and 4 others
Saya berminat, lalu cara & pendistribusiannya bag? Saya IRT yg mengajar dhu'afa, ingin merubah cara bergaul ank2 skrg. Saya berniat membagikan ke bbrp sklh jk bisa mendapatkannya. Semangaat ISFH
Insya Allah Ayah, saya bersedia menjadi relawan. Dan saat ini saya membuka bimbel khusus anak2 SD di rumah saya. Dan murid- muridnyapun sampai sejauh ini masih sebatas tetangga kami. Sebenarnya disamping mengajar bimbelpun saya sudah menyisipkan pelajaran budi pekerti dan akhlak kepada murid - murid saya. Dan alhamdulillah baik murid kami dan sebagian orang tua murid mau dengan ikhlas berubah ke arah lebih baik lagi. Semoga dengan menjadi relawan bersama komunitas Ayah, saya semakin banyak mendapat ilmu yang nantinya bisa disharing lagi tidak hanya kepada murid kami, anak kami tapi juga ke orang lain.