SATU-SATUNYA SITUS RESMI AYAH EDY

SATU-SATUNYA SITUS RESMI AYAH EDY
Bagaimana caranya..? Gabung di FB: komunitas ayah edy, download talkshow di www.ayahedy.tk

Senin, 13 November 2017

PERJALANAN KO YEFTA

Awal Jumpa di Jakarta usia SD kelas 6

FROM NOTHING TO SOMETHING

Kisah perjalanan dari seorang anak yang mogok sekolah, hingga kembali menemukan passion dan talentanya.

OTAGO UNIVERSITY OF NEW ZELAND

Yefta adalah putera dari bu Nita, yang bertemu saya kira-kira saat ia kelas 6 SD.

Saat itu Yefta mogok sekolah, meskipun Yefta sudah disekolahkan  di sekolah terbaik yang ada di kota Solo ia tetap saja tidak mau bersekolah.

Orang tuanya Stress, dan kerap kali bertengkar dengan anaknya masalah sekolah.   Anaknya juga semakin stress dan semakin mogok belajar.  Maka jadilah keduanya sama-sama frustasi.

Sampai satu ketika Yefta sedang pergi ke Mall lalu mampir ke Toko Buku dan menemukan buku kami yang berjudul

37 Kebiasaan Orang Tua yang menghasilkan perilaku buruk pada anaknya.

Diam-diam Yefta membeli buku ini, lalu di hadiahkan pada ibunya.

Beruntunglah Yefta, memiliki orang tua seperti bu Nita.

Mendapat hadiah buku dari anaknya bukannya tersinggung tapi malah dibacanya, hingga pikirannya sedikit-demi sedikit mulai terbuka.

Sampai pada akhirnya ia penasaran untuk bisa bertemu dengan Penulisnya, untuk bisa berkonsultasi langsung tentang permasalahannya.

Singkat cerita ia mulai mencari kontak nomer kami via google, dan kala itu langsung mendaftar untuk konsultasi dan mendapat waiting list sampai hampir 1 tahun.

Ketika saatnya tiba Bu Nita datang bersama keluarga ke Jakarta bersama Yefta, untuk bertemu kami dan berkonsultasi.

Tapi sayangnya ketika berjumpa, bu Nita tidak yakin pada Penampilan Saya.... (menurut pengakuannya) apa ya bisa orang kayak gini bisa menyelesaikan permasalahan keluarga saya yang ruwet ini.

Proses konsultasipun di mulai.........

2 jam kami coba mengurai masalahnya..........
dan ternyata 2 jam ini tidak cukup......

Masih dilanjutkan lagi ketika kami ke Salatiga, saat berseminar di Hotel Wahid Salatiga......

Lanjut lagi...... lagi dan lagi.....

Sampai tak terasa 5 tahun sudah kami membimbing Yefta dan keluarganya.

Dari Yefta yang mogok sekolah sampai Yefta yang kini Rajin Sekali Belajar melalui sebuah lembaga bimbingan HomeSchooling Destiny di Salatiga.

setelah proses bimbingan menjadi penyelenggara seminar untuk orang tua

Kini keluarga bu Nita kembali tersenyum gembira dan jauh lebih harmonis, hubungan keluarga mulai terjalin indah, dan Kakak Yefta sekarang sudah dalam proses untuk mendapatkan Bea Siswa dari salah satu perguruan tinggi di New Zealand.

InsyaAllah akhir bulan Depan kakak Yefta akan mulai survey sekolahnya di New Zealand bersama kami, rencananya untuk jurusan peternakan, teknologi ternak dan pakan ternak.

Yefta memiliki kecintaan yang tinggi dengan dunia peternakan, dan ini dibuktikannya ketika kami memintanya untuk berlatih merawat sapi dipertenakan yang ada di Boyolali, juga dibuktikan dengan kesungguhannya belajar untuk bisa menembus perguruan tinggi jurusan peternakan terbaik yang ada di New Zealand.

Bahkan ibunya bercerita Yefta selalu menantang gurunya untuk memberikan sebanyak2nya pelajaran dan ujian agar ia bisa menyelesaikan studi SMAnya lebih cepat agar bisa segera berkuliah.

Proses menemukan sekolah impian di New Zealand

Saking sudah lama kami membimbing Yefta, kami sampai akrab dengan seluruh keluarganya sampai pada nenek dan kakeknya.  Dan saking senang orang tua nya sampai menyelenggarakan seminar keliling Indonesia agar byk org tua yg bisa mendapat manfaat spti dirinya

Alhamdullilah kedua adik Yefta kini juga dalam bimbingan kami, untuk menyusul sukses yang diraih oleh kakaknya.

Inilah foto keluarga Yefta bersama kami dalam proses persiapan untuk mendukung Yefta jadi ahli Peternakan Sapi Indonesia.

Mohon doa dari ayah dan bunda agar ada lebih banyak anak Indonesia yang berhasil meraih mimpi terbesarnya.



Salam syukur penuh berkah
ayah edy
Guru Parenting Indonesia.
www.ayahkita.blogspot.com

Siapa mau Jumpa dengan Kakak Aiesha..?



Siapakah kakak Aies..?

Dulu sekali Aiesha Azizah, atau kakak Aies panggilan Akrabnya, pernah ikut Program Pemetaan Observasi Liburan Sekolah di tempat kami di Cibubur.

Lama tak jumpa, tiba-tiba kini Aies sudah kelas 2 SMA dan menghubungi kami kembali untuk ikut program Konsultasi Pribadi pemetaan profesi berdasarkan potensi Emasnya.

Dan Alhamdullilah, sejak mengikuti observasi di sekolah kami dulu dan hingga dipetakan kembali potensinya, kakak Aies sekarang sudah dalam tahapan belajar mengelola perusahaannya sendiri.

Menariknya meskipun kakak Aies sudah berjumpa beberapa kali dengan kami rupanya masih rindu untuk bisa ikut kembali Program Observasi bersama kami di sekolah kami di Bali.

Cuma karena kakak Aies saat ini sudah SMA jadi kami sengaja rangcangkan khusus program observasinya adalah dengan memberikan project khusus untuk membuat Start Up Company disertai dengan program semacam Leadership dan Team Building, selama 9 hari.

Program ini dirancang untuk mempersiapkan Mental dan Karakter kakak Aies untuk menjadi seorang Pengusaha muda yang tangguh dan berhati mulia.

Wah senangnya .....

Ternyata anak-anak yang dulu pernah ikut program Observasi Liburan sekolah di tempat kami, tidak pernah melupakan pengalaman indahnya bersama kami, dan ingin kembali lagi bernostalgia bersama para guru-guru kami.

Kami sempat berbincang-bincang bersama ayahnya bapak Rizal via telpon selama lebih dari 45 menit. 

Betapa bahagianya beliau yang dulu pernah mengikut sertakan Aies dalam Program observasi pemetaan potensi emas anak, sehingga kakak Aies saat ini sudah memiliki tujuan hidup yang lebih jelas dan bahkan sudah mulai belajar mengelola perusahaannya sendiri sesuai potensi emas yang dimiliki.

Dan di Program Observasi Desember 2017 ini Tidak hanya kakak Aies yang diikutsertakan melainkan juga kedua orang adiknya ikut program Observasi akhir tahun ini.

Betapa bahagiannya kami semua, melihat satu demi satu lulusan program observasi pemetaan potensi emas kami, berhasil meraih mimpi besarnya dalam usia yang masih sangat belia.

SATU DEMI SATU ANAK-ANAK INDONESIA BERHASIL MERAIH MIMPI TERBAIK MEREKA....

Sampai Jumpa di Bali ya..., Ayah Rizal dan Kakak Aies.....

by ayah edy
Pimpinan Program Observasi Holiday Class
Lovina Bali

Phone/SMS : 0856-9497-5174 / 0856-1997-244
Office telp: 0362 -330-1705 pada jam kerja WITA (Senin-Jum'at).


TIDAK MAU MENGANTRI..? JANGAN DIANGGAP MASALAH REMEH


Asalamualaikum wr.wb.
Selamat Pagi Sahabat Semua...

Tahukah kita Apa yang membedakan NEGARA MAJU dan negara "SULIT MAJU"?

adalah "DISIPLIN"

Ketika masih di New Zealand semua orang tertib antri naik pesawat....., kami 4 kali naik pesawat domestik di NZ tak ada satupun orang yang berusaha menyerobot antrian saat boarding chek.

Namun Setelah pulang dan Transit via Bandara KL Malaysia dengan tujuan penerbangan ke Jakarta, Indonesia, tiba2 saja ada seorang bapak molos ngolong menerobos sabuk antrian di depan saya.

Lalu saya sapa, Mas dari Indonesia ya.....,  ia pun mengangguk tersenyum tanpa menunjukkan rasa malu.

APA SESUNGGUHNYA PELAJARAN DI BALIK MENGANTRI DAN MENYEROBOT ANTRIAN....?

Teruslah membaca.....

MENGAPA GURU DI NEW ZEALAND DAN AUSTRALIA LEBIH MENGUTAMAKAN BELAJAR MENGANTRI DARI PADA NILAI MATEMATIKA ??

Alhamdullilah sharing pengalaman kami ini bisa menjadi rujukuan dan di baca oleh banyak orang tua dan guru, semoga dengan kami sharing ulang artikel ini bisa kembali di share, di baca dan membuka mata hati dan kesadaran setiap orang tua dan pimpinan penyelenggara pendidikan yang ada di tanah air tercinta.

Berikut inti dari artikel yang dulu sekali pernah kami sharing di www.ayahkita.blogspot.com  berdasarkan pengalaman kami bertemu dengan seorang guru dari Australia. salah satunya yang terbaru kami sharing ada di :
http://ayahedy.tumblr.com/post/97298034349/apa-akibat-jika-kita-tidak-terbiasa-punya-budaya

Budaya Etika antri vs Pintar matematika
Seorang guru di Australia pernah berkata:

“Kami tidak terlalu khawatir jika anak2 sekolah dasar kami tidak pandai Matematika” kami jauh lebih khawatir jika mereka tidak pandai mengantri.”

“Sewaktu ditanya mengapa dan kok bisa begitu ?” Kerena yang terjadi di negara kita justru sebaliknya.

Inilah jawabannya:

Karena kita hanya perlu melatih anak selama 3 bulan saja secara intensif untuk bisa Matematika, sementara kita perlu melatih anak hingga 12 Tahun atau lebih untuk bisa mengantri dan selalu ingat pelajaran berharga di balik proses mengantri.

Karena tidak semua anak kelak akan berprofesi menggunakan ilmu matematika kecuali TAMBAH, KALI, KURANG DAN BAGI. Sebagian mereka anak menjadi Penari, Atlet Olimpiade, Penyanyi, Musisi, Pelukis dsb.

Karena biasanya hanya sebagian kecil saja dari murid-murid dalam satu kelas yang kelak akan memilih profesi di bidang yang berhubungan dengan Matematika. Sementara SEMUA MURID DALAM SATU KELAS ini pasti akan membutuhkan Etika Moral dan Pelajaran Berharga dari mengantri di sepanjang hidup mereka kelak.

”Memang ada pelajaran berharga apa dibalik MENGANTRI ?”

”Oh iya banyak sekali pelajaran berharganya;”

•Anak belajar manajemen waktu jika ingin mengantri paling depan datang lebih awal dan persiapan lebih awal.

•Anak belajar bersabar menunggu gilirannya tiba terutama jika ia di antrian paling belakang.

•Anak belajar menghormati hak orang lain, yang datang lebih awal dapat giliran lebih awal dan tidak saling serobot merasa diri penting..

•Anak belajar berdisiplin dan tidak menyerobot hak orang lain.

•Anak belajar kreatif untuk memikirkan kegiatan apa yang bisa dilakukan untuk mengatasi kebosanan saat mengantri. (di Jepang biasanya orang akan membaca buku saat mengantri)

•Anak bisa belajar bersosialisasi menyapa dan mengobrol dengan orang lain di antrian.

•Anak belajar tabah dan sabar menjalani proses dalam mencapai tujuannya.

DAN SEBALIKNYA orang yang menerobos antrian mengapa SULIT MAJU...?

Silahkan dipikirkan jawabannya.

Ayah Edy
Guru Parenting Indonesia.
www.ayahkita.blogspot.com com



ASYIKNYA PARENTING BERSAMA AYAH EDY


PENGALAMANKU MENGIKUTI SEMINAR AYAH EDY DI BEKASI DAN MEMPRAKTEKAN CARA DAN TEKNIK PARENTING YANG BENAR PADA ANAKKU

Verly Ayu
setelah kemarin di bekasi ikut seminar nya Ayah Edy .. beruntung ada stand buku nya..dan saya beli semua dan baru baca "Ayah edy menjawab" subhanallah ..beberapa ada pada anak saya alami..mncoba saya praktekan jawaban2 ayah..MANJURRR yah..xixixi makasih ayah edy
Like · Reply · Message · 7 hrs

AYAH EDY Parenting
Alhamdulilah ya Mom Verly Ayu, indahnya belajar parenting, akhirnya kita menyadari bahwa masalahnya bukanlah di perilaku anak kita tapi di teknik dan cara kita mendidiknya ya Mom, selamat melanjutkan membaca dan prakteknya ya Mom, makin hari makin asyik deh rasanya kita hidup bersama anak-anak kita tercinta. InsaAllah.
Like · Reply · Commented on by Ayah Edy Wiyono · 16 mins

AYAH EDY Parenting
Mohon izin shere testimoninya ya Mom, agar para mom & dad yang lain juga merasakan indahnya belajar parenting. tks sebelumnya.
Like · Reply · Commented on by Ayah Edy Wiyono · 15 mins

PARENTING DI SEKRETARIAT NEGARA JAKARTA

RINGKASAN PARENTING SEMINAR "Menggali dan memetakan POTENSI EMAS ANAK" DI SEKRETARIAT NEGARA JAKARTA

Terimakasih atas antusiasme yang luar biasa dari para peserta, yang tidak mau berhenti meski waktu sudah usai....

Yuk kita belajar memetakan potensi emas anak kita, karena ternyata tidak ada satu anakpun yang tidak diberikan POTENSI EMAS dalam dirinya oleh Tuhan.

Karena sesungguhnya setiap anak pasti memiliki POTENSI EMASNYA masing-masing.

Hanya saja mungkin orang tua dan para guru yang tidak tahu cara menggali dan menemukannya.

Terimakasih banyak kepada Pemimpin dan segenap penyelenggara Acara di Kementrian Sekretariat Negara....

Semoga langkah ini juga diikuti oleh Departemen-departemen lainnya,  agar setiap orang tua bisa menggali dan menemukan potensi emas yang dimiliki oleh putera-puteri tercinta.

Dan jadilah mereka orang-orang luar biasa yang bisa mengharumkan nama bangsa dan negara kita.

Seminar yang sama akan diselenggarakan di Denpasar untuk Orang tua dan anak, pada tanggal 17 Desember 2017, silahkan kontak or sms Bunda Irene: 081 999 48 3941

TERUSLAH MEMBACA....

Setiap orang, setiap anak, lahir dengan membawa bibit unggul masing-masing. Ada anak yang memiliki bibit dokter. Maka bila dirawat dengan tepat, kelak ia akan tumbuh menjadi ‘pohon dokter’. Ada pula anak yang menyimpan bibit penyanyi. Jika dibesarkan dengan baik, kelak ia akan menjadi ‘pohon penyanyi’, begitu pula dengan bibit-bibit lainnya. -Ayah Edy-    

Ayah Edy, itulah panggilan akrab pria berkeluarga yang bernama lengkap Edy Wiyono. Ayah dari dua orang anak tersebut adalah seorang pakar dalam bidang parenting. Beliau telah berhasil menyalurkan potensi emas banyak anak Indonesia yang dianggap bermasalah oleh orang tuanya sendiri. Beliau juga berhasil membuka mata para orang tua yang hanya menginginkan anaknya sukses dalam bidang akademik dengan nilai rapor yang tinggi tanpa memikirkan apa potensi anak mereka yang sesungguhnya.   
 Hadir dalam Seminar Parenting “How to See Gold in Our Child” yang diselenggarakan oleh Pusdiklat Kementerian Sekretariat Negara RI di Aula Serbaguna Gedung 3 Kemensetneg RI pada Rabu (25/10/2017), Ayah Edy berbagi pengalamannya tentang bagaimana menggali dan memetakan potensi emas dalam diri anak kita. Dengan gaya penyampaiannya yang luwes, Ayah Edy sukses membuat para orang tua dan calon orang tua yang hadir dalam seminar tersebut sangat antusias mendengarkan pemaparannya.
Seperti yang dikatakan Ayah Edy bahwa setiap anak lahir dengan membawa bibit unggul masing-masing. Itu artinya setiap anak memiliki potensi emasnya masing-masing. Tidak ada satu pun dari mereka yang tidak berpotensi karena sejatinya Tuhan menciptakan tiap-tiap manusia dengan berbagai kelebihan dan kekurangannya.
“Karena ternyata setiap anak itu membawa tanda-tanda takdir dalam dirinya. Tanda-tanda profesi dalam dirinya. Tanda-tanda pertama yang Tuhan berikan ada di sekujur tubuhnya,” ujar Ayah Edy. 
Tuhan memberikan tanda-tanda pada setiap anak yang dilahirkan. Tanda-tanda yang merupakan petunjuk akan menjadi apakah anak ini saat ia besar nanti. Tujuannya adalah agar orang tua mampu membaca dan mengenali tanda-tanda tersebut sehingga pada akhirnya mereka mampu mengarahkan potensi yang dimiliki buah hati mereka. 
Misalnya, anak dengan potensi pelukis mungkin sejak kecil sering mencorat-coret dinding atau kertas dengan pensil warna. Lalu, anak dengan potensi model mungkin sejak kecil suka berpose di depan kamera tanpa harus diatur.   
Itulah tanda-tanda sederhana yang nyata terlihat. Namun, kerap kali orang tua kurang peka bahkan mengabaikan tanda-tanda tersebut, sehingga banyak kejadian dimana orang tua memaksakan anak untuk menekuni profesi tertentu yang bukan merupakan potensi dari anak tersebut.
“Permasalahannya adalah setiap orang tua menginginkan anaknya jadi orang sukses. Namun, seringkali kita sebagai orang tua tidak tahu caranya,” Ayah Edy menegaskan.
Mengenali potensi anak merupakan kewajiban setiap orang tua. Orang tua wajib mengarahkan bukan menyalahkan. Sehingga tidak terjadi lagi orang tua memaksakan anak yang berpotensi menjadi penari hebat untuk meraih nilai yang tinggi dalam mata pelajaran di sekolah karena sampai kapan pun nilai tinggi tersebut tidak akan pernah tercapai karena memang bakat anak tersebut adalah menari, bukan dalam bidang akademis.
“Mungkin anak Anda tidak berpotensi di bidang akademis, dan 20% anak Indonesia ada disana,” kata Ayah Edy.
Setiap potensi itu memiliki kesempatan sukses yang sama baik bidang akademis maupun non akademis. Sehingga tidak ada lagi anggapan bahwa menjadi penari atau pelukis tidak mempunyai masa depan yang cerah. Dunia akan menghargai setiap potensi baik yang berbau akademis maupun non akademis.       
Orang tua tidak boleh sekalipun membuat anak merasa minder dengan passion-nya. Setiap anak membutuhkan dukungan untuk mengerjakan apa yang disukainya, bukan pemaksaan yang disertai kemarahan.   
“Jadi kalau anak Bapak Ibu malas belajar, jangan ditekan! Dia itu belum menemukan apa mimpinya,” tegas Ayah Edy.
Bantulah anak-anak kita menemukan passion-nya karena apa yang mereka kerjakan sesuai dengan passion-nya, maka mereka akan melakukan pekerjaan itu dengan sepenuh hati, dan pada akhirnya akan melahirkan anak-anak yang berbakat dan ahli dalam bidangnya.  

Memetakan Potensi Emas Anak Untuk Mencapai Profesi Terbaiknya
Memetakan potensi emas anak sejak dini adalah kewajiban setiap orang tua karena anak-anak membutuhkan bimbingan dalam menentukan jalan hidupnya. Usia ideal pemetaan potensi emas anak yaitu pada saat anak menginjak bangku SMP.
“Usia SMP ke atas lah idealnya, kita mulai petakan,” kata Ayah Edy.
Pengalaman Ayah Edy ini dapat diterapkan baik oleh orang tua maupun calon orang tua dalam memetakan potensi emas anak agar anak kita dapat meraih profesi terbaiknya.
Pertama, membaca petunjuk tubuh. Tuhan sudah memberikan tanda-tanda pada setiap anak yang dilahirkan mulai dari postur tubuh, tatapan mata, bentuk hidung, rambut, suara, cara berjalan, dan tanda-tanda fisik lainnya. Untuk membaca petunjuk tubuh ini, kita bisa dibantu oleh pakar bidang parenting.  
Kedua, membaca petunjuk watak dasar. Setelah kita mengetahui tanda-tanda fisiknya, kita cocokkan dengan watak dasar atau sifat bawaan. Ada 4 jenis sifat bawaan yaitu Promotor/Sanguinis (pink),Controler/Koleris (kuning), Analitical/ Melankolis (hijau), dan Facilitator/Flegmatis (biru). Sanguinis dan Flegmatis berorientasi pada hubungan pribadi dimana Sanguinis kebutuhan dasarnya adalah pengakuan pribadi dan Flegmatis kebutuhan dasarnya adalah diterima oleh orang lain.
Selanjutnya, Koleris dan Melankolis berorientasi pada pekerjaan dimana Koleris kebutuhan dasarnya adalah hasil dan prestasi sedangkan Melankolis kebutuhan dasarnya adalah kesempurnaan dan keakuratan. Sanguinis dan Koleris merupakan orang-orang yang cepat bertindak. Flegmatis dan Melankolis adalah orang-orang yang lambat bertindak. Setiap orang bisa saja memiliki lebih dari satu jenis sifat bawaan, namun tetap ada satu sifat bawaan yang mendominasi sifat bawaan lainnya.
Jadi tidak ada yang salah jika seseorang memiliki sifat bawaan tertentu, karena setiap sifat bawaan tersebut memiliki kekuatan dan kelemahannya masing-masing.    
Ketiga, berusaha menggali 10 minat terbesar anak. Disini dibutuhkan kemampuan orang tua dalam mengulik pertanyaan kepada anak sehingga orang tua dapat mengerucutkan minat terbesar anak.
Keempat, menetapkan profesi terbaik anak. Setelah minat anak mengerucut pada satu bidang disitulah orang tua menetapkan bahwa anak mereka akan diarahkan untuk mencapai suatu profesi tertentu.
Terakhir, menentukan sekolah atau kursus yang terbaik untuk anak. Setelah menemukan potensi emas anak, orang tua wajib mencarikan sekolah atau kursus yang terbaik dimanapun sepanjang sekolah atau kursus tersebut mampu mengembangkan potensi emas anak dengan tenaga-tenaga ahli yang mereka miliki.    
Karena anak yang berhasil mencapai profesi terbaiknya adalah mereka yang mencintai apa yang mereka lakukan, mereka yang diajar dan dilatih mengembangkan potensinya oleh tenaga ahli dalam bidangnya, dan mereka yang dalam 5.000 jam mampu melakukan satu pekerjaan yang sama.
Seperti program yang diluncurkan Ayah Edy “Indonesian Strong From Home”, para orang tua diajak untuk bersama-sama membangun generasi yang kuat yang dimulai dari diri sendiri dan keluarga dengan cara mendidik anak-anak secara tepat, mengedepankan karakter dan akhlak yang baik, dan tidak mengejar angka-angka di rapor semata. 
DITULIS OLEH (RVS-Humas Kemensetneg)   

INGIN MENGUBAH PERILAKU BURUK ANAK..?


Selama lebih dari14 tahun saya jadi pendidik, sy menemukan fakta bahwa tak satupun perilaku buruk anak di sekolah yg tidak dimulai dari perilaku dan pola asuh buruk orang tuanya di rumah.

-ayah edy-

TAK ADA PERILAKU BURUK ANAK YANG TIDAK DIMULAI DARI ORANG TUANYA DI RUMAH

Oleh karena itu sekolah kami menerapkan sistem;

1. Mewajibkan orang tua ikut PLACEMENT TEST "Kelayakan Pola Asuh dan Perilaku orang tua dengan kategori A samapai E

2. Mewajibkan orang tua menandatangani surat perjanjian mau berubah dan mau bekerjasama dengan sekolah dalam memperbaiki diri dan perilaku anaknya.  Dengan mengikuti program konseling dan parenting bagi orang tua.

3. Memberikan Rapot perkembangan perilaku orang tua dengan evaluasi setiap 3 bulan. Dan jika tidak ada peningkatan kualifikasi maka kami akan memberikan konsteling terstruktur, jika tidak juga mau berubah maka kami akan sarankan untuk mencari sekolah lain yang lebih peduli dari sekolah kami.

4.  Mewajibkan ikut parenting sekolah, jika absen tanpa alasan maka kami akan memberikan surat teguran 1, 2 dan 3 selanjutnya kami akan minta mencari sekolah lain yang lebih peduli dari sekolah kami.

Dan banyak lagi aturan-aturan lain yang mengikat di sekolah kami.   Berat memang untuk bisa menyekolahkan anak di tempat kami, bahkan ada orang tua yang sudah mundur duluan tidak jadi menyekolahkan anaknya ditempat kami.

Namun bagi para orang tua PEDULI yang sampai hari ini tetap bertahan di sekolah kami, akan memetik buah manisnya yang sepadan dengan perjuangannya.

PERCAYALAH !
Kita tidak akan bisa membuat anak kita menjadi lebih baik, jika perilaku kita saja belum baik !

Karena anak kita sesungguhnya hanyalah mencontoh perilaku dari ORANG TUANYA dirumah dan PARA GURUNYA di Sekolah.

Salam dari Hati,
Ayah Edy
Pimpinan Sekolah Maha Karya Gangga
Singaraja, Buleleng, Bali

** Penyelengara Program Sekolah Singkat, Pemetaan Potensi Emas Anak, 19-30 Desember 2017 di Sekolahnya Ayah Edy.

Telp 0856-9497-5174 / 0856-1997-244
Office telp: 0362 -330-1705 pada jam kerja (Senin-Jum'at).

PERAN AYAH DI ZAMAN MODERN BUKANLAH CUMA "CARI NAFKAH" BAGI KELUARGA.

Sejak 14 Tahun yang lalu Ayah Edy mendirikan Gerakan Membangun Indonesia yang Kuat dari Keluarga, dan hanya mau dipanggil Ayah tanpa gelar apapun, sebagai bentuk kampanye pentingnya peran AYAH dalam setiap keluarga.

Mulai dari peran sentral sebagai pimpinan (Leadership), pemberi arah tujuan rumah tangga dan keluarga (Planner), Teladan bagi anak, hingga peran-peran parenting, pengasuhan, pendidikan dan rumah tangga.

Tulisan-tulisan beliau tertuang melalui posting di facebook ini juga di arsipkan dalam web www.ayahkita.com

Komunitas AYAH EDY ini juga didirikan sebagai wadah bentuk komunikasi bagi keluarga Indonesia yang tinggal di berbagai wilayah dengan berbagai ragam profesi yang tidak mungkin bisa berkomunikasi dan bertemu langsung setiap saat.

Komunitas ini dimulai dari 1 likers kemudian saat ini berkembang besar hingga menyentuh jutaan orang di Indonesia dan diikuti oleh hampir 1/2 juta likers baik di fb ataupun di twitter.

Terimakasih untuk para ayah yang sudah bergabung disini dan telah menjadi ayah seutuhnya bagi keluarga.

Kami mengajak para bunda untuk memberikan ucapan terimakasih dalam bentuk apapun pada para pasangan yang telah berhasil menjadi ayah yang baik bagi keluarga dan anak-anak dirumah.

Happy Indonesia Father Day !
www.ayahkita.com

BUKU 37 KEBIASAAN ORANG TUA YANG MENGHASILKAN PERILAKU BURUK PADA ANAK


Jangan terlalu berharap perilaku anak kita berubah jadi lebih baik, jika kita saja tidak mau berubah....
Karena anak kita hanyalah peniru ulung dari perilaku kita sehari-hari. 

-ayah edy-

MEMBUNUH PERLAHAN-LAHAN


Sadarilah.......

Kita melindungi anak kita dari berbagai macam bahaya dari luar tapi malah membunuhnya perlahan-lahan tanpa sadar dari dalam....

Renungkanlah dengan hati agar yang lahir adalah kesadaran dan bukan alasan....

MENGAPA ORANG TUA PERLU MEMETAKAN POTENSI EMAS ANAKNYA...?


Apakah P3EA ?

P3EA Program Pemetaan Potensi Emas Anak P3EA  bersama AYAH EDY adalah sebuah program yang sudah dilakukan oleh ayah Edy untuk membantu Anak-anak Indonesia khususnya pelajar usia kelas 3 SMP keatas untuk memetakan potensi Emasnya.

Mengapa Perlu di petakan ? 

1. Banyak anak yang seolah-olah malas atau ogah-ogahan bersekolah bukan karena ia malas tapi karena ia tidak berminat dan tidak tahu apa tujuan akhir dari sekolah yang dijalaninya.

2. Banyak anak yang nilai sekolahnya pas-pasan karena minat dan bakat yang dimilikinya tidak sesuai dengan jurusan sekolah yang diambilnya.

3. karena sebagaian besar anak Indonesia sering bingung memilih Jurusan sekolah yang paling cocok dan sesuai dengan potensi Emasnya.

4. Kerena sebagian besar guru juga bingun jika ditanya tentang potensi emas muridnya dan jurusan sekolah yang paling cocok bagi dirinya.

5. Karena orang tua pun demikian mengalami hal yang sama, jadi jangan sampai terulang lagi pada anak kita.

6. Karena test yang ada sering kali juga masih membuat sianak bingung untuk menentukan pilihan sekolah yang cocok bagi mimpi besar hidupnya sesuai potensi emas yang dibawanya sejak lahir.

7. Agar pembiayaan sekolah anak-anak kita lebih tepat guna dan sasaran dan bukannya tersasar jurusan. 

Apa akibatnya jika tidak dipetakan..?

1.  Banyak anak yang tersasar atau keliru memilih sekolah hingga akhirnya ia merasa ogah-ogahan sekolah atau bahkan banyak yang pada akhirnya mogok kuliah.

2. Banyak anak yang tidak mau melanjutkan jurusan sekolahnya, dan hanya mau sekokolah atau kuliah jika pindah jurusan lain (coba-coba), bayangkan efek biaya, waktu dan tenaga yang diakibatkannya.

3. Seperti juga kita orang tuanya yang dulu mungkin tersasar jurusan sekolah, hingga pada akhirnya kita sulit sekali mencari pekerjaan yang kita cintai, hidup asal kerja berangkat pagi pulang malam meskipun batin kita menderita dan merasa ini bukan panggilan jiwa kita.

Apa efek jika Potensi Emas seorang anak berhasil dipetakan..?

1. Anak akan bahagia sekali mengetahui potensi emas dirinya yang mungkin selama ini banyak orang yang menganggap dirinya penuh dengan kekurangan dan tidak punya masa depan (khususnya anak-anak yang kurang suka sekolah dan tidak suka akademis)

2. Anak akan semakin rajin belajar karena ia sudah tahu apa yang ingin dicapai dalam hidupnya apa lagi sesuai dengan minat dan bakat yang dimilikinya.

3. Anak akan terhindar dari penyimpangan perilaku remaja, yang sebagaian besar penyebabnya adalah karena “Clue Less”  atau hidup tanpa tujuan hanya sekedar sekolah dan belajar terus setiap hari dari hari ke hari, bulan ke bulan dst...

4. Orang tua juga semakin fokus dalam mendukung potensi anaknya

5. Biaya pendidikan jadi tepat sasaran dan jauh lebih hemat

6. 90% anak yang berhasil dipetakan, berhasil dalam sekolah dan berhasil dalam meraih mempi besarnyadalam pekarjaan dan kehidupan pribadinya.

Adakah potensi Emas anak yang tidak bisa dipetakan..?

1. Pada umumnya tidak ada potensi emas anak yang tidak bisa dipetakan, karena setiap anak yang terlahir telah diberikan Berkat Bakat dan Minat oleh Tuhannya untuk bisa dipetakan. Dan tanda-tanda itu biasanya terbaca melalui bentuk tubuhnya, level suaranya, cara bergeraknya, sifatnya sehari-hari dll.  Rata-rata 80-90% dari anak-anak yang mengikuti program ini bisa dipetakan.

2. Ada sekitar 10% dari mereka yang belum bisa dipetakan, dan berdasarkan pengalaman kami hal ini terjadi karena:
a. Tipe si Anak, tipe anak itu berbeda-beda satu dengan lainnya, ada anak yang sudah jelas dan tahu apa yang diinginkannya (tipe Self Started/Leader) tapi ada anak yang tidak (Tipe Follower atau Directed (terbimbing)  dengan proses bimbingan biasanya lama-lama ia akan bisa menemukan potensi emasnya.

b. Pola Asuh orang tuanya,  Semakin pola asuh orang tuanya “Demokratif” terbuka bicara dan saling menghargai maka semakin mudah dan cepat ditemukan potensi Emasnya. Dan semakin keras serta otoriter pola asuh orang tuanya, akan semakin sulit.

c. Perbedaan keinginan keras dari orang tua dengan minat bakat anaknya, sehingga sianak takut untuk mengungkapkannya.

d. Kurangnya pengetahuan akan berbagai jenis profesi yang ia ketahui (kami menyebutkan kurang stimulasi profesi).  Menyebabkan si anak sulit mengungkapkan apa yang menjadi minat terbesarnya dalam hidup ini. Padahal tanda-tanda fisiknya sudah menunjukkan arah pada salah satu profesi tertentu.

Usia Berapa mulai bisa dipetakan?

Sebenarnya sejak usia dini sudah bisa dipetakan, namun jenis pemetaannya agak berbeda;
1. Untuk Usia dini TK-SD yang bisa dilakukan adalah potensi dasar anak, yang meliputi sifat dasar untuk kelola pola asuhnya, minat dasar untuk mengunji konsistensi minatnya, tipologi anak, gaya belajar anak dsb.  Ini dilakukan melalui Program Observasi Liburan Sekolah atau Holiday School Program, yang setiap liburan sekolah kami selenggarakan di Singaraja, Buleleng, Bali selama 10 hari.

2. Untuk Usia SMP kelas 3 ke atas langsung bersama Ayah Edy sesuai perjanjian.

Bagaimana jika saya ingin memetakan Potensi Emas Anak saya..?

Ada beberapa cara yang bisa dilakukan:

1.  Membeli dan membaca buku yang kami tulis yang berjudul RAHASIA MENEMUKAN POTENSI EMAS ANAK, buku ini tersedia di Gramedia seharga 50 ribuan, atau bisa juga dipesan on line via fb. Ayah Edy on line Shopping (berhadiah 1 CD Parenting Gratis senilai Rp. 600.000

2. Mengikuti program Observasi Liburan sekolah untuk anak TK dan SD di sekolah Ayah Edy di Singaraja, Buleleng, Bali setiap liburan sekolah, dan Tahun 2017 rencananya akan diselenggarakan tanggal 19-30 Desember 2017

3. Konsultasi langsung dengan Ayah Edy dengan perjanjian untuk anak usia 3 SMP ke atas.

Bagaimana jika anak saya sudah remaja atau lulus kuliahnya apakah masih bisa dipetakan...?

Sebaiknya pemetaan itu dilakukan jauh-jauh waktu sebelum seseorang melanjutkan sekolahnya ke perguruan tinggi agar tidak terlambat, dan lebih tepat sasaran dan bermanfaat.

Namun ada juga yang berpikir lebih baik terlambat tapi tahu potensinya emasnya dari pada sepanjang hidup tidak tahu dan terus mengeluh tentang profesinya atau malah tidak mau kerja.

Jadi banyak juga orang yang sudah selesai kuliah tapi masih bingung mengikuti P3AE ini. 

Ada juga yang sudah bekerja dan merasa profesinya tidak cocok juga ikut program konsultasi Pemetaan bersama Ayah Edy. 

Beberapa diantaranya ada juga yang berkonsultasi untuk memilih jurusan melanjutkan S2 yang sebenarnya cocok dengan potensi emasnya.

Apakah program pemetaan potensi Emas anak ini juga bisa dilakukan secara kolektif oleh anak-anak di sekolah...?

Bisa, dulu kami beberapa kali pernah melakukan untuk anak-anak usia SMA dan salah satunya adalah sekolah Lab School Rawamangun, Jakarta.

Berapakah biayanya?

Untuk konsultasi anak usia minimal kelas 2 SMP Silahkan langsung menghubungi ayah edy management di  0812-1818-4712

Program ini sudah dilaksanakan sejak 8 tahun yang lalu dan memberikan hasil rata-rata 80-90% setiap peserta bisa dipetakan dengan lengkap dan baik.  silahkan baca link ini:  https://web.facebook.com/permalink.php?story_fbid=1728128550591572&id=141694892568287&_rdc=1&_rdr

***
Khusus ntuk Program Holiday School atau observasi Liburan Sekolah untuk anak usia TK DAN SD kali ini hanya memiliki kuota peserta 32 orang dan setiap tahun selalu terisi penuh. 

Jadi jika ingin kebahagian tempat silahkan pesan paling tidak 1 bulan sebelum acara melalui Ayah Edy Management di nomer 0856-9497-5174 / 0856-1997-244 pada jam kerja. 

**Catatan apa bila tidak bisa dihubungi, silahkan tinggalkan pesan sms nama dan alamat, untuk bisa dihubungi balik.

Bisa juga telp direct: d/a SEKOLAH MAHAKARYA GANGGA
Jl. Kumba Karna LC10 No.5x, Singaraja, Buleleng, Bali
Office telp: 0362 -330-1705

HARGAILAH ISTRIMU DI RUMAH



Seberat-beratnya jadi suami masih jauh lebih berat jadi Istri....

Gak percaya..? 

mari simak kisah berikut ini dengan seksama,

Seorang suami baru pulang kantor kelihatan mukanya lusuh dan badannya remuk, karena hari ini baru saja menyelesaikan deadline di kantor dan tadi siang baru dimarahi atasan gara-gara melakukan kesalahan dan ketika pulang di jalan macet total hampir 3 jam.

Sementara ketika ia pulang, melihat istrinya sedang asyik bercengkrama dengan anaknya di kamar.

Ah ini tidak adil, pikirnya.

Betapa enaknya jadi perempuan, tinggal duduk manis di rumah tidak kena marah atasan, tidak kena macet tidak di kejar-kejar Deadline di kantor, ini sungguh tidak adil.... benar-benar keterlaluan dan iapun segera pergi kekamar untuk tidur bersiap bangun pagi biar tidak kena macet ke kantor.

Ketika tengah malam tiba-tiba ia terjaga dan melihat istrinya tidur lelap disebelahnya, sementara ia gelisah tidak bisa tidur karena memikirkan kerjaaan yang belum selesai di kantornya.

Lalu  ia beringsut-ingsut bangun, cuci muka dan berdoa dengan sungguh-sungguh dan  penuh harap, "Ya Tuhan izinkanlah Istriku menjadi diriku dan aku menjadi dirinya agar ia bisa merasakan apa yang aku rasakan dan tahu betapa beratnya jadi seorang suami itu."

"Tolonglah Tuhan 3 hari saja, biar istriku bisa belajar dan tahu rasa betapa beratnya jadi seorang suami itu...." pintanya memelas sambil menitikkan air mata.

Dan tanpa sadar rupanya malam itu juga doanya dikabulkan, setelah usai berdoa dan ketika ia mulai tertidur pulas tiba-tiba saja Rohnya keluar dari tubuhnya dan menempati tubuh istrinya dan Roh Istrinyapun keluar ganti menempati tubuh suaminya.

Maka mulai malam itu jadilah ia bertukar peran menjadi seorang Istri sekaligus ibu bagi anak-anaknya. 

Dan waktu kembali berjalan seperti biasa sampai tiba-tiba Ia kaget ketika pagi-pagi sekali pukul 04.00 tanpa sadar ia sudah terbangun, dan mulai pekerjaan pertama di dapur untuk meracik makanan, memasak untuk sarapan suami dan bekal sekolah anak-anaknya.

Selesai menyiapkan makanan, ia mulai bersiap-siap mengambil sapu untuk membersihkan rumahnya, lalu mengambil ember untuk mulai mengepel dari mulai ruang tamu sampai dapur.

Ketika anak dan suami mereka terbangun, ia mulai sibuk menyiapkan semua peralatan yang dibutuhkan suaminya, mulai pakaian, sepatu dan lain-lainnya, ia juga sibuk mempersiapkan perlengkapan bagi anak-anaknya.

Tak lama setelah menemani mereka sarapan, melepas suaminya berangkat ke kantor, setelah itu ia sibuk untuk mengantar kedua anaknya kesekolah.

Usai mengantar anak ke sekolah dia mulai kembali ke rumah dan mulai mengumpulkan pakaian-pakain kotor yg sudah menumpuk untuk direndam dan di cuci.

Selesai mencuci dan menjemur pakaian, ia mulai siap-siap menyusun rencana belanja, dan segera pergi ke pasar, mencari barang dan bahan makanan yang hendak di beli untuk di masak di pasar ia sibuk mencari bahan yang bagus dengan harga yang paling murah.

Setelah sampai di rumah, ia mulai sibuk untuk meracik makanan, memasak untuk makan siang anaknya ketika pulang dari sekolah. Dan ketika ia sudah selesai memasak dan ingin menarik nafas barang sejenak saja tiba-tiba ia tersentak.

Aduh lupa hari ini belum mengurusi dan membayar rekening-rekening tagihan bulanan, segera ia melompat dan pergi untuk membayar berbagai tagihan bulanan.

Selesai itu rupanya hari sudah siang dan ia tak sempat lagi pulang, langsung meluncur menjemput anaknya pulang dari sekolah.  Sesampainya di rumah ia sibuk menyiapkan makan siang untuk anak-anaknya.

Dan ketika anaknya makan, ia mulai menyiapkan setumpuk pakaian yang belum sempat di setrika... dan ia habiskan waktu istirahatnya sambil menyetrika pakaian baru setelah itu ia sempat makan siang.

Tak terasa hari sudah menjelang petang..., kembali ia harus berangkat mengantar anaknya pergi ikut les bahasa Inggris.

Sambil menunggu anaknya les, ia sibuk menghitung keuangan bagaimana caranya agar gaji yang minim bisa memenuhi semua kebutuhan keluarga yang setiap hari naik terus. Mulutnya komat-kamit sambil mencoret-coret kertas mencoba mencari berbagai alternatif solusi untuk anggaran bulanan yang pas-pasan.

Setelah pulang ia kembali sibuk untuk menyiapkan makan malam untuk suami dan anak-anaknya. Kembali ia meracik makanan dan memasak makanan agar suami dan anak-anaknya bisa memakan makanan malam yang hangat.

Setelah itu ia masih belum bisa beranjak dari dapur karena masih harus mencuci piring-piring kotor yang tadi pagi dan tadi siang belum sempat kepegang untuk dicuci dan dibersihkan.

Setelah itu ia melihat rumahnya agak "ngeres" atau kotor karena debu, dan ia mengambil sapu untuk membersihkan. Maklum di Jakarta Debu itu luar biasa banyaknya.

Ketiak suaminya tiba kira-kira pukul 19.00 malam, ia menyambutnya di depan pintu dan menyiapkan segala kebutuhan untuk mandi agar suaminya bisa terlihat lebih segar.

Setelah itu merekapun makan malam bersama di meja, namun seperti biasa selalu terjadi keibutan antara adik dan kakak, jadi si ibu kembali disibukkan untuk melerai mereka.

Usai makan kembali ia merapikan meja makan dan pergi ke dapur untuk mencuci piring.

Baru setelah itu bisa rehat, dan ia isi sambil mandi biar segar.

Namun tak lama terdengar teriakan anaknya yang merasa kesulitan mengerjakan PR, segera ia mempercepat mandinya dan bergegas ke kamar membantu anaknya mengerjakan PR, sementara ia melihat suaminya sedang asyik santai di sofa sambil menonton tv seuasasi makan malam.

Setelah selesai sudah mengajari anaknya membuat PR dan menemani anaknya sampai tertidur, ia mulai merasa ngantuk sekali dan ketika masuk kamar tidur ia segera terkapar karena kelelahan dengan aktivitas hariannya yang tiada pernah ada kata akhir.

Begitulah yang dilakukannya setiap hari dari hari kehari bulan demi bulan menjalani tugas sebagai seorang Istri.

Dan tibalah kini hari ketiga dari perannya menjadi seorang Istri.

Ketika ia tertidur ia bermimpi berjumpa dengan Tuhan, dan Tuhan bertanya.  "Bahagaimana sekarang apakah kamu sudah merasa puas dan bahagia bertukar peran dengan Istrimu ?"

Lalu ia segera bersujud dan berkata:
"Tuhan ampuni aku, betapa buta dan bodohnya aku selama ini tidak mampu melihat kesibukan Istriku, ternyata betapa berat dan repotnya menjadi seorang wanita dan Istri itu ya Tuhan...."

"Betapa bodohnya aku ini, bisa-bisanya iri terhadap tugas dan tanggung jawab istriku, Tuhan tolong please kembalikan lagi roh ku ketubuhku seperti semula agar aku kembali menjadi seorang suami dan ayah.  Pleaseeeee Tuhan aku sudah tidak kuat lagi ..." pintanya mengiba-iba.

Lalu Tuhanpun menjawab: 
"Ha..ha.. Aku senang sekali,  sekarang rupanya engkau sudah belajar sesuatu yang paling berharga dari peran seorang Istri rupanya ya..?"

" Tidak usah khawatir...., Aku nanti aku akan mengembalikan Rohmu ketubuhmu seperti semula.  Tapi masih ada satu pelajaran lagi yang masih perlu kau rasakan.." 

"Cukup ya Tuhan ini sudah hari ke-3, aku sudah tidak kuat lagi kembalikan Rohku pada tubuhku seperti semula malam ini juga!" ia coba menyela.

"Ah sayangnya jika malam ini aku belum bisa"  kata Tuhan.

"Bersabarlah, Tunggulah sampai 9 bulan lagi ya..., karena saat ini kamu sedang mengandung."

Lalu ia pun tak kuasa dan berteriak....

"Tidaaaaaaakkkkkkk  Tuhan... aku tidak akan kuat menjalani semua pekerjaan ini apa lagi dalam keadaan mengandung....."

Dan tiba-tiba ia mengigau teriak-teriak hingga pingsan di kamarnya.

Hai para Ayah,

Nanti malam ketika Istrimu terkapar kelelahan di sampingmu tolong jangan dimarahi ya...  tapi ucapkanlah terimakasih karena ia telah berjuang seharian untuk mu dan anak-anakmu.

Segera ciumlah keningnya sambil berterimakasih dan bersyukur akan semua peran dan kerja kerasnya selama ini bagi keluarga, yang mungkin tidak kita ketahui karena kita bekerja seharian di kantor dan ia tidak pernah mengeluh karena kekuatan dan ketegaran hatinya.

Terimakasih telah mau melakukannya dengan ikhlas sesuai dengan peran kita masing-masing.

Share from a friend to a friend.....

TESTIMONI PESERTA SEMINAR PARENTING BEKASI

SAYA BANYAK MELIHAT ORANG TUA YANG SEPERTINYA KESULITAN MENDIDIK ANAKNYA....

Padahal jika kita mau belajar parenting mendidik anak bisa menjadi lebih mudah dan mengasyikkan...

Simak deh pengalaman kisah nyata berikut ini....

Jejak Sukses Orang Tua Peserta Parenting Ayah Edy di Bekasi

Dear Ayah Edy,

Saya adalah salah satu peserta seminar Ayah di hotel Amarossa Bekasi bulan May lalu. Satu hal yg saya terapkan sepulang dari seminar dan ijinkan saya ceritakan. Saya tunggu hingga bulan desember utk bercerita krn utk melihat konsistensi dr perubahan bagus ini.

Ayah bercerita semua hal yg dilakukan anak ayah di rmh, BERBAYAR. Ada list harga nya. Rafa anak saya (5y 8m kala itu), sangat suka jajan. Rafa tergolong anak yg mudah sekali makan sampai selesai makan besar saja dia msh sanggup mencari jajanan utk dimakan. Sudah berusaha disediakan camilan, tp tetap dia bersikeras jajan. Mungkin sensasi jual beli nya yg dicari.

Lalu saya dan suami sepakat mengadopsi cara ayah, bekerja dulu baru dpt uang dan bs jajan. Jelas Ayah, drama tangisan dan rengekan terus terjadi. Setiap dia mengancam dg tangisan, sy menekan keras ego saya utk tdk marah dan sabar menunggu hingga dia selesai menangis. Tangisan selesai, sy konsisten dg tdk memberi uang jajan. Masih saja terjadi perlawanan dan dia tdk mau "bekerja". Sampai teman dan tetangga mengatakan saya sadis kepada anak sy yg baru satu ini Ayah.

Setelah bbrp lama, akhirnya dia mulai menunjukkan perubahan itu. Bermula dari menaruh tempat makan kotor di wastafel, saya bayar 500 sambil mengucapkan kata pujian. Lalu dg uang itu dia berlari membeli permen. Lama-lama, dia membantu pekerjaan rumah yg lain sampe membantu menyapu halaman rumah tetangga yg sudah lanjut usia.

Dia tak lagi merengek mnt uang jajan, dg uangnya sendiri dia membeli makanan yg dia suka. Tetapi ternyata ada perubahan "ikutan" yg menyertai perubahan pertama. Belakangan dia tidak terlihat wara-wiri ke warung. Ternyata dia mengumpulkan uangnya utk membeli mainan yg dia mau. Dia lebih giat membantu dan bisa mengatakan tidak utk jajan sampe uangnya terkumpul.

Abang mainan yg biasa jd langganan diapun tercengang ketika digoda dg mainan, Rafa menggeleng dg ceria. Pdhl sblm nya ART kami pernah menjadi sasaran amukan di depan publik gara2 minta mainan.

Skrg, dia tak terlalu tertarik membeli mainan malahan uang dikumpulkan saja utk menabung dan saya lihat dia memasukkannya ke kotak amal bbrp kali walau dg nominal yg sedikit. Katanya "Rafa pengen dpt pahala juga mama".

Syukur saya tak terhingga krn pasangan sayapun akhirnya memberikan dukungan. Saya tdk yakin hal spt ini bs berhasil jika papanya tdk mengamini. Satu dua kali memang dia kepleset dan kami masuk dlm lubang pertengkaran, tp lambat laun dia sadar ini utk kebaikan anaknya. Papanyapun sedikit demi sedikit berubah.

Dan wow...dari yg "laki banget" tiba2 dia berjanji akan mengambilkan raport Rafa nanti Ayah..

Ya saya tahu Rafa terlihat lebih materialistis drpd temannya. Bbrp teman nyinyir "ih anak kecil kok udah diajarin uang dan di eksploitasi kerja ini itu". Tp tak apalah, drpd tdk membantu pekerjaan tapi tetap minta uang jajan, lebih bagus yg mana.

Ijinkan saya sertakan bbrp foto Rafa skrg. Tdk hanya di rumah saja dia "bekerja", tp di tempat usaha kamipun dia membantu dg msh berbayar tentunya. Tak segan pula Rafa membantu membukakan pintu utk customer. Dan ketika tiba musim "gajian" bbrp pekerjaan Rafa tdk mau dibayar. Rafa bilang "kan yg ini kewajiban ma, bukan bekerja". Bonus perubahan lagi ayah..

Terimakasih ya Ayah, sudah banyak membagi ilmu utk saya. Bersyukur mengenal ayah. Semoga ayah diberkahi Allah dan diberikan kesehatan umur panjang agar terus bisa berbagi ilmu. Satu hal yg sy pelajari dari perubahan Rafa ini, ternyata ini bukan tentang perubahan dia, tapi perubahan saya. Ini bukan sombong cerita sukses, tp hanya cerita hidup saya. Dan saya belum sukses krn saya masih menjalani..

Salam syukur, penuh berkah & kerendahan hati,

Di share oleh ayah edy untuk para orang tua Indonesia


HARGAILAH ISTRIMU


Hargailah istrimu yang bekerja sebagai orang tua penuh di rumah.

Karena tanpa Istri kita kita tidak akan mampu berbuat apa-apa.

"Hargailah istrimu yg memilih menjadi ibu penuh dirumah, krn ternyata mjdi ibu penuh jauh lebih sulit dan kompleks dari pada pekerjaan di kantor yg paling sulit sekalipun."

Jika anda tidak yakin....,

Coba ambilah cuti kantor selama 1 minggu saja, dan buktikan sendiri anda menjadi Ayah penuh yg mengerjakan pekerjaan rumah tangga dan mengasuh anak di rumah tanpa bantuan dari Istri.....

Maka InsyaAllah kita akan segera SADAR dan berdecak kagum atas kekuatan dan ketabahan istri kita selama ini....

Pengalaman Pribadi,
Ayah Edy

AKU INDONESIA 70 NARASI ANAK BANGSA


TERIMAKASIH UNTUK DUKUNGAN PARA RELAWAN DAN SAHABAT KOMUNITAS PARENTING AYAH EDY

Apa kabarnya sahabat komunitas di seluruh Indonesia?

Alhamdulliah....,

Gerakan Membangun Indonesia yang Kuat dari Keluarga (Indonesian Strong from Home), akhirnya masuk kedalam salah satu Program Inspirasi Bangsa dari 70 Program lainnya.

Program kita bersama saat ini mulai di akui oleh Negara melalui salah satu Fraksi yang ada di DPR. Dan di abadikan dalam sebuah buku yang berjudul AKU INDONESIA.

Semoga kelak bisa menjadi Gerakan Nasional Bangsa, berikut juga sistem pendidikan Rumah dan Sekolah yang di Gagagas oleh Ayah Edy.

Terimakasih yang tak terhingga atas dukungan para relawan diseluruh Indonesia hingga ke Manca Negara, ayah bunda, mama papa, umi abi, dan seluruh sahabat komunitas Ayah Edy.

Mari kita terus bergandengan tangan untuk mewujudkan mimpi kita bersama MEMBANGUN INDONESIA YANG KUAT DARI KELUARGA.

Bantulah sahabat keluarga lainya yang belum bergabung bersama kita untuk bisa mengetahui gerakan ini dan ikut bergabung bersama disini.

Kalau bukan kita mau berharap pada siapa lagi?
Kalau bukan sekarang mau kapan lagi?

Salah hormat dari kami,
AE Management
www.ayahkita.com


Jumat, 10 November 2017

MEMETAKAN POTENSI ORANG TUA DAN DEWASA



TIDAK HANYA ANAK SAJA BISA DIPETAKAN

PARA BUNDAPUN BISA DIPETAKAN POTENSI EMASNYA UNTUK BISA BERPROFESI DIBIDANG YANG DICINTAINYA....

Wah gak kebayang betapa bahagianya ya jika kita bisa berprofesi pada bidang yang sangat kita cintai....

Sahabat ayah bunda tercinta.

Bunda Saesa, adalah seorang peserta Seminar tahun lalu di Denpasar yang berjudul MEMETAKAN POTENSI EMAS ANAK.....

Dari seminar itu bunda Saesa terinspirasi akan potensi emasnya sendiri yang terpendam... yang sampai saat sudah berkeluarga dan pusa satu orang anak belum juga bisa dipastikan.

Saat ini beliau menjabat sebagai Manager Keuangan disalah satu perusahaan, namun setelah mengikuti seminar beliau merasa seolah ada yang kurang pas dengan profesi yang digelutinya saat ini.

Singkat cerita beliau memutuskan untuk datang ke Jakarta bertemu kami.... untuk melakukan pemetaan profesi sesuai potensi emasnya...

Dan Alhamdullilah, dari hasil pemetaan beliau ternyata memiliki potensi Seni/Art yang sangat tinggi sekali, terutama dibidang Interior Art Crafting & Accesories.

Singkat cerita, saat ini beliau sedang mempersiapkan segala sesuatunya untuk bisa menjadi seorang pengusaha dibidang Interior Desain Art Crafting untuk perumahan-perumahan yang ada di Bali.   Dan InsyaAllah setelah ini beliau akan menjadi seorang konsultan desain yang menjalankan usahanya sendiri.

Dan puji syukur...., setelah melakukan pembicaraan panjang sang suamipun sekarang sangat mendukung penuh pilihan profesi bunda Saesa....

Terakhir beliau kirim kabar via WA, betapa senangnya beliau sekarang, dan batapa bahagianya ketika keputusannya mendapat dukungan penuh dari suami, yang ternyata juga punya potensi dibidang seni.

Wah..... jadi Indah ya sekarang....., karena berdua menjalani profesi yang dicintai dan saling mendukung satu sama lain.....

Love you Bunda Seisa,  Salam sukses ya.....
Nanti saat saya ke Denpasar pasti akan mampir...

by ayah edy

Bagi yang membutuhkan Interior Desain mungkin bisa langsung menghubungi bunda Saesa.

Senin, 23 Oktober 2017

APA BENAR ANAK SMP ITU IDENTIK DENGAN TAWURAN PELAJAR..?


TERKAGUM-KAGUM DENGAN PARA PELAJAR SMP LUBUK LINGGAU YANG LUAR BIASA.

Jika selama ini kesan kita terhadap para pelajar SMP adalah gemar tawuran, kali ini kita salah besar, ternyata sesungguhnya anak-anak pelajar kita haus sekali dengan motivasi dan diskusi tentang permasalahan mereka dan bagaimana bisa meraih cita-cita besar mereka.

Tiga hari yang lalu kami baru saja pulang dari Lubuk Linggai via Bengkulu, setelah memberikan Parenting Seminar untuk Para Pelajar SMP, Orang tua dan Guru.

Ada sekitar 30% peserta Seminar Parenting di Lubuk Linggau adalah Para Pelajar SMP. Diluar dugaan kita semua, ternyata para pelajar inilah yang jauh lebih antusias mengikuti acara Seminar ketimbang orang dewasa, meskipin para ayah bundapun tak kalah antusiasnya.

Tak kurang dari 1000 orang peserta hadir di acara ini, dan kami dan kita semua yang hadir disana sungguh sangat berterimakasih kepada Bunda Walikota Lubuk Linggau yang telah mengusulkan acara ini bagi para pelajar, guru dan orang tua di Lubuk Linggau yang hasilnya sungguh luar biasa.

Yang mengagumkan adalah bahwa di sepanjang Acara bahkan hingga usai, banyak para pelajar ini yang datang berkerumun untuk berdiskusi dan berkonsultasi seputar permasalahan mareka dan cita-cita besar mereka.

Jika biasanya diakhir acara yang menghampiri kami berkerumun lebih banyak para orang tua, namun kali ini justru para pelajarlah yang segera mendatangi kami untuk bisa berdialog langsung.

Mereka sepertinya begitu terkesan dengan acara ini, dan begitu terbangkitkan semangatnya untuk bisa menjadi generasi yang terbaik bagi bangsanya.


Berikut salah satu kesan dari pelajar SMP peserta Parenting Seminar di Lubuk Linggau, yang dikirimkan via email kepada kami


Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh
Yth. Ayah Edy

Hallo ayah, nama saya, Akram Hakim.

Saya salah satu siswa dari SMP N 1 Lubuklinggau, ayah ingat bukan kalau ayah pernah kesana untuk menghadiri seminar?

Ayah aku ingin jujur, setelah melihat ayah memotivasi kami semua di "Gedung Kesenian" aku sangat bangga masih ada orang indonesia yang mau mementingkan kehidupan anak bangsa agar menjadi aset bagi negara.

Saya sangat senang ayah edy mengahdiri seminar di Lubuklinggau, berkat ayah edy, aku jadi semangat sekali untuk membuat bangsa indonesia menjadi bangsa yang dikenal banyak orang, dikagumi banyak negara dan disegani oleh diseluruh dunia, bukan dicaci maki, dan dianggap rendah bangsa lain.

dst......

Sungguh mengagumkan mendapati kenyataan para pelajar kita sesungguhnya jika sudah kita sentuh hatinya, mereka punya pemikiran dan semangat yang luar biasa dan patriotisme yang tinggi sekali.

Doakan agar Pembangunan Sekolah Kami Maha Karya Gangga di Singaraja dapat berjalan lancar agar kami bisa melahirkan generasi Bangsa yang jauh lebih baik bagi negeri kita. Dan semoga sekolah2 di Lubuk Linggau dan daerah2 lainnya bisa melahirkan generasi bangsa yang luar biasa seperti ini.


Salam syukur penuh berkah,
ayah edy
Pimpinan Sekolah Maha Karya Gangga
Pendiri Indonesian Strong from Home
www.ayahkita.com

KETIKA KITA TIDAK PERNAH MEMBERI....


MENGAPA AKU MENJADI ORANG YANG MISKIN DAN SELALU MENGALAMI KESULITAN HIDUP..???

....... SEMENTARA ORANG LAIN TIDAK..??

Ada seorang yang miskin dan papa bertanya pada Sang guru bijak
"Mengapa aku menjadi orang yang sangat miskin dan selalu mengalami kesulitan hidup?

Sang guru menjawab;
"Karena engkau tidak pernah berusaha untuk memberi pada orang lain"

Orang Miskin:
"Tapi saya tidak punya apapun untuk di berikan pada orang lain?

Sang guru bijak;
"Sebenarnya kamu masih punya banyak untuk kamu berikan pada orang lain"

Orang Miskin:
"Apakah itu hai guru bijak ?"

Sang guru bijak:
1. Dengan mulut yg kamu punya kamu bisa berikan senyuman dan pujian

2. Dengan mata yg kamu punya kamu bisa memberikan tatapan yang lembut

3. Dengan telinga yang kamu punya kamu bisa memberikan perhatian

4. Dengan Wajah yang kamu punya kamu bisa memberikan keramahan

5. Dengan Tangan yang kamu punya kamu bisa memberikan bantuan dan pertolongan pd orang lain yang membutuhkan, dan masih banyak lagi.

"Jadi sesungguhnya kamu bukanlah miskin hanya saja tidak pernah mau memberi pada orang lain."

"Itulah yang menyebabkan orang lain dan alam semesta juga tidak pernah mau memberikan apapun pada dirimu"

"Engkau akan terus seperti ini jika engkau tidak mau memberi dan berbagi pada orang lain dan siapapun"

"Pulanglah dan berbagilah pada orang lain dari apa yang masih kamu punya agar orang lain dan alam semesta juga mau berbagi padamu."

--------------------------------------------------------------------
Jika anda tidak percaya pada nasihat di atas cobalah simak sebuah kisah nyata berikut ini:

Dulu ada sebuah kisah pelaut Indonesia yang bekerja di kapal kargo, saat kapalnya sedang bersandar di pelabuhan Jerman, ia coba berjalan-jalan di kota Jerman, sayangnya ia tersasar di tengah kota Jerman hingga ia tertinggal oleh kapal tempat dia bekerja, dan tidak punya apa-apa lagi tidak punya uang, makan, tempat berteduh dan sebagainya, tidak juga bisa bahasa Jerman, tak seorangpun dia kenal dan mengenalnya, belum ada hp seperti sekarang.

Satu2nya yang dia ingat adalah sepatah kata bahasa Jerman “Helfen” atau yang berarti bantu.

Nah singkat cerita dia cuma punya badan yang bisa dia gunakan untuk membantu orang, akhirnya setiap ada nenek2 kesusahan bawa belanjaan barang berat di datangi dan bilang Helfen...helfen...sambil memberikan senyuman ramah.

dan si nenek Jermanpun paham maksudnya, akhirnya ia di beri upah oleh si Nenek dan mulai ia bisa membeli makan untuk mengisi perutnya yang keroncongan.

Kemudian juga ada kakek dan nenek2 lainnya, dan terus itu dia lakukan hingga suatu ketika ia diminta untuk membawa barang sampai di rumah.

 mulai dari sana si Kakek meminta bantuan dia untuk mengurusi rumahnya, dan kemudian kebunnya....

dan dari sanalah semuanya bermula hingga akhirnya ia menjadi warga Jerman yang memiliki usaha di Jerman dan hidup berkecukupan.

Nasib kita itu adalah buah dari perbuatan kita sendiri.

Seandainya si pelaut ini memilih untuk terus mengeluh dan bukannya mencari akal dan terus berusaha untuk memberikan apa yang bisa ia berikan pada orang lain mungkin ia hanya akan menjadi pengemis dan peminta2 di Jerman.

Ditulis oleh KS

www.ayahkita.blogspot.com

KETIKA KITA TIDAK PERNAH BERSYUKUR


Suatu ketika seorang pria menelepon seorang Bijak dari Timur. Ia tampak sedih. Tidak ada lagi yang dimilikinya dalam hidup ini.

Orang bijak ini lalu mengundang pria itu untuk datang ke rumahnya.

"Semua yang aku punya telah hilang. Tak ada harapan lagi," kata pria itu.

"Aku sekarang hidup dalam kegelapan yang amat dalam. Aku telah kehilangan hidup ini."

Sang bijak,  tersenyum penuh simpati. "Mari kita pelajari keadaan anda," katanya dengan lembut.

Pada selembar kertas ia menggambar sebuah garis lurus dari atas ke bawah tepat di tengah-tengah halaman.

Ia menyarankan agar pada kolom kiri pria itu menuliskan apa-apa yang telah hilang dari hidupnya.

Sedangkan pada kolom kanan, ia menulis apa-apa yang masih tersisa dalam hidupnya.

"Kita tak perlu mengisi kolom sebelah kanan," kata pria itu tetap dalam kesedihan. "Aku sudah tak punya apa-apa lagi untuk di tulis disana".  Ucapnya dengan pasrah.

"Ngomong-ngomong kapan kau bercerai dari istrimu?" tanya Sang Bijak.

"Hei, apa maksudmu? Aku tidak bercerai dari istriku. Ia amat mencintaiku!"

"Kalau begitu bagus sekali," sahut Sang Bijak penuh antusias.

"Mari kita catat itu sebagai nomor satu di kolom sebelah kanan "Istri yang amat mencintai".

Nah, sekarang kapan anakmu itu masuk penjara?"

"Anda ini konyol sekali. Tak ada anakku yang masuk penjara!", "dia baik-baik saja sekarang sedang kuliah."

"Bagus! Itu nomor dua untuk kolom sebelah kanan

"Anak-anak tidak berada dalam penjara." kata Sang Bijak sambil menuliskannya di atas kertas tadi.

Setelah beberapa pertanyaan dengan nada yang serupa, akhirnya pria itu menangkap apa maksud Sang Bijak dan tertawa pada diri sendiri.

 "Menggelikan sekali ya kita ini. Betapa segala sesuatunya berubah ketika kita berpikir dengan cara seperti itu," katanya sambil tersenyum.

Ya, kata orang bijak, bagi orang yang selalu berpikir negative  maka hujan menjadi penyebab banjir dan kemarau menjadi penyebab kekeringan dan kemusnahan.

Namun bagi orang yang selalu berpikir positif keduanya hanyalah sebuah siklus alam yang membawa berkah dan pelajaran akan rasa bersyukur.

Tidak ada yang salah dengan orang lain, yang salah adalah pada cara berpikir kita sendiri tentang orang lain dan masalah yang kita hadapi.

Yuk berlatih berpikir positif agar hidup kita jauh lebih berkah dan bahagia. Mau ?

Dipetik dari buku THE POWER OF POSITIVE THINKING, BY NORMAL VINCENT PEALE

PLAN A B C


Sahabatku, apa kabarnya hari ini...?

Seandainya kamu sedang mengalami kegagalan...

Ingatlah selalu kata-kata ini;

Jika Rencana A tidak berjalan dengan baik ingatlah selalu masih ada 25 huruf lagi dalam alphabet kita.

Jadi tenang-tenang saja.

Lakukan rencana berikutnya.... hingga berhasil.



Selamat beraktivitas,
Ayah Edy
Guru Parenting Indonesia.
www.ayahkita.blogspot.com

MEMBELA KEYAKINAN VS MEMBELA KEBENARAN




Banyak orang yang merasa ia membela KEBENARAN, padahal sesungguhnya ia hanya membela keyakinannya.

Lalu bagaimana kita tahu bahwa apa yang kita yakini itu benar, sehingga kita bisa membela keyakinan yang benar. 

Inilah sebuah pelajaran penting yang tidak pernah diajarkan disekolah kita dulu...

Teruslah membaca......

Ada seorang orang tua yang sejak muda mencoba mencari dan mencari agar ia bisa mengetahui bahwa apa yang dia yakini itu benar,

Namun sayangnya hal ini tidak mudah, karena hampir semua orang yang dia ajak diskusi selalu merasa apa yang dia yakini itu benar dan dia sedang membela KEBENARAN.

Puluhan tahun menacari tak kunjung ketemu jawabannya akhirnya si anak muda ini frustasi sendiri.

Namun karena tekadnya sudah bulat untuk itu ia tidak pernah menyerah dan berhanti mencari.

Hingga satu ketika sampailah ia di puncak gunung dan bertemu pada seorangg bijak...

Lalu anak orang tua ini bertanya 

“Hai Orang Bijak, Banyak orang yang merasa ia membela KEBENARAN, padahal sesungguhnya ia hanya membela keyakinannya"

"Lalu bagaimana kita tahu bahwa apa yang kita yakini itu benar, sehingga kita bisa membela keyakinan yang benar?"

“Karena aku sudah berjuang sejak muda hingga Tua tidak juga menemukannya jawabannya, setiap orang yang aku tanya selalu merasa dirinya benar dan keyakinanya yang paling benar dan dia merasa sedang membela yang benar"  

“Ayo tunjukkanlah kepadaku apa itu membela kebenaran hai Orang bijak ?”

Dengan wajah bijak dan senyum penuh kelembutan, sang bijak pun berkata;

"Keyakinan yang benar ditunjukkan melalu cara berpikir yang benar, ucapan yang benar dan yang utama adalah PERILAKU YANG BENAR.

"KAMU AKAN TELAH MEMILIKI KEYAKINAN YANG BENAR DAN MEMBELA KEBENARAN jika......"

“kehadiran kamu selalu membuat hidup orang lain lebih baik, lebih cerah dan lebih bahagia, maka itu artinya kayakinanmu sudah benar”

“Namun jika kehadiranmu justru membawa ketakutan pada orang lain, membawa kerusakan pada alam dan lingkungan, membawa keburukan pada orang lain maka itu artinya keyakinanmu tidak benar”

“Jadi perhatikanlah setiap kehadiranmu…. dimanapun kamu berada apakah membuat semua orang bahagia atau sebaliknya?"

"Maka niscaya kamu akan tahu sendiri apakah kamu saat ini telah memiliki keyakinan yang benar atau yang tidak benar”

"Jangan ikuti orang yang teriak-teriak dirinya benar dan sedang membela kebenaran sementara orang-orang sendiri merasa takut akan kehadirannya, orang-orang merasa resah akan keberadaannya, orang-orang merasa tidak nyaman dengan kedatangan orang tersebut, dan bahkan alampun jengah dengan pikiran, ucapan dan ulahnya.”

“Ayo "Bangunlah" kesadaranmu dari keyakinan lamamu, agar kamu bisa memiliki keyakinan yang benar dan membela kebenaran sejati."

“Ayo bangunlah nak…Bangunlah anakku dari tidur panjang mu, akan keyakinan bahwa kamu sedang membela KEBENARAN jika kamu selalu berpikir jika ada orang-orang yang tidak menyukaimu mereka semua adalah musuhmu."

"Dan bukan orang yang mestinya engkau tolong dengan segenap kasih dan cintamu agar orang yang saling membenci bisa saling mengasihi."

"Karena itulah fitrah kita sebagai manusia yang mencermin sifat2 Tuhan yang Maha Penyayang.”

“Ayo bangunlah nak…

Bangunlah anakku dari tidur panjang mu, akan keyakinan bahwa KAMU SEDANG MEMBELA KEBENARAN jika kamu sendiri sesungguhnya masih terus di penuhi oleh rasa marah dan benci pada orang lain, suku lain, ras lain, bangsa lain… "

"Dan bahkan masih dipenuhi rasa marah dan banci  pada saudaramu, pasanganmu atau bahkan pada anak-anakmu sendiri”

“Karena kebenaran sejati akan selalu membawa damai, bahagia dan cinta dalam kehidupan pribadimu juga kepada orang lain terutama keluargamu. ”

Sahabatku Bacalah berulang-ulang agar kita bisa benar-benar memahami maksud dan maknanya.

– Sebuah kisah yang di petik dari pengalaman seseorang yang sepanjang hidupnya ia curahkan untuk mencari  Kebenaran yang sejati. –

Jika merasa Terinspirasi, Sebarkanlah tulisan ini pada teman, sahabat dan kerabat, agar kita benar-benar bisa menemukan kebenaran sejati.

Salam syukur penuh berkah,
ayah edy
www.ayahkita.blogspot.com