SATU-SATUNYA SITUS RESMI AYAH EDY

SATU-SATUNYA SITUS RESMI AYAH EDY
Bagaimana caranya..? Gabung di FB: komunitas ayah edy, download talkshow di www.ayahedy.tk

Minggu, 24 Mei 2015

Apakah anda tahu..., Makanan yg SEHAT untuk tumbuh kembang Pikiran, Etika Moral dan Akhlak anak.



Sering kali orang tua hanya berfokus untuk memilihkan makanan2 sehat untuk tumbuh kembang putra-putrinya. Memilihkan susu terbaik, sayuran tersegar, ikan yg segar dsb.

Tapi sayangnya banyak orang tua yg tidak tahu bahwa PIKIRAN ANAK juga membutuhkan makanan yg sehat untuk tumbuh kembang moral dan akhlaknya.  Dalam ilmu pengetahuan modern di ketahui bahwa di dalam PIKIRAN yg sehat terdapat Tubuh yg sehat - Soul Mind Body Connection -

Tahukah anda apa saja makanan sehat untuk tumbuh kembang pikiran, etika, moral dan akhlak seorang anak ?
 1. Pemilihan ucapan dan kata2 yg positif terutama pd saat anak gagal mencoba 
2.Pujian yg tulus pada setiap usaha kecil yg berhasil dilakukan anak.
3. Tontonan TV yg mendidik, tdk mengandung unsur kekerasan dan pornografi. 
4. Contoh prilaku positif dan teladan dari kedua orang tuanya. 
5. Senyuman tulus setiap hari dari orang tuanya. 
6. Nada yg lembut dalam berbicara pada anak. 
7. Bermain bersama dengan peralatan yg ada di sekitar rumah. 
8. Mendongengkan anak menjelang tidur 
9. Memilihkan sekolah yg peduli pada PRILAKU MORAL muridnya  
10. Memilihkan sekolah yg sistem dan guru2nya ramah anak. 
11. Memilihkan mainan yg mengedukasi, tdk mengandung unsur kekerasan.

Jika masih ada lagi makanan sehat bagi perkembangan pikiran dan akhlak anak mari kita berbagi pengalaman d isini....

Jika hari ini kita semua mulai mau melakukannya maka anak kita kelak tidak hanya memiliki tubuh yg sehat, melainkan juga memiliki prilaku moral dan akhlak yg sehat. Sehingga Bangsa Indonesia bisa menjadi Bangsa yang SEHAT.

Selamat beraktifitas !!!! ayah edy

Selasa, 19 Mei 2015

BAGAIMANA RASANYA JIKA KITA DI KRITIK ?


Adakah kritik yang membangun ?

Saya dulu sering mengkritik orang lain, dengan asumsi menurut saya, saya sendiri sudah merasa benar dan orang yang saya kritik salah.

Mengapa dulu saya sering mengkritik orang lain?
Karena sy percaya dan banyak orang percaya bahwa kritik itu Membangun.

Itulah mengapa sering kita mendengar orang berkata tidak apa asalkan Kritik Membangun.

Setelah usia semakin bertambah, dan saya mulai tertarik untuk belajar tentang buku2 kebijaksanaan, saya terbelalak bahwa sebagian besar buku2 Wisdom mengatakan bahwa sesungguhnya TIDAK ADA kritik yang MEMBANGUN, semua kritik itu bersifat menghancurkan, merusak dan menekan perasaan orang yang dikritiknya.

Sampai suatu ketika saya membaca buku hasil experimen Masaru Emoto dari Jepang, yang melakukan uji coba nasi/beras yang kemudian diletakkan di dalam toples yang berbeda.

Toples yang pertama setiap hari di berikan kritikan terus dan di tempel kertas bertulisan kata yang mengkritik, kemudian toples yang kedua diberi pujian dan motivasi setiap hari.

Dan hasilnya dalam 2-3 minggu, toples pertama yang diberikan kritikan setiap hari membusuk kehitaman sedangkan toples kedua dengan isi yang sama masih berwarna putih bersih tak membusuk.

Penasaran pada penjelasan di buku ini, akhirnya sy meminta para guru di sekolah kami utuk melakukan experimen ini bersama para murid di sekolah.  Ternyata benar hasilnya lebih kurang serupa.

Toples yang setiap hari diberikan keritikan oleh murid-murid, lebih cepat rusak, hitam dan membusuk.  Dan di sekolah kami mengajarkan para siswa melalui experimen ini agar tidak mengejek, menhujat atau mengkritik sesama teman, dan melatih mereka untuk bicara baik-baik yang tidak mengkritik.

Dan sejak itulah saya belajar untuk tidak mekritik orang lain, terutama anak dan istri saya. 

Dan percaya atau tidak hasilnya di luar dugaan, Istri saya jadi jauh lebih perhatian dan wajahnya lebih berbinar dan anak-anak saya jauh lebih baik, ganteng,  kooperatif dan sayang pada ayahnya.

Apa yang saya ubah dari diri saya sehingga anak dan istri saya berubah?

Saya ganti kalimat sy yang mengkritik istri dan anak saya dengan ucapan terimakasih padanya setiap kali mereka berbuat kebaikan.

Saya berterimakasih pada istri dan anak saya dan memujinya dan sering kali sambil memeluknya, saat mereka berhasil berhenti dari kebiasaan yang kurang baik.

Yuk mari kita renungkan, malah kalau perlu kita coba melakukan experiment yang sama bersama anak-anak dirumah atau murid-murid kita di sekolah.

So..... masihkah kita percaya bahwa KRITIK ITU MEMBANGUN ?

Masihkah kita percaya ada KRITIK YANG MEMBANGUN?

Masihkah kita mau mengkritik orang lain, terutama istri dan anak-anak kita..?

Tentu saja pilihan itu terserah pada diri kita masing-masing karena hidup ini adalah pilihan bebas berikut konsekuensinya masing-masing. 

Tapi coba rasakan dan ingat-ingat lagi apakah dengan sering mengkritik orang lain akan membuat orang yang kita kritik menjadi lebih baik, atau malah sebaliknya balik mengkritik kita...?

Dan coba lihat apa yang ada rasakan di hati kita pada saat kita sedang dikritik oleh orang lain?  Nah perasaan yang sama itulah yang juga akan dirasakan oleh orang lain yang kita kritik.

Salam syukur penuh berkah,
ayah edy
www.ayahkita.blogspot.com

Unduh gratis talkshow ayah edy di:
www.ayahedy.tk

atau


https://onedrive.live.com/?cid=3a914018e2d83d92&id=3A914018E2D83D92%21131




ANAK YG DIPAKSA TUMBUH DIPERCEPAT DAN MATANG DINI


ANAK YG DIPAKSA TUMBUH DIPERCEPAT DAN MATANG DINI
“The hurried child; growing up to fast and too soon”

TANYA:
Halo Ayah Edy,
Nama saya Sherly.Saya memiliki 2 anak yang kini berusia 3,7 th dan 1 th.Anak saya yang berusia 3,7th sudah sekolah Preschool dari usia 2,5th.Yang membuat saya khawatir,sampai saat ini anak saya masih bingung membedakan warna-warna dasar ( red,blue,yellow,green).

Hampir setiap hari saya stimulasi tanya jawab warna,kadang dijawab dengan benar kadang salah.dan bila jawab benar kemudian .beberapa saat ditanya lagi bisa salah jawabnya.
Apakah anak saya punya kecenderungan buta warna.Bagaimana perkembangan anak diusia tersebut?Bagaimana pendapat Ayah?

JAWAB:
Bu Sherly yang baik hati,
Saya bisa memahami apa yang ibu khawatirkan tentang kemampuan buah hati ibu. Saya sering kali bertemu dengan para orang tua yang sering mengalami kekhawatiran yang serupa akan kemampuan anaknya.

Hal ini sangat wajar terjadi, fenemoena ini tidak hanya terjadi di Indonesia, bahkan pada tahun 1989 Seorang pemerhati anak dari Amerika Serikat yang bernama David Elkind menuturkan dalam bukunya yang berjudul “The hurried child; growing up to fast and too soon” katanya, banyak sekali para orang tua Amerika pada zaman itu yang memiliki kecenderungan ingin anaknya serba bisa di usia yang belum waktunya.

Para orang tua berpikir apa bila semakin dini usia anaknya menguasai banyak hal termasuk membaca, menulis dan berhitung maka anaknya kelak akan jauh lebih sukses dari anak lainnya, bahkan ada pula sebagian orang tua yang mangajarkan hal ini pada anaknya sebenarnya hanya ingin memamerkan kemampuan anaknya pada orang lain, tetangga atau sanak saudaranya.

David Elkind juga mengatakan bahwa akibat dari hal ini banyak anak-anak yang kemudian tumbuh bermasalah, sehingga belakangan para ilmuan mulai sepakat untuk mengembalikan tumbuh kembang anak pada proses alamiah sebagaimana yang diinginkan Tuhannya dan bukan yang diinginkan oleh orang tuanya.

Satu contoh yang pernah dimaksudkan oleh David Alkind.tersebut adalah kasus Baby Walker, yang pernah dibuat dan dipasarkan untuk membantu balita bisa lebih dini berjalan, namun kemudian diketahui bahwa proses merangkak pada bayi adalah fase alamiah yang sangat vital dan tidak boleh terlewati, yang diciptakan Tuhan untuk melatih otot dan syaraf motorik wicara. Apa bila fase ini dipercepat atau mungkin di lewatkan maka banyak anak-anak yang mengalami kesulitan berbahasa. Hingga pada akhirnya baby walkerpun tidak lagi di anjurkan digunakan untuk melatih balita agar lebih cepat bisa berjalan.

Begitu pula orang tua yang berlomba-lomba memasukkan anaknya ke Sekolah Dasar dengan usia yang di bawah 7 tahun atau bahkan mungkin kurang dari 6 tahun, kelak sebagian dari mereka bisa mengalami Drop Syndrom atau Sindrom Mogok Sekolah atau Bosan Belajar.

Itulah sebabnya mengapa pemerintah Jerman menetapkan bahwa usia minimal anak masuk SD adalah 7 tahun persis, kurang 1 bulan saja tidak diperbolehkan. Jauh lebih baik masuk SD di usia 7 tahun lebih dari pada kurang, begitulah cerita sahabat saya yang tinggal di Jerman.

Setelah kami mempelajari banyak referensi mengenai perkembangan pendidikan dan tumbuh kembang anak akhirnya kamipun ikut sepakat bahwa akan jauh lebih baik kita mendidik anak sesuai dengan keinginan Tuhannya melalui proses tumbuh kembang alaminya masing-masing, karena antara satu anak dengan anak lainnya akan berbeda-beda. Tugas kita sebaiknya hanya sebatas merangsang dan menstimulasi saja dan bukan untuk memaksakan sesuai keinginan kita.

Saya menduga apa yang terjadi pada buah hati ibu adalah fenomena yang dulu pernah di jelaskan oleh David Elkind dalam bukunnya. Saya juga menduga bahwa apa yang dialami buah hati ibu adalah bukan gejala buta warna seperti yang ibu khawatirkan melainkan sebuah jawaban kebosanan seorang anak balita yang di tanya tentang hal sama berulang-ulang, itu lagi dan itu lagi. Persis seperti orang tua yg sering bertanya adek anak siapa? awalnya anak senang menjawab; "anak mama", tapi lama kelamaan ia bosan juga dengan pertanyaan yg berulang hampir setiap hari tsb.

Salah sebut warna tidak sama dengan buta warna, bahkan mungkin kita orang dewasa pun pernah sekali-sekali mengalami salah sebut warna misalnya lampu hijau dengan biru pada lampu lalu lintas.
Mari kita tunggu saja jika sudah tiba waktunya anak kita akan bisa mengetahui warna. Ada memang anak2 yg mengalami buta warna tapi itu sangat kecil sekali jumlahnya, jadi bersabarlah dan tenang-tenang saja. Jika seandainya terjadi buta warna sekalipun, anak2 kita masih besar sekali kemungkinannya untuk bisa menjadi orang sukses ketimbang apa bila ia mengalami buta hati.


Jadi mari kita berfokus untuk mendidik anak2 kita agar tidak menjadi orang yg "buta hati" dan mari kita dampingi tumbuh kembang anak kita sesuai proses alami yang di ciptakan oleh Tuhannya dan bukan atas ambisi keinginan kita orang tuanya.

Unduh file parenting ayah edy gratis di www.ayahedy.tk



LEBIH BAHAYA TIDAK PUNYA CITA-CITA DARI PADA TIDAK PUNYA IJAZAH

PENTING DI BACA SETIAP ORANG TUA


Liputan terkini Tabloid Nova klik: http://www.tabloidnova.com/Nova/Keluarga/Anak/Ayah-Edy-Bahaya-Jika-Anak-Tak-Punya-Mimpi-dan-Cita-cita/

Sabtu, 16 Mei 2015

SUDAHKAH KITA MENYAKSIKAN FILM INI UNTUK BELAJAR MENJADI ORANG TUA YANG LEBIH BAIK?



KETIKA SINGAPURA INGIN MENYADARKAN PARA ORANG TUA AKAN PENTINGNYA PARENTING MAKA MEREKA MEMBUAT FILM SERI I not Stupid INI UNTUK BISA DISAKSIKAN OLEH SELURUH ORANG TUA DI SINGAPURA DAN MEMBERIKAN DAMPAK POSITIF YANG MASIF

Sudahkah kita menyaksikannya ?

LOMBA MEMBUAT GAMBAR KARIKATUR BERWARNA AYAH EDY PARENTING


Kriteria Gambar:
Jelas, Unik dan Kreatif dan sagat mencerminkan Program Indonesian Strong from Homeyang dibawakan oleh ayah Edy.

Syarat dan Ketentuan:
Peserta:
1. Siapa saja boleh ikut serta/terbuka untuk umum.
2. Anak-anak yang punya bakat menggambar boleh ikut serta

Bentuk Gambar:
Karikatur Berwarna dengan ukuran minimal sebesar kertas folio dan foto minimal 5 mega pixel. Dalam bentuk Landscape.

Hasil Karya Asli:
Semua gambar yang diikutsertakan dalam lomba ini adalah hasil karya sendiri dan bukan hasil karya orang lain atau menjiplak hasil karya cipta orang lain.

Tema Gambar :
Mencerminkan Program Indonesian Strong from Home dan Ayah Edy

Bentuk gambar :
Karikatur Berwarna Bebas dalam berbagai versi, ide dan kreatifitas masing-masing.

Alamat pengiriman gambar: email: ayahindonesia@gmail.com

Penyelenggara: AE Management

PemilihanGambar:
Dari gambar-gambar yang masuk kami akan melakukan seleksi dan pemilihan untuk dimasukkan dalam kategori Gambar terbak 1, Gambar Terbaik 2, Gambar terbaik 3 dan Gambar terbaik hiburan
Setiap peserta boleh mengirim lebih dari 1 konsep gambar karikaturnya.

Gambar yang TERPILIH menjadi pemenang terbaik dan hiburan, otomatis akan menjadi hak milik sepenuhnya dari Ayah Edy Management juga hak untuk menggunakannya dalam bentuk apapun.
Kami menyediakan hadiah kepada gambar yang terpilih:
Gambar terbaik 1 akan mendapat hadiah Rp. 1000.000,-
Gamber terbaik 2 akan mendapt hadiah Rp. 500,000,-
Gambar terbaik 3 akan mendapat hadiah Rp. 250.000,-
Gambar terbaik Hiburan akan mendapat hadiah 1 kaos Parentng Menarik Ayah Edy plus buku ayah Edy

Keputusan pemenang sepenuhnya ada di tangan Ayah Edy management dan tidak dapat diganggu gugat. Dan akan diumumkan melalui fb ini.

Jika anda setuju dengan SYARAT DAN KETENTUAN DI ATAS, ayo segera ikut lomba ini; Dan kirimkan hasil kreasi gambar anda melalui email kami; ayahindonesia@gmail.com

Lomba tidak dipungut atau bebas biaya pendaftaran. Kami tunggu karya anda mulai hari ini hinga akhir Mei 2015.

Silahkan share info ini pada siapa aja teman, rekan, sahabat, keluarga yang memiliki minat dan bakat untuk membuat gambar karikatur.

Terimakasih
AE Management
www.ayahkita.com

Latar belakang gambar:
foto repro dari Lukisan Ayah Edy dengan tema Indonesian Strong from Home


JADI ORANG TUA JANGAN HANYA BISA MARAH DAN MENGHUKUM ANAK SAJA



Pada saat para orang tua sudah kehabisan akal dan tidak tahu lagi cara mengatasi masalah anak kita semisal anak yang malas makan atau anak yang tidak suka buah.

Cara satu-satunya yang dilakukan para orang tua secara turun temurun adalah MARAH
Jadi marah sebenarnya bukanlah cara efektif melainkan cara yang sangat tidak kreatif mengatasi masalah anak.

Dan MARAH pada anak, bukanlah menunjukkan anak kita bermasalah, melainkan menunjukan bahwa otak kita sudah tidak kreatif lagi untuk menemukan cara memecahkan masalah anak kita.
-ayah edy-
Unduh file parenting ayah edy gratis di: www.ayahedy.tk


RENUNGKANLAH HAI PARA ORANG TUA


Jika kita selalu meminta anak untuk belajar yang sungguh-sungguh, sudahkah kita sungguh-sungguh belajar untuk menjadi orang tua yang baik?

Jika kita ingin anak kita menjadi anak terbaik disekolah sudahkah kita menjadi orang tua terbaik dirumah?


-ayah edy-

Investasi TERBAIK ABAD INI



"Investasi terbaik bebas inflasi dan kerugian adalah mengasuh dan mendidik anak dengan cara yang tepat"
-ayah edy-
Sahabat keluarga Indonesia,
Anak kita cepat sekali memaafkan kesalahan orang tuanya, jadi sering-seringlah meminta maaf pada anak.
Meskipun cepat sekali memafkan tapi semua kenangan tsb tak kan pernah terlupakan oleh anak di sepanjang hidupnya hingga dewasa. Jadi kurangilah untuk berbuat salah pada anak.
Mengasuh anak adalah sebuah investasi masa depan, jika yg di investasikan pada anak adalah kenangan2 manis semasa kecil maka kelak saat ia dewasa akan membalas semua kenangan manis itu pada orang tuanya.
dan sebaliknya jika yg diinvestasikan pada anak lebih banyak kenangan negatif yg penuh kekerasan, maka itu pula yg akan di petik orang tuanya kelak.
Itulah alasan mengapa kita sering melihat banyak anak-anak yg kurang peduli pada orang tuanya yg sudah renta dan membutuhkan banyak perhatian. Karena ia tidak memiliki kenangan manis bersama orang tuanya ketika mereka dulu masih anak-anak dan remaja.
Disadari atau tidak kita semua kelak akan menjadi Senior alias Lansia....
Dan ketika waktu itu tiba, maka kita akan sangat membutuhkan perhatian dari anak2 kita..... tapi apa mau dikata...jika kita telah salah mengasuh mereka, waktu tidak bisa di ulang lagi ...
Yuk kita berinvestasi pada anak dengan memberikan pola asuh yg tepat dan membahagiakan... agar kelak kitalah yg akan di bahagiakan oleh anak-anak kita tercinta.
=============
Silahkan unduh talkshow parenting ayah edy 100% Gratis:
Tinggal Klik:
1. www.ayahedy.tk
Membeli buku ayah edy secara on line bisa tinggal klik:

BEBERAPA KOMENTAR POSITIF DARI SEMINAR AYAH EDY DI JL. ASIA AFRIKA BANDUNG



Pipit Pitriyani:
Seminar di Bdgnya sungguh very very Good,, akan Slalu ku ingat kata" Ayah Edy" Jangan Pernah Berhenti Bermimpi Menggapai CitA-Cita...Haqqul Yaqiin,,Man Jadda wa jadda,, Salam SMªªǎǎЙƍªǎtt&Sukses Slalu ayaaaah Edy

Like · Reply · 9 hrs

Nursasongko Soegijatno:
Saya belum berkeluarga, tapi akan berkeluarga serta punya passion besar di pembinaan mental anak remaja dewasa, terima kasih Ayah Eddy, di tengah keterbatasan waktu, saya banyak menyerap ilmu dalam 3 jam kemarin.

Beruntung kemarin memutuskan ikut, ternyata kesempatannya langka, bisa hanya 1 tahun sekali! Tak apa, tiap hari bisa menggali ilmu dari Fanpage ini. Hidup Indonesia!!

Unlike · Reply · 1 · 11 hrs

Chary Haryadi
Thx ayah bener" puas ikut seminar ayah yg saya kagum ayah mau menambah waktu utuk sesi tany jwb, meskipun sy blm dpt kesempatan untuk bertanya tp sy sdh bnr" bersyukur dpt kopidarat bersama ayah

Like · Reply · 9 hrs

Umy Benz
Sampai jumpa di acara roadshow ayah... pada bulan oktober.. rasanya gak sabar menunggu bulan oktober.. saya ingin memetakan anak saya supaya anak saya tidak seperti saya... saya ingin anak saya lebih berhasil dari saya.. bahkan jauuuhh lebih berhasil dari saya....

Unlike · Reply · 2 · 21 hrs · Edited

Seminar yang sama akan terus berlanjut ke SURABAYA 2 pekan depan.

Salam syukur penuh berkah,
ayah edy
www.ayahkita.com

Silahkan unduh talkshow parenting ayah edy 100% Gratis:
Tinggal Klik:
1. www.ayahedy.tk
2. atau down load via fb: https://www.facebook.com/groups/548259441862337/files/

Membeli buku ayah edy secara on line bisa tinggal klik:
1. https://www.facebook.com/pages/Pusat-pemesanan-buku-AYAH-EDY/1538959983042274



"Ijinkan orang memilih cara pandang yg salah ttg kita. Krn kita tdk bisa memaksa mrk memandang yg benar ttg kita, kecuali dia menyukai kebenaran".

- Dr Mustika Wayan -

Kamis, 14 Mei 2015

PROGRAM OBSERVASI BY AYAH EDY


ANAK NAKAL ATAU BANYAK AKAL ?
ANAK HIPERAKTIF ATAU KRATIF ?

Para orang tua yang berbahagia,
Sehubungan dengan jadwal konsultasi Pribadi dengan Ayah yang cukup padat, maka kami ingin memberikan solusi yang jauh lebih efektif dan komprehensif bagi para orang tua yang ingin mengetahui permasalahan anaknya juga bagi para orang tua yang ingin mengetahui cara yang benar mendidik anak sesuai dengan tipologi masing-masing, kami membuka PROGRAM OBSERVASI ANAK, bagi putra-puteri kita yang berusia TK dan SD, di Singaraja Buleleng, Bali

Selama lebih dari 10 tahun ayah bersama dengan para asistennya terjun langsung dalam pendidikan anak usia dini, ayah berhasil mengembangkan sebuah sistem observasi yang berbasiskan pada Multiple Intelligence & Holistic Learning yang mampu menggali potensi-potensi anak yang terpendam yang sering kali oleh para guru dan orang tua di terjemahkan sebagai “masalah”.

Hasilnya sungguh luar biasa, ternyata banyak sekali anak-anak yang dinyatakan sebagai anak bermasalah seperti Disable Learning, Dyslexia, ADD, ADHD, Delay Speech, Autis ringan dan sebagainya, sebenarnya adalah anak normal bahkan berpotensi menjadi jenius-jenius Indonesia yang luar biasa.

Bahkan yang paling mengharukan adalah ada seorang anak yang mengalami Hidrosefalus dan secara medis telah dinyatakan kemampuan otaknya hanya tinggal 20% saja, namun setelah anak dan orang tuanya mendapatkan terapi kasih sayang yang berbasiskan pada temuan Masaru Emoto juga Prof. Kazuo Murakami, Penerima Hadiah Japan Research Award untuk Bidang Genetika, kemampuannya bisa kembali normal 100%. Bahkan Ayahnya sambil tersenyum bahagia dan penuh syukur mengatakan bahwa kemampuan anaknya sekarang malah melebihi 100%.

Berdasarkan pengalaman Ayah menyelenggarakan program pendidikan berbasiskan observasi, ayah menemukan bahwa banyak anak-anak yang normal dan menyimpan kemampuan unggul yang luar biasa justru malah sering dinyatakan bermasalah.

Hal ini dimungkinkan terjadi karena selama ini sistem telah memformat cara berpikir orang tua, guru dan konselor pada model pendekatan hitam putih yang hanya mengakui hanya ada satu kriteria kenormalan anak, jika anak tidak memenuhi kriteria tersebut maka dinyatakan berkelainan dan harus di terapi.

Padahal ayah menemukan paling tidak ada 16 jenis tipe kenormalan anak dan semua tipe tersebut adalah normal dan masing-masing kenormalan tersebut di ciptakan Tuhan untuk maksud dan tujuan berbeda serta untuk profesi yang juga berbeda-beda saat mereka dewasa kelak. Nah dari 16 tipe tadi mereka biasanya memiliki ke khas-an masing-masing, akan berbeda satu anak dengan anak lainnya meskipun ia saudara kandung atau kembar sekalipun.

Sungguh memprihatinkan jika kita melihat banyak sekali anak normal yang dinyatakan bermasalah atau berkelainan yang sesungguhnya disebabkan karena kita yang tidak tahu dan tidak dapat melihat sisi emas dari anak-anak tersebut. Inilah mengapa ayah melihat kita semua orang tua dan para guru harus lebih banyak belajar tentang anak-anak kita.

Dalam program observasi ini kami mewajibkan orang tua untuk ikut serta aktif belajar dan melihat langsung prosesnya, bahkan memungkinkan untuk direkam sehingga orang tua bisa secara detail mempelajari kembali dirumah agar dapat menemukan potensi yang terpendam dalam diri anaknya dan tidak melakukan lagi kesalahan yang fatal dalam mendidik dan mengelola mereka.

Diakhir priode sesi Observasi orang tua akan mendapat Laporan Observasi yang lengkap yang bisa membantu orang tua dan guru untuk menerapkan pola asuh dan pola didik yang tepat bagi si anak.
Program ini hanya untuk anak seusia TK A B dan SD

Segera daftarkan putra-putri anda minimal 3 bulan sebelumnya, pendaftaran akan segera di tutup jika kapasitas telah terpenuhi.

Pesan tempat 2 bulan sebelum acara melalui Ayah Edy Management di nomer 0856-9497-5174 pada jam kerja.

Program Observasi Tahun ini di selenggarakan bertepatan dengan Liburan Desember 2015 di Singaraja Buleleng, Bali.

PERHATIAN !
Program konsultasi dan Observasi anak yang resmi nomer kontaknya hanya ada di www.ayahkita.com
Let’s Make Indonesian Strong from Home

MARI KITA BANGUN INDONESIAN YANG KUAT DARI KELUARGA, MELALUI ANAK-ANAK KITA TERCINTA!
Salam Sukses dan Bahagia,
AE Management

Senin, 30 Maret 2015

HOME SCHOOLING ALA THOMAS EDISON - Pendiri General Electric




=============================================

-Komentar Thomas Edison saat di tanya wartawan tentang ibundanya yang luar biasa, saat ia mengenang ketika ia dikeluarkan dari sekolah karena di anggap anak bodoh di 3 bulan pertama bersekolah dasar -

“My mother was the making of me. She was so true, so sure of me, and I felt I had some one to live for, some one I must not disappoint.”
-Thomas Alva Edison -

"Ibukulah yang telah menjadikanku seperti ini, Beliau benar sekali, yakin sekali pada kemampuanku, dan saya merasa memiliki seseorang untuk apa saya hidup, seseorang yang tidak boleh saya kecewakan."

-Thomas Alva Edison-
Jenius Dunia dengan 1000 temuan yang di patenkan, pendiri General Electric yang memasok mesin untuk pesawab Boing dan Airbus.

===========================================
Kali ini kita akan belajar dari sejarah Ibunda Thomas Edison dalam mencetak anaknya menjadi sang Jenius Dunia.

Para orang tua dan guru yang saya cintai........

Masih ingatkah anda dengan kisah Thomas Alva Edison.. Ilmuan terkemuka dunia yang di Drop Out dari sekolahnya, pada 3 bulan pertama masa pembelajarannya di Sekolah Dasar....? karena dinyatakan sebagai anak yang lambat belajar atau yang orang bilang lemot oleh sekolahnya.

Yang jadi pertanyaan menarik buat kita adalah..... bagaimana sang ibunda Thomas bisa mencetak anaknya menjadi seorang Ilmuan yang luar biasa dengan lebih dari 1000 temuan yang dipatenkan.

sayangnya...tidak banyak yang di catat sejarah tentang riwayat ibu yang luar biasa ini, dalam membimbing anaknya hingga dewasa. Tapi yang jelas Thomas telah berhasil tumbuh menjadi orang yang sangat penuh percaya diri dan pekerja keras yang selalu berpikir positif.

Para orang tua dan guru yang saya cintai.......

Thomas adalah anak bungsu dari 7 bersaudara yang di besarkan oleh seorang ibu Single Parent yang katanya dinyatakan memiliki kelainan ADD dan Learning Disable. Sering melamun di kelas dan dan tidak langsung menengok jika di tegur gurunya.

Diceritakan bahwa Nancy Alliot ibunda Thomas adalah ibunda yang penuh cinta kasih....., dia bukanlah seorang psikolog apalagi pakar pendidikin, Nancy hanyalah ibu rumah tangga biasa, seperti kebanyakan ibu-ibu pada zamannya.Nancy adalah ibu yang selalu memotivasi anaknya;

Dia selalu mendorong anaknya untuk melakukan apa saja yang disukainya. Setiap kali Thomas mengalami kesulitan ibunya selalu berkata; "Thomas kamu anak hebat nak, kamu pasti bisa menemukan jawabannya ! Mommy percaya itu sayang..!"

Dan setiap kali Thomas berhasil menemukan jawaban dari masalahnya Nancy selalu dengan antusias menanggapi cerita anaknya, ia selalu berapi-api menanyakan bagaimana sampai akhirnya Thomas berhasil menemukan jawabannya.Nancy juga selalu memeluk anaknya mana kala anaknya berhasil dalam melakukan sesuatu; sambil selalu mengucapkan “Kamu memang anak kebanggaan Mommy Nak.....”

Para orang tua dan guru yang saya cintai......

Pernah suatu ketika Thomas sedang melakukan experiment-experiment yang dibuatnya; dan dia mengetahui jawaban dari masalahnya; lalu dia bertanya pada Mommynya; dengan jujur Mommynya berkata; Thomas sayang Mommy tidak tahu semua yang kamu tanyakan, tapi Mommy akan cari tahu siapa orang yang bisa menjelaskan semua ini pada kamu.

Maka diajaklah Thomas kecil untuk menemui orang-orang ahli dikotanya. Begitulah kejadian serupa terjadi berulang-ulang; Ibunda Thomas selalu jujur mengatakan keterbatasannya; tapi dia selalu memberi jalan keluar bagi anaknya. Termasuk suatu ketika pernah pertanyaan Thomas tidak bisa dijawab oleh siapapun; maka ibunya sibuk mengantarkan Thomas untuk mencari buku/referensi yang bisa menjelaskan seluruh keingintahuan anaknya,Namun sayangnya setelah berusaha selama berbulan-bulan orang dan buku yang dicari tak juga kunjung ditemukan....,

Tapi Nancy tidak pernah patah semangat melainkan justru membakar anaknya dengan kata-kata yang begitu menginspirasi; “Thomas anakku sayang... kita telah buktikan bahwa ternyata tak seorangpun kita temukan bisa menjawab semua ini dan tak satu bukupun pernah ditulis orang tentang hal ini; Thomas sayang, Kamu tahu apa artinya...nak..., Ya...itu artinya kamulah yang diminta Tuhan untuk menemukannya bagi orang lain.... Ayo nak kamu coba dan coba terus..... Mommy yakin satu saat kamu pasti berhasil......!

Para orang tua dan guru yang saya cintai.......

Thomas begitu terinspirasi oleh setiap ucapan ibunya.....

Cara-cara mendidik inilah yang telah membuat Thomas menjadi manusia luar biasa.. dan telah saya terapkan bagi kepada anak-anak saya dirumah.

Para orang tua dan guru yang saya cintai..
Bayangkan...., Suatu ketika Thomas berhasil menemukan lampu pijar, setelah dengan susah payah melakukan percobaan hingga 999 kali.

Kabar ini segera terdengar oleh surat kabar setempat dan besoknya segera muncul di halaman depan dengan judul;

“Thomas Alva Edison, akhirnya berhasil membuat lampu pijar yang tahan selama berhari-hari, setelah ia mengalami 999 kali gagal menemukan logam yang cocok digunakan untuk lampu pijarnya.”

Thomas kaget luar biasa membaca Head Line berita itu; segera saja ia datangi kantor redaksinya dan melayangkan protes atas pemberitaan yang tidak tepat.

Bukan main kagetnya sang Redaktur; dimana letak kesalahan beritanya.........?

Esok paginya pada surat kabar yang sama keluarlah Ralat yang berbunyi;

“Thomas Alva Edison, akhirnya berhasil membuat lampu pijar yang tahan berhari-hari, setelah ia "BERHASIL" menemukan 999 logam yang tidak cocok digunakan untuk lampu pijarnya.”

Para orang tua dan guru yang saya cintai......

apakah anda dapat menangkap letak perbedaannya.........?

** Latar belakang foto; Nancy Alliot Ibunda Thomas Alva Edison.

sumber: http://ayahkita.blogspot.com/2008/04/home-schooling-ala-thomas-alva-edison.html

- Jika di anggap bermanfaat silahkan sharing kesebanyak2nya orang yang kita kenal - tksh.


Jumat, 27 Maret 2015

BERNAHKAH HIDUP KITA SUDAH MENGALAMI KEMAJUAN ??



Saat ini kita semua berada diabad milenium.

Yah Kita semua.......

Kita semua adalah orang2 modern dg berbagai kemajuan yg luar biasa berhasil kita capai..

Kita sering merasa telah berhasil menciptakan peradaban yg jauh lebih baik. Tapi apa memang demikian...??

Cobalah sejenak kita renungkan, apakah benar kita berhasil atau malah gagal menciptakan peradaban yg lebih baik dari generesi penerus terdahulu kita...
Perhatikan .......

Kita telah berhasil membangun gedung2 yg lebih tinggi tapi belum berhasil membangun kesabaran yg .....................

Kita berhasil membangun jalan yg bebas hambatan yg begitu hebat. Tapi memiliki sudut pandang yg semakin sempit.

Kita berhasil mencari uang lebih byk tapi memiliki waktu yg lebih sedikit.
Kita memiliki rumah yg lebih besar tapi keluarga yg jauh lebih kecil..
Kita memiliki rumah yg lebih banyak tapi lebih sedikit kita tinggali.
Kita memiliki lebih banyak gelar tapi logika yg makin sempit.
Kita memiliki lebih banyak pengetahuan tapi nurani yg semakin sedikit.
Lebih banyak ahli tapi jauh lebih banyak masalah.
Lebih banyak obat2an tapi kesehatan kita jauh lebih rentan.

Kita minum dan merokok terlalu banyak,meluangkan waktu dg terlalu ceroboh, tertawa semakin sedikit,menyetir terlalu cepat, marah terlalu besar, tidur terlalu malam, dan bangun terlalu lelah.

Membaca terlalu sedikit, menonton TV terlalu banyak dan berdoa semakin jarang.
Kita telah melipat gandakan barang miliki kita, tapi mengurangi harga diri kita.
Kita terlalu banyak bicara tapi terlalu jarang mendengarkan.
Kita belajar bagaimana mencari uang yg banyak tapi bukan mencari kehidupan bahagia dan penuh arti.

Kita telah mencapai bulan tapi justru memiliki masalah dg menyeberangi jalan dan menemui tetangga baru kita disebelah rumah kita sendiri.

Kita telah mengalahkan luar angkasa tapi gagal mengalahkan nafsu diri kita sendiri.
Kita telah melakukan hal2 besar tapi bukan hal2 yg mulia.
Kita telah berhasil membersihkan udara tapi telah gagal membersihkan jiwa.
Kita menulis lebih banyak tapi membaca lebih sedikit.
Kita berencana lebih banyak tapi mencapai jauh lebih sedikit.
Kita belajar untuk bisa selalu bergerak lebih cepat bukannya menjadi lebih sabar.
Kita begitu banyak menciptakan alat komunikasi namun berkomunikasi dengan keluarga semakin sedikit.

Sesungguhnya kita sedang berada dijaman semua makanan cepat disajikan namun lebih lambat dicerna.

Banyak dilahirkan orang2 besar tapi dg karakter yg sangat kerdil.
Pendapatan yg semakin tinggi tapi hubungan yg semakin renggang.
Inilah zaman dimana banyak negosiasi perdamaian dibuat tapi jauh lebih banyak peperangan.

Ini adalah jaman perjalanan dibuat singkat, popok sekali pakai dibuang, moralitas yg sudah terbuang, hubungan hanya satu malam, berat badan berlebihan.
Dan pil2 yg bisa melakukan segalanya mulai dari menceriakan, menenangkan, sampai membunuh dan mematikan.

Ini adalah jaman dimana banyak barang tersedia dipasar tapi orang tidak mampu untuk membelinya.

Ini adalah jaman dimana kemajuan teknologi dapat menyampaikan pesan ini kepada anda tapi sekaligus jaman dimana anda dapat memilih. Apakah anda hanya mendengarkan renungan ini atau ataukah hanya berkata,... ah, ini tidak penting, tak ada waktu untuk merenung.

Ingatlah...... Luangkanlah lebih banyak waktu untuk orang2 yg kita kasihi sekarang juga karena mereka tidak selalu ada sisi kita selamanya.

Ingatlah.. Ucapkanlah kata yg baik dan kalimat cinta untuk orang yang selama ini memandang anda dengan penuh ketakutan.

Ingatlah..
Berikanlah pelukan terhangat untuk orang2 terbaik disisi anda, karena itu adalah satu2nya harta yg dpt anda berikan tanpa memerlukan biaya sepeserpun.

Berikanlah waktu untuk mencintai,berikanlah waktu untuk berbicara, berikanlah waktu untuk berbagi fikiran yg berharga dibenak anda.

Seorang anak sama sekali tidak meminta banyak harta dari orang tuanya, tapi banyak waktu yg diberikan untuk bersama.

Seorang anak tak membutuhkan orang tua yg memliki kedekatan dg seorang pejabat, pengusaha dan orang terhormat, melainkan hanya kedekatan anda bersamanya.
Ingatlah selalu, hidup tak diukur dg jumlah nafas kita, tapi bagaimana kita menghabiskan nafas kita.

Mari kita renungkan, apakah kita berada dalam proses kemajuan ataukah kemunduran dari peradaban jalan yg kita sedang jalani saat ini...?

by George Carlin


www.ayahkita.com


APAKAH ANAK KITA JUGA MENGALAMI HAL INI DI SEKOLAHNYA


ANAK-ANAK YANG BERPIKIR DENGAN OTAK KANAN
DI DUNIA SEKOLAH YANG MENILAI DENGAN OTAK KIRI.

Itulah mengapa anak-anak otak kanan yang kreatif, berjiwa seni dan penuh dengan imajinasi tinggi sering tampak sebagai anak paling bodoh di sekolahnya.
Karena kemampuan "Kreatif dan Seni" otak kanan di nilai dengan kemampuan "logika" otak kiri.

Otak kiri berpikir dengan kata-kata sementara otak kanan berpikir dengan imajinasi dan gambar.

Otak kiri jadi penulis sementara otak kanan jadi pelukisnya.

Otak kiri jadi pengelolanya otak kanan jadi penciptanya.


Ah seandainya kita, para orang tua dan guru disekolah bisa memahami ini semua maka kita akan bisa melahirkan anak-anak otak kanan yang berbakat di bidang seni animasi setingkat Pixar Studio yang di bangun oleh Stave Jobs, atau pembuat film khayalan Jurasic Park Sekelas sutradara Steven Spielberg, Pelukis besar sekelas Basuki Abdullah, pembuat film kartun dan taman bermain setingkan Walt Disney dsb.

Surat dari seorang Bunda yang anaknya dinyatakan bermasalah

2 TAHUN SETELAH BERSEKOLAH DI TEMPAT KAMI,


SELAMAT ULANG TAHUN KAKAK KIRAN 9 MARET 2010

Kakak Kiran adalah salah satu Siswa di Sekolah kami Star International Bogor. Yang kemarin baru saja merayakan hari ulang tahun yang ke 5.

Sebagai ucap syukur bunda Kakak Kiran, beliau ingin berbagi CD Kompilasi Parenting Gratis kepada Masyarakat Bogor dan sekitarnya.

Berikut surat undangan yang dikirimkan pada kita semua melalui email kami;
Assalaamu'alaikum Warrahmatullahi Wabarrakatuh...

Dear Ayah Edy,
Sebagai rasa syukur & terimakasih kami... Inshaa Allah kami akan berbagi 500 DVD Ayah Edy...

15 Maret 2015

Di lokasi Car Free Day Bogor
(sd. Lapangan Sempur)

Jam 06.00 - 09.00
Terimakasih... terimakasih... terimakasih Ayah Edy... damai, bahagia & sejahtera yang kami rasakan saat ini tak lepas dari ilmu yang senantiasa Ayah sharing... ijinkan kami berbagi kebaikan & manfaatnya dengan segala kemungkinan yang kami bisa...
Damai, bahagia & sejahtera senantiasa menyertai Ayah dan keluarga tercinta...
Wassalaamu'alaikum Warrahmatullahi Wabarrakatuh...

Untuk Kiran...
Yang dulu... dan yang kini...
Terimakasih... terimakasih... terimakasih...
Asyiknya dirimu dalam duniamu... ternyata proses imajinasi yang memandang dengan kejujuran... yang kini menjadi proses kreativitas tak berujung...

Terimakasih... terimakasih... terimakasih...

Acuhnya dirimu akan tegur sapaku... ternyata proses mendengarkan dengan hati... sambil menatap luas tanpa berakhir pada penilaian semu... Yang kini menjadi proses komunikasi cinta tanpa pamrih...

Terimakasih... terimakasih... terimakasih...

Emosinya dirimu akan kegagalan dan rasa sakit... ternyata proses menerima... mengakui keberadaan ego, dengan penuh penghargaan, tanpa penghambaan...
Yang kini menjadi proses mengalirkan... menumbuhkan kekuatan... menjadikannya sahabat tanpa terikat...
Terimakasih... terimakasih... terimakasih...

Ketergantunganmu padaku... ternyata bentuk cinta sucimu... Yang kini erat memeluk jiwaku... meredam ego tuk memilikimu...

Terimakasih... terimakasih... terimakasih...

Diamnya lisanmu... ternyata proses memandang semesta dengan hati dan telingamu... Merasakan dunia dengan indera perabamu... Menggenggam rasa dengan binar matamu...
Yang kini menjadi proses lincahnya akalmu... tulusnya jiwamu... dalam senyum yang tersungging saat hening jiwa...

Terimakasih... terimakasih... terimakasih...

Lemahnya fokusmu pada hal yang kutawarkan... ternyata proses menemukan hasrat fitrahmu... cerdas jiwamu... yang kini menjadi proses terciptanya karya nan spesial dan unik...

Terimakasih... terimakasih... terimakasih...

Label negatif yang pernah disandangkan padamu... ternyata proses pencarian ilmu bagiku... Yang kini menjadi proses pembelajaran penuh makna... menjadi amal bagi semesta... menjadi kenangan SEMPURNA yang telah INDAH pada SAAT INI dan selamanya...

Terimakasih... terimakasih... terimakasih... 

Putra pertamaku... cahaya kebangkitanku... yang pernah kuabaikan kelebihannya... keunggulannya... cinta kasihnya...

Yang kini... aku hanya memandangmu sebagai...

KIRAN NAHDAN... Guru kehidupanku... belahan jiwaku...

Akhirnya... pantaslah jika Kami ucapkan Terimakasih... terimakasih... terimakasih...
pada semua Guru Kecil Semesta yang menyandang 'label' ASD, ADD, ADHD, nakal, lambat, ceroboh, cengeng, penakut, pemalu...

Kini... semua akan ber-SYUKUR dan ber-TERIMAKASIH akan hadirmu... karena engkau adalah keajaiban dari semesta...


Yang kini... sudah saatnya kehidupan menghapus label-mu... menjadi SEMPURNA dan INDAH pada SAAT INI...