SATU-SATUNYA SITUS RESMI AYAH EDY

SATU-SATUNYA SITUS RESMI AYAH EDY
Bagaimana caranya..? Gabung di FB: komunitas ayah edy, download talkshow di www.ayahedy.tk

Senin, 15 September 2014

PESAN UNTUK PARA SAHABAT PENGENDARA MOTOR



Sahabat komunitas tercinta, Apa kabarnya?

Masih ingat Si Udin..? si anak kritis dan cerdas yang sering kali justru di anggap bermasalah di sekolah dan lingkungan rumahnya.

Nak kali ini apa lagi kisah menarik dari si Udin ?

Suatu hari si Udin bertanya pada Emaknya (ibunya si Udin-red).
Udin : Mak... sebenarnya Bapak itu lebih sayang sama Udin apa sama Telor sih..?
Emak : "Ya pasti lebih sayang kamu dong Din.."
kata emaknya yakin sambil memindahkan telur2 yang baru datang ke rak
dagangannya.
Udin : "Ah Emak bohong !! Emangnya atas dasar apa Emak bilang Bapak lebih
sayang sama Udin dari pada dagangan telor dagangannya ??
Emak : Ya Emak lihat tiap hari Bapak perhatian dan Sayang sama Udin.
Udin : "Emak Bohong lagi !!! Emak gak tahu aja jika Bapak itu lebih sayang sama
telor dari pada sama anaknya sendiri !!!?"
Suara Udin terdengar agak meninggi.

Kebetulan usaha Bapak dan Emaknya si Udin adalah Warung Sembako di depan rumahnya dan Bapaknya seringg belanja sembako ke pasar untuk dagangan di warungnya.

Emaknya kaget melihat si Udin mendadak serius dan menuduhnya berbohong. Lalu kini emaknya Udin balik bertanya.
Emak : Emang atas dasar apa Udin bilang Bapak lebih sayang sama telor dari pada sama Udin ?
Udin : Itu Bapak kalo naik motor pas boncengin Udin dibelakang, Ngebut kencengnya bukan main, trus nyalip2 motor lain, nyalip2 mobil, dan sering hampir nabrak motor, nabrak orang nyebrang dan nabrak tiang.
"Padahal Udin udah teriak-teriak ke Bapak biar hati-hati dan jalannya pelan2 aja gak usah nyalip."

"Eh giliran Bapak Boncengin telor setumpuk di belakang motornya; jalannya malah pelan-pelan banget, jalannya dipinggir, gak pernah nyalip dan hati-hati banget !!! Gak kayak waktu Bapak Boncengin Udin di belakang motornya "

"Sekarang Emak tahukan kalo Bapak itu lebih sayang sama Telor dari pada nyawa anaknya sendiri."

Emaknya si Udin gak bisa jawab, cuma bisa memandangi anaknya dengan penuh rasa iba dan kasih sebagai seorang ibu pada anaknya.

Lalu bagimana dengan kita ??????

Yuk mari kita renungkan kembali.
by Ayah Edy
Unduh talkshow ayah edy: www.ayahedyguru.tk
Lihat talkshow ayah edy di tv: www.ayahedy.tk

PESAN TUHAN MELALUI JARI-JEMARI ANAK KITA



SETIAP ANAK DI LAHIRKAN BERBEDA-BEDA UNTUK PERAN YANG BERBEDA BUKAN UNTUK BERSAING DAN SALING MENJATUHKAN MELAINKAN UNTUK BEKERJASAMA DAN SALING MENYAYANGI.

Sahabataku coba tolong buka telapak tangan kita sekarang juga, lalu perhatikan baik-baik mengapa tuhan menciptakan jari jemari tangan kita berbeda-beda bentuk, ukuran dan panjangnya, mengapa Tuhan tidak menciptakan jari-jemari kita jempol semua atau kelingking semuanya ?

Kelima jari jemari kita sangat berbeda jenis dan peran satu sama lain, namun jika mereka semua bekerjasama maka kita bisa melakukan banyak hal dan bahkan bisa mengangkat beban yang berat sekalipun.

Nah cobalah perhatikan baik-baik pesan Tuhan di balik jari jemari kita tersebut:
Ada si gendut jempol yang selalu berkata baik dan menyanjung
Ada telunjuk yang suka menunjuk dan memerintah
Ada si jangkung jari tengah yang sombong dan suka menghina dan memaki.
Ada jari manis yang selalu menjadi teladan perlambang ikatan cinta kasih, baik, dan sabar sehingga diberi hadiah cincin.
Dan ada kelingking yang lemah dan penurut serta pemaaf (ingatkah anda waktu kecil kalau kita berbaikan dengan musuh kita pasti saling jari kelingking).

Dengan perbedaan positif dan negatif yang dimiliki masing-masing jari, mereka bersatu untuk mencapai tujuan (menulis, memegang, menolong anggota tubuh yg lain, melakukan pekerjaan, dll).

Pernahkah kita bayangkan bila tangan kita hanya terdiri dari jempol semua ?

Jika mereka bekerja sendiri-sendiri maka meraka tidak akan bisa melakukan banyak hal, tapi jika mereka bekerjasama maka beban yang berat sekalipun bisa mereka angkat bersama-sama.

Sahabatku, Sebuah pesan sederhana dari Tuhan namun sangat berarti.
Kita dan anak-anak kita diciptakan dengan segala perbedaan bukan untuk saling menghina dan menyombongkan diri satu sama lain, melainkan dengan tujuan untuk bersatu, saling menyayangi, saling menolong, saling membantu, saling mengisi dan bekerjasama bukan untuk saling menuduh, menunjuk, merusak, dan bahkan membunuh seperti yang terjadi di negara kita saat ini.

Sudahkah kasih sayang kita kepada pasangan dan anak-anak kita bertambah hari ini ?

Mari kita peluk orang-orang yang kita cintai dengan jari jemari kita yang begitu indah tersusun agar mereka bisa merasakan kehangatan cinta dan kasih kita sebagai satu keluarga yang saling menyayangi dan melindungi

Salamat berakhir pekan dan menikmati liburan yang indah bersama keluarga

Salam syukur penuh berkah
-ayah edy-
www.ayahkita.blogspot.com

Unduh talkshow ayah edy: www.ayahedyguru.tk
Lihat talkshow ayah edy di tv: www.ayahedy.tk

APA AKIBAT JIKA KITA TIDAK TERBIASA PUNYA BUDAYA MENGANTRI ?



Terbayang seandainya para Kasir di Alfa Mart atau IndoMart atau Mart2 kecil lainnya di latih untuk meminta para pembeli dan pembayar mengantri.... seperti di Singapura.

Wah mungkin sedikit-demi sedikit para orang tua menjadi orang tua yang sadar mengantri dan anak-anaknya juga akan meniru untuk sabar mengantri.

MENGAPA MENGANTRI ITU MENJADI PENTING ?

Seorang guru di Australia pernah berkata kepada saya

“Kami tidak terlalu khawatir jika anak2 sekolah dasar kami tidak pandai Matematika” kami jauh lebih khawatir jika mereka tidak pandai mengantri.”

“Sewaktu ditanya mengapa dan kok bisa begitu ?” Saya mengekspresikan keheranan saya, karena yang terjadi di negara kita kan justru sebaliknya.

Inilah jawabanya;

1. Karena kita hanya perlu melatih anak selama 3 bulan saja secara intensif untuk bisa Matematika, sementara kita perlu melatih anak hingga 12 Tahun atau lebih untuk bisa mengantri dan selalu ingat pelajaran berharga di balik proses mengantri.

2. Karena tidak semua anak kelak akan berprofesi menggunakan ilmu matematika kecuali TAMBAH, KALI, KURANG DAN BAGI. Sebagian mereka anak menjadi Penari, Atlet Olimpiade, Penyanyi, Musisi, Pelukis dsb.

3. Karena biasanya hanya sebagian kecil saja dari murid-murid dalam satu kelas yang kelak akan memilih profesi di bidang yang berhubungan dengan Matematika. Sementara SEMUA MURID DALAM SATU KELAS ini pasti akan membutuhkan Etika Moral dan Pelajaran Berharga dari mengantri di sepanjang hidup mereka kelak.

”Memang ada pelajaran berharga apa dibalik MENGANTRI ?”

”Oh iya banyak sekali pelajaran berharganya;” jawab guru kebangsaan Australia itu.

1. Anak belajar manajemen waktu jika ingin mengantri paling depan datang lebih awal dan persiapan lebih awal.

2. Anak belajar bersabar menunggu gilirannya tiba terutama jika ia di antrian paling belakang.
3. Anak belajar menghormati hak orang lain, yang datang lebih awal dapat giliran lebih awal dan tidak saling serobot merasa diri penting..

4. Anak belajar berdisiplin dan tidak menyerobot hak orang lain.

5. Anak belajar kreatif untuk memikirkan kegiatan apa yang bisa dilakukan untuk mengatasi kebosanan saat mengantri. (di Jepang biasanya orang akan membaca buku saat mengantri)

6. Anak bisa belajar bersosialisasi menyapa dan mengobrol dengan orang lain di antrian.

7. Anak belajar tabah dan sabar menjalani proses dalam mencapai tujuannya.

8. Anak belajar hukum sebab akibat, bahwa jika datang terlambat harus menerima konsekuensinya di antrian belakang.

9. Anak belajar disiplin, teratur dan kerapihan.

10. Anak belajar memiliki RASA MALU, jika ia menyerobot antrian dan hak orang lain.

11. Anak belajar bekerjasama dengan orang2 yang ada di dekatnya jika sementara mengantri ia harus keluar antrian sebentar untuk ke kamar kecil.

12. Anak belajar jujur pada diri sendiri dan pada orang lain

dan mungkin masih banyak lagi pelajaran berharga lainnya, silahkan anda temukan sendiri sisanya.

Saya sempat tertegun mendengarkan butir-butir penjelasannya. Dan baru saja menyadari hal ini saat satu ketika mengajak anak kami berkunjung ke tempat bermain anak Kids Zania di Jakarta.

Apa yang di pertontonkan para orang tua pada anaknya, dalam mengantri menunggu giliran sungguh memprihatinkan.

1. Ada orang tua yang memaksa anaknya untuk ”menyusup” ke antrian depan dan mengambil hak anak lain yang lebih dulu mengantri dengan rapi. Dan berkata ”Sudah cuek saja, pura-pura gak tau aja !!”

2. Ada orang tua yang memarahi anaknya dan berkata ”Dasar Penakut”, karena anaknya tidak mau dipaksa menyerobot antrian.

3. Ada orang tua yang menggunakan taktik dan sejuta alasan agar anaknya di perbolehkan masuk antrian depan, karena alasan masih kecil capek ngantri, rumahnya jauh harus segera pulang, dsb. Dan menggunakan taktik yang sama di lokasi antrian permainan yang berbeda.

4. Ada orang tua yang malah marah2 karena di tegur anaknya menyerobot antrian, dan menyalahkan orang tua yang menegurnya.

5. dan berbagai macam kasus lainnya yang mungkin anda pernah alami juga.?

Semoga ini menjadi pelajaran berharga bagi kita semua para orang tua juga para pendidik di seluruh tanah air tercinta. Untuk segera menyadari bahwa mengantri adalah pelajaran sederhana yang banyak sekali mengandung pelajaran hidup bagi anak dan harus di latih hingga menjadi kebiasaan setiap anak Indonesia.

Yuk kita ajari anak kita untuk mengantri, untuk Indonesia yang lebih baik,

Yuk kita mulai dari keluarga kita terlebih dahulu, ... mau ?

Salam syukur penuh berkah...

Ayah Edy Parenting
www.ayahkita.com

Latarbelakang foto: Orang Jepang tetap mau mengantri dengan tertib dan teratur saat pembagian bantuan sembako bagi korban gempa Tsunami. 

PELAJARAN HIDUP DARI SISTEM TATA SURYA KITA



Saya pernah bertanya pada seorang guru bijak, bagaimana rumusnya kita bisa menjaga hubungan baik dengan orang lain ?

Karena selama ini sy melihat banyak sekali orang yang awalnya akrab dan sangat dekat sekali tapi tiba2 mereka tidak lagi saling bertegur sapa. Jadi harus bagaimana dan seberapa dekat kita menjaga hubungan dengan orang lain?

Dengan bijak Sang guru bertutur; "Belajarlah dari Tata Surya kita dan Belajarlah dari Bumi kita ?"

Wah saya jadi bingung di beri jawaban seperti ini, "apa maksudnya guru ?"

Lalu dengan lembut beliau bertutur,
"Bumi adalah sebuah planet yang paling indah, paling subur, paling nyaman untuk di tinggali oleh mahluk hidup. mengapa ? Karena bumi berhasil menjaga jarak yang tepat dan pas dengan Matahari. Tidak terlalu dekat dan tidak terlalu jauh."

"Lihatlah Venus betapapun indahnya di lihat tapi tidak bisa di tinggali oleh mahluk hidup karena terlalu dekat dengan Matahari. Begitu juga Jupiter dan Saturnus, betapapun cantiknya planet tersebut namun tetap saja tidak bisa di tinggali oleh mahluk hidup karena terlalu jauh dari Matahari."

"Jadi jagalah jarak yang pas dengan setiap orang agar bisa membangun hubungan yang nyaman dan harmonis dan indah, tidak terlalu dekat dan tidak terlalu jauh, seperti Bumi menjaga jarak idealnya dengan Matahari."

www.ayahkita.com
Yuk Download talkshow ayah edy di: www.ayahedyguru.tk
Yuk lihat rekaman talkshow ayah edy di: www.ayahedy.tk


Kamis, 11 September 2014

SUKSES ITU BUTUH "NYALI BESAR"

SUKSES ITU BUTUH "NYALI BESAR" UNTUK MEMILIH BIDANG YANG DI CINTAI ATAU BIDANG YANG DI INGINKAN OLEH ORANG TUA DAN KEBANYAKAN ORANG PADA UMUMNYA


Inilah ucapan dari Keluarga Pak Suprajaka, seorang ayah yang anaknya Mogok Tidak mau sekolah, saat di hadapkan pada pilihan haruskah tetap memaksa anaknya untuk bersekolah atau memilih bidang yang di cintainya.

Namun Keluarga Pak Suprajaka memilih untuk memfasilitasi dan mendukung apapun bidang yang disukai dan menjadi bakat terbesar putera tercintanya, dan kini putera pertama beliau telah berhasil meraih beasiswa di Australia dan di Jepang untuk bidang Kelautan, (Kisahnya di muat dalam buku Menemukan Potensi Unggul Anak Sejak Dini)

Dan tidak hanya sampai disana, nyali keluarga pak Suprajaka pun di uji oleh dua putera berikutnya yang memilih bidang yang tidak lazim bagi orang-orang pada umumnya.

Seperti juga Christiano Ronaldo saat ia harus memilih apakah ia terus bersekolah atau menjadi pemain bola.

Dan ini adalah komentar Ronaldo saat di tanya wartawan tentang "NYALI" dalam menentukan nasibnya dan menghadapi cemoohan orang

"Cinta akan membuat ku lebih Kuat dan Cemoohan akan membuatku makin tak terbendung"

Dipetik dari intisari buku MENEMUKAN POTENSI UNGGUL ANAK SEJAK DINI
-ayah edy-

www.ayahkita.com
Yuk Download talkshow ayah edy di: www.ayahedyguru.tk
Yuk lihat rekaman talkshow ayah edy di: www.ayahedy.tk


SEBUAH KENANGAN TAK TERLUPAKAN SAAT MASIH MENJADI PELAJAR SEKOLAH, DARI SANG BINTANG DUNIA




"Tidak perlu menguasai banyak BIDANG mata pelajaran untuk menjadi orang hebat dan sukses. Cukup satu Bidang saja tapi jadilah yang TERBAIK di bidang tersebut."
Namun ingatlah selalu yang paling penting dari segalanya, pondasinya adalah Etika Perilaku Moral dan Akhlak yang baik. Jika kita memiliki keduanya, maka kelak semua orang akan mencari dan membutuhkan kita.

"Janganlah kita mendidik anak kita untuk mencari uang tapi didiklah ia agar uang mencari dirinya."

Mendidik anak untuk mencari uang sebanyak-banyaknya hanya akan berdampak melahirkan para koruptor2 baru di berbagai sektor, tapi jika mendidik anak agar uang mencari dirinya maka ia akan bisa memilih mana rezeki yang halal dan mana rezeki yang haram yang dengan mudah di tolaknya.

Kita bisa melihat banyak contoh orang yang begitu sukses hidupnya tanpa harus terlibat kasus-kasus korupsi karena ia memilih hidup untuk menekuni profesi tercinta dan uang bukan tujuan utamanya, hingga pada akhirnya ia menjadi orang yang paling ahli di bidangnya dan ia pun akhirnya dicari oleh uang (Becoming a Money Magnet Person)

Namun kita juga banyak melihat banyak contoh orang yang begitu sukses namun tak lama kemudian di jerat oleh KPK karena terlibat kasus-kasus UANG HARAM. Karena fokus hidupnya adalah untuk mencari uang, tak peduli dari mana sumber uang itu berasal dan tak peduli bagaimana cara mendapatkannya.

Dan ternyata ciri-ciri orang-orang yang menjadi Money Magnet di seluruh dunia itu hampir sama, bahwa mereka adalah orang-orang yang PALING HEBAT DI 1 BIDANG YANG DICINTAINYA dan Berkarakter baik serta bisa dipercaya (Amanah).

Mari kita renungkan bersama.

Dipetik dari intisari buku MENEMUKAN POTENSI UNGGUL ANAK SEJAK DINI
-ayah edy-

www.ayahkita.com
Yuk Download talkshow ayah edy di: www.ayahedyguru.tk
Yuk lihat rekaman talkshow ayah edy di: www.ayahedy.tk

Apakah kita atau anak kita atau murid kita memiliki kemiripan dengan ciri-ciri ini ?


Satu hari saya pernah ditanya tentang Apasih Anak Otak kanan itu...?


Mungkin lebih tepatnya adalah anak yang secara naluriah lebih dominan menggunakan otak kanannya.

Berdasarkan temuan dalam bidang sains otak, (Roger Speery peraih nobel untuk penelitiannya tentang fungsi otak kiri dan otak kanan) diketahui bahwa otak berpikir manusia terbagi atas belahan otak kiri dan kanan. Masing-masing belahan memiliki kemampuan yang berbeda dan saling melengkapi.

Mirip seperti tangan kita ada kiri dan ada kanan. Ada sebagian orang yang lebih dominan menggunakan kiri atau yang sering disebut sebagai anak kidal, ada yang dominan kanan tapi ada juga yang seimbang. Otak juga sama dengan tangan dalam proses bekerjanya dia selalu bersama-sama saling melengkapi, hanya tetap saja ada yang sedikit lebih dominan dari lainnya. Persis seperti tangan kita.

Karena selama ini yang kita ketahui hanya kemampuan dan sifat-sifat otak kiri, maka standar ke normalan berpikir seorang anakpun didasarkan pada cara bekerjanya otak kiri.

Sebelum para ilmuan otak menemukan ini kira-kira 20 tahun yang lalu, maka anak-anak yang cenderung dominan otak kanan sering dikategorikan bermasalah. Padahal sesungguhnya mereka bukan bermasalah melainkan memiliki sifat-sifat yang lebih di dominasi otak kannya.

Mari kita perhatikan ciri-cirinya,
1. Sulit mengikuti pelajaran disekolah.

2. Terlambat bicara dibandingkan anak seusianya

3. Pada awal-awal sering lebih kuat tangan kiri (kidal) dan sering terbalik memakai sendal/sepatu.

4. Jika berbicara tidak runtut dan sistematis dan sulit dipahami maksudnya./bicara melompat-lompat antar satu topik dengan lainnya.

5. Persaannya sangat sensitif/peka, emosional cenderung moody (mengerjakan sesuatu sesuai mood)

6. Sulit mengungkapkan keinginannya dalam bentuk kata/kalimat atau sulit menyusun kalimat untuk mengungkapkan perasaannya.

7. Cepat hafal tempat/lokasi, tanda-tanda dan rute perjalanan kesatu tempat yang pernah dikunjungi meskipun hanya sekali.

8. Sering bicara tidak nyambung dengan pertanyaan.

9. Kadang suka berkhayal dan bicara sendiri menceritakan fantasinya

10. Kadang bercerita ke satu tempat yang sebenarnya belum pernah di kunjunginya seolah-olah seperti nyata.

11. Konsentrasi rendah pada pekerjaan yang kurang disukainya/diminta oleh gurunya tapi sangat tinggi pada hal-hal yang menarik perhatiannya.

12. Sering membuat cara baru dalam menyelesaikan tugas/soal-soal dan kurang suka cara yang di ajarkan oleh gurunya.

13. Lebih suka permainan rangcang bangun seperti lego dsb.

14. Suka keluar dari kelompok dan melakukan aktivitasnya sendiri.

15. Sebagian ada yang sudah tahu membedakan jenis-jenis benda; seperti merek mobil, jenis pesawat dsb. dalam usia yang relatif sangat dini

16. Sulit diajari mengeja suku kata

17. Waktu kecil sulit membedakan huruf d dengan b

18. Jika menulis huruf sering terbalik antara W dengan M atau E dengan 3

19. Sulit mengerjakan soal-soal matematika logika/rumus-rumus

20. Sebagian lagi sulit mamahami maksud dari soal cerita matematika kecuali diberikan contoh analogi/perumpamaan dengan menggunakan alat bantu benda-benda.

21. Sering memandang ke atas dan terlihat seperti melamun

22. Kurang suka mencatat dan lebih suka memenuhi bukunya dengan gambar disana-sini.

23. Sering membaca melompat dan beberapa kata tertinggal atau terlompati

24. Jika sudah mengenal huruf/angka, ia mampu membaca urutan huruf/angka dari belakang atau dengan urutan terbalik dengan cepat & tepat.

25 Selalu menghindar jika di ajak belajar baca atau menulis, dengan berbagai alasan. Dan lebih suka menggambar atau bermain.

Para orang tua dan guru yang berbahagia....

Apakah ciri-ciri tersebut sebagian ada yang mirip dengan anak anda di rumah? Kalau "Ya" jangan khawatir, anak anda sama sekali bukan bermasalah melainkan lebih dominan otak kananya.

Yakni anak-anak yang memiliki keunggulan dalam bidang Seni, Imajinasi, Desain, Rancang bangun, dan para pencipta baik dibidang sains atau dibidang seni.

Bagaimana cara mengelolanya agar ia bisa mencapai potensi unggul yg dimilikinya??

Jawaban lengkapnya ada pada buku yg berjudul : Anak yg berotak kanan di dunia yg berotak kiri ditulis oleh Jefrey Fred & Laurie Parson, di terbitkan oleh Karisma Publishing di dapat di Toko Buku Karisma di kota anda. Dan buku Memetakan Potensi Unggul Anak Sejak Dini yang bisa di dapat di Gramedia dan toko buku lainnya.

www.ayahkita.com

Download gratis talkshow Ayah Edy di; www.ayahedyguru.tk
Lihat rekaman talkshow ayah edy di: www.ayahedy.tk



MENGAPA BANGSA ASIA KALAH KREATIF DIBANDING BANGSA EROPA ???




MENGAPA BANGSA ASIA KALAH KREATIF ???


Prof. Ng Aik Kwang dari University of Queensland, dalam bukunya "Why Asians Are Less Creative Than Westerners" (2001) yang dianggap kontroversial tapi ternyata menjadi "best seller". (www.idearesort.com/trainers/T01.p) mengemukakan beberapa hal ttg bangsa-bangsa Asia yang telah membuka mata dan pikiran banyak orang:

1. Bagi kebanyakan org Asia, dlm budaya mereka, ukuran sukses dalam hidup adalah banyaknya materi yang dimiliki (rumah, mobil, uang dan harta lain). Passion (rasa cinta thdp sesuatu) kurang dihargai. Akibatnya, bidang kreatifitas kalah populer oleh profesi dokter, lawyer, dan sejenisnya yang dianggap bisa lebih cepat menjadikan seorang utk memiliki kekayaan banyak.

2. Bagi org Asia, banyaknya kekayaan yg dimiliki lbh dihargai drpd CARA
memperoleh kekayaan tersebut. Tidak heran bila lebih banyak orang menyukai ceritera, novel, sinetron atau film yang bertema orang miskin jadi kaya mendadak karena beruntung menemukan harta karun, atau dijadikan istri oleh pangeran dan sejenis itu. Tidak heran pula bila perilaku koruptif pun ditolerir/ diterima sbg sesuatu yg wajar.

3. Bagi org Asia, pendidikan identik dengan hafalan berbasis "kunci jawaban" bukan pada pengertian. Ujian Nasional, tes masuk PT dll semua berbasis hafalan. Sampai tingkat sarjana, mahasiswa diharuskan hafal rumus2 Imu pastidan ilmu hitung lainnya bukan diarahkan utk memahami kapan dan bagaimana menggunakan rumus rumus tersebut.

4. Karena berbasis hafalan, murid2 di sekolah di Asia dijejali sebanyak mungkin pelajaran. Mereka dididik menjadi "Jack of all trades, but master of
none" (tahu sedikit sedikit ttg banyak hal tapi tidak menguasai apapun).

5. Karena berbasis hafalan, banyak pelajar Asia bisa jadi juara dlm
Olympiade Fisika, dan Matematika. Tapi hampir tidak pernah ada org Asia yang menang Nobel atau hadiah internasional lainnya yg berbasis inovasi dan kreativitas.

6. Orang Asia takut salah (KIASI) dan takut kalah (KIASU). Akibat- nya sifat eksploratif sbg upaya memenuhi rasa penasaran dan keberanian untuk mengambil resiko kurang dihargai.

7. Bagi keanyakan bangsa Asia, bertanya artinya bodoh, makanya rasa penasaran tidak mendapat tempat dalam proses pendidikan di sekolah

8. Karena takut salah dan takut dianggap bodoh, di sekolah atau dalam seminar atau workshop, peserta jarang mau bertanya tetapi stlh sesi berakhir peserta mengerumuni guru / narasumber utk minta penjelasan tambahan.

Dlm bukunya Prof.Ng Aik Kwang menawarkan bbrp solusi sbb:

1. Hargai proses. Hargailah org krn pengabdiannya bukan karena kekayaannya. Percuma bangga naik haji atau membangun mesjid atau pesantren tapi duitnya dari hasil korupsi

2. Hentikan pendidikan berbasis kunci jawaban. Biarkan murid memahami bidang yang paling disukainya

3. Jangan jejali murid dgn banyak hafalan, apalagi matematika. Untuk apa diciptakan kalkulator kalau jawaban utk X x Y harus dihapalkan? Biarkan murid memilih sedikit mata pelajaran tapi benar2 dikuasainya

4. Biarkan anak memilih profesi berdasarkan PASSION (rasa cinta) nya pada bidang itu, bukan memaksanya mengambil jurusan atau profesi tertentu yg lebih cepat menghasilkan uang

5. Dasar kreativitas adlh rasa penasaran berani ambil resiko. AYO BERTANYA!

6. Guru adlh fasilitator, bukan dewa yang harus tahu segalanya. Mari akui dgn bangga kl KT TDK TAU!

7. Passion manusia adalah anugerah Tuhan..sebagai orang tua kita
bertanggung-jawab untuk mengarahkan anak kita untuk menemukan passionnya dan mensupportnya.

Mudah2an dengan begitu, kita bisa memiliki anak-anak dan cucu yang kreatif, inovatif tapi juga memiliki integritas dan idealisme tinggi tanpa korupsi

Note: Artikel dikirim oleh bu Ratih dari FB: Komunitas Ayah Edy

CINTA ORANG JEPANG PADA NEGARANYA

 Brosur Sampah Bagi Warga Pendatang di Jepang

BETAPA BESAR CINTA ORANG-ORANG JEPANG PADA NEGERINYA HINGGA MEREKA TIDAK MEMBIARKAN PARA PENDATANG MENGOTORI NEGERINYA DENGAN SAMPAH.

Bagaimana dengan kita ?

Ini ada sharing menarik dari Bunda Laksmi: 


===================================================
Pelajaran pertama yang di ajarkan kepada para pendatang yang ingin menetap di Jepang adalah CARA MENGELOLA SAMPAH.
===================================================
Comment :

Ngomong2 peraturan ttg sampah di Jepang, ini brosur bagaimana cara memilah sampah dan jadwal pembuangannya di lingkungan sy tinggal. Pelajaran pertama org asing yg mau tgl di Jpg adalah bgmn mengelola sampah.

Ada kesadaran dan komitmen bersama mulai dr masyarakat, produsen brg (di kemasan tiap produk hrs disertakan bgmn cara memilahnya, walaupun ada bbrp bagian yg beda cara pembuangannya), dan pemerintah yg jelas dan ketat regulasinya. Smg di negara kita akan segera menyusul, ya teknologi, komitmen dan sistemnya.

Komentar tersebut di atas diberikan oleh Bunda Laksmi untuk artikel berikut ini:https://www.facebook.com/141694892568287/photos/a.144983902239386.35784.141694892568287/710670522337385/?type=1

LIHATLAH BETAPA BERSIH SELOKAN DI JEPANG HINGGA BISA DI TINGGALI IKAN KOI TANPA TAKUT TERACUNI LIMBAH RUMAH TANGGA JUGA TANPA TAKUT DI CURI OLEH ORANG-ORANG YANG LEWAT DAN TINGGAL DI TEMPAT TERSEBUT



JANGAN GAMPANG UNTUK MEMBERI PENGEMIS UANG ??



Awalnya saya bingung mengapa PENGELOLA RUMAH SINGGAH ANAK-ANAK JALANAN di Pasar Minggu melarang kita untuk memberikan uang pada anak-anak yang mengemis di jalan dan di lampu lalulintas?? Dan mereka lebih suka mengambil anaknya untuk di kelola dan di latih mencari nafkah melalui usaha

Jika ada yang ingin memberikan uang lebih baik di berikan pada yayasan-yayasan pengelola anak-anak jalanan seperti kami.

Rupanya teman-teman relawan ini sudah berpikir jauh kedepan melampaui pemikiran saya yang pragmatis ini.

http://forumrumahsinggahdki.blogspot.com/2012/11/profile-rumah-singgah-bina-anak-pertiwi_9.html



TRADISI MENGOTORI UDARA YANG DI LAKUKAN TERUS DARI GENERASI KE GENERASI TANPA ADA YANG BERUSAHA MEMUTUS MATA RANTAINYA


(Silahkan di share jika artikel ini di rasa bermanfaat bagi kita semua)


Suatu ketika kami sedang berjalan-jalan pagi, dengan maksud olah raga sekaligus mencari udara segar.

Rute yang kami pilih mulai dari menyusuri komplek perumahan hingga ke perkampungan di sekitarnya.

Ah tapi sayangnya harapan kami pupus sudah untuk bisa mendapatkan udara segar di pagi hari, hampir setiap kampung kami temui orang sedang sibuk membakar sampah di sejuknya udara pagi. Al hasil bukannya kami tambah sehat tapi malah batuk-batuk. Terlebih dari sampah yang di bakar juga ada unsur yang berasal dari plastik atau karet.

Dalam Batin sy merenung, sebenarnya betapa indahnya Tuhan menciptakan bumi ini yang di penuhi oleh pohon-pohonan yang setiap pagi menghasilkan udara segar. Tapi betapa sayangnya kita tanpa sadar telah merusak udara pagi yang segar itu dengan asap-asap sampah yang kita bakar.

Bayangkan betapa murninya udara ciptaan Tuhan di pagi hari, sy coba membandingkan seandainya kita harus membeli mesin pemurni udara berapa uang harus kita keluarkan, sedangkan mesin pemurni udara untuk ukuran ruangan 32m2 saja harganya bisa mencapai 4 juta lebih. Dan itupun hasilnya tidak bisa mengalahkan segarnya udara yang di keluarkan dari pohon-pohon alami yang tumbuh di sekitar kita.

Betapa kita telah menyia-nyiakan udara bersih yang di berikan Tuhan pada kita, dan telah meracuni diri sendiri juga masyarakat di sekitar tempat kita membakar sampah.

Saya jadi ingat sebuah percakapan dengan seorang teman dari Jepang, saat habis meninjau pusat pembuangan sampah bantargebang, Bekasi.

Beliau bertanya, kenapa masyarakat disini suku membakar sampah, padahal sampah itukan sangat bermanfaat untuk menjadi bahan dasar produksi untuk menciptakan produk yang berguna, sementara jika di bakar selain meracuni udara juga tidak ada manfaatnya sama sekali bagi kehidupan.

Kami di Jepang selalu memilah2 sisa sampah masyarakat, yang plastik kami jadikan produk daur ulang plastik, yang makanan akan kami jadikan bahan dasar pupuk organik, yang beracun kami netralisir dan tidak langsung di buang ke bumi dan tentu saja ini akan membuat lingkungan kita dan udara kita jadi bersih.

Lama saya termenung memikirkan penjelasan beliau.

Mungkin ini sudah menjadi tradisi turun-temurun masyarakat kita ya... dan bahkan dulu waktu kecil sy juga di doktrin bahwa untuk mengusir nyamuk kita perlu bakar-bakar sampah, meskipun hasilnya bukannya nyamuk yang pingsan tapi kita semua yang hampir pingsan.

Kemungkinan yang kedua adalah karena di sekolah tidak pernah di ajarkan bagaimana mengelola sampah menjadi produk daur ulang, sehingga anak-anak kita tidak ada yang tahu bagaimana mengelola sampah semestinya, akhirnya mereka mewarisi tradisi orang tuanya masing-masing untuk membakar sampah yang ada di sekitar rumahnya. Kurikulum kita terlalu banyak memaksa anak belajar yang rumit-rumit dan bikin stress tapi lupa mengajarkan hal-hal sederhana yang penting dan sangat bermanfaat bagi kehidupan masyarakat dan dirinya sendiri.

Kemungkinan yang ketiga adalah karena PEMERINTAH juga diam saja tidak melakukan tindakan pencegahan, serta proses pendidikan masyarakat yang berkaitan dengan kesehatan udara kebersihan lingkungan semisal dengan mengeluarkan peraturan dilarang membakar sampah, dan menyediakan sarana pengelolaan di tiap daerah masing-masing.

Sy berpikir lagi dalam batin sambil berdoa, ya Tuhan suatu saat sekolah saya yg sy cita-citakan sebagai project 2 secara nasional ini jadi saya pastikan bahwa anak-anak akan di ajarkan cara mengelola sampah dan bagaimana bisa hidup serasi dengan alam dan mencintai bumi yang mereka tinggali. Agar mereka tidak terus menerus mewarisi sebuah tradisi yang salah dan berbahaya dari generasi ke geneari berikutnya.




Mari kita cintai bumi ini, Bumi kita semua, rumah bersama umat manusia.

Mohon doanya sekolah ini bisa benar-benar terwujud tahun 2015 mendatang.

Salam syukur penuh berkah.
www.ayahkita.com

Download talkshow ayah edy gratis di : www.ayahedyguru.tk
Saksikan talkshow2 ayah edy ti tv via: www.ayahedy.tk

Saksikan dialog menteri kehutanan kita tentang perusakan dan penggundulan hutan di Indonesia untuk Industri
https://www.facebook.com/video.php?v=10152967219497222&set=vb.595137221&type=2&theater

Senin, 08 September 2014


Secanggih apapun Teknologi Layar sentuh yang kita miliki atau kita berikan pada anak tidak akan pernah bisa menggantikan sentuhan kasih sayang keluarga pada anak-anaknya.

Percayalah !!

-ayah edy-



MENGAPA DENMARK MENJADI NEGERI PALING MAKMUR DI DUNIA?



Padahal negaranya tidak memiliki sumber kekayaan alam yang melimpah, Padahal Musim di negaranya sangatlah Ekstrim karena dekat dengan kutub utara. Padahal di negeri ini matahari dan siang hari hanya sebentar saja, terutama di musim dingin. 

Tapi mengapa bisa ya ?

Inilah jawabannya !
Suatu hari tanpa sengaja Tuhan, mengarahkan jari-jemari saya melalui google untuk membuka sejarah negara Denmark.

Dari info Wikipidia yang kebetulan saya baca ternyata Denmark adalah negara Paling Nyaman untuk tempat tinggal manusia di dunia, negara dengan pendapatan penduduk paling tinggi di dunia, juga menjadi negara paling makmur didunia paling bersih di dunia hingga mendapat gelar "Negeri Dongeng".

Meskipun kemudian tingkat kenyamanannya tergeser oleh New Zealand. New Zealand menempati urutan pertama negara paling Nyaman untuk tempat tinggal manusia di dunia.

Sebagai seorang pendidik, saya langsung berpikir bahwa mungkin yang menjadi penyebab Denmark dan New Zealand menjadi negara termakmur adalah karena pendidikan mereka yang sangat baik.

Ah... namun ternyata dugaan saya keliru. Orang-orang Denmark justru percaya bahwa penyebab dari negaranya menjadi termakmur, ternyaman dan teraman adalah karena Masyarakatnya Jujur.

Orang Denmark percaya bahwa semua kebaikan yang ada di negaranya berawal dari KEJUJURAN, pada saat seorang jujur maka semua fasilitas umum untuk rakyat akan terbangun dengan baik sebagaimana mestinya sesuai standar mutu yang telah di tetapkan di segala bidang mulai dari Kesehatan, Pendidikan, Kesejahteraan dll.

Masyarakat Denmark percaya bahwa ke jujuran bisa melahirkan segalanya, Mereka percaya bahwa setiap manusia itu pintar, dengan kejujuran maka setiap kepintaran manusia akan menjadi manfaat bagi sesama dan seluruh negeri. Mereka yakin jika setiap aparat pemerintah jujur dan rakyatnya jujur maka sebuah negara bisa menjadi makmur tanpa perlu menjadi yang paling pintar dibidang pendidikan.

Ternyata memang benar, Denmark masuk dalam salah satu negara dengan tingkat korupsi NYARIS NOL, seperti juga di Finlandia dan New Zealand.

Karena kejujuran itulah akhirnya pendidikan di negara ini pun menjadi lebih baik dan sangat maju. Jadi tidak salah jika kita katakan bahwa KETIDAK JUJURAN (mental korup), akan melahirkan bencana berantai dalam sebuah negara.

Mereka begitu yakinnya bahwa Kejujuran adalah awal dari semua kebaikan dan bukannya KEPINTARAN. Dulu saat kami mendirikan sekolah, kira2 10 tahun silam, Kejujuran dan Etika Moral adalah Prioritas utama, sedangkan kepintaran itu kita kembangkan kemudian, karena kami juga yakin bahwa setiap anak terlahir pintar.

Itulah sebabnya di sekolah kami, kami tidak terlalu pusing jika seorang anak belum bisa CALISTUNG saat masuk SD atau bahkan setelah sekolah SD, tapi kami sangat peduli jika sorang anak tidak jujur dan beretika buruk.

Dan setelah membaca artikel ini sepertinya Saya di ingatkan kembali oleh Tuhan, untuk tetap mempertahankan apa yang sudah kami Yakini. Bahwa KARAKTER, PRILAKU dan KEJUJURAN adalah landasan untuk MEMBANGUN INDONESIA YANG KUAT DAN MAKMUR. Dan bukan angka2 akademik yang tertera di buku Raport.

Terimakasih Tuhan, Engkau selalu menguatkan kami untuk selalu tegar pada apa yang kami yakini benar dalam sistem pendidikan anak-anak kami dan sekolah kami.

Mari kita renungkan bersama.

-ayah edy-


PENTINGKAH MEMAKSAKAN ANAK USIA DINI UNTUK BELAJAR BACA TULIS HITUNG ?



Seorang guru di Australia pernah berkata kepada saya

“Kami tidak terlalu khawatir jika anak2 sekolah dasar kami tidak pandai Matematika” kami jauh lebih khawatir jika mereka tidak pandai mengantri.”

“Sewaktu ditanya mengapa dan kok bisa begitu ?” Saya mengekspresikan keheranan saya, karena yang terjadi di negara kita kan justru sebaliknya.

Inilah jawabanya;

1. Karena kita hanya perlu melatih anak selama 3 bulan saja secara intensif untuk bisa Matematika, sementara kita perlu melatih anak hingga 12 Tahun atau lebih untuk bisa mengantri dan selalu ingat pelajaran berharga di balik proses mengantri.

2. Karena tidak semua anak kelak akan berprofesi menggunakan ilmu matematika kecuali TAMBAH, KALI, KURANG DAN BAGI. Sebagian mereka anak menjadi Penari, Atlet Olimpiade, Penyanyi, Musisi, Pelukis dsb.

3. Karena biasanya hanya sebagian kecil saja dari murid-murid dalam satu kelas yang kelak akan memilih profesi di bidang yang berhubungan dengan Matematika. Sementara SEMUA MURID DALAM SATU KELAS ini pasti akan membutuhkan Etika Moral dan Pelajaran Berharga dari mengantri di sepanjang hidup mereka kelak.

”Memang ada pelajaran berharga apa dibalik MENGANTRI ?”

”Oh iya banyak sekali pelajaran berharganya;” jawab guru kebangsaan Australia itu.

1. Anak belajar manajemen waktu jika ingin mengantri paling depan datang lebih awal dan persiapan lebih awal.

2. Anak belajar bersabar menunggu gilirannya tiba terutama jika ia di antrian paling belakang.
3. Anak belajar menghormati hak orang lain, yang datang lebih awal dapat giliran lebih awal dan tidak saling serobot merasa diri penting..

4. Anak belajar berdisiplin dan tidak menyerobot hak orang lain.

5. Anak belajar kreatif untuk memikirkan kegiatan apa yang bisa dilakukan untuk mengatasi kebosanan saat mengantri. (di Jepang biasanya orang akan membaca buku saat mengantri)

6. Anak bisa belajar bersosialisasi menyapa dan mengobrol dengan orang lain di antrian.

7. Anak belajar tabah dan sabar menjalani proses dalam mencapai tujuannya.

8. Anak belajar hukum sebab akibat, bahwa jika datang terlambat harus menerima konsekuensinya di antrian belakang.

9. Anak belajar disiplin, teratur dan kerapihan.

10. Anak belajar memiliki RASA MALU, jika ia menyerobot antrian dan hak orang lain.

11. Anak belajar bekerjasama dengan orang2 yang ada di dekatnya jika sementara mengantri ia harus keluar antrian sebentar untuk ke kamar kecil.

12. Anak belajar jujur pada diri sendiri dan pada orang lain

dan mungkin masih banyak lagi pelajaran berharga lainnya, silahkan anda temukan sendiri sisanya.

Saya sempat tertegun mendengarkan butir-butir penjelasannya. Dan baru saja menyadari hal ini saat satu ketika mengajak anak kami berkunjung ke tempat bermain anak Kids Zania di Jakarta.

Apa yang di pertontonkan para orang tua pada anaknya, dalam mengantri menunggu giliran sungguh memprihatinkan.

1. Ada orang tua yang memaksa anaknya untuk ”menyusup” ke antrian depan dan mengambil hak anak lain yang lebih dulu mengantri dengan rapi. Dan berkata ”Sudah cuek saja, pura-pura gak tau aja !!”

2. Ada orang tua yang memarahi anaknya dan berkata ”Dasar Penakut”, karena anaknya tidak mau dipaksa menyerobot antrian.

3. Ada orang tua yang menggunakan taktik dan sejuta alasan agar anaknya di perbolehkan masuk antrian depan, karena alasan masih kecil capek ngantri, rumahnya jauh harus segera pulang, dsb. Dan menggunakan taktik yang sama di lokasi antrian permainan yang berbeda.

4. Ada orang tua yang malah marah2 karena di tegur anaknya menyerobot antrian, dan menyalahkan orang tua yang menegurnya.

5. dan berbagai macam kasus lainnya yang mungkin anda pernah alami juga.?

Ah sayang sekali ya.... padahal disana juga banyak pengunjung orang Asing entah apa yang ada di kepala mereka melihat kejadian semacam ini?

Ah sayang sekali jika orang tua, guru, SEKOLAH2 dan Kementerian Pendidikan kita masih saja meributkan anak muridnya tentang Ca Lis Tung (Baca Tulis Hitung), Les Matematika dan sejenisnya. Padahal negara maju saja sudah berpikiran bahwa mengajarkan MORAL pada anak jauh lebih penting dari pada hanya sekedar mengajarkan anak pandai berhitung.

Ah sayang sekali ya... Mungkin itu yang menyebabkan negeri ini semakin jauh saja dari praktek-praktek hidup yang beretika dan bermoral. ?

Ah sayang sekali ya... seperti apa kelak anak2 yang suka menyerobot antrian sejak kecil ini jika mereka kelak jadi pemimpin di negeri ini ?

Semoga ini menjadi pelajaran berharga bagi kita semua para orang tua juga para pendidik di seluruh tanah air tercinta. Untuk segera menyadari bahwa mengantri adalah pelajaran sederhana yang banyak sekali mengandung pelajaran hidup bagi anak dan harus di latih hingga menjadi kebiasaan setiap anak Indonesia.

Yuk kita ajari anak kita untuk mengantri, untuk Indonesia yang lebih baik,

Yuk kita mulai dari keluarga kita terlebih dahulu, ... mau ?

Salam syukur penuh berkah...

Ayah Edy Parenting

Tolong di baca juga artikel berikut ini:

https://www.facebook.com/photo.php?fbid=592069320864173&set=a.144983902239386.35784.141694892568287&type=1&stream_ref=10


Sabtu, 06 September 2014

WE CAN HEAL OURSELVE

SESUNGGUHNYA KITA BISA MENYEMBUHKAN SEMUA PENYAKIT KITA SENDIRI JIKA KITA MAU, DAN KITA TAHU OBATNYA YANG PALING AMPUH

Suatu ketika saya pernah mengalami berbagai macam penyakit yang gak sembuh-sembuh.

Mulai sakit kepala sebelah, kolesterol tinggi, trigliserida tinggi, asam urat ambang batas atas.

Pegal-pegal di pundak, mudah sekali lelah dan mengantuk, mudah sekali terserang flu dsb.

Sampai bosan rasanya minum obat ini dan minum obat itu... atau terapi kesana dan kemari.

Sampai akhirnya saya tertarik untuk belajar ilmu penyembuhan dari berbagai orang yang memang tubuhnya selalu sehat dan hampir tidak pernah sakit.

Dari guru penyembuhan tersebut saya belajar bahwa sesungguhnya penyakit bukanlah MUSUH KITA. Sesungguhnya penyakit adalah sahabat baik yang selalu setia datang untuk mengingatkan kita bahwa ada cara berpikir kita yang salah, ada cara hidup kita yang salah, ada pola makan kita yang salah, ada pola kerja dan istirahat kita yang salah.

Sejak menyadari bahwa para penyakit ini bukanlah sebuah hukuman melainkan para sahabat, jadi akhirnya sy memeluk para sahabat saya yang bernama penyakit ini, dan bersyukur bahwa sesungguhnya para penyakit inilah sahabat sejati saya yang selalu datang kapanpun di butuhkan untuk mengingatkan ketika ada yang salah dengan pikiran dan pola hidup saya.

Sungguh seperti sebuah jalan penyembuhan yang di bimbing oleh Tuhan, tak lama kemudian Tuhan mengirim sebuah buku pada saya melalui Bunda Anna (Sahabat guru Gobind) yang berjudul YOU CAN HEAL YOUR LIFE.

Buku itu dengan jelas memaparkan mengapa para sahabat-sahabat kita PENYAKIT yang namanya berbeda-beda itu datang mengunjungi kita pada saat ada yang salah dengan pikiran kita

Misalnya:
1. Penyakit flue dan pilek, sahabat ini datang pada kita saat kita lari dari tanggung jawab, dan kurang istirahat. Coba deh ingat-ingat ketika kita mulai bersin-bersin biasanya kita baru saja melarikan diri dari tanggung jawab. "Saya sampai tertawa menertawakan diri sendiri, kok bisa ya perilaku kita berhubungan dengan penyakit"? (Jika jawaban kita karena alergi itu penjelasan ilmiahnya, tapi jika tidak ada pemicu alergi/alergan lalu kita bersin-bersin coba deh ingat2 lagi)

2. Jantung berdebar tak teratur, sahabat ini datang pada saat kita khawatir akan terjadi sesuatu atau takut kehilangan plus saat kita terlalu banyak makan-makanan yang berlemak atau berkolesterol tinggi.

3. Migrain atau sakit kepala sebelah, sahabat ini datang ketika kita dalam keadaan tertekan dan merasa tidak mampu menyelesaikan masalah plus kurang tidur.

4. Insomnia sulit tidur atau tidak nyeyak, sahabat ini datang ketika merasa ada pikiran yang mengganjal dan belum terselesaikan atau sulit untuk mengungkapkannya.

5. Bahkan hingga sahabat yang bernama Cancer/Kanker itu datang apa bila kita secara jangka panjang merasa sangat bersalah terhadap sesuatu.

Lalu saya bertanya "apa buktinya kalau pikiran itu bisa menyebabkan penyakit fisik ?"

Lalu sang guru menjawab sambil tersenyum.
"Coba lihat lah orang yang sudah tidak lagi menggunakan pikirannya yang ada di rumah sakit jiwa; rata-rata mereka sehat-sehat saja sakit fisik meskpun sering kali kita mendapati hidupnya tidak higyenis"

"Lantas adakah obat yang paling ampuh untuk semua jenis penyakit tersebut karena meskipun ia sahabat baik tapi kita sebenarnya tidak ingin ia datang dan datang lagi." Tanya saya penasaran.

Kembali sang guru menjawab lembut, "Ada dua obat yang sangat ampuh bila di gunakan bersamaan hasilnya akan membuat para sahabat penyakit tersebut pergi menjauh dan bahkan tidak pernah datang lagi."

"Wah jadi semakin penasaran Nih... apa itu nama obatnya ?"

"Yang pertama nama obat itu adalah "Rasa Bersyukur"

"Ya, Bersyukur dan berterimakasih pada Tuhan, atas apa yang ada, apa saja semisal kita bersyukur karena bisa bernafas dengan lega apa lagi tanpa harus membeli oxigen seperti orang yang sedang di rawat di ICU rumah sakit."

"Yang kedua adalah Ikhlas Berserah Diri"

"Ya, ikhlas terhadap apa saja yang terjadi pada kita, atau yang kita alami, karena setiap kejadian itu bersumber dari kita sendiri, begitu kata hukum Aksi Reaksi, orang lain hanya bereaksi atas apa yang kita lakukan, semisal ada orang yang marah pada kita pasti suatu ketika kita pernah marah pada orang lain, dan terimalah ini sebagai sebuah proses untuk menyadarkan begitulah rasanya jika kita di marahi oleh orang. Dan setelah itu Surrender atau berserah diri pada Tuhan atas pelajaran hidup yang kita dapatkan."

"Siapapun yang bisa menggunakan dua obat itu setiap hari dan setiap saat, maka lihat saja hasilnya. Sahabat-sahabat yang bernama penyakit tersebut perlahan-lahan akan pergi meninggalkan kita. Tanpa kembali lagi... kecuali kita kembali mengulangi kesalahan cara berpikir yang sama." Begitu ucapan penutup dari sang guru penyembuh.

Ternyata melalui penelitiannya Prof. Masaru Emoto pernah menulis efek pikiran terhadap tubuh sebagai mana yang pernah di sharing oleh Mama Nina seorang sahabat facebooker dari Malaysia sbb:

Dalam Buku “The Healing dan Discovering the Power of the Water” (By: Dr. Masaru Emoto) disimpulkan bahwa :

1. MARAH selama 5 minit akan menyebabkan sistem imun tubuh kita menjadi lemah selama 6 jam.

2. DENDAM dan MENYIMPAN KEPAHITAN akan menyebabkan imun tubuh kita mati.. Dari situlah bermula segala penyakit, seperti Stress, Kolesterol, Hipertensi, Serangan Jantung, Rhematik, Arthtritis, Stroke (perdarahan/penyumbatan pembuluh darah)…..

3. Jika kita sering membiarkan diri kita Stress, maka kita sering mengalami Gangguan Pencernaan.

4. Jika kita sering merasa KHAWATIR, maka kita mudah terkena penyakit Nyeri Bahu atau pinggang

5. Jika kita MUDAH TERSINGGUNG, maka kita akan cenderung terkena penyakit Insomnia (susah tidur).

6. Jika kita sering mengalami KEBINGUNGAN, maka kita akan terkena Gangguan Tulang Belakang Bagian Bawah.

7. Jika kita sering membiarkan diri kita merasa TAKUT yang BERLEBIHAN, maka kita akan mudah terkena penyakit GINJAL.

8. Jika kita suka ber-NEGATIVE THINKING, maka kita akan mudah terkena DYSPEPSIA (penyakit sulit mencerna).

9. Jika kita mudah EMOSI & cenderung PEMARAH, maka kita terdedah terhadap penyakit HEPATITIS.

10. Jika kita sering merasa "SOMBONG" (tidak pernah peduli) terhadap lingkungan, maka kita akan berpotensi mengalami Penurunan Kekebalan Tubuh.

12. Jika kita sering MENGANGGAP MUDAH/"Menganggap Remeh" semua persoalan, maka hal ini boleh mengakibatkan penyakit Diabetes.

13. Jika kita sering merasa KESEPIAN, maka kita boleh terkena penyakit Demensia Senelis (berkurangnya memori dan kontrol fungsi tubuh).

14. Jika kita sering BERSEDIH dan merasa selalu RENDAH DIRI, maka kita boleh terkena penyakit Leukemia (kanser darah putih)
Sekian...

Yuk mari kita praktekkan ! Semoga para sahabat penyakit yang ada di tubuh kita segera pergi seiring dengan usaha kita untuk selalu bersyukur dan berserah diri.

Selamat berakhir pekan bersama keluarga tercinta, ingatlah akan ada lebih banyak kebahagiaan yang bisa kita ciptakan jika kita sehat.

Salam syukur penuh berkah
-ayah edy-
www.ayahkita.blogspot.com
Download Rekaman Parenting Ayah Edy Gratis di: www.ayahedyguru.tk

Silahkan Share pada siapa saja jika dirasa bermanfaat dan membawa berkah.



Jumat, 05 September 2014

APAKAH ANAK KITA KESULITAN DI AJAR MEMBACA DAN MENULIS ?



Melanjutkan posting berikut https://www.facebook.com/permalink.php?story_fbid=701404619930642&id=141694892568287

MASING-MASING ANAK PUNYA KELEBIHAN YANG BERBEDA-BEDA

1. Jika seorang anak sejak dini mudah di ajar membaca dan menulis maka biasanya kelebihannya adalah di bidang AKADEMIS, Membaca Menulis dan Berhitung, biasanya yang lebih dominan adalah otak kirinya dan Indera dominan belajarnya Visual atau Auditory.

2. Jika seorang anak sejak dini susah di ajar membaca dan menulis melainkan bukunya lebih suka di isi dengan oretan-oretan gambar maka kelebihannya adalah pada bidang desain, seni dan imaginasi, Sains Fiksi dsb dan biasanya indra dominan belajarnya adalah kinestetik atau Auditory.

Dan ketahuilah bahwa tiap anak itu unik dan tidak pernah ada yang persis sama, temukanlah kelebihannya masing-masing ketimbang setiap hari mempermasalahkan kekurangan demi kekurangannya.

Karena anak kita kelak akan hidup sukses di kelebihan mereka dan bukan di kekurangannya. So untuk apa buang waktu untuk me leskan atau membimbelkan apa yang menjadi kekurangan seorang anak. Latihlah dan kursuskanlah pada bidang yang menjadi kelebihannya.

Percayalah, kami telah membimbing lebih dari 100 orang anak dan berhasil menemukan kelebihan mereka masing-masing dan menghantar mereka ke pintu gerbang menuju sukses sesuai dengan potensi emas yang mereka miliki.

Kami sudah menuliskan caranya secara lengkap dalam sebuah buku yang berjudul MEMETAKAN POTENSI UNGGUL ANAK.

 

 Jika berminat untuk membacanya bisa datang langsung ke Gramedia dan semua toko buku, atau jika ingin memilikinya bisa pesan on line di https://www.facebook.com/NBTravelnTour

NGGAK USAH PANIK JIKA ANAK BELUM MAU BELAJAR BACA

APAKAH KITA RESAH KARENA ANAK KITA BELUM MAU DIAJARI MEMBACA?

Tidak usah terlalu panik dan khawatir jika anak kita belum "SUKA" di ajar membaca di usia dini.

Re-Share a story for a friend:

Anakku baru bisa baca usia hampir 9 tahun, yang lebih ku utamakan adalah bukan berapa cepat dan seberapa awal usia anakku bisa membaca melainkan seberapa GEMAR ia membaca dan seberapa tertarik ia dengan bahan bacaan.

Aku lebih suka mengutamakan agar anak-anakku memiliki ketertarikan yang besar dan keinginan untuk mengeksplorasi apa yang ada disekitarnya.

Rasa tertarik inilah yang pada akhirnya telah membuat dia sangat suka sekali membaca, membaca apa saja... bahkan membaca buku yang sedang di baca oleh orang lain.

Ternyata aku mendapati anak itu memiliki kecepatan "alamiahnya" masing-masing untuk bisa membaca dan kita tidak perlu stres membanding-bandingkannya dengan kamampuan anak lainnya, tapi yang jauh lebih penting adalah bukan usia berapa ia bisa baca, melainkan setelah ia bisa membaca apakah akan terus menjadi orang yang gemar membaca dan terus menambah ilmunya melalui bahan bacaan.

Atau malah sebaliknya, karena ia di paksa2 untuk bisa membaca di usia dini maka ia kelak tidak punya lagi rasa ketertarikan pada bahan bacaan dan akan menjadi orang yang malas membaca terutama jika sudah melihat bukunya tebal-tebal atau artikelnya panjang.

Apakah gejala ini yang sedang para orang tua dan guru alami saat ini ? Kita semua sekarang pandai membaca tapi sekaligus kurang tertarik dan malas untuk membaca, apa lagi kalau sudah lihat buku yang tebal-tebal ?

HIDUP DAMAI DALAM PERBEDAAN



Ebony & Ivory of Life (Hitam Putih Irama Kehidupan)

Sebaik apapun kita menuliskan kata, cerita dan kisah inspirasi di media sosial ini maka akan selalu saja ada nada sinis yang menimpali, itulah dualitas abadi kehidupan ini, seperti juga seberapa bencipun kita pada pedasnya sambal pasti ada yang menyukainya. Begitulah hidup ini selalu ada sambal-sambal pedas di antara lezatnya hidangan lebaran kita selalu ada siang setelah malam.

Akankah kita lebih suka menimpalinya dengan berdebat sengit atau lebih suka untuk memahaminya. Itulah pembeda antara orang yang masih berada dalam dualitas perdebatan dan orang yang sudah berhasil MELAMPAUI dualitas kehidupan ini.

Orang yang sudah melampaui dualitas akan memiliki hati yang lebih damai, pikiran yang lebih jernih dan hidup yang lebih bahagia, karena hakekat kehidupan ini bisa berlangsung karena ada dualitas tersebut. Ibarat Tuts-tust piano yang berwarna hitam dan putih, jika kita belum bisa menerima hitam berdampingan dengan yang putih maka niscaya kita belum bisa memainkan nada dan irama yang indah melalui Piano kehidupan ini.

Selamat berlibur bersama keluarga tercinta
ayah edy

Ebony & Ivory

Ebony And Ivory Live Together In Perfect Harmony
Side By Side On My Piano Keyboard, Oh Lord, Why Don't We?

We All Know That People Are The Same Where Ever We Go
There Is Good And Bad In Ev'ryone,
We Learn To Live, We Learn To Give
Each Other What We Need To Survive Together Alive.

Ebony And Ivory Live Together In Perfect Harmony
Side By Side On My Piano Keyboard, Oh Lord Why Don't We?

Ebony, Ivory Living In Perfect Harmony
Ebony, Ivory, Ooh

We All Know That People Are The Same Where Ever We Go
There Is Good And Bad In Ev'ryone,
We Learn To Live, We Learn To Give
Each Other What We Need To Survive Together Alive.

Ebony And Ivory Live Together In Perfect Harmony
Side By Side On My Piano Keyboard, Oh Lord Why Don't We?

Ebony, Ivory Living In Perfect Harmony (Repeat And Fade)

by Paul Mc Cartney

BENARKAH PARENTING BERTENTANGAN DENGAN AL QUR'AN ?

BERPIKIR LUAS, ARIF DAN BIJAKSANA DALAM MENAFSIRKAN AL QUR'AN agar Al Qur'an bisa menjadi jalan yang Rahmatan Lil Alamiin dan bukan hanya menjadi alasan bagi kita untuk menghujat orang lain dan menebar kebencian antar sesama muslim atau umat lainnya.




Sebuah pembuktian sederhana, tidak berfungsinya otak dalam merespon KATA JANGAN !! Klik: http://www.youtube.com/watch?v=-gNfUhy8wFI&sns=tw

==========================================================
SEBUAH RENUNGAN DI PEKAN TERAKHIR BULAN SUCI YANG MELATIH KERENDAHAN HATI, KESABARAN DAN KEARIFAN KITA.

Berikut petikan dialog kami yang perlu di pahami dengan hati bijaksana dan penuh kearifan.

Komentar dari salah satu facebooker tentang parenting:

Rasyid Ridho Zunnury [19:14 03/06/2014] Haikal:

Dari dulu ana mempertanyakan teori TIDAK BOLEH BERKATA JANGAN KEPADA ANAK. Sempat terfikirkan oleh ana, bukankah kalimat Jangan digunakan dalam Al-Qur'an dan Sunnah

Seperti Laa Taghdhab wa lakal jannah..

Apakah pendidikan Allaah dan Rasul-Nya tidak lebih baik dari para pakar psikologi barat...??
[19:14 03/06/2014] Haikal: Ketika mengikuti sebuah acara ttg pendidikan..ana terheran2 dgn pembicara yg melarang menggunakan kata JANGAN kepada anak didik..
[19:14 03/06/2014] Haikal: Akhmad S.Psi

Kekeliruan Buku Pendidikan : Mengharamkan Kata “Jangan”

Salah seorang pendidik pernah berkata, “pintu terbesar yang paling mudah dimasuk oleh yahudi adalah yaitu dunia psikologidan dunia pendidikan.

Karena itulah, berangkat dari hal ini. Kita akan mengupas beberapa “kekeliruan” pada buku-buku pendidikan, seminar, teori pendidikan, dan lainnya.

Saking masifnya sebaran tersebut, kita juga terkadang kesulitan untuk tidak mengucapkan kata jangan pada anak-anak kita. Terasa mengganjal di benak kita karena bertentangan dengan fitrah manusia apabila dalam kondisi panik dan terjepit akan mengucapkan kata ‘jangan’.

Misalnya saja anak kita sudah akan jatuh ke dalam lubang sumur, tak mungkin dalam waktu yang sepersekian detik akan mengatakan “ayo lebih baik main disini”. Tentu anak kecil tak mengerti makna itu’ dan tentu parahnya anak tak sempat berhenti dan jatuh ke dalam sumur.

Berbeda jika kita secara refleks katakam pada anak kita “jangan nak nanti jatuh, berbahaya…” Sang anak akan kaget dan menhentikan langkahnya.

…misalnya saja anak kita sudah akan jatuh ke dalam lubang sumur, tak mungkin dalam waktu yang sepersekian detik akan mengatakan “ayo lebih baik main disini“. Anak kecil tak mengerti makna itu’ dan tentu parahnya anak tak sempat berhenti dan jatuh ke dalam sumur.

Sudah menjangkiti beberapa para pendidik muslim, baik para ayah dan ibu, yang tercuci otaknya dan melarang berkata “Jangan” pada anak.

Mari kita lihat, beberapa perkataan-perkataan ‘dalam pendidikan’ tentang larangan mengucapkan kata jangan pada anak.

Diantaranya Ayah Edy, dia mengatakan pada bukunya yang berjudul ‘Ayah Edy Menjawab hal. 30, “..gunakan kata-kata preventif, seperti hati-hati, berhenti, diam di tempat, atau stop. Itu sebabnya kita sebaiknya tidak menggunakan kata ‘jangan’ karena alam bawah sadar manusia tidak merespons dengan cepat kata ‘jangan’.

Pada media online, detik.com, pernah menulis judul artikel ‘Begini Caranya Melarang Anak Tanpa Gunakan Kata ‘Tidak’ atau ‘Jangan’, atau “…Tak usah bingung, untuk melarang anak tak melulu harus dengan kata jangan atau tidak…”

Pada sebuah artikel lain, berjudul, “Mendidik Anak Tanpa Menggunakan Kata JANGAN” tertulis, “Kata ‘jangan’ akan memberikan nuansa negatif dan larangan dari kita sebagai orang tua, maka dari itu coba untuk mengganti dengan kata yang lebih positif dan berikan alasan yang dapat diterima anak…”

Nah, inilah syubhat (keraguan) yang digembar-gemborkan media sekuler dayng merujuk pada psikolog atheis dan Yahudi. Indah nampaknya, tapi di dalamnya terkandung bahaya yang kronis.

Mari kita bahas syubhat yang mereka gelontorkan. Sebelumnya, kalau kita mau teliti, mari kita tanyakan kepada mereka yang melarang kata ‘jangan’, apakah ini punya landasan dalam al-Qur’an dan hadits? Apakah semua ayat di dalam al-Qur’an tidak menggunakan kata “Laa (jangan)”?

Mereka pun mengatakan jangan terlalu sering mengatakan jangan. Sungguh mereka lupa bahwa lebih dari 500 kalimat dalam ayat Al-Qur’an menggunakan kata “jangan”.

Mereka pun mengatakan jangan terlalu sering mengatakan jangan. Sungguh mereka lupa bahwa lebih dari 500 kalimat dalam ayat Al-Qur’an menggunakan kata “jangan”.

Allahu akbar, banyak sekali! Mau dikemanakan ayat-ayat kebenaran ini? Apa mau dibuang? Dan diadopsi dari teori dhoif? Kalau mereka mengatakan kata jangan bukan tindakan preventif (pencegahan), maka kita tanya, apakah Anda mengenal Luqman AL- Hakim?

Dalam Al Quran ada surat Luqman ayat 12 sampai 19. Kisah ini dibuka dengan penekanan Allah bahwa Luqman itu orang yang diberi hikmah, orang arif yang secara tersirat kita diperintahkan untuk meneladaninya (“ walaqod ataina luqmanal hikmah….” . dst)

Apa bunyi ayat yang kemudian muncul? Ayat 13 lebih tegas menceritakan bahwa Luqman itu berkata kepada anaknya, “Wahai anakku, JANGANLAH engkau menyekutukan Allah. Sesungguhnya syirik itu termasuk dosa yang besar”.

Inilah bentuk tindakan preventif yang ada dalam al-Qur’an. Sampai pada ayat 19, ada 4 kata “ laa ” (jangan) yang dilontarkan oleh Luqman kepada anaknya, yaitu “laa tusyrik billah”, “fa laa tuthi’humaa”, “Wa laa tusha’ir khaddaka linnaasi”, dan “wa laa tamsyi fil ardli maraha”.

Luqman tidak perlu mengganti kata “jangan menyekutukan Allah” dengan (misalnya) “esakanlah Allah”.

Luqman tidak perlu mengganti kata “jangan menyekutukan Allah” dengan (misalnya) “esakanlah Allah”.

Pun demikian dengan “Laa” yang lain, tidak diganti dengan kata-kata kebalikan yang bersifat anjuran.

Mengapa Luqmanul Hakim tidak menganti “jangan” dengan “diam/hati-hati”?Karena ini bimbingan Alloh.

Perkataan “jangan” itu mudah dicerna oleh anak, sebagaimana penuturan Luqman Hakim kepada anaknya. Dan perkataan jangan juga positif, tidak negatif. Ini semua bimbingan dari Alloh subhanahu wa ta’ala, bukan teori pendidikan Yahudi.

Adakah pribadi psikolog atau pakar parenting pencetus aneka teori ‘modern’ yang melebihi kemuliaan dan senioritas Luqman? Tidak ada.

Luqman bukan nabi, tetapi namanya diabadikan oleh Allah dalam Kitab suci karena ketinggian ilmunya. Dan tidak satupun ada nama psikolog kita temukan dalam kitabullah itu.

Membuang kata “jangan” justru menjadikan anak hanya dimanja oleh pilihan yang serba benar. Ia tidak memukul teman bukan karena mengerti bahwa memukul itu terlarang dalam agama, tetapi karena lebih memilih berdamai.

Ia tidak sombong bukan karena kesombongan itu dosa, melainkan hanya karena menganggap rendah hati itu lebih aman baginya.

Dan, kelak, ia tidak berzina bukan karena takut adzab Alloh, tetapi karena menganggap bahwa menahan nafsu itu pilihan yang dianjurkan orang tuanya. Nas alulloha salaman wal afiyah.

Anak-anak hasil didikan tanpa “jangan” berisiko tidak punya “sense of syariah” dan keterikatan hukum. Mereka akan sangat tidak peduli melihat kemaksiatan bertebaran, tidak perhatian lagi dengan amar ma’ruf nahi mungkar, tidak ada lagi minat untuk mendakwahi manusia yang dalam kondisi bersalah, karena dalam hatinya berkata “itu pilihan mereka, saya tidak demikian”.

Mereka bungkam melihat penistaan agama karena otaknya berbunyi “mereka memang begitu, yang penting saya tidak melakukannya”.

Itulah sebenar-benar paham liberal, yang ‘humanis’, toleran, dan menghargai pilihan-pilihan. Jadi, yakini dan praktikkanlah teori parenting Barat itu agar anak-anak kita tumbuh menjadi generasi liberal.

Simpan saja AL-Qur’an di lemari paling dalam dan tunggulah suatu saat akan datang suatu pemandangan yang sama seperti kutipan kalimat di awal tulisan ini.

Astagfirulloh! Semoga Alloh subhanahu wa ta’ala memberi taufik kepada kita semua..

Penulis : Ummu Hanim, [adivammar/voaislam.com]
[19:14 03/06/2014] Haikal: Kita telah melihat hasil dari teori pendidikan kita, maraknya Tawuran, pelecehan seksual, video porno anak2 SMP-SMU kekerasan dalam dunia pendidikan dari mulai tingkat SD, SMP, SMU dan PT.

Jadi selamat menggunakan teori Barat dan Yahudi, jika kita ingin menghasilkan generasi buruk dgn meninggalkan Al Qur'an dan As Sunnah.
Like · Reply · 73 · 5 hours ago
===========================================

Jawaban yg bagus sekali yang kami ambil dari penjelasan seorang Guru Besar yang menurut kami mumpuni dan bijaksana;

Sahabatku Bapak Rasyid,

Sy bisa memahami pemikiran Bapak, sebelum menulis yang pada akhirnya di baca banyak orang dan mempengaruhi cara berpikir orang lain, sehingga orang lain ikut-ikutan setuju dan salah juga dalam berpikir dan menafsirkannya. Ada baiknya kita banyak berkonsultasi pada guru-guru besar agama yang berjiwa besar dan berilmu mumpuni terlebih dahulu. Karena bisa jadi justtru kita yang mungkin belum paham apa pesan tersembunyi dari Al Qur'an dengan menggunakan kata jangan dalam Surat dan Ayat yang bapak sebutkan pada kolom komentar di artikel artikel dengan judul Pabrik BATAKO.

Berdasarkan hasil risetnya kata "JANGAN" itu hanya bisa di gunakan dalam keadaan baik2, netral, nyaman dan tidak dalam kondisi darurat atau dengan suara bernada tinggi/teriak atau marah. Karena dalam kondisi netral otak anak yang bekerja adalah otak Berpikir sempurna (neo cortex), sementara dalam keadaam emosional dan darurat otak manusia yang bekerja adalah OTAK REPTIL yang suka menyerang dengan kekerasan baik ucapan atau tindakan.. Otak reptil memiliki kelemahan utama tidak mampu mencerna kata "Jangan" karena kata "jangan" itu tidak termasuk "kata Kerja" atau "kata Benda". Jadi semisal anak kita sedang di tepi jurang dan kita TERIAK "JANGAN BERLARI KESANA" (teriak adalah ekspresi OTAK REPTIL) maka anak kita juga akan merespon dengan otak reptilnya"dan dia malah berlari kesana" maka jatuhlah anak kita.

Jadi apa bila kita sedang dalam KEADAAN DARURAT/KEPEPET sebaiknya gunakan kata kerja singkat misalnya, "Diam", "Berhenti", "Stop" karena jika anak kita sedang ingin berlari ke jalan raya sementara ada mobil sedang melaju kencang maka jika kita teriak "JANGAN LARI" maka ia akan tetap lari ke jalan dan mungkin saja akibatnya akan fatal. Silahkan di uji coba jika tidak yakin dan percaya. Saya sudah mencobanya berkali-kali pada anak saya, terutama anak saya yang lebih dominan otak kananya, maka benarlah demikian adanya.

Itulah mengapa dalam sistem perintah militer (karena militer itu selalu dikondisikan untuk situasi darurat) maka perintahnya akan berupa kata kerja misalnya " Seraaaang", "Serbuuuuu"... "Berhentiii !" "Tahaaaannnnn !!!!!" "Maju !!!" "Munduur" dsb.

Sadarkah kita semua alasan mengapa Al Qur'an menggunakan banyak kata "jangan" dalam surat dan ayat2nya ?

Nah setelah saya konsultasikan pada salah satu ulama besar yang berjiwa besar dan mumpuni beliau mengatakan bahwa ; "Karena kata jangan itu hanya bisa di respon apa bila kita dalam keadaan tenang, nyaman, sadar penuh dan berpikir sempurna" Maka itu artinya Tuhan sedang menitipkan pesan tersembunyi melalui Al Qur'an "agar setiap kandungan ajaran Al Qur'an itu selalu disampaikan dengan tenang dan bersuara lembut dan bukan dengan cara marah/keras atau teriak-teriak seperti dalam kondiri darurat perang"

Jadi sangat jelas sekali bahwa Al Qur'an itu harus di sampaikan dengan tenang, damai dan penuh kesantunan dengan suara lembut sebagaimana Suara Lembut Rasul saat berbicara pada para sahabat agar isinya bisa di response oleh otak berpikir sempurna dan bukan oleh OTAK REPTIL karena manusia sesungguhnya adalah makhluk ciptaan Tuhan yang sempurna akalnya. (Masih ingatkah kita semua bahwa Rasul melarang kita meninggikan volume suara kita saat bertutur kata ? dan bahkan beliau membandingkan suara tinggi/keras itu seperti suara Keledai?

Ya sekali sang guru besar agama itu bertutur;
Tahukah kamu bahwa Al Qur'an berpesan pada kita semua melalui kata "Jangan" tadi, ya...agar manusia tidak menafsirkan Kandungan Al Qur'an dengan OTAK REPTILNYA. Dan jika kita meyampaikan Al Qur'an harus dengan suara lembut sebagaimana yang di lakukan Rasulnya, jika kita lebih suka menggunakan suara tinggi dan keras dalam menyampaikan isi kandungan Al Qur'an maka nanti ajaran-ajaran Islam itu seolah-olah akan selalu identik dengan Kekerasan dan kebencian semata, sebagaimana sifat dari OTAK REPTIL orang yang menyampaikannya dan OTAK REPTIL orang yang menerima dan meresponsenya.

Menurut para ahli otak/neuro sciencits ( sifat Otak berpikir sempurna akan selalu menciptakan kedamaian dan perdamaian, namun sebaliknya otak reptil akan selalu menyerang dan menciptakan kebencian pada sesama).

Kita semua memiliki ke dua jenis otak itu, Otak Sempurna/Neo Cortex di bagian paling atas kepala dan otak REPTIL berada dibawah dekat batang otak/batang leher kita. Namun tentunya kita punya pilihan masing-masing apakah kita ingin lebih menggunakan otak Berpikir sempurna atau lebih suka menggunakan otak reptil kita dalam berinteraksi sehari- hari dengan orang lain, keluarga juga melalui komen-komen yg dismpaikan di komunitas ini.

Jadi mulai sekarang kita semua sudah tahu jika ada komen yang bersifat menyerang dan sinis itu artinya sang penulis komen sedang menggunakan OTAK REPTIL dalam dirinya dan ia pasti dalam keadaan kurang sadar sempurna.

Para sahabatku,

Subhannallah !!, jadi ternyata Al Qur'an itu sedang berpesan pada kita semua melalui "kata jangan" yg tertulis di dalamnya, bahwa ajaran Al Qur'an itu harus di sampaikan dengan lembut dan penuh kesantunan, sungguh sesuai sekali dengan teori parenting dan hasil riset otak yg dilakukan oleh para Ahli Otak (neuro scientist).

Sungguh luar biasa bukan.? Sungguh Indah bukan pesan tersembunyi Al Qur'an bagi dunia parenting dan kita semua ?

Ah...Ternyata betapa sempitnya pengetahuan kita tentang Al Qur'an ya..? Al Qur'an kita yang sungguh memiliki kebenaran tanpa batas & sepanjang masa.

Jadi mulai saat ini, marilah jika kita ingin menyampaikan Ajaran Al Qur'an melalui "kata jangan" kepada anak-anak dan murid kita; lakukan dalam suasana yg tenang, nyaman, dengan suara lembut penuh kesantunan dan hati penuh kasih, sebagaimana yang dulu pernah di lakukan Rasul kepada para Sahabat, pada Keluarga dan anak-anak cucu beliau, dan bukan meninggikan suara dan berteriak-teriak seperti yang mungkin kita sering dengar saat ini, karena faktanya ternyata Rasul kita selalu bersuara lembut saat membahas ajaran-ajaran Al Qur'an pada ummatnya.

Mau ?

Dan untuk selanjutnya mari kita lebih berhati-hati dalam menafsirkan Al Qur'an yg berisikan ilmu pengetahuan yang tak terbatas, hanya dengan menggunakan pikiran kita yang terbatas ini.

Yuk kita belajar terus dan terus belajar agar pesan-pesan Al Qur'an yang sesungguhnya bisa tersampaikan sesuai keinginan Allah SWT dan bukan sesuai keinginan dan EGO pribadi kita semata, sehingga kita bisa menciptakan kedamaian dan keselarasan hidup kita semua, memberikan rahmat bagi seluruh alam semesta dan bukan malah menebarkan dendam dan kebencian pada sesama muslim dan sesama mahluk ciptaan Allah SWT.

Salam syukur penuh berkah.
ayah edy


Nb. 
Sebuah pembuktian sederhana, tidak berfungsinya otak dalam merespon KATA JANGAN !! 

Klik: http://www.youtube.com/watch?v=-gNfUhy8wFI&sns=tw

SEKOLAH SISTEM SERAGAM BAK PABRIK BATAKO



Seorang ibu suatu ketika anaknya di tertawakan disebuah sekolah oleh sekelompok orang tua lainnya karena anaknya di anggap agak unik dan berbeda dari anak-anak mereka.

Tapi ibu ini bukan malah tersinggung dan marah kini malah ia gantian yang tertawa, karena anak-anak dari orang tua ini kok bisa dibuat sama semua dan seragam persis seperti tumpukan batako ?

Sambil tertawa ibu ini berkata, bagaimana bisa ya kok anak-anak yang unik dan berbeda-beda ini bisa dibuat seragam semuanya oleh sekolah anak ibu, mirip seperti pabrik batako. Padahal secara alamiah setiap anak itu memang di ciptakan unik dan berbeda-beda tidak pernah ada yang sama meski ia kembar identik sekalipun. Jadi sebenarnya siapa yang aneh ya diantara anak-anak kita ?

- Jika anak anda seragam seperti yang lainnya hingga lebih mirip seperti batako maka ia akan hanya menjadi dindingnya, tapi jika anak anda tumbuh secara unik dan berbeda-beda maka ia akan menjadi interior yang jauh lebih bernilai yang akan memperindah dan mempercantik bangunannya.-

www.ayahkita.com
www.ayahedy.tk

APA MANFAAT MEMAHAMI KECENDERUNGAN DOMINAN OTAK KANAN DAN OTAK KIRI BAGI ORANG TUA DAN KELUARGA ?



Sahabatku,

Melanjutkan tentang pembahasan CIRI-CIRI ANAK OTAK KANAN DOMINAN yg ada di artikel fb https://www.facebook.com/photo.php?fbid=685526118185159&set=a.144983902239386.35784.141694892568287&type=1

Yuk baca dulu link di atas, dan bagi yang sudah membaca baru lanjutkan baca posting di bawah ini;

Sebenarnya kalau kita bicara cara kerja otak itu kompleks dan tidak se-sederhana itu. Yang seolah-olah otak kanan dan kiri bekerja sendiri-sendiri.

Sesungguhnya otak kanan dan otak kiri selalu bekerjasama setiap hari, jadi bukan berarti jika kita dominan otak kanan lantas otak kiri kita tidak bekerja. Tetap saja mereka berdua bekerjasama, Semisal kita membuat lagu, pada saat kita membuat liriknya maka otak kananlah yang lebih dominan bekerja tapi pada saat kita mulai menulis syairnya (menulis dan huruf) maka otak kiri kitalah yang dominan bekerja.

Apa artinya kecenderungan otak kanan dominan, itu artinya jika ada perintah kerja maka kita cenderung lebih suka mengerjakan dengan gaya otak kanan. Semisal anak kita diberi tugas membuat Prakarya; Anak yang dominan otak kiri akan lebih berpikir untuk menyelesaikan tugas tersebut tepat pada waktu yang ditentukan tanpa mempertimbangkan hasilnya apakah sudah sempurna atau belum? yang penting selesai tepat waktu, tapi anak yang dominan otak kanan lebih cenderung tidak tepat waktu karena lebih mementingkan kesempurnaan dari hasil kerjanya.

Contoh lain yang paling gampang adalah pada saat kita makan di restoran dan disodorkan menu; Orang tua yang cenderung otak kanan akan memilihkan makanan2 yang paling enak meskipun harganya mahal dan cenderung mementingkan selera. "Yang ini aja rasanya enak deh" begitu katanya sambil menunjuk makanan yang paling enak.

Sementara orang tua yang dominan otak kiri cenderung membaca menu secara hati-hati dan dia membacanya dari KANAN ke KIRI, di lihat dulu mana harga yang paling terjangkau/paling murah baru di lihat jenis makanannya; nah jika sudah dapat yang pas antara harga dan makanan maka ia baru memilihnya dan jika ada anaknya yang otak kanan meminta makanan sesuai seleranya, maka ibu dengan otak kiri akan mengajukan berbagai alasan/argumen agar anaknya mau memilih makanan yang harganya lebih murah atau paling tidak terjangkau. Dengan tujuan utama adalah untuk berhemat.

Salah satu dari ucapan argumen tersebut misalnya;
"Untuk apa mahal-mahal ? Toh kalo sudah lewat tenggorokan mahal atau murah sama saja kok rasanya" begitu biasanya kita berujar.

Menarik bukan ?

Coba deh perhatikan kecenderungan kita saat melihat menu makanan di restoran, apakah kita cenderung melihat menu dari kanan ke kiri? (pelajari harga dulu baru jenisnya). jika iya itu artinya otak kita yang lebih dominan dalam mengambil keputusan adalah otak kiri.

Tapi jika kita tidak peduli harga yang penting sesuai selera saat ini, berarti otak kanan kita lebih cenderung dominan dalam mengambil keputusan.

Yang menarik adalah sering kali kita secara bawah sadar cenderung mencari pasangan yang berlawanan dengan kita, mungkin maksud Tuhan di dalamnya adalah agar kita bisa saling melengkapi dan mengisi kelebihan dan kekurangan kita masing-masing, dan bukan saling mencari-cari kesalahan/kelemahan dari pasangan kita.

Seandainya saja dari awal kita menyadari hal ini secara penuh maka kita akan bisa hidup lebih damai bersama pasangan dan anak-anak kita tercinta. Dan hidup kita menjadi indah dan penuh warna.

Salam syukur penuh berkah,
ayah edy
www.ayahkita.blogspot.com

Downloada gratis talkshow parenting ayah edy di:
www.ayahedy.tk atau www.ayahedyguru.tk