SATU-SATUNYA SITUS RESMI AYAH EDY

SATU-SATUNYA SITUS RESMI AYAH EDY
Bagaimana caranya..? Gabung di FB: komunitas ayah edy, download talkshow di www.ayahedy.tk

Minggu, 17 Maret 2019

KISAH AYAH MEMANDU ANAK YG MOGOK SEKOLAH HINGGA MERAIH BEASISWA S2 DI JEPANG


Foto bersama Mas Andri putera pak Joko, 
pamitan sebelum berangkat studi ke Jepang beberapa bulan lalu.


Mengenang kembali sebuah perjalanan panjang meniti langkah demi langkah dari seorang anak yg mogok sekolah hingga maraih beasiswa sekolah S2 di Osaka Jepang


Bagaimana bisa?

KETIKA ITU ORANG TUANYA YG KEBETULAN TETANGGA RUMAH
meminta kami untuk memandunya

Selengkapnya sdg dibuatkan kisah biiografinya oleh orang tuanya

Penjelasan singkatnya bisa dibaca tulisan berikut ini

BANYAK ANAK SEKOLAH TAPI BERAKHIR HANYA JADI PENGANGGURAN

Mengapa...?

Bacalah sampai selesai artikel ini:

MENGAPA SETIAP ORANG TUA PERLU MEMETAKAN POTENSI EMAS ANAKNYA?

Apakah PORGRAM P3EA ?

P3EA adalah Program Pemetaan Potensi Emas Anak


P3EA bersama AYAH EDY adalah sebuah program yang sudah dilakukan oleh ayah Edy untuk membantu Anak-anak Indonesia khususnya pelajar usia kelas 3 SMP keatas untuk memetakan potensi Emasnya.

Mengapa Perlu di petakan ?

Banyak anak yang seolah-olah malas atau ogah-ogahan bersekolah bukan karena ia malas tapi karena ia tidak berminat dan tidak tahu apa tujuan akhir dari sekolah yang dijalaninya.

Banyak anak yang nilai sekolahnya pas-pasan karena minat dan bakat yang dimilikinya tidak sesuai dengan jurusan sekolah yang diambilnya.

Karena sebagaian besar anak Indonesia sering bingung memilih Jurusan sekolah yang paling cocok dan sesuai dengan potensi Emasnya.

Karena sebagian besar guru juga bingung jika ditanya tentang potensi emas muridnya dan jurusan sekolah yang paling cocok bagi dirinya.

Karena orang tua pun demikian mengalami hal yang sama, jadi jangan sampai terulang lagi pada anak kita.

Karena test yang ada sering kali juga masih membuat si anak bingung untuk menentukan pilihan sekolah yang cocok bagi mimpi besar hidupnya sesuai potensi emas yang dibawanya sejak lahir.

Agar pembiayaan sekolah anak-anak kita lebih tepat guna dan sasaran, dan bukannya tersasar jurusan.



Apa akibatnya jika tidak dipetakan..?

-------> teruslah membaca

Banyak anak yang tersasar atau keliru memilih sekolah hingga akhirnya ia merasa ogah-ogahan sekolah atau bahkan banyak yang pada akhirnya mogok kuliah.

Banyak anak yang tidak mau melanjutkan jurusan sekolahnya, dan hanya mau sekolah atau kuliah jika pindah jurusan lain (coba-coba), bayangkan efek biaya, waktu dan tenaga yang diakibatkannya.

Seperti juga kita orang tuanya yang dulu mungkin tersasar jurusan sekolah, hingga pada akhirnya kita sulit sekali mencari pekerjaan yang kita cintai, hidup asal kerja berangkat pagi pulang malam meskipun batin kita menderita dan merasa ini bukan panggilan jiwa kita.

Apa efek jika Potensi Emas seorang anak berhasil dipetakan..?

Anak akan bahagia sekali mengetahui potensi emas dirinya yang mungkin selama ini banyak orang yang menganggap dirinya penuh dengan kekurangan dan tidak punya masa depan (khususnya anak-anak yang kurang suka sekolah dan tidak suka akademis)

Anak akan semakin rajin belajar karena ia sudah tahu apa yang ingin dicapai dalam hidupnya apa lagi sesuai dengan minat dan bakat yang dimilikinya.

Anak akan terhindar dari penyimpangan perilaku remaja, yang sebagaian besar penyebabnya adalah karena “Clue Less” atau hidup tanpa tujuan hanya sekedar sekolah dan belajar terus setiap hari dari hari ke hari, bulan ke bulan dst…

Orang tua juga semakin fokus dalam mendukung potensi anaknya

Biaya pendidikan jadi tepat sasaran dan jauh lebih hemat
90% anak yang berhasil dipetakan, berhasil dalam sekolah dan berhasil dalam meraih mimpi besarnya dalam pekerjaan dan kehidupan pribadinya.

Adakah potensi Emas anak yang "tidak bisa" dipetakan..?

-------> teruslah membaca

Pada umumnya tidak ada potensi emas anak yang tidak bisa dipetakan, karena setiap anak yang terlahir telah diberikan Berkat Bakat dan Minat oleh Tuhannya untuk bisa dipetakan.

Dan tanda-tanda itu biasanya terbaca melalui bentuk tubuhnya, level suaranya, cara bergeraknya, sifatnya sehari-hari dll. Rata-rata 80-90% dari anak-anak yang mengikuti program ini bisa dipetakan.

Ada sekitar 10% dari mereka yang belum bisa dipetakan, dan berdasarkan pengalaman kami hal ini terjadi karena:
Tipe si Anak, tipe anak itu berbeda-beda satu dengan lainnya, ada anak yang sudah jelas dan tahu apa yang diinginkannya (tipe Self Started/Leader)

Tapi ada anak yang tidak (Tipe Follower atau Directed (terbimbing) dengan proses bimbingan biasanya lama-lama ia akan bisa menemukan potensi emasnya.

Pola Asuh orang tuanya, Semakin pola asuh orang tuanya “Demokratif” terbuka bicara dan saling menghargai maka semakin mudah dan cepat ditemukan potensi Emasnya.

Dan semakin keras serta otoriter pola asuh orang tuanya, akan semakin sulit.

Perbedaan keinginan keras dari orang tua dengan minat bakat anaknya, sehingga si anak takut untuk mengungkapkannya.

Kurangnya pengetahuan akan berbagai jenis profesi yang ia ketahui (kami menyebutnya kurang stimulasi profesi). Menyebabkan si anak sulit mengungkapkan apa yang menjadi minat terbesarnya dalam hidup ini. Padahal tanda-tanda fisiknya sudah menunjukkan arah pada salah satu profesi tertentu.



Usia Berapa mulai bisa dipetakan?

-------> teruslah membaca

Sebenarnya sejak usia dini sudah bisa dipetakan, namun jenis pemetaannya agak berbeda;

Untuk Usia dini TK-SD yang bisa dilakukan adalah potensi dasar anak, yang meliputi sifat dasar untuk kelola pola asuhnya, minat dasar untuk menguji konsistensi minatnya, tipologi anak, gaya belajar anak dsb.

Ini dilakukan melalui Program Observasi Liburan Sekolah atau Holiday School Program, yang setiap liburan sekolah kami selenggarakan di Singaraja, Buleleng, Bali selama 10 hari.

Untuk Usia SMP kelas 3 ke atas bisa langsung konsultasi bersama Ayah Edy sesuai perjanjian,

atau melalui Program Workshop Pemetaan Potensi Emas Anak yang diselenggarakan oleh YAYASAN AGAPES TANGGAL 7 APRIL MENDATANG.

Segera daftarkan sekarang juga, kontak WA :
AGAPES FOUNDATION

Head Office:
Jl. Rijali No.8 Ambon – Indonesia (97124)
Phone/FAX: +62-911-348807

Branch Office:
Jln. Goa Gong Perum Swandewi Kav. 27 B Jimbaran Bali (80361)
Phone: +62361 – 4465143
Whatsapp: +6285243415508 / +6281999483941
Email: agps.found@gmail.com

TANYA JAWAB

TANYA:
Bagaimana jika saya ingin memetakan Potensi Emas Anak saya..?

JAWAB:
Ada beberapa cara yang bisa dilakukan:

Membeli dan membaca buku yang kami tulis yang berjudul RAHASIA MENEMUKAN POTENSI EMAS ANAK, buku ini tersedia di Gramedia seharga 50 ribuan, atau bisa juga dipesan on line via fb. Ayah Edy on line Shopping (berhadiah 1 CD Parenting Gratis senilai Rp. 600.000)

Mengikuti program Observasi Liburan sekolah untuk anak TK dan SD di sekolah Ayah Edy di Singaraja, Buleleng, Bali setiap liburan sekolah, dan Tahun 2019 rencananya akan diselenggarakan 2 pekan dimusim liburan Juni Mendatang.

atau bisa juga melalui, Konsultasi langsung dengan Ayah Edy di Jakarta dengan perjanjian untuk anak usia 3 SMP ke atas.

TANYA:
Bagaimana jika anak saya sudah remaja atau lulus kuliah, apakah masih bisa dipetakan…?

JAWAB:
Sebaiknya pemetaan itu dilakukan jauh-jauh waktu sebelum seseorang melanjutkan sekolahnya ke perguruan tinggi agar tidak terlambat, dan lebih tepat sasaran dan bermanfaat.

Namun ada juga yang berpikir lebih baik terlambat tapi tahu potensi emasnya dari pada sepanjang hidup tidak tahu dan terus mengeluh tentang profesinya atau malah tidak mau kerja.

Jadi banyak juga orang yang sudah selesai kuliah tapi masih bingung mengikuti P3AE ini. Ada juga yang sudah bekerja dan merasa profesinya tidak cocok juga ikut program konsultasi Pemetaan bersama Ayah Edy.

Beberapa diantaranya ada juga yang berkonsultasi untuk memilih jurusan melanjutkan S2 yang sebenarnya cocok dengan potensi emasnya.

TANYA:
Apakah program pemetaan potensi Emas anak ini juga bisa dilakukan secara kolektif oleh anak-anak di sekolah…?

JAWAB:
Bisa, dulu kami beberapa kali pernah melakukan untuk anak-anak usia SMA dan salah satunya adalah sekolah Lab School Rawamangun, Jakarta dan di Denpasar Bali pun secara kolektif pada 29 Januari 2017 lalu bersama Yayasan AGAPES.

Untuk informasi lebih details mengenai Pemetaan Potensi Emas Anak KHUSUS SISWA SEKOLAH SMP 3 SAMPAI SMA 3 bisa menghubungi Miss DIAN di 0812 1818 4712 atau 0816 182 2323


Berikut ini ada beberapa kisah Pengalaman anak-anak yang pernah dipetakan potensinya:


1. Kisah Nia: http://ayahkita.blogspot.co.id/…/ayah-edy-i-am-coming-home-…

2. Kisah anak yang mogok sekolah: http://ayahkita.blogspot.co.id/…/sepenggal-kisah-anak-mogok…

3. Kisah Yefta: http://ayahkita.blogspot.co.id/…/kisah-si-bejo-dan-ayah-ed…/

4. Kisah Audi: http://ayahkita.blogspot.co.id/…/membalas-marah-dan-kebenci…

5. Kisah Joe: http://ayahkita.blogspot.co.id/2012/07/my-name-is-joe.html

Sabtu, 16 Maret 2019

KETIKA PERTAMA KALI AKU BELAJAR BERHENTI MEMBENCI




Tulisan ini agak sedikit panjang, tapi percaylah jika kita mau meluangkan waktu kita 5 menit saja, ini akan mengubah kehidupan kita dan keluarga kita 10 tahun kedepan.

============
Suatu hari kami berkesempatan berbincang-bincang dengan Sang Guru Compassion, di acara talkshow penutup kami di Radio Smart fm.

Sambil menunggu waktu kami duduk bersebelahan agar saya bisa belajar dari Sang Guru mumpung beliau ada disini.

Kebetulan kami berdua saat itu menghadap televisi yang sedang menyiarkan berita demi berita nasional yang provokatif.

Lalu saya mulai terpancing untuk mengomentari tayangan demi tayangan yang disajikan yang isinya tentang hujat menghujat, caci maki dan perbuatan yang tidak pantas dilakukan.

Makin lama menyaksikannya makin sy terpancing emosi dan mengeluarkan komentar-komentar pedas.

Lalu saya mencoba menengok pada wajah teduh sang Guru dan menanyakan apa komentar beliau menanggapi isu ini.

Beliau hanya tersenyum...,
Dengan wajah damainya beliau hanya berkata,

“ Ya, ini semua sudah sempurna sebagaimana adanya.”

Setelah itu muncul berita berikutnya yang tak kalah hebohnya, kembali saya terpancing lagi untuk memberikan komentar pedas.

Ketika saya kembali menengok padanya, beliau kembali tersenyum dengan wajah tenangnya berkata pelan;

“ Tidak apa-apa, tidak ada yang salah, semua ini sudah sempurna seperti apa adanya.”

Berkali-kali mendapat jawaban yang sama dan tidak memuaskan hati saya, karena beliau tidak ikut berkomentar pedas sebagai mana pada umumnya orang segera ikutan berkomentar pedas seperti saya, maka saya yang awam ini jadi penasaran, apa sih maksudnya ?
Kasus yang seperti ini kok dibilang sempurna ?
Yang bener saja !

======= teruslah membaca....

Bertanyalah saya pada Sang Guru, apa maksud dari kata2 beliau tadi;

Lalu dengan wajah teduh dan damainya beliau mulai membuka kata demi kata;

"Ya kesempurnaan itu terjadi apa bisa ada dualitas ada keduanya;

Ada siang dan ada malam, ada hitam dan ada putih, ada api dan ada air, ada sehat dan ada sakit, ada kuat ada lemah, ada lapar ada juga kenyang, ada KITA di sini dan ada MEREKA di sana"

“Mana yang lebih baik Api atau Air ?” beliau tiba2 bertanya pada saya.

Lalu saya berkata; “Tentu saja menurut saya air lebih baik dari pada api, air menyejukkan mendinginkan.”

"Nah disitulah apa bila kita belum memahami DUALITAS KEHIDUPAN INI”.

”Ambil contoh Air, air itu dibutuhkan ketika api ada, Perannya untuk menyejukan atau bahkah mematikan sang Api.

Air itu dibutuhkan ketika ada panas, nah apakah orang2 di kutub utara lebih menyukai air yang dingin atau api yang hangat..?.”

”Begitu pula malam datang meneduhkan dan mendinginkan bumi dan siang datang untuk menghidupkan bumi dengan panasnya matahari"

"Hujan turun untuk membahasi, dan panas matahari datang untuk Mengeringkan"

Seperti juga kebaikan itu baru kelihatan jika ada kejahatan.

Polisi juga dibutuhkan jika ada penjahat., KPK eksis karena ada para koruptor dan begitu seterusnya.”

“Itulah artinya semuanya sudah sempurna apa adanya"

"Mereka berada di perannya masing2"

"Tinggal kita sendiri sebagai manusia yang diberi kuasa oleh Tuhan untuk memilih peran, maka silahkan tentukan kita mau mengambil peran apa?; "

"apakah peran Api atau air, peran jahat atau baik.?”

"Justru jika tidak ada salah satunya maka peran lawannya menjadi tidak lagi dibutuhkan dan berguna.”

Lalu saya bertanya lagi

“Terus bagaimana kalau peran kejahatan ternyata jauh lebih banyak dari peran kebaikan, orang jahat jadi lebih banyak dari orang baik?”

======= teruslah membaca....

“Ya tentu saja jika itu terjadi kita harus segera menambah jumlah dan kualitas orang2 yang memainkan peran kebaikan.”

“Nah begitulah juga peran kamu dan saya disini, kita ada karena ada mereka disana yang merupakan kebalikan dari peran kita bukan? “

“Semakin banyak peran yang BUKAN KITA (semisal peran KEJAHATAN) maka semakin dibutuhkanlah keberadaan kita YANG MEMILIH MENGAMBIL PERAN KEBAIKAN”

“Itulah mengapa kita tidak perlu lagi menghujat MEREKA malainkan BERSYUKUR, karena merekalah maka peran kita menjadi begitu berarti dan dibutuhkan di tengah orang banyak.”

"Jadi barhentilah menghujat, tapi belajarlah melampaui dualitas tadi." 

"Dan segeralah tentukan apakah kita mau mengambil peran baik atau peran jahat seperti mereka..?"

"Sadarilah sebenarnya jauh lebih mudah mengambil peran sebagai kita yang ada disini, ketimbang mereka yang sedang memainkan peran itu disana itu lho.. " (sambil menunjuk ke televisi)

Maksudnya seperti apa ? tanya saya lagi

”Oh Iya dengan memainkan peran kita ini kan, kita cenderung menjadi orang yang lebih banyak menuai pujian, meskipun akan selalu ada sekali2 cemoohan (kembali lagi itulah dualitas); "

Tapi coba bayangkan jika kitalah yang sedang menjalankan peran mereka disana ?"

”Jadi bagaimana agar saya bisa menuju kesana, menjadi lebih memahami dualitas kehidupan ini ?”
Tanya saya pada sang Guru.

”Jika kita ingin melampaui dualitas, baik dan buruk dan tidak ingin lagi sering menghujat orang lain, maka belajarlah merasakan lapar sebelum merasakan kenyang, belajarlah di hujat sebelum di puji, cintailah siang jangan membenci malam, pahamilah dan TERIMALAH peran mereka masing2 sebagaimana kita menerima peran kita sendiri.”

”Karena sesungguhnya mereka adalah GURU-GURU bagi kita yang sedang mengajarkan kita untuk bisa merasakan apa arti dihujat, apa arti bersabar, ya memahami kehidupan ini secara UTUH bukan hanya separohnya saja.”

"Melalui Kejahatan yang mereka lakukan mengajarkan pada kita tentang pentingnnya menanamkan kebaikan pada anak kita sejak dini"

"Melalui KEBENCIAN yang mereka tebarkan, mengajarkan pada kita pentingnnya menanamkan rasa cinta kasih pada anak-anak kita.

"Agar kelak akan lahir generasi yang TIDAK SEPERTI MEREKA lagi..."

"Mereka sesungguhnya hanyalah guru yang mengingatkan kita untuk memilih PERAN APA yang akan kita lakukan saat ini"

"Jangan fokus pada mereka tapi fokuslah pada dirimu sendiri, apakah kamu ingin membenci juga seperti mereka, atau kamu ingin menghapuskan kebencian dan mengganti dengan cinta kasih...?"

Ingatlah bahwa POTRET DUNIA INI dibentuk oleh pilihan KOLEKTIF dari masyarakatnya.

"Jika secara kolektif mayoritas masyarakat kita memilih peran kebaikan, maka kejahatan segera akan berkurang"  seperti itulah bekerjanya hukum Tuhan.

======= teruslah membaca....

”Ingat sering2 lah melatih diri dan belajar dan merasakan menjadi orang yang di hujat dan di cemooh agar kamu bisa merasakan rasanya dihujat, haingga akhirnya kamu tidak ikut-ikutan menghujat."

" Persis sebagaimana para guru besar dunia dari timur dulu, bagaimana para guru ini di hujat tanpa balas menghujat, dihina tanpa balik menghina, diludahi tanpa balik meludahi, dibilang gila tanpa harus membalas memaki, dilempari kotoran tanpa harus membalas,  bahkan ditampar pipi kirinya malah diberikan pipi kanannya,  hingga akhirnya orang yang tadinya sangat MEMBENCInya malah balik menjadi mengasihi."

"Dengan melakukan hal itu pada akhirnya para guru ini mamahami apa hakekat hidup yang sesungguhnya. ”

"Lalu bagaimana caranya agar saya bisa seperti itu...?"  tanya saya pada sang guru.

” Caranya bisa bermacam-macam, tapi yang paling mudah cobalah melontarkan sesuatu yang memungkinkan orang lain untuk menghujatmu, menghakimi mu, tapi sadarilah bahwa ini bukanlah dirimu yang sesungguhnya, melainkan hanya bersandiwara untuk melatih diri melepaskan dari penghakiman karena dualitas kehidupan ini.”
Jawab sang guru dengan lembut.

”Setelah itu apa yang dilakukan ?
Bagaimana kita bisa kuat menghadapi cemoohan, hinaan, hujatan dan hal-hal yang tidak biasa kita terima ?”
tanya saya lagi pada Guru.

Sejenak beliau mulai terdiam, dan berkata "lakukan seperti ini"

"Atur nafas... rileks... rileks...dan semakin rileks, lalu bayangkan kamu sedang di hakimi dan
....terima....terima....terima... karena dengan menerima ia akan berproses"

"....rasakan...rasakan...rasakan.. karena dengan merasakan kamu akan mengerti berada di posisi ini
.... lepaskan..lepaskan...lepaskan..” karena dengan melepaskan semua perasaan yang menyakitkan akan pergi "

”Lakukan ini berulang-ulang hingga kamu terbiasa..“ dan semua perasaan negatif itu lepas dan sirna satu demi satu."

"Wah... sepertinya sulit betul ya, untuk bisa menjadi teduh, damai dan bijaksana seperti guru ?" , kata saya.

”Pada awalnya mungkin terasa sulit tapi jika sudah di latih dan di latih lagi maka lama kelamaan akan menjadi lebih mudah karena terbiasa." 

"Karena manusia adalah mahluk terbentuk dari kebiasaan"

"Jadi latihlah dirimu dan sering2lah merasakan atau berada di posisi lawan dari peranmu yg sekarang ini, agar kita benar2 terlatih untuk tidak lagi mudah terpancing dan terusik oleh isu apapun dan ikut2an menghakimi orang lain.

Melainkan MEMPERKUAT PERANMU SENDIRI untuk menjadi apa, siapa dan melakukan apa di bumi ini"

"Apakah kita ingin menjadi orang yang merusak atau memperbaiki hidup dan kehidupan ini..?"

"Itu adalah pilihan kita sendiri berikut konsekuensinya masing-masing".

”Jika kamu bisa melakukan itu secara spontan, maka damailah di hati dan damailah di bumi.”
Beliau menyudahi penuturannya."

======= teruslah membaca....

Ya Tuhan...

Mendengarkan penuturan ini rasanya diri saya masih terasa jauh sekali dari samudera keteduhan batin dan jiwa, rupanya saya masih harus mendaki jauh sekali menuju ke puncak kebijaksanaan tertinggi sebagaimana yang dituturkan Sang Guru Compassion.

Semoga Tuhan membimbing setiap langkah ku untuk mendaki satu demi satu anak tangga pelajaran menuju tataran Guru Compassion.

Ayo segera share tulisan ini pada orang-orang yang anda kasihi atau bahkan anda benci.

ditulis oleh ayah edy
Guru Parenting Indonesia.
www.ayahkita.blogspot.com

Rabu, 03 Oktober 2018

GEJALA PSIKOSOMATIS PADA ANAK


Anak saya selalu mengalami penyakit aneh tiap mau berangkat ke sekolah.

Saya bu Joan dari Kelapa Gading, punya 2 anak yang pertama 5 tahun dan yang kedua 1 tahun.

Saya menyekolahkan anak saya di satu Play Group International yang cukup mahal, namun bila di minta pergi ke sekolah dia sulit sekali, dan jika di paksa dia tidak mau turun dari mobil, dan sering mengeluh kepalanya pusing, sakit perut dan sebagainya.

Dan belakangan ini jika diminta berangkat ke sekolah kulitnya mulai mengalami bintik-bintik merah semacam alergi. Ada apa dengan anak saya...? Dan apa yang harus saya lakukan..?

Kebetulan ada orang tua yang mengalami kasus yang mirip sekali dengan anak ibu,  Sebut saja ibu X, anaknya yang berusia 5 tahun itu di ajak untuk bertemu dengan saya.

Lalu saya jelaskan bahwa dalam kasus ini sepertinya anak ibu tidak berbohong, apa lagi jika sampai alergi seperti itu.

Saya melihat ini lebih cenderung pada gejala stress anak menghadapi sekolahnya atau yang juga dikenal sebagai Gejala Psikosomatis.

Pada ibu ini saya jelasakan bahwa dulu sistem pendidikan menganut pada prinsip bahwa setiap anak adalah sama dan seragam sehingga setiap anak harus bisa mengikuti keinginan gurunya jika tidak bisa maka ia akan di paksa atau mungkin di beri sangsi tertentu. Bisa jadi ini yang menjadi pemicu stress pada anak ibu.

Namun setelah dilakukan penelitian lebih dari 30 tahun terakhir, ternyata ditemukan bahwa masing-masing anak itu unik, baik secara fisik, psikologis maupun cara otaknya bekerja.

Oleh karena itu sistem pendidikan modern telah mengubah prinsip dasar sistem pengajarannya, agar setiap guru bisa memahami kebutuhan dan cara belajar yang unik dari masing-masing anak. Sehingga tidak lagi membuat anak-anak stress bersekolah.

Lalu si ibu tadi menyanggah, Padahal saya sudah sekolahkan dia di sekolah yang mahal lho......

Nah itu masalahnya, Mahal tidak menjamin menjalankan prinsip pendidikan yang mamahami keunikan masing-masing anak, dan bahkan banyak juga yang di atas kertas sudah mencanangkan sistem pendidikan yang modern namun di lapangan masih saja para gurunya menerapkan sistem dan cara belajar lama yang konvensional.

Hal ini mungkin disebabakan karena kurangnya pelatihan dan sistem kontrol terhadap proses belajar-mengajar.



Nah disinilah kuncinya, untuk mengetahui apakah sebuah sekolah bagus atau tidak, kita bisa lihat dari dua aspek, yang pertama adalah apabila anak kita menjadi semakin kritis dan berani mengungkapkan pendapatnya dan yang kedua adalah apa bila prilakunya semakin baik, santun dan peduli.

Biasanya sekolah yang baik akan membuat anak-anaknya betah bersekolah atau bahkan membuat anaknya lebih senang bersekolah dibandingkan libur.

Setelah saya memberi penjelasan pada ibu ini, lalu  anaknya saya ajak bicara, dan di luar dugaan dia berani menjawab dengan sangat jelas sekali;  Saya awali pertanyaan saya seperti ini;

Sayang, nak apa kamu suka bersekolah....? dia diam...tidak menjawab.

Apakah kamu ada masalah di sekolah...? .dia mengangguk
Apakah karena kamu ada masalah, sehingga sekarang jadi tidak suka bersekolah..? dia mengangguk..lagi.

Apakah masalahnya dengan teman atau guru....?  dia mulai mau menjawab,   guru.

Apakah semua guru, beberapa guru atau hanya satu guru...?  dia menjawab hanya satu.

Boleh ayah tahu namanya....?  dia menjawab  Ibu X

Lalu saya menoleh ke Ibunya...., Ibu dengar...penjelasan langsung anak ibu...?

Akhirnya si Ibupun mengangguk, ya Ayah mungkin anak saya benar.  Karena sejak ia ganti guru dia menjadi berubah seperti ini.

Lalu saya harus bagaimana ayah...? 

Ya sekolah yang baik adalah sekolah yang semua gurunya menjadi favorit bagi murid-muridnya, jadi pertama coba ajak pihak sekolah untuk bekerjasama; jelaskan hasil pembicaraan kita ini pada sekolah dan kita lihat responnya.

Jika masalah ini di tanggapi positif dan dilakukan usaha dan tindakan perbaikan, maka itu sekolah yang peduli namanya.

Lalu jika tidak di tanggapi dan tidak ada perbaikan bagaimana...?

Ya saya pikir ibu bisa mencari sekolah lain yang lebih peduli ; dan menurut saya sudah saatnya kita perlu memilih sekolah yang peduli pada permasalahan tiap siswanya. 

Karena kunci keberhasilan siswa adalah pada kerjasama guru dan orang tua.  Pendidikan itu tidak akan berhasil tanpa kepedulian dan kerjasama dari kedua belah pihak.

by Ayah Edy
Guru Parenting Indonesia
Pendiri Gerakan Indonesian Strong from Home
0812 1818 4712

PACARAN PARA ABG DAN CARA MENGATASINYA..?


ABG DAN REMAJA YANG MEMILIH UNTUK TIDAK PACARAN..?

Sahabat ayah bunda yang dimuliakan Tuhan.

Berkali-kali saya selalu menemukan wajah anak-anak kita akan semakin Cantik dan Ganteng saat mereka sudah mengetahui Tujuan Hidup Mereka dan kita bimbing dengan cara yang tepat sesuai dengan Potensi Emas yang mereka miliki.

Audrey memiliki minat terbesar di bidang Theater dan Psikologi.

Saya ingat pertama kali bertemu Audrey di Bali, wajahnya masih penuh kegalauan.....

Namun setelah mengikuti proses bimbingan pemetaan potensi emas dan bimbingan life plan kini ia berubah total.

Wajahnya semakin cantik dan pikirannya semakin fokus untuk bisa mewujudkan mimpinya.

Dan yang menarik adalah dengan penampilan secantik ini ia memilih untuk tidak pacaran dulu demi meraih mimpi tertingginya.... 

Yang membuat saya kagum adalah ia tidak pernah galau apa lagi minder jika ditanya apakah sudah punya pacar.....

Fenomena ini ternyata terjadi tidak hanya pada Audrey melainkan juga pada anak-anak bimbingan kami yang lainnya yang sudah jelas betul mimpi hidupnya dan sudah memiliki rencana pencapaian hidup.

Satu anak lagi bernama Arrie juga tinggal di Bali,  yang punya mimpi untuk menjadi Presenter Kulinari Bisnis dan Resto dan Juga Production House untuk acara2 TV Kuliner.

Satu ketika ikut seminar kami yang berjudul "Menemukan Soul Mate" di Sekolah High Scope Denpasar, Bali, 

Kakak Arrie ini sangat PD mengatakan Belum Punya Pacar dan Belum Butuh Pacaran, ketika Presenter dari Radio Osh bertanya apakah ia sudah punya pacar, dan kenapa wajah seGanteng ini kok belum punya pacar?

Kak Arrie bukanlah anak yang tidak pandai bergaul, bahkan ia justru anak yang sangat dikenal dan terkenal dipergaulannya, dan menjadi bintang "Vokalis" dari salah satu grup bandnya yang banyak manggung diberbagai tempat di Bali.

Tapi itulah jawabannya, Belum butuh pacaran !

Wow ! Jawaban yang Langka di usia Remaja zaman Now !

Sungguh sebuah kebersyukuran bagi saya, yang menyelenggarakan acara Parenting Remaja tentang Pacaran tapi malah membuat para pesertanya justru MEMILIH UNTUK TIDAK PACARAN. demi meraih mimpinya.



Terimakasih ya Nak, semoga kalian kelak bisa menjadi generasi bangsa yang membanggakan orang tua, keluarga dan negeri ini.

Terimakasih ya untuk kedua orang tua yang hebat yg telah yang mendukung cita-cita putera-puteri tercinta.

GBU !

Salam syukur penuh berkah
ayah edy
guru parenting Indonesia.
Pendiri Gerakan Membangun Indonesia yang kuat dari Keluarga.
www.ayahkita.blogspot.co.id
0812-1818-4712

Foto:
1. Mom Irene bersama Audrey setelah acara pentas Theater
2. Kakak Arrie baru jumpa ayah di IBC Kuta  Bali

BAKAR SAMPAH ORANG INDONESIA

Suatu ketika kami sedang berjalan-jalan pagi, dengan maksud olah raga sekaligus mencari udara segar.

Rute yang kami pilih mulai dari menyusuri komplek perumahan hingga ke perkampungan di sekitarnya.

Ah tapi sayangnya harapan kami pupus sudah untuk bisa mendapatkan udara segar di pagi hari, hampir setiap kampung kami temui orang sedang sibuk membakar sampah di sejuknya udara pagi. Al hasil bukannya kami tambah sehat tapi malah batuk-batuk. Terlebih dari sampah yang di bakar juga ada unsur yang berasal dari plastik atau karet.

Dalam Batin sy merenung, sebenarnya betapa indahnya Tuhan menciptakan bumi ini yang di penuhi oleh pohon-pohonan yang setiap pagi menghasilkan udara segar. Tapi betapa sayangnya kita tanpa sadar telah merusak udara pagi yang segar itu dengan asap-asap sampah yang kita bakar.

Bayangkan betapa murninya udara ciptaan Tuhan di pagi hari, sy coba membandingkan seandainya kita harus membeli mesin pemurni udara berapa uang harus kita keluarkan, sedangkan mesin pemurni udara untuk ukuran ruangan 32m2 saja harganya bisa mencapai 4 juta lebih. Dan itupun hasilnya tidak bisa mengalahkan segarnya udara yang di keluarkan dari pohon-pohon alami yang tumbuh di sekitar kita.

Betapa kita telah menyia-nyiakan udara bersih yang di berikan Tuhan pada kita, dan telah meracuni diri sendiri juga masyarakat di sekitar tempat kita membakar sampah.

Saya jadi ingat sebuah percakapan dengan seorang teman dari Jepang, saat habis meninjau pusat pembuangan sampah bantargebang, Bekasi.

Beliau bertanya, kenapa masyarakat disini suku membakar sampah, padahal sampah itukan sangat bermanfaat untuk menjadi bahan dasar produksi untuk menciptakan produk yang berguna, sementara jika di bakar selain meracuni udara juga tidak ada manfaatnya sama sekali bagi kehidupan.

Kami di Jepang selalu memilah2 sisa sampah masyarakat, yang plastik kami jadikan produk daur ulang plastik, yang makanan akan kami jadikan bahan dasar pupuk organik, yang beracun kami netralisir dan tidak langsung di buang ke bumi dan tentu saja ini akan membuat lingkungan kita dan udara kita jadi bersih.

Lama saya termenung memikirkan penjelasan beliau.

Mungkin ini sudah menjadi tradisi turun-temurun masyarakat kita ya... dan bahkan dulu waktu kecil sy juga di doktrin bahwa untuk mengusir nyamuk kita perlu bakar-bakar sampah, meskipun hasilnya bukannya nyamuk yang pingsan tapi kita semua yang hampir pingsan.

Kemungkinan yang kedua adalah karena di sekolah tidak pernah di ajarkan bagaimana mengelola sampah menjadi produk daur ulang, sehingga anak-anak kita tidak ada yang tahu bagaimana mengelola sampah semestinya, akhirnya mereka mewarisi tradisi orang tuanya masing-masing untuk membakar sampah yang ada di sekitar rumahnya. Kurikulum kita terlalu banyak memaksa anak belajar yang rumit-rumit dan bikin stress tapi lupa mengajarkan hal-hal sederhana yang penting dan sangat bermanfaat bagi kehidupan masyarakat dan dirinya sendiri.

Kemungkinan yang ketiga adalah karena PEMERINTAH juga diam saja tidak melakukan tindakan pencegahan, serta proses pendidikan masyarakat yang berkaitan dengan kesehatan udara kebersihan lingkungan semisal dengan mengeluarkan peraturan dilarang membakar sampah, dan menyediakan sarana pengelolaan di tiap daerah masing-masing.

Sy berpikir lagi dalam batin sambil berdoa, ya Tuhan suatu saat sekolah saya yg sy cita-citakan sebagai project nasional ini jadi saya pastikan bahwa anak-anak akan di ajarkan cara mengelola sampah dan bagaimana bisa hidup serasi dengan alam dan mencintai bumi yang mereka tinggali. Agar mereka tidak terus menerus mewarisi sebuah tradisi yang salah dan berbahaya dari generasi ke geneari berikutnya.

Mari kita cintai bumi ini, Bumi kita semua, rumah bersama umat manusia.

Mohon doanya sekolah ini bisa benar-benar terwujud tahun 2015 mendatang.

Salam syukur penuh berkah.
www.ayahkita.com

Download talkshow ayah edy gratis di : www.ayahedyguru.tk
Saksikan talkshow2 ayah edy ti tv via: www.ayahedy.tk

Saksikan dialog menteri kehutanan kita tentang perusakan dan penggundulan hutan di Indonesia untuk Industri
https://www.facebook.com/video.php?v=10152967219497222&set=vb.595137221&type=2&theater

DAPAT BEA SISWA DI JERMAN


Assalamualaikum wr wb

Ayah bunda yang dimuliakan Tuhan,

Apa kabarnya hari ini...?

izinkan saya ingin berbagai kisah hidup saya sebagai seorang pendidik....

Sejak tahun 2006 banyak para orang tua datang pada saya dengan membawa anaknya yang katanya bermasalah.

Mulai masalah dengan belajar, tidak bisa mengikuti pelajaran disekolah, nilai sekolahnya pas-pasan, bahkan sampai yang mogok sekolah.

Ada yang tidak bisa bicara, ada yang dibilang autis, asperger, add, adhd dan lain sebagainya.

Alhamdullilah berkat bimbingan Tuhan melalui kami kepada para orang tua ini, akhirnya satu persatu justru anak yang dulunya dianggap bermasalah ini malah membawa berkah bagi keluarganya.

"saya jadi sering termenung, kenapa ya Tuhan sering kali memberikan berkah dibalik masalah...?"

atau mungkin lebih tepatnya jika kita berpikir benar pada apa yang selama ini dianggap MASALAH, kok justru pada akhirnya malah menjadi BERKAH....

Sudah tak terhitung jumlahnya dan berbagaimacam kasusnya. Tapi alhamdullilah selalu happy ending pada akhirnya.

Sampai-sampai ketika saya bertemu dengan orang tua yang membawa anaknya yang katanya bermasalah, saya kerap perkata;  Ibu bapak bersyukurlah anak ibu dinyatakan bermasalah, karena jika tidak ibu tidak akan mencari saya untuk bertemu dan menemukan berkah tersembunyi dibalik masalah yang disematkan pada anak ibu.

Dan nyatanya memang benar 90% dari orang tua yang datang pada saya untuk bertemu, pada awalnya stress karena masalah anaknya tapi kemudian malah merasa bersyukur dan bahagia yang tak terkirakan karena kini anaknya menjadi amat sangat luar biasa dibandingkan anak lain seusianya.

2 hari yang lalu saya baru saja diundang acara syukuran keluarga besar mama Yefta di Solo. Dalam acara syukuran ini  benar-benar satu keluarga besar merasa sangat berbahagia dan bersyukur atas perkembangan putera sulungnya yang dulu dianggap sangat bermasalah tapi sekarang justru menjadi anak yang berperilaku sangat baik, dan memiliki cita-cita dan semangat belajar yang sangat tinggi.  Dan perubahan ini juga menulari adik2nya, kedua orang tuanya hingga seluruh keluarga besarnya.  Rasa syukurnya yang tak terhingga ini juga diwujudkan dengan mendirikan sebuah sekolah "Alternatif" di Solo. Sebuah sekolah alternatif bagi anak-anak yang tidak suka sekolah formal atau yang ditolak oleh sekolah formal karena berbagai alasan.

Pagi tadipun saya baru saja bertemu orang tua yang dulu kira-kira 5 tau 6 tahun yang lalu mengikuti program observasi kami, dan terus dilanjutkan program pemetaan potensi, dan hari ini hasilnya sungguh amat sangat membahagiakan.... , anaknya telah meraih berbagai prestasi di dunia penerbangan Nasional, dan ingin melanjutkan cita-citanya untuk menjadi Pilot Pesawat Komersial.  Saya melihat wajah-wajah ceria, bahagia dan penuh syukur dari kedua orang tuanya juga anaknya....

Ya Tuhan betapa bahagianya hati ini....datan tentu saja tak terbayangkan betapa bahagia hati para orang tua mereka,  belum lagi anak-anak yang pernah tersentuh jiwanya melalui program parenting dari desa ke desa di Bali,  mereka benar2 memajang foto saya dikamarnya agar bisa selalu mengingat pesan Ayah katanya, dan mereka semua semakin baik dan luar biasa......

Begitu juga dengan para murid kami disekolah....., yang satu demi satu tersentuh jiwanya bertranformasi dari anak-anak yang dianggap penuh masalah menjadi anak-anak pembawa berkah dan kebanggaan bagi keluarga.

Semua ini bisa terwujud tentunya atas peranserta kedua orang tuanya yang begitu gigih berjuang demi anaknya, yang begitu konsiten mengikuti setiap nasihat yang kami berikan untuk dilakukan demi anaknya, meskipun terkadang saran dan nasehat kami harus bertentangan dengan pemikiran keluarga besarnya.

Tak jarang dari para orang tua yang harus menerima hujatan pahit dari keluarga besar dan orang-orang terdekatnya.

Saya sungguh salut dan menaruh hormat yang setinggi-tingginya bagi para orang tua yang sanggup melampaui semua cobaan dan tantangan ini.

Semoga akan terus ada lebih banyak anak-anak Indonesia yang menjadi luar biasa, dan menjadi yang terbaik dalam meraih mimpi-mimpi besarnya.

Mari kita bangun Indonesia yang kuat dan mulia dari keluarga melalu anak-anak kita tercinta.

Kalau bukan kita mau berharap pada siapa lagi..?
Kalau bukan sekarang mau kapan lagi....?

Ayah Edy Guru Program Pemetaan Potensi Emas Anak
www.ayahkita.com
0812 1818 4712

foto:  Kakak Haikal yang mendapat beasiswa studi di Jerman.

JANGAN CUMA SEKEDAR SEKOLAH


JANGAN CUMA ASAL SEKOLAH

Sebuah dialog orang tua dengan ayah edy,

Assalamu'alaikum..
Selamat malam Ayah Edy..

Perkenalkan saya Henny, follower FP Ayah dari Lombok NTB.

Maaf ingin konsultasi jika Ayah ada waktu, sekolah kami mulai tahun ajaran baru ini insya Allah akan mendidik akhlak utk siswa baru di 1-2 bulan pertama, baru setelahnya belajar pelajaran sebaimana sekolah pada umumnya.

Oh iya, saya mengajar di SMPIT Tunas Cendekia Mataram.

Saya mohon saran Ayah, setelah kita memberikan teori dan praktik di awal utk adab/kebiasaan baik, bagaimana mengontrol adab yg sudah kita ajarkan agar sampai menjadi budaya keseharian siswa?

Terima kasih yg mendalam utk jawaban Ayah. 🙏🙏

===============
Jawaban ayah edy:

Waalaikumsalam
Selamat Malam bunda Henny.

Untuk mengontrol adab anak harus mengontrol terlebih dahulu adab orang tua karena orang tua adalah contoh pertama bagi anak.

Disekolah kami semua calon orang tua wajib mengikuti tes kelayakan sebagai orang tua dalam mendidik anak, teori dan praktek.

Setiap orang tua dianjurkan untuk membaca buku ini sebelum tes.

Lalu para guru wajib memberikan contoh adab karena guru adalah contoh kedua bagi anak disekolah.

Orang tua kami beri raport tentang Perkembangan Adab Orang Tua atau Parent Performance Report setiap 3 bulan.

Bagi orang tua yg raportnya merah kami panggil kesekolah untuk kami bimbing.  Jika tidak juga berubah dalam waktu 6 bulan kami beri surat peringatan, 3 kali surat peringatan kami keluarkan.

Kita tidak akan bisa mengubah adab anak jika orang tuanya tidak mau berubah.
Setelah perlahan adab anak berubah baru mulai kita adakan pembelajaran......

Biasanya anak itu hanya perlu waktu beberapa minggu atau paling parah perlu 3 bulan untuk bisa berubah adabnya. Yang sulit itu mengubah adab orang tuanya.

Apa bila ada anak baru pindahan yang bergabung ke sekolah perlu masuk kelas KARANTINA adab, untuk menyesuaikan diri juga tidak memberikan pengaruh buruk bagi anak2 yang adabnya sudah bagus.

Setelah adab masa karantina dianggap layak, maka anak tersebut boleh digabungkan bersama anak lainya dalam satu kelas.

teruskanlah membaca......

Proses pendidikan adab ditempat kami tidak ada teori langsung praktek, melalui contoh yang diberikan oleh guru.  Yang kami kontrol ketat adalah adab para gurunya.  Karena jika para guru nya memiliki adab yang baik maka kami dengan mudah bisa mendidik adab anak dan orang tuanya.

Para guru yang beradab baik adalah kunci keberhasilan sistem pendidikan disekolah kami.

Sekolah kami sangat lembut dalam membimbing tapi sangat ketat dan cermat dalam menilai adab para guru dan orang tua. Bahkan cara bercanda para guru saja kami monitor, serta kami juga menjadi pembimbing langsung dalam proses "pacaran" atau pemilihan calon pasangan hidup para guru2 kami.

Dengan pendekatan keayahan terhadap anaknya,  Alhamdullilah hampir setiap guru kami selalu mengkonsultasikan calon pasangan hidupnya langsung dengan saya, apakah cocok sebagai soulmate atau tidak.   Bahkan hampir semua guru memperkenalkan calon pasangannya pada kami untuk sama2 diajak berkonsultasi pada ayah edy katanya.   Jadi sebelum menikah kami tahu persis siapa calon suami para guru kami.

Dan para guru juga rupanya sangat bahagia bisa mengkonsultasikan calon pasangannya pada kami (khusus langsung dengan ayah edy)

Bagi kami adab itu dimulai dari kami para pemimpin sekolah dan para guru, baru ke orang tua murid dan murid.

Di Bali kami baru buka sekolah 3 tahun sudah mengeluarkan lebih dari 5 orang guru karena masalah adabnya tidak bisa diubah dan 3 orang tua untuk alasan yang sama.

Percayalah kita tidak akan bisa mengubah adab seorang anak tanpa melibatkan kedua orang tua atau keluarganya dirumah.

Ketika adab menjadi dasar pendidikan seorang anak maka itulah sesungguhnya pendidikan yang akan menghasilkan generasi bangsa yang cerdas dan berhati mulia.

Karena adab itu jauh lebih utama dari Ilmu

Adab harus diajarkan dan dibiasakan setiap hari sampai menjadi perilaku sehari-hari.

Semoga uraian ini bisa membantu.

Karena pertanyaan ini sangat bagus saya mohon izin untuk mensharenya di fb.  barangkali saja juga bisa berguna untuk sekolah lainnya yang ingin menjadikan Adab sebagai pondasi dasar di sekolahnya masing-masing.

Bunda Henny Nov

Silahkan, Ayah..
Terima kasih yg sebesar2nya atas penjelasannya.
Kami sedang mulai membangun pondasi pendidikan di sekolah kami dengan adab.
Berharap suatu saat kami bisa berkunjung ke sekolah Ayah.

=========
Ayah edy:

Semoga kita bisa berjumpa langsung.  Terimakasih untuk pertanyaannya yang sangat berharga bagi pendidikan anak2 bangsa. 

Tanpa adab Indonesia akan terus menjadi seperti apa yang kita lihat saat ini atau bahkan lebih buruk lagi.

HANYA SEKEDAR BISA MEMBACA VS GEMAR MEMBACA


BISA MEMBACA VS GEMAR MEMBACA...?

Ayah Edy,  saya Bu Ike dari BSD, saya ortu dari Biandra 4thn & Bivaldi 2 tahun.  Belakangan ini saya lihat sedang marak-maraknya para ibu untuk mengajari anak usia balitanya agar bisa membaca. 

Apakah saya cukup bijaksana untuk melakukan hal itu pada anak saya ?  Kalo boleh tahu apa efek positif dan negatifnya,  terimakasih dan ditunggu sekali jawabannya.

Agak sulit untuk menjawab pertanyaan ini,   untuk itu mari kita tanya pada diri sendiri, Tujuan apa yang mendasari kita untuk mengajari anak membaca diusia balita. 

 apakah kita ingin agar anak kita bisa membaca atau kita ingin agar anak kita menjadi gemar membaca..?  Pertanyaan ini sangat penting, karena jelas sekali bedanya, anak yang bisa membaca belum tentu gemar membaca.

Kalau tujuan kita hanya agar anak kita bisa membaca, dan biasanya dengan salah satu tujuan lainya adalah untuk di pamerkan pada saudara, kerabat atau tetangga, sungguh ini sangat tidak bijaksana.

Namun kalau tujuan kita adalah agar anak kita menjadi suka/gemar membaca mungkin jauh lebih bijaksana dan memberi manfaat pada anak. 

Memang betul anak usia balita sudah bisa di ajari membaca, namun ternyata menurut hasil penelitian menyatakan bahwa mengajari anak membaca diusia yang terlalu dini justru tidak membuat anak menjadi gemar membaca. 

Hasil penelitian menjukkan bukti bahwa anak-anak yang diajari baca di usia Balita justru membaca dan menulis buku jauh lebih sedikit daripada anak-anak yang di ajari baca sejak usia 7 atau 8 tahun pada saat mereka sudah remaja.

Kemudian hasil temuan lain mengatakan bahwa kemampuan anak yang di ajari membaca sejak usia balita dengan anak yang di ajari baca di usia 7-8 tahun akan sama baiknya pada saat mereka sama-sama berusia 10-12 tahun. 

Namun ternyata minat baca anak yang diajari membaca sejak usia balita jauh lebih rendah dibanding minat baca anak yang diajari baca di usia 7-8 tahun.

Mengapa hal ini bisa terjadi...?   Mari kita simak bersama penjelasannya.....

Otak anak pada usia dini itu bertumbuh amat sangat pesat,  jika yang kita kembangkan adalah kemampuan kreatif mereka maka syaraf-syaraf kreatifnyalah yang akan berkembang sempurna. Hal ini biasanya di tandai dengan rasa ingin tahu anak yang tinggi terhadap berbagai hal baru. 

Namun jika tidak maka rasa ingin tahu atau syaraf-syaraf kreatif anak tersebut akan melemah, sehingga minat/rasa ingin tahu anak pada berbagai hal juga melemah hal ini ditandai dengan prilaku anak yang cenderung pasif.

Oleh karena itu berdasarkan penelitian. Di ketahui bahwa jauh lebih penting untuk mengajarkan anak di usia balita permainan kreativitas, sehingga syaraf-syaraf kreativnya bertumbuh sempurna;, baru kemudian anak diajari  bagaimana cara memenuhi rasa ingin tahunya tersebut melalui kemampuan membaca. 

Sehingga setelah dia bisa membaca maka dia akan gunakan kemampuan bacanya tersebut untuk mengeksplorasi segala informasi dari berbagai bahan bacaan untuk memenuhi rasa ingin tahunya tadi.

Begitulah penjelasan Kathy H Passeks, dalam bukunya yang berjudul  Even Einstein did not learn form a flash Card. atau Einstein ternyata tidak pernah belajar Flash Card lho...

Dari penjelasan tersebut ternyata di ketahui bahwa mengajari anak membaca di usia dini justru kontra produktif terhadap pertumbuhan syaraf-syaraf kreatif yang dimilikinya. 

Sehingga pada saat anak sudah bisa membaca, dia tidak tahu untuk apa kemampuan baca itu dia gunakan, karena dia tidak lagi memiliki rasa ingin tahu yang besar dan mendalam.

Oleh karena itu  jika kita perhatikan pendidikan-pendidikan usia dini yang ada di negara-negara maju pada umumnya sebagian besar aktifitasnya di fokuskan untuk membangkitkan kreatifitas anak melalui berbagai macam permainan dan diskusi, anak-anak baru diperkenakan baca tulis hitung diusia kira-kira 7 atau 8 tahun.

Bu Ike yang baik, coba perhatikan berapa banyak buku yang sudah ibu baca dalam sebulan...?  apakah menurut bu Ike minat membaca ibu saat ini cukup tinggi...? 

Jika jawabannya tidak, mungkin bisa jadi karena kita dulu adalah bagian dari anak-anak yang sudah di ajari membaca di usia dini.

Akan tetapi sekali lagi segalanya terpulang kembali pada masing-masing orang tua.  Apakah kita ingin anak kita cepat bisa membaca saja  atau kita ingin anak kita menjadi anak yang gemar membaca...

by ayah edy
Guru Parenting Indonesia
www.ayahkita.blogspot.co.id
Pimpinan sekolah Maha Karya Gangga
Singaraja Buleleng, Bali

3 RUDI

BERANI MELAKUKAN HAL-HAL DI LUAR KEBIASAAN


Ayah bunda yang berbahagia apa kabarnya hari ini...?

Tahukah anda apa persamaan dan sekaligus perbedaan dari Rudi Choirudin, Rudi Hartono dan Rudi Hadi Suawarno..?

Yah tepat sekali jawaban anda..!  mereka sama-sama laki-laki dan bernama depan Rudi, sama sukses dan terkenalnya.  Sedangkan perbedaannya adalah mereka terkenal dan sukses pada bidang yang berbeda.

Ayah bunda.., 
Siapa yang tidak kenal Rudi Choirudin,  hampir setiap stasion televisi menayangkan program masak-memasaknya.  Siapa pula yang tidak kenal dengan Rudi Hartono sang legendaris bulu tangkis peraih mendali emas All England 8 kali berturut-turut, dan tentu saja Rudi Hadisuwarno pun tak kalah ngetop dan suksesnya.

Outletnya hampir selalu ada ditempat-tempat terkenal yang pernah anda kunjungi.  Atau malah mungkin anda adalah salah satu pelanggan setianya..?

Demikianlah kehidupan selalu memberikan pelajaran kepada kita bahwa sesungguhnya setiap orang memiliki potensi keunggulan yang berbeda-beda, dan apa bila masing-masing keunggulan ini berhasil ditemukan serta diasah dengan baik, pasti akan membawa seseorang ke puncak sukses.

Ayah bunda....,
Siapa sangka bila pada awalnya seseorang yang hanya tertarik pada bidang masak-memasak ternyata bisa menjadi orang yang sukses dan terkenal, dan siapa pula yang menyangka bila seorang yang pada awalnya hanya tertarik pada bidang potong-memotong rambut kini malah menjadi orang yang sukses dan sangat terkenal.

Saya yakin bahwa setiap anak yang terlahir didunia ini sesungguhnya membawa misi hidupnya masing-masing yang satu sama lain berbeda-beda begitu kata Gardner, seorang ahli pendidik,sang pencetus Multiple Intelligence. 

Dan katanya lagi, Ternyata setelah saya melakukan penelitian selama lebih dari 20 tahun, saya menemukan bahwa didalam otak setiap anak terdapat potensi kecerdasan yang berbeda-beda yang siap untuk dikembangkan menjadi manusia-manusia unggul.

Itu artinya bahwa setiap anak kita berpotensi untuk menjadi orang yang unggul dan sukses..

Namun sayangnya potensi unggul ini sering kali tidak bisa berkembang dengan baik, karena pandangan masyarakat dan orang tua yang menganggap bahwa sukses hanya bisa ditempuh melalui jalur-jalur tertentu diperguruan tinggi atau malah hanya terbatas pada jurusan-jurusan yang dianggap bergengsi.

Kita tidak akan rela bila anak kita ternyata lebih menyukai masak-memasak ketimbang belajar, kita juga tidak rela bila ternyata anak kita lebih tertarik pada bidang potong-memotong rambut, ketimbang mengambil jurusan yang bergengsi.

Padahal kehidupan telah jelas-jelas memberikan pelajaran berharga bagi kita, bahwa sukses itu diraih apa bila kita berhasil menekuni bidang yang menjadi keunggulan kita.

Akankah kita terus memiliki pandangan seperti ini...?  Mengapa kita telah tega memasung kecerdasan anak-anak kita hanya untuk gengsi atau kekhawatiran-kekhawatiran akan masa depannya, yang sungguh-sungguh tidak beralasan.

Ayah bunda yang saya cintai....

Mari kita bebaskan anak kita dari pasung-pasung yang selama ini telah kita pasangkan pada mereka...

Mari kita bantu anak-anak untuk menggali potensi terbaik yang dimilikinya, apapun bidangnya..

Karena dunia lebih membutuhkan dan menghargai orang-orang yang terbaik dibidangnya.

Ayah bunda
Hidup ini adalah pilihan, dan pilihan itu kini sepenuhnya berada ditangan anda !

Mas Rudy Hadi Suwarno memberikan Endorsement di buku kami yang berjudul Ayah Edy Punya Cerita.

by Ayah Edy
Penulis Buku-buku Parenting
Pendiri Program Indonesian Strong from Home
www.ayahkita.com
0812 1818 4712

PENTINGNYA PEMBENTUKAN AKHLAK


Setiap perbuatan baik ada balasannya setiap perbuatan jahat juga ada balasannya.

Pilih mana...?

Saat ini kita berada di sebuah zaman yang sulit sekali untuk mencari orang baik, mulai dari Assistent Rumah Tangga hingga Assistent Direktur, dan Pejabat Negara.

Mengapa ?

Karena dulu kita lebih menuntut anak-anak kita di rumah dan di sekolah untuk menjadi anak yang pintar dan bukan menjadi anak yang baik dan berakhlak.

Kita lebih sibuk memberikan bimbingan belajar bagi anak kita demi untuk menjadi lebih pintar tapi lupa memberikan bimbingan akhlak, prilaku dan etika moral demi untuk menjadi anak yang baik dan berkarakter.

Seperti hukum tabur tuai, itu yang kita tabur, maka itupulalah yang akan kita tuai dalam kehidupan ini.

Itulah yang pada akhirnya menyadarkan saya untuk tidak lagi menuntut agar anak saya menjadi pintar dan sangat cerdas (berdasarkan kriteria sekolahnya) KARENA menurut seorang professor dari Harvard University, Howard Gardner, setiap anak itu terlahir sudah pintar dan cerdas pada bidangnya masing-masing, tinggal di fasilitasi dan di kembangkan.

Tapi karakter itu justru perlu di bentuk terus mulai sejak TK hingga mereka SMA.

Terlebih lagi jika kita kembali pada ajaran seluruh agama di dunia, tak satupun agama yang banyak meminta manusia jadi orang pintar, coba lihatlah kembali agama kita masing-masing, maka kita akan sadar bahwa semua agama menuntut kita menjadi orang yang baik dan berakhlak mulia.

Jadi jika kita masih memperdebatkan kepintaran seorang anak, maka kita pasti lupa pada ajaran agama kita sendiri dan belum membaca tulisan2 professor Howard Gardner yang melakukan penelitian tentang anak selama 20 tahun dan menghasilkan kesimpulan bahwa setiap anak itu terlahir cerdas.

Apa yang kita tabur itulah yang akan kita tuai....,

Saat ini kita sedang menuai apa yang di taburkan oleh orang tua kita dalam mendidik kita dulu.

Akankah kita menabur kembali kesalahan yang sama untuk anak-anak kita saat ini?

Padahal Tuhan sudah jelas2 mempertontonkan pada kita setiap hari dan setiap saat sebuah zaman yang sama-sama kita rasakan betapa sulitnya mencari orang-orang yang baik dan berkahlak ketimbang orang-orang yang pintar.

Mari kita renungkan bersama, mari kita bangun zaman Indonesia baru yang lebih banyak anak-anak berkahlak dan beretika moral melalu anak-anak kita tercinta di rumah dan disekolah kita sendiri.

Salam syukur penuh berkah,
ayah edy
Guru Parenting Indonesia
www.ayahkita.com
0812 1818 4712

BERITA SAMPAH DI MEDSOS


Kepala kita itu mirip seperti botol kosong.

Tergantung apa yang sering di isikan kedalam botol kosong tersebut setiap hari, maka itu pulalah yang di keluarkannya.

ISI BOTOL TERSEBUT MENENTUKAN KUALITAS HARGANYA..!

Nah coba kita ingat-ingat lagi, info apa yang sering kita baca dan kita masukkan kedalam kepala kita.

Apakah pengetahuan berharga ?
Atau ISU-ISU sampah yang membuat kotor pikiran kita ?

Harga & Kualitas Manusia itu ditentukan oleh isinya,

Botol kosong...

1. Kalau diisi air mineral, harganya 4 ribuan…

2. Kalau diisi jus buah, harganya 10ribu…

3. Kalau diisi Madu Asli, harganya bisa puluhan ribu.

4. Kalau diisi minyak wangi essence oil harganya bisa ratusan ribu atau bahkan jutaan.

5. Kalau diisi air got, hanya akan dibuang dalam tong sampah karena langsung tiada harganya dan tidak ada yang membutuhkannya.

Botol yg sama tetapi harganya berbeda sebab apa yang terisi di dalamnya adalah berbeda…

Orang yang sama juga sering kali berbeda nasibnya, karena isi pikirannya di kepala mereka berbeda-beda.

Nah jika selama ini banyak orang yang tidak menghargai kita atau hidup kita selalu penuh masalah, mari kita periksa pikiran kita, apakah yang selama ini sudah kita masukkan ke dalamnya?

Apakah ilmu dan pengetahuan berharga ?
Atau hanya isu-isu, fitnah dan kebencian yang mengotori jiwa..?

Segera kosongkan isi kepala anda yang kotor dan segera ganti dengan membaca postingan-postingan yang positif dan bermanfaat.  Berhanti membaca atau membagikan berita sampah di Medsos.

Kalau ingin hidup kita berubahmenjadi lebih baik dan berkualitas.

share dari teman yang ditulis ulang oleh Ayah Edy untuk komunitas parenting.

BERSYUKUR KUNCI BAHAGIA


Orang Susah adalah orang yang tidak pernah bersyukur

TANPA PUNYA RASA BERSYUKUR BERAPAPUN BANYAKNYA REZEKI YANG KITA DAPAT AKAN TERASA TIDAK CUKUP

Rasa Syukur adalah berfokus pada kebutuhan dan bukan keinginan.

Rasa Syukur hanya bisa tercipta bila kita berfokus pada apa yang kita punya dan miliki.

Betapa banyaknya nikmat yang sudah kita dapatkan dari Tuhan setiap harinya, maka berpikirlah nikmat yang mana lagi yang tidak bisa kita syukuri

Mari kita sisihkan waktu kita sejenak saja untuk membaca kisah ini;

Seorang kakek berumur 72 tahun tiba-tiba merasakan sakit di kedua matanya, disertai oleh pandangan yang mulai kabur.

Beberapa hari kemudian ia hampir tidak bisa melihat sama sekali.
Kakek itu pergi ke rumah sakit untuk memeriksakannya ke dokter.

Dokter menvonis mata kakek itu harus dioperasi supaya bisa melihat kembali.

Akhirnya mata kakek itu dioperasi dan operasinya berhasil dengan baik.

Setelah operasi, pihak rumah sakit menyerahkan kwitansi pembayaran kepada kakek itu. Jumlahnya cukup besar.

"Apakah bapak dijamin asuransi?" tanya salah seorang bagian admin Rumah Sakit.

Tanpa menjawab sepatah katapun tiba-tiba kakek itu menangis sesegukan.

Melihat hal itu petugas rumah sakit menjadi kasihan,

lalu bertanya: "Kenapa bapak menangis? Apakah bapak tidak punya uang untuk melunasi tagihan ini?"

Di luar dugaan petugas, si Bapak Tua itu menjawab:

"Bukan itu masalahnya, saya punya uang simpanan yang cukup banyak untuk melunasinya." sambil masih sesugukan menangis...

"Cuma saya jadi teringat sesuatu; sudah 72 tahun saya menggunakan mata untuk bisa melihat, ini namun tak pernah sekalipun Allah meminta bayaran kepada saya".

sang Admin Rumah Sakit spontan berkata....

"Subhanalloh......., nikmat Tuhanmu yang mana lagi yang kamu dustakan?":

Sudahkah kita bersyukur hari ini...?

Salam syukur penuh berkah,
ayah edy
web resmi ayah edy: www.ayahkita.blogspot.co.id

ANAK ITU HARUS BERMAIN


ORANG DENMARK MENJADIKAN MASA BERMAIN ADALAH HAL YANG PALING PENTING BAGI ANAK-ANAKNYA

Itulah salah satu mengapa Denmark menjadi negera dengan penduduk paling BAHAGIA DIDUNIA, hasil riset sejak tahun 1973 hingga sekarang.

Mari kita simak salah satu penuturan ayah edy berikut ini

Suatu hari datang seorang ibu berkonsultasi kepada saya meminta untuk dipilihkan sekolah yang cocok untuk anaknya....  Lalu saya merekomendasikan salah satu sekolah yang telah menjalankan konsep-konsep yang saya sampaikan.

Namun minggu depannya ibu yang sama tadi datang lagi...;  kali ini dia komentar begini;  Ayah....yang benar saja anak saya kok direkomendasikan sekolah disana...?  Saya kaget; memangnya ada apa bu.....?   Itu lho....lah wong gedungnya itu jelek banget dan ditengah kampung; malah masih lebih bagus SD Impres.   Lalu saya jelaskan panjang lebar dengan kesimpulannya kira-kira seperti ini;  Sesungguhnya hanya orang tualah yang menilai bagusnya sekolah dari bagus gedungnya; tapi anak kita justru lebih mementingkan guru-guru dan cara belajarnya, apakah guru-gurunya tulus dan benar-benar mencintai anak; dan apakah proses belajarnya sesuai dengan kodrat penciptaan mereka.   Saya katakan padanya;  jika ibu tidak keberatan ibu coba dulu program try outnya jika anak ibu cocok sebaiknya memang ia bersekolah disana. 

1 bulan kemudian ibu yang sama tadi datang lagi kepada saya;  kali ini ia kelihatan begitu gelisah;  Ibu itu berkata seperti ini.... Ayah..... saya bingung mengapa anak saya kalo saya tanya tadi belajar apa....?, jawabannya selalu katanya tadi ia asyik bermain ini dan bermain itu....?   Lalu bagaimana ini; apa gak berbahaya....?  Ayah gak sedang bercanda kan ya...? katanya serius.

Sambil tersenyum saya berkata;  saya serius ibu saya sama sekali tidak bercanda;  Sesungguhnya cara belajar yang terbaik bagi anak adalah sambil bermain;  guru-guru disana memang saya minta untuk membahasakan belajar itu dengan bermain, karena sudah banyak anak-anak yang trauma dengan Kata Belajar.   Dengan demikian setiap anak-anak akan selalu antusias pergi kesekolah karena dibenaknya mereka akan bermain bersama teman-temanya.

Nah disinilah tugas beratnya bagi para guru-guru disana; bagaimana ia bisa menyisipkan mata pelajaran dalam setiap permainan-permainan yang dibuatnya.  Sehingga sianak sama sekali tidak sadar jika sesungguhnya mereka sedang belajar; dan dengan cara ini sianak tidak hanya happy, melainkan juga bisa menyerap pelajaran hingga di atas 90%; ya karena hati mereka senang.   Coba perhatikan apakah setiap pagi anak ibu antusias bangun...?  ya jawabnya.  Tidak pernah alasan pusing-pusing atau sakit perut....ya jawabnya lagi... dan masih tetap antusias setelah pulang sekolah....?  Ya betul....bahkan ia sering menceritakan para gurunya dan apa yang dipelajarinya tadi....  Nah kata saya lagi ...itulah sesungguhnya ciri-ciri sekolah yang baik dan cocok untuk anak ibu....

Lalu saya tanya lagi....?  coba bandingkan dengan kakaknya yang bersekolah ditempat lain.... apakah di pagi hari ia sering sulit dibangunkan untuk sekolah...?  ya kadang-kadang,  apakah ia sering mengeluh sakit pada saat mau ada ulangan disekolah...?  Ya itu kalo yang itu sering.  Bagaimana setelah pulang sekolah....?   ya biasanya dia langsung masuk kamar dan gak pernah mau cerita apa-apa... kata si ibu lagi.    Coba ibu pikirkan kira-kira apa sebabnya....?   Dapatkah anak yang stress setiap hari bisa belajar dengan baik....?  si Ibu tadi terdiam, kelihatannya merenung.....,  ya saya hanya barharap agar ibu tadi dapat berpikir dan mengambil keputusan yang tepat bagi anaknya.

by ayah edy
Endorser pada buku CARA MENDIDIK ANAK ORANG DENMARK

FITNAH DAN UMUR PANJANG


Seekor ikan bertanya kepada Kura-kura :

 *"Mengapa setiap kali kamu mengalami masalah selalu bersembunyi, masuk kedalam cangkangmu...?"*

Kura kura menjawab :
“Apa penting pertanyaan itu aku
  jawab ?”

Ikan berkata :
 “semua mahluk di perairan ini mem-
  pertanyakan sifatmu yang selalu
  bersembunyi jika ada masalah”.

Kura kura berkata :
"Komentar orang lain apakah
  penting...?

Aku tidak menghindar, aku tidak lari dari kenyataan, aku hanya mencari suasana yang lebih damai di dalam cangkangku".

Ikan bertanya lagi :

"Tetapi apakah kamu tidak peduli
  selalu jadi bahan pembicaraan ?"

Kura kura menjawab :

"Inilah alasan mengapa aku lebih
  panjang umur dari pada kalian"

"Kalian terlalu sibuk mengurusi kehidupanku sampai kalian lupa mengurusi diri kalian"

"Kalian terlalu sibuk memperhatikan diri orang lain sampai kalian lupa memperhatikan diri kalian sendiri".

Share if you like